Film Dokumentasi ”Anak Wanita India” memicu kemarahan pemerintah India


Film dokumentasi India's Daughter Anak Perempuan IndiaFilm ”India’s Daughter” (Anak Perempuan India) yang didasari atas kejadian gang pemerkosaan dan pembunuhan di New Delhi 2012 pada Jyoti, 23 tahun mahasiswi ilmu kedokteran.
Gang pemerkosaan ini terjadi tepatnya tanggal 16 Desember 2012, Jyoti, yang baru saja menyelesaikan ujian akhirnya ingin menutup hari-hari penat studinya dengan menonton film Life of Pi bersama dengan rekan prianya. Pulang nonton, mereka menyewa sebuah bus pribadi untuk pulang ke rumah. Di dalam bus tersebut Jyoti Singh Pandey diperkosa oleh empat pria secara bergilir, teman prianya yang coba menolong juga luka-luka fisik. Setelah mereka selesai memperkosa dan memukuli Jyoti, kedua orang ini dibuang keluar bus, sementara bus tetap berjalan. Jyoti mendapat perawatan, namun luka-luka-nya yang parah membuat ia tewas 13 hari kemudian. Keempat pemuda tersebut di penjara.
Leslee Udwin pembela hak wanita direktor film India's DaughterPeristiwa ini memicu kemarahan kaum wanita tidak hanya di India, tetapi juga di banyak negara Barat. Itulah sebabnya Leslee Udwin seorang aktris sekaligus produser film mendokumentasikan kejadian ini ke dalam layar putih dan rencana akan memutarnya pada Hari Wanita Internasional hari Minggu 8 Maret ini di India, Britania dan Denmark, Swedia, Norwegia, Swiss dan Kanada.
Reaksi pemerintah India. Pengadilan New Delhi telah memutuskan untuk melarang pemutaran film Anak Wanita India (India’s Daughter) tersebut setelah pihak kepolisian berargument “film berisi pernyataan-pernyataan yang menentang kaum wanita, dan dapat menyebabkan jeritan masyarakat.”
Juga Pemimpin utama dari Penjara Tihar, dimana wawancara tv dibuat, telah membuat pernyataan bahwa badan-badan resmi telah mengeluarkan sebuah ”peringatan resmi” ke BBC meminta film tersebut tidak diputar, bahkan di Britania. Tidak hanya itu, pemerintah India juga telah meminta YouTube untuk menghapus/ memblok film itu di media. Polisi kota New Delhi juga melarang pemutaran film itu. Namun tanggal 4 Maret BBC telah memutarnya di Inggris, dan mendapat reaksi positif.

 
Contoh pernyataan Mukesh Singh di sel penjaranya kepada wartawan BBC:
“Para wanita adalah lebih bertanggung jawab untuk (kasus-kasus) pemerkosaan dari pada para pria” Mukesh Singh pelaku pemerkosa diwawancarai BBC
“Sementara ada diperkosa, ia seharusnyalah tidak melawan. Ia seharusnya ada tidak berisik dan mengijinkan perkosaan tersebut
“Jyoti seharusnya tidak ada di luar rumah setelah 9 malam, haruslah ada di rumah melakukan pekerjaan rumah.”
Dua tahun dipenjara, “Mukesh nampak tidak sedetikpun menyatakan penyesalannya, malah menyalahi korbannya,” Leslee Udwin berkata.
Mukesh ternyata memiliki pendukung lainnya. AP Singh, seorang pembela hukum Mukesh membela perbuatan klainnya, ”Jika anak perempuan saya atau saudari kandung saya melakukan hal-hal sebelum-nikah (apakah ahli hukum ini mengkatagorikan nonton film bersama pacar indentik dengan perbuatan perzinahan?) … saya secara pasti akan membawa saudari atau anak perempuan sejenis ini ke rumah peternakaanku, dan di depan seluruh keluargaku, saya akanlah menaruh minyak dan membakar dia.”

Para wanita India demo menentang gang-pemerkosaan dan pembunuhan Desember 2012Rajdeep Sardesai, seorang editor konsultan media India, menyatakan bahwa pola pikir Mukesh sangat sakit. Dan dengan nada emosi, di TV shownya, ia sungguh tidak mengerti mengapa pihak penguasa India mencoba membela atau menyembunyikan perbuatan dan pernyataan yang memalukan tersebut, ”Mengapa kita tidak mengijinkan pembongkaran kejahatan brutal tersebut, pola pikir gila dari pemuda tersebut, mengapa kita ingin menyembunyikan hal itu dari publik?”
Ayah dan ibu dari korban gang pemerkosaan ini meminta setiap orang menonton film dokumentasi tersebut, meresponi komentar Mukesh pada BBC, ayah korban ini berkata, ”Setiap orang haruslah menonton film itu. Jika seorang pria dapat berbicara seperti itu di penjara, bayangkan apa yang ia akan katakan jika ia bebas berjalan.” Isterinya menambahi, ”Saya tidak perduli apa yang pemerintah lakukan, melarang atau tidak melarang film itu, satu hal yang saya tahu adalah tidak seorangpun takut, itu tidak hanya Mukesh yang berpikir seperti itu.”

 
Komentar: Nampak bahwa semakin mendekati Akhir Jaman, pola pikir manusia bukan semakin berkembang kepada kemajuan moral tetapi semakin merosot secara drastis. ”Orang jahat akan bertambah jahat,” (2 Tim 3:13) mereka bukan hanya tidak malu untuk berbuat tindak kriminalitas dan imoralitas, lebih lagi tidak takut dan tidak malu-malu, jika mungkin mereka akan berparade di jalan-jalan.
Pro-kontra dari pemutaran film ini telah menguak ke permukaan kasus-kasus pelecehan hak-hak asasi wanita yang sebelumnya terpendam di India, dan juga di Pakistan dan Bangladesh. Di Timur Tengah, para Islam militan NIK dan Boko Haram bahkan lebih buruk lagi di dalam memperlakukan para wanita, PBB melaporkan bahwa wanita-wanita bukan Islam Sunni telah menjadi objek kepuasan sex para militan tersebut dan memperdagangkan mereka sebagai budak-budak sex, menaruh harga jual pada wanita tersebut persis layaknya menjual binatang dagangan.
YAHWEH Semesta Alam, sejak Hawa diciptakan, wanita pertama di dunia, Dia telah menempatkan wanita sederajat dengan pria, menggolongkan wanita sebagai ”Penolong yang sepadan,” artinya: “kesempurnaan seorang pria tergantung dari bagaimana ia memperlakukan wanita.” Islam menyingkirkan intelektual wanita dari kehidupan pria, akibatnya adalah perang dan konflik yang tidak berkesudahan, Hindu merendahkan indentitas wanita dalam kehidupan pria, akibatnya adalah kemiskinan yang berkepanjangan. Kristianiti melibatkan wanita dalam segala aspek kehidupan pria, akibatnya seperti kita lihat pada negara-negara Skandinavia dan ”Protestant Barat” lainnya. Hargailah wanita! Dan  saya megucapkan “Selamat Hari Wanita bagi setiap wanita where ever you are!”

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Pilot tempur wanita Arab memimpin serangan udara Persatuan Emirat Arab melawan NIK


Major Mariam al-Mansouri pilot wanita Emirat Arab membom NIK ISIS”Sorry guys, right now is a women time!”
Duta Besar Persatuan Emirat Arab (PEA / UAE) untuk Amerika Serikat (AS), Yousef Al Otaiba, Selasa ini telah mengkonfirmasikan bahwa Major Mariam Al Mansouri (35 tahun) akan memimipin misi serangan udara PEA melawan Negara Islam Khalifah (NIK) (nama lama dari NIK: NIIS/ ISIS / ISIL). Pada talk show di MSNBC itu ia juga mengatakan dengan bangga: ”Saya dapat mengkonfirmasikan secara resmi bahwa serangan misi PEA pada Senin malam telah dipimpin oleh pilot tempur wanita Mariam Al Mansouri.” dan menambahkan, ”Ia memenuhi persyaratan, terlatih dengan baik, pilot siap-tempur dan dia sedang dalam sebuah misi.”
Media Barat sangJen'nan Ghazal Read professor Sociology dan Kesehatan dari Universitas Dukeat antusias mendengar berita ini, menulis: ”Kamu dibom oleh wanita. Kamu suka itu?” – pertanyaan di alamatkan kepada pejuang NIK.
”Saya tidak begitu terkejut, ” Jen’nan Read mengomentari diutusnya Mariam sebagai pemimpin serangan udara bagi PEA. Jen’nan adalah seorang professor (dosen senior) Sociology dan Kesehatan umum dari Duke University AS dan rekan direktur pada the Duke Islamic Studies Centre di Doha. Professor ini percaya penugasan Mariam tersebut karena ia yang terbaik, “Mengapa PEA telah mengirim seorang wanita untuk melakukan tugas ini? Mungkin karena dia adalah pribadi terbaik untuk menerbangkan pesawat tempur (F-16 made in USA) tersebut.”
Mariam Al Mansouri adalah pilot temput wanita pertama di negara PEA. Tidak banyak wanita Arab memiliki kesempatan karir seperti Mariam tentunya di tanah Arab yang memeluk agama Islam dengan ketat. Kesuksesan Mariam ini tentunya dikarenakan kerja keras Sheikha Fatima Mubarak, janda dari Sheikh Zayed, president pertama PEA. Ibu ini pendiri dari Persatuan Wanita Jenderal (1975).
Fatimah telah mendapat penghargaan dari beberapa organisasi di bawah PBB sebagai pejuang hak-hak asasi wanita Arab.

Bacaan berkait:

Dr. Nezahat Kucuk Pengumuan terlibatnya pilot jet tempur Mariam di dalam memerangi NIK telah megirim pesan yang jelas “dukungan bersifat psychologis bagi wanita-wanita di Syria, dari seorang saudari,” Dr Nezahat Kucuk , ahli Ekonomi dari sebuah universitas di Cyprus. [Tidak hanya di Syria, tapi juga di Irak]
Ahli ekonomi ini mengatakan, ”Ketidak manusiawian dan kekerasan fisik NIK (ISIL) terhadap wanita adalah bertambah setiap hari. Para wanita dan gadis ada dijual di pasar-pasar sebagai budak-budak sex dan beberapa dari mereka telah melakukan bunuh diri (karena tidak bersedia dijadikan budak sex), Al Mansouri dapat dilihat sebagai seorang penyelamat menuntut balas dendam bagi para wanita tersebut.”

Negara PEA bersama Arab Saudi, Yordania, Bahrain dan Qatara telah menggabungkan diri dengan Amerika Serikat untuk memerangi NIK dengan serangan udara di Syria. Serangan udara atas NIK di Irak dilakukan oleh negara-negara Barat: Perancis, Kanada, Inggris, Belanda, Denmark, Holland, Jerman (ada yang lain terlupakan?).
Amerika Serikat adalah negara pertama yang melakukan serangkaian serangan udara atas NIK di Irak, sebelum negara-negara Barat dan Arab bergabung memerangi NIK.
Pada pertunjukkan tersebut Duta Besar PEA berkata: ”Kami akan membawa apa pun yang diperlukan untuk mengalahkan NIK dan bentuk-bentuk lain dari extrimisme.”
Beberapa minggu yang lalu, Ratu Rania dari Yordania, isteri dari Raja Abdullah II, memRatu Rania dari Yordanberi dukungan penuh serangan udara negara-negara kuali atas NIK, ketika berbicara di sebuah pertemuan media di Abu Dhabi. Ia berkata di depan semua hadirin untuk aktif, ”Kesunyian kita adalah hadiah terbesar bagi NIK. Kemenangan juga bergantung pada kemampuan kita untuk menaklukkan medan pertempuran yang juga bersifat filosofi. Sebab inti dari serangan ini adalah sebuah ideologi,” ratu ini berkata.
Ratu Rania menekankan perlunya reformasi pendidikan, menggaris bawahi bahwa para pengikut kelompok-kelompok extrimist ini adalah ”dari kelas-kelas sekolah yang mana merek tidak pernah ditantang untuk berpikir bagi mereka sendiri dan mana mereka telah belajar kurikulum (sekolah) yang sudah ketinggalan jaman.”
Hadith Sahih al-Bukhari which is considered by Muslim scholars to be “The most authentic book after the Book of Allah (ie. the Qur’an)”:
“Allah’s Apostle (Muhammad) once said to a group of women: ‘I have not seen any one more deficient in intelligence and religion than you. A cautious, sensible man could be led astray by some of you.’
The women asked: ‘O Allah’s Apostle, what is deficient in our intelligence and religion?’
He said: ‘Is not the evidence of two women equal to the witness of one man?’ They replied in the affirmative. He said: ‘This is the deficiency of your intelligence’ … ‘Isn’t it true that a woman can neither pray nor fast during her menses?’
The women replied in the affirmative. He said: ‘This is the deficiency in your religion.'” (Lihat referensi “The Place of Women in Pure Islam” pada sub paragraf “Women’s Deficiencies”)

Grapes on the VineKomentar Anggur Baru: Wanita lebih lemah dari Pria secara fisik itu fakta, namun pengalaman hidup dan bukti sehari-hari menunjukkan Wanita dan Pria memiliki kemampuan berpikir yang sama. Masalah ‘keterbelakangan wanita’ bukan karena daya kemampuan, tetapi kesempatan! Wanita diciptakan untuk memiliki hak yang sama sebagaimana Pria miliki, sebab Wanita tercipta dari tulang rusuk pria (tengah badan Pria), dan bukan dari tulang kakinya. Kita bisa lihat dan hitung berapa banyak sudah ada wanita yang menjabat sebagai president negara, perdana menteri, president perusahaan di negara-negara demokrasi, seperti Israel misalnya. – so many!!
Bukti lain bahwa wanita tidak kalah dan setara dengan pria di dalam kemampuan berpikir adalah bahwa ada banyak pria yang sukses di dalam karir mereka dikarenakan dukungan moril dan nasehat dari isteri-isteri mereka.
Benar bahwa wanita dan pria berbeda di dalam fungsi kehidupan, namun kedua mahluk homosapien ini memiliki nilai moral dan intelektual yang setara.
Tepat sebagaimana Firman YAHWEH berkata “Wanita adalah PENOLONG dan REKAN yang SEPADAN bagi Pria.”

So the man gave names to all the tame–beasts, and to the birds of the heavens, and to all the wild–beasts of the field,––but, for man, had there not been found a helper, as his counterpart. OR “But there was no helpe founde vnto Adam to beare him companye (Tyndale). And YAHWEH God builded the rib which he had taken from the man, into a woman, and brought her in unto the man. (Genesis 2:20,22; EBR)

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iran: The Stoning of Soraya- Film


The Stoning of Soraya M. Film The Stoning of Soraya – فيلم رجم ثريا
The Stoning of Soraya M. (English text only)
Film drama keagamaan yang didasari dari kisah nyata Soraya Manutchehri, ibu dari 4 anak, ia dihukum rajam (dilempari batu sampai mati) pada 15 Agustus 1986 pada usia 35 tahun atas tuduhan palsu telah berzinah yang dibuat oleh Ghorban-Ali, suaminya. Tuduhan itu dibuat agar ia bebas dari isterinya dan dapat menikahi gadis berusia 14 tahun. Film ini diambil dari buku La Femme Lapidée.  Buku dan film ini dilarang terbit di Iran.

Synopsis film: Di suatu desa Kuhpayeh pedalaman Iran, melalui kerusakan mobil, Freidoune, seorang wartawan Perancis, dihampiri oleh Zahra, seorang wanita ingin menceritakan kisah malang yang menimpa keponakkan perempuannya, Soraya yang meninggal melalui hukuman lempar batu sesuai hukum Islam di Iran.  Buku La Femme Lapidee Freidoune Sahebjam
Ketika Soraya dan Zahra menolak usul cerai tersebut. Ali dan Mullah (tokoh agama) memakai posisi mereka membuat dua saksi dusta dan menyebarkan gossip ke masyarakat bahwa Soraya telah bermain serong supaya dapat menaruh Soraya ke  dalam ”tuduhan perzinahan” yang di Negara Islam Republik Iran berarti wanita itu akan dihukum mati melalui lemparan batu.
Wartawan harus melarikan diri dari Mullah dan para pengikutnya demi hidupnya untuk menceritakan kisah tersebut ke seluruh dunia. Informasi tentang film Soraya.

Direkur film: Cyrus Nowrasteh (Iran warganegara AS)
Soraya M. (Mozhan Marno)
Zahra (Shohreh Aghdashloo)
Freidoune Sahebjam (Jim Caviezel)
Lokasi pembuatan: Yordania

Freidoune Sahebjam (1933-2008) adalah putra dari seorang duta besar Iran, wartawan dan juga korespondent perang. Ia tinggal di Perancis.
Nowrasteh bercerita di kantor Pusat Hak Asasi Manusia Amnesty International di London bahwa sSoraya dan lubang untuk perajamanedikitnya 190 orang sudah di eksekusi di tahun ini. Sakineh M. Ashtiani dan 13 orang Iran lainnya ada pada baris kematian – yang tetap menghadapi suatu hukuman barbarian. (Oktober 2010)

Film/ dokumentasi sejenis (hak asasi wanita):

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog