Norwegia penembakan dan serangan bom sedikitnya 93 tewas


Skandinavia sekali lagi banjir darah, bom berkekuatan tinggi yang dipasang di sebuah jalan di Oslo, ibukota Norwegia dimana terdapat gedung-gedung pemerintah menewaskan 7 jiwa dan beberapa jam kemudian pemuda berseragam polisi menembaki remaja yang sedang melakukan camping musim panas di sebuah pulau bernama Utoya, 86 tewas.

Pelaku pemboman telah diketahui dan ditangkap polisi, seorang petani muda berusia 32 tahun bernama Andrew Berwick (Anders Breivik, diterjemahkan kedalam bahasa Inggirs). Perbuatan Andrew ini dikenali polisi melalui Facebooknya, berisi video berjudul: Knights Templar 2083” – berisi pesan mempersalahkan para elit Eropa yang berfaham multibudaya sebagai perusak indentitas Eropa. Ia juga memuat sebuah pernyataan dengan judul “2083 … Deklarasi Kemerdekaan Eropa.” Pada Twitternya terdapat pesan yang ia kirim beberapa hari sebelum pemboman: “Satu orang dengan sebuah keyakinan adalah sama dengan kekuatan 100.000 orang yang hanya memiliki ketertarikan.” Ia juga seorang yang menentang perkembangan politik Islam di Norwegia.

Bukti lainnya ialah Andrew telah membeli sedikitnya 6 ton pupuk beberapa minggu sebelumnya. Pupuk dapat digunakan untuk membuat bom, seperti yang dilakukan oleh Timothy McVeigh di Oklahoma.

Polisi sebelumnya tidak memiliki catatan criminal atas pemuda 32 tahun ini, memggambarkan pemuda ini sebagai anggota dari ‘Kristen’ Free Mason, kelompok extremist sayap kanan di Norwegia Timur dan seorang petani.

Latar belakang Andrew Berwick. Dari Facebooknya diketahui bahwa petani ini senang akan melihat acara TV dan bermain video game yang berdarah: drama-drama vampire (drakula peminum darah) produksi HBO, film seri pembunuhan ”Dexter,”  video game seperti ”Modern Warefare 2” dan ”World of Warcraft.”

Komentar: Pemuda Andrew Berwick / Breivik adalah satu dari banyak korban penipuan Setan melalui doktrin-doktrin yang sesat yang nampak pada agama-agama yang tidak berpegang kepada hukum dan perintah YAHWEH, – Free Mason adalah praktek ilmu sihir yang dibungkus dengan baju Kristianiti, hadir untuk menguasai Dunia melalui politik. Free Mason adalah motor dari New Age movement. Gereja Roma Katolik adalah ibu  (Wah 17:5) dari Free Mason, sekalipun Free Mason sudah ’dikeluarkan dari keanggotaan’ gereja Roma, banyak pemimpin gereja Roma yang ’secara sembunyi’ tetap anggota Free Mason. Baca: DARK SECRETS OF THE NEW AGE. Satan’s Plan for a One World Religion by Texe Marrs.

Sebuah pertanyaan besar: Siapakah orang kuat dan mentor dari pemuda 32 tahun pelaku peledakan bom di Oslo ini?

Tipuan Setan lainnya ialah melalui film-film dan video-video game kekerasan dan memuliakan Setan, seperti dracula dan Harry Potter, serta budaya-budaya akhir jaman (Sodomi, feminism, pemberontakan – anak-anak terhadap orang berumur) yang bertolak belakang dengan moral-moral yang berakar dari kebenaran Firman YAHWEH.

Di saat yang bersamaan Setan mengilhami para elit politik Barat mengeluarkan keputusan-keputusan yang membingungkan generasi muda – 1. mengangkat tinggi-tinggi ”faham multi budaya” (yakni Islam, ’budaya’ penundukkan penuh kepada agama), suatu budaya yang sangat bertolak belakang dengan filosofi Barat (kebebasan dan demokrasi), dan, 2. Menghancurkan indentitas nasionalisme generasi muda Barat atas budaya lokal mereka sendiri. Untuk diingat bahwa, imigrasi orang asing ke Eropa, Amerika Utara (Kanda dan USA) sudah berjalan ratusan tahun, namun tidak pernah terjadi bentrokan budaya yang besar sebab para imigran tersebut mengadopsi budaya baru dimanapun mereka berada. Kerusuhan imigran di  Jerman (tahun 90an), Perancis (sewaktu president Sarkozy masih jadi Menteri Dalam Negeri), di Holland, di Denmark, di Swedia disebabkan oleh orang-orang Islam yang tetap meletakkan faham agama Islam sebagai hukum (Hukum Sariah) yang lebih tinggi dari hukum-hukum negara Eropa setempat.

Kunci perubahan (perbaikan dan juga kehancuran yang semakin besar) tentunya tergantung pada  pembuat hukum – yakni para pemimpin negara. Keputusan yang salah akan membuat tugas polisi semakin berat, dan jika itu terlalu berat maka akan membuat polisi yang baik sekalipun dapat berubah menjadi polisi yang brutal – main pukul, tendang dan tembak – seperti di USA saat ini!)

Umat Kristen sungguh perlu berdoa untuk  berlangsungnya kesejahteraan negara dimana mereka hidup (Rom 13:1-7; Titus 3:1), pekerjaan Setan perlu di telanjangi / expose (Ef  5:11-14) dan dihentikan (Yoh 10:10).

Janganlah tertipu, Yeshua ha Mashiah telah mengingatkan, bahwa di akhir jaman – SEKARANG ini – akan datang orang-orang yang menganiaya dan membunuh orang Kristen atas nama agama, mereka ini adalah orang-orang yang telah tertipu oleh Iblis:

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Elohim. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. (Yoh 16:1-3)

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Parlement EU membuang hari raya Kristen pada kalendernya, liburan agama lainnya dimasukkan


Hari-hari libur Kristen termasuk Easter dan Christmas tidak dimasukkan sebagai hari libur di kalender Diary Uni Eropa (European Union/ EU) 2011, sebagai gantinya dimasukkan hari-hari libur agama Hindu, Islam, Yahudi dan hari besar China. 3,2 juta Diary ini telah dibagikan kepada murid-murid sekolah kelas dua di negara-negara EU, berita mengatakan.

Dibuangnya hari-hari besar Kristen, seperti Easter dan Christmas, namun hadirnya hari raya Sikh Baisakhi (Hindu) dan Idul Korban (Islam) serta Yom Kippur (Yahudi) dan hari raya European Day merupakan hal yang tidak bisa diterima tulis pemimpin Christine Boutin, Pemimpin Partai Demokrasi Kristen Perancis  (PDKP). ”Keterlibatan agama Kristen di dalam membentuk Europa tidaklah dapat dihindari dari fakta sejarah yang Uni Eropa (EU) tidak dapat buang,” tulis pemimpin PDKP ini. Hadirnya kalender seperti ini, Parlement EU telah membuat Kristianiti ”jatuh kedalam ketidak pastian kumpulan pengabaian,” ia menandaskan.

Martin Callanan,  pemimpin dari European Consevatives, berkata ‘kesalahan’ ini sungguh lebih sebagai propaganda daripada hal lainnya.

Paus Benedict XVI dalam komentarnya pada orang Kristen yang teraniaya dan penolakan kepada Kristianiti: “Apakah ini contoh lebih lanjut dari pola pikir tersebut di dalam Uni Eropa? “

Christine Boutin telah membuat petisi kepada Parlement EU untuk memperbaiki ’kesalahan cetak’ tersebut. Jose M. Barroso, President European Commission (EC) telah meminta John Dalli (personal yang bertanggung jawab atas pembuatan Diary ‘salah cetak’) untuk bertemu Christine Boutin untuk masalah ini. Pertemuan (jika tidak ada pembatalan) terjadi pada tanggal 20 April.

P. Nikiforos Diamandouros, EC Investigator, dalam surat pernyataanya menulis bahwa “kesalahan” (error) tersebut sebagai suatu yang disesalkan dan “perbaikan” telah dikirim kepada sekolah-sekolah. Perbaikan kesalahan dipandang oleh EC sebagai masuk akal, tambahnya.

Komentar: Gereja Roma Katolik, umum dikenal sebagai Gereja Barat telah mempengaruhi budaya Eropa lebih dari 1700 tahun lamanya adalah fakta, bahkan gereja ini merupakan ’otak’ pendiri dari Persatuan Eropa dan perencana dari New World Order, dimana dunia akan terbagi ke dalam 10 (sepuluh) Persatuan kekuasaan politik, yang dipimpin oleh satu pemimpin tunggal.
Beberapa tahun belakangan ini, para pemimpin EU nampak semakin ingin bebas dari pengaruh – atau kendali, jika Anda suka – gereja Roma, Vatikan yang dipimpin oleh Paus. Skandal sex, berskala internasional,  di antara para pemimpin gereja Roma Katolik telah membuat agama Kristen di Eropa semakin tersudut, di Jerman banyak jemaatnya Katolik angkat kaki. Di media Roma Katolik semakin disorot. Yang menjadi pertanyaan:

  • Apakah “kesalahan kalender EU ini sekedar ketidak sengajaan atau merupakan “pre-text,” (peringatan awal) untuk mengetest bagaimana reaksi orang-orang Kristen di Eropa, tepat seperti yang pemerintah Perancis telah lakukan terhadap hukum larangan memakai burga?
  • Apakah kalender tanpa hari raya Kristen buatan parlement EU ini merupakan tindakan anti-Kristianiti atau hanyalah anti-gereja Roma Katolik?

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog