Perjalanan ajaib 100 000 Alkitab untuk tentara


Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. (Maz 2:8)

Ini adalah suatu kisah nyata dari sebuah kuasa doa yang dipimpin Roh Kudus bagaimana 100 000 (seratus ribu) Alkitab bisa didapat dan sampai ke tempat tujuan yang dimaksud dengan ajaib. Dikutip dari Getting Bibles Out There, bab 27. dari buku The BOOK that Transforms Nations. The Power of the Bible to change any country ditulis oleh Loren Cunningham bersama Janice Rogers.

Pada tahun 1970 saat dimana terjadi kekacauan sosial dengan aksi protes melawan Perang Vietnam dan penyalah gunaan obat-obatan, bahkan di antara para tentara USA di pos-pos militer. Beberapa team dari organisasi misi dari YWAM (Youth With A Mission) sedang bekerja sebagai tamu pekerja rohani tentara USA, mencoba menjangkau banyak tentara USA di Jerman.

Pada suatu hari di tahun 1972, di suatu sekolah YWAM di Lausanne, Switzarland, sedang mengadakan doa syafaat, mereka terbagi di dalam beberapa kelompok doa. Sebagaiman kebiasaan doa syafaat organisasi misi ini, ialah selalu bertanya kepada YAHWEH, apa yang Ia ingin mereka doakan – semua berdiam diri untuk mendengar suara Roh Kudus, dan pemimpin doa kemudian mengumpulkan hal-hal yang anggotanya dapatkan selama ”waktu berdiam diri” tersebut dan menyusunnya menjadi pokok-pokok doa mereka. Lihat Doa syafaat yang efektif.

Di sebuah kelompok doa syafaat ini yang salah satu anggota doanya ialah bapa Loren Cunningham, pendiri dari organisasi YWAM, mereka mendapatkan suatu perasaan untuk bersyafaat bagi para tentaraa USA di Jerman. Kami tentunya dapat saja hanya berdoa, ”Elohim, berkati para tentara. Selamatkan mereka!” Namun kami bertanya kepada YAHWEH hal-hal yang lebih jelas untuk di doakan untuk para tentara tersebut.

Setelah waktu berdiam diri kedua selesai, maka doa-doa dipanjatkan.

Bapa Loren mendapatkan sebuah idea: minta 100 000 Alkitab untuk diberikan kepada semua tentara. Itu nampaknya tidak mungkin, tetapi beliau mendoakan itu dengan keras, meminta YAHWEH 100 000 Alkitab dan untuk dikirimkan.

Mereka juga berdoa atas nama-nama orang yang muncul di dalam pikiran bapa Loren sehungungan dengan pokok doa ”100 000 Alkitab untuk tentara USA di Jeman,” seperti Kolonel Jim Ammerman, kepala pendeta tentara untuk semua tentara USA di Jerman, Dr. Kenneth Taylor, penerbit Alkitab The Living Bible dan juga sebagai pendiri Percetakan Tyndale House dan Brother Andrew yang pernah mendistribusikan ribuan Alkitab ke negara-negara komunis.

Ketika kelompok-kelompok doa syafaat ini berkumpul kembali, untuk melaporkan dengan singkat apa yang mereka doakan, semua murid dan karyawan sekolah misi ini sangat tertarik. Bagaimana kami akan lihat hal ini terjadi?

Setelah hari doa tersebut, bapa Loren bercerita, saya menelpon Brother Andrew. “Apakah kamu tahu bagaimana saya dapat bertemu Dr. Kenneth Taylor?

Brother Andrew menolong bapa Loren menemukan dimana bapa Taylor tersebut, ternyata ia sedang ada di Europe minggu ini. Bapa Loren menelponnya di Athens, Yunani. Bapa Taylor saat itu sedang menuju balik ke USA, tetapi setuju bertemu dengan bapa Loren besok harinya selama waktu transit di Jerman.

Ia pergi dari Swiss ke Frankfurt dan bertemu Dr. Taylor di airport. Ia bercerita tentang doa syafaat tersebut. Dr. Taylor dengan senyum berkata: “Saya memiliki 100 000 Alkitab yang tersisa dari sebuah penginjilan Billy Graham. Saya akan berikan mereka kepada Anda untuk para tentara tersebut jika kamu dapat mengirim mereka dari USA.”

Wow! Seratun ribu Alkitab geratis!, seru bapa Loren. Pertanyaan kemudian muncul dalam pikirannya: ”bagaimana kita bisa menyediakan uang untuk mengirimkan mereka dari USA ke Jerman?” Namun beliau percaya bahwa Elohim telah memimpin, jadi ia tetap mengikuti setiap langkap pada setiap waktu.

Sorenya, beliau pergi berkunjung ke rumah Kolonel Ammerman diluar Frankfrut. Suami-isteri Ammerman menyambut bapa Loren di pintu rumahnya, mengundang makan malam bahkan bermalam di rumah Kolonel ini, Keluarga Ammerman ini adalah teman bapa Loren dan bahkan sebelumnya pernah berkunjung ke YWAM Lausanne.

Sementara Charlen, isteri Kolonel, membuat makanan, bapa Loren memulai topiknya.

”Sir, kami telah berdoa tentang Alkitab-alkitab untuk para tentara Anda.” Ia menarik napas sebelum lanjut bercerita. ”Di dalam roh, saya melihat sebuah convoy truk-truk membawa Alkitab ke kamp-kamp tentara USA di Jerman.”

Kolonel pendeta ini tetap kalem namun matanya mulai bersinar, dan berkata: ”Bagus sekali! Teruskan.”

”Semua ini adalah Alkitab lengkap [Perjanjian Lama dan Baru].”

”Yes [OK ],” Kolonel mengangguk

”Seratu ribu Living Bible.” dan kemudian bapa Loren bercerita tentang tawaran dari Dr. Taylor.

Kolonel ini mendekatkan dirinya, dan berkata: “Loren, kamu telah mendengar dari Elohim, tepat sekali, dalam semuanya. Saya telah berdoa untuk Alkitab-alkitab diberikan kepada para tentara kami – Alkitab lengkap di dalam terjemahan yang mudah dimengerti.”

Tetapi bagaimana dengan pengirimannya? Kolonel ini berkata ia akan urus itu.

Kolonel mengurus untuk militer mengambil dua pesawat terbang untuk membawanya ke Jerman.

Ketika proyek ini dibicarakan diantara pemimpin Tyndale Publishing, salah satu editornya, Wendell Hawley, mengenali nama Jim Ammereman, bekas supervisor pendeta tentaranya sewaktu di Vietnam. Akhirnya Tyndale berkeputusan untuk membayar semua biaya operasi pengiriman 100 000 Alkitab tersebut!

Truk-truk tiba pada beberapa lokasi ke kamp-kamp militer USA di Jerman, sebagaimana penglihatan rohani yang bapa Loren lihat pada waktu doa di Swiss!

Cerita luar biasa ini belum berakhir di situ. Buku ini meneruskan ceritanya.

Setiap tentara yang ingin Alkitab tersebut boleh mendapat satu buah. Dan setiap bulan sebelum ribuan tentara masuk ke Vietnam, Korea atau belahan dunia lainnya mereka akan melewati post militer USA di Jerman dahulu. Dalam sekejap 100 000 Alkitab telah sampai ke tangan para tentara yang tersebar ke banyak negara.

Beberapa tahun kemudian, Kolonel dan isterinya menghadiri upacara penguburan ayah dari bapa Loren Cunningham. Kolonel ini berkata bahwa proyek penyebaran Alkitab tersebut adalah satu dari gerakan terbesar Elohim yang ia pernah lihat. Banyak tentara yang menjadi orang percaya setelah membaca Alkitab tersebut. Beberapa menjadi missionary. Ibu Kolonel menambahkan bahwa sebelumnya mereka tidak tahu seorang petugas tinggi militer  yang mengikuti Yeshua. “Sekarang ada banyak,” ibu ini berkata, “dan kami selidiki itu bersumber dari pendistribusian Alkitab tersebut.”

Cerita ini ditutup dengan kalimat:
Hanya kekekalan akan menyatakan pengaruh keseluruhannya dari apa yang dimulai dengan sedikit anak-anak muda yang berdoa saat itu di sebuah ruangan kecil pada sekolah YWAM di Swiss.

Tambahan dari editor:
Buku ini patut dibaca oleh setiap pemimpin rohani, apapun jawatan mereka, jika mereka ingin menjadi berkat bagi bangsanya.
Dan untuk para pemimpin bangsa buku ini akan membantu pembacanya untuk mengerti mengapa sebagian negara di dunia, seperti beberapa negara Barat, Korea Selatan dan Jepang sukses dan sebagian negara di dunia miskin, seperti India, Amerika Latin dan sebagian besar Afrika. Bukti-bukti terurai di buku ini.

Para pemimpin akan menyimpan banyak waktu, tenaga dan dana di dalam usaha mereka mengembangkan sebuah komunitas atau negara jika mengerti apa yang tertulis pada buku: The BOOK That Transforms Nations. Bapa Loren beberapa kali sudah diundang oleh pemimpin negara untuk memberi ceramah kepada staff mereka, bahkan diundang untuk berbicara dengan raja Norwegia, Raja Harald V.

Buku ini dibuat dari hasil penelitian sejarah (seratus tahun kebelakang) dan periode panjang pelayanan pendiri organisasi YWAM (dan para rekan kerjanya) yang mempunyai kantor pendidikan lebih dari 100 (seratus) negara. Bapa Loren setiap tahunya mengunjungi 30 sampai 40 negara. Beliau menyadari bahwa semua itu bukanlah kuat dan kuasa beliau, tetapi semata kebesaran dan kemulian Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus), ini jelas nampak jika Anda tahu bahwa hampir 20 000 (dua puluh ribu) pekerja penuh-waktunya (full-time staffs) yang terdiri dari lebih 150 kebangsaan tidak menerima gaji, termasuk bapa Loren sendiri. Hidup dan melayani YAHWEH melalui iman dan ketaatan semata.

Bacaan berkait:


Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Doa syafaat untuk bangsa Haiti


Haiti, Januari 2010. Gempa bumi terjadi pada 12 Januari 2010 pada jam 4.53 waktu setempat yang berkekuatan 7,0 skala Richter, melumpuhkan hampir seluruh wilayah ibukota Haiti, Port-au-Prince, menewaskan sedikitnya 50 ribu jiwa dan sedikitnya 300 ribu jiwa tampa rumah.

Updated 2/2/2010: meninggal sekitar 170 000 jiwa, 200 000 luka-luka dan 1000 000 jiwa tanpa rumah.

Negeri ini yang sebelum gempa telah kekurangan pusat-pusat kesehatan dan lemahnya infrastructur, merupakan negara termiskin di benua Amerika dan menempati ranking ke 146 dari 177 negara menurut Index Perkembangan Manusia yang dikeluarkan oleh Program Pengembangan PBB.

70% dari rakyat Haiti hidup di bawah 2,15 USD sehari dan separuh dari 8,5 juta jiwa adalah tanpa pekerjaan. Dengan ditambahnya gempa ini maka beban yang ditanggung terlalu berat bagi rakyatnya. ABC News video: Bodies line streets of the Capital, online untill 14 April 2010

Pusat gempa ini berlokasi hanya 16 kilometer dari ibukota yang sangat padat penduduknya merubuhkan istana presiden, hotel-hotel, kantor bangunan PBB (pemimpin PBB untuk Haiti salah satu korban) serta kantor-kantor pemerintah lainnya, dan termasuk gereja Cathedral.

Penduduk Haiti 80% adalah Roma Katolik, Protestant 16%. Secara kasar separuh dari penduduknya mempraktekan ilmu Vood00 (ilmu gelap yang berasal dari benua Afrika; berkomunikasi dengan orang mati); History Central/haiti population

Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. (2Taw 7:13-14)

Bangsa Haiti sangat memerlukan bantuan kesehatan, dan lima bahan kehidupan pokok, terlebih lagi kebutuhan berdamai dengan Pencipta mereka. Mari kita berdoa syafaat untuk mereka. Harap baca: Doa syafaat yang efektif dan peperangan rohani.

Updated 19/01/10. Kemarin 50 ribu (dari 70 ribu yang dikubur massal) mayat telah dibakar secara massal. Hari dikabarkan bahwa di tempat-tempat korban gemba bumi berkeliaran banyak perampok, mereka megambil keuntungan di dalam kesusahan hidup saudara mereka sendiri. Para orang jahat ini membuat bisnis dengan barang rampasan tersebut, termasuk barang makanan bantuan dari luar negeri. Tentara dari luar perlu ditambah untuk membuat kondisi terkendali. Kurangnya air dan rumah-rumah sakit ditambah dengan kondisi kehidupan setelah gempa, beberapa pekerja sosial kuatir bahwa korban kematian setelah gempa akan lebih besar dari pada meninggal langsung karena gempa itu sendiri.

Pola hidup manusia telah berubah banyak di dalam 20 tahun terakhir ini. Hati dan pikiran banyak manusia semakin dingin dan egois. Peristiwa perampokan antar sesama korban di Haiti mengulang apa yang terjadi di Louisiana, USA beberapa tahun lalu. Orang-orang mengambil keuntungan saat sesama bangsanya kehilangan keluarga dan harta benda seperti di atas juga terjadi di Aceh saat Tsunami menewaskan kurang lebih 120 ribu jiwa.Yahshua menjawab murid-murid-Nya “apa tanda akhir jaman dan kedatangan Engkau yang kedua kali?”,  Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” (Mat 24:12). Artinya: bertambahnya orang-orang yang durhaka terhadap perintah dan hukum-hukum-Nya membuat kasih mereka kepada sesamanya hilang. Sungguh kita telah tiba pada akhir jaman.

Sejarah singkat negara Haiti:

“Haiti  telah mengalami perbudakan, revolusi, hutang, penghancuran hutan, korupsi, perlakuan yan g salah dan kekerasan,” kata Alex von Tunzelmann, seorang sejarawan dan penulis yang sedang menulis sebuah buku tentang negara Haiti (bagian barat dari pulai ini) dan negara-negara tetangganya; Republik Dominika (bagian timur pulau Haiti) dan pulau tetangganya, Kuba.

Haiti, atau Ayiti suku Taino (penduduk asli pulau ini) memanggilnya,  C. Columbus ’menemukan’ pulau ini  (Deseber 1492) dan mengklaimnya untuk Spanyol memberinya nama: La Isla Espanola. Penguasa ini kemudian berpindah ke bagian timurnya melepaskan ’negara’ Heiti ketangan Inggris, Belanda dan Perancis. Dan 1665 sepenuhnya dikuasai oleh Perancis.

Haiti dahulunya ialah Mutiara dari Antilles, satu dari sekian pulau-pulau terkaya dalam penguasa Perancis. Emas dan perak telah ditambang di sini. Tahun 1780an, Haiti mengexport 60% dari semua kebutuhan kopi seluruh Europe dan gula 40%: lebih dari semua gabungan hasil dari tanah koloni Barat India milik Britania. Perancis mengirim 40 ribu budak pertahun ke pulau ini. Akhir abad 18, di Haiti terdapat satu pertiga dari semua pasar perbudakan di Atlantik.

Penderitaan panjang orang Haiti. Kehidupan budak sangatlah berat, dan menyedihkan, seorang budak dikemudian hari menulis: “Tidakkah mereka sudah menggantung pria-pria dengan kepala dibawah, … mengubur mereka hidup-hidup? … Tidakkah mereka sudah menaruh pria-pria dan wanita-wanita kedalam drum-drum yang dalamnya dibungkus dengan benda-benda tajam dan menggulingkannya dari sisi gunung ke dalam teluk-teluk?”

1791 lahirlah pemberontakan para budak atas tuan mereka yang brutal ini, mengakibatkan perang sipil yang berdarah. ribuan dari ‘pemberontak’ ini dihukum mati.
1803 Britania mengalahkan Perancis, dan tahun 1804 Haiti memproklamasikan kemerdekaannya.
Haiti harus membayar sekitar 150 juta Franc dalam bentuk emas, suatu harga yang sangat mahal. Negara ini membayar dengan meminjam uang dari bank-bank USA, Jerman dan Perancis. Pada tahun 1900, 80% dari seluruh pengeluaran negara Haiti hanyalah untuk membayar hutang.
1911 USA menjajah Haiti, selama hampir 20 tahun. Dan setelah itu diikuti problem-problem politik dalam negeri.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Mengikat Orang Kuat, peperangan rohani


Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. (Mar 3:27; Mat 12:29)

Ada baiknya menbaca “Menemukan Orang Kuat” sebelum membaca artikel ini.

Ini adalah teori yang telah diketahui secara umum, pertanyaannya ialah BAGAIMANA KITA MENGIKAT ORANG KUAT TERSEBUT?

Setelah kita temukan tempat tinggal orang kuat dan pemimpin utamannya, maka serang kita harus mengikat dia, sebelum kita ’merampok’ jiwa-jiwa yang telah dipengaruhinya.

Sebelum mengetahui bagaimana cara mengikat mereka, sekali lagi yang harus kita ingat dan sadari ialah ”siapakah orang kuat tersebut”. Manifestasi pekerjaannya adalah karakteristik dari orang kuat tersebut, dan dari karakteristiknya itulah kita dapatkan NAMA dari orang kuat tersebut; Mereka umumnya ialah Roh Intimidasi (ancaman, kata-kata pelecehan), Roh Frustasi (mabok, bunuh diri, berjudi), Roh AntiKristus (kompromi, perjinahan, anti nilai-nilai Kekristenan, pendusta) dsb.

Mengenali orang kuat adalah kunci utama keberhasilan untuk mengalahkannya. Dan kunci kedua yang juga sangat penting ialah bahwa orang Kristen bukan saja harus memiliki semua senjata rohani Elohim, lebih dari itu kita harus memakainya. Kita tidak akan pernah berhasil mengusir Iblis jika kita sendiri tidak tunduk kepada perintah YAHWEH dan hidup di dalam dosa (Yak 4:7-10)

Ayat-ayat ini bisa memberi kita pengertian bagaimana mengikat orang kuat sesuai Nama mereka:

  • Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak (Yes 53:12)
  • Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat. Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak. (Ams 24:5-6)
  • Beginilah firman YAHWEH: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah YAHWEH yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman YAHWEH.” (Yer 9:23-24)

Berikut ini point-point yang saya dapat dari ayat-ayat di atas:

  • Roh Pemberontak – ikat dengan doa dan pengorbanan yang nyata
  • Roh Sikap yang kasar dan agresif (macho-man) – ikat dengan sikap bijaksana dan pengetahuan (kata-kata yang lemah lembut)
  • Roh Sombong – ikat dengan kehidupan Kekristenan yang benar (teladan sebagai cermin YAHWEH)

Tentu tidak semua orang kuat dapat kita taklukan, sebeb firman YAHWEH berkata ada di antara mereka IA biarkan, menunggu hari yang IA sendiri telah tentukan

  • Para pemberontak yang melawan Elohim. Orang cepat tidak mungkin lagi melarikan diri, orang kuat tidak dapat menggunakan kekuatannya, dan pahlawan tidak dapat melarikan diri. Pemegang panah tidak dapat bertahan, orang yang cepat kaki tidak akan terluput dan penunggang kuda tidak dapat meluputkan diri. Juga orang yang berhati berani di antara para pahlawan akan melarikan diri dengan telanjang pada hari itu,” demikianlah firman YAHWEH. (Amo 2:14-16).Juga Maz 37:1,10. Segala sesuatu ada masanya (Pengkotbah 1:1,17)
  • Antikris. Dan aku melihat tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka, (Dan 7:21; Wahyu 13:7). Tanduk kecil yang sama … antiKristus, atau Paus Roma [Katolik]; dan ini refers kepada perang-perang para Paus dengan Waldenses, yang dimulai di tahun 1160, dan terus berlanjut, dan dengan dua saksi [dalam] Wahyu 11:7 (John Gill; The Exposition of Entire Bible)
  • Iblis. Ia akan tetap bebas sampai tiba masa 1000 tahun dimana Yahshua dan umat-Nya memerintah di bumi, dan baru kemudian dilepaskan lagi untuk sementara waktu untuk peperangan terakhir melawan Anak Domba sebelum ia dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. (Wah 20:2,7,10)

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog