Dr. Tawfik Hamid: Kita para Muslim perlu mengakui masalah2 kita dan hadapi mereka


Dr. Tawfik Hamid ex-jihadst MesirTulisan Dr. Tawfik Hamid di bawah ini diterjemahkan dari “We Muslims need to admit our problems and face them” – Dr. Tawfik Hamid, diterbitkan oleh Ray di AustralianChristians.com tertanggal 28 November 2013.
Diterjemahkan oleh seorang staff SenjataRohani weblog. Dr. Hamid adalah seorang dokter kesehatan, pembicara politik, ilmuwan dan penulis. Lahir dari sebuah keluarga Muslim yang moderat di Mesir, setelah remaja ia bergabung dengan organisasi Islam terrorist Jemaah Islamiah yang dipimpin oleh Dr. Ayman Al-Zawaherri yang dikemudian hari dikenal sebagai komando militer kedua dari organisasi Islam terroris terkenal al-Qaida. Ia penulis buku Inside Jihad dan the Root of Jihad.

Saya terlahir sebagai seorang Muslim dan seluruh kehidupan saya sebagai pengikut Islam.
Setelah serangan-serangan terrorist barbar dilakukan oleh tangan-tangan para rekan Muslim ku dimana-mana pada bola dunia ini, dan setelah begitu banyak perbuatan-perbuatan kekerasan oleh para Islamist di berbagai belahan dunia, saya merasa bertanggung-jawab sebagai seorang Muslim dan sebagai seorang manusia untuk angkat bicara dan berbicara benar untuk melindungi dunia dan para Muslim juga dari datangnya katrastropi dan perang peradaban.
Saya harus akui bahwa pengajaran Islam kita saat ini menciptakan kekerasan dan kebencian terhadap orang-orang bukan-Muslim. Poster Dr. Tawfik Hamid sebagai ex-Jihadst
Kita para Muslim adalah orang-orang yang perlu untuk berubah.
Sampai saat ini kita menerima poligami, laki-laki memukuli para wanita, dan membunuh mereka yang pindah dari Islam ke agama-agama lain.
Kita tidak pernah punya suatu pendirian yang jelas dan tegas melawan konsep perbudakan atau perang, untuk menyebarkan agama kita dan untuk menundukan orang lain ke Islam dan memaksa mereka untuk membayar pajak penghinaan disebut jizia.
Kita meminta orang lain untuk menghargai agama kita sementara sepanjang waktu kita mengutuki para bukan-Muslim secara keras (dalam bahasa Arab) di doa-doa Jumat kita di Mesjid-mesjid.
Pesan apa yang kita sampaikan kepada anak-anak kita ketika kita menyebut para Yahudi ”keturunan dari para babi dan para monyet”? [Namun, keduanya para Arab dan para Yahudi adalah keturunan Abraham!]
para Muslim fanatik menuntu hakApakah ini suatu pesan kasih dan damai, atau sebuah pesan kebencian?
Saya pernah masuk ke dalam gereja-gereja [Kristen] dan synagog-synagog [Yahudi] dimana mereka berdoa bagi para Muslim.
Sementara sepanjang waktu, kita mengutuki mereka, dan mengajari generasi-generasi kita untuk memanggil mereka ”infidel-infidel” dan untuk membenci mereka.
Kita melompot dengan segera dalam ”reflek tendangan dengkul” untuk membela nabi Muhammad ketika seseorang menuduh dia ada sebagai pedophile sementara, pada waktu bersamaan, …. Kita bangga dengan cerita di dalam buku-buku Islam bahwa seorang gadis berusia tujuh tahun [Aisha] ketika Muhammad berusia lebih dari 50 tahun.
Saya sedih untuk mengatakan bahwa banyak, jika tidak hampir semua dari kita, bersukacita dalam kebahagian setelah peristiwa 11 September dan setelah serangan-serangan terror lainnya.
Para Muslim menyangkal serangan-serangan ini untuk terlihat baik di depan media, tetapi kita memaklumkan para Islam terrorist dan simpati dengan perjuangan mereka
Sampai saat ini para penguasa atas ’terkemuka’ agama kita belum pernah mengeluarkan sebuah fatwa atau pernyataan keagamaan untuk memproklamasikan Bin Laden sebagai seorang murtad, sementara seorang penulis, seperti Rushdie, telah dinyatakan sebagai seorang murtad yang harus ada dibunuh bagi hukum Sharia Islam karena menulis sebuah buku menkritik Islam (berjudul: Ayat-ayat Setan).
Para Muslim berdemontrasi untuk mendapat hak-hak keagamaan sebagaimana kita telah lakukan di Perancis untuk menghentikan pelarangan pemakaian hijab (kerudung kepala), sementara kita tidak berdemontrasi dengan sedemikan gairah dan dalam jumlah yang sedemikian melawan para terroist pembunuh. Itu adalah kesunyian total kita melawan para terrorist yang memberi tenaga untuk para terrorist tersebut untuk meneruskan berbuat tindakan-tindakan jahat mereka.
Kita para Muslim perlu berhenti menyalahi masalah-masalah kita pada orang-orang lain atau pada konflik orang Israel-Palestina.
Bukti Negara Israel mendukung multikultural dan multietnikSebagai masalah kejujuran, Israel adalah satu-satunya cahaya demokrasi, peradaban dan hak asasi manusia di seluruh Timur Tengah.
Kita telah menendang keluar para Yahudi tanpa konpensasi atau belas kasihan dari hampir seluruh negara-negara Arab unutk membuat mereka ”negara-negara bebas-Yahudi” sementara Israel telah menampung lebih dari sejuta orang Arab untuk hidup di sana, memiliki kebangsaan mereka, dan menikmati hak-hak mereka sebagai manusia. Di Israel, secara legal laki-laki dilarang memukuli para wanita, dan setiap pribadi dapat merubah sistim keyakinannya (baik pria maupun wanita) tanpa rasa takut ada dibunuh oleh hukum ’murtad’ Islam, sementara di dalam dunia Islam kita orang-orang tidak menikmati salah satu hak-hak tersebut.
Saya setuju bahwa ’orang-orang Palestina’ menderita, tetapi mereka menderita oleh karena para pemimpin korup mereka dan bukan karena Israel. Pernyataan lengkapnya lihat vidio ini: Dr. Tawfik Hamid about the suffering of palestinian because of the HAMAS   Harga terowongan Hamas untuk aksi terror
Itu tidak umum untuk melihat orang-orang Arab yang tinggal di Israel pergi keluar untuk hidup di dunia Arab. Pada sisi lainnya, kita biasa untuk melihat ribuan orang Palestina pergi kerja dengan bahagia di Israel, ’musuh’nya. Jika Israel berlaku buruk seperti beberapa orang mengklaim, sesungguhnya kita dapatlah melihat yang berlawanan terjadi.
Kita para Muslim perlu mengakui masalah-masalah kita dan hadapi mereka. Barulah kita dapat memperlakukan mereka dan memulai era baru untuk hidup dalam harmoni dengan manusia.
Para pemimpin agama kita harus menunjukkan dengan jelas, dan sangat tegas melawan poligami, pedofilia, perbudakan, pembunuhan atas mereka yang pindah dari Islam agama lain, pemukulan perempuan oleh lelaki dan pernyataan-pernyataan perang pada bukan -Muslim untuk menyebarkan agama Islam.
Kemudian, dan hanya kemudian, maka kita memiliki hak untuk meminta orang lain untuk menghormati agama kita…
Waktunya telah tiba untuk menghentikan kemunafikan kita dan mengatakan itu secara terbuka: ‘kita para Muslim harus berubah!

Artikel Dr. Hamid lainnya:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Hukuman salib di negara-negara Islam, sadis!


Catatan Moderator:
1. Kebenaran berita ini telah terbukti dan dimuat di media Islam berbahasa Arab, WND.com menyatakan. Berita ini hanyalah ringkasan dari berita aslinya Shocking video evidence of Islamic crucifixion; Documented! Blood thirst that killed ‘spy’ accused of U.S. sympathies.” Artikel aslinya memuat banyak link. Link yang ada di artikel Indonesia ini adalah tambahan dari saya, kecuali di tuliskan.
2. Berita ini dimuat untuk mengingatkan para orang Kristen bahwa: a. “musuh kita bukanlah darah dan daging, tetapi roh-roh penguasa dunia ini.” b. masa pengangkatan (rapture) sudah begitu dekat, tanda-tanda akhir jaman yang dikatakan Yeshua dan para nabi dan rasul-Nya (aniaya, kasih semakin tawar, penyesatan, beringas, pembenci, perang, bencana alam dll.) sedang tergenapi dengan pesat. Shalom dan Maranatha! Anggur Baru.

Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) berkata: Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. (Mat  12:33)

Hukum penyaliban telah terjadi di beberapa negara Islam yang menerapkan hukum Islam atau Hukum Sharia. Menurut laporan Lebanon Today hukum penyaliban terjadi baru-baru ini di Yamen, Mesir, Afghanistan, Iraq – hukum penyaliban ini dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam Sunni.

Yamen: Kelompok Islam Ansar al-Sharia yang menguasai wilayah Azzan, setelah President Saleh ditumbangkan oleh gerakan Jalan Arab, menyalibkan tiga orang pria,  atas tuduhan mata-mata Amerika Serikat.  Tulisan pada foto dari salah satu korban yang tersalib tertulis  “Dia telah disalib untuk tiga hari sesuai (hukum) Sharia,” kata Walid Shoebat, ex-terrorist PLO, menterjemahkan itu dari bahasa Arab untuk media Barat.
Peristiwa ini terjadi beberapa bulan lalu pada waktu Jalan Arab berlangsung.

“Dua orang Saudi dan seorang Yamen juga dihukum mati dengan pedang, dan yang satu pria dibebaskan karena terlalu muda,”  kata Walid mengutip artikel yang sama. Menurut Walid, artikel berkata seorang analisa setempat menyatakan penaliban-penyaliban tersebut adalah “sesuatu yang baru.”

 Afghanistan dan Irak. Laporan berkata, “Seorang peneliti, Saeed Obaid Elaf, berkata bahwa, ‘Kejadian-kejadian hukuman mati (seperti) ini belum pernah terjadi sebelumnya di Yemen tetap mengikuti urutan-urutan peristiwa yang terjadi baru-baru ini di Afghanistan dan Irak.”

Mesir. Seorang pria juga disalib di depan istana kepresidenan dimana President Muhammad Morsi berada. Peristiwa terjadi pada saat president ini bertemu dengan para pemimpin Kristen Mesir 22 Agustus,  laporan berkata. Laporan pertemuan ini diberitakan di saluran TV Al Alam, pemerintah Iran.

Penyaliban ini ditayangkan dalam bentuk video oleh Arabic Sky News, ”Sky News korespondent telah mendapat konfirmasi bahwa angota-anggota (organisasi Islam) Muslim Brotherhood menyalibakan para penentang Muhammad Mursi, telanjang pada pohon-pohon di depan istana keprisidenan. …”

Seorang pemimpin editor koran Mesir dipenjara karena memberitakan penyaliban ini, dituduh mencoba mencoreng nama president Mursi yang adalah orang kuat Muslim Brotherhood. Mr. Shoebat berkata bahwa berita yang dimuat oleh Al Dostour, nama koran ini,  dengan judul ”Muslim Brotherhood Menyalibkan Para Penentang di Depan Istana Keprisidentan di Mesir” menunjukkan sebuah foto yang diambil oleh al-Watan News dari seorang pria yang diselamatkan tentara-tentara keamanan Mesir [Judul dan foto tamparan double  bagi organisasi dari mana Mr. Mursi berasal, sebab tentara adalah kelompok pendukung President Mubarak].

Mr. Shoebat berkata ia tidak terkejut oleh penyaliban-penyaliban di Mesir, sebab Parlement telah memperdebatakan pelegalan tersebut sebagai metode eksekusi sesuai dengan (hukum) Sharia, ”Para pemimpin Muslim Brotherhood Mesir dan para pemimpin Salafist yang keduanya duduk diparlement telah menetapkan panggilan penyaliban sebagai sebuah bentuk hukuman.” Siaran TV Tunisia-Sat juga telah melaporkan penyaliban-penyaliban tersebut, Shoebat berkata.

Laporan WND ini juga memuat video yang menayangkan para Kristen Koptik menangis sangat sedih oleh karena orang-orang Islam Mesir menculiki wanita-wanita Koptik dan memaksa mereka kedalam perbudakan. Mr. Shoebat berkata cerita ini sungguh menghancurkan hati.

Berita lainnya dalam bahasa arab bisa dilihat di sini.

Point-point penting untuk diketahui:

  • Pemimpin Barat mendukung para Jalan Arab, bahkan mempersenjatai para pemberontak Islam (kasus Libya dan Syria) untuk menentang para president ’diktator’ untuk menjadikan negara-negara Islam menjadi demokrasi. Sebagaimana kita ketahui sekarang, (banyak orang Kristen sudah tahu sebelumnya) setelah para ‘diktator’ ini tumbang lahirlah negara-negara dengan pemimpin yang lebih sadis. Pemimpin terdahulu melarang oposisi berdemo dan memenjarai pelakunya; pengganti mereka memakai hukum Sharia untuk menentang faham Islam yang berbeda (Shia, Ahmadiah) dengan Sunni, bahkan lawan politik berfaham Sunni. Mereka yang disalib di sini kemungkinan besar orang-orang Sunni “mata-mata ‘diktator’ yang bekerja sama dengan Barat.”
  • Hukum Islam atau Hukum Sharia, adalah hukum yang bertolak belakang dengan hukum demokrasi. Dalam hukum Sharia, jika seorang Islam bertengkar dengan bukan-Islam (apapun agamanya atau tidak beragama) maka berdasarkan Sharia, orang Islam harus di menangkan, terlepas ia sesungguhnya yang bersalah, berbeda dengan hukum Demokrasi (berakar dari ajaran Yeshua Ha Mahiah) yang diterapkan oleh Barat, semua diadili dengan hukum yang sama tanpa pandang bulu. Perbedaan buah dari kedua hukum ini dapat terlihat dengan jelas pada segala sektor: ekonomi, science, social dan budaya dan kehidupan beragama.  Telah banyak para tokoh Islam yang telah meninggalkan agama Islam setelah mereka tahu apa sesungguhnya ajaran Islam itu.
  • Hukuman salib adalah metode baru yang diterapkan pemimpin Islam (tepatnya Islam Sunni), baru dilakukan di abad 21. Namun ini adalah metode yang telah dikenal sejak sekitar 2000 tahun yang lalu. Sejarah menulis Kerajaan Romawi menyalibkan ribuan para penentangnya di tanah Israel, dan kesalahan lainnya. Itulah sebabnya ketika para pemimpin agama Farisi dan Saduki yang tidak suka akan pengajaran Yeshua Ha Mashiah meminta para Penguasa Roma di Israel untuk menyalibkan Yeshua. Salib adalah lambang kutukan, lambang kematian, Salib bukanlah lambang untuk disembah. Dalam Kristianiti, lambang salib tidaklah lebih dari sebagai alat pengingat umat Kristen: bahwa dosa-dosa mereka telah ditebus YAHWEH oleh sebab Adonai Yeshua Ha Mashiah telah tersalib ganti mereka.
  • Bertambah berat dan luasnya aniaya di negara-negara Islam terhadap orang-orang Kristen dan Yahudi yang didasari dari ajaran Muhammad, ditambah dengan metode penyaliban sebagai hukuman, semakin banyak orang Kristen, seperti Nikolai,  ex-Katolik ini,  yakin bahwa apa yang dikatakan (almarhum) DR. Alberto Rivera bahwa Gereja Roma Katolik adalah ibu rohani dari agama Islam, hal ini juga dikuatkan oleh hubungan Muhammad dengan Kadijah dan sepupu laki-laki Kadijah yang adalah mentor rohani Muhammad; telah banyak artikel ditulis tentang ini, juga bisa dibaca di Faith Freedom Indonesia.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Mohamed Merah & 5 Terrorist Bali masuk ke sorga, mendapat 72 perawan?


Bulan Maret 2012, Eropa digemparkan dengan aksi terror dari Mohamad Merah, warga negara Perancis keturunan Argeria, dan pada bulan yang sama ini aksi 5 orang dari sebuah Islam radikal menguncang pulau Bali. Semuanya mati tertembak di dalam aksi jihad mereka.

Mohamad Merah, pelaku jihad di Perancis. Sebelum ia tertembak mati dalam suatu pertempuran senjata api selama 4-5 menit dengan para polisi yang mengepung apartementnya ia mengakui telah membunuh 3 tentara Perancis dan dan 4 orang sipil yang tinggal tidak jauh dari rumahnya, di kota Toulouse.

Dua standard hidupnya. Mohamed Merah walaupun usianya baru 32 tahun, namanya sudah tercatat didaftar hitam pemerintah Perancis: 15 kali ditahan polisi, masuk penjara.
Desember 2007, tentara Afganistan menjebloskan Mohamad kepenjara Kandahar. Tahun 2008, penjara yang penuh dengan Islam Taliban ini kebobolan, banyak napi melarikan diri. Koran Le Monde mengatakan besar kemungkinan ia di indoktrinasi dan dilatih jihad oleh pejuang Taliban untuk bertempur melawan tentara NATO  di Afgan yang membantu pemerinah setempat. Tertangkap tentara Amerika Serikat di Afganistan (2010), ia mengaku telah dilatih oleh Al-Qaida Taliban di perbatasan Afganistan-Pakistan. Balik ke Perancis, teman-temannya mengenal Mohamad Merah sebagai pemuda biasa, senang bermain sepak bola, tidak pernah bicara soal agama Islam, sungguh orang yang kalem.  Teman Mohamad lainnya berkata ”Ia suka sepak bola dan sepeda motor … saya bahkan tidak pernah tahu dia berdoa.”

Aksi terror Mohamad Merah Maret 2012. Pemerintah berkata,  Mohamad merekam perbuatan terrornya dalam sebuah video camera dan berkendaraan sepeda motor, dan mengganti warna cat motornya.

  • 11 Maret ia membunuh seorang tentara yang pernah bertugas di Afganistan. Ia berkata: “Kamu membunuh para saudaraku – Saya bunuh kamu.”
  • 15 Maret ia membunuh dua tentara lainnya, dan melukai  seorang tentara lainnya. Mohamad menjerit: ”Allahhu Akbar” saat menembak mereka.
  • 19 Maret ia membunuh 4 korbanya di sebuah sekolah anak-anak Yahudi. Ayah (guru agama) dengan dua putranya (berusia 5 dan 4 tahun), dan putri dari guru kepala sekolah.

Dalam Mobil dan apartementnya ditemukan beberapa senjata api dan bom-bom molotov.
Pada pengemungan yang memakan waktu 32 jam, sebelum ia tertembak mati  dan menolak menyerah, Mohamad Merah menjawab, “Jika saya mati, itu menyedihkan, tetapi saya akan masuk sorga. Namun  jika kalian mati hal itu lebih buruk bagi kalian.”

5 aksi terrorist Indonesia di Bali. 5 terrorist Islam yang tertembak mati di Bali (18 Maret 2012) sebelum merampok untuk tujuan membiayai aksi pelebaran agama Islam. (Perbuatan ini umum dilakukan oleh Muslim Brotherhood Mesir, pembunuhan berencana atas Anwar Sadat dibiaya  dari hasil memeras dan merampok Kristen Koptik, tulis Mark A. Gabril; Islam and Terrorism)

Berita mengatakan bahwa 3 dari kelompok jihad di atas telah memesan beberapa pelacur ke bungalo sewaan mereka. Ketiganya mati tertembak di bungalo Sanur di mana mereka bermalam. Tembak-menembak terjadi sebelum ketiganya mati. Dari para terrorist ini Polisi menemukan sejumlah CD yang berisi pengajaran bagaimana melalukan jihad, peta-peta rencana perampokan dan dua senjata api dengan peluhan peluru dan topeng penutup muka.

Berbuat dosa perzinahan sebelum melakukan aksi jihad (bom bunuh diri, atau merampok) adalah hal yang umum, itu juga dilakukan oleh aksi terror 11 September WTC Amerika. Islam melarang perbuatan zinah, namun juga mengajar bahwa mati di dalam berjuang bagi Allah (inilah arti jihad) adalah jalan tol menuju Sorga; dengan kata lain, doktrin jihad mengajar bahwa dosa-dosa mereka tidak diperhitungkan jika mereka terbunuh atau melakukan bom-bunuh diri demi membela Allah mereka – ini adalah konsep keselamatan dalam agama Islam, yang sama sekali berbeda 180 derajat dengan ajaran Alkitab. Orang non-Islam sungguh ingin tahu doktrin jihad di bawah ini:

Seorang pemimpin Islam Ahmadiah, yang dianggap sesat oleh mayoritas aliran Islam,  sangat yakin bahwa para jihad masuk neraka. Yang mana yang benar dalam kasus mati berjihad ini?

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog