Siapakah ALLAH? Title atau Nama?


Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Elohim; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. (1Yoh 4:1)

Alkuran secara nyata mengajar bahwa ALLAH, adalah nama dari Elohim, deiti orang Muslim. Muhammad mengindentikkan ALLAH sebagai Elohim Abraham (Ibrahim), jadi dengan kata lain Allah adalah Elohim Alkitab yakni YAHWEH. Benarkah klaim Alkuran tersebut?

Di sini kita akan teliti beberapa aspek penting sehubungan klaim tersebut:

  • Tata bahasa dari mana kata Allah berasal
  • Sejarah Islam
  • Perbandingan karakteristik dari Allah, Elohim Islam dan YAHWEH, Elohim Kristen

Tata bahasa kata Allah berasal.
Telah diketahui dan diterima secara umum bahwa kata ”allah” telah dipakai jauh sebelum agama Islam lahir. Contoh yang paling mudah dapat dilihat dari nama keluarga pendahulu Muhammad (kakek, ayah dan paman).

  • Bapanya: Abdu’lah artinya Budak Allah
  • Pamannya: Obred Allah

Kata “allah” dibangun dari dua kata “al-ilah,” yang diterjemahkan dengan arti: ’the-god’. Kata ‘ilah’ atau ‘god’ adalah kata netral untuk semua deity. Kata  “al” (bahasa Arab) sama dengan ‘the’ dalam bahasa Inggris, menunjukkan sesuatu yang tertentu (terdefinisi) seperti “al-mesjid,”  “Al-kuran,” “al-massih,” “al-kitab” atau “the man”, “the house”, “the car” dan sebagainya. Contoh: John says: “I have a car, Volvo Wagon with blue color. Right now the car (Volvo wagon biru itu) is in front of my house.”

“Di Barat para idol/ deiti (patung dan sejenisnya) dialamatkan sebagai ”god” (dewa) dan “goddess” (dewi) dengan “g” kecil  sementara [Pencipta dunia dan isinya ditulis] “God” (Elohim)  Alkitab ditulis dengan huruf “G” besar. Karenanya God dengan capital “G” adalah tidak netral,” Frans J.L. Zegers, Is Allah God?

“Kristen Arab permulaan di bagian selatan, dan juga para penganut monotheism biasa mengartikan Elohim (God) dengan Ilah [“I” huruf besar], tidak dengan Allah.” Frans J.L. Zegers, Is Allah God?

Jadi magna kata ‘God’ TIDAK SAMA DENGAN  ‘the-god’ (allah). Secara universal kata “God” (Elohim, Ibrani) diartikan sebagai Deiti Pencipta langit dan bumi beserta semua isinya. Dan “the-god” menunjuk kepada dewa atau dewi tertentu (yang dimaksud di dalam pembicaraan atau tulisan yang bersangkutan).

Kata petunjuk untuk suatu deiti “al-Ilah” berubah menjadi sebuah NAMA deiti dimulai setelah Muhammad pindah Ke Medinah. 

Frans J.L. Zegers dalam bukunya “Is Allah God?” menulis, bahwa kata “Yang pemurah/ the merciful One” sering dipakai oleh Muhammad  pada pertengahan periode Mekahnya untuk menunjuk kepada dewa Hubal yang dipanggil dengan julukan “ar-Rahman,” (berarti “Yang pemurah”). Setelah periode itu selesai Muhammad tidak lagi memakai kata ar-Rahman, takut dianggap menyembah dua deiti, tetapi kata “Allah” saja, ”Say: It is the same whether you call on Allah or on the Merciful: His are the most gracious names.” (Surah 17:110). Ia menambahkan “itu tidak berarti Allah [ar-Rahman] sederajat dengan “Yang Pemurah” sesungguhnya: Elohim Alkitab.”

”Dalam Islam tidak ada ilah (”god”) dikenal selain Allah: ”the-god” [the-el] Kabah dari Mekah, idol Arab kuno… mengganti God dengan Allah, “the-god” Kabah di Mekka ini tidak hanya salah [secara theology] tetapi itu salah juga secara susunan tata-bahasa, sebagaimana saya sudah jelaskan.” Franz Zegers, Is Allah God?

“Karenanya Kristen Arab dan sebagainya [juga Indonesia] yang mencoba mencangkau Elohim (God) dengan memanggil nama Allah sesungguhnya memanggil “the-god” Mekka, deity Arab kuno.” Franz Zegers menyimpulkan.

Dapat disimpulkan:

  • Jadi untuk Alkitab Indonesia penulisan yang tepat  untuk “God” / Elohim yang berakar dari bahasa Arab ialah “Ilah” untuk Pencipta, dan ilah” untuk semua berhala.
  • ALLAH atau Allah sesungguhnya bukanlah nama (sebagaimana Muslim telah mengklaim), tetapi suatu titel dari sebuah ilah atau deiti yang lebih kuat dan dipercayai diantara ilah-ilah lainnya di Dataran Arab, tepatnya di Mekkah dan sekitarnya.

Sejarah agama Timur Tengah.
Dalam tahun keempat belas zaman raja Hizkia [8 tahun setelah kejatuhan Israel Utara] majulah Sanherib, raja Asyur, menyerang segala kota berkubu negeri Yehuda, lalu merebutnya. (2Ki 18:13). Sanherib (Tsinakki-irib/ Sinakhirib; Sennacherib (Inggris dari kata Yunani) anak dari Sargon II (raja: 709-705 BC). Pamanya bernama Salmaneser (2Rj 18:9).

Sinakhirib (raja Asyur: 705-681 BC, Irak utara modern) artinya namanya ialah: “Sin sends many brothers” atau “Sin increases brothers,” “the moon-god has increased the brothers.”

Sin adalah nama dewa bulan orang Asyur (Assyria) sudah dikenal sedikitnya di abad 7 BC. Ia dilambangkan dengan bentuk bulan sabit, seperti nampak pada gambar.

Allah [titel, bukan nama] adalah ilah dari suku Quarish, yang adalah suku Muhammad sebelum dia menciptakan Islam untuk memimpin sukunya keluar dari polytheism. Allah dikenal sebagai deity Bulan yang memiliki 3 puteri … al-Lat, al-Uzza dan al-Manat. Hubal adalah pemimpin dari 360 dewa-dewi di Kaaba. Hubal adalah sebuah patung seperti seorang pria yang tubuhnya terbuat dari batu merah dan kedua tangan dari emas ( George Braswell Jr., Islam)

Merefer kepada kepercayaan Timur Tengah kuno (3400- 550 BC), “Sin, dewa bulan orang asli keturunan Sem, disembah di wilayah Timur Tengah. Satu dari beberapa deiti penting di Babilonia dan Asyur. Pusat-pusat penyembahannya ada di Harran dan Ur, di mana ia dikenal sebagai Nanna ( Encycopedia.com, Sin).

“Para sejarahwan seperti Vaqqidi berkata Allah tepatnya kepala dari 360 deiti yang ada disembah di Arab. Ibn Al-Kalbi memberi 27 nama dari deiti pre-Islam. Beberapa Muslim menjadi marah ketika dihadapkan dengan fakta ini. Tetapi sejarah tidak ada pada sisi mereka. Tulisan Pre-Islam telah membuktikan ini.” (G. J. O. Moshay, Who Is This Allah? (Dorchester House, Bucks, UK, 1994), pg. 138).

Muhammad menghancurkan semua berhala yang telah memimpin orang Arab kepada perzinahan rohani, tetapi tetap membiarkan batu hitam yang sampai sekarang masih diciumi. Ia menjadikan al-ilah Bulan “the Moon god / goddess” sebagai ALLAH. (Sam Shamoun, Is ALLAH the God of the Bible?)

Perbandingan karakteristik ALLAH dan YAHWEH
Kita akan selidiki dari masing-masing kedua kitab Alkuran dan Alkitab, benarkah klaim Muhammad bahwa ALLAH adalah YAHWEH, Elohim Abraham, Ishak dan Yakob.

Paul Wilbur, seorang Messianic Jew, menyatakan bahwa Allah [yang disembah Muhammad]tidak sama dengan Elohim yang ada di Alkitab, itu jelas dari tulisan besar di tembok mesjid Al Aqsa di Yerusalem “Allah has no son” (Allah tidak memiliki putra).

YAHWEH hanya mempunyai ’anak’ tunggal laki-laki. Alkitab (kedua Perjanjian) mencatat bahwa YAHWEH sendiri menyebut Yahshua sebagai putra-Nya dan umat-Nya anak-anak-Nya. Kata ‘anak’ di sini bukanlah dihasilkan dari hubungan suami-isteri, tapi Roh Kudus yang masuk kedalam rahim Maria, Kuran sendiri mengakuinya (Surah 19:20). Itu sebabnya Yahshua suci dan tanpa dosa (Surah 19:19).

Yahshua, Putra-Nya.

  • “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!” … Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. (Psa 2:6-7)
  • Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”  (Mat 3:16-17; Mark 1:11)
  • Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.” (Luk 9:35) di sebuah gungung disaksikan oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes

Perjanjian YAHWEH dengan orang Israel dan Kristen.

  • Elohim berkata kepada nabi Musa: Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman YAHWEH: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung.” (Exo 4:22-23) juga Yesaya 43:6; Hosea 11:1; Mal 2:10.
  • Tentang Salomo: ”… dialah yang akan menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi Bapanya; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya. (1Ch 22:10; juga 28:6)
  • Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, (Mat 6:9)Yahshua mengajar pengikut-Nya berdoa.
  • Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman YAHWEH, Yang Mahakuasa.” (2Kor 6:18) – perintah untuk keluar dari penyembahan berhala.
  • Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Elohimnya dan ia akan menjadi anak-Ku. (Rev 21:6-7) – perkataan Yahshua kepada pengikut-Nya.

Berdusta, menyesatkan.
Alkuran menulis: ALLAH menipu musuhnya dan orang yang ia inginkan bahkan telah menetapkan orang tertentu ke neraka (S. 4:142; 3:54; 7:99; 14:4; Sahih Muslim 6421-2) bahkan ALLAH penipu terhebat (S. 8:30; 10:21; 13:42)
Alkitab menulis: YAHWEH, Elohim Israel dan Kristen tidak pernah mencobai seorangpun, tidak pernah berbuat sesuatu yang berdosa  bahkan rindu orang jahat bertobat (Yak 1:13; Maz 5:4-5; Hab 1:13; Yeh 18:21-23)

Elohim dapat merubah-rubah firman-Nya sendiri?
Alkuran menyatakan bahwa ALLAH senang merubah firmannya (S. 2:106; 16:101; 87:6-8). Menarik untuk dicatat di sini ialah Alkuran berkata ”Kami tukar sesuatu dengan yang lebih baik atau sama.” Artinya ALLAH tidak tahu apa yang terbaik, jadi metode “trial and error” diperlukan.

Alkitab. YAHWEH menyakinkan umat-Nya bahwa mereka aman berpegang pada janji-janji firman-Nya, sebab Ia tidak akan merubah-rubah sesuka-Nya sendiri.

  • Bahwasanya Aku, YAHWEH, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. (Mal 3:6)
  • Yahshua berkata: Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Mat 24:35; juga Ibr 13:8)
  • Elohim bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bil 23:19)
  • jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” (2Tim 2:13)

Mahapemurah dan Panjang Sabar.
Muhammad mengajar satu dari 99 nama ALLAH adalah “Pemurah.” Bagaimana prakteknya? Tidak perlu berteori, cukup lihat sekitar kita, maka kita akan tahu bahwa ALLAH adalah Ilah yang pemarah jika orang tidak tunduk sepenuhnya kepada dirinya.

Anda bisa bandingkan dengan kemurahan dan panjang sabar Elohim di Alkitab. Baca: Kejahatan Niniveh (Irak utara) – kitab Yunus. Elohim memberi kesempatan pertobatan, sekalipun nabi-Nya sendiri protes.

Dosa semua bangsa – Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, YAHWEH? Tidak ada yang lain, tidak ada Elohim selain dari pada-Ku! Elohim yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Elohim dan tidak ada yang lain. Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, (Yes 45:21-23). Bukan dengan paksaan dan ancaman pedang mereka ini bertekuk lutut dan bersumpah setia, tetapi dengan mengorbankan Putera Tunggal-Nya sendiri untuk mati di kayu salib bagi penebusan dosa-dosa mereka, dan Anda juga (jika Anda mau terima)!

Anda bisa bayangkan sendiri, bila kepada bangsa-bangsa yang bukan Israel (umat pilihan-Nya) Elohim begitu pemurah dan panjang sabar apalagi kepada anak-anak-Nya sendiri!

Keberadaan dan keinginan Elohim.
Islam.

  • Alkuran dan Hadis-hadis menulis bagaimana ALLAH Islam menyetujui perampokan dan mengambil isteri-isteri orang lain untuk dijadikan isteri mereka atau sekedar pemuas nafsu sex Muhammad dan pengikutnya.
  • Dan menjanjikan Sorga bagi pria Muslim yang penuh dengan kepuasan birahi. (S. 2:25; 4:57; 56:35-38; 78:31-34).

Kristen.

  • Alkitab mencatat umat YAHWEH haruslah hidup suci dan benar, sebagaimana Bapa mereka itu suci dan benar. Seluruh Alkitab mengajar demikian.
  • Perkataan Yahshua Ha Mashiah bahwa Sorga itu mulia dan suci, dan tentunya tidak ada obral sex. (Luk 20:34,36; Wah 3:14-22; 4:1-11)

Kesimpulan ALLAH, Elohim Islam tidaklah sama dengan YAHWEH, Elohim Alkitab!

Zegers menulis: Setiap kali orang-orang Muslim hendak mengadakan sebuah dialog dengan ‘orang-orang Kristen,’ mereka [Muslim] mensyaratkan mereka [‘Kristen’] untuk setuju dengan kondisi mereka: “Kita menyembah Elohim/ God yang sama.” Yang adalah: Para Muslim ingin Kristen masuk kedalam kebohongan ini, dan melalui perbuatan ini, membuat kontrak dengan Setan, ”Bapa segala dusta.” (Yoh 8).

Abd Al-Masih dalam bukunya The True Face of ALLAH menyatakan: “Perjanjian Baru mengajar kita bagaimana kita harus menganggap Islam. Rasul Yohanes menulis, ”Setiap roh yang tidak mengakui bahwa Yahshua sudah datang sebagai manusia …Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak….” (1 John 2:18-23; 4:1-6). Sebab itu kita harus akui dengan rendah hati bahwa roh di dalam Islam adalah roh antikristus. Muhammad … telah menolak penyaliban Putera Elohim. Ia meneruskan, “Ini membawa kita kepada kesimpulan. Roh yang memanggil dirinya sendiri sebagai ALLAH dan menklaim telah mewahyukan Muhammad tidak dapat ada Bapa dari Yahshua Ha Mashiah, Yahweh kita. Ia adalah sebuah roh yang penuh dengan kebohongan yang mengambil nama “ALLAH” mengkalim ada sebagai Elohim. Allah Islam adalah sebuah roh Setan … (Yoh 8:30-48).”

And (Jesus) shall be a Sign (for the coming of) the Hour (of Judgment): therefore have no doubt about the (Hour), but follow ye Me: this is a Straight Way.
Let not the Evil One hinder you: for he is to you an enemy avowed.
When Jesus came with Clear Signs, he said: “Now have I come to you with Wisdom, and in order to make clear to you some of the (points) on which ye dispute: therefore fear Allah [Elohim] and obey me. (Surah 43:61-63, Yusuf Ali).

Muhammad tahu bahwa Yahshua (Jesus/ Isa) adalah hakim di akhir jaman, jadi “Obey Me,” Yahshua says.

Kata Yahshua kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Mark A. Gabriel, Ph.D.: Mengapa saya meninggalkan Islam


Ia adalah professor dari Universitas Al-Azhar dalam bidang Sejarah Islam. Orang Mesir dari latar belakang keluarga Islam yang terkenal. Video wawancaranya dapat dilihat di bawah. Artikel di bawah ini diedit dari kesaksian pribadinya pada buku Islam and Terrorism by Mark A. Gabriel, Ph.D. Kesaksian beliau dari sudut pandang yang berbeda dapat juga ditemukan di bukunya yang berjudul : Mark A. Gabriel: Izinkan Saya Memperkenalkan Anda Pada Yeshua dan Muhammad; kesaksiannya bisa dibaca di sini. Dipersembahkan untuk semua orang Muslim yang haus akan kebenaran dan rindu untuk menemukan Jalan Yang Lurus. Tiga alasan utama mengapa professor ini meninggalkan agama Islamnya:

  1. Kuran/ Quran penuh dengan kontradiksi
  2. Muhammad dan para pengikutnya penuh dengan jihad / kebencian dan kekerasan
  3. Dosen ini dituduh dan disiksa karena telah mengajar Islam “jalur damai”

Kuran / Quran penuh dengan kontradiksi Ia berkata: “Saya telah meneliti ke setiap interpretasi Kuran [artinya: menyelidiki setiap buku interpretasi tentang isi Kuran] mencoba untuk menghindari jihad dan membunuh non-Muslims [orang-orang yang bukan Muslim], namun saya saya tetap menemukan dukungan dari praktis tersebut. Ahli-ahli kitab Islam telah setuju bahwa orang-orang Muslim haruslah menekankan jihad pada orang-orang infidel (mereka yang menolak islam) dan para murtad (mereka yang meninggalkan Islam). Namun jihad tidaklah harmoni dengan ayat-ayat lainnya yang telah berbicara hidup damai dengan orang-orang lain.” Semua kontrakdiksi-kontradiksi di dalam Kuran sungguh telah menyebabkan problem untuk imanku. Saya telah menghabiskan waktu 4 tahun untuk mendapatkan gelar sarjanaku, lulus kedua [terbaik] dari enam ribu pada sebuah kelas. Kemudian 4 tahun lainnya untuk tingkat Master dan 3 tahun lagi untuk doktoralku-semua pelajaran Islam [total 11 tahun di bangku universitas Islam]. Saya telah tahu pengajaran-pengajaran Islam dengan baik. Pada satu tempat alkohol telah dilarang; dalam lainnya telah diijinkan. Bandingkan Surah 5:90-91 dengan Surah 47:15 Pada satu tempat Kuran berkata orang-orang Kristen adalah orang-orang yang sangat baik yang mengasihi dan menyembah satu Elohim, jadi kamu boleh ada berteman dengan mereka (Surah 2:62; 3:113-114). Kemudian kamu temukan ayat-ayat lainnya yang mengatakan para Kristen harus berpindah agama [Islam], membayar pajak atau ada dibunuh oleh pedang (Surah 9:29). Muhammad dan para pengikutnya penuh dengan jihad / kebencian dan kekerasan Saya telah dibesarkan di dalam keluarga yang dibangun dengan baik di dalam Islam, dan saya telah mempelajari sejarah Islam. Saya tidak terlibat di dalam kelompok-kelompok radikal, tetapi satu dari teman-teman Muslim saya adalah seorang anggota dari sebuah group Islam yang aktif membunuh orang-orang Kristen. Suatu hari saya telah bertanya kepadanya, ”Mengapa kamu membunuhi  tetanga-tetanga kita dan bangsa kita yang telah bertumbuh besar bersama kita?” Dia marah dan sangat terkejut pada tantangan saya. ”Out of all Muslims kamu seharusnya tahu. Orang-orang Kristen tidak menerima panggilan dari Islam dan tidak berkehendak membayar pajak pada kita … Karenanya, pilihan satu-satunya mereka punya adalah pedang dari hukum Islam.” Tahun 1980 saat kuliah di Universitas Al-Azhar. Suatu hari dia [dosennya] memberi kami para murid (500 orang) sebuah kesempatan untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan. Saya berdiri  dan bertanya sesuatu yang telah lama saya ingin tahu: “Mengapa kamu mengajar kami selalu tentang jihad? Apa dengan ayat-ayat lainnya di dalam Kuran yang berbicara tentang damai, kasih dan pengampunan?” Tiba-tiba wajahnya berubah menjadi merah. Saya dapat lihat kemarahannya, …”Saudaraku,” dia berkata, ”ada di seluruh surah [bab] dipanggil ’Rampasan-rampasan Perang.’ Tidak ada surah dipanggil ’Damai.’ Jihad dan membunuh adalah kepala dari Islam. Jika kamu mengeluarkan mereka, kamu memotong kepala Islam.” Hari ini orang tersebut  terkunci dalam sebuah penjara di USA. Namanya adalah Omar Abdel Rahman, otak pemboman the World Trade Center 1993. Sebelum ia datang ke Amerika, ia adalah pemimpin rohani dari Al-Jihad, sebuah kelompok radikal Mesir yang telah melakukan pembunuhan berencana terhapad President Anwar Sadat.

Jihad adalah berkelahi kepada siapa saja yang menghalangi penyebaran Islam.  Atau berkelahi kepada siapa saja yang menolak untuk masuk Islam (didasari pada Surah 8:39), kata Professor Sejarah Islam ini.

Dosen ini dituduh dan disiksa karena telah mengajar Islam “jalur damai.” Desember 1991, salah satu mahasiswanya melapor pada pimpinan Universitas. Ia dipecat. Pada pukul 3 paginya, belum lebih dari 24 jam setelah pemecatan, 15 polisi rahasia bersenjatakan Kalashnikov [senjata api Russia yang paling populer di Timur Tengah] memasuki rumah ayahnya, dimana ia tinggal dan menculiknya.

Mereka telah yakin bahwa saya telah di-Injili dan telah berpindah ke Kristianiti, jadi penginterrogasi terus bertanya kepada saya, ”Dengan Pendeta apa kamu telah berbicara? Gereja apa kamu telah kunjungi? Mengapa kamu menghianati Islam?” Ia disundut berkali-kali dengan rokok dan kakinya dipecuti sampai pingsan. Dimasukan sebuah kamar gelap yang merupakan kolam berisi air sebatas pundak penuh dengan tikus-tikus lapar. ”Orang ini adalah seorang pemikir Muslim, jadi kita akan ada tikus-tikus makan kepalanya,” kata mereka. Mereka pergi meninggalkan saya dan kembali esok paginya untuk melihat jika saya masih hidup. Saya melihat sinar matahari pagi … terkejut tetap hidup. Sepanjang malam itu tidak seekor tikuspun menggigit saya. Mereka memanjat keseluruh kepalaku dan bermain dengan kuping-kupingku. Dan kemudian ia diperkenalkan dengan seorang pribadi yang mereka katakan ”yang sangat mengasihi  kamu,” yaitu Seekor anjing besar!

Ia dijebloskan kedalam kamar yang berisi anjing buas ini.

Saya berjalan ke tengah ruangan kosong  dan perlahan-lahan duduk bersila. Anjing datang dan duduk di depanku… Anjing bangun dan mulai berjalan mengelilingi diriku, seperti seekor binatang yang siapa untuk makan daging. Kemudian ia datang ke kanan saya dan menjilati kuping saya. Kemudian ia duduk di situ, saya jatuh tertidur (karena terlalu capai). Ketika polisi-polisi membuka pintu mereka melihat saya berdoa dengan anjing duduk disebelah saya. Saya mendengar seorang berkata, ”Saya tidak dapat percaya bahwa manusia ini adalah seorang manusia. Ini orang adalah seorang roh jahat (devil)- dia adalah Setan.” Seorang lainnya menjawab, “Saya tidak dapat percaya itu. Ada kekuatan yang tidak terlihat berdiri dibelakang orang ini dan melindungi dia.” “Kekuatan seperti apa? Orang ini adalah seorang infidel. Itu adalah pastilah ada kekuatan Setan sebab orang ini adalah melawan Allah.” Mereka membawa saya balik ke sel saya. Sementara saya pergi (diluar sel), teman penjara telah bertanya kepada polisi , ”Mengapa kamu menganiaya orang ini?” Mereka berkata kepadanya, ”Sebab dia menolak Islam.” Secepat saya balik kesel, ia siap untuk membunuh saya. Tetapi saya hanya berada 15 sampai 20 menit di sel ketika seorang polisi datang dengan kertas-kestas pemindahan untuk orang ini dan mengeluarkan dia dari sel tersebut. Sejak perlakuan-perlakuan sadis yang ia terima di atas, professor ini mengambil keputusan untuk meninggalkan Islam. Setelah dua minggu terhilang dari rumah ayahnya. Ibunya melalui bantuan saudara laki-lakinya yang mempunyai posisi tinggi di parlement Mesir mencari dia. Hari kelima belas dari penculikan tersebut pamannya ini membawa ia keluar dari penjara. Kemudian polisi memberi ayahnya laporan: Kami telah menerima sebuah fax dari Universitas Al-Azhar menuduh putra Anda meninggalkan Islam, tetapi setelah sebuah interrogasi selama 15 hari, kami menemukan tidak ada bukti untuk mendukung itu.

Pada buku lainnya ia menulis: Melalui memilih Yahweh Yahshua Ha Mashiah (the Lord Jesus Christ), saya telah harus (had to) mengorbankan negaraku, Mesir. Saya telah harus mengorbankan keluarga, yang ingin membunuh saya. Saya telah harus mengorbankan budaya saya melalui pindah dari negara ke negara. Saya telah harus mengorbankan pekerjaan saya sebagai seorang professor Islam. Itu tidak mudah sama sekali, tetapi keputusan telah jelas: Jika saya memiliki Yahshua (Yeshua/ Jesus/ Yesus/ Isa Al-Masih) di dalam hidup saya, saya memiliki segala sesuatu, tetapi jika saya kehilangan Yahshua, saya akan kehilangan segala sesuatu.

Lalu professor ini mengutip dua ayat Alkitab ini: For what profit is it to a man if he gaints the whole world, and loses his own soal? Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Mat 16:26, NKJV, ITB) And everyone who has left houses or brothers or sisters or father or mother or wife or children or lands, for My name’s sake, shall receive a hundredfold, and inherit eternal life. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. (Mat 19:29, NKJV; ITB) Sekarang Mark A. Gabriel adalah professor dalam pendidikan Kristen dan pendiri dari organisasi missi Hope for the Nations yang bertujuan membawa Kabar Baik ke seluruh dunia, termasuk para Muslim dan Yahudi. Lagu Hope of the Nations dengan textnya, tidak ada hubungannya dengan nama organisasi di atas. Perlindungan-perlindungan supernatural yang professor Mark A. Gabriel alami ini juga telah terjadi pada banyak orang Kristen lainnya. Beberapa contoh kejadian dari Alkitab:

  • Daniel dengan singa-singa lapar Daniel 6
  • Sadrakh, Mesakh dan Abednego (teman-teman Daniel) dicampakkan kedalam api yang yang sangat panas – Daniel 3
  • Rasul Paulus dengan binatang buas di Efesus dan Malta – 1Kor 15:30-32; Kis 28.1-6

Peristiwa-peristiwa supernatural ini adalah sebagian kecil dari bukti-bukti bahwa Alkitab adalah firman Elohim yang hidup, sebab semua JANJI-JANJI yang tertulis di Alkitab MASIH TETAP BERLAKU SAMPAI SEKARANG!! Video wawancara: Alasan Prof. Sejarah Islam Mark Gabriel meninggalkan Islam Part 1 & Part 2 & Part 3 & Part 4 & Part 5

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Mengapa orang Kristen tidak mengikuti ajaran nabi Muhammad? Updated 3/2/2015


Ajarilah aku, maka aku akan diam; dan tunjukkan kepadaku dalam hal apa aku tersesat. Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur! Tetapi apakah maksud celaan dari pihakmu itu? (Ayub 6:24-25)

Seorang murid nabi Muhammad menulis: Baik awak rujuk dahulu sejarah bagaimana paderi2 telah menyeleweng agama yang anda anuti sekarang ini.

Artikel ini adalah sebuah jawaban dari celaan di atas.

Banyak orang Muslim bertanya kepada orang Kristen petanyaan seperti judul di atas. Semakin orang Muslim menekuni ajaran Islam, pertanyaan ”mengapa orang-orang Kristen tidak mau mengikuti ajaran nabi Muhammad SAW?” semakin mengganggu pikiran mereka.Tidak sedikit orang Muslim yang yakin bahwa ajaran Kristen adalah ajaran sesat, sebab meraka yakin bahwa Alkitab telah dirubah isinya, ini yang menyebabkan orang-orang Kristen di negara-negara Islam teraniaya setiap saat, anehnya (untuk orang Muslim) orang Kristen tetap tidak mau melepaskan imannya dan berpindah ke Islam. Fenomena ’aneh’ ini menambah besar pertanyaan tersebut  di dalam pikiran para pengikut ajaran nabi Muhammad, yakni faham Islam. Dan pertanyaan yang telah besar ini akan menjadi semakin bertambah besar ketika orang-orang Muslim mendapatkan seorang Kristen (murid Yahshua ) tidak mau melepaskan iman Kristianinya dan menjadi pengikut ajaran nabi Muhammad sekalipun dengan ancaman mati, sebaliknyanya, jutaan besar orang Muslim (banyak diantaranya adalah para imam dan guru Alkuran) berpindah menjadi Kristen setiap tahunnya. ”Mengapa,…ya, mengapa orang Kristen tidak mau  mengikuti ajaran nabi Muhammad??” Demikian banyak orang Muslim bertanya-tanya di dalam pikiran mereka.

Bagi pembaca yang bukan seorang Muslim sejati, terlebih lagi tidak mengerti ajaran Islam,  dapat saja berpikir dan berkata: ”Mengapa orang Muslim harus pusing dan memikirkan orang-orang Kristen yang tidak mau mengikuti ajaran nabi Muhammad?” Bukankah masing-masing sudah punya kepercayaannya sendiri?”
Pemikiran seperti ini tentunya dapat dimengerti dan diterima oleh orang-orang yang bukan pengatut faham Islam, tetapi tidak dapat diterima oleh para Muslim fundamentalist.   Mengapa itu tidak diterima, ini beberapa alasan dasarnya:

Dalam paham Islam, orang-orang Muslim telah diajar dan percaya bahwa (baca Alkuran on line):

  • Nabi Muhammad SAW (570-632 AD) adalah nabi terakhir dan harus didengarkan, konsekuensinya ialah ajaran Muhammad saja yang paling sempurna dan karenanya patut diikuti (sura/ s. 61:6). Sebaliknya ia menyatakan bahwa ajaran Alkitab adalah agama yang salah (s. 98:1) namun memakai Alkitab sebagai kitab nubuatan untuk mengklaim kedatangannya (s. 26:196).
  • ALLAH, deiti yang disembah nabi Muhammad adalah  Elohe (kata Ibrani untuk God dalam bentuk singular) Pencipta alam semesta dan penguasa segala sesuatu, tidak ada Ilah (bahasa Arab untuk God/ Elohim) kecuali ALLAH (Sura 3:191; 6:61-62; 5:73).
  • Alkuran yang diturunkan ALLAH kepada nabi Muhammad melalui malaikat – yang mengaku sebagai – Gabriel adalah tanpa kesalahan sebab ALLAH sendiri yang menjagainya. Dan merupakan pewahyuan terakhir (sura 10:64; 6:34; 10:37 dan 46:11; 5:15), perintah mengikuti Alkitab berubah menjadi mengikuti Alkuran, atau jika tidak mau maka pengikut ajaran Alkitab ini harus bayar pajak kepada pengikut ALLAH (s. 98:1).
  • Kota Mekka adalah tempat ibadah pertama dan Kaaba dibangun oleh Abraham dan Ismael (Sura 3:96). Penemuan geologi terbaru ternyata Mekka yang tertulis di Kuran adalah Petra (Yordania), dan Mekka baru terdaftar dalam sejarah 122 tahun setelah Islam lahir.

Melalui empat contoh ajaran utama di atas, pembaca yang ‘bukan-Muslim sejati’ diharapkan telah dapat mengerti lebih baik alasan pemikiran para Muslim fundamentalist mempertanyakan  pertanyaan: “mengapa orang Kristen tidak mengikuti ajaran Muhammad.”

Artikel ini mencoba menolong orang-orang Muslim menemukan jawaban dari pertanyaan di atas. Ada banyak alasan”mengapa orang Kristen tidak mengikuti ajaran Muhammad”, untuk singkatnya saya daftarkan 4 alasan, dan pembaca Kristen, termasuk bukan-orang Kristen tentunya “Welcome untuk menambahinya atau mengkomentarinya!”

Alasan-alasan orang Kristen tidak mengikuti ajaran nabi Muhammad dilihat dari kebenaran Alkitab, firman Elohim.
1. Muhammad tidak mengetahui nama Elohim Pencipta langit dan bumi yang sebenarnya.

  • For thou art our Father, though Abraham knew us not and Israel did not acknowledege us; thou, O LORD (YAHWEH), art our Father, and our Saviour; thy name is from everlasting (Isa 63:16; Lamsa Bible).Baca on line: http://www.lamsabible.com/
  • For You are our Father, though Aḇraham does not know us, and Yisra’ĕl does not recognise us. You, O יהוה (YHWH) , are our Father, our Redeemer – Your Name is from of old. (Isa 63:16; The Scriptures Bible)

Ini di atas adalah perkataan bangsa Israel (pada akhir abad ke 6 BC) setelah Abraham dan Israel (Yakob) meninggal dunia.

Orang Kristen (baik Yahudi maupun bukan Yahudi) mengenal Pencipta alam semesta dan segala isinya dengan nama YAHWEH (diterjemahkan dalam Alkitab bahasa Indonesia sebagai TUHAN / Tuhan); seperti ada tertulis: Mazmur Daud. YAHWEH-lah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. (Maz 24:1-2).

Elohim (kata Ibrani untuk God bentuk tunggal yang juga mengandung pengertian jamak) berfirman di Alkitab, baik Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB), memperkenalkan diri-Nya sendiri dengan nama YAHWEH, nama-Nya tidak berubah.

Bandingkan dengan Sura 3:191; 6:61-62; 5:73

Kata ”nama-Ku” terdapat 124 kali di dalam Alkitab Indonesia Terjemahan Baru (ITB); 94 kali di PL dan 30 kali di PB (perkataan Yahweh Yahshua dan termasuk satu kutipan ayat dari PL)
Dan Elohim sangat serius dengan nama-Nya, sehingga Ia berkata ”Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman YAWHWEH semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk … ” (Mal 2:2)

Untuk di ingat, nubuatan nabi Yesaya pada pasal  52 tentang lahirnya kembali bangsa Israel sebagai sebuah negara adalah suatu penggenapan janji YAHWEH kepada Israel sebagai TANDA untuk semua bangsa (10) dan khususnya untuk bangsa Israel sendiri AGAR semua mahluk TAHU siapa NAMA-Nya (6). Elohim Israel ini jugalah yang telah menyatakan diri-Nya kepada bangsa-bangsa di dunia (yang dikenal sebagai orang-orang Kristen bukan-Israel) untuk tujuan penyelamatan dari hukuman dosa (Yes 65:1; Roma 5:8; Yoh 1:9-14).

Kata ”ALLAH” dipakai secara internasional dalam dunia sekuler sebagai God (kata jabatan) merefer dari Alkitab berbahasa Arab, Indonesia dan Melayu: Allah. Gereja Roma Katolik di Malaysia naik banding di pengadilan tinggi Malaysia dengan alasan bahwa kata ”ALLAH/ Allah sudah dipakai sebelum agama Islam lahir. Tidak bisa disangkal bahwa memang a. kata “ALLAH” tersebut telah ada sebelum nabi Muhammad lahir dan b. Kekristenan telah dikenal di Arab Paninsula. Sejak abad pertama AD murid-murid Yahshua telah menyebar ke negara-negara tetangga; Markus ke Mesir, Thomas ke India. Syria dan Yordan adalah negara-negara tempat pelarian pengikut-pengikut Yahshua abad pertama ketika kelompok agama Yahudi Farisi menganiaya mereka. Abad kedua dan ketiga, daerah-daerah pantai Mediterania termasuk barat Arab Saudi berada di bawah kekuasaan Roma.

2. Nabi Muhammad tidak tahu karakter Elohim yang tertulis di Alkitab
Sebab Aku ini Raja yang besar, firman YAHWEH semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.”  (Mal 1:14)

  • Di tanah Kanaan; Filistin, Moab, Edom (Kel 15_12-16)
  • Raja Babilonia: Elahh (bahasa bangsa Kasdim untuk Elohe/ God) yang mengatasi segala elahh (god) dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia” (Dan 2:47; baca juga Dan 3.28-29)
  • Raja Medi-Parsi: “… sebab Dialah Elahh yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.”  (Dan 6:27)
  • Dan di seluruh bumi; nubuatan akhir jaman (Wah 6:12-17)

Karakter-Nya yang maha pengasih dan maha penyayang tidak pernah bertentangan dengan karakter-Nya yang maha kudus, contoh:

  • Ia tidak bisa membela atau membenarkan umat-Nya yang  melanggar hukum dan perintah-Nya, hanya karena pelanggar tersebut adalah umat pilihan-Nya. Dosa adalah dosa – tidak ada dosa putih atau hitam di dalam Alkitab – dan upah dosa adalah kematian. Kematian Yahshua di kayu salib adalah pertemuan sempurna dari kedua karakter tersebut. Sebaliknya Alkuran mengajar tindakan menipu dan kejahatan lainnya bahkan membunuh ’orang kafir’ (panggilan dari para Muslim untuk setiap orang yang berfaham bukan Islam) bisa dibenarkan jika itu dilakukan untuk keuntungan ALLAH.
  • Karena dua kombinasi karakter tersebut Ia memberikan Putra-Nya, Yahshua Ha Mashiah, untuk menjadi korban penebusan dosa-dosa manusia di kayu salib.

3. Nabi Muhammad tidak tahu bahwa hukum, perintah dan janji YAWHEH itu kekal.
Jaminan kesetian Dia atas firman-Nya sendiri:

  • Elohim bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bil 23:19)
  • Yahshua:Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Mat 5:17-18)
  • Yahshua: ”Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.  (Mar 13:31; Mat 24:35 )

Beberapa contoh ketidak mengertian dan ketidak tahuan Muhammad akan sifat YAHWEH di atas:

  • Muhammad menetapkan hari Jumat sebagai hari suci, sementara ia sendiri mengutuki orang Yahudi dan Kristen yang tidak setiap pada Hukum Sabat (s. 4:47). Ia tidak sadar bahwa Hukum Sabat ini berlaku bagi siapa saja yang mengaku dirinya beribadah kepada YAHWEH, Pencipta langit dan bumi. Hari Sabat-Nya ini berawal dari kekekalan sampai pada kekekalan, berlaku selamanya (Kej 3:1-3; Yes 66:22-23). Di sini kita bisa bertanya: “Siapakah sebenarnya Allah-Nya Muhammad?” Yeshua berkata: “Pohon dikenal dari buahnya!”
  • Muhammad salah mengerti Trinitas Kristianiti (Bapa, Putra dan Roh Kudus). Ia berpikir bahwa Maria adalah satu dari Trinitas Elohim. Ia tidak  bisa membedakan antara ajaran Roma Katolik dan Kristianiti yang Injili. Ia memanggil orang Kristen sebagai ”orang tidak percaya” (5:73), namun seluruh Alkitab menulis dengan jelas keharmonisan di antara ketiga Pribadi tersebut. Kata Elohim (God) adalah kata tunggal (dari kata Ibrani: ehat) yang dapat bermakna jamak (Kej 1:26; Yes 63:10-14 Mat 3:16-17; Yoh 1:1; 14:9-11,16-17)
  • Muhammad  memerintahkan kepada pengikutnya untuk membenci orang Israel dan Kristen pada khususnya (s. 5:51; 59:17; 8:39) dan semua kepercayaan lain dan tidak beragama pada umumnya (3:118; 8: 59-60; 9:123). Fakta ialah Elohim mengasihi setiap orang, bahkan Ia tidak ingin orang jahat sekalipun masuk Neraka, Ia ingin mereka juga diselamatkan dari kesesatan mereka. Firman YAHWEH yang tidak berubah telah mengajar umat-Nya: ”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22:39; Mark 12:31) pada awal abad pertama AD. Tepatnya itu sudah tertulis sejak 1450 BC melalui jari-jari-Nya sendiri pada dua loh batu (Sepuluh Perintah). Roma 13:9; Gal 5:14. Lebih dari itu Dia telah menetapkan untuk umat-Nya (Israel pada saat itu) suatu peraturan – yang sekarang menjadi asas hukum Hak Asasi Manusia -, yaitu : ”Jangan menindas orang asing, kasihilah dia seperti dirimu sendiri” (Kel 22:31; 23:9,12; Imam 19:34). Inilah sebabnya mengapa orang-orang Muslim yang tinggal di negara-negara yang hukumnya berdasarkan ajaran Kristen dan di negara Israel dapat hidup aman bahkan mendapat perlindungan hukum dan sosial. Perkataan Muhammad dalam surah 5:82 (orang tidak percaya disini  adalah orang Kristen, lihat s. 5:73a) adalah tidak benar, di sini ia mengajar kebencian dan kebohongan. Dalam Tabari 8:121, kebenciannya pada orang asing  jelas sekali, tertulis bahwa kepercayaan  di luar agama Islam terlarang di Dataran Arab,  khususnya  kepercayaan Yahudi. Janganlah heran jika ajaran Islam tidak disukai oleh penduduk dunia, sebab itu suatu pelanggaran HAM Internasional.
  • Israel telah dipilih YAHWEH sebagai umat-Nya, dan Ia berjanji untuk ada di pihak Israel (Yes 41:10-17), dan Ia tidak malu untuk memperkenal diri-Nya sendiri sebagai ”Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Israel (nama Yakob yang baru” bahkan pada bumi yang baru (langit dan bumi yang sekarang ada akan hancur) akan terdapat sebuah kota Yerusalem yang baru pada tembok-temboknya akan tertulis nama kedua belas suku Israel. (Wah 21:12).

4. Nabi Muhammad tidak diberikan pengertian oleh Elohim untuk mengerti isi Alkitab.
Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai“; (Yes  29:11)

Orang Muslim sering kali menuduh bahwa Alkitab sudah dirubah dan dikorupsi,  mengapa? Sebab ada cerita-cerita untuk tokoh yang sama di Alkitab tidak sama ceritanya dengan di Alkuran. Namun malangnya logika atau argumentasi orang Muslim ini tidak didukung dengan catatan-catatan sejarah dan bukti-bukti arkiologi sebelum abad keenam Setelah Masehi; Islam lahir awal abad keenam.

Mengapa mengikuti ajaran Yahshua, dan bukan ajaran Muhammad? Banyak alasannya, beberapa diantaranya ialah:

  • Orang Kristen mengikuti ajaran Yahshua sebab Alkitab menulis bahwa Ia manusia yang sempurna (tidak pernah berdosa), Putra Elohim (Mat 16-17; 26:63-65), Penyelamat manusia dari dosa-dosanya (Yes 53, Roma 5:8), Hakim di akhir jaman (Yoh 3:18-19), dan Raja Yang Kekal (Yes 9:5; Yer 10:10; Dan 7:14). Sebaliknya Muhammad hanya manusia biasa (s. 18:110) dan seorang nabi bagi ALLAH (dalam arti “Allahnya Muhamad”), bukan nabi bagi Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Israel, yakni YAHWEH (s. 48:8-9).
  • Kehidupan Yahshua sudah dinubuatkan dalam kitab-kitab nabi dan Mazmur (Luk 24:44), bahkan termasuk: penderitaan, siksaan, dan bagaimana Ia akan mati.  Sebaliknya Muhammad tidak dikenal sama sekali di Alkitab. Titel nabinya tidak menolong dia mengenal pribadi Yahshua yang dinubuatkan oleh banyak nabi-nabi Alkitab (s. 9:30; 5:17; 4:157)
  • Muhammad berkata: Abraham was not a Jew nor yet a Christian; but he was a true Muslim, surrendered to Allah (which is Islam), and he joined not gods with Allah.”  (sura 3:67). Tapi YAHWEH telah berfirman 1000 tahun sebelum Muhammad lahir: “Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham (the seed of Abraham My friend; KJV), yang Kukasihi; engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: “Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau”; (Yes 41:8-9)
  • Muhammad berkata bahwa Abraham dan Ismail (anak dari Hagar) membangun Kabah bersama (s. 2:127). Alkitab dengan terperinci menulis sejak Abraham (Abram nama sebelumnya) dipilih YAHWEH sampai matinya ia tidak pernah ke Saudi Arabia, terlebih lagi ke Mekkah. Ia membangun banyak mesbah dan tidak satupun bait, itupun semua berada di tanah Kanaan (Kej 12-25).
  • Yahshua tidak pernah berkata atau menjanjikan bahwa Alkitab akan disempurnakan setelah Ia naik ke sorga, apalagi memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengikuti ajaran Alkuran (seperti yang diklaim oleh nabi Muhammad sebagai kitab terakhir atau revisi dari Alkitab seperti tertulis pada sura-sura Alkuran di atas). Kitab Wahyu adalah penutup dari firman Elohim yang tertulis dan telah dimateraikan oleh sumpah-Nya sendiri, terbaca: Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Elohim akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. (Wah  22:18) dan  di tutup dengan kalimat: Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Yahweh Yahshua! Kasih karunia Yahweh Yahshua menyertai kamu sekalian! Amin. (20-21). Tidak ada penambahan dan juga tidak ada pengurangan, Yahshua Ha Mashiah berkata demikian. Bandingkan dengan: sura 10:64; 6:34; 10:37 dan 46:11; 5:15).

Perhatian: Yang menolak ajaran Alkitab akanlah menerima hukuman neraka yang mengerikan, Anda bisa bayangkan betapa lebih mengerikan lagi hukuman bagi mereka yang menyesatkan banyak orang dengan cara menambah dan mengurangi Firman-Nya, Yeshua berkata: “Terlebih baik orang sedemikian tidak usah lahir!” 

Klaim bahwa Alkuran diturunkan melalui malaikat Gabriel kepada nabi Muhammad semakin diragukan oleh banyak ahli  sejarah. Para peneliti Alkuran menggolongkan Alkuran (dalam bentuk kitab, seperti sekarang ini) sebagai produk setelah abad ke tujuh: Ayat-ayat Alkuran tidak dinyatakan kepada seorang manusia, tetapi penyempurnaan  dari redaksi-redaksi yang kemudian dan terbitan yang diformulakan oleh sebuah kelompok orang, lebih dari beberapa tahun. Alkuran yang kita baca saat ini bukanlah yang pernah ada pada pertengahan abad ketujuh, tetapi sebuah produksi dari abad delapan dan sembilan. Itu bukan dilahirkan di Mekka atau Medina, tetapi di Baghdad,” demikian kesimpulan mereka.

Seorang martir Yahshua dihadapkan dengan ancaman mati karena iman Kristennya ditanya: ”Mengapa kamu tidak menyangkal Yahshuamu dan tetap hidup?” Ia menjawab dengan lembut: “Sepanjang hidup saya Yahshua tidak pernah mengecewakan saya satu kalipun juga, bagaimana mungkin saya mengecewakan dan menolak Dia!?”

Masih ragu tentang kebenaran Alkitab dan ke-elohiman Yahshua Ha Mashiah? Tanyakan langsung kepada-Nya! Dia akan menjawab Anda, sebab Ia hidup dan berkuasa.

Kata Yahshua kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah elohim? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut elohim–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Elohim! Karena Aku telah berkata: Aku Putra Elohim? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yoh 10:34-38)

Dan Yahshua menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah … apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.  (Luk 7:22). Ia mengingatkan Yohanes Pembaptis tentang janji YAHWEH melalui nabi Musa, bahwa DIA akan membangkitkan seorang nabi seperti Musa, nabi yang penuh dengan kuasa dan tanda-tanda ajaib (Ulangan 18:15-19).

Ada waktunya bahwa setiap dusta dan tuduhan akan berakhir dan dibawa ke meja pengadilan Yahshua Ha Mashiah. Pengampunan masih tersedia bagi mereka yang bertobat dan kembali pada jalan-jalan-Nya. Penyesalan setelah kematian membawa duka yang kekal.

Siapa mengatakan kebenaran, menyatakan apa yang adil, tetapi saksi dusta menyatakan tipu daya. Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata. (Amsal 12:17-19)

Referensi:

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog