Pasukan Negara Islam Khalifah terpukul berat di Syria, Irak dan Nigeria


Peta wilayah pendudukan militer Syria, Kurdi, Irak dan Khalifah Islam Para pejuang Kurdi telah mengusir keluar para jihadist NIK dari kota Kobani (Ain al-Arab) di Syria berita hari Senin awal Pebuari ini (2/2/2015). Para jihadist NIK (Eropa menyebutnya IS / ISIS, dan Amerika: ISIL – membedakannya dengan Negara Islam Shia Iran) semula telah berhasil menguasai 60% dari kota bangsa Kurdi-Syria yang strategis ini. Kota Kobani terletak hanya beberapa kilometer dari perbatasan negara Turki, dan sekaligus tidak jauh dari komplek militer Turki. Turki, sekalipun anggota NATO, adalah satu dari dua negara Islam yang terang-terangan mendukung gerakkan Islam Khalifah. Lainnya adalah Qatar.
Para jihadist NIK yang diperlengkapi dengan senjata perang modern (buatan Barat) dan dibantu dengan pejuang-pejuang dari berbagai bangsa 4 bulan lalu dengan mudah menguasai kota Kobani. Sebagian besar penduduknya (wanita, anak-anak dan orang tua) melarikan diri ke perbatasan. Hanya meninggalkan para pemuda yang bersenjata bedil.
Atas desakan pemerintah Perancis dan para anggota NATO, ”bangsa Kurdi sedikitnya berhak untuk membela diri,” Turki yang semula bersih-keras tidak ingin menolong ”musuhnya” yang sedang dalam kehanPejuang Kurdi merebut kembali kota Kobani dari tangan Jihadist Negara Islamcuran tersebut akhirnya dipaksa membuka pintu perbatasannya bagi pejuang Kurdi (yang tinggal di Kurdistan-Turki) untuk membela rekan sebangsanya yang sedang terperangkap. AS hanya membantu pejuang Kurdi dengan serangan-serangan udara. Sekarang 100% Kobani direbut kembali dari para jihadist NIK. Jurubicara AS, Jen Psaki menyatakan bahwa kelompok NIK ”telah mengerahkan banyak sumber-sumber ke dalam (perang di) Kobani. Namun dengan jelas mereka tidak berhasil, dan kita sedang mendorong mereka mundur.” Pejuang Kurdi di Kobani dipimpin oleh Unit-unit Perlindungan Masyarakat Kurdi (UPMK/ KPPU). NIK telah kehilangan lebih dari 1000 jihadistnya di Kobani selama perang 4 bulan tersebut.
Sementara itu, di Irak Utara (Kurdistan Irak), para pejuang Kurdi lainnya telah berhasil merebut kembali kota-kota yang diambil oleh NIK Minggu ini dikabarkan mereka berhasil merebut wilayah strategis yang dipakai oleh NIK sebagai jalur suplai antara Mosul (pusat militer NIK di Irak) dengan Syria.
Yang menarik dari pejuang Kurdi ini ialah para wanitanya turut berperang, sedikitnya 500 wanita!

Pada Senin yang sama NIK terpukul di Irak Selatan.Tentara Irak yang telah berhasil membebaskan Diyala dan semua wilayah berpenduduk di profinsi timur Irak dari tangan pejuang NIK. Pemerintah berkata perang di Selatan ini telah menewaskan 58 dan 248 luka-luka dari pihak pemerintah, dan lebih dari 50 jihadist NIK tewas.
Di Selatan, tentara Shia dibantu dengan pejuang-pejuang dari Arab Sunni setempat (tribesmen) telah mengikuti jejak suku Kurdi untuk menghadapi NIK dengan kekuatan militer.

Sekilas balik konflik kebangkitan Negara Islam dengan Pemerintah Lokal. pejuang wanita Kurdi siap melawan jihadist Negara Islam
Sejak bangkitnya gerakkan Negara Islam Kalifah yang dimotori oleh al-Bagdadi, Juni tahun lalu, banyak orang-orang Muslim di Syria dan Irak bergabung dalam cita-cita lahirnya kembali negara Kalifah. Tentara dan polisi bergabung, sehingga hanya dalam beberapa bulan saja wilayah kekuasan NIK menjadi hampir sebesar wilayah negara Syria; tanpa adanya perlawanan besar. Ya, pemerintah Shia Syria memerangi NIK dan para kelompok militan Sunni lainnya. Kehilangan beberapa kota. Sementara di Irak post-post militer direbut pejuang NIK dengan mudah.
Permainan perang berubah drastis ketika NIK mulai memasuk wilayah Kurdistan (Irak Utara) yang adalah tanah air bangsa Kurdi. Jatuhnya kota Mosul suku Kurdi, telah membuat pejuang Kurdi (pria dan wanita) mengangkat senjata.

Di Kurdistan, keahlian perang para jihadist mulai diuji. Di Kurdistan keimanan mereka diuji. Di Kurdistan pula moral buruk para jihadist NIK membuka mata bangsa-bangsa tidak hanya di Irak dan Syria, tapi juga di Timur Tengah dan bahkan Dunia; para jihadist NIK tidak malu-malu meminta para keluarga Sunni di Mosul menyerahkan gadis-gadis, menahan para gadis dan wanita bukan-Sunni untuk jadi budak sex dan memperjualkan mereka sebagai pelacur, sementara membantai laki-lakinya dan mengubur hidup-hidup anak-anak.
Kesadisan NIK sesungguhnya telah nampak di Syria, namun Dunia tutup mata. Sebab President Ashad memiliki catatan hitam: kepanjangan tangan dari Pemerintah Islam Iran, jalur suplai senjata gelap Iran dan Rusia bagi organisasi terroris Shia Hesbollah di Yordania. Dan juga berfungsi sebagai komplek militer Rusia di Timur Tengah.

Boko Haram dengan tawanan gadis-gadisnya yang di Islamkan secara paksaDimanakah Allah? Mampukah Dia membela umat-Nya yang telah membela Dia mati-matian?
Dunia Islam maupun di luar Islam, bahkan dunia sekuler tahu bahwa perang yang dibawa oleh jihadist Negara Islam ini adalah perang agama – membangkitkan kembali lahirnya suatu negara Islam yang berazaskan khalifah (pengganti nabi Muhammad).
Suku Kurdi VS NIK. Pejuang Kurdi dengan senjata apa adanya dan terdiri dari tentara wanita, ternyata tidak bisa dikalahkan oleh para jihadist yang 100 % adalah laki-laki dan bersenjata berat dan didukung oleh pejuang dari berbagai negara, bahkan sebaliknya pejuang Kurdi lambat tapi pasti merebut kembali kota-kota mereka. Dalam hal kota Kobani, 4 bulan sejak mereka mengangkat senjata, mereka bisa memukul mundur jihadist NIK yang telah merebut 60% kota tersebut.
Pemerintah Syria VS organisasi-organisasi jihadist Sunni. Dan jika kita melihat perjalanan tiga tahun perang antara Pemerintah Shia Syria dengan beberapa kelompok organisasi jihadist Sunni, – yang dibantu oleh Barat secara politik dan perlengkapan militer Barat melalui raja-raja Arab belum juga bisa menumbangkan Assad. Bahkan Assad baru-baru ini terpilih kembali menjadi president.
Boko Haram VS Chad di Afrika. Dua tahun lebih para jihadist Boko Haram memporak porandakan dan menterror banyak kota di Nigeria, khususnya wilayah utara. Sedikitnya 13.000 orang telah terbunuh dan lebih dari satu juta penduduk dipaksa meninggalkan rumah dan harta mereka menyeberang ke negara-negara tetangga terdekat. President Nigeria, Goodluck Jonathan adalah seorang Kristen yang pemurah: ia memaafkan aksi brutal Boko Haram. Mr. Jonathan tidak bisa membedakan antara tugas pemerintahan dengan tugas keagamaan. Dan mulai tahun 2015 aksi serangan mereka merambat masuk ke negara-negara tetangga Nigeria.
Tanggal 17 Januari 2015, pemerintah Chad mengirim sepasukan tentara untuk menolong tetangganya Cameroon dari gangguan Boko Haram. Sejak itu telah dua kali Boko Haram menyerang tentara Chad. Hasilnya adalah 3 tewas dan 12 luka-luka di pihak Chad, namun 123 pejuang Boko Haram tewas.
Selasa , tanggal 3 Febuari, pemerintah Chad mengerahkan angkatan bersenjatanya untuk menghadapi Boko Haram.
Mereka memasuki sarang (kompek militer) Boko Haram di Gamboru dekat perbatasan Chad.  Mereka mendapat ijin dari pemerintah Nigeria untuk masuk). Pada hari itu juga tentara Chad menutup mulut besar besar Boko Haram, mereka menewaskan lebih dari 200 jihadist Boko Haram, sementara hanya 9 tentara Chad tewas dan 21 luka-luka.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Irak: Khalifah Ibrahim, pemimpin NIK luka parah, puluhan lainnya tewas


Peta Al-Qaim Para Pemimpin NIK terpukul parah oleh serangan udara ASKoran kabel Arab berbahasa Inggirs melaporkan bahwa Khalifah Ibrahim pemimpin Negara Islam Khalifah (Abu Bakr al-Bagh) telah mendapat luka-luka yang parah ketika serangan udara yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) yang mentargetkan kota perbatasan Irak Barat dekat al-Qaim, sumber-sumber pemimpin kampung berkata kepada Al-Arabiya News.
Mohammad al-Karbuli, MP dari propinsi Anbar menambahkan bahwa serangan udara yang mentargetkan para pemimpin NIK di dekat al-Qaim telah membunuh puluhan orang dan melukai yang lainya, membuat rumah sakit di kota itu banjir dengan jumlah pasien.
Saksi-saksi mata berkata bahwa para pejuang NIK telah memakai alat-alat pengeras suara untuk mendorong penduduk setempat menyumbangkan darah.

Koran Israel melaporkan bahwa petugas intelligen Irak meneguhkan hal serupa dengan mengutip pernyataan Jurubicara NIK pada Twitternya yang “berharap agar ia cepat sembuh.” Dari Twitter yang sama tersebut, tertulis dalam bahasa Arab, juga tertulis “Dan apakah kalian berpikir bahwa (Negara Islam) Khalifah akan berakhir ketika Khalifah meninggal?”
Kantor berita Reuters mengutip dua saksi mati yang berkata sebuah serangan udara mentargetkan sebuah gedung dimana para senior NIK sedang mengadakan pertemuan di dekat al-Qaim.

Catatan: Media internet telah menjadi alat propaganda terror dan rekruitment NIK yang mujarab, namun juga racun ampuh yang mematikan bagi dirinya sendiri. Pada dasarnya Media adalah netral, itu sama seperti  sebuah pisau tergantung sipemakainya – untuk alat dapur dan kerja, atau sebaliknya untuk tindakan kriminalitas. Pada kasus luka parah Bagdadi dan tewasnya para orang penting NIK idi sini, ini adalah menggenapi ayat-ayat Firman Elohim yang dikatakan Raja Daud dan Raja Salomo:

  • But you, God, bring them down to the Pit of corruption; bloodthirsty and deceitful people will not live out half their days. But I put my full confidence in you. (Psalms 55:23, ISV)
  • Whoever digs a pit will fall into it, and the stone will come back on whoever starts it rolling. (Proverbs 26:27, ISV)

Pusat Komando AS mengkonfirmasikan dalam suatu pernyataan bahwa serangan udara AS telah melakukan hal itu pada malam Jumat, tanpa memberi konfirmasi entah Bagdadi terbunuh atau tidak, AFP melaporkan.

Sumber lain mengatakan bahwa Bagdadi sebelumnya telah melarikan diri dari Raqqa, Syria ke Mosul (Irak) ketika AS melakukan serangan udara mentargetkan kota tersebut yang telah dijadikan oleh pemimpin NIK ini sebagai “Ibukota dari Negara Islam Khalifah.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog