WikiLeasks: Pesta para pangeran Saudi beda jauh dari yang diharamkan Islam


Para pembesar mencemooh hukum-hukum agama dalam pesta-pesta untuk para elit muda mereka sementara polisi keagamaan dipaksa untuk menutup mata, tulis majalah The Guardian Inggris pada beritanya yang mereka dapat dari bocoran data Diplomat USA yang dikeluarkan oleh WikiLeaks.

Negara Arab Saudi yang di dunia luar terkenal dengan hukum sharia yang keras (menganut faham Wahabi, suatu faham Islam yang paling keras), ternyata di balik pintu-pintu tertutup terdapat pesta-pesta yang kebalikannya – penuh dengan botol-botol bir, obat-obatan terlarang bahkan wanita-wanita pelacur. Tulis laporan rahasia diplomat Amerika untuk Arab Saudi.

Data tersebut mencatat pesta Halloween yang dibuat oleh sebuah keluarga pembesar kaya keluarga Al-Thunayan tahun lalu menyajikan munuman keras dan pelacur secara melimpah. Pesta ini dihadiri lebih dari 150 pemuda dan pemudi Saudi yang berusia antara 20-30 tahun. Suasana seperti Nightclub.

Seorang pemuda Saudi bercerita kepada seorang diplomat (Amerika) bahwa pesta-pesta besar merupakan trent baru. Rumah-rumah mewah di Jeddah dilengapi dengan bar, diskotik dan club. Seorang petinggi masyarakat Saudi berkata: “Meningkatnya faham konserfatif pada masyarakat kami pada tahun-tahun belakangan ini telah mengakibatkan interaksi sosial pindah ke dalam rumah-rumah orang.”

Aktivitas sejenis ini diantara para elit Arab Saudi sesungguhnya bukanlah berita baru, mereka biasanya melakukannya di luar negeri seperti Mesir, namun ini kejutan besar karena pesta-pesta mesum ini terjadi di dalam negeri,  tempat tersuci menurut dunia Islam, asal kelahiran nabi Muhammad pendiri dan pembuat hukum Islam, dimana semua agama di luar Islam (Wahabi) tidak diijinkan dipraktekakan. Negara Saudi merupakan pusat bantuan keuangan terbesar untuk penyebaran Islam di seluruh dunia.
Pemerintah (kerajaan dan keagamaan) Arab Saudi terbukti mempraktekkan Standard Ganda.

Bacaan berkait:

Referensi:

Iklan

Nasib malang para TKW Indonesia di Arab Saudi


Pemukulan yang mengakibatkan cacat tubuh, perkosaan dan kematian bagi TKW Indonesia di luar negeri bukanlah hal baru. Namun peristiwa penganiayaan bulan November 2010 ini merupakan salah satu puncak kemarahan bangsa Indonesia.

Mayat Keken Nurjana (usia 36 tahun) ditemukan di tempat sampah di kota Abha, Arab Saudi pada Jumat tanggal 19 November. Lehernya terpotong, dan tubuhnya penuh dengan potongan-potongan yang mengerikan. Ia bekerja di Saudi sejak Juni 2009.

Berita kematian TKW Keken yang mengerikan ini adalah berita naas susulan dari peristiwa menyedihkan kedua dalam bulan yang sama bagi TKW Indonesia di Saudi, korban pertama, Suamiati Mustapa, tebongkar ketika ia di bawa ke RS swasta Medinah karena luka-luka aniaya dan mukanya penuh luka bahkan bibirnya terpotong. Laporan berkata ia tiba di Medinah tanggal 18 Juli 2010 dengan pernjanjian gaji 800 riyal Saudi.

Keken TKW asal Cianjur terbunuh tiga hari sebelum hari raya Idul Adha oleh majikannya sendiri, demikian berita menurut detikcom yang mereka terima dari Korwil PDI Perjuangan di Saudi.

Rendahnya orang Arab melihat bangsa Indonesia dapat dilihat pada aksi demontrasi di depan Kedubes Arab Saudi di Jakarta pada Senin (22/11/2010) yang mana seorang pria Arab memukul wanita yang berdemontrasi, di depan 200 polisi Indonesia yang berjaga-jaga saat itu. – Pertanyaan: apakah pria Arab ini telah diadili karena telah memukul wanita Indonesia di negara Indonesia?

Renungkan ini sejenak:

  • Mengapa peristiwa-peristiwa yang tidak berperikemanusiaan ini terus berlanjut pada TKW Indonesia, khususnya di Saudi Arabia?
  • Mengapa pejabat pemerintah Indonesia tidak banyak berusaha membela hak TKW di Saudi Arabia?
  • Apakah karena Saudi Arabia tempat lahirnya agama Islam, sehingga pemerintah dan pemimpin agama Islam Indonesia menutup mata dari masalah yang telah bertumpuk di depan mata mereka?
  • Kapankah pemimpin bangsa dan cendikiawan Islam Indonesia sadar bahwa para wanita Indonesia, termasuk TKW adalah bangsa kita sendiri dan mereka juga berhak mendapatkan pembelaan yang sama seperti para pria Indonesia?

Dokma agama menghasilkan apa yang agama tersebut ajarkan, jika dogmanya benar maka benarlah hasilnya, namun jika dokmanya salah maka akan salah juga hasilnya.

Apa yang Alkitab ajarkan tentang orang miskin?

  • Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia. (Ams 14:31)
  • Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya dari pada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya. (Ams 28:6)

Takutlah akan YAHWEH, Pencipta manusia, maka Anda akan mendapat hikmat dan pengertian tentang banyak hal dalam kehidupan ini. (Ams 9:10)

Bincang-bincang dengan Tenaga Kerja Indonesia dari Arab Saudi. Berikut ini pengalaman pribadi saya berbincang-bincang dengan beberapa saudara dan saudari setanah air – para TKW dan TKP Indonesia di Saudi yang pulang ke Indonesia. Pada penerbangan pulang saya dari Paris ke  Jakarta dengan Saudi Airline, saya transit di Riyadh dan dari kota Riyadh berpindah ke pesawat yang lebih besar untuk ke Jakarta. Di Riyadh ini saya mendapat kehormatan terbang bersama-sama dengan lebih dari 250 TKW dan puluhan TKP (Pria) Indonesia.

Mereka berkata bahwa sebagian besar pulang karena kontrak kerja (dua tahun) habis, beberapa menghentikan kontrak kerja (melarikan diri?) karena tidak kuat, dan seorang pria (yang berbicara kepada saya) dapat libur kerja. Inilah apa yang mereka ceritakan kepada saya (ditulis inti kalimatnya saja)

“Senang kerja di Saudi? Dan pasti gajinya besar ya?” saya bertanya.

Kondisi kerja:
Gaji sih lumayan besar ya Pak, hanya kerjanya sangat berat, hampir tidak mengenal waktu, kapan mereka perlu kita harus siap.
Saya tidur hanya lima jam sehari selama dua tahun. Dari jam 12 malam dan bangun pukul lima pagi.
Mereka kasar dan sedikit-sedikit main pukul.

Lingkungan kerja:
Kami tidak bisa kemana-mana.
Bahkan kalau mau buang sampah saja harus ditemani majikan, (Saya tanya kenapa) ya sebab jika tidak diantar kita bisa diculik laki-laki. (Penculikan wanita sering terjadi di Saudi, pria bermobil menculik wanita dari jalanan dan membawanya ke tempat sepi, seperti gurun pasir dan diperkosa. Hal ini dikuatkan oleh pengakuan seorang pria Filipina yang bekerja selama lebih dari 8 tahun sebagai teknisi pesawat terbang di Saudi).
Keperluan pribadi seperti odol, sikat gigi atau pembalut wanita kita tidak bisa pergi beli sendiri, harus titip kepada majikan.
TKP: (ia nimbrung bicara) Lebih baik kerja di Cina (RRC), waktu dan perjanjian kerja di sana lebih dipatuhi oleh majikan. Sekalipun mereka bukan Muslim, tapi mereka lebih manusiawi dibanding orang Arab. (Ia menambahkan) bahwa tidak jarang dari TKW yang dikursuskan oleh majikan mereka (yang ini sepertinya di Taiwan).
Kenapa kalian tidak lapor kepada KBRI Saudi Arabia?, komentar saya pada keluhan mereka.
Orang KBRI tidak menolong kami (kata TKW dengan nada sedikit sewot)
Saya: KBRI ini ada untuk menolong setiap rakyat Indonesia dimana ia berada. Adalah tugas mereka untuk membela hak dan mengayomi kita di luar negeri.
TKP: Pak, KB Filipina jauh lebih baik kerjanya dari KBRI A.S. Jika ada rakyatnya yang di aniyaya atau haknya ditekan, pasti mereka segera bertindak, sehingga orang Saudi tidak berani macam-macam kepada TKW Filipina.

Banyak dari mereka ketika saya tanya ”ingin balik kerja ke Saudi lagi?” menjawab “tidak mau.”

Catatan: Jangan salah mengerti tulisan ini, saya sama sekali tidak mengeritik kepemimpinan bapa President SBY, saya sangat yakin Presiden akan menangani masalah TKW ini dengan sangat baik, pernyataan Presiden “masalah ini tidak dapat diterima” itu merupakan jaminan. Beliau pemimpin yang arif dan bijaksana. Banyak hal yang telah menjadi semakin baik di dalam pemerintahan President SBY. Artikel ini saya tujukan kepada pejabat-pejabat pemerintah (dalam dan luar negeri) yang berhubungan langsung dengan masalah TK Indonesia, dan juga para pemimpin agama Islam.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog