Film “The Messiah”, versi Islam


Sebuah film tentang Yahshua Ha Mashiah / Yesus Kristus / Isa Almasih / Hazrat Isa Alaihe Salam yang tidak pernah tersalib. Film The Messiah ini asli buatan negara Islam Iran; disutradarai oleh seorang pendidik agama Islam, Pro. Dr. Nader Talebzadeh, dan pemeran utamanya Ahmed Solaimanniaya. Film ini telah memenangkan penghargaan sebagai film terbaik untuk membangkitkan dialog antar umat beragama dari The Rome’s Religion Today Film, yang berpusat di Roma.

Film ini dibuat sebagai serangan balik film Fitnah yang dibuat oleh seorang politikus Nederland Geert Wilders. Film Fitnah buatan Geert Wilders adalah murni politik dalam negeri Nederland, tidak ada sangkut pautnya dengan kepercayaan Kristiani.

Motif dari pembuatan film The Messiah buatan Iran ini jelas membuktikan kesalahan cara berpikir orang Muslim pada umumnya yaitu “semua orang kulit putih adalah Kristiani atau penganut ajaran Kristen.”

Sumber pemikiran yang berasaskan agama bahwa “Yahshua Ha Mashiah / Yesus Kristus / Isa Almasih tidak mati tersalib, tetapi Yudas yang tersalib” tidak diragukan lagi adalah bersumber dari Kuran dan Injil Gnostik Barnabas (satu dari sekian Injil yang tidak diakui oleh bapa-bapa Gereja Reformasi sampai sekarang, telah ada injil-injil gnostik di abad kedua, hadir setelah Gereja mula-mula bangkit dan berkembang).

Dr. Emir Caner, anak dari seorang pemimpin agama Islam terkenal dari Turki, yang sekarang menjadi dekan dari sekolah Alkitab mengkomentari film The Messiah ini sebagai berikut: “Pergilah melihat film itu dan tanyakan beberapa pertanyaan pada film ini:”

  • Kapan penyaliban Yahshua digantikan oleh orang lain menurut Alkuran?
  • Kenapa ibu dan para murid Yahshua tidak mengenali bahwa orang yang mereka ikuti itu telah ditukar sebelum berada di atas kayu salib?
  • Apa tujuan Elohim (Allah bagi orang Muslim) membutakan semua kerumunan termasuk murid-murid Yahshua dan Maria, ibu-Nya, sehingga mereka tetap berpikir bahwa Yahshua lah yang sedang disalibkan?

Katanya lebih lanjut, ”Mungkin orang-orang Muslim dan Kristen akan mengenali bahwa Kuran hanya menawarkan kemungkinan yang tipis kedalam satu dari peristiwa-peristiwa yang sangat banyak sekali dicatat di sejarah sementara Alkitab telah memberikan bukti yang rapi dan hati-hati secara detail kejadian saat itu kedalam sejarah.”

Pembuat film ini mempunyai pemikiran tentang Yahshua / Isa sama sebagai mana umumnya para Muslim berpikir katanya, Dia bukanlah putra Elohim dan tidak pernah ada sebagai putra Elohim. Dia adalah seorang nabi dan tidak disalib, orang lain yang disalib sebagai gantinya.” Ini sesuai ajaran Muhammad pada surah 4:157-158. Perlu diketahui bahwa Kuran tidak berkata bahwa Yudas yang disalib. Ini interpretasi orang Muslim sendiri.

Aliran Islam yang pertama kali mengembangkan ajaran ‘Injil’ Barnabas: “Yudas tersalib menggantikan Yahshua” adalah Hazrat Ahmad, pendiri Islam Ahmadiya. Dan Hazrat mengajar bahwa Allah telah menunjuk dirinya sebagai “Almasih” (Ha Mashiah). Ajaran Ahmadiyah yang murahan ini ternyata menyebar ke aliran Islam lainnya seperti Shia dan bahkan Sunni.

Susah untuk dimengerti, mengapa orang Islam begitu mudah menerima suatu sumber ajaran yang tidak memiliki dasar histori dan kebenarannya. Injil Barnabas adalah buku buatan abad ke 16, yang berasal dari bahasa Itali dan kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Spanyol. Yahshua berkata lebih dari 3 kali bahwa Yudas adalah penghianat sebelum Yudas menjual gurunya sendiri, bagaimana mungkin orang Islam bisa percaya begitu mudah bahwa “penghianat adalah seorang pahlawan.” Dengan menyebarkan ajaran “Yudas tersalib menggantikan Yahshua,” sesungguhnya orang Islam ini menyebabkan kerusakan kepada agamanya sendiri.

Film ini sudah diputar di Iran dan segera akan tersedia pada internet menurut CNN. Untuk film Fitnah CNN tidak berani memuat film Fitnah ini pada situsnya.

Jelas film ini bagian dari kerja Iblis melalui nabi-nabi dan guru-guru palsunya (Wahyu 16:13) untuk menipu Dunia. Musuh orang Kristen bukanlah darah dan daging tapi Iblis dan malaikat-malaikat yang berontak mengikuti Iblis. Roh-roh Jahat ini menipu penduduk di Dunia untuk berpihak kepadanya, banyak orang Muslim telah berhasil ditipunya, seperti profesor Iran ini.
Di bawah ini tulisan seorang bekas anggota Front Pembebasan Islam (FPI). Dari pengalamannya selama tiga tahun di Afganistan berbicara dengan tokok-tokoh Islam di sana, ia menemukan beberapa alasan mengapa orang Muslim membenci orang Kristen: (garis bawah dan penebalan dari saya)

Timbulnya roh iri hati,

  • Tidak satupun ayat Al-Qur`an yang membicarakan bahwa umat Islam ini dijamin keselamatannya. Tidak ada satupun.
  • Dan tidak ada satupun mengatakan bahwa bangsa Arab ini adalah umat pilihan yang diberkati oleh Tuhan. Ini nggak ada.
  • Mereka iri, mereka bertanya, untuk apa aku percaya kepada Al-Qur`an, kalau Al-Qur`an ternyata membicarakan agama orang lain?, Membicarakan umatnya orang lain? Membicarakan junjungan orang lain?

Sesuatu hal yang nggak masuk akal.

  • Muhammad ditulis di Al-Qur`an itu cuma dua persen, Yesus ditulis di Al-Qur`an tujuh puluh lima persen. Sesuatu yang aneh. Harusnya itu Yesus ditulis dua persen, Muhammad ditulis tujuh puluh lima persen. Ini keterbalikannya. Sehingga banyak orang Islam mulai berpikir, kenapa kok bisa begini?
  • Dia terus cari, mereka kepingin tahu, diberkatilah Allah Abraham, Allah Yakub, Allah Iskak, dan harus ditambah Allah Ismael. (apakah benar demikian?) Al-Qur`an tidak pernah menemukan dan menulis satu ayat pun tentang diberkatilah Allah Ismael. Selalu dikatakan diberkatilah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Di manakah Ismael? Mereka protes. Mereka protes kenapa Tuhan ini nggak adil? Sangat-sangat tidak adil, di mana letak Ismael?

Kalau kita mau kembalikan kepada Alkitab, Al-Qur`an ini merespon dengan kejujurannya. Kenapa?
Karena Ismael menurut Alkitab memang tidak pernah ada berkat. Yah, berkat yang dicurahkan Tuhan kepada Ismael dikarenakan satu hal, yaitu permintaan dari bapaknya. Kalau bapaknya tidak minta berkat kepada Tuhan untuk dicurahkan kepada Ismael, maka Tuhan nggak akan memberkati Ismael. Jadi Tuhan memberkati menganugerahkan kepada Ismael karena permohonan Ibrahim…. Sehingga Al-Qur`an tidak pernah menulis.

Mereka mulai bingung, kenapa? Dari kecemburuan inilah akhirnya mereka membuat satu hal yang sangat paten.
Al-Qur`an tidak boleh dibahasakan, Al-Qur`an harus dibahasakan sesuai dengan bahasa aslinya. Apa yang terjadi di Indonesia? Terjadilah sebuah tatanan bahasa “iqrok” , “tata cara membaca Al-Qur`an”.
Membaca thok, itu sudah ibadah, membaca thok itu sudah dapat pahala…”

Film terkait: watch on-line

Bacaan terkait:

Referensi:

Muslim “Messiah” Movie at film Festival

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan