Irak: Al-Qaeda menterror Islam Shia, 107 tewas


Suatu serangan terror yang terencana merusak ketentraman 13 desa dan kota di Irak pada hari Minggu 22 July. Kebanyakan yang terbunuh adalah tentara-tentara keamanan negara. Sedikitnya 107 meninggal dunia dan 216 luka-luka.

Sedikitnya lima mobil bom mentargetkan kota Kirikuk, wilayah-wilayah Islam Shia di Bagdad juga diserang dengan bom. Di desa Udaim, sepasukan terrorist dengan 3 mobilnya tiba di komplek militer menembaki para tentara, 13 tewas.

Laporan mengatakan kebanyakkan dari korban adalah tentara-tentara keamanan – yang nampak telah menjadi target utama serangan berdarah Minggu itu.

14 polisi juga tewas; post-post pemeriksaan mereka diserang dengan mobil-mobil bom dan dikabarkan juga bahwa rumah-rumah polisi pun telah menjadi sasaran.

Serangan datang setelah beberapa hari sebelumnya pemimpin Al-Qaeda Irak, Abu Bakr al-Bagdadi mengumumkan akan merebut kembali kekuasaan yang di ambil oleh pemerintah Islam Shia dari tangan Islam Sunni (Saddam Hussein).

Menurut Associated Press, Abu Bakr pada rekaman suara yang dimuat pada situs Al-Qaeda menyatakan bahwa “Mayoritas Sunni di Irak mendukung al-Qaeda dan sedang menantikan kembalinya.”

Komentar: Jika benar agama Islam adalah jawaban bagi dunia; membawa keberadaban dan kemakmuran seperti yang sering di dakwakan oleh para imam dan pengkotbah Islam,  sekali lagi dunia internasional bertanya: Mengapa Islam radikal membenci pendidikan dan stabilitas, yang keduanya merupakan sumber essensi dari terciptanya suatu negara yang beradab dan makmur?

Di Syria, President Assad (Islam Shia) sedang diserang oleh ‘pasukkan pembebasan Syria’ dan kelompok pemberontak lainnya, yang semuanya adalah Islam Sunni, dan negara-negara Arab (Sunni) adalah penyokong keuang mereka (gaji dan pembelian senjata). Adakah orang yang menyangkal bahwa perang di Syria adalah perang antara Islam Shia versus Islam Sunni?

Referensi:

Bacaan berkait:

Iklan

Bom bunuh diri di Mesjid-mesjid Irak dan Pakistan


Irak. Mesjid terbesar untuk umat Sunni di Bangdad  berbajir darah oleh ledakan bom bunuh diri pada saat  jemaat bersembayang pada hari Minggu tanggal 28 Agustus ini, tiga hari sebelum Idul Fitri.  29 meninggal dan 35 luka-luka. Berita terakhir (TV) hari ini mengatakan 33 tewas. Salah satu yang meninggal pada serangan bom tersebut adalah seorang parlement pembuat hukum Khalid al-Fahdawi, dan korban yang luka-luka diantaranya para orang tua dan anak-anak.

Pemimpin keamanan setempat mengenali penyerang tersebut, pelakunya seorang lanjut usia, dan berkata, ”Itulah sebabnya mengapa itu sangat mudah untuk dia memasuki mesjid tersebut.” Pembom bunuh diri nampak berjalan diantara keramaian pengunjung , ketika pemimpin mesjid memulai berbicara, penyerang ini meledakkan bomnya, melanjutkan ceritaya.

Pemimpin mesjid ini terkenal dengan kotbatnya yang  menentang ”faham ektrim kekeran,” itu sebabnya ia sering menerima ancaman-ancaman mati. Oleh karenya ia menuduh Al-Qaida di balik serangan bom  bunuh diri di atas. Laporan berkata.

Intelejen Irak berkata bahwa Al-Qaida mentargerkan menyerang kekuatan keamanan dan pemerintah untuk membuktikan bahwa Irak tetap tidak stabil.  Tahun 2006 sebuah mesjid indah Shia dihancurkan dengan bom yang berakibat kekerasan antar sekte di hampir seluruh Irak.

Pemerintah Irak mengatakan dalam tahun 2006-2007 kekerasan di seluruh Irak menjcapai puncaknya.  Jumlah 259 jiwa yang tewas di Irak Juli ini adalah urutan kedua tertinggi di tahun 2011.

Di Pakistan, 19 Agustus, Jumat minggu kemarin, bom bunuh diri terjadi di sebuah mesjid di wilayah Khyber,  dekat perbatasan Afganistan.  Mesjid yang dipadati dengan orang-orang sembayang di hari suci umat Islam, Jumat, menjadi banjir  darah oleh bom yang meledak di dalam masjid tersebut. Berita mengatakan 40 pengunjung mesjid meninggal dan 100 lainnya luka-luka.  Para penduduk setempat menduga bahwa serangan bom tersebut dilakukan oleh Taliban Pakistan, sebagai serangan balas dendam  setelah pentempuran-pertempuran antara militant Taliban dengan penduduk suku setempat yang terjadi pada hari-hari sebelumnya.

Peristiwa ledakan bom bunuh diri di mesjid Pakistan ini  merupakan pengulangan dari kejadian serupa pada Jumat 27 Maret 2009, sedikitnya 40 pengunjung sembayang Jumat mati langsung dan 70 lainnya luka-luka.  Kejadian ini juga terjadi di wilayah Khber. Pemimpin utama wilayah Khyber ini berkata bahwa pembunuh diri meledakkan dirinya sendiri segera setelah Imam yang memimpin ibadah berkata ”Allah hu Akbar” untuk memulai doa Jumat siang.

 Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

 

 

Terrorist memperkosa untuk merecruit pembom bunuh diri


Samira Ahmed Hassim, (51 tahun), dikenal sebagai “Ibu dari Orang-orang Percaya” telah ditangkap karena ia terlibat didalam lingkaran para terrorist yang menggunakan pemerkosaan sebagai suatu cara “mempengaruhi” wanita-wanita muda menjadi pembom-pembom bunuh diri, demikian laporan dari sebuah video yang di keluarkan Selasa oleh Polisi Irak. Ibu ini terlibat didalam sebuah jaringan organisasi terrorist Ansar al-Sunnah. Alasan merecruit wanita ialah karena lebih mudah untuk wanita menyembunyikan bahan-bahan peledak di dalam baju mereka dibanding untuk pria.

Pengakuannya kepada Associated Press di penjara: lusinan wanita-wanita muda yang telah ditangkap dan diperkosa oleh jaringan terrorist ini dikirim kepada “Ibu dari Orang-orang Percaya” ini. Tugas ibu ini adalah memperngaruhi para wanita muda korban pemerkosaan ini untuk “menebus dosa mereka” – keluar dari citra diri yang buruk dan malu – dengan jalan menjadi pembom bunuh diri untuk agama mereka, atau akan berhadapan dengan hukum Islam.

Menurut jurubicara militer irak, Maijen Qassim al-Moussawi, Samira A. Hassim telah berhasil menyakinkan 80 wanita muda.

Al Qaeda juga mempergunakan perkosaan untuk menarik para pria menjadi pembom bunuh diri, laporan, menurut koran Inggris, The Sun. Pria-pria muda (16-19 tahun) ini dipojokan dengan “stigma sosial yang berat (dilabelkan sebagai orang homo) dan ketakutan teraniaya oleh masyarakat karena label tersebut”, hal-hal ini akan membuat mereka mudah ditarik menjadi pembom-pembom bunuh diri, laporan ini menambahkan.

Sumber lainnya, Ennahar Online sebuah situs Algeria melaporkan bahwa pemuda berumur 22 tahun yang terbunuh di dalam pencobaan pemboman pada sebuah instalasi keamanan Algeria bulan lalu ditemukan pada tubuhnya bekas-bekas perkosaan.

Pelanggaran-pelanggaran pemerkosaan dan hubungan homosex keduanya akan menghadapi hukuman mati di bawah hukum Islam Sharia.

CNN melaporkan bahwa Selasa malam bom meledak di Punyab Selatan, Pakistan menewaskan 24 orang dan melukai 50 lainnya. Ini terjadi ketika kira-kira 600 penganut Shia Muslim berjalan menuju sebuah mesjid untuk memperingati hari ke empat puluh Muharram. Serangan bom Sunni atas orang Shia pada saat perayaan Shia Muslim sering terjadi di Pakistan dan di Irak.

Catatan dari saya: Peristiwa di atas tentu hal yang sangat-sangat menyedihkan. Pememperkosaan itu sendiri adalah perbuatan yang jahat dan tidak dibenarkan baik oleh agama maupun hukum sipil, apalagi bila korbanya adalarh anak-anak muda. Terlebih lagi memperkosa anak-anak muda dan kemudian menuduh mereka sebagai pelanggar aturan agama dan hukum sipil, ini adalah kejahatan tingkat tinggi.

Namun yang lebih jahat dari kedua hal tersebut – memperkosa dan menuduh – alah 1. Memakai kedua tindakan jahat ini untuk menjadikan para korban tersebut sebagai pembunuh orang lain dan diri mereka sendiri demi perjuangan ideologi agama para pemerkosa mereka. 2. Menyesatkan para korban ini dengan memberi pemikiran kepada mereka bahwa membunuh adalah jalan keluar dari ”dosa sex mereka” sebagai jalan yang suci dan dibenarkan agama.

Ini adalah tantangan besar bagi organisasi-organisasi kemanusia (HAM, kebutuhan pokok dan kesehatan). Menyuplai kebutuhan pokok itu penting, namun itu akan menjadi sia-sia jika sumber masalahnya (terrorisms, pelanggaran HAM) tidak dipangkas, dan masyarakat tidak dididik tentang Kebenaran dan nilai-nilai kehidupan.

Hendaklah kita berdoa untuk generasi muda di Timur Tengah dan di Asia agar mereka dapat menikmati hidup keremajaan mereka dengan indah dan benar sehingga dari mulut mereka boleh keluar puji-pujian dan kata-kata pengagungan untuk Pencipta mereka. Di dalam nama Adonai Yahshua Ha Mashiah dan kekuatan Roh Kudus-Nya kita membebaskan mereka dari tipuan Iblis dan dari belenggu-belenggu si jahat. Ingatlah mereka di dalam doa-doa Anda.

Ya YAHWEH, Yahweh kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.  Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. (Mazmur 8:1-2)

Referensi:

Terrorists Rape to Recruit Suicide Bombers

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog