45 Negara BEBAS VISA KUNJUNGAN KE INDONESIA berlaku JUNI 2015


Peta Negara Indonesia dan para tetangganyaPresiden Joko Widodo pada tanggal 9 Juni 2015 telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2015 tentang Bebas Visa Kunjungan.
Keputusan ini dibuat, “Dalam rangka meningkatkan hubungan Republik Indonesia dengan negara lain dan untuk memberikan manfaat dalam pembangunan nasional,” Sekretariat Kabinet Repubulik Indonesia menulis pada situsnya.
Bebas Visa Kunjungan (BVK) diberikan kepada Orang Asing warga negara dari negara tertentu (1) dan Pemerintahan Administratif Khusus (2) untuk masa waktu paling panjang 30 hari, dan tidak dapat diperpanjang, mereka dapat masuk ke Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi yang telah ditentukan (3).
Bebas Visa Kunjungan masuk Indonesia yang dimaksud meliputi tujuan-tujuan berikut:
kunjungan dalam rangka tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, wisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain (Pasal 6:3)

Baca lebih lanjut

Iklan

Belanda: Saya akan tayangkan karikatur nabi Muhammad di TV, Geert Wilders bersumpah


Anggota Parlement Belanda, Geert Wilders mereGeert Wilders Anggota Parlement Belandancakan mempertunjukkan karikatur- karikatur yang menggambarkan Muhammad, nabi pendiri agama Islam, pada televisi Belanda, berita berkata pada situs pribadinya. Koran Jerman DW.de menulis (4 Juni 2015).
Bulan lalu, ia telah bermaksud mempertunjukkan karikatur tersebut di Parlement Belanda, namun Majelis Rendah Belanda menolak idenya. “Karena badan ini menolak permintaan saya, maka saya akan segera menunjukkan beberapa karikatur tersebut pada TV negara, …,” Mr. Wilders berkata.

“Para terrorist haruslah menyadari bahwa mereka tidak akan pernah menang dan betapa pentingnya kebebasan berbicara adalah bagi kita di Belanda,” ia menegaskan.
Para partai politik di Belanda memiliki hak menayangkan sesuatu untuk waktu tertentu setiap tahunnya.
Pengumuman ini muncul satu bulan setelah Mr. Wilders memberi ceramah selama suatu pertunjukkan di Texas Amerika Serikat yang diselanggarakan oleh pendiri organisasi Stop Islamization, Pamela Geller, dimana dua pemuda Islam bersenjata api ditembak mati oleh polisi setempat setelah mereka mencoba menghentikan pertunjukkan tersebut dengan senjata api. Serangan ini dilakukan atas nama “Negara Islam Khalifat.”

Pamela Geller dengan bukunya Stop Islamization of AmericaPolisi AS meneguhkan bahwa Pamela Geller adalah target utama dari plot terror tersebut. Geller sendiri tidaklah terkejut bahwa dirinya adalah sasaran terget terror tersebut, “Mereka ingin membuat sebuah contoh dari diriku untuk menakut-nakuti sisa AS untuk tutup mulut dan tunduk,” Geller menulis pada emailnya ke koran AP pada hari Kamis. “Ini bukanlah tentang saya. Ini adalah tentang entah AS akan berdiri demi kebebasan atau tunduk dan penakut dihadapan intimidasi kekerasan, “ ia berargument.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Penanganan layanan atas TKI Wanita di Timur Tengah cermin indentitas martabat bangsa dan negara Indonesia


Keluarga dari Siti Zainab yang dihukum penggal di Saudi menuntut keadilanSeijin Pemerintah Indonesia para wanita Indonesia dikirim ke Timur Tengah untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga ke negara-negara Arab terutama Arab Saudi, Bahrain, Emirat Arab, Qatar. TKI Wanita ini juga dikirim ke beberapa negara di Asia, seperti Hongkong, Malaysia dan Singapur.
Perlakuan buruk yang diterima oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Wanita atau singkatnya Tenaga Kerja Wanita (TKW) sebagai pembantu rumah tangga di Timur Tengah sudah berjalan puluhan tahun, dan masalah ini bukanlah suatu yang rahasia lagi, baik di dalam negara dan rakyat Indonesia, fakta adalah kalangan Internasional pun mengetahuinya – terima kasih kepada Elohim untuk Era teknologi komunikasi internet dan telpon sel canggih!, di jaman Harmoko (ex-Menteri Penerangan Indonesia) informasi berusaha di bendung melalui pelarangan pemakaian antena satelit parabola.
Pengiriman TKI Wanita atau TKW sebagai pembantu rumah tangga sama sekali tidak merendahkan martabat bangsa dan negara Indonesia. Di negara-negara yang telah maju pun seperti Eropa Barat, Australia dan Amerika Utara (Kanada dan AS) kerja sebagai pembantu rumah tangga tetap berjalan sampai saat ini. Tidak ada yang perlu dipermalukan dengan status ”pembantu rumah tangga,” pekerjaan ini hanyalah satu dari sekian banyak Pelayanan Jasa yang sangat diperlukan oleh setiap keluarga. Fakta, kemanapun Anda pergi ke belahan dunia, Anda akan menemuai wanita-wanita Filipina bekerja sebagai pembantu rumah tangga, bahkan di Israel. Mereka bahagia dengan status dan keberadaan mereka di luar negeri.
Yang menjadi barometer bukanlah status si pekerja, tetapi bagaimana si pekerja diperlakukan oleh majikan mereka, dan bagaimana negara pengirim tenaga kerja membela rakyatnya di luar negeri. Indentitas martabat kita sebagai bangsa dan negara Indonesia ditentu oleh kita sendiri, dalam hal ini bersandar secara penuh ke pada pemimpin Indonesia di dalam dan di luar negeri. Masyarakat Indonesia di luar negeri melakukan yang terbaik yang mereka bisa lakukan sebagai duta asing Indonesia, tetapi mereka perlu back-up hukum dari pemerintah.
Jelas bahwa tuan mereka juga adalah manusia yang bisa berbuat salah, seperti belum lama ini terjadi di Hongkong. Nyonya dari seorang TKI Indonesia memperlakukan secara salah wanita Indonesia ini, memukuli dan membuat karyawannya kelaparan. Pemerintah Hongkong menggadili dan memghukum nyonya ini dengan hukuman pernjara 6 tahun. Kita berterima kasih kepada Pemerintah Hongkong yang menghargai martabat wanita Indonesia sederajat dengan wanita Hongkong.
Bagaimana dengan martabaTKI Wanita now for SALE iklan menulist wanita Indonesia di Timur Tengah?
Pembantu rumah tangga jelas bukanlah budak; pembantu rumah tangga memiliki gaji dan hak beristirahat dan hak hidup, sebaliknya seorang budak ia bekerja tanpa gaji dan nyawanya tergantung dari tuannya. Jika seorang pembantu tumah tangga menerima perlakuan fisik yang kasar, kerja dari jam 5 pagi sampai 12 malam, tidak boleh keluar rumah tanpa disertai salah satu dari pihak tuannya, mengalami pelecehan sex, dan tidak memiliki hak untuk membela diri dan martabatnya – maka pembantu rumah tangga tersebut tidak berbeda dengan seorang budak, atau pelacur bayaran. Pembantu rumah tangga bukan budak yang bisa diperjual belikan, seperti iklan di negara Islam Malaysia ini.
Suamiati Mustapa, TKW Indonesia yang ditempatkan di Medinah, meninggal dunia Juli 2010 dengan luka-luka di seluruh tubuhnya, bibirnya terpotong. Bulan November tahun yang sama, TKW lainnya, Keken Nurjana asal Cianjur, mayatnya ditemukan di tempat sampah di kota Abha, Arab Saudi.
Usaha baik Pemerintah Indonesia bagi para TKI di Arab Saudi telah dilakukan. Melalui Menteri Tenaga Kerjanya, Indonesia mendorong pihak Pemerintah Saudi untuk membuat perjanjian. Ini ditandai dengan Perjanjian Join Working Committee (Komite Kerja Bersama) di Agustus 2011. Di dalamnya perjanjian kedua pihak ini mereka setuju bahwa kontrak kerja harus meliputi: jenis pekerjaan secara spesifik, hak berlibur, cuti, tidak menyita passport; intinya tanggung jawab dan hak kedua belah pihak (tuan rumah dan pembantu) terpapar dengan baik. Hasilnya?
Bulan April ini, Pemerintah Arab Saudi menghukum mati dua TKI Wanita tanpa memberitahukan pemerintah Indonesia atau pihak keluarga atau badan perwakilan Indonesia yang mengurus penempatan para TKI di Arab Saudi.
Siti Zainab dan Karni binti Medi Tarsim, dihukum mati atas tuduhan membunuh salah satu anggota keluarga majikan mereka.
Menurut koran online Tempo, mengutip perkataan Lalu Mohammad Iqbal, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, bahwa masih ada 36 WNI di Arab Saudi yang terancam hukuman mati. Kasusnya, kata Lalu beragama: ”Mulai dari pidana sihir, zinah, dan pembunuhan.”
Semua kasus buruk yang terjadi pada TKI Wanita di Timur Tengah, adalah satu hal: mereka berada di pihak yang selalu salah; termasuk jika membela diri sendiri yang berakibat kematian dari pihak penyerang (memperkosa, ingin membunuh).
Berita mengabarkan, Saudi ternyata terbiasa menghukum mati para imigran tanpa memberi tahukan pihak keluarga atau pemerintah dari imigran tersebut. Dengan kata lain, semua hak orang imigran lenyap di tangan orang.
Besarnya kesombongan hati orang Arab atas bangsa Indonesia bisa terlihat pada pPara TKI Wanita di Arab Saudieristiwa demontrasi orang Indonesia di Jakarta segera setelah kematian Suamiati dan Keken: Seorang pria Arab berani memukul wanita Indonesia yang sedang melalukan unjuk rasa di depan Kedutaan Arab Saudi di Jakarta – terjadi di depan 200 polisi yang mengawasi jalan demontrasi kasus kematian Suamiati dan Keken.
Jika Anda berpikir pemerintah dan rakyat Arab Saudi adalah bangsa yang lebih tinggi derajat dan martabatnya dari bangsa Indonesia oleh karena agama Islam lahir di Saudi dan memiliki Kaabah, pikirlah itu sekali lagi! Fakta adalah para kalangan atas Saudi – dan juga negara-negara Arab lainnya, sering menghabiskan uang mereka di Mesir untuk kepuasan birahi mereka. Wikileak membongkar kehidupan pesta minuman ber-alkohol para pangeran Arab. Al-Qaida, organisasi Islam radikal Wahabi lahir dari orang Saudi, dan Al-Jazirah, media yang mendukung terang-terangan organisasi Islam Muslim Brotherhood di Mesir adalah milik pemerintah Qatar. Penemuan sejarah abad 21 menyatakan Kaabah di Mekka belum ada di jaman Muhammad masih hidup dan arah sembayang ke Mekkah baru terjadi setelah tahun 200 Hijriah. Link-link lihat di bawah.
”Menurut hukum, Pemerintah (Indonesia) memiliki hak untuk menghentikan penempatan pekerja imigran di negara-negara tertentu jika itu dipercayai bahwa tuan-tuan mereka merendahkan nilai-nilai kemanusian dan martabat negara (Indonesia),” Dhakiri berkata
President Joko Widodo , yang menduduki kursi kepresidentan tahun lalu, telah bersumpah di bulan Febuari 2015 bahwa para pembantu rumah tangga tidaklah akan dikirim ke luar negeri di masa depan – namun beliau tidak memberi penanggalan yang jelas, kapan hal itu akan berlaku.
Kemiskinan bukanlah tanda dari kerendahan martabat bangsa, tetapi ketidak mampuan suatu bangsa membela bangsanya sendiri yang tertindas tanpa memdapat pembela hukum yang legal. Pancasila dan UUD ’45 cukup untuk menempatakan bangsa dan negara Indonesia pada kelas negara-negara yang telah berkembang secara moral dan martabat. Israel yang baru merdeka 1948, juga masih banyak rakyatnya yang hidup miskin, tetapi jangan coba-coba menculik atau membunuh rakyatnya, pemerintah Israel akan mengejar dan menghukum si pelaku. Harga satu jiwa orang Israel sangat mahal!
Saatnya sekarang kita membela rakyat kecil untuk memiliki kebanggaan sebagai orang-orang yang bermartabat. Itu dimulai dari diri kita sendiri, bukan dari pihak luar. Kita harus terima mereka sebagai saudara dan saudari kita sebagaimana kita menerima dan mengasihi diri kita sendiri. Tahun ini kita merayakan 70 tahun Kemerdekaan Indonesia, suatu usia yang cukup untuk bisa mampu berpikir dewasa dan bijaksana. Di dalam Nama Yeshua Ha Mashiah, Yesus Kristus, kiranya Elohim Yang Mahapengasih dan Mahapenyayang memberkati bangsa dan negara Indonesia! I love you Indonesia!!
Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Liga Islam Arab-Afrika Utara telah terbentuk di Mesir


Hari Saptu dan Minggu akhir Maret 2015, para pemimpin puncak atas negara-negara Arab dan Afrika bagian utara, semuanya Islam Sunni, bertemu di Mesir Raja Saudi Salman dan para delegasi pada Arab League Summit di Sinai Mesiruntuk membentuk persatuan kekuatan militer negara Islam Timur Tengah untuk menghadapi ancaman-ancaman keamanan di Timur Tengah dan Afrika Utara, Koran Mesir melaporkan.
Semua pemimpin Arab telah setuju untuk membentuk sebuah kekuatan bersama pada pertemuan tingkat tinggi (sammit) di Sharm el Sheikh, Sinai Selatan, Mesir.
Nabil El-Araby, Seketaris Jendral Liga Arab, pada sessi pembukaan menekankan “perlunya secara absolut” memghadapi semua ancaman keamanan negara-negara Arab. Ia mengundang untuk menggalang kesatuan “militer, ekonomi dan sosial” dalam menghadapi tangtangan tersebut.
Berita mengatakan, di sammit tersebut, Yemen menjadi pusat pembicaraan, berkaitan dengan kelompok Houthi Syiah yang menguasai kota Sanaa, dan beberapa kota di Yemen barat. “Kita akan terus memerangi para pemberontak Houthi sampai mereka menyerah dan menyerahkan persenjataan mereka,“ El-Araby berkata.
Perang di Syria juga menjadi pemibicaraan penting, serta ancaman program senjata nuklir Iran.

Mentri Luar Negeri Saudi mengkritik keras Russia. Surat President Rusia, Vladimir Putin, dibacakan secara terbuka pada summit tersebut, isinya: ”Kami mendukung apirasi-aspirasi Arab untuk keberhasilan masa depan dan untuk resolusi semua masalah dunia Arab hadapi melalui cara-cara damai, tanpa adanya campur tangan pihak luar,” Mr. Putin berkata. Lebih dari itu Mr. Putin setuju untuk menjadikan Yerusalem Timur bagi ibukota negara Palestina.

Setelah surat Mr. Putin dibacakan, Saud Al-Faisal, Mentri LN Saudi mengambil microphone dan menuding secara keras campur tangan Russia di Timur Tengah, mempertanyakan tujuan dan perhatiannya. Mr. Al-Faisal menuduh Russia terlibat atas penderitaan rakyat Syria melalui dukungannya yang terus menerus atas President Bashar Al-Assad, seorang Islam Syiah Alawit.
“Russia mengusulkan sebuah pemecahan damai, tetapi pada waktu yang sama ia mempersenjatai rejim Syria Bashar Al-Assad,” Al-Faisal berkata.

Peta 10 Kerajaan dari Club of Rome
Hari Minggunya, media pemerintah Russia RT.com menyinggung double standard Arab secara halus atas campur tangan Arab dan sekutu Baratnya, atas negara-negara asing seperti penumbangan President Libya, melalui kekuatan militer NATO, sehingga lahirnya kelompok radikal Sunni di Libya dan juga di Syria. RT.com menambahkan “tetangga Yemen telah berkumpul suatu kualisi 10 negara Arab melawan para pejuang Houthi, namun gagal mengalamatkan masalah-masalah Yemen, dicontohkan: perpecahan antar suku, ekonomi yang lambat, tekanan militer Al-Qaeda (Islam Sunni) cabang Yemen dan lain-lainnya.”

Para pemimpin tersebut dalam empat bulan mendatang akan bertemu kembali di Marokko untuk menetapkan masalah-masalah teknis perserikatan antara Arab dan Afrika utara.

Hubungan Qatar dengan Mesir belumlah pulih, berkaitan dengan campur tangan Qatar dalam urusan dalam negeri Mesir. Qatar mendukung dalam banyak cara organisasi Muslim Brotherhood darimana Muhammad Morsi president yang terguling berasal. Melalui siaran TV Al-Jazeeranya, Qatar telah mencoba memperkeruh politik Mesir, sehingga saluan TV tersebut ditutup dan beberapa wartawannya dipenjarai.
Mr. Al-Arabi juga menyinggung negara-negara asing yang mengganggu di Timur Tengah, yakni Israel, Turkey dan Iran. Israel memerangi Hamas; Turkey membantu NIK; dan Iran membantu Hesbollah, pemerintah Syria dan pemerintah Irak memerangi para militan Sunni, khususnya NIK.
Catatan Anggur Baru: Media tidak mencatat bahwa pembentukan kerja sama militer, namun juga ekonomi dan sosial (menurut SekJen Arab Liga di atas) antara negara-negara Arab dengan negara-negara Timur Tengah ini adalah sesungguhnya mengenapi rencana Barat tahun 1968, dikenal sebagai The Club of Rome. Pada Club ini dibicarakan bagaimana mempersatukan negara-negara yang masih belum masuk kedalam kelompok. Club of Rome membagi pemerintah dunia hanya menjadi 10 penguasa; lihat pemerintahan no 7 (ungu). Israel dan Iran dimasukkan di dalamnya. Persis seperti kitab Daniel dan Wahyu telah menubuatkan ribuan tahun yang lalu, bahwa di akhir jaman akan ada binatang berkepala sepuluh, dimana binatang gambaran dari sebuah kerajaan dan kepala gambaran dari penguasa atau pemimpin. Alkitab adalah satu-satunya kitab yang selalu up to date!, berisi lebih dari 800 nubuatan.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

president Mesir, El-Sisi,

Yemen, medan perang baru antara Syiah Islam lawan Sunni Islam?


Peta kekuatan militer Syiah Houthi di Yemen awal Maret 2015Ketika Yeshua duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” Jawab Yeshua: … Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. (Matius 24:3,7)
Hari Kamis ini berita internasional dipenuhi dengan kabar jet-jet tempur Arab Saudi menyerang tempat-tempat penting kekuatan kelompok Syiah Houthi di Yemen Barat. Iran memperingati dengan keras pemerintah Arab Saudi untuk tidak ikut campur masalah dalam negeri Yemen.
Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat, Al-Jubeir, mengkomentari serangan udara Saudi tersebut sebagai ”untuk melindungi dan mendukung pemerintah Yemen yang resmi dan mencegah gerakkan radikal Houthi dari merebut negara yang bersangkutan.”
Empat negara Arab Sunni lainnya – Qatar, Kuwait, Bahrain dan Uni Emirat Arab – dan Yordania (bangsa Edom) juga Mesir telah bergabung dengan Arab Saudi, mereka berkata “telah memutuskan menjawab panggilan President Hadi untuk melindungi Yemen dan rakyatnya dari agresi milisia Houthi.” Laporang mengutip koran Saudi hari Kamis, bahwa Pakitan, Maroko serta Sudan (utara) juga bergabung dalam misi memerangi Syiah Islam suku Houthi. Sementara awal minggu ini pemerintah AS telah mengosongkon semua karyawannya dari Yemen.
Menurut Al-Jubair, pemerintahnya telah berkonsultasi secara erat dengan rekan-rekan negara Arab tersebut, dan khususnya dengan Amerika Serikat.” dan menambahkan, ”pasukan militia (Houti) sekarang menguasai atau dapat ada mengontrol misil-misil balistik, senjata-senjata berat dan sebuah angkatan perang udara.”
Al-Arabiya News (koran pemerintah Saudi berbahasa Inggris) melaporkan bahwa mereka telah menempatkan 100 jet tempur, 150.000 tentara dan unit-unit Angkatan Laut.
Seorang reporter France TV berkata kualisi negera-negara Sunni ini terjadi karena mereka kuatir dengan semakin bertambahnya pengaruh Iran di Timur Tengah. Terpukulnya jihadist NIK di Tikrit, Irak, oleh tentara Irak yang dibantu oleh ahli-ahli perang Iran telah mengkuatirkan AS dan raja-raja Arab akan semakin kuatnya posisi Iran di negara Irak. Tidak diragukan bahwa tetap kokohnya President Syria Al-Asad yang diperangi oleh banyak organisasi Islam Sunni selama tiga tahun adalah karena dukungan intelejen dan tentara Syiah Iran dan organisasi Hesbollah yang juga adalah satu aliran dengan Iran.
Koran-koran online Israel memuat ”dukungan Saudi dan negara Arab lainnya bagi terpilihnya kembali PM Israel, Benjamin Netanyahu – pemimpin yang terkenal berani dan terang-terangan menentang program senjata nuklir Iran.”
Sementara itu sebuah kolompok militia Sunni Yemen cabang dari Negara Islam Khalifah (NIK) Jumat kemarin telah melakukan serangan bom bunuh diri di mesjid Houthi di ibukota Sanaa – yang menewaskan 142 pendukungnya.
Di Syria dan Irak, para pemerintah Sunni yang sama di atas sedang memerangi Negara Islam Khalifah yang didirikan oleh Abu Bakr al-Baghdadi, pria Irak lulusan Universitas Islam Baghdad. Nama NIK sebelumnya adalah NII (Negara Islam Irak) yang kemudian menjadi NIIS (S untuk Syria) sebelum kembali berganti nama menjadi NIK. Lihat sejarah NIK

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Yemen: Jemaat Syiah sedang mengutuki Yahudi ketika mesjid diledakan militan Sunni


“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Elohim. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. (Injil Yohanes 16:1-3)

Mesjid al-Hashoosh pada hari Jumat 20 Muslim Sunni menyerang  mesjid Syiah saat sembayang Jumat Sanaa, YemenMaret dipenuhi dengan jemaat Syiah dan mengalami serangan bom bunuh diri dari pengikut Negara Islam Kalifah cabang Yemen yang menelan banyak korban jiwa dan luka-luka dan telah menjadi berita internasional, ternyata ledakan bom terjadi saat jemaat Syiah ini sedang menyerukan slogan-slogan anti-Amerika Serikat dan anti-Israel, yang diikuti dengan terikan ”kemenangan bagi Islam dan Allahu Akbar.” Hal ini nampak jelas dari video yang direkam oleh seorang jemaat.
Sembayang Jumat yang penuh dengan emosi perjuagan tersebut berakhir dengan jeritan-jeritan panik dan kematian. Dikabarkan bahwa serangan bom bunuh diri di kota Sanaa ini, ibukota dari Yemen, tersebut menelan 142 jiwa dan 351 luka-luka.
Pada video tersebut, imam sedang memimpin slogan-slogan teriakan anti Amerika Serikat dan Israel, dan sekaligus slogan memuliakan Islam dan Allah, ketika seorang pria Sunni yang berdiri di tengah-tengah jemaat tersebut meledakkan dirinya sendiri. Laporan menulis bahwa ada tiga pelakunya. MEMRI menterjemahkan video rekaman tersebut ke dalam bahasa Inggirs, berbunyi, “Keyakinan kita dalam Allah akan bertumbuh setelah hari ini. Kit akan mengatasi kebohongan dan kesombongan mereka. Allah beserta kita,“ pengkobat berseru. Dan para jemaat yang hadir menanggapi dengan jeritan berulang-ulang: “Kematian untuk Amerika (Serikat). Kematian bagi Israel. Kutukan atas para Yahudi. Kemenangan bagi Islam. Allahhu Akbar!” Dan seorang terrorist berdiri dari tengah-tengah jemaat yang sedang duduk tersebut, seperti ingin meninggalkan Mesjid, dan ledakan terdengar, dan video itu berakhir dengan suara kepanikan dan kematian dari para jemaat yang menghadiri mesjid al-Hashosh tersebut.
Para pemberontak Syiah, dikenal sebagai suku Houthi, telah keluar dari kubu-kubu pertahanan mereka di bagian utara dan menduduki ibukota sejak September lalu. Mereka telah bergabung dengan bekas- president Ali Abdullah Saleh, dan telah mengontrol 9 dari 21 profinsi negara Yemen. President Saleh telah digulingkan dari pemerintahan dua tahun lalu melalui aksi Jalan Arab. President Abd Rabbo, dukungan Barat, telah mendapat tahanan rumah ketika kudeta yang dilakukan oleh suku Houthi tersebut pada awal tahun ini.
Kelompok Negara Islam Kalifah yang sedang berperang di Irak dan Syria, seperti kita ketahui mendapat perlawan keras karena kelompok militan Syiah (Hesbollah, yang berpusat di Libanon) dan tentara pemerintah Iran (Syiah) terlibat langsung membantu kedua negara tersebut.
Pada pernyataan tertulis online sebuah cabang kelompok jihad NIK yang pusat di Sanaa memperingati bahwa bom-bom tersebut adalah ”hanya puncak dari gunung es yang sebernarnya” (maksud peringatan jihadit Sunni ini adalah: itu hanyalah baru sebagian kecil dari serangan yang lebih dasyat).
Ap dan AFP terlibat untuk laporan ini

Komentar: Perang Syria, antara pemerintah Al-Assad (Muslim Syiah Alawit) melawan para kelompok militan Sunni (yang didukung Qatar dan Turki) telah memasuki tahun ke tiga. Para jihadist NIK, baik di Irak maupun di Syria telah menampakan secar jelas kebencian mereka yang besar terhadap saudara-saudari mereka yang berasal dari Islam Syiah melebih dari kebencian mereka terhadap orang-orang Kristen. Peristiwa bom bunuh diri di Mesjid Sanaa ini membuktikan sekali lagi, jeritan anti AS dan Israel yang diserukan oleh para jemaat Syiah tidak membantu mereka untuk tidak dibunuh oleh jihadist Sunni.
Apakah masih ada saat ini dari antara orang Muslim yang masih percaya bahwa Negara Kalifat yang berazaskan hukum Shariah dapat membawa dunia lebih makmur dan sejahtera seperti yang sedang ingin diwujudkan oleh para jihadist NIK apapun nama organisasi mereka? Nabeel Qureshi, seorang pendebat dan pembela Islam yang sekarang telah menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah pada suatu wawancara ia jakin sekali bahwa “Islam does not work!”

Saatnya sekarang untuk setiap orang mempelajari isi dan ajaran Alkitab dengan benar, baca ini:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

NIK membantai turis asing di Musium Bardo Tunisia, 19 jiwa tewas


Turis asing diserang militan Negara Islam di Tunisia 17 tewasTunisia, negara Demokrasi yang masih muda hari Rabu, 18 Maret digoncang aksi terror Pemerintah Tunisia mengumumkan sepasukan pria bersenjata api menyerang para turis yang sedang berkunjung ke Musium Bardo di Tunis. 17 dari 19 yang tewas adalah turis asing. Dan selebihnya 22 luka-luka, beberapa dari mereka luka berat.
Militan Negara Islam Khalifah (NIK) mengakui aksi terror tersebut.
Para turis yang tewas berasal dari Australia, Britania, Colombia, Jepang, Spanyol, Perancis, Jerman, Itali, Polandia dan Afrika Selatan. Dua warga Tunisa yang tewas adalah petugas keamanan dan pekerja wanita yang sedang merawat bangunan.
Dua dari penyerang berhasil ditembak mati, namun diperkirakan 2 sampai 3 lainnya buron.
President Tunisia, Beij Caid Essebsi, berjanji untuk melaksanakan sebuah ”perang yang tidak berbelas kasihan menentang terrorisme” setelah peristiwa pembunuhan 17 turis asing di tengah hari bolong tersebut. Berkata di depan rakyatnya ia berkata: “Kita akan menang perang menentang para terrorist!”
Musibah terror ini dikabarkan sebagai yang sangat mematikan di Tunisia sejak 2002, ketika sebuah seorang militan Al-Qaida melakukan bom bunuh diri dengan meledakkan truknya di depan sebuah gedung ibadah Yahudi di pulau Djerba, menewaskan 21 jiwa (14 warga Jerman, 2 Perancis dan 5 Tunisia), serta melukai sekitar 30 jiwa lainnya.
Tunisa adalah tempat lahirnya gerakan Jalan Arab. Meskipun Tunisia selama ini sebagai sebuah benteng keamanan dan stabilitas di Timur Tengah dan Afrika Utara, namun boleh jadi ada juga sebagai negara pengirim militan (Islam) yang lebih banyak ke konflik-konflik di luar negeri dibanding negara lainnya di dunia Arab. Diperkirakan 3000 militan Islam Tunisia telah pergi berjuang di Irak dan Syria dan Libya. Ketiga negara ini masih terjadi perang antara pemerintah lokal dengan para militan Islam yang ingin menerapkan Hukum Islam di Afrika dan Timur Tengah.
Pemerintah Tunisia juga pernah melaporkan adanya organisasi Islam di Tunisia yang mengurus para wanita muda nya pergi ke Syria untuk menjadi pemuas kebutuhan sex para pejuang NIK.
Tunisia beberapa tahun ini nampaknya seperti kondisi negara Indonesia 20-40 tahun lalu, pemerintahnya adalah Muslim moderat, sedangakan penduduknya memiliki kepercayaan yang berbeda-beda, termasuk di dalam ada kelompok-kelompok Islam radikal. Tunisia memerlukan waktu dan ketegasan pemerintah dan serta dukungan rakyatnya untuk menjadikan sebuah negara stabil dan aman.
Tewasnya para turis asing ini telah membuat gerakan Negara Islam Khalifah semakin dikutuki oleh komunitas internasional, bahkan dari beberapa masyarakat Muslim sendiri. Seminggu lalu militan NIK juga telah dikutuki oleh pemerintah Irak dan UNISCO karena mereka menghancurkan barang-barang kuno di sebuah musium di Irak.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog