Keselamatan Kekal, anugerah YAHWEH atau hasil pekerjaan baik manusia?


Segala tulisan yang diilhamkan Elohim memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Elohim diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2Ti 3:16-17)

Konsep ”Jaminan keselamatan kekal” terdapat silang pendapat di antara orang-orang   beragama, termasuk orang Kristen sendiri.

  • Benarkah jaminan keselamatan kekal hanya anugerah Elohim  (God) semata kepada setiap manusia, sekalipun orang tersebut tidak bermoral dan jahat? Atau
  • Benarkah perbuatan baik manusia dapat membuat orang tersebut memiliki jaminan keselamatan kekal, terlepas dari agama apapun yang ia anut? Atau
  • Benarkah bahwa jaminan keselamatan kekal itu sudah ditentukan oleh Yang Mahakuasa bahkan sebelum orang tersebut lahir; (teori predistinasi)?

Jawaban apa yang benar atas ketiga pertanyaan di atas?

Setiap agama dan kepercayaan memiliki jawaban sendiri dari pertanyaan di atas. Tetapi apa kata firman YAHWEH, yakni Alkitab, tentang perkara yang sangat penting ini?

Teori predestinasi (ditetapkan dari awalnya) jaminan keselamatan kekal dengan jelas ditolak oleh Alkitab. Itu jelas pada ayat ini: Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Adonai YAHWEH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? Namun sebaliknya, Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik–apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya. (Yeh 18:21-24)

Di sini YAHWEH sendiri berkata, bahwa keselamatan kekal itu tergantung pribadi orang itu sendiri, maukah ia menerima atau menolak pemberian Elohim yang indah ini. Untuk lebih jelas bisa baca “Iblis berkata: Sekali selamat tetap selamat, sahabatku!”

Kita kembali kepada pertanyaan ”Keselamatan kekal, anugerah YAHWEH atau hasil pekerjaan baik manusia?”

  • Orang yang setuju kepada doktrin ”Keselamatan kekal adalah anugerah Elohim semata kepada manusia” mendasarkan doktrinnya pada: (Ef 2:8-9) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Elohim, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
  • Dan orang yang percaya kepada doktrin ”Keselamatn kekal adalah hasil perbuatan manusia” mendasarkan doktrinnya pada: (Rom 2:6-7) Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,

David Pawson, seorang pengajar Alkitab dari Inggris berkata, “Setiap orang dapat mempertahankan apapun argumentnya dengan mengutip ayat-ayat Alkitab keluar dari konteknya.”

Sekarang ambil Alkitab Anda, dan kita selidiki ayat-ayat tentang keselamatan kekal menurut konteknya dan hubungannya dengan kitab-kitab lainnya di Alkitab. Yehezkiel 18:21-24 di atas telah menjelaskan bahwa faktor terakhir dari keselamatan kekal manusia tergantung dari manusia itu sendiri, maka penting untuk mengerti posisi kita sebagai manusia di hadapan Pencipta kita.

Posisi manusia di hadapan Elohim.
”… bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Elohim. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. (Rom 3:9-12). Paulus merefer kepada tulisan di kitab Mazmur 14:1-3 dan 53:1-3. Dan ayat seterusnya sampai ayat 18 pada Roma 3 adalah daftar kejahatan manusia yang diceriminkan kepada hukum Taurat Elohim yang sempurna  dan kudus (19-20; Roma 7:12) dan tetap berlaku selama bumi dan langit yang kita lihat ini masih ada (Mat 5:18).

Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa! (Pengkotbah 7:20)

Dari mana Daud (penulis kitab Mazmur) dan Salomo, putera Daud, (penulis kitab Pengkotbah)  mendapat pemikiran seperti ini? Kejahatan manusia telah disesali oleh YAHWEH sejak jaman nabi Nuh (Kej 6:5-7), dan ini berakar dari pemberontakan manusia pertama, Adam dan Hawa kepada Pencipta mereka (Kej pasal 3).

Sebagaimana komputer robot tidak bisa menjadi manusia, demikianlah manusia yang sudah memiliki dosa keturunan (dari Adam) tidak bisa kembali menjadi manusia Adam-yang bersih sebelum ia makan buah terlarang) melalui perbuatan baik apapun. YAHWEH itu Mahasuci dan Mahasempurna, demikian pula dengan hukum-hukum-Nya. Karena posisi manusia inilah ia dapat menulis: ”Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Elohim oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. (Rom 3:20; juga Gal 2:16). Taurat YAHWEH itu seperti cermin untuk manusia, semakin kita menyelidiki hati kita di hadapan ”cermin” ini, semakin kita tahu betapa kotornya kita. Jadi semakin kita berusaha melakukan perintah-perintah hukum Taurat, yakni berbuat baik, semakin kita tahu bahwa kita berada di bawah kutuk! Mengapa???

Karena Alkitab telah berkata: Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.” (Gal 3:10 dari Ul 27:26).

Artinya, sekali lagi itu, bukan karena salah hukum Tauratnya, tetapi salah manusianya, yakni tidak ada satu orangpun yang mampu melakukan SEMUA (segala sesuatu) perintah Taurat tersebut. Anggaplah Anda orang hebat dan sangat baik, Anda bisa melakukan delepan dari 10 Perintah YAHWEH, maka hasilnya adalah Anda tetap terkutuk, sebab Anda telah gagal melakukan segala sesuatu yang tertulis di dalam kitab hukum Taurat.”

Jadi apa maksudnya dengan ayat(Rom 2:6-7) di atas?  Itu akan dijelaskan kemudian.

Jalan satu-satunya manusia bisa diampuni dosanya.

Sejak jatuhnya manusia pertama, sampai dipanggilnya Abraham menjadi bapa segala bangsa kepercayaan monoteism (Israel, Kristen, Ismail) tahu bahwa ”penebusan dosa harus dibayar dengan menyembelih binatang hidup (domba, kambing, burung tekukur), lalu imam besar dengan jarinya sendiri membubuhkan darah dari binatang korban penghapus dosa pada tanduk-tanduk mezbah korban bakaran. Darah yang tersisa dicurahkan ke bagian bawah mezbah korban bakaran (Imam 4). Inilah ketetapan YAHWEH kepada setiap umat-Nya melalui nabi Musa: Korban darah adalah jalan satu-satunya bagi penebusan dosa-dosa manusia. Setiap kali umat-Nya berbuat dosa, ia harus membawa binatang korban tertentu kepada imam besar (Ibr 5:1).

YAHWEH adalah Roh, dan bukan daging. Ketetapan di atas, Alkitab katakan adalah gambaran jasmani dari penebusan dosa yang sesungguhnya, yang saat itu (jaman Musa dan para nabi) belum dinyatakan.

Ketika Yahshua Ha Mashiah / Yesus Kristus/ Isa Al Massih,  putra tunggal Elohim datang ke bumi, itulah waktu dari penggenapan “korban penebusan dosa yang sesungguhnya,” yaitu: Yahshua, Putra tunggal YAHWEH itu sendiri. Perhatikan ayat-ayat ini:

  • Segera ketika Yohanes Pembaptis melihat Yahshua ia berkata kepada para pendengarnya: “Lihatlah Anak domba Elohim, yang menghapus dosa dunia.” (Yoh 1:29)
  • Dan Filipus menerangkap Injil Yahshua kepada pembesar Etiopia: ”Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.” (Kis 8:32; Yes 53:7)
  • Penulis kitab Ibrani menerangkannya sebagai berikut: Tetapi Mashiah telah datang  sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, –artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, — dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. (Ibr 9:11-12)
  • Dan rasul Petrus: Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia … dengan darah yang mahal, yaitu darah Mashiah yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. (1Pet 1:18-20)
  • Juga rasul Yohanes di dalam penglihatan supernaturalnya: Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Elohim yang diutus ke seluruh bumi.” (Wah 5:6)

Yahshua Ha Mashiah adalah satu-satunya jalan menuju Sorga.
Di kayu salib, kalimat terakhirnya sebelum Ia menyerahkan roh-Nya kepada Bapa-Nya ialah: ”Sudah selesai.” (Yoh 19:30).

Ia berkata demikian bukan karena penderitaan dan sakit yang Ia tanggung sudah selesai, ya, sakit fisik berakhir ketika seorang meninggal dunia, namun bukan ini yang Ia maksudkan. Kalimat ”sudah selesai” di sini ialah tugas yang Bapa Sorga berikan kepada-Nya sebagai ”korban penebus dosa manusia” yang sempuna dan sekali untuk selamanya itu adalah sudah selesai. Dan ”…Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi [kedatangan-Nya yang kedua kalinya sebagai Hakim] tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. (Ibr 9:26-28)

Sesungguhnya (setiap orang yang menghargai dan menerima) kematianNya di salib inilah yang dimaksud Alkitab pada Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Elohim, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Dan ayat pada Roma 2:6-7: Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, adalah upah hidup benar dan kudus dari orang-orang yang TELAH diselamatkan oleh iman dalam Efesus 2:8-9 tersebut. Ayat pada kitab Roma ini ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat (orang Kristen) di Roma sehubungan dengan kerinduan Paulus untuk memberitakan Injil – yaitu: keselamatan melalui iman dan hidup oleh iman – kepada orang Yahudi maupun non-Yahudi khususnya orang Yunani, seperti tertulis: Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma. Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Elohim yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Elohim, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Rom 1:15-17)

Pada pasal dua ia mengalamatkan hal itu kepada orang-orang Yahudi yang TELAH percaya kepada ajaran Musa dan kitab Tauratnya, tetapi hidup diluar kebenaran hukum Taurat (17-25). Jadi jelas bahwa ayat 6-7 tersebut adalah perintah Paulus untuk orang Yahudi di Roma itu bertobat, kembali kepada ajaran YAHWEH, atau binasa, kehilangan hidup kekal.

Jika kita menaruh ayat-ayat Alkitab pada konteknya, maka tidak akan terdapat kontradiksi di dalam Alkitab!

Mengerti bahwa Yahshua adalah satu-satunya Jalan menuju Sorga adalah sangat essensial. Berpikir bahwa Anda bisa masuk Sorga dengan perbuatan baik Anda itu sama artinya menolak pengorban darah-Nya di kayu salib, itu adalah suatu penghinaan besar kepada Bapa Sorgawi. Seorang berkata, ”lebih baik tidak terlahir di bumi daripada terlahir dan menolak pengorbanan Yahshua, sebab besarlah hukuman bagi orang yang telah menghina Dia yang kudus dan benar namun bersedia mati untuk orang berdosa.”

Paket urutan ”keselamatan kekal adalah anugerah” kemudian ”keharusan berbuat baik sesuai perintah YAHWEH” adalah sangat jelas di seluruh Alkitab, beberapa contoh:

  • Yeh 18:21-24 , Elohim berbicara kepada Israel, umat-Nya
  • 1Kor 5:1-13, buanglah ragi yang lama: percabulan, peyembahan berhala, fitnah dll.diperintahkan kepada Kristen, umat-Nya
  • Ulangan 28:1-14, 15-68, adalah upah berkat (14 ayat) dan upah kutuk yang panjang (53 ayat) yang dibacakan Musa kepada bangsa Israel, umat-Nya
  • 1Tim 6:14, adalah amanat untuk menuruti perintah Elohim, dengan tidak bercacat dan tidak bercela hingga pada saat YAHWEH kita, Yahshua Ha Mashiah menyatakan diri-Nya di tujukan kepada orang Kristen
  • Wahyu 3:1-5, perintah bangunlah dan sempurnakan pekerjaan diperintahkan Yahshua kepada jemaat di Sardis, umat tebusan-Nya

Perintah “hidup benar (berbuat  baik sesuai perintah-Nya)” mengikuti langkah ”setelah diselamatkan oleh iman melalui anugerah pengorbanan darah Yahshua di kayu salib” kita bisa pelajari dari kitab Ibrani pasal 12 dan 13 di bawah ini:

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yahshua, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Elohim. (Ibr 12:1-2)

Ayat 4 sampai 11 bicara tentang ”Bapa (jasmani, terlebih rohani) yang mengasihi anak-anaknya” pastilah mendisiplin mereka dengan tujuan membuat mereka memiliki karakter yang serupa dengan karakter bapanya, perhatikan kata-kata perintah/ kata kerja (verb) seperti nampak pada ayat-ayat selanjutnya:

Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat YAHWEH.
Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Elohim, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau [putra pertama Ishak; Ishak adalah anak perjanjian], yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai, kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, sebab mereka tidak tahan mendengar perintah ini: “Bahkan jika binatangpun yang menyentuh gunung, ia harus dilempari dengan batu.” Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: “Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar.” Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Elohim yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Elohim, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan kepada Yahshua, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.

Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Elohim di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga? Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Perintah dan ajaran Yahshua ialah melakukan hukum YAHWEH; Ia sendiri berkata: “Aku tidak meniadakan hukum!” Tepatnya, mentaati hukum YAHWEH adalah gaya hidup Yahshua, juga Paulus dan para rasul Alkitab.

Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Elohim menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Elohim kita adalah api yang menghanguskan. (Ibr 12:12-29).  Putra-Nya, Yahshua, telah memberi contoh kepada kita bagaimana melakukan cara beribadah yang benar, yang berkenan kepada-Nya. Alkitab adalah petunjuk ibadah yang berkenan, doktrin gereja dan tradisi gereja adalah sampingan dan tidak penting.

Berlanjut sampai Ibrani 13:1-17. Lalu penulis kitab Ibrani ini menyimpulkan tujuan suratnya tersebut dengan kalimat ini:

Maka Elohim damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yahshua, Yahweh, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yahshua Ha Mashiah. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin. (Ibr 13:20-21)

Jadi, kita bisa menarik sebuah kesimpulan dari uraian di atas yang berdasarkan pertanyaan ”Keselamatan Kekal, anugerah YAHWEH atau hasil pekerjaan manusia?” dengan  kalimat ini:

  1. Bahwa manusia hanya dan hanya dapat diselamatkan, dibenarkan, masuk kedalam Kerajaan Sorga dan  hidup yang kekal melalui iman kepada Yahshua Ha Mashiah, yang telah menganugerahkan penebusan dosa manusia melalui pengorbanan darah-Nya sendiri di kayu salib – Yohanes 14:6KEMUDIAN
  2. bagi mereka yang mau dan sudah menerima anugerah tersebut, mereka diwajibkan oleh YAHWEH untuk hidup kudus dan benar, sebagaimana Bapa mereka ada, yakni kudus dan benar.”

Urutan di atas sama tepat dengan urutan “Bertobatlah dan beri dirimu dibaptis” (Kis 2:38; 13:24; 19:4), bukan “dibaptis lalu bertobat.” Doktrin perbuatan baik untuk menebus dosa sana nilainya dengan doktrin pembaptisan bayi untuk bebas dari dosa turunan, kedua doktrin ini adalah ibadah yang tidak berkenan kepada-Nya (Ibr 12:29).

Singkat kata: “Pertama ialah Efesus 2:8-9 lalu kemudian setelah itu yang kedua Roma 2:6-7. Keduanya penting dan harus dimiliki, namun urutannya tidak bisa dibalik!”

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Apa yang orang harus lakukan untuk dapat masuk Sorga?


Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu, bahwa tangan Elohim yang melakukan itu; bahwa di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia? (Ayub 12:9-10)

Pernahkan Anda bertanya kepada diri Anda sendiri atau kepada orang lain pertanyaan di atas?

Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh banyak orang, bahkan ditanyakan sejak ribuan tahun yang lalu, seperti kepala penjara Romawi kepada rasul Paulus dan Silas: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” (Kis 16:30);

Sorga di BumiKehausan akan Jalan Kebenaran yang memimpin orang bisa masuk ke Sorga ini juga terjadi pada orang-orang besar lainnya: seperti seorang pembesar dan kepala bendara ratu negara Etiopia (Kisah para Rasul 8:27-40) bahkan sampai pemimpin agama orang Israel, Nikodemus, menyempatkan diri untuk bertanya, gengsi pada dirinya – itu sebabnya ia datang kepada Yahshua pada malam hari – tidak dapat menghentikan kehausannya akan perkara yang penting ini: mengenal siapakah Mashiah / Kristus (artinya Yang Diurapi) dan Mashiah menjawab pertanyaan yang ada di hati rabi agama Yahudi: ”apa sesungguhnya yang orang harus lakukan untuk dapat masuk sorga?” (Yoh 3:1-21).

Terpujilah YAHWEH, bahwa Ia tidak pernah membiarkan seorangpun yang haus akan kebenaran dan mencari Dia pulang dengan tangan hampa! Firman yan keluar dari mulut-Nya mengatakan:

  • ”Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. (Mat 5:6).
  • Tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi atau di tempat bumi yang gelap. Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia! Aku, YAHWEH, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus.” (Yes 45:19)

Jika Anda tertarik dengan berita Kabar Baik ini, teruskanlah pembacaan Anda, saya akan menulikan langkah-langkah praktis yang Anda harus perbuat agar Anda juga bisa masuk ke Sorga, semua ini bukan teori agama, atau langkah-langkah majik (perdukunan), melainkan hanyalah ajaran Yahshua Ha Mashiah dan para nabi dan murid-Nya (yang disebut para Rasul) bagaimana memiliki kewarganegaran Kerajaan Sorga.

Empat langkah tindakan untuk bisa masuk Sorga, juga dikenal sebagai ”jaminan keselamatan kekal”:

  1. Sadarilah bahwa Anda orang berdosa. Firman Elohim berkata bahwa semua orang telah berdosa. Arti dosa adalah pelanggaran atas perintah, ketetapan dan kehendak YAHWEH, yakni Elohim penicipta manusia dan segala isinya. # 1
  2. Akuilah dosa-dosa Anda kepada Yahshua Ha Mashiah, dan minta maaf kepada-Nya. # 2
  3. Undanglah Yahshua masuk kedalam hati Anda. Jadikan Ia Tuan / Penguasa / Master / Lord dan Raja / Pemerintah atas seluruh kehidupan Anda, maka Anda akan dipanggil oleh-Nya ”anak-Ku.” Ajaib bahwa Ia memberi status “anak” (dan bukan “pembantu” apalagi “budak”) kepada mereka yang menjadikan Diri-Nya sebagai Tuan dan Raja. # 3
  4. Berilah diri Anda dibaptis (dari kata Yunani: baptiso, artinya diselam). Anda bisa minta seorang Penginjil atau Pendeta untuk melakukannya. # 4

Keempat langkah ini telah cukup menjadikan Anda sebagai Warganegara Kerajaan Sorga.

Empat langkah ini jika dijabarkan dalam bentuk doa kira-kira seperti ini:

Doa Pertobatan:

Yahshua Ha Mashiah, saya datang kepada-Mu saat ini. Saya mennyadari bahwa saya telah sering melukai hati Mu; melakukan banyak dosa (sebutkan dosa-dosa Anda), saya telah mencintai dunia ini dan segala kenikmatannya lebih dari pada mengasihi Engkau dan sering kali saya menghina diri dan firman-Mu melalui perbuatan dan perkataan saya.

Saat ini saya datang kepada Engkau untuk meminta pengampunan dari Engkau, ampunilah segala dosa-dosa dan pelanggaran saya itu sesuai dengan kemurahan dan anugerah-Mu. Saya menyesali segala perbuatan jahat dan kotor saya itu. Sucikanlah roh, jiwa dan tubuh saya ini.

Sekarang saya mengakui bahwa Engkau sajalah Jalan, Kebenaran dan Hidup dan bahwa tidak ada seorangpun dapat datang kepada Bapa di Sorga kecuali melalui Engkau, sebab itu saya memohon kepada Engkau Yahshua, kiranya Engkau sudi masuklah kedalam hati saya ini. Yahshua Ha Mashiah ambilah hidupku ini jadikanlah saya milikmu . Engkaulah Tuan dan Raja dan tidak ada yang lain dihati saya. Jadikanlah saya yang hina ini menjadi anak-Mu, pakailah saya di dalam Kerajaan Mu jadikanlah saya berkat bagi banyak orang.

Di dalam nama-Mu saya memohon yaitu di dalam nama Yahweh Yahshua Ha Mashiah. Terima kasih, Amin.

Setelah Anda berdoa, langkap-langkah berikut ini penting untuk Anda lakukan demi memelihara kewarganegaraan Sorga atau jaminan keselamat kekal yang telah Anda miliki:

  • Bacalah Alkitab dan hiduplah sesuai perintah-Nya. # 5
  • Hiduplah benar dan jagalah kekudusan Anda. Agama-agama mengajarkan point ini untuk manusia bisa diampuni dosanya supaya masuk Sorga. Alkitab jelas berkata bahwa manusia tidak bisa mencuci / menebus dosa mereka sendiri. Keselamatan hanyalah anugerah YAHWEH melalui iman kita kepada Yahshua yang telah mati tersalib sebagai korban penebus dosa-dosa kita. # 6
  • Setialah kepada Yahshua Ha Mashiah apapun yang terjadi, maka ketika Ia kembali kebumi untuk menjadi Hakim dipengadilan terakhir Anda PASTI diterima-Nya masuk kedalam Sorga-Nya dan hidup kekal bersama-sama Dia dan para orang kudus lainnya. # 7


Yahshua Ha Mashiah, Penebus dosa seluruh umat manusia, menggaransi setiap kita: Jawab Yahshua kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yoh 4:13-14). Ia mengingatkan kembali janjinya yang Ia pernah katakan melalui mulut nabi Yesaya (abad 7-6 BC): Beginilah firman YAHWEH, Penebusmu, Yang Mahakudus, Elohim Israel: “Akulah YAHWEH, Elohimmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti (Yes 48:17-18).

Penebus / Saviour dalam Alkitab Ibrani tertulis Y’shua (Malaikat Gabriel memberi wahyu kepada Yusuf dan Maria bahwa makna arti dari nama Yahshua /Yesus adalah “karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Mat 1.21). Baca juga Luk 1:31-33; 2:10-11

Bagian akhir Alkitab dimateraikan oleh janji Yahshua yang pasti / tidak mudah-mudahan:

Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Elohimnya dan ia akan menjadi anak-Ku. (Wah 21:6-7)

Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut. (Ams 11:4)

#) Referensi ayat-ayat:

  1. Dosa mulut: (Maz 59:13; Ams 14:21; Mat 12:34; Roma 3:13-14), Dosa bersaksi (Yes 59:10-15). Semua orang berdosa (Pengk 7:20; Yes 24:20; Rom 3:9-23; 5:14) Akibat dosa (Yes 64:7; Yer 16:18; Yoh 8:34; Rom 6:23; Wah 22:15).
  2. Mengaku dosa (Kis 19:18; Yak 5:16; 1Yoh 1:9). Penghapus dosa (Yes 43:25; 44:22; 53:12; Yoh 1:29; Luk 5:24-25: 7:49: Kis 10:43; 13:39; Rom 5:15). Mengakui Yahshua (Mat 10:32; Rom 10:9-11; Fil 2:11; 1Yoh 2:23; 4:15 ). Harga pengakuan (Yoh 9:22; Mat 5:11-12)
  3. YAHWEH adalah BAPA orang percaya (Yes 64:8; Mal 1:6; 2:10: 6:9; 16:17; 1 Tes 3:11 ). Jalan ke Sorga (Yoh 14:6; 5:24; 1Yoh 1:2-5)
  4. Di baptis (Mat 3.6; 14-17; Kis 2:38, 41; 8:12, 36-38; 9:18; 10:48; 22:16; Gal 3:27)
  5. Manfaat membaca Alkitab (Yos 1:7-8; Maz 119:97-100;). Pelaku Firman (Maz 119:9-11; Luk 6:47-48; Yoh 14:12)
  6. Hidup benar dan kudus (Rom 6:11-14) (Maz 49:7-9; Mat 7:21; 12:50; Yoh 12:26; Roma 2:7 )
  7. Hari Penghakiman ( Wah 24:21-23)

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog