Mesir: President Morsi digulingkan, reaksi pemimpin Barat dan Arab berbeda


Negara Mesir kembali bergejolak. Jalan Arab atau Arab Spring (Barat menyebutnya) kembali merebak di Mesir.

Mesir adalah negara Islam yang terkenal dengan Universitas Kaironya, dimana melalui bangku kuliahnya lahir pemimpin Islam kaliber dunia dan ajaran Islamnya menjadi acuan hukum Islam dan tatanan hidup orang-orang Islam sedunia. Organisasi Muslim Brotherhood adalah sebuah organisasi Islam yang lahir dari tanah Mesir, tertua dan paling terhormat serta sangat terorganisasi (Anwar Sadar dan Mubarak telah ditumbangkannya), bahkan memiliki cabangnya di Amerika Serikat. Dari Muslim Brotherhood lahir beberapa organisasi lainnya yang ditakuti oleh Barat, contoh: Al Qaida dan Hamas. Mesir sepanjang periode kepemimpinan Jenderal Mubarak lenyap secara legal, militer mengontrol agama Islam. Jadi terpilihnya Morsi sebagai kepala negara Mesir merupakan kebangkitan Islam di Mesir, tidaklah diragukan dunia.

Demo anti-president Morsi di Lapangan Tahrir KairoBanyak pemimpin Barat telah berpikir dengan terpilihnya Mohammed Morsi secara pemihan umum (jalur demokrasi) rakyat Mesir akanlah puas dan Arab Spring di Mesir akan benar-benar menjadi Spring (Bersemi). Namun apa yang terjadi? Belum setahun Morsi memerintah, rakyat kembali turun kejalan – beberapa meninggal dan banyak yang luka-luka – menyebut president baru ini sebagai dictator. Rakyat merasa Morsi telah menghianati Revolusi Mesir (melawan kediktoran Jenderal Mubarak) dan menghancurkan Ekonomi Mesir. “Diktaktor dan penghianat,” rakyat Mesir menyebut Morsi, sebab ia memberi kuasa dirinya sendiri untuk  memegang kuasa legislatif, kekuatan militer dan kehakiman, dan segera menempatkan teman-temannya pada jabatan penting – ingin merubah Mesir 180 derajat secara cepat dari militer ke agama. Ia segera lupa sama sekali perkataannya di depan rakyat Mesir sehari sebelum dinobatkan jadi president (30/6/2012), “Kalian adalah sumber kekuatan dan legitimasi, tidak ada yang berdiri lebih tinggi dari kehendak masyarakat.”

Hari Tepat pada hari perayaan satu tahun Morsi menjadi president, diperkirakan delapan (8) juta rakyat turun ke jalan, bukan untuk berpesta mengelu-elukan president Mohammed Morsi namun sebaliknya, ”Turun, turun, turun” mereka berteriak. Media Barat menyatakan demo Jalan Arab ini sebagai demo terbesar dalam sejarah dunia. Beberapa minggu sebelumnnya hampir 100 (seratus) wanita anti-Morsi diperkosa, hanya dalam selang waktu tiga hari, ketika berdemo di Lapangan Tahrir, the Egyptian Operation Anti-Sexual Harassment/Assault melaporkan.

Mimpi buruk Morsi semakin memburuk, demo yang besar ini membuat banyak menteri meletakkan jabatan dan bahkan pihak militer (pucuk pimpinannya ia juga pilih sendiri) tidak berpihak kepadanya.

Pihak militer, dijaman president Hosni Mubarak nampak jelas membela Mubarak selama berbulan-bulan sebelum ia tumbang, namun terhadap president Mohmmad Morsi militer berpihak kepada rakyat nampak jelas sekali dalam tindakan dan pernyataan resmi mereka ”Morsi diberi waktu 24 jam untuk menyelesaikan masalah atau militer akan intervensi” sementara demo anti Morsi terus berlanjut. Morsi bersikeras tidak akan melepaskan jabatannya, sebaliknya ia meminta pengikutnya untuk turun kejalan membela dia.

Hari Kami (4 Juli) Morsi ditangkap. Segera setelah 24 jam tidak ada perubahan militer menangkap president Mohammad Morsi. Pemimin Militer Abdel Fattah al-Sisi (Menteri Pertahanan, pilihan Morsi) menberi pengumuman “pemerintahan Morsi telah berakhir” yang disambut oleh kumpulan besar rakyat Mesir di Lapangan Tahrir Kairo dengan perayaan nyanyia, dansa dan pesta kembang api.  Bersama Morsi ditangkap juga belasan orang dekatnya.

Beberapa pemimpin Barat, seperti president Perancis menyatakan tindakan rakyat dan militer  tersebut “merusak demokrasi di Mesir.” Reporter TV France (English) dalam suatu percakapan singkat meresponi komentar pemimpin Barat tersebut dengan mengutip jawaban rakyat Mesir “Barat tidak mengerti bahwa demokrasi bukanlah sekedar pemilihan umum, tetapi juga tindakan nyata. Jika yang terpilih tidak mampu menepati janjinya maka rakyat berkuasa untuk menurunkannya.”

Sembayang Jumat (5 July) yang merubah Mesir. Pemimpin utama Muslim Brohterhood, Mohammed Badie, pada kotbahnya menyatakan “Allah membuat Morsi menang dan membawa dia kembali ke istana. Kita adalah tentaranya kita bela dia dengan hidup kita.”

Dibakar oleh pemimpin Muslim Brotherhood, puluhan ribu jemaat yang pro Morsi turun ke jalan – menyerang pihak keamanan dan rakyat yang anti Morsi di berbagai kota. Tembakan dan lemparan batu terjadi. Tidak jelas berapa banyak korban jiwa dan yang luka-luka, Ynetnews menulis total 30 tewas dan 70 luka-luka dan France24 menulis sedikitnya 50 tewas, termasuk pihak keamanan. Tiga jam setelah bentrokan Badie pemicu kerusuhan ditangkap pihak keamanan.Tentara menangkap president Morsi dan rakyat Mesir berpesta

Pihak militer berkata kepada kantor berita AFP bahwa Morsi telah berhasil di dalam menciptakan permusuhan diantara orang-orang Mesir. Dan pihak polisi sekarang juga telah menangkapi para pemimpin pergerakan Muslim Brotherhood seperti Saada l-Katatni, ia pemimpin partai politik Partai Kebebasan dan Keadilan. Beberapa sumber berkata bahwa Morsi dapatlah secara kuat menghadapi tuduhan sehubungan kaburnya ia dari penjara di tahun 2011 dan aksinya memimpin rakyat menggulingkan Hosni Mubarak.

Agama Islam di Timur Tengah sedang menghadapi ujian berat; reaksi para pemimpin negara berbeda
Aksi anti-Morsi ini sungguh suatu arah angin baru di Mesir, khusunya dilihat dari sisi agama Islam. Mesir sebagai pusat ajaran Islam sedunia yang dipimpin oleh  Muslim Brotherhood ditolak oleh mayoritas bangsa Mesir. Beberpa tahun yang lalu, seorang profesor Sejarah Islam lulusan Universitas Kairo, Dr. Mark A. Gabriel keluar dari agama Islam. Kejatuhan Muslim Brotherhood ini pukulan berat bagi para Islamist, koran The Time (India) menulis.

Di Irak, dimana kitab Kuran tercipta (di kota Bagdad) saling bunuh tetap terjadi antara jemaat Shia (pengikut Ali, mantu nabi Muhammad) dengan jemaat Sunni (pengikut Muhammad).

Di Syria, pergolakan antara Shiah dan Sunni telah berlangsung dua tahun, lebih dari 200.000 meninggal. President Bashar al-Assad, sehubungan dengan tumbangnya pemimpin Muslim Brotherhood, President Mohammad Morsi, menyatakan bahwa ”kejadian-kejadian dalam bangsa Mesir berarti kejatuhan dari politik Islam.” President Assad berasal dari aliran Shia. Tumbangnya Morsi nampak dirayakan di Syria. Ia menambahkan  “membuktikan bahwa kelompok-kelompok orang Islam seperti Brotherhood tidaklah cocok untuk memerintah. Siapapun membawa agama untuk dipakai demi keperluan politik atau faksi akan jatuh dimanapun juga di dunia,” Mr. Assad berkata. Muslim Brotherhood di tahun 1980 telah mencoba meruntuhkan kepresidentan Hafez al-Assad (ayahnya Bashar), namun gagal – puluhan ribu jiwa meninggal.

Para pemimpin Arab bersuka cita atas jatuhnya Mohamed Morsi. Berbeda reaksi dengan para pemimpin Barat, para pemimpin Arab seperti Arab Saudi, Yordania, United Arab Emirat, Qatar, Kuwait segera menyatakan suka cita mereka atas kejatuhan Morsi.
Tunggu sebentar!, bukankah mereka juga orang-orang Sunni seperti kelompok Brotherhood? Itu benar dan Tidak diragukan!!

Dunia Arab terdiri dari 26 negara, namun sebagian besar negara-negara tersebut dipimpin oleh raja-raja – dalam negara monarki hukum tertinggi negara adalah keputusan raja, dan bukan hukum agama.  Tidak lah heran bahwa naiknya Morsi sebagai president sesungguhnya membahayakan para raja Arab.

Satu-satunya negara Islam Sunni yang secara nyata protes keras penggilingan Mohammad Morsi adalah Turki. Pemerintah mengerahkan rakyatnya untuk berdemo bagi Morsi. Wartawan France TV (Inggris) menerangkan sebabnya: Pemerintah Turki takut kejadian ini menimpa mereka, sebab beberapa minggu yang lalu rakyat turun ke jalan. Pemerintah yang sekarang telah berhasil menggulingkan pemerintahan sekuler Turki yang dipimpin oleh pihak militer, jadi demo tersebut sesungguhnya bukan membela Morsi.

Hanya pemerintah Israel yang tetap diam,  – mereka telah berdiam diri sejak permulaan Jalan Arab merebak di Tunisia. Israel tetap netral sekalipun pemerintah Syria membenci Israel, telah beberapa kali mencoba menghapus Israel dengan kekuatan militer sejak berdirinya kembali negara Israel di tahun 1948.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Mesir: Puluhan ribuan marah pada ’diktator baru’ Muhammad Mursi


Diktator baru telah lahir di Mesir dan revolusi Jalan Arab belum berakhir di Mesir. President baru Mesir menuntut kuasa tanpa batas, rakyat Mesir menjawabnya.

Terikan-terikan seperti: ”Tumbang regim Penuntun Majelis Persaudaraan (the Brotherhood Supreme Guide),” “Masyarakat ingin mendongkel the Brothers” dan “Masyarkat tetap ingin menumbangkan regim” diserukan oleh puluhan ribu orang Mesir pada hari Jumat kemarin (23/11/2012), mereka menolak rencana undang-undang kekuasaan mutlak president Mursi, yang berbunyi “President berkuasa untuk mengambil segala tindakan yang ia lihat cocok supaya melindungi dan menjaga revolusi tersebut, kesatuan nasional atau keamanan nasional.” Dengan kata lain president bisa berbuat dan memutuskan segala sesuatu yang ia suka – untuk memastikan tidak ada kekuatan posisi; kekuatan ini yang dimiliki pemimpin di negara-negara komunis seperti Rusia, Cina dan Korea Utara.

“Kami belum pernah, melihat dimana pun di dunia, seorang president yang menguasai kekuasaan-kekuatan  legislative dan eksekutiv, kekuatan tentara dan polisi dan sekarang dia bergelut untuk (menguasai) sistim pengadilan. Keputusan terakhir Mursi menciptakan seorang diktator yang belum pernah terlihat sebelumnya. Kami tidak akan meninggalkan (Lapangan Tahrir) sampai Morsi dan regimnya pergi,” Amgad Mohamed seorang protestor Kairo berkata.

Pria lainnya, Mohamed el Kami berkata, ”Apa yang sedang terjadi di sini adalah pengulangan dari apa yang telah terjadi selama revolusi 25 Januari. Kami telah menggantikan regim korup dan fasis dengan regim brutal dan fasis. Segala sesuatu adalah tetap sama; memukuli para pemerotes, melukai mereka dan orang-orang terbunuh. Itu semua sama … Kami telah menggantikan seorang diktator dengan diktator yang lebih buruk.”

Muhammad Mursi datang dari organisasi Islam Persaudaraan Muslim (the Muslim Brotherhood), organisasi politiknya bernama Partai Kebebasan dan Keadilan (PKK). Organisasi Muslim Brotherhood ini dilarang hadir di negara Mesir oleh karena faham Jihadnya dan ditekan keras di jaman pemerintahan Husni Mubarak, setelah President Anwar Sadat terbunuh secara berencana oleh para pengikut Muslim Brotherhood.

Demo ini terjadi diberbagai kota di Mesir, mereka tidak hanya melontarkan slogan-slogan anti organisasi Persaudaraan Muslim tetapi juga menyerang kantor-kantor PKK. Terjadi pertempuran fisik antara para demo melawan polisi anti-demo, dan mereka mendapat perlawanan dari pendukung Mr. Mursi di kota Alexandria.

“Mr. Mursi berkata ia akan berurusan dengan para pemerotes secara tegas, ini adalah secara tepat apa yang Mubarak telah berkata sebelumnya,” Mahmoud El-Banna menyelaskan sistem tangan besi akan berulang lagi.

Mursi adalah Mubarak. Di Lapangan Tahrir, pusat tenda demo yang telah menggulingkan Mubarak, sekarang dipakai untuk menggulingkan Mursi, mereka berkata, “Kami disini sebab mereka (the Muslim Brotherhood) telah mengambil keputusan untuk membuat kami mati di lapangan ini, jadi kami disini untuk mati di lapangan ini. Apa yang sedang terjadi sekarang adalah mati.” Mereka berseru-seru: “Mursi adalah Mubarak … revolusi dimana-mana.”

Bedanya Mursi dengan Mubarak ialah Mubarak menjadi diktator setelah puluhan tahun memerintah, namun Mursi belum satahun jadi presidnt ia sudah menampakkan kediktatorannya. Baru beberapa minggu Mursi jadi president, ia menangkapi dan memenjarakan para pemimpin surat kabar dan jurnalis, beberapa orang yang anti-Mursi dikabarkan mendapat hukuman salib.

Komentar: Mengapa rakyat Mesir baru tahu sekarang setelah Mohammad Mursi menjadi president? Dan mengapa banyak orang Kristen dan para pengamat politik lebih dulu tahu bahwa president yang datang dari kelompok Muslim Brotherhood ini akanlah lebih fasis dari Mr. Mubarak? Sebab kami telah tahu lama pemikiran dan rencana organisasi Islam radikal ini.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Yemen: Bom bunuh diri menewaskan lebih 96 tentara di Sanaa


Hari Senin, 21 Mei 2012, satu hari sebelum parade militer untuk memperingati Hari Persatuan Nasional Yemen, sebuah bom bunuh dini meledak di tengah-tengah latihan parade di sebuah lapangan di Sanna ibukota Yemen. Lebih dari 96 tentara dan lebih 200 tentara luka-luka, laporan terakhir menyatakan. Jalan Arab (atau Arab Spring, Barat menyebutnya) rupanya belum selesai di Yemen.

Kota Sanaa adalah termasuk kota yang bersejarah dalam penyebaran agama Islam, di sebuah  mesjid kuno di Sanaa telah dijumpai sejumlah naskah-naskah Kuran, dan dinyatakan sebagai salah satu naskah Kuran yang tertua yang masih ada.

Tragedi yang terjadi menjelang menyambut hari yang bersejarah bagi bangsa Yemen, dimana pada tanggal 22 Mei 1990 penyatuan antara Yemen Utara dan Selatan terjadi.

Sebuah sumber Keamanan mengatakan kepada Yemen Times  bahwa pembunuh bunuh diri adalah seorang tentara yang ikut di dalam latihan tersebut. Namun Menteri Pertahanan mengutip pernyataan saksi mata yang berkata bahwa pembom bunuh diri menyelinap masuk kedalam tempat latihan pada Lapangan Al-Sabeen, dan meledakkan dirinya sendiri. Dua pembom bunuh diri lainnya berhasil tertangkap.

Kelompok terroris Al-Qaeda,  mengumumkan diri sebagai pelakunya tragedi tersebut.
Ansar Al-Sharia, sebuah kelompok yang berkaitan dengan Al-Qaeda  yang berada di Abyan dan Shabwa, di Selatan Yemen telah memberi korfirmasi sebagai pelaku dari serangan yang mematikan di hari bersejarah tersebut. Media Arab internasional, Al Jazeera, juga mengkorfirmasikan klaim kelompok Islam Ansar Al-Sharia ini.

Al-Qaida di Semenanjung Arab berkata Menteri Pertahanan adalah target dari serangan tersebut (yang tentunya tidak ada pada latihan parade tersebut) dan memperingatkan adanya serangan-serangan pada pemerintah jika perlawanan terhadap kelompok Islam tersebut tidak berhenti. Pemerintah Yemen sejak ex-president Ali Abdullah Saleh terus memerangi kelompok Islam Al-Qaeda yang beroperasi di Yemen. Dan USA adalah negara utama pendukung tindakkan pemerintah Yemen.

Komentar:
Sukar untuk dimengerti oleh masyarakat dunia bahkan bagi mayoritas orang Islam sendiri, bahwa pembela-pembela ajaran Islam yang fanatik justru adalah para kelompok Islam (baik Sunni maupun Shia) yang mengerti bahasa Arab dan mereka juga yang selalu mengobarkan ancaman dan tindakan terror, meng-halal-kan kekerasan dan pembunuhan bagi siapa saja yang tidak setuju dengan ajaran mereka. Dengan terbukanya Dunia Islam dengan teknologi komunikasi beberapa dekade belakangan ini, siaran-siaran Kristen berbahasa Arab lahir, seperti Al-Hayat TV. Berjuta-juta orang Islam telah meninggalkan iman mereka, dari jutaan yang ‘murtad’ tersebut terdapat ribuan ahli Kuran dan imam menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus/ Isa al-Masih).  Pemerintah Barat memerangi terrorists Islam di satu sisi, di sisi lain memakai mereka menumbangkan para pemimpin negara Islam, Afrika Utara adalah contohnya. Ledakan bom di kota Damaskus, Syria baru-baru ini, 10 Mei, menewaskan sedikitnya 55 jiwa dan melukai hampir 400 lainnya adalah suatu serangan melawan president Ashad (saya tidak membenarkan Ashad, bagaimananpun), intelejent NATO membenarkan bahwa pelakunyanya adalah kelompok Al-Qaida. Politik dua-muka Amerika dan beberapa negara Barat inilah yang menyebabkan banyak negara Barat jadi bangkrut. Kiranya bangsa Yemen mendapatkan damai sejahtera dan hati yang memaafkan dari Elohim Yang Mahapengasih, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Amin.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Arab Spring or Arab Dying?


Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Elohim (Allah). (Mat 5:6,9)

Peta Jalan Arab atau Arab Spring“Arab Spring” atau “Jasmine Revolusi” orang Afrika Utara menyebutnya telah berlangsung lebih dari satu tahun 4 bulan sejak Desember 2010. Benarkah hasilnya adalah orang-orang Arab Islam (dengan segala cabangnya) maupun Arab non-Islam menuju pertumbuhan yang positif (universal positif, bukan golongan tertentu saja) seperti nama dari gerakan tersebut “Arab Spring” yang artinya “Arab bersemi”? Atau sebaliknya, menuju ke jalan kehancuran, yakni “Arab Dying” – kemunduran di dalam moral, stabilitas dan ekonomi, dan tumbangnya jiwa-jiwa manusia yang terus membengkak?

Artikel ini ditulis untuk bangsa Arab dan negara Islam lainnya (pada khususnya) dan komunitas dunia (pada umumnya) merenungkan dan mengevaluasi kembali Arab Spring atau “Jalan Arab” (pemikir Islam Barat mengenalnya), ”kearah mana sesungguhnya masyarakat Arab sedang menuju, kearah yang benar atau kearah yang salah?”

Jalan Arab ini masih terus berlangsung di berbagai negara Arab saat artikel ini ditulis, di di negara tertentu seperti Mesir, Bahrain, Iran ‘bara api Jalan Arab’ belum mati, itu terpendam di bawah karpet, sebagian menyala-nyala dengan jelas seperti di Syria, lebih dari satu tahun tanpa pemecahan yang jelas. Mari kita teliti apakah peristiwa yang berlangsung di negara-negara Timur Tengah ini benar “Arab Spring” atau sesungguhnya adalah “Arab Dying”?

Daftar di bawah ini mungkin akan bisa menolong Anda mengerti apa yang saya maksud di atas.

Unsur positif, dari Jalan Arab (panggilan dari mana konsep gerakan demo ini berasal yg berarti ’masyarakat Arab turun kejalan’) bisa didaftarkan sebagai berikut:

  • Tumbangnya para pemimpin ‘diktator’ seperti Ben Ali (Tunisia), Hosni Mubarak (Mesir), Muamar Qaddafi (Libya) dan yg keempat, dan bukan terakhir, adalah Ali Abdullah Saleh (Yemen).
  • Lahirnya sistim pemilihan-pemimpin negara yang lebih melibatkan suara rakyat. Masih jauh dari standard Barat namun itu suatu awal yang baik. Ini perlu didukung, dan mayarakat Barat bersedia turut membayar harganya.
  • Organisasi Hak-hak Asasi Manusia mulai bisa beroperasi dan berpengaruh di negara-negara bekas ’diktatorsip’ tersebut.
  • Mayarakat Arab mulai mendapat ekses ke media internasional lebih bebas lagi. Mereka sekarang bukan saja bisa mengikuti berita dunia tapi juga mulai memberitakan kabar melalui media sosial (facebook, twiter, e-mail dan lain sebagainya).
  • Hak-hak wanita mulai diperkenalkan dan dibawa ke pengadilan. Para wanita di negara-negara Islam mulai berani membuka suara dimuka umum, melakukan aksi bakar diri di muka umum demi haknya. Yang terakhir ini ekstrim. Wanita  yang dahulunya hanyalah ’objek’ atau pelengkap dari kebutuhan pria, sekarang peranan dan kemampuan intelek wanita mulai diterima dan diakui oleh para pria Arab, ini tentunya suatu hal yang sangat positif. Jangan salah, saya tidak setuju feminism yang berlandaskan pemberontakan, namun saya mendukung hak wanita sebagaimana Alkitab menyatakan bahwa “Wanita adalah rekan kerja yang sepadan bagi Pria.”

Unsur negatip akibat Jalan Arab atau Arab Spring, (atau harga yang harus dibayar jika kita tidak ingin dikatakan sebagai unsur atau efek negatip) tidaklah sedikit dan tidak murah. Berikut ini hanyalah beberapa contoh:

  • Hancurnya kebutuhan dasar mayarakat Arab, seperti: rumah, harta benda, pekerjaan dan fasilitas-fasilitas umum. Siapakah yang tahu berapa besar kerugian  material mereka?
  • Hancurnya infrastruktur negara-negara yang terlanda Jalan Arab tersebut oleh karena dirusak secara sengaja oleh para demontrant dan aparat pemerintah serta serangan pihak ketiga (NATO di Libya). Berapa milyar dollar telah hilang untuk harga positif di atas? US$ 20,56 billion dari factor GDP dan US$ 35,28 billion dari factor keuangan masyarakat, total US$ 55,84 billion (Sembilan angka nol di belakang koma!!). Angka ini hanya untuk Libya, Mesir, Tunisia, Syria, Yamen dan Bahrain bersama untuk tahun 2011 saja. Ini hanyalah menambah berat utang negara!
  • Lenyapnya ribuan jiwa-jiwa yang mereka kasihi dan berpotensi bagi keluarga dan bangsa. Di Syria saja, laporan PBB bulan Maret berkata sudah lebih dari 9000 tewas. 846 jiwa di Mesir. Dan tidak terhitung di Libya. Orang-orang Arab bertumbangan (dying) terus-menerus malalui aksi Jalan Arab (spring) ini. Di Libya penculikan dan pembunuhan terus berlangsung dibawah payung pemerintahan yang baru.
  • Para aktivist Jalan Arab menyerukan perang kepada aparat militer, ”NoSCAF” (No Supreme Council of the Armed Forces). Dengan kata lain faktor stabilitas dan keamanan negara ditolak, coba digantikan oleh ’demokrasi-kebebasan tanpa batas’ (’kuasa sepenuhnya berada di tangan rakyat, dari rakyat untuk rakyat,’ ini adalah slogan sosial-komunis sebelum Cina komunis dibawah pimpinan Mao Zedong / Cetung menjadi penguasa tunggal). Dari total ’kontrol’ menuju ke arah total ’freedom,’ ini adalah jalan menuju kepada hukum rimba dan anarkis – kematian negara dan bangsa melalui jalan tol!
  • Karena motivasi dari Jalan Arab ini adalah ketidak puasan dan rasa iri atas keberhasilan suku lainnya dan faham Islam yang berbeda (Sunni dan Syiah/ Shi’a), maka kita akan tahu hasil akhirnya, sekarangpun sudah terlihat, ialah kepahitan, dendam, saling bunuh. Ini akan semakin parah jika aparat hukum dan negara tidak berfungsi, hanya mayoritas yang menang, keadilan akan semakin terinjak. Politikus menyebut kejadian ini sebagai ”Arab Spring,” Alkitab melihat semua ini sebagai ”Arab Dying.” (Amsal 29:18)
  • Dikatakan bahwa Jalan Arab ini bertujuan meruntuhkan pemimpin yang korupsi. Namun kita perlu bertanya,  ”apakah pemimpin yang beriktunya lebih bersih dari para’diktator’ yang telah tumbang atau yang ingin ditumbangkan?” Tidak ada jaminan sama sekali! Sejarah dunia telah membuktikan para pemimpin dunia yang telah menolak keadilan dan kebenaran yang bersumber dari hikmat YAHWEH, Elohim Pencipta alam semesta, pemerintahan mereka tumbang. Korupsi (material) bukanlah akar penyakit pemimpin, tetapi bejat moral (immorality), yakni menolak hikmat Pencipta mereka. Buta akan diri sendiri adalah penyakit yang parah, baca Matius 7:3-5.
  • Mayoritas rakyat Arab yang haus demokrasi sekarang sadar bahwa para pemimpin yang baru akan lebih ’diktator’ dari yang sebelumnya. Dahulu mereka dikontrol secara politik, sekarang jiwa dan pikiran mereka dikontrol dibawah Hukum Sharia. Arab non-Islam khusunya sangat kuatir atas gejala ini, nyawa mereka lebih terancam akitbat Arab Spring ini, di Syria sedikitnya 200 Kristen dibunuh oleh kelompok Islam anti president Assad. Di Mesir, baru-baru ini bangunan gereja, rumah toko orang-orang Kristen dibakar oleh Islam Salafi, oleh sebab Kristen memberi suara kepada calon pemimpin Islam moderat.
  • Islam jelas mengajar bahwa faham Demokrasi (Barat secara umum) adalah haram – ini arti perjuangan yg sebenarnya dari kelompok radikal Islam Nigeria yang bernama ”Bako Haram.” Bako adalah sebuah kata dari Nigeria Utara yang berarti ”pendidikan atau filosofi.” Artinya kekacauan dan ketidak stabilan di negara-negara Timur Tengah akan lebih parah lagi di masa depan jika dibanding jaman ‘pemerintahan militer’ sebelumnya.

Hasil dari ”Arab Spring” sesungguhnya adalah ”Arab Dying” kerugian bagi rakyat dan negara Arab baik secara material, jiwa dan roh.

Efek buruk Jalan Arab ini juga mempengaruhi negara-negara Barat dan Israel, termasuk Indonesia:

  • Harga minyak yang semakin meroket, pengeluaran anggaran negara bertambah untuk biaya perang (langsung dan tidak langsung) menolong para aktivist Jalan Arab atau ’radikal/ terrorist Islam’ (para pemerintah militer Islam menamai mereka).
  • Biaya tambahan untuk para imigran perang dan mereka yang hidup di tenda pengungisan sementara, biaya control perbatasan negara dll.
  • Belum lagi aksi balas dendam orang Arab kepada Barat atas kekacauan Timur Tengah yg dibuat oleh para politikusnya; banyak masyarakat Barat Kristen dan non Kristen tidak setuju dengan kebijakan luar negeri pemimpin mereka.
  • Israel juga dirugikan oleh Jalan Arab ini sekalipun Israel netral, keamaan dan stabilitas Israel terganggu dengan ketidak stabilan negara-negara tetangganya.

Akankah para Mahasiswa Islam Indonesia ingin juga membangkitkan Jalan Arab ini di tanah air Indonesia, seperti yang nampak pada akhir Maret 2012 dengan isiu “harga BBM naik”? Orang bijaksana dan berwawasan luas tidak akan mudah ditipu. Hukum negara harus dijunjung tinggi, setiap gerakan “atas nama membela rakyat” namun melanggar hukum negara adalah penghiatan dan musuh rakyat yang berdaulat.

Alkitab mencatat dan menilai sejarah kehidupan manusia. Isi Alkitab menyatakan bahwa Arab Spring hanyalah sebuah nama dari sebuah movement yang berlandaskan sebuah ideologi kotor (unclean spirit) yang sedang menjalar di negara-negara Arab, yang juga menyebar ke negara non-Arab. Hasil dari ”Arab Spring” sesungguhnya adalah ”Arab Dying” kerugian bagi rakyat dan negara Arab baik secara material, jiwa dan roh. (Wahyu 16:12-14).

  • Perang antar suku dan negara semakin berkobar dan parah, itu merambat ke negara lainnya (Mat 24:6-8)
  • Islam radikal menjadi semakin ekstrim, Mohamed Merah hanyalah satu dari puluhan ribu. Alkitab memberi jalan keluar: balas kejahatan dengan kebaikan, kasihilah musuhmu. Dendam, benci dan pembunuhan adalah jalan Iblis, bukan Elohim (Yoh 10:10).
  • Karena fokusnya adalah demo dan perang (bernamakan ’perjuangan hak dan kebebasan’) maka stabilitas dan ekonomi tercurah untuk mesin-perang bukan untuk perkembangan sosial dan moral masyarakat. Alkitab memberi jalan keluar: tanggalkan hak pribadi dan golongan demi keuntungan dan kebaikan banyak orang. Yeshua telah memberi contoh, Ia mati tersalib untuk keselamatan semua orang). Baca Filipi 2:3-11.

Sekaranglah waktunya untuk terbangun dari tidur Anda, buatlah rambu-rambu jalan agar umat-Nya dapat kembali ke jalan yang benar, agar bangsa dan negara dipulihkan seperti contoh pada Yeremia 31:21-25 dan 2 Taw 7:13-14 ini.

Karena begitu besar kasih Elohim akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Elohim mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Putra Tunggal Elohim. (Yoh 3:16-18)

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

 

Jalan Arab di Syria memperlihatkan konflik Sunni lawan Shia


President Bashar al-Assad semakin ditekan oleh banyak pihak luar termasuk Persatuan negara-negara Arab yang mayoritas adalah beragama Islam Suuni. President Assad berasal dari aliran Shia Alawite, dan mayoritas penduduk Syria adalah sunni. Menurut laporan PBB korban terbunuh dari Jalan Arab di Syria telah mencapai 3500 jiwa, namun laporan dari pelaku Jalan Arab masyarakat yang terbunuh sebanyak 4200 jiwa.

Liga Arab ingin menghentikan kekerasan Bashar al-Assad dengan jalan militer, sebab Damaskus “telah pergi terlalu jauh” setelah 100 penduduk sipil terbunuh selama seminggu ini setelah president Syria ini berjanji kepada Liga Arab  untuk melakukan reformasi damai. 22 anggota Liga Arab menyatakan “setuju.” Iran, Irak, Libanon dan Yaman menentang keputusan mayoritas Liga Arab tersebut.

Iran yang sangat mendukung Jalan Arab menggulingkan para pemimpin Suuni (Bahrain, Yaman dsb.) sejak meletus Desember 2010, sekarang menentang keputusan Liga Arab, Menlu Iran berkata: “Keluarnya pernyataan Liga Arab terjadi saat pasukan asing mencoba untuk campur tangan dalam urusan internal Syria.”

Pemerintah Irak yang didominasi oleh Islam Shia takut bahwa penggantian regim di Syria dapat berarti bahwa orang-orang Sunni Irak akan menguasai Irak kembali.

Minggu lalu Iran menangkap dua warganegara Kuwait (Arab Sunni) dengan alasan mata-mata. Kuwait menolak tuduhan tersebut. Bulan Maret tahun ini Kuwait telah mengusir pulang 3 deplomat Iran dengan tuduhan yang sama, dan Iran menolak tuduhan Kuwait.

Komentar: Peristiwa Jalan Arab yang hampir setahun ini semakin jelas menampakkan konflik turun temurun antara pemeluk Islam Suuni dengan Islam Shia. Konflik Suuni lawan Shia ini terjadi tidak lama setelah nabi Muhammad pendiri Islam meninggal dunia.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Syria: Dari demontrasi menuju perang antar suku?


Gejolok politik dalam negeri Syria kelihatannya semakin parah. Imbas dari Jalan Arab atau Revolusi Arab yang berawal di Afrika Utara menyebar ke negara-negara Islam Timur Tengah seperti Bahrain, Yaman, Arab Saudi, dan banyak lagi lainnya, dan Syria serta banyak negara Islam lainnya.

Jalan Arab adalah suatu gelombang revolusi orang-orang Arab melawan pemerintah negara Islam yang dianggap diktator oleh rakyatnya. Gerakan Revolusi Arab ini diujung tombaki oleh dua kekuatan pendorong;  yang pertama adalah kehausan untuk memiliki kebebasan hidup (persamaan hak) seperti orang di negara Demokrasi, dan kekuatan yang kedua adalah, kebalikan dari yang pertama, kerinduan untuk lahirnya negara Islam yang benar-benar menerapkan Hukum Islam (Sariah) sebagai dasar hukum negaranya.

Barat menyebut gelombang revolusi Arab ini  sebagai ”Arab Bersemi” (Arab Spring), dengan anggapan bahwa Jalan Arab ini adalah gelombong menuju lahirnya negara-negara demokrasi (atau sedikitnya campuran “Islam+Demokrasi,” seperti yang Barat lihat pada negara Indonesia atau Turkey.

Hari Saptu kemarin, 2 Oktober 2011, di Istambul, Turkey, telah lahir suatu badan pemerintahan Syria yang baru yang dinamai Badan Nasional Syria (Syrian National Council; SNC). BNS ini berfungsi untuk menggantikan pemerintahan Syria yang ada sekarang dibawah President Bashar al-Assad. BNS sejenis dengan Badan Nasional Transisi  Libya (BNTL)  yang sekarang  merebut kursi kepresidentan Qaddafi. Badan ini terdiri dari kelompok pro-Demokrasi, Muslim Persaudaraan Syria, suku Kurdi dan suku-suku lainnya. Muslim Persaudaraan ialah partai agama terlarang di Syria, juga di Mesir; dikenal sebagai ibu dari organisasi Islam radikal seperti Al-Qaida, Hisbolah (Libanon), Hamas (Palestina), Al-Shabab (Somalia).

Gerakan Jalan Arab di Syria diawali dengan demontrasi turun kejalan, sama seperti yang telah terjadi di negara-negara Afrika Utara. Laporan PBB baru-baru ini menegatakan 2700 orang telah meninggal dunia.

Hari Senin ini dikabarkan telah meletus bentrokan senjata berapi antara pendukung BNS dengan pro president B. al-Assad. Belum diketahui berapa banyak orang yang tewas pada bentrokan senjata antara kedua partai politik Syria. Saya menguatirkan terbentuknya pemerintahan BN (Transisi) Syria akan menyebabkan perang sipil (tepatnya perang antar suku) di Syria, sama seperti apa yang telah dan masih berlangsung di Libya dan Yaman yang telah menelan ribuan jiwa.

M. Yaser Tabbara, salah satu pendukung BNS ini menyatakan kepada sebuah media Barat sehubungan dengan hadirnya pemerintahan oposisi yang disebut BNS sebagai ”Inilah apa yang masyarakat internasional sudah tunggu-tunggu. Lebih penting lagi, itu adalah apa yang orang-orang Syria di sana sudah tunggu-tunggu.”

Tentu “masyarakat internasional” ini tidak termasuk Russia dan RRC, pendukung B. al-Assad. Kedua negara ini penyebab mengapa sampai sekarang EU, USA dan sekutu lainnya tidak berani bertindak seperti mereka telah lakukan terhadap president Qaddafi, sekalipun korban jiwa di pihak demontran sudah mencapai 2700 orang mati.

Doakan: Berdoalah agar rakyat dan pemerintah Syria menemukan kebebasan yang sesungguhnya, yakni yang hanya bisa didapat dari “Raja Damai” Yeshua Ha Mashiah (Yesaya 9:5). Kebebasan hidup yang sesungguhnya tidak dihasilkan dari kebebasan “semau gue” dan juga tidak bisa didapatkan dari kebebasan “di bawah hukum.” Itu hanya bisa dimiliki dari kebebasan yang bertanggung jawab yang berdasarkan “hukum kasih” yang ada di dalam hati yang telah diperbarui oleh Roh Elohim.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Syria: 6 bulan demontrasi 2600 tewas


15 September 2011. Tepat hari ini demontrasi di Syria telah mencapai 6 bulan lamanya. Demontrasi diawali pada tanggal 15 Maret. Menurut laporan PBB korban telah mencapai 2600 jiwa meninggal dunia, dan lebih dari 10.000 demontran di tahan atau hilang. Korban yang tewas umumnya tertembak oleh ahli-ahli tembak, bahkan tidak sedikit yang ditembak ketika sedang memfilmkan aksi tangan besi militer pemerintah Syria.

Demontrasi anti  pemerintah di Syria sangat berbeda dengan di Libya. Di Libya, aksi anti pemerintah memperlengkapi diri mereka dengan senjata-senjata berat, dan Pemerintah Barat melalui NATO membantu para pemberontak dengan menghujani kendaraan perang dan banker-banker pemerintah Libya dengan roket-roket dari udara, membuka jalan bagi para pemberontak tersebut. Tripolipun tumbang ke tangan para pemberontak oleh karena roket-roket NATO sebagai pembersih jalan. Para Demo di Syria tidak memakai senjata, dan mereka menjadi sasaran peluru panas tentara Syria.

Mungkin banyak orang bertanya, mengapa Barat melalui NATO bereaksi begitu cepat dan agresif terhadap President Qadaffi, namun terhadap  President Syria, Bashar al-Assad, Barat sepertinya menutup mata: sementara para demontrans ditembaki, dan korban jiwa telah mencapai 2600 jiwa?

Beberapa faktor ini kemungkinan penyebab Barat menutup mata kepada penderitaan mayoritas rakyat Syria (Islam Sunni) yang sedang turun kejalan menentang Pemerintah (Islam Shiah) Bashar al-Assad:

  • Syria dilindungi oleh Rusia dan RRC. Kedua negara ini adalah pengekport perlengkapan perang untuk Syria.
  • Banyak negara EU mendapat gas dan bensin dari Rusia,
  • Barat sangat bergantung kepada RRC untuk komodini elekronik dan pakaian murah. Banyak produk Barat di buat di RRC.
  • Kondisi keuangan EU yang sedang tidak stabil (Yunani, Spanyol, Ireland, Portugal sedang dalam krisis keuangan). USA sekarang sedang kehabisan uang, USA hanya membeo apa yang EU perintahkan (Wahyu 13:11-12)
  • Rusia dan RRC sedang dalam puncak kejayaan ekonomi.

Dapatkah manusia mengharapkan keadilan yang murni dari para pemimpin dunia? Raja Daud telah memberi jawaban yang tepat dari pertanyaan tersebut, bacalah itu pada kitab Mazmur 118:8-9.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog