70% Orang Yahudi Amerika memberi suara untuk Obama! Ini alasannya!!


Sebuah media Israel melaporkan bahwa 70% populasi orang Yahudi memberikan suara untuk Mr. Obama. President Baraq Obama dan partainya (Demokrat) selama 4 tahun sebelumnya terang-terangan pro-Palestina dan menjanjikan sebuah negara merdeka di Israel; kebijakan ”dua-negara dalam satu wilayah.”

Banyak pendukung partai Republik (Mr. Romney berasal) telah terkejut dengan penolakan para pemimpin Orthodox Yahudi memberi dukungan mereka kepada pro-Israel Mitt Romney, David Bedein berkata. David adalah pendiri dari the Israel Resource News Agency and  Director of the Center for Near East Policy Research. “Mereka yang telah berpikir bahwa para Orthodox Yahudi mendukung Romney dan para sekuler Yahudi mendukung Obama adalah salah. Ini sederhananya tidak benar,” David berkata. David memberi contoh, “Di New Jersey, mereka (Yahudi pendukung Romney) telah mendirikan organisasi ‘Rabbis for Romney,’ dan mereka telah mencari semua sektor dari para Yahudi Orthodox, dan ada sejuta Yahudi seperti itu, tetapi para rabbi mereka menolak untuk bergabung. ” Obama menang di New Jersey.

Rabbi Ben Rosenberg, pendiri “Rabbis for Romney” telah menghubungi beberapa organisasi Yahudi, dan salah satunya ialah Council of Rabbis in U.S., mereka semua menolak – mereka berkata mereka ingin melindungi hubungan tali mereka kepada pemerintah yang ada.” Rabbi Ben menyesali penolakan para pemimpin Yahudi dan rabbi tersebut, ia berkata: “Jika para rabbi dan pemimpin telah melakukan sesuatu, jika mereka telah menekankan betapa bahayanya Obama untuk Israel, itu pastilah telah merubah semua hal dan Romney pastilah akan telah ditempatkan di Gedung Putih.”

David percaya para Yahudi Ortodox, berbaju sembayang, sembayang tiga kali sehari, mempelajari Talmud, memiliki family dekat di Israel, namun telah memberi suara bagi Obama adalah kontradiksi dengan perbuatan mereka – sebab, David berkata, “Dia adalah President yang telah melakukan hal-hal yang buruk, anti-Semit dan mendukung Islam.”

Mereka berkesimpulan: 70% Yahudi Amerika yang memberi suara untuk Obama menunjukkan sebuah jurang kuburan antara Israel dan masyarakat Yahudi di luar negeri.

Alasan 70%  Yahudi Ortodox memberi suara untuk Obama. Seorang Yahudi bernama Richard (pendukung Romney) memberi penjelasan bahwa mereka lebih takut kepada para fundamentalist Kristen kulit putih daripada para fundamentalist Islam. Richard mengutip beberapa catatan sejarah, 1.  Kristen kulit putihlah (Gereja Barat) yang mempropagandakan ”para Yahudi telah membunuh Yesus/ Yeshua.” 2. Peristiwa holokos di Eropa. Mereka berpikir, Richard berargument, 3. jika Obama menang maka mereka bebas beribadah dan tidak dipaksa menerima Yesus.

Komentar: Pemikiran simpang-siur ini adalah bukti keberhasilan Bapa Penipu dan para agentnya yang menyebarkan berita yang salah sejak jaman Yeshua (Yesus) hadir di Israel. Bila orang Kristen (khususnya Gereja Barat dan Arab) tidak dapat mengenali akar dari ”Anti-Yahudi/ Anti-Semit” pastilah orang dunia lebih bingung lagi. Dunia bahkan Gereja-gereja telah lama dibingungkan oleh Media Anti-Kristianiti, sehingga tidak dapat menbedakan antara Anti-Yahudi dengan Anti-Kristus.” Untuk hal-hal ini lah web blog Senjata Rohani terlahir; menerangi Gereja dan Dunia dengan terang Alkitab dan pimpinan Roh Kudus sekaligus menelanjangi perbuatan Iblis. 3 jenis pekerjaan para penyesat:

1. Anti-Yahudi dapat dilihat dari catatan Injil dan kisah para Rasul, serta sejarah Gereja Roma Katolik. Peristiwa besar seperti: pengusiran bangsa Yahudi di Yerusalem dan penghancuran Bait Elohom II oleh Titus,  bunuh diri massal di benteng Masada, hasil Sidang Nicea, Holokos Nazi  semua ini terjadi oleh Kerajaan Romawi yang beragama ’Gereja’ Roma Katolik.  Dilahirkanya agama Islam melalui nabi Muhammad oleh Roma Katolik salah satu tujuannya ialah Anti-Yahudi. Bukti bertumpuk untuk hal-hal ini.

2. Anti-Kristus / anti-HaMashiah juga tercatat di Injil dan sejarah Gereja Roma Katolik dan Protestant (Pdf). Pembunuhan – disertai aniaya yang berkelanjutan –  atas para Rasul dan pengikut Yeshua Ha Mashiah, Alkitab menunjuk kepada Yahudi Orthodox (Farisi termasuk Saduki) bekerja sama dengan pemerintah Romawi; kedua group ini juga bekerja sama menyebarkan gossip bahwa “Yeshua tidak bangkit dari kubur, murid-murid Yeshua telah mencuri jenasah Yeshua.”

3. Pencampuran anti-Kristus dengan anti-Yahudi.  Gereja Roma Katolik berhasil menaburkan benih Anti-Kristus kedalam Gereja Injili Barat melalui penyebaran kebencian atas bangsa dan negara Israel. Sekarang ini banyak pemimpin Gereja non-Katolik tanpa disadari mereka sesungguhnya memiliki sikap Anti-Kristus melalui kebencian mereka atas apapun yang berhubungan dengan “Yahudi” dan “Israel.”  Orang Kristen yang memakai kata “Yeshua/Yahshua,” “YAHWEH,” dan menerapkan Perintah keempat: “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat” segera dicap oleh banyak Gereja non-Yahudi sebagai “orang-orang Yahudi” – yang telah dicap oleh dunia sebagai orang yang rasis dan apartheid. Sehingga lahirlah pengajaran-pengajaran yang tidak Alkitabiah di dalam Gereja:

  • Replacement theology; Elohim telah memilih Gereja (orang Kristen bukan Yahudi) sebagai ”umat Israel” menggantikan bangsa Israel; Perjanjian Lama tidak berlaku lagi, Yeshua telah memberi Perjanjian Baru; Israel yang sesungguhnya adalah Gereja (Barat). – tetapi Alkitab berkata: perjanjian Elohim YAHWEH dengan Israel adalah kekal
  • Orang Yahudi harus meninggalkan ’kostum’ Perjanjian Lama dan hidup seperti orang Kristen non-Yahudi  jika ingin diselamatkan – (Paskah jadi Easter,  Sabat jadi SUNday, daging najis jadi halal, lambang Menorah jadi crucifition/ Yeshua tersalib,  10 Perintah YAHWEH menjadi ’sin now, confess later’). – Tetapi Paulus berkata “seluruh Israel akan diselamatkan” oleh pengakuan mereka kepada Yeshua saja, bukan melalui doktrin Gereja Barat.
  • Mengajari dunia dan bangsa Yahudi bahwa orang Kristenlah di balik ratusan juta kematian orang Yahudi, hal sejenis juga diajar kepada orang Islam sedunia. – Fakta adalah orang Kristen Injili telah dibunuh lebih dari 500 juta oleh orang Katolik oleh karena iman mereka kepada Alkitab.
  • Keselamatan hanya melalui iman. TITIK – tetapi Alkitab berkata “Iman tanpa perbuatan adalah mati!”
  • hidup kudus tidak penting sebab Elohim maha pemurah – tetapi Alkitab berkata “tanpa kekudusan tidak seorangpun dapat melihat Elohim.”
  • “Passover hanyalah untuk orang Yahudi, orang Kristen hanya merayakan Easter,” seorang pendeta aliran Pentakosta berkata; sekalipun di Alkitab Perjanjian Baru bahasa Inggris tidak terdapat kata Easter – satu buahpun!!!

Pengajaran palsu di atas inilah yang menyebabkan membuat mengapa orang Yahudi – dan juga orang Arab – menjadi  menolak  Kristianiti dan mengambil bagian dari gerakan Anti-Kristus; dengan kata lain Bapa Penipu melalui nabi palsunya telah berhasil menipu seluruh dunia.

Syukurlah kepada YAHWEH, sekarang telah banyak orang Yahudi dan Arab bisa membedakan antara Kristianiti yang bersumber dari Alkitab dengan dokma yang bersumber dari Gereja Roma Katolik (yang nampak luarnya seperti Kristianiti tetapi ternyata palsu (arti ”anti” dari bahasa  Yunani) semata.

Di abad 21 ini semakin banyak pemimpin Kristen Arab dan Kristen Yahudi mengerti hal ini dan mereka bersatu, baca: Sons of Abraham Worshipping GOD Together oleh Tom Hess. Kumpulan kesaksian mereka yang berdasarkan Yesaya 19:23-25 nubuatan tentang bangsa Mesir, Asur (Assyria) dan Israel menyembah YAHWEH bersama-sama.

Alkitab jelas menulis dan mengajar Kristianti yang sesungguhnya:

  • Yeshua (Yesus) sendiri orang Yahudi (baca Injil Matius 1)
  • Pemimpin dan jemaat dari Gereja mula-mula adalah orang-orang Yahudi .
  • Kata ”Gereja” di Alkitab bukanlah perkumpulan orang non-Yahudi pada awalnya, tetapi para Yahudi pengikut Yeshua. Paulus menulis bahwa Kristen non-Yahudi adalah ”cabang liar yang dicangkokkan.”
  • Rasul Paulus juga mengikuti teladan rasul lainnya: pertama-tama Injil untuk orang Yahudi, lalu kemudian orang non-Yahudi (gentile/ kafir).

Singkat kata: 1. sisi koin pertama, para pemimpin Yahudi dan rabbi mereka mengerti benar bahaya dari Gereja Roma Katolik (“White Power Christian,” istilah Richard) bagi diri mereka jika Romney menang. Gereja Mormon adalah putri dari Gereja Roma Katolik.
2. sisi koin kedua, pemimpin Yahudi dan para rabbinya nampak mengulangi perbuatan pemimpin Farisi dan Saduki; memilih kepentingan masalah agama mereka sendiri daripada kepentingan negara dan bangsa Israel mereka lebih suka diperbudak penjajah (yang membenci Israel) dan mengorbankan bangsa mereka daripada kehilangan posisi jabatan mereka. Bagaimanapun Obama dan Islam di Amerika ada di dalam kendali Vatikan.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Roma: Kritik sex abuse disamakan Anti-Yahudi oleh pengkotbah Vatikan


Berbicara di St. Peter’s Basilica, Roma, Rev. Raniero Cantalamessa berkotbah di depan Paus Benedictus XVI dan umat Katolik. Ia mempersamakan kritik-kritik dunia atas Gereja Roma Katolik  – sehubungan dengan ribuaan pastornya yang terlibat di dalam skandal pelecehan sex anak – dengan anti-Semitism atau anti-Yahudi. Pernyataan ini memicu kemarahan orang-orang Israel dan para korban (dan keluarga korban) sex abuse.

Rev. Raniero pada kotbah  perayaan ”Good Friday” tanggal 2 April 2010, yang mana Gereja Roma percaya secara tradisi bahwa Yahshua Ha Mashiah / Yesus Kristus tersalib pada hari Jumat, mengutip sebuah surat yang ia ”mengaku” dapat dari ”seorang teman Yahudinya” berbunyi:  “Saya mengikuti serangan-serangan kekerasan dan konsentris terhadap gereja [Roma Katolik], Paus dan semua orang beriman oleh seluruh dunia, … Penggunaan stereotip, berjalannya dari tanggung jawab pribadi dan rasa bersalah ke kesalahan kolektif, mengingatkan saya tentang aspek yang lebih memalukan dari anti-Semitisme.” Dengan kata lain kalimat ”temannya” ini berkata bahwa, ”rasa bersalah dan malu yang dialami oleh anak-anak korban skandal sex anak (yang sekarang sudah dewasa)  yang dilakukan oleh para pastor gereja Roma adalah bukan kesalahan kolektif dari Gereja Roma Katolik, tetapi tanggung jawab para korban skandal sex abuse itu sendiri.”

Pengkotbah ini adalah satu-satunya orang yang boleh berkotbah dan memberi meditasi kepada Paus dan petinggi-petinggi Vatikan. Ia dilantik tahun 1980 sebagai pengkotbah Vatikan oleh Paus Yohanes II.

Pengkotbah senior Vatikan ini lupa sama sekali pesan Yahshua ini:

Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. (Mat 5:27-29)

Komentar kemarahan atas penyamaan antara “kritik kepada Vatikan” dan “korban Holokos Yahudi”:

Kristine Ward, jurubicara the National Survivor Advocates Coalition sebuah badan yang menolong para korban skandal di USA: ”Dia memilih untuk menyamakan fitnah terhadap orang-orang Yahudi sebagai sama dengan kritik terhadap Paus Benedictus.”

Peter Isely, jurubicara Snap untuk menopang korban USA, berkata kotbah tersebut “tidak hati-hati dan tidak bertanggung jawab.” Ia berkata: ”Mereka duduk di istana paus, mereka mengalami sedikit tidak nyaman, dan mereka memperbandingkan mereka sendiri dikumpulkan atau dibarikan dan dikirim dengan gerobak-gerobak binatang ke Auschwitz? … You cannot be serious.”

David Clohessy, penasehat hukum untuk para korban pelecehan sex di US, menyebut memperbandingkan kritik kepada gereja Katolik dengan holokos Yahudi adalah ”sangat tidak berperasaan dan salah arah.” “Orang-orang yang dengan sengaja dan terus-menerus menyembunyikan kejahatan seks anak ialah sama sekali bukan para korban,” katanya.

Rabbi Riccardo Di Segni, ketua rabbi untuk Roma, tertawa dengan tidak percaya ketika ditanya tentang  pernyataan Rev. Cantalomessa. Rabbi ini berkata: ”Dengan sedikit ironi, saya akan mengatakan hari ini adalah Jumat Agung, ketika mereka (pemimpin Katolik) berdoa agar Yahweh menerangi hati kami sehingga kami mengenal Yahshua,” rabbi ini berkata, merefer kepada sebuah doa tradisi liturgi Katolik meminta para Yahudi berpindah ke Katolik, ”Kami juga berdoa Yahweh menerangi hati-hati mereka.”

Abraham Foxman, nasional direktur dari the Anti-Defamation League in US, berkata: “Anda dapat berpikir bahwa seorang pastor senior di gereja [Katolik] seharusnya  telah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang anti-Semitism daripada membuat perbandingan yang mengerikan ini.”

Stephan Kramer, Sekretaris Jendral dari the Central Council of Jews di Jerman, itu adalah ”kurang ajar dan sebuah penghinaan kepada para korban pelecehan sexual dan juga para korban Holokos.” Ia menambahkan bahwa Vatikan ”adalah jatuh kembali keatas methode-methode umum yang telah biasa digunakan selama beberapa dekade untuk menekan dan menyembunyikan masalah-masalah yang dikompromikan” Gereja Katolik.”

”Sejauh ini saya belum pernah melihat St. Peter terbakar, tidak juga ada ledakan kekerasan melawan imam-imam Katolik,” dia berkata. ”Saya tanpa kata-kata. Vatikan sekarang mencoba merubah para pelaku jadi para korban.”

David Willey dari BBC, di Roma, berkata komentar-komentar menunjukan Gereja [Roma Katolik] terus membela diri-sendiri secara ketat dan terbuka melawan tuduhan-tuduhan secara sistematik menutupi perkara-perkara pelecehan sexual oleh imam-imannya dalam beberapa dekade terakhir.

Anti-Semitism atau Anti-Yahudi dalam kontek di sini ialah seringnya dunia internasional menuduh dan menyerang orang Yahudi dibalik semua kekacauan dunia, menjadikan orang Yahudi sebagai kambing-hitam.

Bukti-bukti terakhir menunjukkan bahwa sumber Anti-Semitism sesungguhnya ialah Gereja Roma Katolik – ingin menguasai kota Zion / Yerusalem yang adalah lambang dari tempat ”kediaman” Raja Damai.

Dr. Derek Prince menyatakan dengan tegas bahwa ”akar dari anti-Semitism adalah anti-Kristus.”

Para korban ini sampai sekarang mengalami troma rasa malu dan kotor terhadap diri mereka sendiri atas apa yang para pemimpin rohani tersebut telah lakukan terhadap mereka di masa kanak-kanak mereka. Banyak gadis-gadis dan anak-anak laki yang dilecehkan oleh pastor ini tidak berani bicara kepada orang tua mereka, andaikan orang tua mereka mengetahuinya, orang tua mereka lebih merasa aman untuk tutup mulut daripada menerima hukuman ”excommunication” yakni dikucilkan oleh pastor dan komunitas mereka – bayangkan sebuah keluarga Kristen yang tinggal di propinsi Aceh.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Holokos / Holocaust: opini orang berpendidikan v.s. bukti sejarah


Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, … Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! (2Ti 4:3-5) peta-kamp-konsentrasi-nazi1

Peristiwa Holokos / Holocaust – pembunuhan sekitar 6 juta orang Israel dan jutaan jiwa dari kelompok lainnya secara sistematis oleh rejim Nazi pimpinan Adolf Hitler- belum lebih dari 100 tahun umurnya namun sudah ada orang-orang yang meragukan bukti sejarah peristiwa yang mengerikan ini. Beberapa orang yang meragukan ini bukanlah orang yang buta huruf yang tinggal di hutan belantara, mereka adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi dan memilki jabatan yang tinggi. Diantara mereka adalah presiden negara, tokoh-tokoh agama termasuk bishop.

Laut Merah terbelah pada jaman nabi Musa, Sodom dan Gomorah dimusnahkan oleh batu-batu belerang yang bernyala dari langit, Yahshua berjalan di atas air dan merubah dua potong roti dan 5 ikan untuk 5000 (lima ribu) pria saja, tidak termasuk wanita dan anak-anak dan sisa makanan 12 bakul adalah cerita-cerita yang tercatat di Alkitab. Sejarah ini terjadi hampir 2000 (dua ribu) tahun yang lalu. Tidak sedikit orang pada jaman sekarang meragukan catatat-catatan sejarah tersebut.

Holokos terjadi antara tahun 1930-1950 di Europa. Banyak orang Europa sendiri tentunya masih hidup dan ingat peristiwa holokos tersebut.

Beberapa bukti sejarah tentang Holokos:

Tempat kejadian: Austria, Belgia, Bohemia, Yunani, Jerman, Nederlands dan negara-negara USSR  seperti Hungaria, Lithuania, Ukrania dsb.  Ada  lebih dari  30 -35  Kamp Konstrasi  utama , beberapa  dari mereka memiliki satelit-satelit  kamp. Lihat

Sedikitnya 12 ribu Tahanan Perang (POW) komunis Rusia dibinasakan atas perintah Hitler.
Naza juga memakai mobil-mobil  pick-up sebagai kamar gas pembunuh.

Kelompok korban dan jumlah korban

  • Orang Israel di Europa 5,6 – 6,25 juta jiwa. Kira-kira tujuh dari sepuluh orang Israel di Europa musnah.
  • Di Babi Yar dekat Kiev, dalam dua hari saja lebih dari 33 ribu orang Israel mati pada September 1941. Tambahan kekejaman rejim Nazi pada masa Holokos ini ialah mereka juga membantai jutaaan bangsa lainnya karena latar belakang kepercayaan dan sosial mereka masing-masing. Hitler memakai Teori Evolusi ”Natural selection.”
  • orang Gypsy (Roma dan Sinti) – 222-250 ribu jiwa
  • Rusia – 3 juta
  • Polandia – 3 juta
  • Serbia – 700 ribu

Efek dari Holokos ini, menurut penelitian Paul Kriwaczek membuat banyak orang Yahudi di Europa tidak berani mengaku diri sebagai keturunan orang Yahudi atau dikaitkan dengan orang Yahudi.

Orang-orang berpendidikan yang menyangkal bukti sejarah ini diantaranya ialah

David Hoggan, USA. 1969 menerbitkan bukunya “The Myth of the Six Million

Willis Carto, pendiri Institue for Historical Review, 1978. Terlebih lagi penerusnya, Mark Weber.

Jean-Marie Le Pen, lahir 1928, ahli hukum dan politikus Perancis terkenal. September 1987 berkata, ”Saya tidak berkata kamar-kamar gas tidak ada. Saya tidak pernah melihat mereka secara pribadi.”

Bradley Smith, USA. Direktur  of the Committee for Open Debate on the Holocaust. 1997 membuat 90 menit video presentasi bahwa sejarah pembantai Nazi tidak benar. 

Wakil PM UAE, Sultan Bin Zayed Al Nahayan, Agustus 2002 membuat symposium “Holocaust denial” di Abu Dhabi

Dr. Aziz al-Rantissi, tokoh Hamas. Ia menyatakan bahwa Halocaust tidak pernah terjadi, tapi dilain waktu ia menyatakan Zionists dibelakang tindakan para Nazi, dan Zionists pendiri faham Nazi.

Presiden Iran, Ahmadinejad. 2005, Holocaust adalah dongeng /myth buatan orang-orang Yahudi

Mohammed Mahdi Akef, pemimpin Muslim Brotherhood Mesir, membela perkataan presdien Iran ini

Bishop Katolik Richard Williamson..”Saya pikir, kesimpulan yang serius, yang mati di kamp-kamp konsentrasi Nazi hanyalah 200-300 ribu. Tidak satupun dari mereka yang mati oleh kamar-kamar gas.” Paus Benedictus XVI berespont pada pernyataan bishop ini sebagai “intolerable and altogether unacceptable” Dan Williamson diminta keluar dari tanah Argentina di mana ia bertugas. Video  dan  reaksi atas pernyataan bishop. Paus Benedictus sendiri pernah bekerja sebagai tentara Nazi ketika beliau masih muda, ia tahu sejarah Jerman tentunya.

Jika orang-orang berpendidikan mempertanyakan bahkan menganggap peristiwa ini adalah suatu kebohongan, atau memperkecil jumlah korban, tentunya mereka memiliki suatu yang ingin disampaikan kepada orang lain dan masyarakat Dunia,

Dari latar belakang politik, status sosial dan agama dari orang-orang yang menolak bukti holokos (di atas dan media lainnya) maka ada beberapa kemungkinan penyebab  issue  penolakkan bukti holokos. Ini diantaranya:

  • Mereka sekedar membohongi diri mereka sendiri, atau
  • Sekedar mencari popularitas / MPO (mencari perhatian orang), atau
  • Tanpa sadar dipakai Iblis untuk membenci Israel
  • Terlibat di dalam program anti-Kristus mempengaruhi opini Dunia terhadap rencana Elohim atas bangsa dan negara Israel

Bagian dua terakhir merefer kepada difinisi Holocaust pada Holocaust deniel, orang-orang tertentu menolak menyertakan  suku bangsa lainnya  diluar orang Yahudi sebagai korban Holokos.

Issue Holokos yang diangkat kepermukaan memiliki “pedang bermata dua.”

  • Menjadikan Nazi Hitler pahlawan anti-Semit (keturunan Israel); caranya merubah sejarah bahwa Nazi tidak membunuh suku bangsa lainnya kecuali orang Israel
  • Mengkaitkan isu politik yang sekarang (konflik tanah Israel-Palesitna, perebutan kota Yerusalem)  kepada kebencian Nazi Hitler terhadap orang Israel

Bradley Smith, privately, he admits that his aim continues to be promoting “revisionism” and anti-Israel propaganda. “I don’t want to spend time with adults anymore. I want to go to students. They are superficial. They are empty vessels to be filled”.

Fakta sejarah: bagaimana orang Israel dijadikan kambing hitam dari sisi agama:

Sebelum agama Islam lahir: Gereja Roma memakai kekuasaan Kerajaan Romawi membunuh banyak orang Israel dengan alasan orang Israel telah membunuh Juruselamat – Yahshua Ha Mashia / Yesus Kristus orang Kristen. Alkitab berkata bahwa Ia memang datang untuk memberi diri-Nya mati sebagai korban tebusan supaya semua manusia yang percaya kepada-Nya tidak binasa.

Dari abad ke 6 samapai sekarang: Nabi Muhammad pendiri agama Islama dan pengikutnya membunuhi orang-orang Israel karena mereka melanggar hari Sabat, orang yang terkutuk. Alkitab tidak pernah menulis bahwa orang Israel pernah dikutuk menjadi monyet atau babi karena melanggar hari Sabat. Kutukan Elohim atas bangsa Israel bersifat sementara. Lahirnya kembali negara Israel membuktikan bahwa YAHWEH memberkati dan memperhatikan Israel. (Yes 62:4-6)

Abad 21: Meil Gibson, dengan filmnya The Passion of Christ, mencoba memberi opini kepada dunia “pembunuh Jurus Selamat dunia adalah orang Israel”. Telah menjadi perdebatan yang keras sebelum itu diluncurkan ke layar putih.  Itu sebabnya film ini adalah satu-satunya film ‘Kristen’ yang bisa diputar di negara Islam Timur Tengah. Film ‘Kristen’ ini sesungguhnya ialah musang berbulu domba, Anti-Kristus berbaju Kristus.

Yahshua Ha Mashiah / Yesus Kristus / Isa Al-Masih adalah orang Yahudi / orang Israel (Mat 1). Alkitab menulis bahwa Ia menangis untuk Yerusalem (gambaran dari bangsa israel) (Luk 13:34-35) bahkan Ia meminta umat-Nya untuk terus mengingatkan Dia untuk memulihkan Yerusalem. (Yes 62:6-7). Yerusalem Baru yang turun dari surga pada kedua belas pintu gerbanya tertulis masing-masing dua belas suku Israel (Wah 21:12). Tidak ada orang yang benci kepada orang Israel akan betah tinggal di Surga, sebab semua nabi dan rasul yang akan kita temui setiap hari di Surga adalah orang-orang Yahudi / Israel.

Orang pintar (yang tidak percaya YAHWEH) sering terlihat berkata dan bertindak seperti orang bodoh, namun sesungguhnya ia orang yang lebih lihai dan lebih pintar dari rata-rata orang pintar! Sayangnya mereka memberi diri mereka sendiri untuk dibohongi oleh Iblis. Mereka lebih senang memiliki Bapa dari segala pendusta lebih dari pada memiliki Bapa Yang Mahapemurah dan Maha Pengasih, Bapa Kudus dan Mahabenar.

Kepandaian tanpa takut dan hormat akan YAHWEH adalah sumber malapetaka manusia yang besar di dunia ini, perhatikan firman  ini:

Ketika dilihat YAHWEH, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah YAHWEH, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. (kej 6:5-6) . Sebelum air bah nabi Nuh.

Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan YAHWEH dan yang diurapi-Nya (Maz 2:1-2). Setelah air bah

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. (Yoh 1:9-11). Ketika Yahshua masih di bumi

Sebab sekalipun mereka mengenal Elohim, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Elohim atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. (Rom 1:21-22). Ketika Kerajaan Romawi mulai terkenal

Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, … Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat…, dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian. (Wah 9:18-21). Akhir  jaman.

Hitler:  “a lie is believed because of the insolent inflexibility with which it is propagated.”

Bacaan berkait:

Referensi:

  • The Holocaust Chronicle
  • Holocaust facts
  • Paul Kriwaczek, Yiddish Civilization: The Rise and Fall of  a Forgotten Nation; book.
    (Cerita tentang penyebaran orang Yahudi  atau Yiddish di dataran Europa termasuk Rusia, dan pengaruhnya yang besar terhadap kemajuan (sosial, sain, seni, bahasa dll) di Europa.)
  • Holocaust Denial

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog