Pakistan: orang tua bunuh anak gadisnya, demi kehormatan keluarga dan agama


Membunuh anggota keluarga sendiri atas nama kehormatan keluarga dan agama Islam adalah hal yang umum di negara-negara Islam, khususnya Pakistan. Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Pakistan melaporkan 943 perempuan terbunuh tahun 2011 atas nama pembunuhan demi kehormatan (honor killing).

Di ujung bulan Oktober 2012, di desa Kotli, Kasmir Pakistan, Anosh/ Anusha Zafar, gadis 16 tahun, disiram cairan asam cuka (acid) oleh kedua orang tuanya oleh karena melihat dua kali kepada pemuda yang berkendaraan motor. Anosh meninggal sehari setelah kejadian.

Dipengadilan keduanya mengakui perbuatan mereka, Zaheen (ibu) mengaku menyiram asam cuka dan berkomentar: ”Itu adalah tujuan hidupnya untuk mati dengan cara ini.” Suaminya menarik Anosh kedalam rumah dan memukuli dan menyiram asam cuka melalui bantuan isterinya. 60% dari tubuh gadis ini terbakar, namun kedua orang tuanya tidak membawa korban ini kerumah sakit, dan meninggal esoknya.

Disaat penguburan, saudara perempuan terbesar dari Anosh curiga, kenapa orang tuanya menolak untuk memperlihatkan wajah adiknya kepada para tamu yang turut berduka cita; yang merupakan kebiasaan umum di masyarakat Islam di Kashmir. Lalu anak perempuan terbesar ini (kakak terbesar korban) melaporkan ke polisi, yang berakibat polisi menangkap dan mengadili kedua pembunuh tersebut.

Tragedi ini bahkan terbawa-bawa sekalipun mereka hidup negara Barat. Suatu tratistik yang dikeluarkan di Inggris menyatakan terdapat 12 kasus pembunuhan atas nama kehormatan (honor killing) pertahunnya di Inggris.

Kasus pembunuhan atas nama kehormatan agama baru-baru ini membangunkan masyarakat Inggris. Shafilea Ahmed yang dinyatakan hilang pada September 2003, dan mayatnya ditemukan pada Febuary 2004, akhirnya Agustus 2012 diketahui bahwa kedua orang tuanya (Iftikhar dan Farzana) adalah pembunuh anak gadis tersebut. Gadis Shafilea dieksekusi setelah mulutnya disumbat plastik dan ditembak didepan adik-adiknya.

Seperti biasanya orang tua/ pihak keluarga menyangkal keras telah membunuh anak atau saudari perempuan mereka dihadapan pengadilan (namun menyombongkan perbuatan mereka dikalangan orang Islam). Kasus Shafilea ini pun terbongkar oleh karena adik perempuannya membuka mulut setelah ditangkap polisi dalam hubungannya dengan perampokan bersenjata di bulan Agustus 2010.

Isteri pertama Iftikhar bercerita bahwa Iftikhar adalah pria yang suka dunia Barat: dansa, minum bir dan pergi ke disco sewaktu tinggal di Denmark, namun pribadinya berubah jika berada disekitar famili Pakistanya. Isteri pertama memutuskan bercerai karena tidak ingin dimadu.

Hakim berkata kepada kedua Iftikhar dan Farzana (orang tua Shafilea): ”Kekuatiran kalian tentang dipermalukan dalam komunitas kalian adalah lebih besar daripada kasih atas anak kalian. … Kalian telah membunuh satu anak perempuan, tetapi kalian telah merusak kehidupan-kehidupan dari anak-anak kalian yang tersisa.” Mereka dihukum perjara seumur hidup.

Kedua orang tua ini terguncang dan menangis sedih; apakah tangisan mereka karena mereka sekarang sadar atas perbuatan sadis mereka atas anak mereka sendiri atau karena terbongkar dan harus dipenjara, Mereka sendiri yang tahu.

Bacaan berkait:

 Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Pakistan: Imam Khalid Chishti tertangkap oleh jebakan bakar-Korannya sendiri


Seorang imam dari Mehrabad, Pakistan bernama Hafiz Mohammed Khalid Chishti yang menuduh seorang gadis Kristen usia 11 tahun melanggar hukum penghinaan agama Islam (blaspheny law) telah ditangkap polisi pada Saptu malam waktu setempat (31/08/2012).

Berawal pada tanggal 16 Agustus dimana Rimsha Masih, gadis usia 11 tahun ini, yang dikenal menderita penyakit Down Syndrome (cacat mental) dituduh membakar halaman-halaman Kuran oleh tetangganya. Tuduhan berkata tetangganya menangkap gadis ini yang sedang membawa kantong plastik berisi barang bukti tersebut untuk dibuang ke sampah. Yang sesungguhnya hanyalah lembaran buku Noorani Qaida, yakni buku petunjuk yang dipakai untuk belajar dasar-dasar Kuran. Hari itu juga Rimsha di tahan polisi.

Tuduhan pembakaran Kuran yang sengaja dipicu oleh iman Khalid ini berhasil menbangkitkan kemarahan masyarakat Islam setempat: memukul gadis malang dan keluarganya bahkan orang-orang Kristen lainnya, dan merusak rumah-rumah tinggal orang Kristen. Lebih dari 800 orang Kristen terpaksa harus meninggalkan rumah mereka sementara. Gadis ini juga tetap ditahan sampai hari ini di kantor polisi atas desakan orang-orang yang marah tersebut.

Proses penangkapan Imam Khalid Chishti. “Iman ditangkap setelah Maulvi Zubair (wakil dari imam Khalid) dan dua lainnya berkata kepada pengadilan setempat bahwa dia (imam Khalid) menambahkan lembaran-lembaran dari Kuran ke halaman-halaman-halaman terbakar (dr buku Noorani Qaida) yang dibawa kepada dia oleh seorang saksi,” Munir Hussain Jaffri, polisi penyelidik, berkata.

Polisi ini mengatakan sebelum penangkapan imam Khalid berbeda pendapat dengan orang-orang yang ada di bawah kuasanya. Khalid merobek beberapa halaman Kuran untuk ditambahkan ke bukti yang dibawa oleh saksi, tindakan ini ditentang oleh bawahannya, namun Khalid bersikeras, berkata: “Kalian tahu ini satu-satunya cara untuk mengusir orang-orang Kristen dari daerah ini.”

Imam Khalid kemudian menyerahkan barang bukti dari saksi mata yang ia telah tambahkan dengan sobekan lembaran-lembaran Kuran ke pada polisi.

Kejahatan imam Khalid tidak cukup sampai disitu. Pada tanggal 24 Agustus, ia menyebarkan gossip kepada AFP bahwa gadis itu telah membakar lembaran Kuran (yang sesungguhnya bukan) dengan sengaja sebagai bagian dari ‘konspirasi’ Kristen untuk menghina orang-orang Islam, dan berkata tindakan haruslah diambil secepat mungkin untuk menghentikan yang imam ini sebut “aktivitas-aktivitas anti-Islam” mereka di Mehrabad. AFP: Agence France-Presse; intenasional media.

Imam ini sekarang ditahan atas jebakan ”Penghinaan agama Islam” yang ia buat sendiri.  Polisi berkata, “Dengan meletakkan halaman-halaman [Kuran] ini kedalam debu dia (imam) juga telah melakukan penghinaan atas Kuran dan dia sekarang dikenai tuduhan penghinaan agama (blasphemy).”

Di tempat yang lain, pada hari Minggu sekitar 150 orang Kristen dan para pembela HAM menjalankan protes berbaris di Rawalpindi meminta pembebasan Rimsha Mashi.

 

Penangkapan imam Khalid  ini menggenapi perkataan raja Salomo:

Karena segala jalan orang terbuka di depan mata YAHWEH, dan segala langkah orang diawasi-Nya. Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri. Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat. (Ams 5:21-23)

Bacaan berkait:

 Referensi:

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Gadis-gadis Kristen di Pakistan diculik terus-menerus, diciduk dan dimurtadkan dengan paksa ke Islam


Berita ini diterjemahkan secara utuh dari Pakistan Christian Post.com (dikirim 30/7/2012).(CLAAS) Dalam bulan-bulan belakangan ini ada beberapa laporan tentang berlangsunnya penganiayaan, penculikan dan pencidukan wanita-wanita dan gadis-gadis Kristen di Pakistan.

Anak gadis dari Morris Masih berasal dari Rawalpindi diculik oleh Mohammad Abid dan Tariq Ali. Morris Masih telah meminta kepada polisi untuk mendaftarkan perkara itu melawan Abid dan Ali dan minta memulangkan anak gadisnya, tetapi polisi menolak mendafarkan masalah tersebut. Masalah lainnya, di Faisalabad, isteri dari Waris Masih diculik, dia juga telah melaporkan itu ke polisi, namun mereka gagal untuk memberi dia informasia pun tentang isterinya.

Juga di Chunian, Punjab, saudari kandung dari seorang pendeta telah diculik, diperkosa dan dimurtadkan secara paksa ke agama Islam. Muzamal Arif, saudari kandung dari Pendeta Aurangzeb diculik sekitar sebulan lalu oleh beberapa pria Islam sementara kembali ke rumah dari kampus. Dia di tahan untuk beberapa hari, menderita perkosaan, ancaman-ancaman dan kekerasan. Di dalam kondisi teror seperti ini dan kelelahan, pertama ia telah dipaksa untuk murtad ke agama Islam, dan kemudian menikah. Remaja  ini sekarang seorang Islam dan dinikahi oleh Muhammad Nadeem.

Keluarga remaja ini telah melaporkan perkara ini ke kantor polisi di Chunian, tetapi tidak ada investigasi yang telah dilakukan dan sebaliknya para penculiknya telah membawa berita ke pengadilan memberi kesaksian bahwa remaja ini sekarang sudah menjadi orang Islam dan resmi menikah. Diantara hal-hal lainnya, remaja ini seorang minor (bukan orang Islam; Kristen, Hindu atau Budha di Pakistan) dan menurut hukum (pemerintah Pakistan) pernikahan tidak diijinkan bagi para minor [Hukum pernikahan Pakistan menyatakan orang Islam tidak dapat menikahi orang bukan Islam dan sebaliknya].  Bagaimanapun, menurut laporan orang-orang Kristen setempat, keluarga para penculik adalah orang kaya dan berkuasa dan mampu untuk melewati hukum-hukum pemerintah.

Untuk beberapa tahun belakangan ini sudah ada sebuah peringatan meningkatnya penculikan dan perpindahan-palsu agama dari gadis-gadis Kristen.

Menurut laporang dari Komisi Hak-hak Pakistan (Rights Commission of Pakistan;  HRCP), tahun lalu 1800 gadis Kristen dan Hindu telah dimurtadkan ke agama Islam secara paksa. Polisi enggan mendaftarkan masalah apa saja yang melawan para Islam penculik tersebut dan bahkan kadang-kadang mendukung mereka. Dalam beberapa kejadian pengadilan-pengadilan bahkan menggunakan hukum Islam di dalam membela para tertuduh tersebut.

Ini adalah masalah yang berkembang untuk orang-orang Kristen dan Hindu dan keprihatian CLAAS telah bangkit atas pemerintah Pakistan, tetapi apesnya itu telah jatuh ke kuping-kuping yang tuli. Pakistan sekarang ini menjadi tempat yang semakin tidak aman bagai agama-agama minoritas. [Termasuk Islam Ahmadiah]

Komentar:
1. Sangat menarik untuk diamati, mengapa orang-orang Kristen tidak mau menjadikan ajaran nabi Muhammad (agama Islam) sebagai dasar iman mereka, sehingga mereka harus dipaksa dengan cara-cara yang imoral (penculikan, pajak yang tinggi, pemerkosaan, teror dan pembunuhan).

2. Ketika pemerintah menolak untuk menegakan keadilan dan kebenaran, bahkan berdiri di pihak orang fasik, maka tangan YAHWEH sendiri yang akan bertindak, dan menghukum baik orang fasik terlebih para pejabat pemerintah yang jahat tersebut, seperti telah tertulis,

Hukum telah terdesak ke belakang, dan keadilan berdiri jauh-jauh, sebab kebenaran tersandung di tempat umum dan ketulusan ditolak orang. Dengan demikian kebenaran telah hilang, dan siapa yang menjauhi kejahatan, ia menjadi korban rampasan.
Tetapi YAHWEH melihatnya, dan adalah jahat di mata-Nya bahwa tidak ada hukum. Ia melihat bahwa tidak seorangpun yang tampil, dan Ia tertegun karena tidak ada yang membela. Maka tangan-Nya sendiri memberi Dia pertolongan, dan keadilan-Nyalah yang membantu Dia.
Ia mengenakan keadilan sebagai baju zirah dan ketopong keselamatan ada di kepala-Nya; Ia mengenakan pakaian pembalasan dan menyelubungkan kecemburuan sebagai jubah. Sesuai dengan perbuatan-perbuatan orang, demikianlah Ia memberi pembalasan: kehangatan murka kepada lawan-lawan-Nya, ganjaran kepada musuh-musuh-Nya; bahkan kepada pulau-pulau yang jauh Ia memberi ganjaran. (Yesaya 59:14-18)

Jika YAHWEH telah menghukum kerajaan Israel (bangsa pilihan-Nya) di jaman nabi Yeremia oleh karena para pemimpin menolak melakukan keadilan dan kebenaran, dan mereka terus menerus menindas orang yang lemah dan menumpahkan darah orang yang tidak bersalah (Yer 22:1-12), nah Anda dapat bayangkan hukuman apa yang akan menimpa pemerintah Pakistan, negara dan bangsa yang terus menerus memusuhi umat-Nya yang Ia telah tebus dengan darah-Nya sendiri yang sangat mahal dan kudus di kayu salib, akanlah sungguh mengerikan, jika mereka tidak bertobat. Blog PA4MUSLIM bagus untuk Anda yang ingin mempelajari dasar-dasar Kristianiti.

YAHWEH, Elohim Alam semesta tidak tertarik dengan sedekah-sedekah dan amal, Firman-Nya berkata: Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan YAHWEH dari pada korban. Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa. (Ams 21:3-4)

Berita-berita lainnya tentang kejahatan orang Islam Pakistan kepada kelompok kepercayaan minoritas di Pakistan bisa dibaca di:

 Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog