Rabbi tidak puas dengan perkataan Paus Benedict XVI


Pernyataan Paus Benedict XVI di Yad Vashem (Museum Holokos, di Yerusalem) pada Senin 11 Mai 2009 tentang peristiwa Holokos tidak memuaskan kata bekas Pemimpin Rabbi Israel Meir Lau – seorang anak dari korban Holokos yang selamat.

Bekas Rabbi ini berkata, “Itu suatu pernyataan yang manis”, mengkomentari pernyataan Paus, namun rabbi ini kecewa sebab Paus

  • Tidak menyinggung Nazi sebagai pelaku pembunuhan
  • Tidak sebuah katapun dari Paus secara pribadi berpartisipasi di dalam perasaan sakit dan sedih
  • Tidak menyebut 6 juta korban tapi hanya berjuta-juta, bahkan
  • Paus tidak meminta maaf atas peristiwa Holokos tersebut

Beberapa tahun belakangan ini, telah ditemukan bukti-bukti yang kuat tentang keterlibatan Vatikan (sebagai negara ) dan gereja Roma Katolik (sebagai institusi agama) dengan gerakan Nazi-Hitler. Paus Benedict XVI sendiri sewaktu muda adalah anggota tentara Nazi. Seorang bisop Katolik beberapa bulan yang lalu pada wawancaranya menyatakan keraguannya tentang jumlah korban Holokos. Tidaklah mengherankan bila rabbi ini kecewa dengan penyataan Paus Benedict yang adalah kepala dari semua gereja-gereja Katolik.

Seorang pengamat sejarah dan doktrin Roma Katolik di dalam pembuktiannya mengenai keterlibatan Roma Katolik dan Vatikan dengan rajim Nazi menulis sebagai berikut:  Joseph Ratzinger, yang sekarang adalah Paus Benedict XVI, ketika ia masih bertugas sebagai penasehat tingkat tinggi untuk Paus Yohanes Paulus II, menyatakan bahwa  “ … pengalaman yang sangat menyakitan dari Shoah (Holokos) adalah perbuatan kejahatan di dalan nama sebuah ideology anti-Kristen, … memukul secara kasar iman Kristen yang berakar pada Abraham di dalam orang Israel,” dikutip dari “Ucapan selamat untuk Kardinal Ratzinger menjadi Paus yang baru”

Pengamat ini melanjutkan cerita dari apa yang ia temukan, tulisnya

”Bukti menunjukkan bahwa:

  1. Hirarki gereja Katolik, bertindak di bawah perintah Vatikan [kekuasaan politik atau negara], telah berperan penting di dalam pembuatan Hitler diktator Jerman.
  2. Setelah itu, hirarki Katolik aktif di dalam  pergerakan-pergerakan Nazi diluar Jerman, contohnya di [negara-negara] Balkan.
  3. Meskipun pada Yad Vashem [Museum Holokos di Israel], di tahun 2000, Paus Yohanes Paulus II menggambarkan Nazi sebagai ”sebuah ideologi yang tidak berke-elohiman”, Vatikan memerintahkan para Katolik Jerman untuk mengasihi, menghormati, mentaati dan melindungi para Nazi.

Dan beberapa penulis buku yang meneguhkan keterkaitan Vatikan dengan Nazi:

  • Hitler and the Vatican oleh Peter Godman
  • Hitler’s Pope oleh John Cornwelll
  • Hitlers Cross oleh Erwin W. Lutzer
  • The cost of discipleship oleh Dietrich Bonhoeffer
  • Bonhoeffer, oleh Eberhard Bethge

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Pembicara Parlement Israel: Adolf Hitler Datang Kembali


“73 tahun setelah Olympic Berlin, kemarin Dunia telah menyaksikan kembalinya Adolf Hitler. Kali ini ia memilki bewok dan berbicara bahasa Parsi. Tetapi kata-katanya adalah kata-kata yang sama, dan aspirasi-aspirasinya adalah aspirasi-aspirasi yang sama… Tidak menguntungkannya ialah … Dunia sudah sekali lagi memberi dia sebuah platform [panggung],” demikian surat Reuven Rivin, Pembicara Knesset, yang kirim kepada para pemimpin parlement di seluruh Dunia.

Surat keprihatian Pemerintah Israel ini berhubungan dengan pernyataan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada Pertemuan Hak Asasi Manusia PBB dalam Konferensi Anti Racism hari Senin 20 April di Geneva, Swiss 1)

Presiden Iran ini dalam kesempatannya berbicara menuduh Israel ada sebagai ”regime yang paling jahat dan rasis” – konteknya kepada konflik Israel-Palestina. Dan ia menuduh USA, Europe dan Israel sebagai pengacau kestabilan internasional. Pernyataannya ini disambut secara spontan oleh para delegasi dari 23 negara dengan cara ”meninggalkan ruang konferensi”, termasuk di dalamnya delegasi Yordan dan EU. 2)

Kritiknya kepada Seketaris PBB yang ”lembut dan segan” menegur pernyataan Ahmadinejad itu, Juru Bicara Knesset ini menulis dalam surat itu, ”Hari ini kita tidak dapat mengijinkan diri kita sendiri dari keindahan kenetralan. Hari ini kita tidak dapat mengijinkan diri kita sendiri dari keindahan protokol diplomatik.” Ditambahkannya juga ”Hari ini manusia yang bermasyarakat harus memutuskan entah dia anggota dari Anak-anak Terang atau Anak-anak Kegelapan; kamp dunia bermasyarakat atau kamp  dari musuh-musuh kemanusian.” 1)

Selasa ini Israel menandai Hari Peringatan Holokos dengan dua menit sirene yang diikuti seluruh negara berhenti sejenak untuk mengheningkan cipta, kali ini untuk memperingati matinya 1,5 juta anak-anak di kamp-kamp kematian Nazi 3)

Wilayah Israel sangatlah kecil dibanding Iran, apalagi jika dibanding Arab Saudi dan Mesir dan Libia. Di Timur Tengah hanya Israel yang menerapkan system Demokrasi, bahkan penduduk Arab mempunyai partai Politik di Parlement Israel. Pemerintah Iran yang berkuasa sekarang bukan saja rasis terhadap Israel, tapi juga kepada bangsanya sendiri, setiap kelompok oposisi (misalnya Kelompok asasi wanita, pelajar dan Sunni dan Kristen) di dalam negeri Iran akan ditekan dengan keras. Belum lama ini puluhan tahanan politik dari kelompok Sunni di hukum gantung dimuka umum.

Pemerintah Iran nampaknya memenuhi perkataan Yahshua ini Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”  (Mat 7:3-5)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog