USA: Sekolah Katolik tuan rumah untuk organisasi Islam terroris


WND.com mengabarkan bahwa Organisasi Islam USA Council on American-Islamic Relations (CAIR) dan organisasi Katolik the Franciscans Network akan mengadakan makan malam – berbuka puasa di bulan Ramadhan, di sebuah Sekolah Perguruan Tinggi Katolik Mother of Mercy pada hari Jumat 26 Agustus ini.

CAIR telah dikenal di USA sebagai organisasi Islam yang berhubungan erat dengan organisasi-organisasi Islam terroris.  Laporan berkata bahwa CAIR di tahun 2007 terbukti memberi bantuan keuangan jutaan dollar ke para bom bunuh diri Hamas dan keluarga mereka.

Sikap pemimpin Sekolah ini telah mengundang kemarahan para orang tua murid sekolah yang bersangkutan.

Peristiwa ini satu dari sekian banyak bukti bahwa mayoritas umat Katolik tidak tahu apa sesungguhnya doktrin gereja Katolik dan agenda rahasia yang dimiliki oleh para pemimpin pusat gereja Roma Katolik. Skandal sex para pemimpin Katolik telah membuat banyak umat Katolik terang-terangan meninggalkan keanggotaan mereka, khususnya di Jerman. Dapatkah umat Katolik mendengar dan mengerti seruan peringatan Yeshua Ha Masiah pada kitab Wahyu 18 ayat 4 dan 5?

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Jurubicara Hamas: Pernyataan Obama gagal total


President USA Baraq Obama dalam pernyataan resminya tentang konflik Timur Tengah dan pemecahannya pada kamis malam kemarin dianggap gagal total oleh Sami Abu-Zuhri, Jurubicara organisasi Hamas di Gaza.

Sami: “Negara (Arab) tidak perlu sebuah pelajaran tentang demokrasi dari Obama.” ia merefer pada perkataan President Obama: “Bagaimana dapat suatu (negara) bernegosiasi dengan sebuah partai [Hamas] yang telah menunjukkan dirinya sendiri tidak bersedia untuk menerima/ mengakui hak kalian untuk hadir.”

Sami menambahkan: “Kami menolak campur tangan (asing) di dalam masalah internal kami.” Para Pemimpin Hamas lainnya mengkomentari perkataan president USA ini sebagai “Arrogan Amerika-Israel.” dan ”penyesatan.” Hamas selalu menolak hadirnya negara Israel di dunia.

Hamas adalah satu-satunya organisasi Islam yang terang-terangan mengutuki USA atas kematian Osama bin Laden, pemimpin organisasi Islam terroris yang paling ditakuti Barat. Obama pada pernyataan resmi di hari Kamis dengan tegas mengatakan: ”Bin Laden bukanlah seorang martir. Dia adalah pembunuh besar yang menawarkan pesan kebencian – yang bersikeras bahwa orang-orang Islam harus mengangkat senjata melawan Barat …Ia menolak demokrasi dan hak-hak individu orang Islam …”

Nicolas Sarkozy, President Perancis adalah satu-satunya pemimpin Barat yang mengakui keberadaan organisasi Hamas di dalam politik Palestina. Hamas lebih dikenal sebagai organisasi Islam Terroris ketimbang organisasi politik di mata dunia Barat.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Bantuan Gaza flotilla: Activists atau Extremists?


Peristiwa bentrokan fisik antara Aktivis Flotilla dengan tentara Israel membuat dunia panas kembali. Russia TV (RT) membuka tele-debat kedua pajabat Kementerian Luar Negeri (KLN) Israel dan Palestina: Gaza Aid Flotilla debate: Activists or Extremists?

Dari debat ini Jurubicara KLN Israel menyatkan bahwa dari konvoi kapal bantuan untuk Gaza tersebut, empat kapal bersedia untuk berlabuh di Ahydot (dekat utara Gaza), namun sebuah kapal yang bernama Mavi Marmara, dimana bentrokan yang menelan 9  korban jiwa ini terjadi, tidak bersedia. Karena memang tujuan mereka adalah jihad dan bukan bantuan kemanusiaan.

Bentrokan fisik di kapal Mavi Marmara dapat dilihat videonya di sini.

WND.com dalam laporannya tertangga 2 Juni mendaftarkan beberapa nama aktivist  bantuan kemanusian yang berkaitan dengan kelompok extremist Islam:

  • Salah satu penumpang kapal ialah Father Hilarion Capucci, bekas Uskup Agung Yunani Melkite di Yerusalem, yang dimasa lalu pernah ditahan oleh Israel karena menggunakan mobil gerejanya untuk menyelundupkan bahan-bahan ledak, senjata-senjata api dan roket-roket katyusha kedalam Israel untuk PLO (Organisasi Pembebasan Palestina). Ia dibebaskan setelah sebuah permohonan datang dari Vatikan.
  • Penumpang lainnya ialah Sheik Raed Salah, kepala dari cabang utara Islamic Movement. Ia baru saja dilepaskan dari penjara Israel setelah terbukti mengumpulkan dana untuk Hamas. Ia sangat erat hubungannya dengan Hamas dan kelompok terrorits jihad Islam dukungan Iran.
  • Yayasan untuk Hak-hak Kemanusian dan Kebebasan dan Bantuan Kemanusian yang berkantor di Turkey atau IHH, yang adalah pengorganisasi dari konvoi kapal flotilla ini, ”telah mengakui secara terbuka mempunyai hubungan dengan Islamic Brotherhood Mesir [badan ini telah lama terlarang di Mesir sejak terbunuhnya president  Anwar Sadat] dan Hamas, dan telah ada sebagai aktor pusat dari pencarian dana dan mendanai terror untuk Hamas diseluruh dunia,” kata Duta Besar Israel untuk Geneva, Aharon Leshno Yaar kemarin [01/06].
  • Yayasan IHH ini digambarkan sebagai sebuah garis depan untuk pencarian dana para organisasi terrorist dan mengirim para pejuang ke negara-negara seperti Afganistan, Bosnia dan Chechnya,  tulis Evan Kohlmann , seorang ahli counter- terrorism  dari the Danish Institute for International Studies pada laporannya di tahun 2006.

Laporan hampir sejenis di atas juga terdapat di Times: Turkish charity that sent aid convoy to Gaza ‘has links to terrorism’. Times, pada laporan yang sama itu, mengutip dari surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, beberapa petugas keamaan [Israel] percaya  adanya sebuah hubungan antara kapal tersebut, yang dibeli untuk IHH, dan Turkey’s ruling Justice and Development Party (AK). Mawi Marmara terpaksa dibeli dari pengumpulan dana dengan haraga €900,000 (£750,000), sebab tidak ada perusahaan perkapalan yang berani menyewakan.

Seorang pembicara dari IHH, dengan nama Vahdettin Kaygan menolak bahwa organisasinya terlibat dengan kelompok-kelmpok terrorist.

  • Penumpang  lainnya ialah Amir Abu Rashed, 43 tahun, adalah seorang pemimpin jaringan terrorist Global Muslim Brotherhood (GMB) di Nederland. Dia memperkenalkan dirinya di media Nederland dan lainnya sebagai sebuah “activist hak-hak asasi manusia,” tulis Israel National News.com. (INN.com). Ia memakai pasport Nederland di kapal ini.

Media INN.com menulis: Dari laporan Daily Report GMB sendiri (hari Selasa),  Abu Rashed – juga dikenal sebagai Amin Abu Ibrahim – adalah “satu dari pemimpin pengurus flotilla Gaza tersebut.” dan “tulisan-tulisan sebelumnya telah menerangkan besarnya partisipasi dari GMB di dalam flotilla Gaza ini, Jurnalis Al Jazeera berlatar belakang GMB melaporkan dari kapal Turkey telah terlibat di dalam pertarungan, dan GMB bermaksud mengirim flotilla lainnya ke Gaza.”

Tertulis juga bahwa 40 orang yang ditahan tidak memiliki surat-surat pribadi namum membawa ribuan dollar cash, yang diduga sebagai pembayaran dari keterlibatan mereka.

Nama Abu Rashed juga ditemukan di USA pada organisasi kemanusian Holy Land Foundation berkantor di Texas, sebuah group yang telah menggumpulkan uang untuk Hamas.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Israel, Yigal Valmor, dalam respontnya terhadap kapal-kapal bantuan untuk Gaza ini sebagai berikut: “Sementara mereka telah membungkus mereka sendiri  dalam sebuah mantel humanitarian, mereka membawa serta propaganda politik dan bukan dalam bantuan pro-Palestina.”

Para aktivis meneriakkan slogan-slogan perang anti–Israel

Sebuah laporan  Al Jazeera [Media Islam internasional] sehari sebelum bentrokan diterjemahkan oleh the Palestinian Media Watch telah merekam  pria-pria di kapal menyeru-nyerukan “[Ingat] Khaibar, Khaibar, oh Yahudi-yahudi! Tentara Muhammad akan kembali!”

Slogan ini sering digunakan oleh Hamas pada waktu turun kejalan di West Bank dan Gaza. Khaibar adalah  sebuah nama desa Yahudi terakhir yang ditaklukan oleh nabi Islam Muhammad di tahun 628.

Al Jazeera juga telah mewancarai seorang wanita di kapal tersebut  yang berkata target para partisipant  adalah satu dari dua akhir yang menyenangkan: “entah mati sahid atau menjangkau Gaza.” Hal ini dikuatkan oleh pernyataan pemimpin dari salah satu kapal tersebut, ”ingin mati sebagai sahid-sahid lebih dari pada menjangkau Gaza,” menurut Hamas televisi.

Surat kabar lainnya menulis bahwa 40 orang aktivist tidak punya surat-surat jati diri di atas telah berhubungan dengan organisasi-organisasi Islam terrorist, termasuk Al Qaida, laporan ini menulis

Barang-barang yang ditemukan yang tidak berkaitan dengan bantuan kemanusiaan: sejumlah pisau, pipa besi, katapel dengan batu-batunya, granat bius, baju tahan peluru, kedok gas, peralatan untuk melihat dikegelapan. dan sekitar 100 orang membawa uang tunai masing-masing 10 ribu USD (total  1 juta USD), TimeOnline melaporkan.

PM Benyamin Netanyahu berkata pada pertemuan yang penting dengan kabinit pertahanannya blokade [laut] tetap harus dijaga untuk menghindari senjata-senjata terjangkau dari para terrorist, ”Membuka rute laut ke Gaza akan menghadirkan sebuah bahaya besar pada keamanan rakyat kita.”

Para pemimpin dunia dihadapkan pada masalah yang sangat alot. Konflik  ”bantuan Gaza” ini terjadi di laut internasional, bukan di perairan Gaza (meskipun Hamas belum diakui sebagai negara merdeka di hukum Internasional), artinya Israel mengajak dunia Internasional melihat peristiwa ini dalam kontek ”Hukum Internasional!” Artinya, jika hal itu terjadi pada negara mereka sendiri, atau, jika mereka ada sebagai negara Israel ditempatkan dalam posisi tersebut, apa yang mereka akan lakukan? Dapatkah mereka melakukan pekerjaan yang lebih baik dan lebih lembut dari negara Israel?

Seorang pensiunan Jenderal Israel pada wawancaranya dengan WND.com Radio berjudul  “Hypocrisy, hypocrisy, hypocrisy”

menyatakan: ” … Mesir dan Israel telah berkata bersama dengan keras … kita tidak akan ijinkan … apa yang mereka sebut humanitarian …”

Dalam kasus ini , Pemerintah  dan bangsa  Indonesia saya pikir lebih mengerti di banding banyak negara lainnya, sebab Indonesia telah mengalami hal serupa terhadap Gerakan Aceh Merdeka.  Tahun-tahun sebelum dan sesudah Tsunami, negara-negara menghormati kedaulatan negara Indonesia dengan tidak memasuki perairan, dan juga daratan,  Indonesia ke Aceh tanpa seijin pemerintah Indonesia.

WND membuat sebuah poll tentang ini,  silahkan berpartisipasi!

Setiap korban jiwa adalah sesuatu yang menyedihkan, siapapun korbanya. Harapan saya, dan doa saya selalu, semoga setiap kita banyak berdoa dan berjaga-jaga sebelum terlibat di dalam suatu aktivitas, apapun namanya, sebab sering kali orang-orang tertentu mengendalikan dan mencoba mempengaruhi orang-orang yang polos dan baik hati untuk berjuang demi kepentingan mereka sendiri, sedihnya itu sering kali dilakukan di dalam nama “hak asasi” bahkan di dalam nama “Yang Mahakudus.”

Berilah saya sedikit waktu lagi menjelaskan mengapa saya menulis “Hello Pengkut Yahshua (Yesus/ Isa) ingatlah” pada awal weblog Senjata Rohani ini, tepatnya, weblog ini terlahir oleh karena isi dari judul tersebut. Saya bermimpi tiga kali dalam kurun waktu setahun, bahwa banjir darah dan kehancuran akan terjadi di dalam nama “Allah” … saya sangat susah untuk meneruskan cerita ini, sangat sedih ….  singkatnya dalam  mimpi-mimpi tersebut saya melihat banyak sekali para pemuda Muslim  semuanya berbaju hitam sedang latihan bela diri dan bersenjata, dilain kesempatan mereka merebut sebuah kantor surat kabar dan merubah  isi surat kabar menjadi berita propagandanya. 15 tahun telah lewat, dalam  beberapa tahun terakhir ini dalam studi saya,  saya dapatkan bahwa penyalah gunaan pemakaian  nama Allah dan God tidak hanya dilakukan oleh para pemimpin Islam saja, tapi juga …. kelak oleh para pemimpin Katolik (seperti telah terjadi di lebih dari 10 peristiwa Crusade (Jihad dalam Islam) besar selama periode yang sangat panjang). Ingat raja Daud? Sekalipun ia memiliki hati yang murni dan kasih yang besar kepada YAHWEH, Elohimnya. Ketika ia ingin membangun Bait Elohim, ia ditolak! Mengapa? Elohim berkata “Tanganmu telah menumpahkan banyak darah.” Sekalipun semuanya itu ia lakukan untuk menumpas orang-orang yang menghina Elohim. Nah bayangkan jika Anda membunuh hanya dasar perintah manusia semata (pemimpin agama). Anda mengerti maksud saya?

YAHWEH tahu siapa saya, betapa saya mengasihi setiap orang Muslim dan Katolik, Dia ingin setiap kalian bersih dari jalan-jalan yang salah dan Ia selalu berusaha menghindari kalian dari jebakan-jebakan manusia, Dia sangat rindu untuk setiap kalian masuk kedalam kemuliaan-Nya yang besar, menikmati kasih-Nya dan kerajaan-Nya yang  tidak berkesudahan. YAHWEH dekat kepada orang-orang yang mencari Dia.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Akar konflik Israel-Palestina: tanah?, politik?, atau agama?


Apa sesungguhnya yang menjadi akar penyebab konflik Israel-Palestina ini? Dunia Internasional telah percaya bahwa akar konflik ini adalah masalah pendudukan tanah Palestina oleh Israel – sebagaimana para politikus Palestina dan politikus Muslim bicara kepada dunia internasional. Barat karenanya giat membuat program-program perdamaian ”Tanah untuk Damai” (Land for peace), atau “Peta Jalan” (Road Map) dengan pemikiran:dengan kembalinya Tanah Jalur Gaza kepada orang Palestina maka akan tercipta Damai di tanah Kanaan ini.” Haifa IsraelSejak pemerintah Israel (Agustus 2005) mengembalikan Jalur Gaza kepada orang Palestina, Pemerintah Israel mencatat ada 3484 roket telah diluncurkan oleh organisasi Islam Hamas dari Jalur Gaza ke pemukiman Israel. Tahun 2008 saja ada 1571 roket. Ini yang membuat Negara Israel kehilangan kesabarannya pada tgl 27 Desember 2008.

Dimana buah hubungan baik diplomatik pemerintah Israel dengan pemimpin Palestina (yang diakui PBB) Mahmud Abas selama tiga tahun sejak tahun 2005 tersebut, pernahkah presiden Abas ini melarang organisasi Hamas untuk berhenti meroketi permukiman penduduk Israel? Pemecahan “Tanah untuk Damai” dan jalur politik tidak memberi efek positif yang pasti. Apa sebabnya? Sebabnya ialah akar konflik Israel-Palestina adalah masalah AGAMA, ya agama Islam, tanah dan politik hanyalah masalah permukaan (jika tidak ingin dikatakan “alasan semata”).

Pernahkah kita bertanya kepada orang Palestina pertanyaan ini: “Apakah orang-orang Palestina sungguh-sungguh ingin hidup damai dan harmony dengan orang-orang Yahudi sebagai tetangga?

Mark A. Gabriel, dalam bukunya “The Unfinished Battle ISLAM and the Jews,” menjawab pertanyaan ini sebagai berikut: “Ingat bahwa mayoritas orang Palestina adalah Muslim Arab, yang berarti mereka dikuasai oleh apa yang Alkuran dan Islam ajar mereka. Mereka adalah:

  • percaya bahwa tanah (Palestina) milik Islam
  • percaya bahwa mesjid suci di Yerusalem harus dijaga murni

Kamu akan lihat hasil yang pasti dari kepercayaan-kepercayaan ini:

  • Tidak ada negosiasi damai yang (bisa) diterima
  • Israel sebagai sebuah negara harus dihancurkan

Beliau merefer perkataan ini kepada situs pemerintah Israel (www.israel.mfa.gov.il) yang memuat pernyataan sikap resmi Hamas terhadap Israel.

Pernyataan keras pemimpin negara Muslim atas Israel:

  • Gamal Abdel Nasser, presiden Mesir, ”Kita akan memerangi Israel dan satunya yang berdiri di belakang Israel (merefer kepada USA)” dan ”Kita akan lempar Israel kedalam laut.
  • Mahmoud Ahmadinejad, presiden Iran, ”Israel haruslah di hapus dari peta.” Iran adalah negara Islam yang besar yang dikenal sebagai pendukung moral dan keuangan Hizbollah (di Libanon) dan Hamas (di Jalur Gaza).

Berikut ini peristiwa perlawanan terhadap eksistensi negara Israel:

  • 1917 orang-orang Israel mulai balik ketanah mereka dan menyatakan merdeka tahun 1948
  • Beberapa negara-negara Muslim bergabung untuk menggagalkan lahirnya Israel namun mereka gagal; tahun 1948, 56, 67 dan 73
  • 1978 Presiden Mesir membuat damai dengan Israel, negara-negara Muslim menolak
  • Sejak negara Israel lahir kembali 1948, lahir kelompok-kelompok perlawanan yang berasaskan Islam untuk memerangi Israel

Prof. M. A. Gabriel ini juga menambahkan bahwa setiap usaha damai yang dilakukan oleh para pemimpin Muslim (liberal) kepada pemerintah Israel, di mata orang Muslim semua itu merupakah penghinaan atas ajaran Islam. Presiden Anwar Sadat dibunuh oleh kelompok radikal Islam di negaranya sendiri

Mengapa para fundamental Muslim tidak mau berdamai dengai Israel? Profesor sejarah Islam ini mengatakan bahwa mereka meneruskan harta warisan Muhammad, nabi mereka: membenci orang Yahudi.

Ketika Muhammad melarikan diri ke Medinah dari rencana pembunuhan terhadap dirinya dari orang-orang di Mecca ia dan pengikutnya (yang saat itu masih kecil jumlahnya) disambut baik oleh orang-orang Yahudi di Medinah. Beliaupun menyambut persahabatan mereka – lihat Surah 2:47, 62; 5:20,44, 66. Muhammad mengakui bahwa orang Yahudi dan Kristen menerima kitab-kitab mereka dari Elohim. Ketika masa bulan madu selesai, orang bilang “madunya habis yang tinggal hanyalah bulan di langit”, karena mereka menolok kenabian Muhammad sebagai nabi YAHWEH. Dari sinilah awal kebencian Muhammad kepada orang Yahudi. Ia menarik perkataan-perkataannya yang manis terhadap mereka – lihat Surah 2:65, 75, 91; 5:60, 70-71, 78.

Kedua peristiwa ini sering dikenal sebagai dua tahapan pewahyuan Muhammad – pewahyuan di Mecca (sebelum pindah ke Medinah) termasuk pewahyuan pertama. Sebagian Muslim percaya bahwa pewahyuan pertama dianggap tidak berlaku lagi sejak keluarnya pewahyuan yang kedua. Hal ini yang membuat perselisihan diantara Muslim fundamental dengan Muslim moderat, dan membuat dunia internasional tidak mengerti pergumulan dan kesusahan batin orang Muslim.

”Inti masalahnya adalah bukan sebuah masalah tanah bagaimanapun. Itu adalah subuah masalah menghapus keluar negara Israel …. jika kita melihat dari 1980 ke 2003, … 224 bom bunuh diri dari 300 peristiwa di negara-negara Islam tidak ada hubungannya dengan penguasaan tanah bagaimanapun, kata Walid Shoebat bekas aktifis PLO.

Jadi terlihat bahwa akar dari konflik Israel-Palestina bukanlah sebidang tanah atau politik. Anda sekarang mengerti bahwa seberapapun banyaknya Israel memberikan tanahnya kepada pemimpin Muslim Palestina, para pengikut nabi Muhammad tidak akan pernah puas. Bunga dan Kumbang saling membutuhkan

Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yahshua, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yahshua kepadanya: Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu: “Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yahshua kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yahshua: Dan siapakah sesamaku manusia?” (Luk 10:25-29)

Andaikan setiap orang mengerti perumpamaan Yahshua pada Injil Lukas 10:30-36 dan melakukannya, o …betapa indahnya dunia ini!

Catatan:

  • Mark Gabriel adalah bekas profesor sejarah Islam pada Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir dan beliau juga seorang profesor Kekristenan pada Universitas Kristen Florida di Orlando, USA
  • Walid Shoebat ialah seorang bekas anggota PLO yang telah menjadi Kristen. Ia pendiri Walid Shoebat Foundation suatu organisasi yang menyerukan keadilan untuk Israel dan orang-orang Yahudi.

Referensi:

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog