Kerinduan untuk mengenal Yeshua Ha Mashiah lebih dalam


Sehingga … saya dapat mengenal Yeshua dan kuasa kebangkitan-Nya dan turut mengambil bagian dalam penderitaan-Nya, bahkan serupa dengan kematian-Nya (Filipi 3:10; terjemahan dari GLT)
So that … I may know Jesus and the power of his resurrection, and be a partaker of his sufferings, even to a death like his (GLT)[1]

Yeshua Anak Domba PaskahMula pertama saya ingin mengucapkan Selamat PASKAH (Happy PASSOVER) kepada semua pembaca, semoga minggu Paskah ini membawa kita, orang yang beriman kepada Yeshua semakin kuat kasih dan iman kita kepada Dia, Yahweh dan Juruselamat kita.

Latar belakang rasul Paulus. Tidak diragukan, sebagaimana kitab-kitab suci telah menulis, bahwa Paulus telah mengenal secara pribadi Yeshua Ha Mashiah; Yeshua telah menampakkan diri-Nya secara unik dan berbicara kepada Paulus secara pribadi saat menuju kota Damsyik/ Damaskus, Syria (Kis 9:1-9), kebutaan matanya disembuhkan melalui pesan sorgawi, dan dipenuhi Roh Kudus saat itu juga (Kis 9:10-17), bahkan karunia Roh Kudus yang ada padanya bekerja secara luar biasa; menyembuhkan orang sakit, berbicara berbagai bahasa manusia dan malaikat dsb. (1 Kor 13:1-2). Melalui rasul Paulus, Jemaat-jemaat (Gereja-gereja) di Eropa dan Asia Minor dibangun, dan kitab-kitab Perjanjian Baru penuh dengan pengajarannya – yang ia terima bukan dari rasul Petrus atau rasul-rasul lainnya, tetapi ia menerima semua itu dari Yeshua, sebagaimana ia menyatakan: Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yeshua Ha Mashiah.  (Gal 1:11-12). Melalui pernyataan rasul Paulus ini kepada Jemaat di Galatia, ia tahu persis bahwa Yeshua bukanlah hanya 100% manusia, tetapi juga 100% Elohim (God, Allah), sebagaimana juga tertulis di seluruh Injil di Alkitab.

Kerinduan untuk mengenal Yeshua Ha Mashiah lebih dalam lagi. Rasul Paulus dengan semua pengetahuannya di atas tentang Yeshua dan pengalamannya bersama Yeshua, tidaklah membuat ia berhenti dan menjadi puas diri – ia ingin lebih lagi!

Beberapa hal yang dapat membuat kita lebih mengenal Yeshua Ha Mashiah:
A. Dengan menambah hubungan pribadi kita dengan Yeshua, baik secara kuantitas maupun kualitas waktu. Paulus berkata: Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu (Ef 6:18). Smith Wigglesworth, dikenal sebagai “rasul iman abad 20” ditanya, “Anda adalah orang beriman dan mujizat, Anda telah membangkitkan banyak orang mati. Anda telah mengusir lebih banyak roh-roh jahat daripada kami telah mendapat makan panas malam hari. Ceritakan pada kami, berapa lama Anda berdoa setiap hari? “Well, rasul ini menjawab, Saya tidak berdoa bahkan lebih panjang dari dua puluh menit.” “Apa?” para penanyanya tersentak. Setelah berhenti untuk melihat reaksi, Smith melanjutkan, “Benar, tetapi saya tidak pernah pergi dua puluh menit tanpa berdoa.” Smith Wigglesworth menyatakan bahwa kehidupan doa kita tidak diukur di dalam menit. Doa adalah gaya hidup. Doa adalah komunikasi dua arah yang berkelanjutan dengan Elohim.[2]

B. Membangkitkan kasih yang mula-mula melalui perbuatan. Paulus sendiri telah mengalami kuasa kebangkitan Yeshua di dalam hidupnya; yang merubahnya dari seorang fanatik agama dibangkitkan menjadi fanatik Jalan Lurus (Kebenaran); dari seorang penganiaya Jemaat YAHWEH dibangkitkan menjadi pendiri Jemaat YAHWEH.
Kuasa kebangkitan-Nya akan semakin kita kenal ketika kita terus menerus menyaksikan kepada orang lain apa yang telah Yeshua kerjakan di dalam kehidupan kita, dan juga melalui pemaikaian semua karunia-karunia dan setiap talenta yang Ia telah berikan kepada kita.
Kuasa kebangkitan Yeshua sungguh tidak terselami oleh pikiran manusia dan begitu luar biasa, melalui ilham Roh Kudus Paulus mengerti bahwa menjelang memasuki Aniaya Besar, sangkakala Elohim akan ditiup, dan secara serempak dan seketika semua dari mereka yang mati dalam Ha Mashiah akan bangkit (1 Tes 4:16). Sungguh kuasa yang luar biasa.

C. Tetap mengucap syukur apa pun yang terjadi pada kita.  
Setiap perayaan Paskah kita mengadakan Perjamuan Kudus/ Suci memecahkan roti yang tidak beragi dan minum air anggur untuk mengingat bagaimana Yeshua sebagai korban Anak Domba yang dibawa ke tempat sembelihan, dihina dan dianiaya secara brutal oleh orang-orang berdosa, tetapi Dia tetap tidak menggerutu bahkan sampai mati tersalib (Yes 53). Rasul Paulus di dalam tugasnya memberitakan Injil Kerajaan Elohim telah seringkali teraniaya, bahkan hampir mati (2 Kor 11-23-29). Kenyataanya, suratan Paulus kepada Jemaat di Filipi ini ia tulis saat ia sedang dipenjara oleh karena pemberitaan Injil (Fil 1:12-14). Tentu sebagai orang benar Paulus bisa mengeluh, bahkan mempertanyakan YAHWEH, “mengapa semua kesusahan ini menimpa dirinya,” sebaliknya Paulus menguatkan Jemaat Filipi, “Lakukanlah segala sesuatu tanpa keluh kesah dan perbantahan” (2:14)  lebih lanjut ia berkata, Bersukacitalah senantiasa dalam Yahweh! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Yahweh sudah dekat!  (4:4-5)”

D. Mengambil bagian dari penderitaan Yeshua dan Jemaat-Nya. Paulus mengerti perkataan Yehsua ini: Dalam dunia kamu menderita penganiayaan (Yoh 16:33). Hal ini haruslah dilihat sebagai sesuatu yang normal atau alamiah (seperti adanya darah di dalam tubuh kita) atau Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.  (Mat 10:24), jadi Yeshua ingatkan kita Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka … Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” (ay 26, 28). Paulus berkata bahwa pemenjaraan dan belenggu atas dirinya membawa kemajuan Injil, saudara seiman semakin diyakinkan diyakinkan  di dalam Yahweh dan menjadi semakin berani berkata-kata tentang firman Elohim dengan tidak takut (Fil 1:12-14). Peganglah teguh iman Anda dalam Yeshua Ha Mashiah, berapapun harganya, dan kuatkan saudara-saudari kita yang teraniaya sehingga mereka pun bisa sampai pada garis akhir.

Motor penggerak dari kerinduan rasul Paulus yang begitu besar tentang Yeshua.
Filipi pasal 3 adalah kunci dari rahasia kerinduan rasul Paulus di atas. Namun, apa pun yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, aku telah menganggap hal itu kerugian karena Ha Mashiah (Kristus) (ay 6; ILT)

Sebelum Saulus (nama asli Paulus) mengerti siapa tepatnya Yeshua Ha Mashiah, ia berbangga diri sebagai orang Yahudi, umat pilihan YAHWEH melalui benih Abraham, Ishak dan Yakub; telah mengejar dan sungguh giat di dalam peraturan-peratuan agama: sunat daging, tidak makan binatang tidak bersih/ haram, ibadah pada hari Sabat, mengikuti semua peraturan Torah/ Taurat tanpa cacat; pergi dari satu kota ke kota lain bahkan keluar negeri hanya untuk menyiksa dan membunuhi Jemaat Yeshua demi membela agamannya.

Setelah ia mengenal Yeshua, mata rohaninya terbuka lebar, ia sadar bahwa keturunan rasnya dan pengejaran pembenaran diri melalui praktek Torat tidaklah bernilai banyak dibanding harta rohani yang ia dapatkan di dalam Yeshua; yang terdahulu itu digolongkannya sebagai “kerugian” dan “sampah” (ay 8).  Yang rasul Paulus maksudkan sebagai “kerugian” dan “sampah” ini BUKANLAH apa yang YAHWEH telah perintahkan kepada umat Israel untuk dilakukan sesuai Torat, sebab ia sebagai orang Ibrani asli tetap memelihara dan melakukannya!, baca ayat 4-6 dan:

  • Tentang sunat daging: Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi gunanya. (Rom 2:25). Di sini jelas sunat daging tidak berguna bagi orang Islam yang sama sekali tidak mentaati hukum Taurat. Termasuk bagi orang Yahudi sendiri sekalipun yang adalah keturunan sah dari Abraham, Ishak dan Yakub JIKA ia gagal mentaati Taurat alias hidup secara kafir / lawlessness (Gal 2:14). Sunat daging, bukanlah syarat keselamatan, namun hanya tanda keturunan.
  • Tentang menguduskan hari Sabat: Dan sebagaimana yang biasa bagi Paulus …selama tiga sabat ia bertukar pikiran dengan mereka tentang Kitab Suci (Kis 17:2; ILT). Juga pada Kis 13:42-43. Kuburan Yeshua yang sudah kosong
  • Tentang Torah / Taurat: Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. (Rom 13:10), juga berlaku dalam ibadah (1 Kor 14:34). Raja Israel yang sangat dikasihi YAHWEH juga berkata, Taurat YAHWEH itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan YAHWEHitu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah YAHWEHitu tepat, menyukakan hati; perintah YAHWEH itu murni, membuat mata bercahaya.  (Maz 19:7-8). Perhatikan: Kasih adalah kegenapan, dan bukan akhir dari hukum Taurat.

Setelah Paulus mengenal Yeshua, sikapnya terhadap Torah YAHWEH berubah; sebelumnya ia melakukan perintah Torah sebagai pengejaran untuk memperoleh pembenaran Elohimnya agar beroleh KESELAMATAN sehingga mampu meraih kebangkitan orang mati, tetapi sekarang praktek Torah dipakainya untuk mengenal Yeshua, Juruselamatnya, lebih dalam lagi.

Dalam ajaran agama Farisi, dari mana Paulus berasal dan di didik sebelumnya, mereka diajar “keselamatan di dapat melalui melakukan perintah-perintah Taurat” yang sesungguhnya adalah praktek “kebenaran yang bersumber dari diri sendiri” (Fil 3:9) dengan tujuan memuaskan perkara duniawi (dipuja manusia, kepuasan palsu) yang menjadikan perut mereka sebagai Tuan (berhala) mereka (ay 19). Rabbi-rabbi Farisi telah membalik fungsi Torah; Torah yang sesungguhnya diberikan sebagai alat “petunjuk CARA HIDUP BAGI umat Pilihan YAHWEH” (Im 18), dirubah oleh ahli agama Farisi tersebut menjadi alat “petunjuk BAGAIMANA BISA MENJADI umat Pilihan YAHWEH.” (Rom 10:5).

  • Perintah di Immamat 18 adalah Perintah YAHWEH: YAHWEH berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada orang Israel [Umat Pilihan]…Orang yang melakukannya akan hidup karenanya; Akulah YAHWEH (ay 1, 5)”, sedangkan di Roma 10:1-11 adalah Tafsiran Torah dari Para Rabbi Farisi – perhatikan kata “kebenaran sendiri” (ay 3) dan “kebenaran karena hukum Taurat / atas dasar torat” (ay 5).
  • Bukti Torah mengajar orang beriman kepada Yeshua (bahasa Ibrani untuk kata “Keselamatan”) nampak di Roma 10:6-10, “kebenaran karena iman / atas dasar iman berkata …”  Paulus mengutip ini dari Torat Musa kitab Ulangan 30:11-14 yang juga dikutip oleh Raja Salomo  di Amsal 30:4.
  • Seluruh Alkitab menyatakan JIKA Umat Pilihan / orang yang telah percaya Yeshua Ha Mashiah sebagai Juruselamatnya kembali hidup di dalam dosa ia tidak akan menerima hidup kekal – meneguhkan Im 18:5. Tidak ada argument lain untuk hal ini.

Paulus sadar, pengejaran keselamatan melalui praktek Torat adalah meletihkan dan sia-sia (Rom 3:20). Torat (Firman tertulis) diberikan bukan untuk memberi keselamatan, tetapi untuk membawa pelakunya bertemu Yeshua, Firman YAHWEH yang hidup.

Kesadaran inilah yang membuat rasul Paulus meninggalkan segala sesuatu lalu rindu untuk mengenal Yeshua semakin dalam,
“Bahkan lebih lagi, aku juga menganggap segala sesuatu sebagai kerugian, karena meningkatnya pengenalan akan Kristus YESUS, Tuhanku, yang oleh Dia aku telah kehilangan segala sesuatu  dan menganggapnya sebagai sampah, supaya aku boleh mendapatkan Kristus. Dan aku boleh didapati di dalam Dia (Ha Mashiah) tanpa memegang kebenaranku yang dari torat (Rom 10:5; Im 18:5), melainkan melalui iman Kristus, yaitu kebenaran dari Elohim atas dasar iman, (ILT) sehingga melalui kebenaran (atas dasar iman) ini aku dapat mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan turut mengambil bagian dari penderitaan-Nya bahkan serupa dengan kematian-Nya, supaya aku bagaimanapun mencapai kebangkitan dari kematian. (GLT) (Fil 3:8-11) – Karena wahyu ini ia menasehatkan Jemaat Efesus: Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Elohim (Ef 2:8)

Paulus telah mendapatkan makna Perumpamaan Kerajaan Sorga yang Yeshua katakan kepada murid-murid-Nya:

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” – Yeshua Ha Mashiah (Mat 13:44-46)

Semoga mulai Paskah tahun ini, kerinduan kita akan Yeshua semakin lebih dalam dan luas lagi; menjadikan Yeshua benar-benar Tuan dan Raja kita, bukan hanya sekedar Teman dan Juruselamat saja.

Jika Ha Mashiah tidak segalanya bagi Anda, Dia tidak bernilai untuk Anda. Dia tidak akan pernah masuk ke dalam persahabatan sebagai bagian Juruselamat manusia.
Jika Dia ada sebagai sesuatu, Dia haruslah ada segala sesuatu, dan jika Dia tidak ada segala sesuatu Dia adalah tidak berarti bagi Anda – Charles H. Spurgeon

Sekali lagi, Selamat PASKAH dan ada diberkati! Anggur Baru.


[1] Holy Bible from the Ancient Eastern Text; George M. Lamsa’s Translation from the Aramaic of the Peshitta
[2] Smith Wigglesworth on Prayer; http://www.colindye.com

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Alasan mengapa menguduskan hari Sabat menjadi hari Minggu


[I]a berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. (Daniel 7:25b)

Mengapa hari Sabat dirubah dan sejak kapan perubahan itu disahkan?

Hari istirahat YAHWEH adalah hari ketujuh, IA menamai hari itu sebagai hari Sabat. [B]erhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. … Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (Kej 2:2-3), hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu … (Kel 20:10).

Tidak perlu dipertanyakan bahwa hari Sabat- dikenal juga sebagai hari YAHWEH atau hari ketujuh – adalah hari Saptu, orang Israel (baik pengikut Musa maupun Yahshua Ha Massiah (Messianic Jews) dan Gereja Protestan Advent Hari Ketujuh tetap melakukan ibadahnya pada hari Sabtu.

Untuk yang tidak tahu sejarah Gereja, khususnya dalam hal perintah mengingat menguduskan hari Sabat (perintah ketiga dari 10 perintah Elohim), mari kita baca dahulu komentar beberapa pemimpin rohaniwan tentang hari Sabat, agar Anda mengerti lebih baik alasan perubahan hari Sabat (Saptu) menjadi hari Minggu.

Apa kata mereka tentang hari Sabat:

James Cardinal Gibbons, Pemimpin Bishop Katolik Baltimore setuju bahwa perpindahan ke hari Minggu tidak didasari Alkitab, tetap pekerjaan Gereja Katolik sendiri. dalam bukunya, “Kamu boleh baca Alkitab dari Kejadian ke kitab Wahyu, dan kamu tidak akan menemukan sebuah kalimat memerintahkan pengudusan hari Minggu. Ayat-ayat memerintahkan ibadah agama hari Saptu, hari dimana kita tidak pernah menguduskannya.” (“The Faith of Our Fathers, tahun 1876”)

Richard Bauckham, professor Perjanjian Baru pada University of St. Andrews, Scotlandia ,”Hari ketujuh adalah hari Saptu. Tidak ada hari lainnya dipanggil hari Sabat di dalam Perjanjian Lama dan Baru.”

Jan Marcussen, seorang pendeta Advent Hari Ketujuh dari Thompsonville, Illinois pada tahun 2001 menawarkan 1 juta USD kepada siapa yang bisa membuktikan dengan jelas secara Alkitabiah bahwa hari pertama adalah hari Sabat. “Memelihara hari Minggu sebagai hari Sabat adalah tipuan terbesar yang Dunia pernah melihat,” ia berkata. Bukunya tentang masalah Sabat ke menjadi Minggu bisa dibaca on-line: National Sunday Law

John Pinkston, presiden dan pendiri the Congregation of God Seventh Day dalam komentarnya tentang perkataan Yohanes di pulau Patmos ,”Pada hari Yahweh aku dikuasai oleh Roh… (Wah 1:10) Itu tidak berbicara apapun tentang hari Minggu. Itu berbicara tentang “hari Yahweh yang dimaksud dalam Perjanjian Lama. Baca Mark 2:28; Yes 58:13)

Ini beberapa alasan mengapa menguduskan hari Sabat (hari ketujuh) menjadi hari Minggu (hari pertama):

Dr. Samuele Bacchiocchi seorang pensiunan professor theology pada Andrews University di Michigan, Gelar dokternya di dalam Sejarah Gereja didapat dari Roma. Ia memberikan dua factor alasan:

  1. Anti Judaism telah menyebabkan ditinggalkannya hari Sabat
  2. Penyembahan kafir dewa matahari (SUN god) telah mempengaruhi pengadopsian hari Minggu. Penggambilan 25 Desember untuk perayaan Natal adalah mungkin contoh yang paling explicit dari pengaruh penyembahan matahari pada kalender liturgy Kristen. It adalah sebuah fakta yang diketahui bahwa pesta kafir the Dies Natalis Solis Invicti – kelahiran dari Matahari Yangtakterkalahkan (the Invincible Sun) telah dirayakan pada tanggal itu.

dies Solis / Sun day / —— / Sunday

dies Lunae / Moon day / —— / Monday

dies Martis / Mars’s day / Tiw’s day / Tuesday

dies Mercuri / Mercury’s day / Woden’s day / Wednesday

dies Jovis / Jupiter’s day / Thor’s day / Thursday

dies Veneris / Venus’s day / Frigg’s day / Friday

dies Saturni / Saturn’s day / Saturday

Table traces the seven days of the week from their pagan Latin origin through the names of Norse gods to their current names in English

Tahun 312, Ketika Kaisar Roma Constantine menjadi ‘Kristen’, pada tanggal 7 Maret 321 dia menetapkan bahwa hari Minggu adalah hari istirahat, toko-toko harus tutup kecuali petani dipedesaan. Dia menyembah semua dewa-dewa – khususnya Appolo dewa matahari. Dia memilki nama Pontifex Maximus yang adalah titel dari imam besar kafir

Paus Sylvester I (314-337): ”Jika setiap hari Minggu adalah untuk dirayakan secara gembira oleh para Kristen mengenang kebangkitan (-Nya), karenanya setiap hari Sabat mengenang penguburan (-Nya) adalah bagi kotoran-manusia (kebencian yang dalam atau kutukan) orang-orang Yahudi.”

Tahun 363, pada Sidang Laodikia, Gereja Roma – Gereja Roma Katolik sekarang – menyatakan, ”Orang-orang Kristen harus tidak judaize dengan beristirahat pada hari Sabat, tetapi harus kerja pada hari itu, sebagai ganti hormati Hari Yahweh [hari Minggu],… Tetapi jika seseorang ditemukan ada sebagai Judaizers, mereka akan ada dikeluarkan dari Kristus.”

Tahun 380, Penguasa Theodosius membuat Kristen Katolik pemelihara hari Minggu menjadi agama resmi di daerah kekuasaannya,

9 Febuari 1893. Kansas City Catholic menulis: Gereja Katolik oleh otoritasnya sendiri yang tidak ada salah telah menciptakan hari Minggu sebuah hari libur untuk mengambil tempat hari Sabat dari hukum yang lama.”

Tahun 1998, Paus Yohanes II pada suratnya Dies Domini kepada para bishop dan umat Katolik: Hari Minggu dipanggil hari kebangkitan Massiah.

Alkitab mencatat: tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur… . Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Yahweh Yahshua. .. tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, (Luk 24:1-6). Dengan kata lain, pada hari Minggu dini hari saat mereka tiba, kuburan sudah kosong.

Catatan dari saya: Banyak ahli Alkitab percaya bahwa Yahshua meninggal hari Rabu – dimana perayaan Sabat tahunan / Paskah / Passover terjadi (Mat 26:16) – dan Saptu malam bangkit (terkubur 3 hari dan 3 malam; sesuai Yunus 1:17; Mat 12:40), bukan hari Minggu pagi. Perhitungan Sabat Yahudi ialah dari Jumat malam (matahari terbenam) sampai Saptu matahari terbenam lagi.

Jan Marcussen dalam bukunya tentang perubahan yang dibuat oleh Gereja Roma ini sebagai, ”Hari Minggu adalah tanda / materai dari otoritas pemerintahan Gereja Roma Katolik. [Menguduskan hari] Minggu adalah materai binatang!” Namun ia bersikeras dia tidak menyerang iman orang lain, tetapi sebagai gantinya mencoba memimpin orang-orang ke Alkitab, Yahshua, dan akhirnya surga.

Catatan dari saya:

1. Tidak diragukan bahwa Yahshua Ha Mashiah (termasuk Yohanes Pembaptis) menegur keras orang-orang Farisi dan Saduki ketika Ia ada di bumi, itu dikarenakan mereka lebih menuruti ajaran Talmut dan filsafat Yunani lebih dari ajaran hukum Taurat (Mat 3:7-10; 15:3-9; 16:6). Namun membenci perintah YAHWEH (mengganti hari Sabat-Nya menjadi Sun-day bagi hormat kepada dewa Matahari) oleh karena kedegilan orang Farisi dan orang Saduki adalah masalah yang lain. Manusia tidak seharusnya membenci YAHWEH pencipta mereka dan perintah-Nya oleh karena kesalahan umat-Nya Israel. Yahshua sendiri berpesan kepada parapengikut-Nya, ”[B]erbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” (Mat 11:2-6; Mark 7:18-23).

2. Mempelajari penglihatan Daniel di atas, baca dari 7:19-25, terjadi pada tahun pertama pemerintahan raja Belsyazar (anak Nebukadnezar), sekitar pertengahan abad 6 dan 5 DC, terlihat bahwa “binatang” ini memang telah dinubuatkan (sedikitnya 800 tahun sebelumnya) bahwa, Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. (Dan 7:25).Berdasarkan nubuatan Daniel ini kita tahu bahwa penyebab Gereja Roma Katolik merubah waktu dan hukum menguduskan hari Sabat menjadi hari Minggu BUKANLAH sekedar anti Judaism (kepercayaan orang Farisi), namun lebih lagi membenci semua umat-NYA dan yang paling utama ialah berontak menentang YAHWEH.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog