Doktrin Roma Katolik: Benarkah Bunda Maria Ratu Sorga?


Doktrin gereja Roma Katolik mengajar bahwa Maria tidak mengalami kematian, tetapi diangkat ke Sorga, sebab itu orang Katolik memuja dan percaya bahwa Bunda Maria adalah Ratu Sorga.

Kata Ratu Sorga tertulis empat kali di Alkitab. Melalui mesin pencari Google.com masukkan kata ”queen of heaven” dan ”virgen del carmen” (bahasa Spanyol dari the Virgin of Carmen) Anda akan menemukan ribuan gambar tentang Bunda Maria ditampilkan sebagai ratu sorga, bermahkota dan berjubah.

Benarkah Maria (ibu Yeshua / Yesus) Ratu Sorga? Siapakah sebenarnya Ratu Sorga yang tertulis di Alkitab tersebut? Artikel ini akan membawa Anda kepada suatu pembuktian yang teguh dan dapat dipercaya, lebih dari itu tulisan ini akan membawa kepada Terang yang sesungguhnya, Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus). Baca: Injil Yohanes 1:1-18.

Inilah suatu janji Elohim untuk setiap orang yang mencari Dia; mencari pribadi-Nya, jalan-jalan-Nya dan perintah-Nya. Elohim sendiri akan menuntun dan memberi damai sejahtera yang tidak akan kering kepada setiap orang yang memegang perintah-perintah-Nya:

Mendekatlah kepada-Ku, dengarlah ini: Dari dahulu tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi dan pada waktu hal itu terjadi Aku ada di situ.” Dan sekarang, Adonai YAHWEH Elohimmu mengutus aku dengan Roh-Nya. Beginilah firman YAHWEH, Penebusmu, Yang Mahakudus, Elohim Israel: “Akulah YAHWEH, Elohimmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, (Isa 48:16-18); dan

Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Luk 11:11-13)

Perjalanan Bunda Maria dari disembah sampai dijadikan sebagai Ratu Sorga oleh para Paus Roma Katolik.
Perlu diingat sebelumnya bahwa tidak sedikit penganut Katolik yang menolak tuduhan bahwa ”orang Katolik menyembah Maria.” Memakai pernyataan Yeshua ”Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya.” (Luk 6:44a), maka saya mengutip catatan doktrin Katolik, dan menunjukan ”buahnya.”Jadi bila ada orang Katolik yang menolak bukti doktrin Katolik menganjurkan menyembah Maria, sesungguhnya orang tersebut hanyalah merubah difinis (arti) dari kata ”menyembah” tersebut, dan atau ia telah tertipu Iblis sangat dalam.

Di Spanyol, salah satu negara Katolik tertua di Eropa, Perawan Maria (Virgin Mary) dikenal dan disembah sebagai Virgen del Carmen (the Virgin of Carmen atau Perawan Carmen). Patung wanita perawan ini akan diarak di jalan-jalan pada perayaan Easter (bulan April, jatuh pada tanggal 24 di tahun 2011). Tanggal  16 Juli merupakan pesta besar untuk pengangungan Perawan Carmen, patung ini tidak hanya diarak di jalan-jalan tetapi juga melalui perahu yang diikuti iring-iringan perahu nelayan lainnya, disertai dengan iringan band (musik), petasan dan roket-roket kembang api.[i]

Aliran Collyridianism: ”Dan Nama Mary-Ma-Mari adalah sebuah nama yang universal dari Dea (kata Latin untuk dewi/ dewa perempuan?). The Collyridians, yang menyembah Maria sebagai Deiti Utama (Supreme Deity), menulis: “Ketika kami menagungkan dan menyembah atau mempersembahkan hidup kami kepada Maria, kami tidak hanya sekedar bicara tentang seorang wanita Yahudi yang telah hidup di abad pertama, tetapi tentang Wanita dari Segala Sesuatu yang nampak melalui ikon-ikon [bentuk patung maupun lukisan] dan dongeng-dongeng dari Perawan Maria.”[ii] Collyridianism hadir 350-450 setelah Masehi di dataran Arab, doktrinnya ditolak oleh Epiphanius (315-403), ia adalah Uskup gereja Roma dari Salamis.[iii] Apakah aliran ini yang menyebabkan nabi Muhammad dalam Kuran berkesimpulan bahwa satu dari trituggal Elohim adalah Maria; the Mother of God (Surah 4:171; 5:116)? Bisa jadi.[iv]

”Titel ’Ratu’ pertama kali digunakan dalam hubungannya dengan Maria oleh Paus Martin di abad ketujuh (1389-1404) memanggil Maria ’Ratu Sempurna, Perawan kerajaan,’ ’Ratu langit’ (heavens). Sixtus IV abad berikutnya mengenalinya [Maria] sebagai Ratu Sorga.”[v]

Paus Gregory XVI (16), [1831-46] telah berkata kepada kita, dengan sunguh, bahwa ’Maria adalah satu-satunya pengharapan dari orang-orang berdosa.’”,  [Baca Mat 11:28-29], kata Pastor Charle Chiniquy pada kotbahnya di tahun 1850 di Montreal, Kanada, sebelum ia meninggalkan doktrin Roma Katolik. vi]

8 Desember 1854, Paus Pius IX (9) membuat upacaya pembuatan “dokma Maria terlahir tanpa dosa” di Roma. Dihadapan lebih dari 50 ribu orang Katolik, seorang kardinal datang kepada Paus dan tersungkur di depan kakinya lalu memohon: ”Holy Father, ceritakan kepada kami jika kita dapat percaya dan mengajar bahwa the Mother of God (Ibu Elohim), the Holy Virgin Mary (Perawan Sucy Maria), adalah tanpa dosa di dalam lahirnya.” Paus menjawab: ”Saya tidak tahu; mari kita minta hikmat dari Roh Kudus.” Kardinal lalu mengundurkan diri. Dan sebuah kidung dinyanyikan. Pertanyaan dan jawaban terulang kedua kalinya dengan sama. Ketika ketiga kalinya pertanyaan dilontarkan. Paus menjawab: Ya! Kita harus percaya bahwa Perawan Maria Yangdiberkati tanpa dosa saat dilahirkan … Tidak ada keselamatan kepada mereka yang tidak percaya dogma ini!” Maka semua lonceng gereja Roma dibunyikan dan merian-merian ditembakan ke udara.[vii] Pastor Chiniquy, kemungkinan ia hadir pada acara ini, mengkomentari peristiwa ini sebagai “act of the most ridiculous and sacrilegious comedy the world had ever seen, … that there is a daughter of Eve who has not inherited the sinful nature of Adam.”

Pada tahun 1954 Paus Pius XII (12) menetapkan bahwa Maria adalah Ratu Sorga dan Ibu dari Elohim (Mother of God)[viii]Lebih lengkap tentang doktrin Roma Katolik bahwa Maria, ibu Yeshua, sebagai Ratu Sorga silahkan Anda baca sendiri di situs-situs Katolik seperti newadvent.org. Kita sekarang melangkah ke sejarah agama-agama kuno.

Ratu Sorga di dalam agama-agama kuno.
Alkitab, merupakan kitab kerohanian tertua yang terlengkap dan terakurat yang masih kita bisa temukan sampai saat ini. Alkitab Perjanjian Lama mencatat hadir dan runtuhnya kerajaan-kerajaan kuno yang besar di Dunia. Diawali oleh raja Nimrod (keturunan dari Ham) wilayah kekuasaannya adalah Irak Selatan (Babel, Erekh, dan Akad) dan melebar ke utara (Niniwe, Resen dan Kalah).[ix] Di Afrika Utara bangkit Kerajaan Mesir, dan 400 tahun setelah Abraham (keturunan dari Sam) mendapatkan Ishak, negara Israel lahir. Sekitar 450 tahun setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, Daud menjadi raja Israel dan digantikan oleh putranya, Salomo. Babilonia mengalahkan Mesir dan Israel. Babilonia dihancurkan oleh Medi-Parsi (Iran). Medi-Parsi dihancurkan Yunani (Alexander Agung, kambing jantan; Dan 8:5)  dan kemudian Yunani dihancurkan oleh Romawi. Tradisi berkata Roma didirikan oleh Romulus dan Remus sekitar abad 700 BC, dan mencapai puncak kejayaannya di bawah Kaisar Constantine (abad 3 AD). Nenek moyang orang Eropa adalah Yafet, mereka menempati pulau-pulau dan pesisir. Disebut sebagai the Gentiles; Kej 10:5 [KJV dan Aramaic Bible]. Yafet adalah putra ketiga dari Nuh.[x]

a. Nimrod, Semiramis dan Tammus. Nama Nimrod berasal dari kata ”rebel” (berontak). Kej 10:9: “Nimrod adalah pemburu yang perkasa melawan YAHWEH (the Septuagint)[xi] “Dia pemberontak yang perkasa dihadapan YAHWEH” (Targum of Jonathan) dan Targum of Jerusalem [menulisnya sebagai], “dia perkasa di dalam memburu dosa dihadapan YAHWEH.[xii]

Nimrod adalah pendiri menara Babel untuk tujuan penyatuan pemerintahan dan agama. Rencana ini dihancurkan oleh YAHWEH. (Kej 11:1-9). Babel artinya confusion (kekacauan). Gill, komentator Alkitab menulis, ”Nama Nimrod lainnya ialah Nebrod (versi Yunani), Nebrodes (Josephus menyebutnya), dan sungguh Nimrod adalah sama dengan Bacchus of the Heathens (dari para penyembah berhala), karena Bacchus adalah tidak lain dari Barchus, [artinya] Putra Cush (Kush dalam bahasa Indonesia).[xiii]

Nimrod beristerikan Semiramis, yang adalah ibu kandung Nimrod sendiri, setelah Nimrod meninggal dunia Semiramis memiliki pria gelap dan melahirkan putra yang bernama Tammus / Tammuz. Meninggalnya Kush (ayah Nimrod) dan Nimrod, menjadikan Semiramis ratu yang sangat berkuasa.

b. Penyembahan ”Ibu dan Putra” bersumber dari penyembahan ”Semiramis dan Tammus,” panggilan modernnya: Madonna dan anak putranya.
Bukti-bukti benda purbakala menunjukkan bahwa patung seorang ibu menggendong putranya telah ada ratusan tahun sebelum Masehi (BC). Semiramis dengan bayi putranya Tammus memiliki nama yang berbeda-beda di setiap negara.
Ishtar dan Tammus (Babilon)
Isis dan Horus (Mesir)
Ishtar , Astarte atau Ashtoreth (di tanah Kanaan; Israel sekarang). Jezebel adalah imam-perempuan besarnya.
Aphrodite dan Adonis (Yunani)
Fortuna dan Jupiter (Roma)
Devaki dan Krishna (India)
Cybele dan Deoius (Sardis, di Asia Kecil atau Turky modern). Cybele adalah dewi dengan 12 bintang dikepalanya. Turkey kuno adalah kerajaan Hittite, di rebut oleh Iran, pindah ke Yunani, kemudian ke Romawi dan ke Ottoman Turkey.

Tokoh penyembahan yang utama bukanlah sosok putranya tetapi ibunya, sebagai lambang kasih, kesuburan kelahiran anak, susu untuk putra tersebut. Bayi puteranya dilambangkan sebagai sosok pribadi yang sangat bergantung kepada ibunya. Apapun nama panggilan dari dewi Semiramis ini, intinya ialah dewi ini disembah sebagai dewi kesuburan dan juga lahirnya musim panas (April) oleh orang Eropa kuno.

Untuk lebih lengkapnya tentang nama-nama panggilan ini silahkan baca ”Paskah (Passover) samakah dengan Easter?” Penyembahan kepada dewi kesuburan sudah dilakukan sejak lama, sebuah patung di kota Mari yang terletak di tepi sungai Efrat, dekat Haran (dimana Abraham berhenti sebelum menuju Kanaan) telah ditemukan dikatakan dibuat sekitar 2500 BC – dan tentunya berlanjut sampai saat ini. Sekarang kita pelajari apa yang Alkitab katakan tentang penyembahan kepada Ratu Sorga ini.

Alkitab menulis tentang Ratu Sorga.
Nabi Yeremia menyebutnya lima kali; Yer 7:18 dan pada Yer 44:17-19, 25.
 ”Persembahan bagi ratu sorga (Yer 7:18); ”Deiti dari orang Persia dan Assyria, …Bulan telah menjadi lambang dari produktifitas perempuan secara umum, dan telah disembah sebagaimana di Babylon…,” Albert Barnes, Notes on the Bible

“membakar korban kepada ratu sorga” (Yer 44:17); ”ratu sorga, menurut Abarbinel, adalah bulan, yang adalah ratu sorga, sebagaimana matahari adalah raja; demikianlah itu dipanggil oleh para the Heathens dari Coelestis dan Urania,” John Gill.

Perbuatan orang Israel kuno ini telah membuat YAHWEH marah besar: Sebab itu beginilah firman Adoanai YAHWEH: Sesungguhnya, murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku akan tercurah ke tempat ini, ke atas manusia, ke atas hewan, ke atas pohon-pohonan di padang dan ke atas hasil tanah; amarah itu akan menyala-nyala dengan tidak padam-padam.” (Yer 7:20). Nabi Yeremia menegur mereka dengan keras: YAHWEH tidak tahan lagi melihat perbuatan-perbuatanmu yang jahat dan kejijikan yang kamu lakukan; oleh karena itu negerimupun telah menjadi reruntuhan, kengerian dan kutuk tanpa penduduk, seperti yang ternyata sekarang ini. (Yer 44:22)

Doktrin Roma Katolik VS ajaran Alkitab.
Pertanyaan Pastor Cyneque kepada Uskup Prince, seorang professor Rhetoric, pada bab 40 mungkin bisa membantu para Katolik mengerti perbedaan antara kedua doktrin di atas:

  • ”Siapa yang telah datang ke dunia untuk menyelamatkan Anda dan saya? Apakah itu Yeshua atau Maria?” ”Yeshua,” uskup menjawab.
  • ”Ketika Yeshua dan Maria di bumi, siapakah yang mengasihi orang-orang berdosa dengan kasih yang lebih effektiv dan menyelamatkan?” Yeshua,” uskup menjawab.
  • ”Dan kepada siapa Yeshua mengundang orang-orang berdosa datang untuk keselamatan mereka; apakah Yeshua sendiri atau Maria?” ”Yeshua, uskup menjawab dan menambahkan, ”Datanglah kepada-KU.” Yeshua tidak pernah mengatakan datang atau pergilah kepada Maria.”
  • ”Punyakah kita contoh-contoh di ayat-ayat Alkitab, orang-orang berdosa yang takut ditegur olehy Yeshua, telah pergi ke Maria dan mendapatkan jalan masuk ke Yeshua melalui Maria, dan diselamatkan melalui doa-doa syafaatnya Maria?” ”Saya tidak ingat ada masalah seperti demikian,” uskup menjawab.
  • Kepada siapa pencuri yang berdosa pada kayu salib mengalamatkan dirinya sendiri untuk diselamatkan: apakah itu kepada Yeshua atau kepada Maria?” ”Itu kepada Yeshua, ” jawab uskup ini.
  • Sudahkah pencuri tersebut berlaku baik mengalamatkan dirinya sendiri kepada Yeshua di Salib, lebih dari kepada Maria yang duduk pada kaki-Nya?” ”Pastilah dia melakukan yang lebih baik,” uskup menjawab.
  • ”Sekarang, tuanku, ijinkan saya bertanya satu pertanyaan lagi. Tolong ceritakan kepada saya jika Anda berpikir bahwa Yeshua di Sorga, sebab Dia duduk pada sisi kanan Bapa-Nya, sudah kehilangan kasih dan belas kasihan-Nya yang besar untuk orang-orang berdosa? Dan jika benar demikian dapatkah Anda menunjukkan kepada saya bahwa Yeshua telah kehilangan kekuasaanya oleh Maria?” ”Saya tidak berpikir demikian,” uskup menjawab.

”Sekarang, jika Yeshua masih tetap masih teman baik saya, terkuat saya, paling berbelas kasihan dan teman yang mengasihi, mengapa saya tidak pergi lagsung kepada Dia? Mengapa kita harus pergi seseorang yang berderajat rendah, di dalam kuasa, kasih, dan belas kasihan, untuk keselamatan kita?”
Uskup ini mabuk dengan pertanyaan-pertanyaan saya, tulis pastor Chiniquy.

Pastor ini kemudian menyelidiki karya tulis para bapa-bapa gereja Roma, kemudian menyimpulkan: Apa yang menjadi kehancuranku dan membuat saya malu (sebagai pastor Katolik) adalah menemukan bahwa mereka (para Paus) yang hidup sebelum abad ke-enam tidak pernah mengajari untuk menyembah Maria. Ajaran-ajaran tentang kuasa Maria di Sorga dan kasihnya kepada para pendosa dari buku-buku yang saya telah baca adalah kebohongan yang kurang ajar; tambahan-tambahan masukan yang kotor pada pekerjaan mereka, seratus tahun setelah kematian mereka.[xiv] Dengan kata lain, 100 tahun setelah kematian para Paus (yang hidup sebelum abad ke-enam) ajaran mereka ditulis ulang oleh peneru mereka dengan penambahan doktrin ”penyembahan Maria.” Penambahan kalimat seperti ini juga terjadi pada Alkitab terjemahan Septuagin berbahasa Latin. XXX

Posisi Maria di Alkitab.
Untuk tidak membuat artikel ini terlalu panjang saya akan tuliskan dengan singkat posisi ibu Yeshua sesuai konteknya.
1. Maria hamba Elohim. Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba YAHWEH; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk 1:38);  Maria adalah keturunan suku Yehuda (akar datangnya kata ”Yahudi”), seorang hamba Elohim yang rendah hati, Tercatat 3 (tiga) kali sebagai wanita perawan,[xv] namun status ”perawan” ini bukanlah titel Maria, hanya menceritakan bahwa Yeshua akan lahir tampa hasil dari persetubuhan sebagaimana umumnya lahirnya manusia, tetapi melalui Roh Kudus. Maria tidak perawan lagi sebab melalui Yusuf, suaminya, ia melahirkan beberapa putra dan putri (Mark 6:3; Mat 12:46-47; Luk 8:19).

2. Maria tidak perawan dan tidak bergelar “Perawan.” Setelah Yeshua lahir. Hubungan Yusuf dan Maria menghasilkan beberapa anak. Baca Kotak tulang (ossuary) Yakobus, saudara Yahshua (Yeshua) ditemukan! Alkitab tidak penah menggelari Maria dengan “Perawan Maria.” Tidak pernah! Injil menyelaskan jauh lebih lengkap tentang Maria, ibu Yeshua, dibanding Kuran, namun kata “perawan” lebih banyak terdapat di Kuran. Apakah Islam juga anak perempuan dari gereja Roma Katolik (Wah 17)?

3. Maria tidak punya otoritas rohani atas Yeshua. Maria, ibu Yeshua, ditegur oleh Putranya beberapa kali karena mencoba mencampuri pekerjaan Bapa Sorgawi yang telah dipercayakan kepada Putra-Nya:

  • “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Luk 2:49)
  • “What is it to me and to you, woman? [Aramaic Pershitta], Woman, what have I to do with thee? [KJV] (Yoh 2:4). Maria tidak dipanggil ibu, tetapi “wanita” dan Yeshua menolak keras diatur oleh ibunya dalam masalah kerohanian.
  • “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! (Mat 12:48-49; sama pada Luk 8:19-21)

4. Maria orang berdosa. Maria juga orang berdosa, sama seperti semua keturunan Adam dan Hawa.
Maria membawa dua burung tekukur untuk pentahiran dirinya sendiri sesuai perintah Musa (Luk 2:24; Ima 12:8).
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Elohim, (Rom 3:23). Pernyataan yang sama juga tertulis pada Maz 14:1-3; 53:2-4; 143:2. Para pemimpin Katolik umumnya mengakui bahwa doktrin Maria tanpa dosa sungguh tidak berdasarkan Alkitab. Lihat video di bawah: ”3 Roman Catholicism – Pagan Mary Queen of Heaven Worship.”
5. Maria bukan pendoa syafaat bagi yang hidup.  Maria bukanlah mediator (pengantara) antara manusia yang hidup dengan Elohim yang di sorga. Satu-satunya mediator tersebut adalahYeshua Ha Mashiah (1Tim 2:5-60).
6. Maria tidak bisa menyelamatkan siapapun. Maria bukanlah juga juruselamat bagi orang berdosa, sebab ia sendiri perlu diselamatkan. Keselamatan hanyalah di dalam satu nama: Nama Yeshua Ha Mashiah (Yoh 14:6; Kis 4:12).
7. Maria telah mati, umat YAHWEH dilarang berhubungan dengan orang mati.  Maria telah mati dan rohnya telah beristirahat dengan tenang. Berbicara kepada orang yang telah mati, sekalipun ia mati sebagai orang suci, adalah kekejian bagi Elohim Ul 18:11-14.
8. Maria bukan Elohim. Dilarang disembah. Gereja Roma Katolik telah menghapus larangan kedua pada 10 Perintah Elohim (lihat gambar di atas) Penyembahan (beribadah, mengagungkan dengan mencium, berlutut dan mengarak merupakan bagian dari tindakan penyembahan) kepada apapun juga diluar dari Pencipta alam semesta dan isinya (Maz 24:1-2) adalah pelanggaran dari perintah pertama dan kedua dari Sepuluh Perintah Elohom (Kel 20:2-6). Bentuk penyembahan nampak pada ayat-ayat ini: Musa menyembah YAHWEH: Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah (Kel 34:8)
Seruan raja Daud kepada orang percaya untuk menyembah YAHWEH: Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.  Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. (Psa 95:2,6).

Jadi jika Anda (orang Katolik) menyanyikan pujian dan berdoa dihadapan patung Maria, Anda sesungguhnya telah menyembah patung tersebut. Jika Anda berlutut dan sujud di depan Maria, Anda juga termasuk menyembah Maria. Anda bisa berargument bahwa “Ya saya melakukan semua itu, tapi sungguh saya tidak menyembah Maria!” Inilah yang saya sebut masalah ARTI / DEFINISI dari sebuat kata. Tentu Yeshua akan memakai definisinya sendiri ketika Ia menghakimi kita ketika Ia kembali untuk kedua kalinya. Yang terpenting adalah “kita dapat mengatakan apapun kepada orang lain, tetapi Bapa Sorgawi mengetahui setiap motif dan pikiran kita. Dan standard dari penghakiman-Nya adalah firman-Nya yang tertulis, Alkitab:

Sebab firman Elohim hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. (Ibrani 4:12-13).

Doc Marquis, ex-dukun Luciferian membuktikan bahwa Perawan Maria yang disamakan dengan ratu sorga di dalam doktrin Katolik adalah Semiramis, Ratu Sorganya penyembahan berhala Babilonia.[xvi]

Karena itu tunduklah kepada Elohim, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Elohim, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. Rendahkanlah dirimu di hadapan YAHWEH, dan Ia akan meninggikan kamu. (Yak 4:7-10)

Bacaan berkait:

Referensi:


[i] Virgin of Carmen, 16th of July. [ii] Mary, Queen of Heaven, Mother of God? [iii] Collyridianism by Patrick Madrid. [iv] Orang Injili jelas menolak Maria sebagai pribadi yang harus disembah. Islam lahir abad ke 6 di tanah Arab, dan menurut Pastor C. Chiniquy para pemimpin gereja Roma sebelum abad ke 6 tidak mengajari doktrin penyembahan kepada Maria (lihat Endnotes XIV). Besar kemungkinan nabi Muhammad mendapat  pemikiran tersebut dari aliran Collyridianism ini. Lebih detil tentang kesalah tafsiran Muhammad tentang ajaran Alkitab bisa dibaca di Brother Andrew, Theological and historical errors in the Qur’an: Mary was not part of the Christian trinity! http://www.bible.ca/islam/islam-bible-koran-errors-catholic-mariolatry-trinity-father-son-mary.htm
[v] Elliot Miller: “Part Two: From Lowly Handmaid to Queen of Heaven, The Mary of Roman Catholicism,” Christian Research Journal, Fall 1990, p.31. Dikutip oleh True Free Thinker: Roman Catholic Maryology: Mary in Roman Catholicm, part 14 – Queen of Heaven? http://www.truefreethinker.com/articles/roman-catholic-maryology-mary-roman-catholicism-part-14-queen-heaven

[vi] Charles Chiniquy, 50 Years in the ”Church” of Rome. The Conversion of a Priest. Bab XL (40). Ia anak dari calon Pastor Katolik yang mengundurkan diri oleh karena skandal para pastor. Ia telah mengerti dan membaca Alkitab (berbahasa Perancis) sejak kecil. Sejak remaja ia hidup di seminari-seminari Katolik dan sangat rajin menyelidiki sejarah gereja Roma, tidaklah heran bahwa ia tahu lebih banyak tentang tulisan-tulisan para Paus dibanding para pemimpinnya sendiri, yakni para Uskup dan bahkan para Uskup Agung. Ini terlulis pada bukunya. Ia juga menulis buku lainnya ”The Priest, The Woman and The Confessional,” bisa juga di download atau dibaca online.

[vii]  Idem, bab XLVIII (48)
[viii] Encyclical Ad Caeli Reginam.
[ix] Kejadian 10:8-12.
[x] Sehubungan dengan masalah penterjemahan dari berbagai versi saya memperjelas urutan anak Nuh. Anak-anak Nuh: Sam, Ham dan terakhir Yafet (Kej 5:32; 9:18; 10:1). Kej 10:21 – To Shem also, … the elder brother of Japheth  (Bible Aramaic of the Peshitta, ESV).  Pada Kej 9:24: When Noah awoke …  knew what his younger son had done to him. Ini bukanlah Ham, tetapi Kanaan, anak keempat dari Ham – lihat ayat 22, 25-28 dan 10:6.
[xi] Matthew Henry, Commentary of the Whole Bible pada Kejadian 10:6-14. Ia menguraikan: Dia mengatur penyembahan berhala, sebagaimana Yerobeam telah berbuat, untuk memperkuat merebut kekuasaan. Membuat sebuah pemerintahan yang baru, agama yang baru. Babel adalah ibu dari segala pelacur. Nama Nimrod mengandung arti pemberontakan, yang mengajar kita bahwa para tyrant (diktator) kepada manusia adalah pemberontakan kepada Elohim, dan pemberontakan mereka adalah sebagai dosa bertenung (the sin of witchcraft).[Lihat  1Sam 15:23 dan 2Taw 33:6].
[xii] John Gill,  Exposition of the Entire Bible; untuk Kej 10:9
[xiii] Idem, komentar untuk Kej 10:8.
[xiv] Charle Chiniquy, 50 Years , bab XL
[xv] Mat 1:23 dan Luk 1:27.
[xvi] Doc Marquis, Catholicism: Which Queen of Heaven Are They Worshiping? DVD

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan