Awas, ujung jalan-nya menuju maut!!


Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Amsal 14:12

Siapapun Anda, berita penting ini patut Anda camkan; baik Anda seorang percaya adanya Elohim/God maupun tidak, bermoral ataupun tidak, bacalah dan renungkan. Berita ini juga untuk Anda yang sudah yakin beroleh jaminan kekal maupun belum, berguna untuk diingat agar Anda tidak menyesal maupun terkejut di ahir kehidupan Anda. Dan .. mungkin Anda sedang ada di jalan tersebut, periksalah jalan-jalan maut itu bawah ini.

Manusia di dunia ini berpikir mencari jalan-jalan bagi pemecahan masalah hidupnya, baik itu untuk sekedar sesuap nasi bagi rumah tangganya, kejayaan sampai masalah kehidupan setelah kematian.

Tahukan Anda, setelah orang-orang Israel dibebaskan oleh YAHWEH melalui nabi Musa dari tangan raja Firaun, diperjalanan menuju Tanah Perjanjian umat pilihan-Nya ini berlaku sesuai jalan-jalan mereka sendiri, akibatnya DIA bersumpah demikian, ”Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.” Ibr 3:10-11; Maz 95:10-11

Inilah daftar dari beberapa jalan yang ujungnya menuju maut menurut Alkitab:

Perempuan jalang, pelacur – berbaju seksi, kata-katanya seperti madu rasanya, suaranya menggairahkan hati dan wangi parfum membungkus tubuhnya, namun sesungguhnya ia adalah pembunuh banyak pria (seperti ”Black Widow Spider”), rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun keruangan-ruangan maut! Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu! (Amsal 7), karena orang cabul dan pezinah tidak akan mewarisi kerajaan Elohim! Ibr 13:4; 1 Kor 6:9-10

Perampok, pencuri dan pencari keuntungan gelap lainnya menumpahkan darah orang lain demi harta, cara cepat dan mudah menjadi kaya, namun sesungguhnya mereka menghadang darahnya sendiri dan mengintai nyawanya sendiri, karena YAHWEH melawan mereka. Amsal 1:10-19; Mazmur 37:12-15,20

Membunuh untuk kohormatan keluarga dan agama – menjadi pahlawan keluarga dan agama, hakim atas ’dosa’ orang lain – namun sesungguhnya jalan pemikiran mereka adalah jalan yang terkutuk dan munafik (Yoh 6;8; 1 Kor 6:8-9), apapun alasannya Firman YAHWEH berkata, ”Jangan membunuh!” (Kel 20:13), sebab ”pembalasan itu adalah hak-Ku,” kata Elohim dan bukan hak-manusia! (Rom 12:19)

Kutu Alkitab, tanpa percaya Yahshua – banyak orang menyelidiki Alkitab dengan hati yang salah dan tidak percaya kepada pemberi inpirasi dan wahyu pada Alkitab itu sendiri. Yahshua adalah Firman yang menjadi manusia. (Yah 5:39-40; 1:9-11,14)

Membunuh atas nama Allah – banyak orang Muslim menjadi bangga setelah menbunuh karena berpikir mereka adalah pahlawan agama Islam, namun sesungguhnya orang yang melakukan itu adalah budak Iblis, Yahshua berkata, ”Iblis datang hanya untuk mencuri (nyawa), membunuh dan membinasakan!” (Yoh 10:10a), dan upah untuk para penumpah darah adalah maut (Roma 6:23a; 2 Samuel 4:11)

Membunuh atas nama Messias/ Kristus – menyangka ia berjasa membela ajaran Yahshua Messias, dan pembela kebenaran, namun sesungguhnya mereka telah ditipu Iblis, dan budak dari nabi-nabi dan guru-guru palsu (Wah 17:4-6). Yahshua tidak pernah membawa pedang dan memerintahkan membunuh lawan-Nya (Luk 6:44-46), ujung jalan mereka pastilah api neraka.

Aktif pelayanan tapi saudara seiman terbengkalai – pahlawan gereja, ’hamba’ yang diurapi, motonya ”mati buat YAHWEH”, namun saudara seiman lapar, tidak berpakaian dan kesepian diabaikan, sesungguhnya ia hanyalah hamba dari sebuah organisasi semata sebab ia telah menolak hukum utama yang kedua ”kasihilah sesamamu manusia, terutama kepada SAUDARA SEIMAN” (Mat 25:40; Yak 2:8; Gal 6:10) ahir jalannya adalah api kekal bersama Iblis (Mat 25:41-43)

Yahshua berkata, Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Yahweh,Yahweh, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan …. Mat 7:22-24 baca sampai ayat 27)

Untuk memastikan bahwa perjalanan kita, Anda dan saya, tidak berahir pada api neraka, kita harus banyak berdoa minta Roh Kudus-Nya memimpin kita dan mengajari Firman YAHWEH setiap hari, sehingga kita bisa membedakan mana “perkataan-Ku” (Yahweh) dengan “perkataan-ku” (Iblis beserta guru-guru dan nabi-nabi palsu-nya), sebab di jaman ini banyak guru dan nabi palsu datang dengan memakai nama Yahshua Messias disertai dengan tanda-tanda ajaib dan mujizat. (Mat 24:24)

Sudahkan Anda hidup di dalam jalan-jalan-Nya (Yes 55:8-9), jika belum, mulailah lakukan semua itu pada hari ini! Ambil keputusan untuk meninggalkan jalan-jalan Anda sendiri dan jalan-jalan ’manusia pintar’ dan ikutilah Jalan Lurus yaitu Yahshua Messias / Yesus Kristus!

Pilihlah berkat dan tinggalkanlah kutuk (jalan-jalan terkutuk)! Anda tidak bisa mendapat berkat yang sesungguhnya tanpa meninggalkan kutuk, sebab kutuk dan berkat tidak pernah bersatu!

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Tidak Perlu Nasehat, Tapi Pertolongan Nyata!


Bayangkan Anda telah terjatuh kedalam sebuah rawa lumpur-hidup. Rawa lumpur-hidup ini lambat tapi pasti mengubur Anda hidup-hidup. Sialnya, semakin Anda bergerak untuk keluar dari padanya semakin cepat membawa tubuh Anda tenggelam. Apa yang harus Anda lakukan?

Seorang pria lewat didepan Anda, ia nampak penuh pengetahuan dan pengalaman hidup, nampak dari wajahnya yang tua dan janggutnya yang putih seluruhnya. ”Tolong saya bapa Tua!,” Anda memelas. Bapak Tua berhenti dan berkata,”Anakku, tidakkah kamu melihat tanda bahaya itu? Kamu harus mendengarkan nasehat orang tuamu, dan patuhi mereka, tentu kamu akan selamat!” Kamu nampak mabuk karena bir, berhentilah minum-minuman keras.” Sementara bapa Tua bicara lumpur telah mencapai dada Anda. Ia melanjutkan perjalanannya setelah nasehat-nasehat mutiara disampaikan. Semua itu tidak menolong, Anda terus semakin dalam.

Lalu lewat pula pria usia lanjut, ia nampak seperti olahragawan, Anda berpikir ia pasti mampu menolong saya. Ia berhenti karena jeritan S.O.S. Anda. ”Aha, kamu tenggelam! Jangan kuatir! Perhatikan saya!” Ia mulai memberi Anda kursus kilat bagaimana berenang. ”Nah, sekarang kamu coba,”serunya dan pergi. Baru saja Anda bergerak untuk melakukan jurus pertama dari ”bagaimana berenang” sesuai petunjuknya, tubuh Anda semakin tenggelam lebih cepat! Lumpur sudah menyentuh leher Anda! Tidak menolong, bahkan membuat lebih runyam!!

Anda sudah putus harapan untuk hidup. Nasehat-nasehat tidak berarti. Usaha-usaha sendiri untuk keluar juga tidak berarti, bahkan membawa Anda semakin frustasi. Lumpur telah sampai kedagu Anda!

Kemudian seorang pria muda usia 30 tahunan lewat. Dengan suara yang tersisa dan air mata penyesalan bercampur pengharapan Anda berseru,”Tolonglah saya, janganlah pergi berlalu sebelum Tuan menyelamatkan saya!” Terdengar tidak keras, namun keluar dari hati yang dalam. Pria muda ini berhenti dan melihat kepada Anda. Tanpa sebuah katapun keluar dari mulutnya, Ia mematahkan sebuah cabang pohon, Ia mengulurkannya kepada Anda, dan segera Ia menarik Anda keluar dari lumpur yang mematikan tersebut!

Filsafat itu bagus dan berguna selagi kita hidup, namun ketika kematian menanti Anda, ia tidak ada artinya. Kung Fu Tzu, seorang filsafat Cina yang sangat bijaksana suatu hari ditanya oleh muridnya, ”Apa itu kehidupan setelah kematian?! Filsuf tua ini menjawab dengan rendah hati, ”Anakku, kematian saja aku tidak tahu, apalagi tentang ”kehidupan setelah kematian!”

Agama-agama dibuat dan diajarkan oleh manusia untuk manusia. Inti dari setiap ajaran agama ialah ”bagaimana manusia bisa menyenangkan TUHAN, karena manusia berpikir bahwa, ”mungkin dengan kita menyenangkan DIA, kita terlepas dari lumpur kematian kekal” Maka dibuatlah jurus-jurus ”tata- ibadah sembayang, ”larangan-larangan dan keharusan-keharusan dalam kehidupan,” Jika kita berhenti sejenak untuk berpikir, kita akan sadari bahwa semakin kita berusaha keras untuk melakukan semua ”aturan-aturan agama” semakin kita frustasi dan tenggelam di dalam lumpur dosa kita (Roma 7:5). Tidak ada satu manusiapun di dunia ini yang bisa melepaskan dirinya sendiri dari lumpur dosa melalui perbuatan baik atau aturan-aturan agama! TUHAN terlalu suci dan manusia sebaliknya, selalu berkecenderungan untuk berbuat jahat, egois dan penuh hawa napsu duniawi. Bagaimana mungkin tangan yang kotor bisa mecuci piring agar bersih!?

Terima kasih kepada YAHWEH (TUHAN)! IA tidak datang hanya memberi nasehat dan ajaran, namun IA datang dengan pertolongan nyata (Roma 5:8; Yoh 3:16). IA datang kedalam dunia dalam wujud manusia Yahshua (Yesus) (Yoh 1), Kita yang seharusnya menanggung penderitaan dari dosa dan kesalahan kita, kita yang seharusnya terhukum mati untuk dosa kita (Roma 6:23), dibebaskan dari semuanya itu oleh pengorbanan diri-Nya sendiri di kayu salib di bukit Golgota (1 Pet 2:24; 3:18). IA yang suci dan tidak berdosa dijadikan berdosa oleh karena menanggung dosa kita (2 Kor 5:21; Gal 1:4).

Tugas YAHWEH untuk menyelamatkan ciptaan-Nya telah selesai sepenuhnya, saat Yahshua Messias mati tersalib, sebagaimana Yahshua sendiri berkata, ” “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. “It has been accomplished!” And bowing His head, He gave up His spirit. (The Scriptures ‘98+) (Yoh 19:30)

Bagaimana dengan Anda sendiri? Sudahkan Anda menyelesaikan bagian dari tugas Anda dalam proses penyelamatan diri Anda sendiri dari kematian lumpur dosa? Bagian Anda hanyalah meresponi uluran pertolongannya menggambil dan memegang kuat-kuat “cabang pohon didepan Anda” seperti cerita di atas, yaitu “Jaminan Keselematan melalui pencurahan Darah Domba Anak Elohim di ’mesbah korban’ bukit Golgota!!” (Ibrani 9-10).

Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Yoh 5:21-24

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Yohanes 12:46

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.