Bagaimana Muslim fundamental melihat bulan suci Ramadan?


Bulan Ramadan, bulan ke sembilan dalam Kalender Islam, dikenal oleh seluruh Makna puasa yang benar Muslim di dunia sebagai bulan berpuasa. Berpartisipasi dalam berpuasa dibulan Ramadan adalah satu dari lima tugas utama (dikenal sebagai “5 pilar Islam) bagi setiap Muslim. Bulan Ramadan adalah pantulan nyata penyembahan bersama di seluruh dunia Islam. It ditandai tidak hanya oleh rasa keagamaan tetapi juga oleh penekanan yang besar atas ikatan sosial dan kekeluargaan.
Di bulan puasa Ramadan, Muslim didorong secara doktrin dan nurani untuk lebih mendekat kepada Pencipta mereka, itu adalah minggu-minggu yang suci dan indah untuk Muslim mencari kehendak Allah di dalam diri mereka. Itulah sebabnya mengapa bulan Ramadan disebut dalam dunia Islam sebagai ”bulan suci Ramadan.”
Pada bulan Ramadan, para Muslim dianjurkan untuk menjauhkan diri mereka dari makanan, minuman, aktivitas sex dan merokok. Bagaimana dengan aktivitas terror (misalnya: menganiaya kelompok minoriti), terlibat konflik berdarah dan perang, bolehkan Muslim terlibat di dalam hal-hal yang demikian pada bulan suci Ramadan tersebut?

Baca lebih lanjut

Iklan

Dr. Tawfik Hamid: Kita para Muslim perlu mengakui masalah2 kita dan hadapi mereka


Dr. Tawfik Hamid ex-jihadst MesirTulisan Dr. Tawfik Hamid di bawah ini diterjemahkan dari “We Muslims need to admit our problems and face them” – Dr. Tawfik Hamid, diterbitkan oleh Ray di AustralianChristians.com tertanggal 28 November 2013.
Diterjemahkan oleh seorang staff SenjataRohani weblog. Dr. Hamid adalah seorang dokter kesehatan, pembicara politik, ilmuwan dan penulis. Lahir dari sebuah keluarga Muslim yang moderat di Mesir, setelah remaja ia bergabung dengan organisasi Islam terrorist Jemaah Islamiah yang dipimpin oleh Dr. Ayman Al-Zawaherri yang dikemudian hari dikenal sebagai komando militer kedua dari organisasi Islam terroris terkenal al-Qaida. Ia penulis buku Inside Jihad dan the Root of Jihad.

Saya terlahir sebagai seorang Muslim dan seluruh kehidupan saya sebagai pengikut Islam.
Setelah serangan-serangan terrorist barbar dilakukan oleh tangan-tangan para rekan Muslim ku dimana-mana pada bola dunia ini, dan setelah begitu banyak perbuatan-perbuatan kekerasan oleh para Islamist di berbagai belahan dunia, saya merasa bertanggung-jawab sebagai seorang Muslim dan sebagai seorang manusia untuk angkat bicara dan berbicara benar untuk melindungi dunia dan para Muslim juga dari datangnya katrastropi dan perang peradaban.
Saya harus akui bahwa pengajaran Islam kita saat ini menciptakan kekerasan dan kebencian terhadap orang-orang bukan-Muslim. Poster Dr. Tawfik Hamid sebagai ex-Jihadst
Kita para Muslim adalah orang-orang yang perlu untuk berubah.
Sampai saat ini kita menerima poligami, laki-laki memukuli para wanita, dan membunuh mereka yang pindah dari Islam ke agama-agama lain.
Kita tidak pernah punya suatu pendirian yang jelas dan tegas melawan konsep perbudakan atau perang, untuk menyebarkan agama kita dan untuk menundukan orang lain ke Islam dan memaksa mereka untuk membayar pajak penghinaan disebut jizia.
Kita meminta orang lain untuk menghargai agama kita sementara sepanjang waktu kita mengutuki para bukan-Muslim secara keras (dalam bahasa Arab) di doa-doa Jumat kita di Mesjid-mesjid.
Pesan apa yang kita sampaikan kepada anak-anak kita ketika kita menyebut para Yahudi ”keturunan dari para babi dan para monyet”? [Namun, keduanya para Arab dan para Yahudi adalah keturunan Abraham!]
para Muslim fanatik menuntu hakApakah ini suatu pesan kasih dan damai, atau sebuah pesan kebencian?
Saya pernah masuk ke dalam gereja-gereja [Kristen] dan synagog-synagog [Yahudi] dimana mereka berdoa bagi para Muslim.
Sementara sepanjang waktu, kita mengutuki mereka, dan mengajari generasi-generasi kita untuk memanggil mereka ”infidel-infidel” dan untuk membenci mereka.
Kita melompot dengan segera dalam ”reflek tendangan dengkul” untuk membela nabi Muhammad ketika seseorang menuduh dia ada sebagai pedophile sementara, pada waktu bersamaan, …. Kita bangga dengan cerita di dalam buku-buku Islam bahwa seorang gadis berusia tujuh tahun [Aisha] ketika Muhammad berusia lebih dari 50 tahun.
Saya sedih untuk mengatakan bahwa banyak, jika tidak hampir semua dari kita, bersukacita dalam kebahagian setelah peristiwa 11 September dan setelah serangan-serangan terror lainnya.
Para Muslim menyangkal serangan-serangan ini untuk terlihat baik di depan media, tetapi kita memaklumkan para Islam terrorist dan simpati dengan perjuangan mereka
Sampai saat ini para penguasa atas ’terkemuka’ agama kita belum pernah mengeluarkan sebuah fatwa atau pernyataan keagamaan untuk memproklamasikan Bin Laden sebagai seorang murtad, sementara seorang penulis, seperti Rushdie, telah dinyatakan sebagai seorang murtad yang harus ada dibunuh bagi hukum Sharia Islam karena menulis sebuah buku menkritik Islam (berjudul: Ayat-ayat Setan).
Para Muslim berdemontrasi untuk mendapat hak-hak keagamaan sebagaimana kita telah lakukan di Perancis untuk menghentikan pelarangan pemakaian hijab (kerudung kepala), sementara kita tidak berdemontrasi dengan sedemikan gairah dan dalam jumlah yang sedemikian melawan para terroist pembunuh. Itu adalah kesunyian total kita melawan para terrorist yang memberi tenaga untuk para terrorist tersebut untuk meneruskan berbuat tindakan-tindakan jahat mereka.
Kita para Muslim perlu berhenti menyalahi masalah-masalah kita pada orang-orang lain atau pada konflik orang Israel-Palestina.
Bukti Negara Israel mendukung multikultural dan multietnikSebagai masalah kejujuran, Israel adalah satu-satunya cahaya demokrasi, peradaban dan hak asasi manusia di seluruh Timur Tengah.
Kita telah menendang keluar para Yahudi tanpa konpensasi atau belas kasihan dari hampir seluruh negara-negara Arab unutk membuat mereka ”negara-negara bebas-Yahudi” sementara Israel telah menampung lebih dari sejuta orang Arab untuk hidup di sana, memiliki kebangsaan mereka, dan menikmati hak-hak mereka sebagai manusia. Di Israel, secara legal laki-laki dilarang memukuli para wanita, dan setiap pribadi dapat merubah sistim keyakinannya (baik pria maupun wanita) tanpa rasa takut ada dibunuh oleh hukum ’murtad’ Islam, sementara di dalam dunia Islam kita orang-orang tidak menikmati salah satu hak-hak tersebut.
Saya setuju bahwa ’orang-orang Palestina’ menderita, tetapi mereka menderita oleh karena para pemimpin korup mereka dan bukan karena Israel. Pernyataan lengkapnya lihat vidio ini: Dr. Tawfik Hamid about the suffering of palestinian because of the HAMAS   Harga terowongan Hamas untuk aksi terror
Itu tidak umum untuk melihat orang-orang Arab yang tinggal di Israel pergi keluar untuk hidup di dunia Arab. Pada sisi lainnya, kita biasa untuk melihat ribuan orang Palestina pergi kerja dengan bahagia di Israel, ’musuh’nya. Jika Israel berlaku buruk seperti beberapa orang mengklaim, sesungguhnya kita dapatlah melihat yang berlawanan terjadi.
Kita para Muslim perlu mengakui masalah-masalah kita dan hadapi mereka. Barulah kita dapat memperlakukan mereka dan memulai era baru untuk hidup dalam harmoni dengan manusia.
Para pemimpin agama kita harus menunjukkan dengan jelas, dan sangat tegas melawan poligami, pedofilia, perbudakan, pembunuhan atas mereka yang pindah dari Islam agama lain, pemukulan perempuan oleh lelaki dan pernyataan-pernyataan perang pada bukan -Muslim untuk menyebarkan agama Islam.
Kemudian, dan hanya kemudian, maka kita memiliki hak untuk meminta orang lain untuk menghormati agama kita…
Waktunya telah tiba untuk menghentikan kemunafikan kita dan mengatakan itu secara terbuka: ‘kita para Muslim harus berubah!

Artikel Dr. Hamid lainnya:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Ajaran Islam garis keras ditolak di Mesir, Tunisia dan Saudi Arabia


Suatu kekuatan rohani baru sekarang sedang bekerja di Timur Tengah dan negara-negara Islam di Afrika!
Suatu percakapan di Universitas Al-Azhar, Kairo: Saudaraku ada di seluruh surah [bab] dipanggil ’Rampasan-rampasan Perang.’ Tidak ada surah dipanggil ’Damai.’ Jihad dan membunuh adalah kepala dari Islam. Jika kamu mengeluarkan mereka, kamu memotong kepala Islam,” Omar Abdel Rahman dosen  Uni ini menjawab pertanyaan mahasiswa: “Mengapa kamu mengajar kami selalu tentang jihad? Bagaimana dengan ayat-ayat lainnya di dalam Kuran yang berbicara tentang damai, kasih dan pengampunan?” Tanya-jawab agama itu terjadi di tahun 1980 di hadapan 500 siswa universitas Islam Sunni terkemuka di dunia – dari universitas ini lahirlah ahli-ahli Kuran, guru-guru, pengkotbah, imam bahkan para pemimpin Jihad keseluruh dunia. Mark A. Gabriel; PhD. Islam and Terrorism.  Mahasiswa tersebut sekarang ini adalah Mark A Gabriel, seorang Professor dalam bidang Sejarah Islam. Pada bukunya di atas professor ini menyatakan bahwa melakukan Jihad  – artinya: Berjuang bagi Allahnya Muhammad) adalah pilar ke enam dalam perintah Islam.* Foto Jihad Islam menyembunyikan wajah mereka

Dimanapun di negara Islam dan negara-negara yang mayoritasnya beragama Islam, ajaran-ajaran Islam garis keras seperti di atas selalu memerangi stabilitas negara dan pendidikan, menentang setiap pemimpin negara yang mereka sebut ”tidak sesuai dengan ajaran Muhammad” atau Barat menyebut mereka sebagai Muslim Moderat.”

Pada abad ke 21 ini, sebenarnya banyak pemimpin negara Islam telah menyadari bahaya ajaran Islam yang bersumber dari Text Medinah tersebut sangat berbahaya bagi eksistensi sebuah negara. Di antara mereka adalah Jenderal Pervez Musharraf  (Pakistan), Soeharto (Indonesia), Ali Abdullah Saleh (Yamen), bahkan Saddam Husein (Irak) dan Muammar Kaddafi (Libya) yang aktif membela Islam, namun pada sisi lain mereka sangat aktif memerangi kelompok-kelompok Islam radikal yang ada di negara mereka. Berikut ini adalah tiga negara Islam yang terang-terangan menolak surah-surah Kuran yang mengajar kekerasan.

Negara Mesir. Arab Muslim masuk ke negara Kristen ini tahun 640 AD. The Muslim Brotherhood (al-Ikhwan al-Muslimun) berdiri tahun 1928 memiliki visi menanamkan Kuran dan Sunnah ke dalam segala sektor kehidupan manusia; mulai dari individu, keluarga, komunitas dan sampai pemerintahan. Mahomoud an-Nukrashi Pasha adalah PM Mesir yang menjadi korban jiwa pertama (1949) dari organisasi radikal ini. Oktober 81 atas fatwa dari Omar Mohammad Morsi dipenjarakanAbdel Rahman (dosen Al-Azar), President Anwar Sadat dibunuh. Omar juga salah satu perencana ledakan bom gedung World Trade Center di AS. Atas desakan Barat kepada President Hosni Mubarak (2011), Organisasi Muslim Brotherhood aktif lagi beroperasi berdakwa dan di dunia politik, hanya dalam sekitar setahun organisasi ini menggulingkan Mubarak dan menempatkan anggotanya, Muhammad Morsi (terpenjara sebelum Jalan Arab). Hanya kurang dalam setahun rakyat Mesir telah menjuluki Morsi “Firaun” (diktator). Tiga juta rakyat turun kejalan minta militer menurunkan Morsi. Juli 2013, tepat setahun Morsi memerintah, ia digulingkan dan kembali dipenjara. Beberapa pemimpin Barat protes, termasuk President Baraq Obama.  Dan segera Muslim Brotherhood dinyatakan terlarang kembali – dan pengikutnya kembali kepada jalan Jihadnya. Pemerintah Mesir juga melabelkan Hamas sebagai organisasi Islam terrorist dan dilarang beroperasi sejak Maret 2014, menuduh anggota Hamas terlibat di dalam kaburnya Morsi). Gejolak Mesir ternyata telah dinubuatkan di Alkitab. namun Elohim berjanji negara Mesir akan diberkati dan dipulihkan, bersama Ashur (Kurdistan) dan Israel, ketiganya menjadi kerabat. Mungkinkah dilarangnya organisasi the Muslim Brotherhood dan Hamas (keduanya musuh Israel juga) merupakan langkap menuju penggenapan berkat YAHWEH bagi Mesir? Waktu akan menunjukkan!!

Bacaan berkait:

Negara Tunisia. Sejak Tunisia merdeka dari Perancis di tahun 1956, agama Islam ditetapkan sebagai agama resmi negara, dan bahasa Arab sebagai bahasa resminya. Buruknya situasi ekonomi dan kebebasan berbicara melahirkan aksi demo yang dikenal President Moncef Marzouki bersukacita setelah Konstitusi baru lahir di Tunisiasebagai Jalan Arab (Arab Spring, Barat menyebutnya) (18/12/2010), yang berakibat tumbangnya President Zine El Abidine Ben Ali (Januari 2011).  Lalu kefakuman politik terjadi, rakyat terkejut dengan hasil akhirnya yaitu Partai Islam al-Nahda menduduki kursi terbanyak (Oktober 2011) dan Hukum Sharia ditetapkan sebagai azas negara. Sehingga bangkitlah partai-partai opposisi. Setelah dua tokoh opposisi ter-assasinasi yang ujung-ujungnya memaksa Partai Islam al-Nahda untuk mengadakan pemungutan suara lagi. 26 Januari 2014, pemungutan suara dibuat, dengan hasil kemenangan besar bagi pihak Moderat: 200 lawan 12 suara dengan 4 absent. President Marzouki menyatakan hasil itu sebagai: “Dengan lahirnya text ini (146 pasal konstitusi yang baru), kita meneguhkan kemenangan kita atas diktatorsip,” dan esok harinya konstitusi baru tersebut menjadi hukum negara.

Konstitusi baru menjadikan Tunisia negara demokrasi dengan hukum sipil yang hukum-hukumnya tidak berdasarkan Hukum Islam, tidak seperti konstitusi negara-negara Arab lainnya; melindungi hak-hak rakyatnya untuk bebas beribadah sesuai keyakinannya dan juga mengaransi kesamaan hak untuk pria dan wanita dihadapan hukum serta komitment dari negara untuk melindungi hak-hak wanita.
Sehingga Amira Yahyaoui berseru gembira: “Ini adalah revolusi yang nyata. Banyak konstitusi demokrasi bahkan tidak memilikinya. Itu akan memiliki impact yang nyata di region Arab sisanya, sebab akhirnya kami dapat berkata  bahwa hak-hak wanita tidaklah hanya konsep Barat, tetapi juga hadir di Tunisia.”

Kerajaan Arab Saudi. Kerajaan Arab Saudi hari Jumat (7/3/2014) menyatakan secara resmi bahwa empat organisasi Islam berikut ini: the Muslim Brotherhood, Hezbollah, Negara Islam Iraq dan Syria (the Islamic State of Iraq and Syria disingkat ISIS) dan Front al-Nusra adalah  organisasi-organisasi Islam Terrorist. Saudi King Abdullah bin Abdulaziz Al Saud attends prayers on the first day of Eid al-Fitr at Al-Safa Palace in Mecca
Pengumuman ini keluar setelah raja Abdullah (artinya: Hamba Allah) menyatakan pada tanggal 3 Febuari memberikan hukuman-hukuman yang berat bagi para aktivis yang terlibat aksi terrorisme, yakni paling berat 20 tahun penjara baik yang terlibat di dalam dan di luar negeri.

Dalam sistim kerajaan / monarki, keputusan raja adala hukum negara, pemungutan suara atau proses demokrasi tidak diperlukan.

Pemerintah Arab Saudi telah mencium bahaya Jalan Arab sejak tumbangnya beberapa president di Afrika Timur, dan demo ini sempat juga terjadi Saudi dan Bahrain.Kerajaan telah memerintahkan semua warga Saudi yang berjuang di luar negeri dengan orngasisasi Islam terrorist di atas untuk pulang ke negaranya.
”Mereka (keempat organisasi di atas) dikuasai dari luar negeri untuk melayani tujuan-tujuan bersifat politik (di Arab Saudi),” Abdel Latif al-Sheikh polisi agama Saudi berkata.
“Mereka ialah kelompok-kelompok yang memerangi Muslim-muslim moderat dan menyebabkan masalah-masalah di seluruh dunia. Ini yang kami pertimbangkan melawan prinsip-prinsip Islam dan dan telah memberi impressi negatif tentang para Muslim di Barat,” ia menambahkan. (“Prinsip-prinsip Islam” disini mungkin merefer kepada Text Kuran Mekkah, atau bahkan mundur lebih jauh lagi yakni era Pra-Islam di Arabia)

“Kami telah salah ketika kami membuka pintu-pintu sekolah dan universitas kami untuk orang-orang asing yang mengijinkan ide-ide sedemikian rupa untuk menjangkau remaja kami,” Muhammad Zulfa, seorang anggota Dewan Shura berkata
Zuhair al-Harethi, anggota Dewan Shura lainnya menggambarkan larangan ini sebagai tanda pemecahan kerajaan Saudi “untuk memerangi terrorisme.” Katanya pula, “Arab Saudi tidaklah akan mengijinkan upaya-upaya apapun untuk mengganggu stabilitas negara.”

Bacaan berkait:

Catatan: The Muslim Brotherhood adalah organisasi Islam Sunni asal Mesir yang telah berusia 80 tahun.  President Husni Mubarak, pengganti Sadat, menekan berat para anggota organisasi terlarang ini. Pemerintah Mesir yang baru yang didukung militer telah menyatakan kembali Muslim Brotherhood sebagai organisasi terrorist di bulan Desember 2013 setelah bom-bom meledak di Kairo dan terbunuhnya banyak tentara Mesir di Dataran Sinai bagian barat (perbatasan selatan dengan Israel dan Gaza di bawah kuasa Hamas). Dipercayai dan terbukti adalah ibu dari organisasi-organisasi Islam radikal seperti al-Qaida, Mujahidin, Taleban, al-Shaabab, Bako Haram, Hamas dan banyak lagi termasuk tiga di bawah ini.
Hezbollah adalah organisasi Islam Shia asal Libanon kaki tangan Iran dan Syria (dibawah President Asad). Iran percay bahwa imam Mahdi, Juruselamat Muslim versi Shia, akan datang dari aliran Shia.
Negara Islam Iraq dan Syria (the Islamic State of Iraq and Syria disingkat ISIS) adalah organisasi Islam Sunni yang aktif memerangi orang-orang Shia di Irak dan Syria saat ini.
Front al-Nusra juga organisasi Islam Sunni cabang dari al-Qaida, aktif memerangi kelompok Shia di Irak, Syria dan Libanon.

*) Mark A. Gabriel (nama barunya setelah menjadi Kristen) berasal dari keluarga terpandang di Kairo, baik dalam dunia politik dan agama Islam, ia merefer pertanyaannya berdasarkan ajaran Muhammad diawal pelayanannya saat masih berada di Mekkah (disebut Text Kuran Mekkah) sedangkan dosennya Omar menjawab berdasarkan Text Kuran Medinah, yakni setelah Muhammad terusir dari kota Mekkah. Omar menyatakan ayat-ayat Kuran Text Mekkah yang mengajar damai  telah dihapus oleh Muhammad.

Dalam pelajaran agama Islam ada cabang ilmu yang disebut naskh (bahasa Arab) atau abrogation yang dapat berarti mencabut, mengganti dan merubah arti. Salah satu ayat naskh di Kuran yang paling terkenal adalah Surah 9:5 – “Tetapi ketika bulan-bulan suci telah berlalu, bunuhlah penyembah-penyembah berhala (idolaters) dimana pun kamu temui …” Ayat sejenis ini memcabut / membatalkan 114 ayat lainnya yang mengajar untuk berdamai dengan dan bertoleransi kepada orang-orang bukan-Muslim. The Qur’an Dilemma; Former Muslims Analyze Islam’s Holiest Book. Vol. One. Abrogation and the Abrogated.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Deman ”Jalan Arab” semakin menakutkan banyak pemimpin Negara Arab Suuni


President Ben-Ali, dan Mubarak telah tumbang oleh kekuatan ”Jalan Arab,” dan sekarang deman ini telah menjangkit ke Yamen, Bahrain, Jordania, Syria. Dan beberapa hari belakangan ini president Libya Muammar el-Qaddafi dan raja Moroko terserang deman ”Jalan Arab” ini.

Istilah ”Jalan Arab” sebagaimana media Arab sering pakai adalah suatu istilah yang berarti ”pendapat masyarakat populer Arab.” Sebutan ”Jalan Arab” ini pernah muncul di media Arab Libanon tahun 1950. Menurut The Oxford English Dictionary kata ”jalan” diartikan sebagai ”pendapat masyarakat populer” dipakai oleh penulis dan pelukis Inggris, Wyndham Lewis yang menyatakan bahwa Adolf Hitler tidak bisa ditekan oleh para politikus Demokrat oleh sebab Hitler adalah ”Master Jalanan.” Hitler terkenal sebagai orang yang sangat ahli mempengaruhi pendapat masyarakat atau sebagai orang yang ahli propaganda.

Libya: Kelompok Human Right Watch (HRW) mengabarkan hari Minggu (20/2, hari kelima Jalan Arab) sedikitnya 223 orang yang turun ke jalan ditembak mati dan lebih dari 800 luka-luka. 90% dari yang korban jiwa, mereka mati tertembak pada bagian kepala, hati, dada dan leher.  HRW berkesmpulan bahwa pihak pemerintah Qaddafi memang sengaja menembak untuk membunuh. Kolonel Qaddafi menjadi president sejak 1969. Pemerintah menuduh kekuatan asing dan “Islamists” berdiri dibelakang “Jalan Arab” ini.

Bahrain: Jalan Arab dimulai tanggal 16 Febuary, ribuan Shia menguasai Pearl Square (menerima cara Jalan Arab Mesir). Bahrain yang penduduknya 70% Shia tidak puas dengan raja mereka yang beraliran Sunni. Besoknya jam tiga pagi waktu setempat (saat waktu tidur lelap) ratusan polisi bersenjata berat menyerang para demontran tersebut. Sedikitnya lima meninggal dan 200 luka-luka. Sekarang “Jalan Arab” Shia kembali memenuhi Pearl Square.

Deman ini juga bahkan sampai ke Cina. Melalui internet, panggilan turun ke jalan menyebar. Liu Xiaobai turun kejalan untuk membangkitkan masyarakat, namun tidak banyak yang berani. Ia segera ditangkap oleh para polisi  berbaju sipil. Pemerintah RCC sejak awal telah memblok berita-berita demontrasi di Timur Tengah masuk negaranya. Pemerintah Komunis RCC sejak berkuasa sangat ketat mengontrol rakyatnya, namun karena kuatnya pengaruh bisnis Cina terhadap Europe dan USA, kedua Negara serikat ini tidak bisa berbuat banyak.

Kejatuhan Mubarak (11/2), disambut meriah oleh pemimpin Islam Iran. Sebelum kejatuhan Mubarak, pemimpin agama Iran Ahmad Khatami berkata: ”Sebuah Timur Tengah Islam sedang tercipta, berdasarkan pada Islam (Shia), agama, dan demokrasi agama.” Dan Pembicara Parlemen Iran berkata: “Waktunya telah tiba untuk mengatasi para regim boneka autokrasi melalui keyakinan pada pengajaran-pengajaran Islam.”

Akankah kepemimpinan Timur Tengah berpindah dari faham Sunni ke faham Shia? Benarkan Islam Shia adalah agama Islam yang lebih demokrasi dibanding Islam Sunni?
Tanda akhir jaman pada Matius 24 semakin nyata!

Bacaan berkait:

 

Referensi:

Pendapat Pemimpin Dunia terbagi atas kekacauan di Mesir


Bentrokan fisik terjadi tgl. 2 Febuary  antara anti-Mubarak melawan pro-Mubarak. Beberapa tewas dan lebih dari 600 luka-luka.

Bentrokan terjadi setelah sehari sebelumnya Jurubicara militer pada siaran TV mengatakan kepada para anti-Mubarak: ”Pesan kalian telah sampai, tuntutan-tuntutan kalian telah diketahui.” Dan meminta para demontrant anti-pemerintah untuk pulang kerumah demi mengembalikan stabilitas negara. Namun ditolak mentah-mentah bahkan merencakan demo yang lebih besar lagi hari  Jumat minggu ini.

Kelompok pro-Mubarak menyerukan kepada lawan mereka: jika demo dan perampokan milik pribadi dan perusakan terus berlangsung maka harga-harga kebutuhan pokok akan semakin parah; mereka (anti-pemerintah) adalah para agent negara-negara luar.

President Obama dan para pemimpin EU sejak hari pertama demontrasi anti-Mubarak menyerukan pemerintah Mesir untuk segera mengadakan  ”transisi kepemimpinan.” Kata halus Barat untuk ”penggulingan president.” Perubahan haluan politik luar negeri USA atas kepemimpin President Mubarak berubah drastis dan terang-terangan:

  • Obama mengultimatum Wakil President, para pemimpin militer Mesir untuk mengeser President Hosni Mubarak (tgl. 2) dan
  • Gedung Putih mendukung kelompok Muslim Brotherhood (musuh utama dari Pemerintah Mesir) untuk memiliki posisi politik di masa depan Mesir. Agen rahasia Mesir menyatakan bahwa seorang diplomat dari Embassy USA mengadakan rapat rahasia (31/1) dengan seorang pemimpin senior MB di kedutaan USA untuk Mesir.

Russia yang selama ini berdiam diri, kemarin malam waktu Mesir meminta untuk negara-negara asing (maksudnya USA dan EU) untuk tidak mencampuri masalah dalam negeri Mesir.

Bekas  Ambasador Israel untuk PBB, Dr. Dore Gold menulis bahwa pernyataan Gedung Putih dan M. ElBaradei (ex-pemimpin  IAEA) bahwa Muslim Brotherhood sebagai organisasi  Islam yang tidak berbahaya dan telah moderat adalah tidak benar. Dr. Gold menyatakan sejak organisasi ini berdiri, 80 tahun lalu, MB selalu terlibat di dalam kegiatan politik yang bersifat terroris. Ex-Menteri Pendidikan Kuwait menyatakan bahwa “para pendiri kelompok-kelompok terrorist modern di Timur Tengah datang dari “jaket” Muslim Brotherhood (MB),” Dr. Gold menulis.

“Prospek kebangkitan MB ke kuasaan akanlah ada kehancuran untuk keamanan USA,” kata Leslie Gelb, president kehormatan CFR.

Mengapa Gedung Putih di jaman G. Bush menyatakan perang kepada Terrorism, tapi di jaman B. Obama bersahabat dengan musuh yang sangat membencinya? Dan mengapa tiba-tiba para pemimpin EU mendukung Islam garis keras mengendalikan politik di negara-negara Islam?

Seorang ahli politik Jerman di Russian TV menjawab ini sebagai “bagian dari pembentukan New World Order.” Artinya para pemimpin Illuminati (murid Jesuit) sekali lagi memakai Islam untuk menghancurkan Islam sendiri demi lahirnya pemimpin tunggal dunia (Alkitab menyebutnya: Anti-Kristus) bagi Tatanan Dunia Baru (NWO). Anda perlu baca “Pesan tersembunyi Pres. Baraq Obama,” di bawah ini. Pria yang dipersiapkan oleh Roma Katolik dan dimunculkan pada saat yang tepat untuk merubah dunia Islam.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Negara-negara Islam bergejolak; Tanda kebangkitan Islam atau kehancuran? Up-dated 19/8/2013.


Berita manca negara; Senjata RohaniQadhafi telah tumbang, oleh kekuatan NATO,  PM Rusia V. Putin (sekarang jadi president lagi) menyebut serangan tersebut sebagai “Panggilan perang Crusade.” Mubarak ditumbangkan Mohammad Morsi dari Muslim Brotherhood, Setahun kemudian Morsi ditumbangkan oleh rakyat Mesir. Sekarang giliran president Syria, Assad dicoba untuk disingkirkan. Perang di Syria ini jelas memecah Islam Sunni dengan Islam Shia. Dapatkah demokrasi Barat dianut oleh negar Islam? Baca: Negara-negara Islam menuju Demokrasi?

Selama bulan Ramadan 2013 saja korban jiwa mencapai 1651 jiwa, akitab konflik antara Islam dan melukai 3048 lainnya. Setelah Ramadan, di Mesir saja pada Rabu 14/8 bentrokkan antara tentara dengan pengikut Muslim Brotherhood menewaskan sedikitnya 600 jiwa dan diikuti 173 jiwa lainnya setelah sembayang Jumat 16/8.

Syria: Juni 2012 ini Jalan Arab telah berubah menjadi perang agama: Sunni (pemberontak degan nama Free Syrian Army; FSA) lawan Shia (pemerintah al-Assad). Korban di kedua belah pihak telah mencapai 10.000 jiwa, tidak terhitung kerugian ekonomi. Guardian.co.uk melaporkan bahwa para activist HAM menyatakan aksi militer kepada Jalan Arab Rabu minggu ini sebagai “pembantaian.” Mereka memperkirakan 100 orang terbunuh, oleh karena militer menembaki para Jalan Arab, yang terjadi di sebuah mesjid, yang dipakai sebagai pusat anti-pemerintah – juga terjadi di negara Islam lainnya.  Saksi mata mengatakan bahwa tentara melarang ambulan untuk membantu yang terluka. Lebih dari 300 pemerotes telah ditahan. Slogan Jalan Arab di Syria: “Allah, Syria, Kebebasan.” Hari Jumat setelah sembayang, pemimpin demo berharap lebih banyak orang turun ke jalan. Pemerintah Syria membunuh 200 tentara di Jisr al-Shoughour pada Juni ini karena menolak perintah untuk menembaki para demontran. Korban jiwa terhitung tanggal 15 September 2011 telah mencapai 2600 jiwa. Barat masih tetap berdiam diri. Dikuatirkan perang sipil akan timbul di Syria.

Oman: Senin, 17/01/2011, 200 orang turun kejalan melawan korupsi dan harga-harga makanan yang tinggi dengan slogan: ”Naiknya harga-harga telah menghancurkan mimpi-mimpi masyarakat umum.” Pemimpin Oman, Sultan Qaboos bin Said (memerintah sejak 1970) pada pertengahan Pebuari telah meningkatkan gaji pekerja (untuk sektor pribadi) menjadi 43% (menjadi 520 USD/bulan), namun demontrasi terus berlangsung, dan semakin besar. Tgl 27 Pebuari pihak rumah sakit mengatakan 6 meninggal setelah polisi melepaskan peluru karet. Para Jalan Arab di Oman ini sekarang juga menuntut reformasi politik, selain kenaikkan gaji.

Iran: Senin 14 Pebuari ratusan ribu demontran membanjiri pusat kota Tehran, yang dibalas dengan pukulan dan gas air-mata. Dua pemimpin demo ditahan. Pihak oposisi menyatakan lebih dari 80 teman mereka meninggal, sementara pemerintah hanya mengatakan 30 jiwa.

Libya: 25/3. Qadhafi masih dihujani roket oleh pasukan Sekutu, yang sejak kemarin kepemimpinan diambil alih oleh NATO dari USA. Negara UAE (Emirat Arab) turut mengirim 12 kapal terbangnya membantu Sekutu. Tanggal 22 September, ibukota Tripoli jatuh ketangan para pemberontak, setelah pasukkan NATO menghujani roket-roket ke pertahanan Qaddafi, membuka jalan bagi pasukan pemberontak.

Senin, 28 Pebuari, President Qaddafi diwawancarai oleh tiga jurnalist. Ia berkata bahwa para pemimpin Barat telah menghianati dirinya. Al-Qaida adalah sumber kekuatan Jalan Arab di Libya.

Tunisia: Diawali dengan matinya seorang pemuda yang membakar dirinya sendiri, telah mengakibatkan demontrasi massal yang meruntuhkan tatatan pemerintahan negaraTunisia yang dipimpin oleh Zine Ben Ali (23 tahun) di tanggal 14 Januari 2011. Korban jiwa 78 orang dan 33 keluarga dekat Ben Ali ditahan oleh pemerintahan yang baru.

Mesir: Meniru keberhasilan kekuatan rakyak Tunisia, orang-orang Mesir juga turun kejalan. Demontrasi massal yang baru berjalan 7 hari (berawal 25 Januari) sekarang telah menelan korban lebih dari 100 jiwa. Puluhan narapidana anggota Islam fanatic “Islam Brotherhood” telah melarikan diri dari penjara dan sekarang bergabung untuk menggulingkan President  Hosni Mubarak. Organisasi Islam Brotherhood merupakan organisasi Islam yang mengasasinasi president Anwar Sadat di hari parade militer, oleh sebab ia mengadakan perjanjian damai dengan Israel. Dan penggantinya, Hosni Mubarak, sejak itu secara militer dan hukum melarang kegiatan organisasi ini beroperasi di Mesir. Organisasi ini juga salah satu motor dari ”aksi sosial” membuka blokade Israel atas laut Gaza melalui kapal frotila berbendera Turky. Mubarak telah mendapat hukuman seumur hidup, tapi kelompok tertentu tidak puas dgn putusan hakim, sehingga sampai hari ini kerusuhan tetap terjadi; 7 Juni 2012.

Libanon: Terpilihnya Najib Mikat , PM yang baru, dukungan Hezbollah (organisasi Islam Shiah, yang dipercayai kepanjangan dari kaki-tangan negara Islam Iran di Libanon) tidak saja menguatirkan orang-orang Kristen Libanon, namun lebih lagi tidak dapat diterima oleh Islam Sunni Libanon.

Yaman: 25/3. Pertengahan Maret, para Jalan Arab yang tidak bersenjata ditembaki oleh penembak rahasia. Mengapa aksi militer Sekutu tidak cepat dilakukan di sini? Sementara Jalan Arab yang bersenjata di Libya ditolong (kekuatan militer langsung dan persenjataan) dengan segera? Munkin karena alasan tambang minyak. #. Demontrasi juga mulai merebak menentang president Ali Abullah Saleh, yang dituduh oleh para Islam fanatik sebagai teman penting USA untuk memerangi al-Qaida di negara Yaman dan di Timur Tengah. Mr. Saleh telah tumbang, namun kelompok fanatik Islam masih hadir, awal Juni 2012 pemerintah Yaman berhasil membunuh 23 militan Al-Qaida.

Para pemimpin keamanan negara Timur Tengah dan Israel mengatakan bahwa gejolak demonstrasi massal menumbangkan para president yang sedang terjadi di atas adalah pekerjaan para pemimpin agama Islam, atau sedikitnya mengambil keuntungan politik dari para demontrasi yang mengatas namakan kemiskinan dan susahnya lapangan pekerjaan untuk kaum muda.  ”Mereka (para Islam) memprovokasi protes-protes dibelakang layar,” kata seorang petugas keamanan Mesir.

Kekuatiran tumbangnya pemerintahan negara di atas dikabarkan telah juga berjangkit ke Algeria, Yordania, Maroko, Bahrain, dan Libya. Sejauh ini Pemimpin Arab Saudi belum terjamah oleh tangan para Islam fanatik. Para Pemimpin dunia Arab sedang mengalami guncangan yang besar.

Pada satu sisi, nampaknya para pemimpin agama Islam setempat tidak puas dengan para pemimpin negara mereka, yang juga adalah Islam. Mungkin mereka memandang para pemimpin negara mereka kurang fanatik dibanding president Iran, sama seperti para pemimpin Hamas memandang pemimpin resmi Palestina, Mahmoad Abbas (Fatah). Mereka menuduh para pemimpin negara tersebut sebagai sekutu dari Barat, khususnya USA.

Pada sisi lainnya, negara-negara yang sedang digoncang tersebut sudah lama dikenal sebagai negara Islam penganiaya orang-orang Kristen. Algeria misalnya, beberapa bulan lalu puluhan orang Kristen luar negeri diusir keluar dengan tuduhan “melakukan pekerjaan misi Kristen” dan orang asli Algeria ditangkapi dan dipenjara jika ketahuan mengunjungi ibadah Kristen orang asing dan melakukan Pendalaman Alkitab. Pemerintah Mesir turut mendukung aksi pelanggaran HAM para Islam fanatik menganiaya orang Kristen Koptik Mesir.  Pada tutup tahun 2010 puluhan meninggal dunia oleh ledakan dasyat dari sebuah bom mobil yang ditaruh di depan gedung gereja. Pemerintah Mesir tidak mengambil tindakan yang cukup untuk membela rakyatnya sendiri yang minoritas ini, bahkan memberi dukungan moril terbukti dari pengakuan beberapa orang yang ditahan pemerintah atas peristiwa penganiayaan tersebut: mereka diperlakukan dengan sangat baik dipenjara layaknya seperit pahlawan bangsa.

Jadi sesungguhnya aksi perubuhan kekuasaan para president (para Islam memanggil mereka sebagai “rejim, diktator“) di atas bukanlah kurang fanatik, tetapi penyebab utamanya ialah generasi muda (60% dari populasi) yang tidak mendapat lapangan pekerjaan. Dan ditambah “masalah” bertumbuhnya Kekristenan yang sangat pesat – di Afrika saja 6 juta Muslim per tahun pindah ke Kristen – meskipun di bayangi oleh aniaya fisik yang berat (baik untuk orang Kristen terlebih mereka yang pindah dari agama Islam).

Menurut Anda, apakah bergejolaknya negara-negara Islam di Afrika Utara dan sekitarnya ini merupakan tanda kebangkitan agama Islam atau keruntuhan agama Islam?

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog