Belanda: Saya akan tayangkan karikatur nabi Muhammad di TV, Geert Wilders bersumpah


Anggota Parlement Belanda, Geert Wilders mereGeert Wilders Anggota Parlement Belandancakan mempertunjukkan karikatur- karikatur yang menggambarkan Muhammad, nabi pendiri agama Islam, pada televisi Belanda, berita berkata pada situs pribadinya. Koran Jerman DW.de menulis (4 Juni 2015).
Bulan lalu, ia telah bermaksud mempertunjukkan karikatur tersebut di Parlement Belanda, namun Majelis Rendah Belanda menolak idenya. “Karena badan ini menolak permintaan saya, maka saya akan segera menunjukkan beberapa karikatur tersebut pada TV negara, …,” Mr. Wilders berkata.

“Para terrorist haruslah menyadari bahwa mereka tidak akan pernah menang dan betapa pentingnya kebebasan berbicara adalah bagi kita di Belanda,” ia menegaskan.
Para partai politik di Belanda memiliki hak menayangkan sesuatu untuk waktu tertentu setiap tahunnya.
Pengumuman ini muncul satu bulan setelah Mr. Wilders memberi ceramah selama suatu pertunjukkan di Texas Amerika Serikat yang diselanggarakan oleh pendiri organisasi Stop Islamization, Pamela Geller, dimana dua pemuda Islam bersenjata api ditembak mati oleh polisi setempat setelah mereka mencoba menghentikan pertunjukkan tersebut dengan senjata api. Serangan ini dilakukan atas nama “Negara Islam Khalifat.”

Pamela Geller dengan bukunya Stop Islamization of AmericaPolisi AS meneguhkan bahwa Pamela Geller adalah target utama dari plot terror tersebut. Geller sendiri tidaklah terkejut bahwa dirinya adalah sasaran terget terror tersebut, “Mereka ingin membuat sebuah contoh dari diriku untuk menakut-nakuti sisa AS untuk tutup mulut dan tunduk,” Geller menulis pada emailnya ke koran AP pada hari Kamis. “Ini bukanlah tentang saya. Ini adalah tentang entah AS akan berdiri demi kebebasan atau tunduk dan penakut dihadapan intimidasi kekerasan, “ ia berargument.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Alasan Majalah Charlie Habdo membuat karikatur nabi Muhammad


Demo dunia Islam belum reda atas hadirnya (cuplikan) film Innocent of Muslims yang berisi tentang kehidupan nabi Muhammad, lalu rabu kemarin (20/09/2012) majalah Perancis Charlie Habdo menerbitkan karikatur-karikatur berbau Islam. Pada halaman muka nampak seorang Islam berbaju putih duduk dikursi roda sedang didorong oleh seorang Ortodox Yahudi; dengan titel ”Intouchables 2.” Keduanya berkata: ”Harus tidak tertawa!”

Pada halaman belakang bergambar seorang Arab Islam telanjang (koran menulisnya sebagai “Muhammad”; ini bagian dari provokasi yang dibesar-besarkan dalam dunia media) menunjukkan bagian belakang badannya kepada seorang direktur film (Innocent of Muslim?) dengan kalimat ”Film yang merangkul Dunia Muslim” (Le film qui embrase le monde Musulman).

Ex-editor Charlie Habdo menolak bahwa majalah ini ada sengaja memprovocasi, “tetapi sebaliknya memakai kebebasan berexpressinya untuk menggomentari berita-berita di dalam sebuah cara yang bersifat satir.” Ia berargument, “Kebebasan press, apakah itu sebuah provokasi? Saya tidak meminta orang-orang Islam garis keras (strict) untuk membaca Charlie Hebdo, hanya sama seperti saya tidaklah akan pergi ke sebuah mesjid untuk mendengarkan kotbah-kotbah apapun yang berlawanan (dari apa) yang saya percaya.”

Seorang karoonist, membela majalah tersebut, “Itu hanyalah sebuah gambar. Itu bukan provokasi.”

Jurnalis Charlie Hebdo, Laurent Leger, berkata majalah tersebut tidak bermaksud memprovokasi kemarahan atau kekerasan, “Tujuannya adalah untuk tertawa. Kami ingin mentertawai para ektrimist — setiap ekstrimist. Mereka dapat ada orang Islam, Yahudi, Katolik. Setiap orang boleh ada beragama, tetapi pikiran-pikiran dan tindakan-tindakan ekstrimist kami tidak dapat terima.”
Di Perancis, kami selalu memiliki hak untuk menulis dan menggambar. Dan jika beberapa orang tidak senang dengan hal ini, mereka dapat membawa kami kepengadilan dan kami dapat membela dirikami sendiri. Itulah demokrasi. Kamu tidak dapat melempar bom-bom; kamu diskusi, kamu debat. Tetapi kamu tidak dapat bertindak kasar. Kita harus berdiri dan melawan tekanan dari extrimism.”

Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius membela kebebasan berekpresi, tetapi memperingatkan bahwa Charlie Hebdo dapat ada melempar “minyak kedalam api” dan itu terserah pengadilan untuk memutuskan entah majalah tersebut telah pergi terlalu jauh, ia berkata “Kebebasan berekpresi dapat ada dibatasi oleh keputusan-keputusan pengadilan, itu terserah pribadi-pribadi atau kelompok untuk membawa hal tersebut ke pengadilan, yang akan berkata entah hukum … telah dihormati.

Komentar: Saya pribadi tidak kaget akan balasan pihak Barat terhadap reaksi keras (brutal, menurut ukuran orang Barat), dan Charlie Habdo kartoon ini, besar kemungkinan Denmark dan negara Barat lainnya akan mengikuti, jika reaksi dunia Islam tetap berlanjut, seperti pengalaman aksi-reaksi atas “kompetisi karton Muhammad dari Jyland-Posten.
Budaya Barat bertolak belakang 180 derajat dengan budaya Timur. Anak-anak Barat sejak usia balita telah diajar (di rumah, di TK dan di masyarakat) bahwa mereka memiliki hak memilih, berbicara. Pernikahan suami Timur dan isteri Barat sering kali bentrok hanya karena tidak mengerti perbedaan nilai dan berpikir Barat-Timur; sekalipun mereka saling mencintai. Anak remaja kecil akan menelpon polisi jika ayahnya berlaku kasar, ini tentu membuat kejutan bagi serorang ayah dari Timur. Orang Barat semakin dilarang akan semakin melakukan, dan mereka tidak takut ancaman dan memilih bahaya hanya demi secuil keyakinan yang ia yakini adalah benar dan bagian dari haknya.
Bagaimana Kristianiti di Barat berhasil mengatasi kritik (beratus-ratus tahun) dari serangan kelompok Atheism, Secularism dan Liberalism? Simpel saja. Kami menghadapi mereka dengan fakta dan logika. Kritik dan tuduhan ditangkis dengan pembuktian-pembuktian Alkitab dan catatan-catatan sejarah Gereja; kebencian dan ejekan dilawan dengan kasih dan perhatian. Hasilnya? Tidak sedikit professor dan pemimpin politik menjadi Kristen.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Perancis: Heboh karikatur nabi Muhammad buatan Charlie Hebdo


Majalah karikatur Perancis terkenal yang bernama Charlie Hebdo membuat Perancis panas dengan karikatur-karikatur terbarunya tentang Muhammad. Diilhami oleh hasil Jalan Arab yakni partai Islam Ennahda Tunisia dan Dewan Transisi Nasional Libya telah mengumumkan bahwa mereka akan menerapkan hukum Sharia (hukum Islam) sebagai landasan hukum kedua negara tersebut, maka majalah mingguan Charlie Hebdo menerbitkan majalah terakhirnya dengan pengumuman “telah meminta nabi Muhammad sebagai tamu editor untuk terbitan terakhirnya, sehubungan dengan bangkitnya partai-partai politik yang berdasarkan Islam di beberapa negara seperti Tunisia dan Libya.”

Bangkitnya kembali demo dunia Islam atas film Innocent of Muslims membuat redaksi majalah Charlie Hebdo membuat karikatur/ kartoon yang baru, baca Alasan Majalah Charlie Habdo membuat karikatur nabi Muhammad.

Dan majalah ini menambahkan pada pernyataannya: “Nabi Islam tidak perlu diminta untuk kedua kalinya dan kami berterima kasih kepadanya untuk hal itu.”

Sampul pada terbitan berikutnya menggambarkan nabi Islam berkata: “100 cambukan jika Anda tidak mati tertawa.” Pada halaman belakangnya, sebuah gambar Muhammad berhidung merah terbaca “Ya, Islam cocok dengan humor.”

Perkataan nabi Muhammad lainnya pada karikatur ini adalah “Alkohol Halal.”

Majalah ini juga berencana menerbitkan edisi ”Sharia Hebdo” (sebagai ganti dari Charlie Hebdo) dan Madam (Nyonya) Sharia.”

Hal-hal ini telah membuat beberapa orang Islam marah, membajak situs majalah ini dengan pesan: “Kamu terus menyalah gunakan Nabi mahakuasa Islam dengan karikatur-karikatur yang menjijikan dan menghina menggunakan alasan ‘freedom of speech. Semoga kutukan Allah turun ke atasmu!” Pagi rabu ini waktu setempat kantor pusat majalah ini dibom.

Pemimpin editor Charlie Hebdo bagaimanapun membela apa yang majalah ini buat, kepada kantor berita AFP  “Kami tidak merasa menyebabkan provokasi yang lebih lanjut. Kami sederhananya hanya merasa melakukan pekerjaan kami sebagaimana biasanya. Hanya perbedaannya minggu ini Muhammad pada permukaan majalah dan itu sangat jarang menaruhnya pada sampul majalah.”

Meresponi serangan bom rabu tersebut, pemimpin editor majalah ini berkata “Jika kita dapat menbuat lucu segala sesuatu di Perancis, jika kita dapat berbicara tentang apapun di Perancis terpisah dari Islam atau konsekuensi dari doktrin Islam, itu adalah menjengkelkan.”

Menteri Ekonomi Perancis menyalahi serangan bom tersebut, katanya: “Kamu tidak bernegosiasi kebebasan press dengan bom-bom … Jika kamu senang dengan apa yang ada di koran, kamu bawa itu kemeja pengadilan.”

Menteri Tenaga Kerja sungguh terkejut dengan serangan bom itu, berkata: “Itu berfungsi sebagai pengingat tindakan macam apa yang dapat dilakukan oleh para fundamentalist yang memanipulasikan agama untuk tujuan-tujuan politik.”

Calon president dari sebuah partai politik Perancis menyatakan: “Hujat (Blasphemy) tidak ada sebagai sebuah kesalahan, ini negara Republik Perancis, itu adalah hukum (tentang kebebasan press).”

Komentar: Memang tidak mudah hidup di negara sekuler seperti Perancis yang menaruh “kebebasan press” lebih tinggi dari “keyakinan keagamaan.” Seorang penasehat hukum yang bekerja di media menjawab pertanyaan “dimana batas dari kebebasan press?” Ia menjawab dengan senyum: “Dimeja pengadilan!”Kami semua tertawa. Ya begitulah Barat. Cara mengalahkan sekulerisme yang paling efektif bukanlah dengan bom atau sejenisnya, tetapi dengan “good will and good deed.”
Untuk mengerti pola pikir orang Perancis, Anda perlu membaca sejarah “Revolusi Perancis,” patung Liberty di NY USA adalah hadiah dari negara Perancis.

Catatan:

  • Partai Islam Ennahda hampir sama kondisinya dengan kelompok Muslim Brotherhood (Mesir), kedua partai Islam ini adalah partai Islam terlarang di negara asal mereka di jaman pemerintahan yang baru tumbang.
  • Majalah Charlie Hebdo, telah terkenal dengan satir karikaturnya yang mentargetkan agama, kelompok radikal dan president Nicolas Sarkozy.
  • Charlie Hebdo juga pernah menerbitkan kembali karikatur-karikatur nabi Muhammad buatan Koran Denmark yang menimbulkan protes di banyak negara Islam di tahun 2005.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog