Kesaksian Dr. Parvin Darabi tentang Hukum Syariah / Sharia / Shariah


Di beberapa negara Afrika seperti Mesir, Libya, Somalia, Kenya, Nigeria dan Mali kelompok-kelompok Islam sedang gencar memaksakan Hukum

Bendera Jihad Islam

Bendera Jihad Islam

Syariah untuk dipakai sebagai hukum dasar negara. Gejala yang sama juga nampak terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Aceh telah terjadi. Di beberapa negara Barat pun hal ini menjadi pembicaraan hangat.
Belum lama ini media Indonesia diramaikan dengan pertanyaan-pertayaan seperti: layakkah wanita memakai celana panjang? Bolehkan mengendarai kendaraan motor? Bolehkan wanita lajang berjalan berduaan dengan seorang pria? Dan lain-lain pertanyaan. Indonesia tidak diragukan masih menyandang titel ”Negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia,” namun apakah mayoritas penduduk setuju jika Hukum Islam, atau Hukum Sharia tersebut dijadikan Dasar Hukum Negara Indonesia?

Dari sisi politik, kesaksian Parvin Darabi ini[1] mungkin bisa dijadikan sebagai masukkan, (bagi pemerintah dan cendikiawan Indonesia, khususnya kaum wanita yang terkait langsung dengan aturan dari sistem Hukum Islam tersebut) untuk meneliti  dan menimbang layak tidaknya Hukum Sharia dipakai sebagai dasar hukum negara menggantikan Pancasila.
Dari sisi kerohanian,  Parvin Darabi menantang para pemimpin rohani, pria beragama dari segala kepercayaan, tidak hanya Islam, tetapi juga Kristen, Katolik, dan lain sebagainya, mengevaluasi cara pandang dan perbuatan pria terhadap kaum wanita.
Pertanyaan yang bersifat evaluasi untuk para pemimpin Kristen: Apakah kita hidup dan menetapkan keputusan sesuai dengan teladan Tuan dan Guru kita, yakni teladan Adonai Yeshua Ha Mashiah (Tuhan Yesus Kristus)? beberapa ayat Alkitab tersedia di akhir kesaksian ibu Parvin ini.

Diterjemahkan apa adanya. Maafkan untuk kata-katanya yang keras, harap kita bisa mengerti alasannya dan mengampuninya sebagai umat beragama. Gambar dan kalimat pada tanda kurung siku ditambahkan.
Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Sedikit latar belakang Dr. Parvin Darabi. Beliau adalah wanita Persia kelahiran Iran tahun 1941. Tinggal di Amerika Serikat, ia doktor dibidang elekronika, usahawati, aktivis dan penulis Amerika dan dikenal secara Internasional sebagai pembela hak-hak wanita.[2] Penulis (bersama dengan putranya) buku Rage Against the Veil.[3]

Kesaksian pribadi Dr. Parvin Darabi.
Saya berusia enam hari ketika kakekku meneruskan agamanya kepada ku melalui pengafalan serangkaian kata-kata Arab kedalam telingaku. Saya cukup yakin bahwa kata-kata tersebut adalah satu-satunya kata Arab yang kakek ku bisa lafalkan dan mungkin ia tidak tahu apa yang ia telah lafalkan ke teligaku. Dr. Pavin Darabi
Kami orang Iran dan bahasa kami adalah Persia dan sebagian besar orang Iran,  termasuk keluarga saya tidak berbicara bahasa Arab, bahasa Allah [merefer bahwa Kuran tidak boleh diterjemahkan]. Agama adalah seperti warna mata kami. Itu warisan.

Saat taman kanak-kanak saya dikirim ke TK terdekat dimana seorang wanita tua bernama Kobra adalah pemimpinnya. Saya benci sekolah ini dan pemimpinya sebab ia selalu nampak begitu berarti di dalam pakaian terusan hitam yang menutup dirinya. Dia berpakaian hitam setiap waktu. Tidak ada tawa, tidak ada musik, tidak bermain dan hanya Allah dan Islam. Sekolahnya kotor dan semua yang ia lakukan adalah membaca Kurannya dan buku doa. Saya tahu ia tidak memiliki pendidikan dan tidak dapat membaca, sebab ketika saya letakankan Kurannya terbalik dia akan tetap membaca itu seperti sama saja.

Sebagai anak kecil saya ingin mengendarai sepeda roda tiga seperti anak-anak laki lakukan, tetapi saya diberi tahu bahwa anak-anak perempuan tidak mengendarai sepeda roda tiga. Ketika saya pergi kesekolah saya ingin belajar bermain violin, bagaimanapun saya diberitahu anak perempuan yang baik tidak bermain alat-alat musik. Ketika saya ingin mengendarai sepeda, saya diberi tahu anak-anak perempuan yang baik tidak mengendarai sepeda, itu sama (pemberitahuan) ketika ingin berkuda, berenang dan aktivitas-aktivitas lainnya. Sejak saya masih kecil saya telah belajar pentingnya keperawanan untuk seorang gadis di dalam budaya Islam. Seorang perempuan haruslah perawan ketika menikah. Usia perkawinan untuk seorang gadis adalah usia 9 (sembilan) tahun. Sebagai bukti Khomeini pemimpin Republik Islam Iran menyatakan bahwa, Waktu yang paling cocok untuk seorang gadis untuk menikah adalah waktu ketika gadis itu mendapatkan menstruasi pertama di rumah suaminya daripada rumah ayahnya.”

Para murid perempuan di sekolah IslamKeluargaku tidaklah begitu religius (agamawi), bagaimanapun budaya keluarga dan sosial dimana kami hidup adalah bersifat Islam. Pikiran ada menikah dan dikirim keluar ke orang yang sama sekali tidak dikenal pada usia 9 (sembilan) tahun selalu membuat tulang belakangku menggigil. Saya telah mengawasi bagaimana seorang ayah, dari seorang gadis yang bekerja untuk ibuku, menikahi puterinya itu kepada seorang pria yang memiliki tiga anak laki-laki yang lebih tua dari gadis itu. Gadis itu hanyalah berusia sebelah tahun, (namun) seorang perawan tua menurut standard ayahnya.

Saya ingat ketika ayahku mengorbankan anak domba di depan mata kami di halaman rumah. Mengawasi bagaimana binatang yang malang itu berjuang untuk membebaskan dirinya dan bagaimana ia merintih dan mengerak-gerakan kaki-kakinya dan tubuhnya setelah lehernya dipotong telah membuat aku benci dan mengutuki ritual tersebut untuk mana anak domba itu harus mati. Malamnya sejalan dengan pengorbanan anak domba itu ibu dari ayahku, satu-satunya orang beragama diseluruh keluarga kami, menceritakan kepada ku cerita Abraham dan anaknya Ismael. Ia menceritakan bagaimana Allah telah meminta Abraham mengambil putranya dan mengorbankannya untuk menunjukkan ketaatannya kepada Yang Mahakuasa. [Ini tentunya versi Islam, Alkitab sejarah lengkap menulis bahwa putra Abraham tersebut adalah Ishak, anak dari isterinya Sarah]. Dan ketika ia ingin meletakkan pisau tersebut ke leher putranya dia mendengar sebuah anak domba, dan menggorbankan anak domba tersebut sebagai gantinya. Itulah sebabnya kami harus mengorbankan anak domba pagi tadi. Saya telah membayangkan ayahku mengorbankan diriku untuk menunjukkan ketaatannya kepada Allah dan kemudian saya melompot dan menyadari saya masih hidup. Akhirnya saya meyakinkan diri saya sendiri bahwa Allah hanya mememinta para pria mengorbankan putra mereka, bukan putri mereka. Ujungnya mengapa seseorang mengorbankan seorang gadis? Sementara saya merasa bahagia sebagai seorang gadis. Ibu dari ayahku umumnya yang mengajara saya tentang agama dan Islam. Ia berkata ”Allah adalah besar, tahu segala sesuatu dan telah menciptakan manusia dan alam semesta.” Tetapi kemudian dia akan meminta saya berdoa dalam bahasa Arab.
Nenek, tidakkah Allah mengerti bahasa Persia?
Tidak, kamu harus bicara kepada Allah dalam bahasa Arab.
Tetapi nenek baru saja berkata Allah mencitakan segala sesuatu. Jika Dia mencitakan bahasa Persia, bagaimana mungkin Dia tidak dapat mengertinya?

Mengikuti jenis-jenis argumen seperti ini, setiap kali nenek tersudut dan tidak memiliki jawaban untuk diberi saya sungguh mencela agama dan Islam. Ketidak sukaan saya kepada agama diperkuat ketika saya mulai belajar (Hukum) Sharia /Syariah di Sekolah Tinggi. Apa yang saya telah pelajari adalah sungguh merendahkan para wanita dan sungguh menindas yang membuat saya bahkan benci membaca buku tersebut.

Saya tidak mengerti mengapa hak sepihak seorang pria, mengapa para perempuan harus menyerahkan anak-anak mereka keluarga ayah mereka ketika suami-suami mereka menceraikan mereka atau mereka meninggal dunia? Mengapa para wanita mewarisi separuh dari saudara pria dan mengapa anak laki-laki dapat melakukan apa yang mereka suka dan para anak perempuan ditolak semua haknya? Mengapa kami harus selalu menunggu untuk pria dewasa dan anak-anak laki selesai makan dan kemudian kami memakan sisanya? Mengapa tubuhku milik setiap orang lainnya kecuali saya? Jika saya berdiri di depan pintu dan berbicara kepada anak laki (boy) tetangga, membuat tanggung jawab setiap sanak keluarga laki-laki untuk memaksa saya masuk ke rumah.

Hal yang paling menjijikkan bagi saya adalah proses Khastegary (perjodohan). Pada proses ini wanita-wanita di dalam keluarga dekat pria atau bahkan keluarga jauh mencari seorang gadis yang cocok untuk keluarga pria mereka. Setiap kali para anggota keluargaku mengunjungi seorang gadis sebagai kemungkinan calon isteri untuk pamanku atau sepupuku, penilaian mereka atas gadis malang tersebut membuat saya marah / geli. Itu seperti mereka sedang membeli sebuah bagian dari perabotan rumah (furniture). Hal satu-satunya yang penting adalah wajahnya dan bentuk tubuhnya. Dan gadis itu haruslah perawan. Dalam hal keperawan gadis ini tidak dapat ada dibuktikan keluarga wanita haruslah membayar pengantin pria dan orang tuanya semua biaya pernikahan dan pernikahan dibatalkan pada hari berikutnya. Wanita Islam dihukum rajam

Ketika saya masih remaja di Tehran (ibukota Iran), saya pergi ke pernikahan keluarga. Gadis ini hanya berusia 14 tahun. Kedua orang tuanya begitu kuatir tentang keperawanannya sehingga mereka secara praktis terpaku kepada pintu kamar tidur dari pasangan baru menikah tersebut. Mereka berdiri disitu sampai pengantin pria, usia 35 tahun, keluar dari kamarnya. Kemudian mereka masuk dan mengangkat seperai (kain pembungkus kasur) yang berdarah dari gadis mereka yang diperkosa dan dengan gembira menyerahkan seperai itu ke orang tua pengantin pria sebagai bukti dari keperawanan putri mereka. Saya tidak akan pernah ingin ada diperlakukan seperti itu pada malam pernikahanku.

Ada begitu banyak hukum-hukum Islam yang akan mematikan sepenuhnya setiap orang berpendidikan. Satu dari hukum itu antaranya ialah Sigeh (Islam Shia menyebutnya) atau ”pernikahan kontrak.” Saya memanggilnya ”sangsi pelacuran secara agama (the religiously sanctioned prostitution).” Pernikahan dalam Islam adalah sebuah kontrak antara seorang pria dan seorang wali wanita untuk jangka waktu tertentu. Dalam sebuah pernikahan permanen seorang pria menikahi seorang wanita untuk 99 tahun sebab keduanya tidak diharapkan hidup sepanjang itu. Dalam kenyataanya kebanyakan suami meninggal sebelum periode itu berakhir sebab mereka menikah ketika berusia akhir 30an atau awal 40an. Dan para wanita yang diserahkan oleh wali mereka ketika mereka sangat muda memiliki kesempatan untuk hidup sendiri dalam damai dalam sisa hidup mereka. Pada perkawinan kontrak, pria menentukan jangka waktu kontrak. Pria meminta seorang wanita atau walinya jika wanita itu mau menikah dengannya untuk jumlah waktu tertentu dari 10 menit ke satu jam, seminggu, atau beberapa bulan untuk sejumlah uang tertentu.[4] Jika wanita itu atau walinya setuju kepada persyaratan tersebut maka mereka menikah dan pernikahan dibatalkan bila waktu yang ditentukan telah habis.

Hukum Islam barbar lainnya adalah Mohalel. (Dimana) seorang pria tepatnya membayar pria lain (untuk menceraikan isterinya) khusus untuk menikahi bekas isterinya satu malam dan bersetubuh dengan wanita tersebut dan menceraikannya pada hari berikutnya sehingga kedua pasangan tersebut dapat menikah kembali. Bagaimanapun Mullah tidak akan menikahi kembali mereka kecuali wanita itu menikah dengan pria lain dan menghabiskan satu malam dengan pria baru ini (mengijikan pria tersebut bersetubuh dengan wanita itu) dan kemudian diceraikan hari berikutnya dan menikah kembali kepada bekas suaminya.

Saya ingat betapa sirkus itu ada. Mantan suami putus asa mencari seorang pria dan membayar dia untuk menikahi bekas-isterinya untuk waktu semalam dan kemudian menceraikannya hari berikutnya. Sebab bekas isterinya adalah wanita yang sangat cantik berasal dari keluarga terpandang. Pria ini perlu mencari seseorang (pria) yang dapat dipercaya bahwa ia akanlah menceraikan isterinya pada hari berikutnya. Jadi akhirnya mereka meminta satu dari para pekerja ayahku untuk menikahi wanita itu. Terjadilah apa yang disetujui. Apa yang menakutkan saya adalah ternyata tidak seorang wanita tersebut berpikir banyak tentang konsekuensi dari satu malam tersebut. Mungkin itu dikarenakan mereka semua telah diperkosa oleh pria asing dan mendapat perkosaan lagi oleh pria asing lainnya adalah tidak menjadi masalah yang besar. Atau mungkin bagi banyak mereka berharap bahwa mereka diceraikan sehingga mereka mungkin menikah dengan pria lainnya yang dapat memperlakukan mereka lebih baik dari suami-suami mereka (sebelumnya).

Sekarang ketika saya berpikir  tentang hukum ini saya temukan bahwa itu mengerikan dan memalukan bagi kaum wanita. Dalam kedua kasus, para wanita tidak dikonsultasikan dan mereka ada dipaksa untuk menerima diperkosa oleh orang yang sungguh tidak dikenal oleh sebab para bekas suami mereka dalam kondisi tidak terkendali dan marah besar ketika menceraikan mereka. Para ahli agama Islam  akanlah mengatakan kepada Anda bahwa hukum ini diatur sehingga pria tidak menceraikan isterinya sebanyak tiga kali. Pada dasarnya (suami tersebut) kapok untuk bercerai. [Mengapa kapok? Parvi menjelaskan sebabnya] Dalam Islam seorang pria memiliki hak untuk bercerai (dengan sendirinya merupakan pelanggaran hak wanita) dibawah prosedur-prosedur berikut:

Seorang pria dapat menceraikan isterinya sekali, dengan mengatakan kepada isterinya ”Saya menceraikan kamu” dan jika mereka dipertemukan kembali perceraian menjadi batal dan mereka dapat kembali ke hubungan semula. Seorang pria dapat menceraikan isterinya dua kali ”Saya menceraikan kamu, saya menceraikan kamu” dan jika mereka melakukan hubungan badan perceraikan jadi batal dan mereka dapat meneruskan hubungan pernikahan mereka. Namun, ketika  seorang pria menceraikan isterinya tiga kali ”saya menceraikan kamu, saya menceraikan kamu, saya menceraikan kamu” di hadapan saksi. Supaya mereka dapat kembali bersama pria tersebut harus menemukan ”Mohallel,” yakni seorang pria yang mau menikahi ex-isterinya tersebut untuk satu malam dan menceraikannya sehingga bekas suami pertama dan ex-isterinya dapat kembali lagi bersama. Sering kali para Mohallel tidak menceraikan ’isterinya’ pada hari berikutnya. Dalam hal ini ex-suami tidak dapat berbuat apa-apa. [Hanya dapat gigit jari].

Saya menemukan hukum ini barbar dan tidak manusiawi karena beberapa alasan berikut,
1. Perasaan-perasaan dan hak-hak wanita tidak dianggap dan dia dipaksa untuk diperkosa selama satu malam oleh orang yang benar-benar asing.
2. Gagasan seorang pria membayar pria lain untuk menjarah tubuh isterinya sepanjang malam adalah mengerikan. 3. Terakhir. Dalam kasus dimana Mohallel tidak ingin menceraikan wanita tersebut, dia (wanita ini) dipaksa untuk hidup di dalam kesengsaraan kehidupan (kecuali jika Mohallel ternyata lebih ramah daripada ex-suaminya) terpisah dari anak-anaknya dari suami pertama. [Daftar alasan bisa berlanjut, kedukaan anak-anak yang hidup tanpa ibu, dan dijadikan kelas kedua oleh ibu tiri mereka, pecahnya hubungna kekeluargaan antara kedua pihak, dll.]

Setelah sirkus ini di keluarga, saya memutuskan bahwa saya tidak ingin menjadi seorang Muslim, namun, saya tidak memiliki keberanian melakukannya. Saya meninggalkan Iran dengan sebuah Kuran kecil dikantongku keluar rumah menuju bandara udara. Meskipun saya tidak pernah berdoa, berpuasa, pergi ke mesjid, atau melalukan ritual agama di sepanjang kehidupanku, saya tetap percaya Allah dan Muhammad nabiNya ketika saya meninggalkan Iran tahun 1964 datang ke Amerika Serikat.

Setelah saya belajar bahasa Inggris cukup baik untuk mampu membaca buku-buku Inggris. Saya membaca sebagian Kuran dalam bahasa Inggris. Saya belum pernah membaca Kuran. Ketika saya meninggalkan Iran Kuran tidak diterjemahkan kedalam bahasa Persia atau mungkin kami tidak tahu tentang  itu. Ketika saya membacanyanya saya jadi takut oleh teks-teks seperti Surah Cahaya (Sura of Lights), dimana Allah seharusnya berkata kepada Muhammad “Nabi katakan kepada isteri-isterimu, puteri-puteri—- dari pandangan orang-orang asing.”  Persoalan saya adalah mengetahui sejauh apa seorang wanita harus berpakaian untuk menyembunyikan harta-hartanya, disamping itu apakah harta-harta seorang wanita tersebut? Apakah harta wanitaitu di bawah ikat pinggagnya atau otaknya? Cara para Muslim di keluarga dan tetanggaku bertindak itu jelas bahwa harta seorang wanita adalah keperawanannya sebelum menikah dan kemaluannya (vagina) setelah menikah. Saya benci itu. Intinya jika vagina adalah bagian dari tubuhku mengapa saya tidakkah semestinya saya dilibatkan di dalamnya, bukan ayah atau suamiku, ibu dan seluruh sanak-famili. Kemudian saya membaca lebih lanjut di Kuran dan buku-buku lainnya, dan setelah membaca semua perkataan dan kata-kata hikmat saya yakin bahwa agama hanyalah untuk menghancurkan kemampuan manusia untuk berpikir dan bertindak atas kehendak mereka sendiri. Saya telah daftarkan beberapa perkataan ini di bawah (texts asli).

 “Your wives are your tillage, go in unto your tillage in what manner so ever you will.”
“Good women are obedient, as for those from whom you fear rebellion, admonish them and banish them to beds apart, and scourge them.”
“I was standing at the edge of fire (hell) and the majority of the people going there were women.” – Prophet Mohammed
“It is better to wallow in mod with pigs than to shake the hand of a woman.” – An Islamic leader in Indonesia
“A woman’s heaven is beneath her husband’s feet.” – An Islamic saying
“Women should be exposed to the day light three times in their lives. When they are born, when they are married and when they die.”   – Islamic saying

Kemudian dalam penelitianku tentang Islam, saya belajar tentang pernikahan nabi (Muhammad) dengan istri pertamanya (Kadijah) saat ia berusia 24 tahun dan 16 tahun lebih muda (dibanding umur Muhammad). Ia (Kadijah) perempuan kaya, wanita yang telah bercerai dua kali meminta Muhammad menikahinya dan ia menerimanya. Dan setelah wanita ini meninggal dunia pada usia 72 tahun, Muhammad bersusia 56 tahun, ia menikah dengan gadis berusia 7 (tujuh) tahun (bernama Aisyah). Dipercayai berhubungan badan dengan gadis ini ketika ia berusia 9 (Sembilan) tahun, dianggap sebagai ibu dari semua Muslim pada waktu kematian Muhammad, ketika Aisyah hanya berusia 16 tahun. Jadi Aisyah tidak akan pernah dapat menikah pria lain.

Dalam 8 sampai 10 tahun terakhir kehidupanya, nabi Muhammad telah menikahi 15 sampai 46 perempuan. Para ahli agama Islam berkata bahwa semua wanita ini adalah para janda dan mereka tidak memiliki tempat untuk pergi dan tidak seorangpun mereawat mereka sehingga Allah memerintahkan nabinya untuk menikahi mereka. Saya menemukan alasan ini sungguh tidak masuk akal. Aisyah yang dia nikahi hanyalah berumur 7 tahun adalah seorang anak kecil. Zynab yang menikah dengan anak angkat nabi adalah memiliki pernikahan yang berbahagia sampai ketika dia meminta putra angkatnya, Zayd, menceraikan isterinya sehingga ia dapat menikahi Zynab. Supaya mendapat ijin dari suku Qurais, dia menbuat alasan bahwa “seorang Muslim tidak diijinkan membesarkan anak dari pria lainnya, karena itu Zayd bukanlah putranya,” sebab ia menadopsi Zayd pada priodenya sebagai nabi Muslim.” Itulah alasan utama mengapa adopsi tidak dibenarkan di dalam negara-negara Islam.

Reyhaneh adalah wanita menikah yang cantik ketika suaminya dipenggal oleh para bandit nabi dan diambil ke ranjang nabi pada malam yang sama.
Para wanita ini bukanlah janda. Mereka sungguh ada orang-orang yang memelihara mereka.
Ketika saya membaca cerita-cerita seperti demikian pikiranku meledak. Bagaimana dapat  begitu banyak orang di dalam dunia ini mengikuti seorang playboy (womanizer) dan pemanipulasi sex anak? Bagaimana dapat kakekku membuat aku seorang muslim ketika saya berumur enam hari untuk menjadi pengikut seorang kriminal? Lalu saya sampai kepada suatu kesimpulan bahwa dia tidak tahu hal itu. Atau  jika ia mengetahuinya,  itu sebab dia telah dibesarkan  di dalam budaya yang barbarian dan tidak mengetahui yang lebih baik.

Ketika putraku lahir saya tidak memberikan dia satu agamapun. Saya tidak memberi dia pendidikan agama tentang Allah dan nabi-nabi-Nya dan sebagai bukti saya juga tidak menyunat putraku. Imanku kepada Allah dicabut pada tanggal 1 April 1979 sehubungan dengan pembentukan Republik Islam atau pemerintahan Allah, di dalam negara dimana saya telah lahir, Iran, ketika negara mengalami kembali secara dramatis kejaman kegelapan oleh pembentukan hukum-hukum Islam. Para wanita adalah korban pertama dari kembalinya negara kepada kondisi terbelakang. Lebih dari 130 tahun perjuangan ditolak oleh para pemimpin agamawi abad pertengahan.  Sedih karena hak-hak konsitusional mereka, mereka secara sosial dikurangi menjadi pribadi-pribadi yang lebih rendah dan warga kelas dua.

Ayatollah KhomeiniPada Maret 1979, Khomeini menerapkan hijab (pakaian wanita hanya muka yang terlihat) sebagai sebuah simbol perjuangan melawan imperialism dan korupsi. Ia memprolamasikan bahwa ”para wanita haruslah tidak memasuki kantor-kantor pemerintah tanpa penutup kepala.” Bolehlah mereka tetap bekerja  asalkan mereka memakai hijab (Keyhan, Maret 1979).

Pada 1980, Khomeini menyatakan ”dari mulai sekarang para wanita tidak punya hak hadir di kantor pemerintah TELANJANG. Mereka dapat meneruskan tugas mereka, asalkan mereka mengenakan pakaian Islam.” Menteri Pendidikan menentukan warna dan model pakaian yang cocok  untuk murid sekolah wanita (hitam, terusan dan membungkus dari kepala sampai ke telapak kaki untuk anak-anak berusia 6 tahun ke atas). Untuk menekan wanita-wanita yang berontak, pemerintah menyiapkan unit-unit khusus.  Patrol-patrol mengontrol entah para wanita menerapkan kebiasaan Islam di jalanan atau tidak. Pemerintah Islam bahkan pergi lebih jauh . Selama masa dua puluh dua tahun, kondisi-kondisi  para wanita  telah terus memburuk. Meskipun demikian, terlepas dari siksaan-siksaan (dera, rajam batu, pemenjaraan dan pengucilan) para wanita Iran tidak berhenti berjuang mereka yang berharga.

Hashemi Rafsanjani, President Repulik Islam Iran baru-baru ini telah menemukan perbedaan antara pria dan wanita. Dalam kutipannya ia berkata: ”Kesetaraan tidak lebih tinggi melampau keadilan. Keadilan tidak berarti bahwa semua hukum harus ada sama untuk pria dan wanita. Satu dari beberapa kesalahan Orang Barat  buat adalah melupakan hal ini. Perbedaannya di dalam bentuk tubuh, vitalitas, suara , pengembangan, kualitas otot dan kekuatan badan pria dan wanita menunjukkan bahwa pria lebih kuat dan lebih mampu di dalam semua medan. Otak pria lebih besar, jadi pria lebih cenderung bertarung  dan wanita lebih bersemangat. Pria cenderung penalaran dan rasionlisme, sementara wanita memiliki dasar kecenderungan untuk menjadi emosional. Kecenderungna melindungi ada pada pria, dimana kebanyakan wanita suka untuk dilindungi. Perbedaan-perbedaan  tersebut mempengaruhi delegasi tanggung jawab-tangung jawab, tugas-tugas dan hak-hak.”

Di bawah aturan-aturan Islam, perlindungan keluarga telah dihapuskan. Polygami telah ditegakkan kembali. Republik Islam tegas mendukung praktek poligami.
Di bawah Republik Islam, pernikahan sementara (provisional) adalah disetujui. Konsekuensinya, seorang pria boleh menikahi “empat permanen” isteri dan menikahi sebanyak mungkin isteri-isteri “sementara” yang dia ingini.

”Kebanyakan orang Eropa memiliki pembantu wanita. Mengapa kita harus menekan naluri-naluri manusia? Ayam jago memuaskan beberapa induk ayam, kuda jantan beberapa kuda betina. Seorang wanita tidak siap selama periode tertentu [contoh: menstruation] sementara pria selalu aktiv …”, Ayatollah Ghomi, LeMonde, 20 Januari 1979. [Para pembantu wanita di Eropa adalah karyawati, mereka tidak dianggap budak, yang mana dalam Islam boleh dimiliki sebagai ‘isteri-isteri’ dari tuan mereka].

”Tugas khusus wanita dalam masyarkat ini adalah menikah dan mengandung anak-anak. Mereka akan dikecewakan untuk masuk legislativ, pengadilan, atau apapun karir yang menuntut pengambilan keputusan, sebab wanita kurang kemampuan intelek dan keputusan penilaian yang dituntutu untuk karir-karir tersebut.” The Question of Veil, Ayatolah  Mutahari (satu dari para ideolog utama dari Republik Islam Iran).

Kesaksian pria adalah sema dengan kesaksian dua wanita. Menurut  pasal 33 dan 91 dari hukum derajat, Qasas (RUU Retribusi Islam) dan batas-batasnya, nilai kesaksian seorang wanita hanyalah dianggap separuh dari kesaksian pria. Menurut hukum Pidana Islam yang sedang dilakukan oleh rezim yang berkuasa sekarang di Iran, ”seorang wanita bernilai separuh dari seorang pria.”

Menurut pasal 6 Hukum Pembalasan dan Hukuman (the Law of Retribution and Punishment), “Jika seorang wanita membunuh seorang pemuda keluarga pemuda terdekat tersebut memiliki hak untuk sejumlah uang  kompensasi dari pembunuhan seorang keluarganya. Sebaliknya, jika seorang pria membunuh seorang wanita, pembunuhnya membayar separuh jumlah uang darah pria kepada wali wanita tersebut.”

Rizi berakata ”setiap orang yang menolak prinsip Hijab adalah seorang murtad dan hukuman untuk seorang murtad di bawah hukum Islam adalah kematian.”

Para gadis (perawan) yang dinyatakan hukuman mati tidaklah mungkin menjalani hukuman tersebut sejauh mereka perawan. Karenanya mereka diperkosa secara sistimatis [oleh petugas pemerintah] sebelum hukuman mati dilaksanakan.
”Memperkosa para tahanan wanita, khususnya perempuan-perempuan perawan, siapa yang dituduh ada menentang rezim (Republik Islam Iran), adalah suatu yang normal dan praktek harian di penjara-penjara Islam Republik, dan dengan demikian, para pemimpin agama menyatakan bahwa mereka terikat untuk mematuhi prinsip-prinsip dan hukum-hukum Islam, [dengan alasan] mencegah gadis perawan masuk ke Sorga. Para mulah percaya bahwa mereka adalah mahluk-mahluk yang buruk dan mereka tidak layak masuk, sebab itu mereka diperkosa untuk dipastikan mereka ada dikirim ke Neraka.” Laporan Perwakilan Khusus Komisi Hak-hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-bangsa (HAM PBB) di Republik Islam Iran 1992.

Bab 115 dari Konstitusi Islam jelas menyatakan bahwa president negara haruslah memilih seorang Pria  dari antara para pria yang takut akan Allah dan berdedikasi; ini membawa konsep bahwa seorang wanita tidak akan pernah ada sebagai president, dan tidak juga memiliki posisi Valiat-e-Faghih (Pemimpin kerohanian agama) atau pemimpin negara Muslim.

Para wanita Iran dicegah menikahi orang-orang asing kecuali mereka memiliki surat permisi dari Kementerian Dalam Negeri (KDN). Direktur Jenderal KDN untuk Masalah-masalah warganegara  Asing dan Imigrasi, Ahmad Hosseini, menyatakan pada 30 Maret 1991: ”Pernikahan antara wanita-wanita Iran dengan pria-pria asing akan menciptakan banyak masalah bagi wanita tersebut dan masa depan anak-anak mereka, sebab pernikahan mereka tidak dikenal secara legal. Pernikahan tersebut tidak dianggap sebagai dokumentasi yang memadai untuk memberikan pelayanan hukum kepada keluarga-keluarga tersebut.

”Perempuan yang sudah menikah tidak diijinkan berpergian ke luar negeri tanpa menyertakan surat ijin dari suami-suami mereka.”
Sesuai dengan rancangan resolusi yang dihadirkan kepada Majlis (Parlemen Islam) di bulan Mei 1991, para wanita belum menikah dan para gadis tidaklah akan diijinkan meninggalkan negara. Menurut Keyhan 23 Mai 1991, meskipun pada saat itu tidak ada hukum yang melarang para gadis meninggalkan negara, “para pihak yang berwenang secara praktis menciptakan banyak hambatan bagi mereka yang berkeinginan meninggalkan, khususnya secara berat bagi mereka wanita lajang dan gadis-gadis yang memenangkan beasiswa untuk belajar di luar negeri.”

Laporan-laporan terbaru dari berbagai organisasi internasional seperti Amensty International dan Komisi Hak Asasi PBB telah memberi gambaran yang jelas mengenai tentang kendala-kendala para wanita Iran dan juga pria Iran dan anak-anak yang menderita dari semua hak-hak dasar manusia.

Satul-satunya Republik Islam telah bawa ke masyarakat Iran adalah kemiskinan dan kesengsaraan. Saya hanya bertanya-tanya mengapa Allah membuang mereka? Pada waktu revolusi, Khomeini telah berkata kepada orang banyak bahwa Allah berada pada sisi mereka. Jika ini adalah apa yang kami akan terima dengan memiliki Allah dipihak kita, saya sungguhlah senang untuk tidak memiliki Dia (Allah) bagi ku.

Itu ketika saya telah sadari bahwa agama dan Allah hanyalah untuk mengontrol orang-orang. Mereka adalah bisnis-bisnis besar mengumpulkan uang bagi ulama untuk hidup berbahagia selamanya setelah membuat yang lainnya merasa bersalah dari apa yang manusia harus lakukan. Sebagaimana teman dan rekan saya Dr. Ahmad berkata, ada tiga agama, atau tiga bisnis besar, yang satu mengumpulkan uang pada hari-hari Jumat, satunya lagi pada hari-hari Saptu dan satunya lagi pada hari-hari Minggu.   TAMAT.

Ayat-ayat Alkitab tentang ajaran Adonai Yeshua Ha Masiah dan perintah mengikuti teladan-Nya:

Yehua berkata:

  • Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.” (Yoh 9:5), dan kepada para rasul dan pengikut-Nya Ia berkata:
  • Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:13-14, 16)
  • “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. (Mark 9:42)
  • Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. (Yoh 10:11-12)

Baca Yohanes 8:1-11 bagaimana Yeshua menghakimi seorang perempuan wanita yang tertangkap basah berzinah dan dibawa oleh para pemimpin agama ke hadapan Yeshua.

Rasul Petrus berkata: Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah… Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. (1 Petrus 2:1, 21-22)

Nasehat Rasul Paulus kepada Timotius (pemimpin rohani) tentang wanita: Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian. (1 Tim 5:1-2)

Komentar: saya sebagai seorang hamba YAHWEH, sungguh tertantang dengan pernyataan terakhir ibu Parvin yang ia kutip dari Dr. Ahmad. Tidak diragukan bahwa tidak sedikit pemimpin Kristen yang memakai jabatan rohaninya sebagai bisnis (bakul nasinya), memakai tanaman yang seharusnya di jaganya, ‘pagar makan tanaman,’ seperti kasus-kasus pemaksaan sex pada anak-anak oleh pastor mereka. Satu hal yang pasti, bahwa seharunyalah para hamba YAHWEH memberi teladan dan membela umat-Nya, dan bukan sebaliknya. Mewakili semua hamba-Nya, saya memohon maaf kepada setiap orang yang telah tersandung oleh perbuatan salah kami, sehingga membuat Anda semakin jauh dari YAHWEH, Elohim yang hidup – telah menjadikan Anda seorang Atheist baik langsung maupun tidak langsung. Bolehlah kiranya YAHWEH bermurah hati kepada kami dan juga menolong Anda untuk kembali kepada jalan-jalan-Nya yang mulia dan benar.

Bacaan berkait:


[1] Diterjemahkan dari bahasa Inggris: My Testimony, Why I am not a Muslim. http://www.faithfreedom.org/Testimonials/parvin.htm

[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Parvin_Darabi

[3]  Buku tentang perjuangan  wanita Iran melawan kondisi-kondisi perbudakan wanita di dalam Islam. Isi buku ini didasari perjuangan Homa Darabi, kakak perempuan Parvin, seorang dokter medis dan aktivis kebebasan dan hak asasi. Homa membakar dirinya di tengah-tengah lapangan Tehran 21 Pebuari 1994. Teriakan terakhirnya di tengah-tengah kumpulan banyak orang sebelum ia meninggal: “Kematian bagi tirani! Umur panjang bagi kebebasan ! Umur panjang bagi Iran!”  http://www.amazon.com/Rage-Against-Veil-Courageous-Dissident/dp/B004JZX3P6#reader_B004JZX3P6

[4] Dalam banyak hal keputusan  ada pada wali (orang tua atau pihak dari gadis) bukan pada gadis tersebut, sebab wali memerlukan uang . Hal ini umum pada negara-negara yang sedang berkembang apalagi di negara dunia ketiga.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Iran: Pendeta Youcef Nadarkhani tetap terancam hukuman mati


Gembala dari sebuah jemaat di kota Rasht, Iran, yang berjumlah sekitar 400 jiwa, dipenjarakan dan ia terancam hukuman mati. Pemerintah Iran mengatakan Youcef Nadarkhani berpindah dari Islam ke Kristen pada usia 19 tahun, oleh sebab itu pada pengadilan kriminal (Islam) tertanggal 22 September 2010 pendeta Youcef Nadarkhani dinyatakan  melanggar hukum pemurtadan.

”Saya bukan seorang murtad…. saat berusia 19 tahun saya tidak beragama,” Youcef menyatakan. Ia menyatakan bahwa introgatornya memaksa dia untuk menandatangani sebuah pernyataan pengakuan ’meninggalkan agama Islam ke Kristen’ dan dikatakan kepadanya bahwa ’seorang yang lahir dari orang tua Islam, dan tidak menerima agama apapun di luar Islam sebelum mencapai usia dewasa secara agama Islam [usia 15 untuk pria], adalah secara otomatis seorang Islam.’ [Hukum Islam tidak tertulis lainnya menyatakan sebelum usia dewasa, anak-anak secara otomatis mengikuti agama orang tuanya. ”Agama Islam adalah warisan, bukan pilihan pribadi,” sorang ex-Islam Iran lainnya berkata]. Pendeta Iran lainnya yang menghadapi tuduhan serupa adalah Pendeta Behrouz Sadegh-Khanjani (ditahan sejak 6 Juni 2010 secara ilegal).

Aaron Rhodes, jurubicara dari the International Campaign for Human Rights in Iran (ICHRI) menyatakan hukuman mati pemerintah atas pendeta Youcef sebagai pernyataan illegal (tidak berdasarkan hukum Iran), “Itu adalah nilai yang rendah dari segala system pengadilan untuk menghukum mati seorang diluar batas framwork legalnya. Menghukum mati seorang berdasar pada agama yang mereka pilih untuk melakukannya atau tidak adalah bentuk serius diskriminasi dan agama dan tidak menghargai kebebasan nurani dan iman.”

Menurut ahli-ahli keagamaan Iran, murtad (tindakan seorang meninggalkan agama) bukanlah sebuah tindakan kejahatan atau tindakan kriminal menurut Hukum Pemerintah Iran.  Aaron menyatakan bahwa keputusan pengadilan tersebut didasari dari hukum Islam semata (Pengadilan Islam Revolusi Iran, dimana dan oleh siapa Youcef diadili) sebab hukum murtad tidak terdapat di hukum negara Iran.

Firouz Sadegh-Khanjani, saudara laki-laki pendeta Behrouz, perlakuan pemerintah Islam Iran atas kedua pendeta tersebut adalah bagian penganiayaan yang sedang trend melawan orang-orang Kristen di Iran. Menurut Firouz, mereka tidak pernah menjadi orang Islam, sebab kedua orang tua mereka Kristen. Ibu mereka Kristen (asal Kongo) dan ayah mereka berpindah ke Kristen sebelum mereka lahir.

September 2011, diadili kembali. Mohammad A. Dadkhah, pembela hukum dari pendeta Youcef bercerita bagaimana clientnya dipaksa berkali-kali untuk bertobat, ”Hakim terus menerus meminta client saya untuk berkata, ’Saya telah meninggalkan Kristianiti dan saya mengakui Islam sebagai (agama yang) lebih tinggi dari semua agama lainnya,’ dan dia (Youcef) selalu mengatakan ’Saya tidak akan mengatakan itu,’” Dadkhah bercerita. Pembela ini juga berkata bahwa ia sendiri diperintahkan tidak boleh memakai dasi (haram?), atau tidak boleh masuk ke ruang pengadilan, namun ia tetap pakai.  Berita hukuman mati atas pendeta Nadarkhani menjalar ke dunia internasional. Petisi-petisi dan kritik menggunung atas kebijakan pemerintah Iran.

Pengadilan Islam Iran tahu bahwa mereka tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan ditambah sorotan luar negeri, maka mereka mencari alasan lain untuk menghukum mati pendeta ini. Deputi Keamanan propinsi Gilan kemudian mengganti tuduhannya (termuat pada Kantor Berita Farsi; koran pendukung pemerintah Islam Iran tertanggal 30 September) dengan tuduhan ”pemerkosaan” dan ”pemerasan.” Pembela hukum terkejut dengan tuduhan baru ini sebab selama ini dan bahkan seminggu sebelum tuduhan baru ini muncul di koran, di pengadilan mereka tetap mempermasalahkan kasus ”pemurtadan pendeta tersebut.”

Maret 2012, tuduhan berubah kembali. Melalui campur tangan beberapa negara, seperti Norwegia, USA, Australia, Jerman dan belakangan ini Brazila,  akhirnya secara resmi Pemerintah Islam Iran mengakui bahwa pendeta Youcef Nadarkhani tidak terlibat di dalam pelanggaran criminal (perkosaan dan pemerasan) seperti yang mereka tuduhkan kepada Youcef di bulan September 2011, namun hanya melanggar hukum murtad Islam.

Farsi Chritian News Network (FCNN) melaporkan bahwa sebelum hari Natal 2011, pemerintah menahan orang-orang Kristen Protestant di Teheran dan enam kota lainnya. Mereka diijinkan pulang namun diancam. Natal tahun sebelumnya, Desember 2010, lebih dari 100 Kristen Protestant yang aktif di gereja-gereja rumah telah ditahan dan sebagian besar dilepaskan  kembali.

Komentar: Kira-kira dua minggu lalu saya berbincang-bincang dengan seorang ibu, imigran asal Iran, tentang pemerintah Islam Iran. Saya telah mengenal keluarga ibu ini lebih dari 3 tahun, kami saling berkunjung dan sering berbicara tentang sejarah: raja Darius dan Daniel (dan orang Yahudi lainnya yang pernah hidup di Persia (Iran sekarang). Ibu ini berkata, bahwa banyak orang sering salah mengerti tentang bangsa Iran, khususnya orang Barat yang ia temui salah mengerti. Bercerita tentang bangsa Iran, “Kami bukan orang Arab, bahkan kami tidak mengerti bahasa Arab, hanya sedikit orang Iran yang mengerti bahasa Arab,” katanya dengan nada protes yang disertai senyum. “Kami bukan orang Islam, kami memiliki agama sendiri [Zoroastrianism],” katanya dengan nada pasti. Kekesalannya atas apa yang terjadi di Iran sejak Revolusi Islam Iran nampak tercurahkan pada saat ia bercerita. “Jadi kamu lebih senang dipanggil ‘orang Persia’ atau ‘orang Iran?’” saya memotong ceritanya. “Tentu, orang Persia!,” ia menjawab dengan pasti sekali lagi dengan disertai senyum. Perkataan Ali Sina (pendiri Faith Freedom Internasional) dapat dipercaya ketika ia berkata bahwa lebih dari 60 % orang Islam bukanlah orang Islam. Kesimpulan bahwa propaganda Islam untuk masyarakat internasional bahwa Iran adalah negara Islam yang berpengaruh kuat telah berhasil dengan baik. Orang Kristen perlu berdoa bagi saudara-saudari mereka yang tinggal di Iran untuk mereka tetap kuat di dalam imam dan pengharapan mereka kepada Adonai Yeshua Ha Mashiah, berdoalah kiranya melalui waktu-waktu yang sulit ini lebih banyak lagi bangsa Persia mengenal akan YAHWEH, Elohim Yang Hidup, dan Putra-Nya, Yeshua Ha Mashiah (Yes 11:9-10 dan Roma 15:22).

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara. (Ef 6:18-20)

Bacaan dan video berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Ayatollah Khomeini kardus kembali ke Iran dari pembuangan


Berita hangat dari Persian Letters.blog tentang Iran.

Para tentar Iran memperingati kemenangan Ayatollah Khomeini kembali ke Iran tahun 1979 dengan kardus potongan bergambar pemimpin revolusi Islam Iran tersebut.

Tanggal 1 Febuari 1979, Ayatollah Ruhollah Khomeini – pemimpin Iran Revolusi Iran 1979 kembali dengan kemenangan ke Tehran dengan kapal terbang Air France dari Paris setelah 14 tahun di pembuangan.

Sekarang, 33 tahun kemudian, hari bersejarah itu diperingati lagi dengan dua tentara membawa potongan kardus besar berwajah Khomeini turun dari tangga pesawat dan di tunggu barisan tentara  untuk memberi penghomatan resmi  diiringi pasukan band kepada kardus Khomeini.

Khomeini kardus lainnya – satu ini tersenyum dan sedang duduk – muncul pada sebuah perayaan yang dihadiri oleh Hamid Reza Haji Babayi Menteri Pendidikan dan orang-orang penting lainnya untuk menandai kembalinya ayatollah ke Sekolah Refah, diaman ia telah membuka kantor 33 tahun yang lalu. Kardus Khomeini ini duduk disana sementara orang-orang lainnya  – beberapa nampak tidak nyaman disebelahnya – minum teh dan bercakap-cakap.

Perayaan-perayaan dengan Khomeini kardus bertujuan membangkitkan saat penting  di dalam sejarah modern Iran. Tetapi nampaknya menimbulkan efek yang berlawanan, menghasilkan beberapa humor dan komentar-komentar penghinaan di antara orang Iran sendiri.

Khomeini potongan kardus ditanya bagaimana perasaanya kembali ke Iran. ”Khomeini adalah (was) manusia dan namun dia tidak memiliki perasaan. Saya hanyalah sebuah potongan kardus,” dia berkata.

Satu humor pada media menambahkan foto kardus Khomeini dengan kalimat:

A. R. Khomeini: ”Hallo semuanya. Sangat menyenangkan bertemu kalian. Tetapi sudahkah kamu sempat melihat Akbar? Hashemi?. Mereka yang duduk di sebelahnya berpura-pura tidak mengenal siapakah ”Akbar” dan mencoba merubah pembicaraan. ”Kita tidak mendapatkan Akbar di tempat ini.” Mereka menambahkan: ”Kita tidak juga mendapatkan Mir Hossein Musavi dan Mehdi Karrubi. Mari rubah pembicaraan. Apa kabar dengan Anda?” 
Kedua nama terakhir adalah narapidana politik dari pemerintah Iran saat ini.

Komentar: Muhammad nabi Islam mengajar tidak boleh membuat dan menyembah patung (Surah 7:188-192), namun pemimpin Islam Shia mempunyai cara lain yang sangat kreatif bagaimana dapat menghidupkan kembali pujaan pemimpin agama mereka, Ayatollah Ruhollah Khomeini, untuk generasi modern Iran.

Bacaan berkait:

Referensi:

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

 

Iran: Komplek senjata meledak sementara melatih para jihad


 

Ledakan yang sangat besar terjadi hari Jumat 12 November di sebuah komplek senjata saat bahan-bahan peledak dipindahkan. Ledakan di komplek senjata ini membunuh 17 anggota Iranian Revolutionary Guard (tentara Islam radikal Iran), satu yang terbunuh adalah Jenderal Hasan Moghaddam, salah satu orang penting di program missile (roket berisi bahan peledak) Iran.

Pihak resmi Iran mengatakan bahwa ledakan di komplek itu adalah kecelakan semata. Tetapi Time Magazine mengutip pernyataan seorang intellegen Barat (tanpa menyebut sumber dan namanya) bahwa Israel ada dibelakang  ledakan tersebut.

Aaron Klein, reporter WND untuk Timur Tengah mengatakan bahwa ledakan di Iran ini terjadi setelah Jenderal Hasan mengirim para pembantunya ke Gaza untuk melatih para jihad Hamas dan Hezbollah bagaimana memakai roket-roket peledak tersebut – untuk menyerang negara Israel.  Hal ini dikuatkan juga oleh beberapa petugas keamanan Mesir yang mengatakan bahwa Iran telah mempersiapkan para kelompok terrorist Palestina di Gaza dan Hezbollah di Libanon untuk menyerang Israel ‘jika Israel menyerang fasiltas nuklir Iran.’

Beberapa minggu sebelumnya, pemerintah Syria dan Iran menyatakan bahwa kedua negara ini akan menyerang Israel apabila Barat melakukan intervensi militer di Syria. Bulan Maret 2011, kapal laut Victoria bermuatan belasan ton senjata dari Iran dengan tujuan Gaza tertangkap oleh tentara Israel.

Ledakan ini terjadi sehari setelah the International Atomic Energy Agency (IAEA) mengeluarkan laporan resminya bahwa benar Iran sedang menggembangkan senjatar nuklir. Projek nuklir Iran ini bukan saja meresahkan Israel (president Iran pernah menyatakan bahwa ”Israel harus dibuang dari peta dunia”) tetapi juga para negara tetangga Iran yang adalah Arab Sunni (seperti Saudi Arabia, Kuwait, Bahrain dsb).

Ledakan di komplek senjata Iran ini masih menjadi pembicaraan hangat: ”misterius, siapa pelaku ledakan tersebut?” Sebagian percaya bahwa itu adalah tindakan agent rahasia Israel, Mossad. Tetapi Israel tutup mulut. Jika itu orang Israel, bagaimana ia (atau mereka) dapat masuk ke komplek tentara Islam Iran yang ketat tersebut? Apakah klaim ”intellegent Barat” yang dikatakan majalah Time ini untuk memicu perang Arab melawan Israel?

Seorang bernama Julie memberi komentar berita yang berjudul: Western official: Israel is behind recent Iran explosion.” Saya akanlah mengatakan kepada kalian jika itu benar. Tetapi saya tahu tempat [komplek missile] itu sebab satu dari beberapa tetangga saya biasa bekerja disitu. Dia (pria) selalu bercerita kepada kami bahwa ledakan-ledakan semacam itu, ini terjadi mungkin dua atau tiga kali per tahunnya, tiap kali melampau 4 korban. Instalasi ini sangat tidak stabil dan  … orang yang sangat berpendidikan tidak bekerja di sana. Itu bukan milik tentara yang disiplin. The Revolutionary Guards adalah umumnya terdiri dari orang-yang berasal dari keluarga miskin yang tidak perduli akan kesehatan dan kehidupan mereka, dan untuk uang [dan agama] menerima segala bahaya.  Kali ini berita menjadi umum karena ledakan lebih besar dari umumnya dan seorang komandan dari penjaga revolusi juga terbunuh disitu. Bagaimanapun ledakan-ledakan sejenis itu tidaklah asing di sana. Diterjemahkan dari komentar 22. ”I would tell you if it was. But I know that place because one of my neighbours used to work there.” Lihat linknya utamanya di bawah. Garis bawah dari saya.

Israel selalu dikorbankan di dalam percaturan politik internasional. Barat menyerang negara Islam, Israel yang diancam akan diserang. Kecelakaan terjadi di negara Islam, Israel yang dituduh sebagai pelakunya. Kapan belajar untuk bertanggung jawab?

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Jepang: NGO Israel dan Iran kerja sama menolong korban gempa


Secara politik negara Iran merupakan musuh yang paling berbahaya  di Timur Tengah bagi Israel, tetapi tidaklah selalu demikian, orang-orang dari kedua negara tersebut masih mengingat hubungan yang hangat diantara dua bangsa tersebut, tulis Israel Today Magazine (5 April 2011).

Kedua team NGO ini bertemu di Kamaishi, Jepang Utara, yang dilanda tsunami setelah gempa bumi.

“Kami berjabatan tangan dan menjadi teman, pemimpin ZAKA bercerita, mereka  mendirikan tenda dan ingin membagikan makanan dan obat-obatan untuk penduduk setempat. Kami bergabung dan berdiri bersebelahan, memberikan makanan dan obat-obatan.”

Untuk mengurangi ketegangan, team Iran mencopot bendera kebangsaannya dari tenda mereka, dan team Israel mengikutinya.

Orang-orang Iran ini mengingatkan team ZAKA, yang semuanya adalah Yahudi Orthodox: “Kalian tahu bahwa kita adalah sepupu (cousins). Perang dan konflik adalah antara para pemimpin (politik), tetapi diantara masyarakat seharusnyalah ada damai. Kita tidak dapat melupakan bahwa kita adalah kerabat.”

Meshi-Zahav, pemimpin team, mengakui bahwa pada mulanya teamnya sedikit curiga, sebab orang-orang Iran ini banyak sekali memeluki mereka.

Negara Israel dan Iran memiliki hubungan yang sangat luar biasa baiknya sebelum munculnya Revolusi Islam Iran di tahun 1979.

Yayasan Kemanusian Israel yang bernama ZAKA, merupakan team bantuan luar negeri pertama yang memasang tenda mereka untuk menolong para korban gempa bumi di Jepang: mencari mayat dan orang yang terjebak diantara reruntuhan, pengobatan, pendistribusian obat dan makanan. Team ZAKA, adalah orang-orang yang sangat terampil dan berpengalaman di dalam menangani pertolongan pertama bagi para korban kecelakaan, di Israel mereka terlatih menolong para korban yang menderita serangan bom terrorist, tulis majalah (online) Israel Today.

Masyarakat Jepang sangat menghargai kehadiran ZAKA ini, bahwa ada bangsa lain yang begitu bersimpati atas penderitaan mereka, tulis Israel Today pada edisi sebelumnya. Meshi-Zahav sangat senang dengan apa yang teamnya kerjakan di Jepang, “Ini suatu  pengudusan nama Elohim yang sangat besar. … Kami melihat sisi baik Israel.” katanya.

ZAKA bermotto: ”Menyelamatkan yang hidup, Menghormati kehidupan, Untuk setiap sesama manusia,” adalah orang-orang Israel beragama. Mereka ingin menggenapi panggilan yang nenek moyang mereka telah terima di tanah Kanaan, jauh sebelum bangsa Israel terbentuk; Elohim berkata kepada Yakub (Israel) di kitab Kejadian: Berdirilah YAHWEH di sampingnya dan berfirman: “Akulah YAHWEH, Elohim Abraham (12:2), nenekmu, dan Elohim Ishak (25:11); tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. (Kej 28:13-14)

Aksi kemanusian ZAKA untuk kelas internasional lainnya ialah Tsunami di Thailand, imbas dari Tsunami Aceh),  gempa bumi Haiti.

Komentar: Kitab-kitab Perjanjian Lama; nabi Daniel, Ester, nabi Nehemiah, nabi Ezra (pasal 1) mencatat kedalaman dan kuatnya hubungan antara bangsa Persia dan Israel.

Berawal dari raja Darius dan raja Koresh (2Taw 36:22-23) yang membebaskan bangsa Israel dari perbudakan raja Nebukadnezar (Babilon, Irak), Daniel adalah pejabat tinggi di Iran, raja Darius bahkan menulis surat ke seluruh negara kekuasaannya untuk semua bangsa menghormati YAHWEH, Elohim-nya Daniel (Dan 6:26-28). Nehemiah adalah Juruminum raja Koresh (pasal 2). ratu Ester (Esther) adalah isteri resmi yang sangat disayang oleh raja Ahasyweros (Est 2:16-18). Paman Ester, Mordekhai, adalah pahlawan dan sekaligus pejabat tinggi dari raja tersebut (Est 2:21-23; 8:15)

Tentang raja Koresh, nabi Yesaya melalui hikmat Roh Kudus, telah menubuatkan dan menyebut nama raja ini, Koresh, Cyrus, sekitar 150 tahun sebelum ia jadi raja, dan nubuatan tersebut mengatakan bahwa Koresh akan dipakai oleh Elohim untuk membebaskan dan mengembalikan bangsa Israel ke tanah mereka, Kanaan. dan membangun dasar Bait Suci (Yes 44:28 ). Pada Yesaya 45, nubuatan tentang ”akan datangnya seorang raja yang berkuasa bernama Koresh” tertulis dengan jelas APA TUJUAN YAHWEH dari panggilan raja ini: supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah YAHWEH dan tidak ada yang lain, (Yes 45:6). Untuk lebih lengkap tentang keajaib ini silahkan baca: Tanah Kanaan / Israel / Palestina, dan kota Yerusalem milik siapa sebenarnya?

Jika kepentingan pribadi dan politik kotor disingkirkan maka akan keluar keindahan dan keharuman dari hidup bersama, terlepas bahasa dan kewarganegaraan kita. Inilah berkat yang dinanti-nantikan oleh setiap suku bangsa di dunia.

Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Zion. Sebab ke sanalah YAHWEH memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. (Maz 133:1-3)

Yeshua Ha Mashiah pada kotbahnya di bukit: Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Elohim (Mat 5:9)

Kiranya Elohim Abraham, Daniel memberkati team ZAKA dan team Iran beserta keluarga mereka masing! Amin.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Film “The Messiah”, versi Islam


Sebuah film tentang Yahshua Ha Mashiah / Yesus Kristus / Isa Almasih / Hazrat Isa Alaihe Salam yang tidak pernah tersalib. Film The Messiah ini asli buatan negara Islam Iran; disutradarai oleh seorang pendidik agama Islam, Pro. Dr. Nader Talebzadeh, dan pemeran utamanya Ahmed Solaimanniaya. Film ini telah memenangkan penghargaan sebagai film terbaik untuk membangkitkan dialog antar umat beragama dari The Rome’s Religion Today Film, yang berpusat di Roma.

Film ini dibuat sebagai serangan balik film Fitnah yang dibuat oleh seorang politikus Nederland Geert Wilders. Film Fitnah buatan Geert Wilders adalah murni politik dalam negeri Nederland, tidak ada sangkut pautnya dengan kepercayaan Kristiani.

Motif dari pembuatan film The Messiah buatan Iran ini jelas membuktikan kesalahan cara berpikir orang Muslim pada umumnya yaitu “semua orang kulit putih adalah Kristiani atau penganut ajaran Kristen.”

Sumber pemikiran yang berasaskan agama bahwa “Yahshua Ha Mashiah / Yesus Kristus / Isa Almasih tidak mati tersalib, tetapi Yudas yang tersalib” tidak diragukan lagi adalah bersumber dari Kuran dan Injil Gnostik Barnabas (satu dari sekian Injil yang tidak diakui oleh bapa-bapa Gereja Reformasi sampai sekarang, telah ada injil-injil gnostik di abad kedua, hadir setelah Gereja mula-mula bangkit dan berkembang).

Dr. Emir Caner, anak dari seorang pemimpin agama Islam terkenal dari Turki, yang sekarang menjadi dekan dari sekolah Alkitab mengkomentari film The Messiah ini sebagai berikut: “Pergilah melihat film itu dan tanyakan beberapa pertanyaan pada film ini:”

  • Kapan penyaliban Yahshua digantikan oleh orang lain menurut Alkuran?
  • Kenapa ibu dan para murid Yahshua tidak mengenali bahwa orang yang mereka ikuti itu telah ditukar sebelum berada di atas kayu salib?
  • Apa tujuan Elohim (Allah bagi orang Muslim) membutakan semua kerumunan termasuk murid-murid Yahshua dan Maria, ibu-Nya, sehingga mereka tetap berpikir bahwa Yahshua lah yang sedang disalibkan?

Katanya lebih lanjut, ”Mungkin orang-orang Muslim dan Kristen akan mengenali bahwa Kuran hanya menawarkan kemungkinan yang tipis kedalam satu dari peristiwa-peristiwa yang sangat banyak sekali dicatat di sejarah sementara Alkitab telah memberikan bukti yang rapi dan hati-hati secara detail kejadian saat itu kedalam sejarah.”

Pembuat film ini mempunyai pemikiran tentang Yahshua / Isa sama sebagai mana umumnya para Muslim berpikir katanya, Dia bukanlah putra Elohim dan tidak pernah ada sebagai putra Elohim. Dia adalah seorang nabi dan tidak disalib, orang lain yang disalib sebagai gantinya.” Ini sesuai ajaran Muhammad pada surah 4:157-158. Perlu diketahui bahwa Kuran tidak berkata bahwa Yudas yang disalib. Ini interpretasi orang Muslim sendiri.

Aliran Islam yang pertama kali mengembangkan ajaran ‘Injil’ Barnabas: “Yudas tersalib menggantikan Yahshua” adalah Hazrat Ahmad, pendiri Islam Ahmadiya. Dan Hazrat mengajar bahwa Allah telah menunjuk dirinya sebagai “Almasih” (Ha Mashiah). Ajaran Ahmadiyah yang murahan ini ternyata menyebar ke aliran Islam lainnya seperti Shia dan bahkan Sunni.

Susah untuk dimengerti, mengapa orang Islam begitu mudah menerima suatu sumber ajaran yang tidak memiliki dasar histori dan kebenarannya. Injil Barnabas adalah buku buatan abad ke 16, yang berasal dari bahasa Itali dan kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Spanyol. Yahshua berkata lebih dari 3 kali bahwa Yudas adalah penghianat sebelum Yudas menjual gurunya sendiri, bagaimana mungkin orang Islam bisa percaya begitu mudah bahwa “penghianat adalah seorang pahlawan.” Dengan menyebarkan ajaran “Yudas tersalib menggantikan Yahshua,” sesungguhnya orang Islam ini menyebabkan kerusakan kepada agamanya sendiri.

Film ini sudah diputar di Iran dan segera akan tersedia pada internet menurut CNN. Untuk film Fitnah CNN tidak berani memuat film Fitnah ini pada situsnya.

Jelas film ini bagian dari kerja Iblis melalui nabi-nabi dan guru-guru palsunya (Wahyu 16:13) untuk menipu Dunia. Musuh orang Kristen bukanlah darah dan daging tapi Iblis dan malaikat-malaikat yang berontak mengikuti Iblis. Roh-roh Jahat ini menipu penduduk di Dunia untuk berpihak kepadanya, banyak orang Muslim telah berhasil ditipunya, seperti profesor Iran ini.
Di bawah ini tulisan seorang bekas anggota Front Pembebasan Islam (FPI). Dari pengalamannya selama tiga tahun di Afganistan berbicara dengan tokok-tokoh Islam di sana, ia menemukan beberapa alasan mengapa orang Muslim membenci orang Kristen: (garis bawah dan penebalan dari saya)

Timbulnya roh iri hati,

  • Tidak satupun ayat Al-Qur`an yang membicarakan bahwa umat Islam ini dijamin keselamatannya. Tidak ada satupun.
  • Dan tidak ada satupun mengatakan bahwa bangsa Arab ini adalah umat pilihan yang diberkati oleh Tuhan. Ini nggak ada.
  • Mereka iri, mereka bertanya, untuk apa aku percaya kepada Al-Qur`an, kalau Al-Qur`an ternyata membicarakan agama orang lain?, Membicarakan umatnya orang lain? Membicarakan junjungan orang lain?

Sesuatu hal yang nggak masuk akal.

  • Muhammad ditulis di Al-Qur`an itu cuma dua persen, Yesus ditulis di Al-Qur`an tujuh puluh lima persen. Sesuatu yang aneh. Harusnya itu Yesus ditulis dua persen, Muhammad ditulis tujuh puluh lima persen. Ini keterbalikannya. Sehingga banyak orang Islam mulai berpikir, kenapa kok bisa begini?
  • Dia terus cari, mereka kepingin tahu, diberkatilah Allah Abraham, Allah Yakub, Allah Iskak, dan harus ditambah Allah Ismael. (apakah benar demikian?) Al-Qur`an tidak pernah menemukan dan menulis satu ayat pun tentang diberkatilah Allah Ismael. Selalu dikatakan diberkatilah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Di manakah Ismael? Mereka protes. Mereka protes kenapa Tuhan ini nggak adil? Sangat-sangat tidak adil, di mana letak Ismael?

Kalau kita mau kembalikan kepada Alkitab, Al-Qur`an ini merespon dengan kejujurannya. Kenapa?
Karena Ismael menurut Alkitab memang tidak pernah ada berkat. Yah, berkat yang dicurahkan Tuhan kepada Ismael dikarenakan satu hal, yaitu permintaan dari bapaknya. Kalau bapaknya tidak minta berkat kepada Tuhan untuk dicurahkan kepada Ismael, maka Tuhan nggak akan memberkati Ismael. Jadi Tuhan memberkati menganugerahkan kepada Ismael karena permohonan Ibrahim…. Sehingga Al-Qur`an tidak pernah menulis.

Mereka mulai bingung, kenapa? Dari kecemburuan inilah akhirnya mereka membuat satu hal yang sangat paten.
Al-Qur`an tidak boleh dibahasakan, Al-Qur`an harus dibahasakan sesuai dengan bahasa aslinya. Apa yang terjadi di Indonesia? Terjadilah sebuah tatanan bahasa “iqrok” , “tata cara membaca Al-Qur`an”.
Membaca thok, itu sudah ibadah, membaca thok itu sudah dapat pahala…”

Film terkait: watch on-line

Bacaan terkait:

Referensi:

Muslim “Messiah” Movie at film Festival

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog