Rakyat Swiss menolak banjir Imigran melalui Referendum


Swiss referendum menjaga tanah dan budayannyaSwiss adalah negara yang terkenal dengan  sikap ”netral-nya”, sejak kemerdekaannya dari Holy Roman Empire di tahun 1499. Swiss dikelilingi negara-negara Uni Eropa namun tidak menjadi anggota.

Minggu kemarin rakyat Swiss mengadakan pemungutan suara mengenai masuknya orang asing ke dalam negara Swiss. Sejak Swiss membuka perbatasan-perbatasan negaranya 12 tahun lalu banjir para pendatang baru terutama lewat Perancis dan Itali, yang membawa kepada kondisi lapangan kerja yang lebih buruk, kereta-kereta yang padat dan kekurangan perumahan, dan kriminalitas bertambah pesat, laporan berkata.

“Adalah jelas bahwa imigrasi perlu untuk ada dikurangi,” kata Toni Brunner President Partai Rakyat Swiss (SVP), mewakili kelompok yang kuatir kebanjiran imigran. ”Yang jelas adalah kita perlu untuk ada lebih selektive.”  

Pemungutan suara kemarin terbagi antara bagian yang tinggal di kota-kota besar (perbatasan dengan Perancis dan Jerman) dengan mereka yang tinggal di pedalaman (Jerman, Austria dan Itali). Kota besar menentang ide pembatasan imigrant, namun mereka kalah suara.

Kemenangan tipis bagi kelompok ”anti-imigrasi” ini dinyatakan sebagai “Itu adalah sebuah kekalahan ekonomi dan kebijakan luar negeri,” kata Christian Levrat seorang parlement dari partai Sosial Demokrat. Kemenangan ini dikritik oleh orang parlement Jerman sebagai ”langkah progresif mengisolasi diri sendiri.”

“Saya tidak berpikir rakyat Swiss telah memilih cara ini oleh sebab mereka ingin mengisolasi mereka sendiri, tetapi karena mereka kuatir” akan perumahan dan transportasi umum, kata martin  Landolt, president dari Partai Demokrasi Bourgeois.

Menanggapi kekuatiran orang Uni Eropa akan adanya bahaya ekonomi bagi Swiss akibat kebijakan baSwiss dan negara-negara tetangganyaru ini, Karim Bertoni, seorang usahawan yang mengurus perusahaan bernilai 3,3 milliar dollar di Geneva berkata, “Saya tidak berpikir ekonomi Swiss akan menderita. Bisnis-bisnis akan tetap  mampu menyewa menejer-menejer top orang asing atau pekerja-pekerja berpendidikan tinggi, seperti para insinyur.”

Kemenangan ini disambut gembira oleh Marine Le-Pen (Perancis) dan Heinz- Christian Strache (Austria) yang keduanya adalah tokoh anti-imigrasi. “Swiss telah berkata tidak untuk banjir imigrasi, bravo!,” Le Pen menulis. Perusakan mobil  dan kejahatan di Perancis oleh ulah imigran Muslim telah membawa isu imigran semakin panas di Perancis.

Catatan: Swiss adalah pencetak Alkitab Inggris versi  Geneva Bible yang sangat digemari oleh tokoh-tokoh Gereja seperti Willian Shakespeare, Oliver Cromwell, John Knox, John Bunyan. Dipakai secara luas di Britania Raya di abad 16 AD sebelum lahirnya KJV (1611). Geneva Bible 80% adalah hasil kerja William Tyndale, merupakan versi Inggris yang pertama yang mana semua terjemahan Pernjanjian Lamanya diterjemahkan langsung dari bahasa Ibrani.
Swiss juga tempat pelayanan dan meninggalnya John Calvin  (1509-1564), bapa Reformasi Gereja, ia dikenal dengan konsep pemisahan kuasa antara negara dan agama – yang adalah satu dan beberapa alasan telah membuat negara-negara Barat Protestant menjadi makmur  bahkan sampai sekarang. Tempat lahirnya Henri Dunant, bapa Palang Merah sedunia.

Bacaan berkait:

Referansi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Perancis: Antara 40.000 sampai 60.000 mobil pertahun sengaja dibakar


Kriminal pembakaran dan pengerusakan mobil di PerancisMenteri Dalam Negeri Perancis Manuel Valls pada konferensi press Rabu kemarin (1 Januari) menyampaikan laporan kriminal setelah Tahun Baru. Satu laporan kriminal tersebut diantaranya tentang ’kebiasaan’ sekelompok pemuda imigran membakar mobil di setiap Akhir Penutupan Tahun (New Year’ Eve). Mr. Valls berkata 1.067 mobil telah dibakar dengan sengaja diseluruh Negara (Perancis) pada malam kemarin (31 Desember 2013). Menteri Valls menyatakan ini adalah sebagai kabar gembira bagi orang Perancis, sebab itu berarti 10% angka turun dibanding tahun sebelumnya, France24.com menulis.

“Kabar Gembira” Perancis ini kutip media internasional dengan judul bersifat lelucon, contoh:
It’s okay – only 1067 cars were torched in France on New Year’s Eve
‘Only’ 1,067 vehicles set ablaze on New Year’s Eve in France

Lonjakan tajam pembakaran mobil di Akhir Penutupan Tahun (New Year’s Eve) dimulai pertengahan tahun 2000an, mungkin berhubungan dengan gelombong kerusuhan perkotaan yang mencengkram Perancis  di bulan Okotber dan November 2005, sumber yang sama menulis. Peristiwa November 2005 adalah kejadian tragis yang diliput media internasional dimana para remaja dan pemuda Muslim (imigran Afrika utara yang lahir di Perancis) berdemo selama tiga minggu membakar 8.810 mobil dan merusak/ membakar gedung-gedung di berbagai kota, saat itu Nikolai Zarkosi masih sebagai Menteri Dalam Negeri.

Tindak kriminal  pembakaran mobil secara massal di Akhr Penutupan Tahun hanyalah sebagain dari cerita, itu juga terjadi pada hari-hari lainnya termasuk Perayaan Revolusi Perancis 14 Juli (orang Inggris menyebutnya Bastille Day),  Hari dimana rakyat Perancis menolak kekuasaan mutlak raja Louis XVI (ke 16) berawal di tahun 1789. Kriminal pembakaran mobil di Perancis ternyat sangat tinggi.

Laporan menunjukkan bahwa antaraData statistik kendaraan dibakar Muslim di Perancis 40.000 sampai 60.000 mobil pertahun sengaja dibakar di Perancis. Umumnya terjadi di wilayah-wilayah yang padat dengan penduduk Muslim imigran, seperti di Seine Saint Denis, sumber menulis.  Menurut Robert Spencer alasan pembakara mobil karena kemiskinan tidaklah tepat, motif yang sesungguhnya adalah balas dendam Islam terhadapat Perancis, Robert mengutip majalah Al-Qaida yang isinya mengajari berjihad melalui membakari mobil dan kecelakaan lalu-lintas.
Menurut seorang pembicara persatuan perusahaan keamanan bahwa para Muslim berlomba satu sama lain untuk melihat siapa yang dapat merusak Perancis lebih cepat.

Tidaklah mengherankan bahwa anti-Muslim immigrant lahir di Perancis, dan para pemuda Perancis kulit putih belum lama ini mengambil garis keras: mereka menerobos masuk ke masjid dan menggelar spanduk di atas genteng mesjid tersebut dan orang dewasanya mengeritik melalui karikatur.

Koran Rusia, Pravda.ru, memuji upaya Manuel Vells di dalam upaya memerangi islamisasi di negerinya, dari pemakain burga sampai para Salafis (artinya: fundamentalis Muslim) yang ingin melakukan global jihad. “Mr. Vells,” tulis Pravda, “telah bertahun-tahun meminta bukti apakah benar “Islam is compatible with democracy,” mengutip tulisan dari koran lokal Perancis  Le Parisien.
Pravda menyalahkan Uni Eropa yang memaksakan anggotanya seperti Perancis mengadopsi imigran Muslim dari Afrika,  yang dinamai kebijakan multiculturalism, kebijakan yang juga ditentang oleh Markel dan Sarkozy. Akhir Desember Russia mengalami serangan terrorist dua kali hanya dalam seminggu, korban jiwa lebih dari 30 jiwa.

Hampir seribu tahun yang lalu, Perancis ada pada puncak dari pertempuran antara  masyarakat Islam dengan masyarakat Katolik Eropa. Sekarang, sebagai rumah untuk pupulasi Muslim terbesar di Uni Eropa, itu adalah ada pada puncak pertempuran sekali lagi.

Komentar: Bayangkan jika Anda akhirnya memiliki sebuah mobil dengan jerih payah bertahun-tahun, namun tiba-tiba dibakar oleh orang lain yang sama sekali Anda tidak pernah berurusan dengan mereka, apa reaksi Anda? Kita orang Indonesia perlu mengucap syukur, sekalipun Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, namun budaya Indonsia dan asas politik yang berdasarkan Pancasila tetap jauh lebih kuat di hati kebanyakan orang Muslim Indonesia. Kita tetap perlu berdoa bagi pemerintah dan bangsa kita agar kestabilan dan keamanan tetap berlangsung.
Tidak sedikit ahli Alkitab yang percaya bahwa Perancis akan ikut serta bersama negara-negara Islam (Iran, Libia, Turki, dll) memerangi negara Israel di Perang Har-Mageddo (Armageddon); Keturunan Sam (Israel) dikeroyok oleh keturunan Ham dari Afrika Utara (Kusyi, Put, Kanaan, Seba, dll.) dan keturunan Yafet dari Turki dan sekitarnya (Gomer, Magog dan Tubal, Togarmah). Kenyataan saat ini ialah mayoritas imigran Islam Perancis datang dari Afrika Utara  (keturunan Ham) dan Turki (keturunan Yafet). Lihat Yez 38, Wah 20:8-9; garis keturunan Nuh (Sam, Ham dan Yafet) lihat di Kej 10.
Anda siap menyambut Hari Pengangkatan dan Hari Kedatangan Yeshua yang kedua kalinya? Tanda-tanda Akhir Jaman (lihat Matius 24) dalam lima tahun belakangan ini begitu jelas, Anda harus bersiap!

Bacaan berkait:

Referensi:

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Perancis, Inggris (Uni Eropa) dan USA siap menyerang Syria!


Perang Shia-Sunni di SyriaPemimpin Barat: Perancis, Inggris dan Amerika Serikat,  semakin gencar menekan pemerintahan Bashar al-Assad, bukan hanya secara jalur politik tetapi sedang melangkap ke jalur militer – dengan alasan “Pemerintah Syria telah memakai senjata kimia.”

Sementara badan penyelidik dari PBB memasuki Syria (hari Selasa) untuk meneliti ”benar atau tidak tuduhan tersebut,” pada hari yang sama para pimpinan puncak ketiga negara tersebut mengadakan rapat kusus di negara mereka masing-masing.

President Prancis, François Hollande, pada pertemuan khususnya di depan para duta besar Perancis pada Selasa kemarin menyatakan bahwa “Perancis siap menghukum mereka yang bertanggung jawab untuk kemungkinan serangan gas beracun yang terjadi dekat Damaskus minggu lalu.” Ia juga mengatakan, ”Saya telah memutuskan untuk menambah dukungan militer kita untuk Koalisi Nasional Syria (pihak oposisi bersenjata) untuk melindungi orang-orang sipil.”

Perdana Menteri Inggris, David Cameron dan Menteri Luar Negerinya sangat tidak sabar untuk mengerahkan kekuatan militer menumbangkan al-Assad. Namun aksinya masih ditahan oleh beberapa politisi Inggris.

US ‘ready to go.‘ Seketaris Pertahanan USA pada hari yang sama, Selasa, berkata  kepada BBC bahwa kekuatan-kekuatan bersenjata Amerika di di wilayah konflik adalah ”siap untuk berangkat” jika President Baraq Obama memberi perintah untuk memukul target-target Syria. Kelompok yang didirikan Hagel jugalah, bernama:  yang mendorong pemerintah Mesir di jaman Mubarak untuk mengijinkan organisasi Islam Muslim Brotherhood mendirikan organisasi politik, yang mana telah menjatuhkan Mubarak; hal sejenis juga terjadi di Algeria, mendorong membuka dialog dengan Houmat Daawa Salafia, sebuah kelompok terroris islam bersenjata, reporter WND untuk Timur Tengah menulis,

”Mereka tidak memiliki bukti entah serangan senjata-senjata kimia telah dipakai atau siapa yang bertanggung jawab,” kata President Russia Vladimir Putin kepada David Cameron dalam percakapan mereka melalui telpon. (27/8/2013; France24.com)

Menteri Luar Negeri Russia, Sergei Lavrov berbicara di depan para wartawan Senin tanggal 26, menyatakan ”Menggunakan kekutan (militer) tanpa proposal dari Dewan Keamanan PBB adalah sebuah penyelewengan hukum internasional yang sangat mematikan.” Dan ia menambahkan bahwa Barat sedang menuju kearah ”sebuah jalan kecil (path) yang sangat berbahaya, sebuah jalan kecil yang sangat licin.”

Sementara media Barat banjir dengan dugaan pemerintah resmi Syria telah menggunakan senjata kimia, namun tidak sedikit ahli militer Barat yang tidak percaya tuduhan tersebut, ”tidak mungkin meluncurkan senjata kimia di kandangnya sendiri (di Damaskus),” argument ini semakin didukung dengan ditemukannya bahan-bahan kimia di suatu gedung yang ditinggalkan oleh tentara pemberontak Syria. Pihak ketiga ini sebaliknya meneguhkan tuduhan pemerintah Syria bahwa sesungguhnya kelompok pemberontaklah yang telah memakainya menyrang orang sipil di dekat Damaskus lalu menuduh pemerintah – dengan tujuan kekuatan militer Barat dapat beraksi secara legal, seperti peristiwa di Ivory Coast, Serbia dan Libya.

Bagaimana pun, Tony Blair, bekas PM Inggris, yang telah memimpin Britania secara kontroversi kedalam perang menjajah Irak 2003, pada Selasa kemarin meminta Barat untuk beraksi. Tony Blair adalah seorang penganut Roma Katolik yang taat.

Injil Matius 24:3-8 – Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia.
Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?”
Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias (Juruselamat), dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. 

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Mengapa mata uang Euro tidak diminati di Skandinavia?


Euro mata uang Uni EropaNegara Skandinavia – Denmark, Norwegia dan Swedia – dikenal sebagai negara-negara Eropa Utara, termasuk juga Finlandia dan Iceland. Dari kelima negara Eropa Utara ini dua tidak bergabung ke dalam Uni Eropa (European Union). Dari ketiga negara Skandinavia, Norwegia menolak mengganti mata uang mereka menjadi Euro.

Denmark (1973) dan Swedia (1995) sekalipun bergabung ke UE (EU) keduanya tetap memakai mata uang mereka sendiri. Dua anggota negara UE kuat lainnya yang tidak bersedia memakai Euro sebagai mata uang negara mereka adalah Britania Raya (UK; 1973) dan Republik Czeko (Czech Republic; 2004).

”Kurang dari satu di dalam sepuluh [< dari 10%] orang Swedia ingin mengganti mata uang (Swedia) Krona dengan Euro,” koran Swedia menulis sehubungan degan pengumpulan pendapat  (poll) terakhir dari sikap orang Swedia terhadap Uni Eropa dan institusi-institusinya. Poll ini dibuat oleh Universitas Gothenberg.

”Entah itu ditemukan atau tidak ditemukan, Euro disalahkan atas apa yang telah terjadi dengan ekonomi Eropa,” Sören Holmberg, political science professor pada Gothenburg University, berkata kepada Radio Swedia (Sveriges Radio).

Poll ini juga menunjukan masyarakat Swedia yang secara umum positip terhadap UE ternyata tidak lagi di dalam jumlah mayoritas; 53% di tahun 2011 turun menjadi 42% di tahun 2012.

Koran tersebut juga menulis bahwa masyarakat Swedia telah lama bersikap skeptik ke setiap tendensi merubah Uni Eropa ke dalam sebuah federasi, hanya 11% orang Swedia yang mendukung terbentuknya ’United States of Europe (USE).’ Hans-Werner Sinn, pakar Ekonomi Jerman, juga skaptik atas terbentuknya USE ini. Ia berkata di koran Guardian bahwa para pendukung ide Herman Van Rompuy,  President of European Council, adalah negara-negara yang bermasalah dengan ekonomi. Pakar Ekonomi ini bahkan menyatakan “proposal Van Rompuy (tersebut) sangatlah berbahaya dan akanlah dapat menghancurkan Eropa.”

Ide terbentuknya USE ini adalah bagian dari perencanaan global terbentuknya 10 (sepuluh) persatuan negara-negara sedunia – ‘United States of The World’ yang diprakarsai oleh Gereja Roma Katolik; sehingga genaplah nubuatan Alkitab  yang ditulis nabi Daniel dan rasul Yohanes di kitab Wahyu!! Alkitab terbukti murni Firman Elohim: tahu segala peristiwa besar di dunia sebelum semuanya terjadi, itulah sebabnya Setan / Iblis / Bapa Pendusta mencoba berbagai cara untuk menghancurkan Alkitab (melarang diterjemahkan ke bahasa ibu, melarang membacanya, menuduh telah dikorupsi, memperlunak isinya dan tipuan majik lainnya); tetapi Firman Elohim tetap tersebar dan berdiri teguh kekal selamanya!

Negara-negara Uni Eropa yang menderita masalah ekonomi yang cukup berat adalah Itali, Yunani, Spanyol, Irlandia. Bekas pemimpin Dewan Para Penasehat Ekonomi President Ronald Reagan menanggapi krisis Euro zone ini berkata bahwa satu-satunya jalan untuk mencegah pecahnya Euro zone dengan jalan menurunkan secara drastis nilai Euro terhadap dollar dan mata-mata uang lainnya.

Sangat menarik membaca komentar di artikel “Part 2: Massive Euro Devaluation.” Dua bahkan tiga hal penting para komentar tersebut saya pikir lupa menyatakannya:

  1. Negara-negara Uni Eropa yang ekonominya kuat (makmur) hampir sebagian besar adalah negara-negara mayoritas Protestan (bukan Roma Katolik): Skandinavia, Finlandia, Jerman, Belanda. Non-anggota UE yang juga makmur dan Protestant di Eropa adalah Iceland, Switzerland, Norwegia.
  2. Anggota UE (EU) yang menolak memakai Euro adalah negara-negara kerajaan dimana mayoritas penduduknya adalah Protestan: Denmark, Swedia, Britania Raya (UK).
  3. Semua negara Skandinavia, Finlandia, Jerman, Belanda misalnya adalah pendukung Israel yang kuat. Tiap tahunnya banyak anggota gerejanya pergi dan bekerja di Israel sebagai sukarelawan.

Bisa dikatakan makmur dan mundurnya negara-negara Eropa ini berkaitan langsung dan tidak langsung dengan ayat-ayat ini: Kej 12: 1-3 & 22:15-18 dan Yoh 10:10b & 15:1-17. Hal ini diteguhkan oleh Loren Cunningham tentang negara-negara makmur di abad modern ini dalam bukunya “The Book that Transforms Nations: The Power of the Bible to Change Any Country

Dari peristiwa kehidupan sehati-hari – sosial, budaya, politik, ekonomi dan ilmu pengetahuan – dapatlah terlihat jelas bahwa “pemikiran tidak adanya Elohim / God adalah suatu kebodohan” tepat seperti raja Daud telah berkata (Maz 14:1 &  10:4).

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Jerman: Islam Salafist dirahasia polisi, Millatu Ibrahim ditutup pemerintah


Seribu polisi Jerman mengadakan rahasi mendadak di tujuh propinsi Jerman fasilitas-fasilitas milik aliran Islam Salafist pada hari Kamis dini hari (14/6/2012).

”Organisasi (aliran Islam Salafist) berlaku berlawanan kepada idea aturan konstitusi dan pengertian multikultural,” Hans-Peter Friedrich Menteri Dalam Negeri Jerman berkata. Ia menambahkan bahwa kelompok (Islam tersebut) menganjurkan kekerasan dalam ”berjuang melawan aturan konstitusi (German) yang berlaku.”

Koran Jerman ini lebih lanjut melaporkan bahwa pihak intelejen Jerman telah mengawasi gerakan kelompok Islam Salafist dan lainnya, mendapatkan adanya tendensi semakin radikal dan membahayakan negara. Mereka membagi-bagikan Koran di jalan-jalan, terutama dilakukan oleh organisasi Salafis ”Die Wahre Religion” (The True Religon / Agama Yang Benar), meradikalkan para pengikutnya dengan seminar-seminar Islam dibawah organisasi Dawa FFM. Arid Uka, pemuda yang membunuh dua tentara Amerika dan dua lainnya luka serius di Frankfurt Maret 2011 adalah satu dari peserta seminar yang dibuat oleh Dawa FFM.

Awal bulan Mei, di  Bonn, kelompok Salafist menyerang sekelompok polisi yang sedang bertugas dengan batu-batu, tongkat-tongkat dan bahkan pisau-pisau. Melukai 29 polisi, dua dari mereka harus masuk rumah sakit karena tertusuk pisau mereka.

Salafist telah digolongkan pemerintah sebagai aliran Islam yang berbahaya di Jerman oleh sebab goal utama mereka adalah menegakkan hukum Sharia (hukum yang berdasarkan ajaran Islam) dan penolakan mereka kepada nilai-nilai Barat. Lebih lanjuta, pemerintah Jerman percaya bahwa kelompok-kelompok Salafist ini memiliki hubungan erat dengan pejuang-pejuang Jihad di Afganistan dan negara lainnya.

Kemarin juga pemerintah mengeluarkan keputusan untuk melarang organisasi Islam Millatu Ibrahim, yang dipimpin oleh Mohamed Mahmoud, seorang Austria yang tinggal di Jerman sejak 2011. Laporan intelligen mengatakan bahwa Mohamed adalah figur jihad di Jerman. Dia pernah dipenjara 4 tahun di Austria karena terbukti menciptakan dan mempromosikan organisasi terrorist.

Pemerintah Jerman belakangan ini memang telah mengambil garis keras kepada para imigrannya. Sejak lima tahun lalu pemerintah telah mengeluarkan hukum bahwa sebelum orang asing bergabung dengan pasangannya di Jerman, mereka perlu menunjukkan kemanpuan mengerti dasar pengetahuan bahasa Jerman. Hal ini diprotes oleh ketua komunitas Turki di Jerman. Jerman penuh orang Turki, dan Belanda penuh orang Maroko.

Komentar:
Negara Jerman tidak sendiri di Eropa di dalam menentang para imigran yang mencoba merusak nilia-nilai moral Barat; Belanda, Norwegia, Denmark, Perancis, Swiss dan Inggris berada pada frekuensi yang sama dengan Jerman. Rupanya penglihatan yang bersifat nubuatan Elohim tentang Eropa melalui seorang nenek Kristen dari Norwegia sedang tergenapi.

Bapa kami yang di Sorga, … janganlah biarkan kami masuk kedalam pencobaan, tetapi lepaskan kami dari yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin (Mat 6:13)

Bacaan Berkait:

 Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

President Sarkozy bertanggung jawab atas perang sipil di Ivory Cost dan Libya


Perancis dibawah pimpinan president Sarkozy sangat aktif mengambil posisi kepemimpinan politik internasional dari USA. Ini nampak jelas setelah president Bush junior digantikan oleh Mr. Obama, president USA Islam pertama.

Ivory Cost, Afrika. Perancis membantu mempersenjatai partai oposisi yang dipimpin oleh Ouattara (president yang sekarang) untuk memberontak kepada Laurent Gbagbo, president resmi dan terpilih kembali melalui pemilihan suara. Ditengah aksi pemberontakan militer ini, tentara Perancis membuka jalan bagi oposisi gerakan Islam yang datang dari utara Ivory Cost melalui serangan-serangan bom dari angkatan udara. Perancis menbomi tempat pertahanan militer president terpilih Laurent Gbagbo.

Human Right Watch melaporkan pasukan milisia pimpinan Ouattara membunuhi banyak penduduk Ivory Cost Kristen pendukung Laurent Gbagbo, memperkosa wanita dan membakari gedung saat merebut wilayah pusat kepemimpinan L. Gbagbo.

Saksi-saksi mata mengatakan bahwa penduduk yang dibunuh ini adalah orang-orang yang dalam posisi menyerah atau tanpa perlawanan. Sedikitnya 3000 orang meninggal, dan lebih dari 100 laporan pemerkosaan. Korban jiwa terjadi juga di pihak oposisi.

Team pengadilan dari International Criminal Court (ICC) yang berpusat di Europe telah dikirim ke Avory Cost. Pengadilan memutuskan: “Kedua pihak bersalah.” Teori Darwin “natural selection” (hukum yang kuat tetap hidup alias hukum rimba) telah diterapkan di Ivory Cost.

Libya, Afrika Utara. President Sarkozy kembali aktif, ia memimpin tentara Sekutu dan NATO memerangi Libya untuk menggulingkan president Muammar Qaddafi.   Di Libya, Pemerintah Barat memakai suku-suku dari Timur Libya dan mempersenjatai para oposisi Qaddafi. Intelegent Barat mengakui hadirnya orang-orang Al-Qaida diantara para tentara oposisi, dan pada waktu yang besamaan tentara Barat meroketi benteng-benteng pertahanan dan kendaraan-kendaraan perang Libya dari udara dan laut. BBC pada laporannya tertanggal 20 Maret 2011 menyatakan bahwa sedikitnya USA dan UK telah meluncurkan 110 missilnya. Belum terhitung missil dari negara Sekutu lainnya (Perancis, Italy, Kanada dsb.). Tripoli beberapa minggu ini juga di serang oleh Sekutu dan NATO dari udara. Jumlah korban jiwa penduduk sipil dan tentara Libya tidak diberitakan, namun pastilah ratusan.

Persatuan Arab telah mengeritik serangan Barat khususnya atas penduduk sipil, “Apa yang sedang terjadi di Libya berbedar dari tujuan menerapkan sebuah wilayah bebas terbang (hanya bagi tentara Libya tentunya), dan apa yang kami inginkan adalah perlindungan atas masyarakat sipil, bukan pemboman lagi atas orang-orang sipil,” kata Amr Moussa, seketaris jendral Persatuan Arab.

Tanggal 28 Juni, Perancis mengakui telah mensuplai bom-bom untuk pasukan pemberontak Libya, TV Perancis melaporkan.

Saif al-Islam, putra dari Qaddafi kepada reporter dari ABC, Christiane Amanpour menyatakan bahwa tindakan Barat ini suatu kesalahan besar. ”Percaya saya, suatu hari kalian akan tersadar dan kalian akan menemukan bahwa kalian telah membela orang yang salah dan kalian telah melakukan kesalahan yang besar dalam membela orang-orang ini. Itu seperti WMD [weapon of mass destruction] di Irak.”
Libya adalah pengekport minyak terbesar di Afrika.

Qaddafi bekata melalui TV permerintah bahwa pasukan Barat tidak punya hak menyerang Libya, yang tidak berbuat apa-apa kepada mereka. Sampai saat ini tidak ada laporan bahwa tentara Libya balas menyerang serangan dari Sekutu atau NATO.

Koran Guardian (2 Maret 2011), UK, melaporkan bahwa negara-negara besar EU telah melakukan penjualan senjata kepada Libya sebesar 834,5 juta € (Euro) selama periode tahun 2005-2009.
Angka-angka dalam jutaan euro. Italy: 276,7  €; Perancis: 210,2 €; Britania Raya (UK): 119,4 €; Jerman: 83,5 € dan negara EU lainnya: 144,7 €.

Mr. Sarkozy adalah juga President Persatuan Eropa (European Union)

Sarkozy artinya dalam bahasa Hungaria, beliau berasal dari Hungaria, ialah ”diantara lumpur.” Dalam bahasa Assur atau Assyria ialah “Sar” artinya “Pangeran/ Prince” dan ”kozy”  atau ”Kusi” merefer kepada penduduk Kush artinya ”Gelap / Dark,” digabungkan menjadi Pangeran Kegelapan atau Prince of Darkness. Kush atau  adalah suku Arab di selatan Mesir, orang Ethiopia berasal dari keturunan Kush, saudara dari Put (Libya) keduanya adalah anak Ham (Kej 10:6).

Dari nama ini beberapa orang menduga bahwa President Nicolas Sarkozy adalah antikristus, sebab Nicolas berarti juga ”penguasa masyarakat.” Saya meragukan dugaan ini, sebab Antikristus tidak memiliki napsu sex terhadap para wanita (Dan 11:36-38, KJV), sedangkan Mr.  Sarkozy sudah menikah tiga kali dan namanya tidak mengandung angka “666.” Ia seorang politikus Roma Katolik. Paus Benedict XVI secara resmi memberikan titel Honorary Chanoine of the Basilica of St. John Lateran kepada Sarkozy ke Roma tanggal 20 Desember 2007.  Chanoine adalah sebuah jabatan ke-imaman di gereja Roma Katolik.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Parlement EU membuang hari raya Kristen pada kalendernya, liburan agama lainnya dimasukkan


Hari-hari libur Kristen termasuk Easter dan Christmas tidak dimasukkan sebagai hari libur di kalender Diary Uni Eropa (European Union/ EU) 2011, sebagai gantinya dimasukkan hari-hari libur agama Hindu, Islam, Yahudi dan hari besar China. 3,2 juta Diary ini telah dibagikan kepada murid-murid sekolah kelas dua di negara-negara EU, berita mengatakan.

Dibuangnya hari-hari besar Kristen, seperti Easter dan Christmas, namun hadirnya hari raya Sikh Baisakhi (Hindu) dan Idul Korban (Islam) serta Yom Kippur (Yahudi) dan hari raya European Day merupakan hal yang tidak bisa diterima tulis pemimpin Christine Boutin, Pemimpin Partai Demokrasi Kristen Perancis  (PDKP). ”Keterlibatan agama Kristen di dalam membentuk Europa tidaklah dapat dihindari dari fakta sejarah yang Uni Eropa (EU) tidak dapat buang,” tulis pemimpin PDKP ini. Hadirnya kalender seperti ini, Parlement EU telah membuat Kristianiti ”jatuh kedalam ketidak pastian kumpulan pengabaian,” ia menandaskan.

Martin Callanan,  pemimpin dari European Consevatives, berkata ‘kesalahan’ ini sungguh lebih sebagai propaganda daripada hal lainnya.

Paus Benedict XVI dalam komentarnya pada orang Kristen yang teraniaya dan penolakan kepada Kristianiti: “Apakah ini contoh lebih lanjut dari pola pikir tersebut di dalam Uni Eropa? “

Christine Boutin telah membuat petisi kepada Parlement EU untuk memperbaiki ’kesalahan cetak’ tersebut. Jose M. Barroso, President European Commission (EC) telah meminta John Dalli (personal yang bertanggung jawab atas pembuatan Diary ‘salah cetak’) untuk bertemu Christine Boutin untuk masalah ini. Pertemuan (jika tidak ada pembatalan) terjadi pada tanggal 20 April.

P. Nikiforos Diamandouros, EC Investigator, dalam surat pernyataanya menulis bahwa “kesalahan” (error) tersebut sebagai suatu yang disesalkan dan “perbaikan” telah dikirim kepada sekolah-sekolah. Perbaikan kesalahan dipandang oleh EC sebagai masuk akal, tambahnya.

Komentar: Gereja Roma Katolik, umum dikenal sebagai Gereja Barat telah mempengaruhi budaya Eropa lebih dari 1700 tahun lamanya adalah fakta, bahkan gereja ini merupakan ’otak’ pendiri dari Persatuan Eropa dan perencana dari New World Order, dimana dunia akan terbagi ke dalam 10 (sepuluh) Persatuan kekuasaan politik, yang dipimpin oleh satu pemimpin tunggal.
Beberapa tahun belakangan ini, para pemimpin EU nampak semakin ingin bebas dari pengaruh – atau kendali, jika Anda suka – gereja Roma, Vatikan yang dipimpin oleh Paus. Skandal sex, berskala internasional,  di antara para pemimpin gereja Roma Katolik telah membuat agama Kristen di Eropa semakin tersudut, di Jerman banyak jemaatnya Katolik angkat kaki. Di media Roma Katolik semakin disorot. Yang menjadi pertanyaan:

  • Apakah “kesalahan kalender EU ini sekedar ketidak sengajaan atau merupakan “pre-text,” (peringatan awal) untuk mengetest bagaimana reaksi orang-orang Kristen di Eropa, tepat seperti yang pemerintah Perancis telah lakukan terhadap hukum larangan memakai burga?
  • Apakah kalender tanpa hari raya Kristen buatan parlement EU ini merupakan tindakan anti-Kristianiti atau hanyalah anti-gereja Roma Katolik?

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog