Pasukan Negara Islam Khalifah terpukul berat di Syria, Irak dan Nigeria


Peta wilayah pendudukan militer Syria, Kurdi, Irak dan Khalifah Islam Para pejuang Kurdi telah mengusir keluar para jihadist NIK dari kota Kobani (Ain al-Arab) di Syria berita hari Senin awal Pebuari ini (2/2/2015). Para jihadist NIK (Eropa menyebutnya IS / ISIS, dan Amerika: ISIL – membedakannya dengan Negara Islam Shia Iran) semula telah berhasil menguasai 60% dari kota bangsa Kurdi-Syria yang strategis ini. Kota Kobani terletak hanya beberapa kilometer dari perbatasan negara Turki, dan sekaligus tidak jauh dari komplek militer Turki. Turki, sekalipun anggota NATO, adalah satu dari dua negara Islam yang terang-terangan mendukung gerakkan Islam Khalifah. Lainnya adalah Qatar.
Para jihadist NIK yang diperlengkapi dengan senjata perang modern (buatan Barat) dan dibantu dengan pejuang-pejuang dari berbagai bangsa 4 bulan lalu dengan mudah menguasai kota Kobani. Sebagian besar penduduknya (wanita, anak-anak dan orang tua) melarikan diri ke perbatasan. Hanya meninggalkan para pemuda yang bersenjata bedil.
Atas desakan pemerintah Perancis dan para anggota NATO, ”bangsa Kurdi sedikitnya berhak untuk membela diri,” Turki yang semula bersih-keras tidak ingin menolong ”musuhnya” yang sedang dalam kehanPejuang Kurdi merebut kembali kota Kobani dari tangan Jihadist Negara Islamcuran tersebut akhirnya dipaksa membuka pintu perbatasannya bagi pejuang Kurdi (yang tinggal di Kurdistan-Turki) untuk membela rekan sebangsanya yang sedang terperangkap. AS hanya membantu pejuang Kurdi dengan serangan-serangan udara. Sekarang 100% Kobani direbut kembali dari para jihadist NIK. Jurubicara AS, Jen Psaki menyatakan bahwa kelompok NIK ”telah mengerahkan banyak sumber-sumber ke dalam (perang di) Kobani. Namun dengan jelas mereka tidak berhasil, dan kita sedang mendorong mereka mundur.” Pejuang Kurdi di Kobani dipimpin oleh Unit-unit Perlindungan Masyarakat Kurdi (UPMK/ KPPU). NIK telah kehilangan lebih dari 1000 jihadistnya di Kobani selama perang 4 bulan tersebut.
Sementara itu, di Irak Utara (Kurdistan Irak), para pejuang Kurdi lainnya telah berhasil merebut kembali kota-kota yang diambil oleh NIK Minggu ini dikabarkan mereka berhasil merebut wilayah strategis yang dipakai oleh NIK sebagai jalur suplai antara Mosul (pusat militer NIK di Irak) dengan Syria.
Yang menarik dari pejuang Kurdi ini ialah para wanitanya turut berperang, sedikitnya 500 wanita!

Pada Senin yang sama NIK terpukul di Irak Selatan.Tentara Irak yang telah berhasil membebaskan Diyala dan semua wilayah berpenduduk di profinsi timur Irak dari tangan pejuang NIK. Pemerintah berkata perang di Selatan ini telah menewaskan 58 dan 248 luka-luka dari pihak pemerintah, dan lebih dari 50 jihadist NIK tewas.
Di Selatan, tentara Shia dibantu dengan pejuang-pejuang dari Arab Sunni setempat (tribesmen) telah mengikuti jejak suku Kurdi untuk menghadapi NIK dengan kekuatan militer.

Sekilas balik konflik kebangkitan Negara Islam dengan Pemerintah Lokal. pejuang wanita Kurdi siap melawan jihadist Negara Islam
Sejak bangkitnya gerakkan Negara Islam Kalifah yang dimotori oleh al-Bagdadi, Juni tahun lalu, banyak orang-orang Muslim di Syria dan Irak bergabung dalam cita-cita lahirnya kembali negara Kalifah. Tentara dan polisi bergabung, sehingga hanya dalam beberapa bulan saja wilayah kekuasan NIK menjadi hampir sebesar wilayah negara Syria; tanpa adanya perlawanan besar. Ya, pemerintah Shia Syria memerangi NIK dan para kelompok militan Sunni lainnya. Kehilangan beberapa kota. Sementara di Irak post-post militer direbut pejuang NIK dengan mudah.
Permainan perang berubah drastis ketika NIK mulai memasuk wilayah Kurdistan (Irak Utara) yang adalah tanah air bangsa Kurdi. Jatuhnya kota Mosul suku Kurdi, telah membuat pejuang Kurdi (pria dan wanita) mengangkat senjata.

Di Kurdistan, keahlian perang para jihadist mulai diuji. Di Kurdistan keimanan mereka diuji. Di Kurdistan pula moral buruk para jihadist NIK membuka mata bangsa-bangsa tidak hanya di Irak dan Syria, tapi juga di Timur Tengah dan bahkan Dunia; para jihadist NIK tidak malu-malu meminta para keluarga Sunni di Mosul menyerahkan gadis-gadis, menahan para gadis dan wanita bukan-Sunni untuk jadi budak sex dan memperjualkan mereka sebagai pelacur, sementara membantai laki-lakinya dan mengubur hidup-hidup anak-anak.
Kesadisan NIK sesungguhnya telah nampak di Syria, namun Dunia tutup mata. Sebab President Ashad memiliki catatan hitam: kepanjangan tangan dari Pemerintah Islam Iran, jalur suplai senjata gelap Iran dan Rusia bagi organisasi terroris Shia Hesbollah di Yordania. Dan juga berfungsi sebagai komplek militer Rusia di Timur Tengah.

Boko Haram dengan tawanan gadis-gadisnya yang di Islamkan secara paksaDimanakah Allah? Mampukah Dia membela umat-Nya yang telah membela Dia mati-matian?
Dunia Islam maupun di luar Islam, bahkan dunia sekuler tahu bahwa perang yang dibawa oleh jihadist Negara Islam ini adalah perang agama – membangkitkan kembali lahirnya suatu negara Islam yang berazaskan khalifah (pengganti nabi Muhammad).
Suku Kurdi VS NIK. Pejuang Kurdi dengan senjata apa adanya dan terdiri dari tentara wanita, ternyata tidak bisa dikalahkan oleh para jihadist yang 100 % adalah laki-laki dan bersenjata berat dan didukung oleh pejuang dari berbagai negara, bahkan sebaliknya pejuang Kurdi lambat tapi pasti merebut kembali kota-kota mereka. Dalam hal kota Kobani, 4 bulan sejak mereka mengangkat senjata, mereka bisa memukul mundur jihadist NIK yang telah merebut 60% kota tersebut.
Pemerintah Syria VS organisasi-organisasi jihadist Sunni. Dan jika kita melihat perjalanan tiga tahun perang antara Pemerintah Shia Syria dengan beberapa kelompok organisasi jihadist Sunni, – yang dibantu oleh Barat secara politik dan perlengkapan militer Barat melalui raja-raja Arab belum juga bisa menumbangkan Assad. Bahkan Assad baru-baru ini terpilih kembali menjadi president.
Boko Haram VS Chad di Afrika. Dua tahun lebih para jihadist Boko Haram memporak porandakan dan menterror banyak kota di Nigeria, khususnya wilayah utara. Sedikitnya 13.000 orang telah terbunuh dan lebih dari satu juta penduduk dipaksa meninggalkan rumah dan harta mereka menyeberang ke negara-negara tetangga terdekat. President Nigeria, Goodluck Jonathan adalah seorang Kristen yang pemurah: ia memaafkan aksi brutal Boko Haram. Mr. Jonathan tidak bisa membedakan antara tugas pemerintahan dengan tugas keagamaan. Dan mulai tahun 2015 aksi serangan mereka merambat masuk ke negara-negara tetangga Nigeria.
Tanggal 17 Januari 2015, pemerintah Chad mengirim sepasukan tentara untuk menolong tetangganya Cameroon dari gangguan Boko Haram. Sejak itu telah dua kali Boko Haram menyerang tentara Chad. Hasilnya adalah 3 tewas dan 12 luka-luka di pihak Chad, namun 123 pejuang Boko Haram tewas.
Selasa , tanggal 3 Febuari, pemerintah Chad mengerahkan angkatan bersenjatanya untuk menghadapi Boko Haram.
Mereka memasuki sarang (kompek militer) Boko Haram di Gamboru dekat perbatasan Chad.  Mereka mendapat ijin dari pemerintah Nigeria untuk masuk). Pada hari itu juga tentara Chad menutup mulut besar besar Boko Haram, mereka menewaskan lebih dari 200 jihadist Boko Haram, sementara hanya 9 tentara Chad tewas dan 21 luka-luka.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Pidato President Mesir Al-Sisi di Al-Azhar: “Kita Perlu Merevolusikan Agama Kita”


“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; Ia (Elohim) membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Elohim dari awal sampai akhir” – Raja Salomo (Pengkotbah 3:1-2 dan 11)

Dalam sebuah pidato yang disampaikan di Al-Azhar pada Desember 28, dan dipancarkan di TV MesiPidato President Mesir Al-Sisi Kita perlu merevolusioniskan agama kita 28 Desember 2014r, Presiden Mesir Abd Al-Fattah Al-Sisi telah menyerukan memerangi ideologi ektrimist dan berkata: “Kita perlu merevolusikan agama kita.” Menyerukan untuk “wacana keagamaan yang sesuai dengan jamannya,” Al-Sisi memperingatkan bahwa “negara Islam sedang tercabik terpisah dan hancur” oleh ekstrimisme.
Berikut ini adalah ringkasan pidato President Abd Al-Fath Al-Sisi:*

 
“Kita telah berbicara sebelumnya tentang pentingnya wacana agama tersebut, dan saya berkehendak untuk mengulangi bahwa kita belum bertindak cukup sehubungan pada wacana agama yang tepat. Masalah ini belum pernah ada dengan iman kita. Mungkin masalahnya terletak pada ideologi, dan ideologi ini dihalalkan (disucikan) di antara kita. Saya sedang berbicara tentang wacana agama yang adalah sesuai dengan jamannya.
[…]
Pidato President El-Sisi dihadapan para pemimpin dan ahli agama Islam di Al-Azhar 28 Desember 2014Saya mengalamatkan hal-hal ini di sini, pada Al-Azhar, dihadapan para ulama (pengurus) dan cendikiawan agama (Islam). Kita harus melihat panjang dan sungguh-sungguh pada situasi saat ini. Saya telah membicarakan hal ini beberapa kali di masa yang lampau. Kita harus mengambil perhatian panjang dan sungguh-sungguh pada situasi tersebut dimana kita ada di dalamnya. Itu dapat dibayangkan bahwa ideologi yang kita halalkan (sucikan) harus membuat seluruh negara kita sebuah sumber dari keprihatinan, mara bahya, pembunuhan, dan kehancuran atas seluruh dunia. Itu dapat dibayangkan bahwa ideologi ini … Saya mereferensikan bukan kepada ”agama,” tetapi kepada ”ideologi” – badan yang (the body) dari ide-ide dan text-text yang kita telah halalkan (sucikan) selama berabad-abad, kepada titik yang menantang mereka [demokrasi, sekulerisme, agama-agama di luar dari ideologi Islam yang dimaksud Al-Sisi tersebut] telah menjadi sangat sulit.

 
Itu sudah mencapai titiknya bahwa (ideology ini; [tambahan dari sumbernya]) adalah bermusuhan kepada seluruh dunia.  Apakah itu tidak dapat dibayangkan bahwa 1,6 milyar (Muslims; [tambahan dari sumbernya]) akanlah membunuh tujuh milyar populasi dunia, sehingga mereka dapat hidup (pada aturan mereka sendiri, [tambahan dari sumburnya])? Ini tidak dapat dibayangkan! Saya mengatakan hal-hal ini di sini, pada (Universitas) Al-Azhar, dihadapan ulama dan cendikiawan agama (Islam).
Kiranya ALLAH menjadi saksi pada Hari Pengadilan kepada kebenaran (the truth) niat suadara-saudara sehubungan dengan apa yang saya katakan kepada Anda hari ini. Saudara-saudara tidaklah melihat hal-hal dengan jelas ketika  Anda terkunci (dalam ideologi ini; [tambahan dari sumbernya]). Anda harus keluar dari itu dan melihatnya dari sisi luar, agar supaya dapat lebih dekat kepada ideology yang benar-benar tercerahkan [yakni: kasih atas sesama, demikian juga untuk toleransi, keadilan dan belas kasihan]
Anda harus menolak itu dengan tekad. Biarlah saya katakan sekali lagi: Kita perlu untuk merevolusikan agama kita.

 
Pidato President El-Sisi dihadapan para pemimpin dan ahli agama Islam di Al-AzharImam yang terhormat (Grand Syekh Al-Azhar; [tambahan dari sumbernya]), Anda menanggung tanggung jawab di hadapan ALLAH. Dunia secara keseluruhan menunggu kata-kata Anda, sebab negara Islam sedang terpecah-pecah, hancur, dan sedang menuju kepada kebinasaan. Kita, diri kita sendiri adalah sedang membawa kepada kebinasaan.

 

*) Text (bahasa Inggris) Pidato Kenegraan President Mesir ini adalah hasil kerja yayasan non-laba The Middle East Media Research Institute (MEMRI). Disalin dan diterbitkan sesuai persyaratan MEMRI, lihat hak cipta dan link MEMRI di bawah. Penebalan ditambahkan.

Catatan dari penterjemah Indonesia: Pidato kenegaraan President Mesir Al-Sisi yang menyegarkan semangat kesatuan dunia dan sangat bersejarah tersebut disambut dengan antusias oleh bekas Duta Besar Israel untuk Mesir, Mr. Zvi Mazel pada wawancaranya dengan Chris Mitchell, Kepala Biro CBN News Timur Tengah (terbit 12 Januari 2015), pensiunan politik ini berkata: “Menurut Koran dan Hadith, (ini) adalah tepatnya yang NIIS (ISIS/ISIL simply “Islamic State”) sedang lakukan, seperti pada waktu Muhammad nabi tersebut.”

“Mr. Mazel berkata pidato Sisi tersebut kepada para cendikiawan terkemuka dalam dunia Muslim adalah belum pernah terjadi sebelumnya,” Mr. Mitchell berkata, dan meneruskan perkataan Mr. Mazel:
“Namun di sini Anda ada seorang president, dan president Mesir tersebut – yang adalah negara yang sangat penting di dunia Arab – dan beliau menyatakan hal-hal itu di muka mereka, ‘Dengar para pria, kamu harus merubah,’” Mazel menerangkan.

Untuk diketahui, Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir telah terkenal di seluruh dunia Islam sebagai pemimpin pengajaran Islam Sunni sedunia. Dari universitas ini para cendikiawannya menyebar membawa ajarannya ke seluruh dunia.
“Dan Sisi tidaklah sendirian,” tulis Kepala Biro CBN News untuk Timur Tengah ini, ternyata Raja Yordania juga telah mengambil langkah yang sama. Kutip:
“Itu tidaklah hanya dia (Sisi),” kata Joel Rosenberg kepada Mr. Michell, ”Kerajaan Yordania, Raja Abdullah II, telah mengambil pendekatan yang tepat sama sejak beberapa tahun ini, bekerja dengna para pimimpin Muslim moderat dan membangun konsensus tidak hanya di dalam Yordania tetapi menyeluruh ke dunia Muslim – bahwa Islam radikal adalah bukan Islam yang kebanyakan para Muslim ingin untuk praktekan.”
Joel Rosemberg yang adalah pakar Timur Tengah dalam budaya dan agama, telah menulis banyak memberi tip kepada pemimpin Barat melalui CBN News ini:
“Itu adalah sebuah perang saat ini untuk kehidupan Islam, dan Barat perlu untuk ada memberi semangat, mendukung, membantu setiap pemimpin dalam dunia Muslim yang mengambil pro-active posisi moderat,” Rosenberg berkata.
Text Pidato dikutip dari sini: The Middle East Media Research Institute
P.O. Box 27837, Washington, DC 20038-7837
Phone: [202] 955-9070 Fax: [202] 955-9077 E-Mail: memri@memri.org
Search previous MEMRI publications at our website: http://www.memri.org

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Serangan atas Charlie Habdo awal berakhirnya simpati Barat atas Islam? Updated 12/1


Karikatur Islam terrorists menentang Charlie Habdo Apakah ini, senjata kecil yang melukai kita begitu benyakTanggl 7 Januari Eropa dikejutkan dengan serangan dua pria Islam (Kouachi bersaudara) bersenjata api otomatis pada kantor majalah karikatur Charlie Habdo di Paris, Perancis, menewaskan 12 orang dan 11 luka-luka. Kamisnya Coulibaly, pemuda Islam Sinegal menembak mati polisi wanita, Jumatnya Coulibaly, yang ada hubungan dengan tokoh penyerang Charlie, memasuki supermarket Yahudi menyandera 16 orang, dan membunuh 4 orang. Hanya dalam dua hari orang Perancis asli, pihak kepolisian dan anti-Semit diterror oleh orang-orang Islam berwarganegaraan Perancis keturunan Afrika Utara. Kakak-beradik Kouachi keduanya lahir di Perancis. Orang ketiga dari aksi terror hari Rabu (supir?) menyerahkan diri ke polisi setelah namanya termuat di media sosial, rekan  Amedy, wanita Arab, masih buron, diduga telah melarikan diri ke Syria via Turki.
Amedy Coulibaly pada aksinya tersebut mengakui telah berkordinasi dengan Saida dan Cherif Kouachi, dan dengan bangga bercerita kepada penyiar TV (sebelum ia ditembak mati) bahwa ia telah membunuh 4 orang dan lebih banyak lagi jika polisi menyerang Kouachi. Polisi menemukan bendera Jihad hitam yang juga dipakai oleh Negara Islam Khalifah.

Apa reaksi Dunia Barat terhadapat serangan terror Islam di Paris ini? Di bawah ini adalah ringkasan respond pemimpin dan masyarakat Barat, komentar dapat di lihat pada link-link yang tersedia. Berikut ini sedikit gambaran reaksi Dunia Barat:
Beberapa hari sebelum peristiwa tragis atas Majalah Charlie Habdo, puluhan ribu masyarakat Jerman telah turun kejalan menentang Islamisasi di Jerman, gerakan mereka ini disebut gerakan “PEGIDAPatriotik Orang Eropa Menentang Islamisasi atas Barat (Patriotic Europeans Against the Islamization of the West).
Para anti-Islamist Perancis yang mengorganisasikan aksi unjuk rasa ini berkata kepada koran Perancis Je suis Charlie Saya adalah Charlie demo anti-Islam atas tewasnya para karikatur Charlie HebdoThe Local, “Itu adalah sebuah langkah awal” yang para expert Perancis nyatakan bahwa hal demikian tidak akan pernah berlangsung di Perancis. Nyatanya para expert tersebut salah besar, pada Rabu malam yang sama 7 Januari tersebut, segera setelah kejadian, diperkirakan 35.000 rakyat Paris turun kejalan unjuk rasa anti-Islam. Di seluruh Perancis aksi unjuk rasa ini kurang-lebih 100.000 orang.  Unjuk rasa menentang Islam garis keras juga terjadi di kota-kota Eropa lainnya, seperti di Brussels, Berlin, Madrid, Nice dan di London.
Spanduk dan slogan mereka di antaranya ”Je suis Charlie” (Saya adalah Charlie) dan “NOT AFRAID” (TIDAK TAKUT). Ini beberapa respond Cartoonists atas kejadian Rabu awal tahun ini: World’s cartoonists respond to the attack on ‘Charlie Hebdo’
Hari Saptu aksi untuk rasa di Paris menjadi sedikitnya 200.000 orang. Hari Minggu, mencapai lebih dari 3,5 juta orang; mereka berdatangan dari negara-negara tetangga dan juga para pemimpin negara turut serta di dalam rally aksi terror Islam tersebut. Ini suatu rally yang sangat bersejarah, seperti di Mesir, ketika lebih 2 juta rakyat Mesir rally menendang keluar President Morsi orang kuat organisasi Islam Muslim Brotherhood.
Penulis Perancis yang kontroversial, Michel Houllebecq akan segera menerbitkan bukunya yang terbaru ”Submission” suatu buku yang memproyeksikan bahwa Perancis di tahun 2022 akan berada di bawah seorang president Muslim, semua guru-guru sekolah harus pindak ke Islam. Menurut poll tahunan, di tahun 2013, 74% masyarakat Perancis percaya agama Islam ”adalah tidak cocok dengan nilai-nilai masyarakat Perancis.” Cesson, aktivist ”PEGIDA Perancis” percaya bahwa tidaklah mungkin ada keduanya sebagai orang Perancis dan Muslim sungguhan, ”Kedua budaya tidaklah sejalan. Kita memiliki nilai-nilai Republik, seperti kesetaraan antara pria dan wanita, kebebasan berpikir dan respek untuk opini-opini yang berbeda, itu tidaklah cocok dengan Kuran,” ia berkata.
Majalah Charlie Habdo, telah terkenal dengan “kebebasan berbicaranya” melalui karikatur mengejek ajaran nabi Muhammad. Beberapa contoh gambar bisa diliha di sini. ‘Charlie Hebdo,’ brazen champion of political incorrectness, loved poking fun at Islam dan di sini Paris shooting: World newspaper front pages on Charlie Hebdo attack, in pics. Alasan inilah Kouachi, yang dilatih oleh al-Qaida di Yamen, berseru “Pembalasan atas nabi Muhmmad!” dan setelah membunuh 12 “musuhnya” keduanya berteriak “ALLAHhu Akbar!”

Baca juga:

Inilah  respond para pemimpin dan tokoh di Barat:

Presiden Perancis François Hollande: “Tindakan barbariak tidak akan memadamkan kebebasan berita. Kita adalah sebuah negara yang bersatu yang akan bereaksi secara bersama.”
Salman Rushdie, ex-Muslim India dan bukunya The Satanic VersesSalman Rushdie, penulis buku “The Satanic Verses” (1988): “Saya berpihak dengan Charlie Hebdo, sebagaimana kita semua harus, untuk membela seni satire, yang telah selalu ada sebagai kekuatan untuk kebebasan dan melawan tirani, ketidak jujuran dan kebodohan.” Bukunya yang mengupas isi Kuran tersebut telah membuat ia di fatwa mati oleh Khomeini.
Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker: “Uni Eropa berdiri disebelah Perancis. Serangan brutal tersebut menentang nilai-nilai fundamental kita dan menentang kebebasan berekpresi, pillar dari demokrasi kita. Pertarungan menentang terrorism dalam segala bentuknya haruslah berlanjut teguh tanpa letih.” Aksi terror ini digambarkannya sebagai “Ini adalah tindakan yang tidak bisa ditolerir, suatu tindakan barbarism yang menantang kita semua sebagai manusia dan orang-orang Eropa.”

PM Britania Raya, David Cameron: “Pembunuhan-pembunuhan dAnti-Islam Pegida di Jerman dan Perancisi Paris adalah menjijikkan. Kami berdiri dipihak masyarakat Perancis di dalam memerangi melawan terror dan membela kebebasan berita.”

Pemerintah Russia atas nama President Putin: “Mengutuk dengan keras kejahatan yang bersikap sinis ini dan setuju kesiapan beliau untuk terus aktiv bekerja sama dalam bertarung melawan ancaman terrorisme.”

President USA, B.H. Obama: “Masyarakat Perancis telah bangkit berdiri untuk nilai-nilai universal yang generasi-generasi kita sebelumnya telah membela.” Tindakaan terror ketiga pemuda Islam tersebut dikatakannya sebagai “pengecut.”

Bacaan berkait:

Majalah Charlie Habdo mengkritik tidak hanya Islam, tetapi juga Yahudi dan Gereja Roma Katolik dan para politikus Perancis. Charlie Habdo, tidaklah sendiri di dalam mengerik agama Islam, Jyland-Posten, koran Denmark, telah menjadi terkenal di tahun 2006 dengan 12 karikatur dari “perlombaan karikatur Muhammad,” yang membuat masyarakat Islam sedunia menjadi marah. Pada kejadian Rabu kemarin, Jyland-Posten kembali membuat 12 karikatur tersebut sebagai “turut simpati.”
Dalam 10 tahun terakhir ini, beberapa kota di negara-negara Eropa telah mengalami serangan-serangan serupa di atas dari orang Islam yang tinggal dan lahir di Eropa:
24 Mai 2014, Empat orang terbunuh pada Musium Yahudi Brussels.
22 Mai 2013, Lee Rigby, seorang tentara Inggris yang sedang berada di jalan kaki lima ditabrak mobil yang dikendarai oleh dua pemuda Islam yang dipengaruhi oleh al-Qaida. Tentara ini kemudian ditusuk dengan pisau belati dan kemudian dicekek lehernya hingga mati.
Maret 2014, Pemuda Islam kelahiran Perancis asal Afrika Utara membunuh tiga murid SD Yahudi beserta ayahnya yang sedang berjalan, Muhammad Merah, nama pemuda ini, juga membunuh tiga tentara Perancis.
2 November 2011, Kantor-kantor majalah Charlie Hebdo di Paris di bom setelah majalah ini menerbitkan karikatur laki-laki seperti nabi Muhammad
27 Juli 2005, Empat pemuda Islam melakukan bom bunuh diri di dalam kereta bawah tanah dan bus, 52 penumpang tewas.
11 Maret 2004, Bom-bom diledakan pada jam sibuk pada stasiun kereta di Madrid yang menewaskan 191 jiwa. Yang menjadikan serangan terrorist Islam terburuk di Eropa.

Anti-Islam nampak di negpuluhan ribu pendukung Charlie Habdo demo NOT AFRAIDara-negara Barat sejak aksi-aksi terror dari kelompok Islam al-Qaida. Aksi terror kelompok-kelompok Islam bahkan telah membuat tokoh-tokoh Islam terpelajar telah meninggalkan Islam; Prof. Mark A. Gabriel (sejarawan Islam), Dr. Wafa Sultan, Amani Mostafa. Yang lebih mengejutkan adalah tidak sedikit para pejuang Islam Timur-Tengah yang meninggalkan Islam dan berpaling ke Kristianiti, seperti Afshin Javid, The Son of Hamas, Taas Saada, Walid Shoebat, Naeem Fazal, Nabeel Qureshi.

Catatan: Negara Perancis terkenal dengan kebebasan berpendapat, Napoleon adalah satu-satunya orang yang pernah menangkap paus dan menutup Gereja Roma Katolik, dan patung wanita Liberty yang ada di Amerika adalah hadiah dari pemerintah Perancis. Nampaknya mimpi yang bersifat nubuatan dari seorang nenek di Norwegia “Eropa akan membenci orang asing (Islam)” sedang menuju pada penggenapannya.

Bacaan berkait:

Referansi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Apakah NIK (ISIS) telah mewarisi budaya FARISI kuno dalam memurtadkan orang?


Yeshua Ha Mashiah: ”… kamu menjelajahi lautan dan daratan, untuk menjadikan seseorang panganut agamamu (murtad; convert atau proselyte) dan manakala dia sudah jadi (dimenangkan; won atau becomes one), kamu menjadikan dia anak Neraka yang dua kali lipat dari pada kamu (sendiri) (Matius 23:15b)

Ayat di atas ini adalah teguran keras Adonai Yeshua Ha Mashiah kepada para ahli kitab[1] dan orang-orang Farisi.[2] Negara-negara Barat sejak dua-tiga bulan belakangan ini dikejutkan dengan terlibatnya para warga negaranya yang masih remaja-dewasa namun melakukan apapun bahkan mati bagi organisasi Islam radikal yang bernama Negara Islam Khalifah (NIK).
PBB, Barat dan Arab menyatakan NIK dan organisasi Islam radikal sejenisnya adalah organisasi terrorist.[3]

Adonai Yeshua, pada Injil Matius 23:13-33, mendaftarkan perbuatan-perbuatan jahat kedua kelompok ini ahli kitab (pengajar dan pembuat hukum agama) dan orang-orang Farisi (pengikut dan pembela aliran agama), yang Ia kutuki “celakalah kamu” (8 kali) dan memanggil mereka sebagai “para munafik” (8 kali):

  • menghalangi orang lain yang ingin masuk Kerajaan Sorga, sementara mereka sendiri tidak mau masuk (menolak perintah, ajaran dan ketetapan YAHWEH)
  • melahap rumah para janda, berdoa panjang-panjang dalam kepura-puraan
  • menjelajahi lautan dan daratan untuk menobatkan orang dan menjadikan orang itu dua kali lebih jahat dari mereka sendiri
  • tidak perduli dengan Bait Elohim, tetapi perduli kepada emasnya dan persembahannya
  • memberikan persembahan barang, namun yang terpenting dari Torah – keadilan, kemurahan (mercy) dan iman – diabaikan; itu dibandingkan-Nya sebagai “menyingkirkan nyamuk tetapi menelan unta”
  • perduli dengan aturan-aturan keagamaan, namun maknanya diabaikan
  • berpenampilan luar sangat saleh (baju keagamaan, berjanggut, ada di tempat ibadah dan hanya bicara soal agama), namun hati dan pikirannya seperti kuburan dan penuh kenajisan, kemunafikan dan kedurhakaan
  • membangun monument bagi para nabi, mengklaim lebih baik dari generasi sebelumnya, namun nyatanya nyatanya sama bahkan lebih jahat

Kesadisan dan kejahatan para pengikut NIK di Syria dan Irak di antaranya:
• Mengeksekusi tentara yang menyerah, membunuh para pria bukan-Sunni (Kristen, Yazidis, Katolik, Shia), menjadi istri-istri korban ini menjadi janda-janda dan kemudian mengambil rumah dan harta para janda tersebut. Mereka juga membunuh para pejuang Sunni dari organisasi lain dan bahkan orang NIK sendiri yang tidak tunduk sepenuhnya pada visi dan misi NIK.
• Megubur hidup-hidup anak-anak Yazidis, dan menyembelih para anak-anak Kristen, Katolik dan Shia yang tidak mau murtad ke Sunni. Hukuman salib bagi Muslim Sunni yang tidak tunduk.
• Mem-video-kan dan memfoto pembantaian orang-orang yang dianggapnya musuh mereka dan menaruh potongan kepala-kepala lawanya di tempat umum – dan kemudian melayangkan video dan foto tersebut ke publik melalui jalur media sosial (Facebook dan Twitter misalnya).
• Meminta para keluarga Islam Sunni untuk menyerahkan gadis-gadis mereka untuk memenuhi kebutuhan sex para pejuang NIK. Sedangkan para wanita dan gadis yang bukan-Islam Sunni mereka dijadikan budak sex (diperkosa) dan diperjual belikan untuk sex di antara pejuang NIK.

“Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan YAHWEH, Elohimmu, kepadamu.
Jangan membunuh.
Jangan berzinah.
Jangan mencuri.
Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.”
Perintah Moral YAHWEH (Keluaran 20:12-17)

Kesadisan dan kejahatan seperti yang dilakukan para pejuang NIK tidak dilakukan oleh kebanyakan orang Islam tradisi – menjadi Muslim secara otomatis karena orang tua Muslim. ”Mereka tidak mempelajari isi Kuran, dan bagi mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Arab Islam hanyalah indentitas kependudukan,” seorang misionari Barat yang lama hidup di negara Arab berkata. Mereka ini digolongkan sebagai ”Muslim Moderat,” seperti nampak pada kebanyakan orang Muslim di Indonesia, Iran, Turki, Mesir.

Sikap Pemuda Barat Muslim. Pemuda-pemuda Barat (kulit putuh dan imigran keturunan) yang murtad ke Islam sebagian telah pergi ke Syria dan Irak membantu rekan Arab mereka mengangkat senjata untuk menjadikan setiap profinsi di kedua negara tersebut tunduk kepada pemerintahan Islam Khalifat. Sekarang para Barat murtad ke Islam di Timur Tengah tersebut mendorong untuk para rekan mereka yang masih tinggal di Barat untuk melakukan aksi jihad di negara mereka masing-masing dan juga mendorong datang ke Timur Tengah. Mayoritas dari orang Barat yang menjadi radikal Islam ini sebagian besar adalah para pemuda dan pemudi. Para jihadist Barat baik yang masih di dalam negara mereka dan yang akan kembali dari Timur Tengah telah membuat pemerintah dan penduduk Barat sangat kuatir – dipercayai mereka lebih berbahaya dari pada imigran Muslim di Barat.

Bacaan berkait:

Bule Muslim  Inggris kampanye Daerah di kontrol Shariah Islam Mungkin kita bertanya-tanya, bagaimana mungkin pria-pria muda Barat (kulit putih dan imigran keturunan) yang umumnya minimal lulusan SMP (keharusan di beberapa negara Barat) bisa menjadi jauh lebih radikal di banding kebanyakan orang Muslim di negara-negara Islam?
Sedikit contoh apa yang pemuda Barat Muslim lakukan:
Australia. Pemerintah dan masyarakat Australia dikejutkan dengan sebuah foto yang diambil dari perang di Syria, pada foto tersebut nampak anak laki kulit putih berusia 10 tahun sedang menenteng sebuah kepala (yang dikenali sebagai potongan kepala tentara pemerintah Syria). Foto tersebut dibuat oleh ayahnya yang adalah pria Barat Australia yang telah murtad ke Islam.
Inggris. Dua wartawan Amerika Serikat (AS) dieksekusi oleh pria Barat Inggris yang dikenali dengan nama ”Jihadi John.” Murtad ke Islam John ini dengan bangganya berbicara di depan video dengan pisau ditangan sementara calon korbannya berlutut di depannya menghadap camera video.

Perancis. 16 November ini Barat dikejutkan lagi dengan dikenalinya dua jagal NIK berasal dari Perancis: Michael Dos Santos (22 tahun) dan Maxime Hauchard (22 tahun). Michael Dos Santos (berdiri di kanan Jihadist John pada foto). Michal mengganti namanya menjadi Abu Uthman dan merawat bewok bertopi Islam (hitam) mengikut adat Islam NIK. Michael tinggal di Paris asli dari Portugis. ”Ia mulai memakai kemeja Islam, baju terusan sampai menutup pergelangan kaki, seperti yang dipakai di dunia Arab, menjadi pemimpin kelompok sel, menjadikan kelas sekolah ruang-ruang sembayang dan mimbar kotbah. Ia menolak berjabatan tangan dengan para wanita.” suatu situs Perancis menulis. Abu Uthman (Michael Dos) bahkan menolak makan malam semeja dengan ibu dan saudara-saudaranya (penganut agama Katolik), neneknya bercerita. Ia memuji Muhamed Merah yang membunuh 3 tentara Perancis dan satu keluarga sipil Yahudi (ayah dengan anak-anaknya). Pada tahun 2013, namanya telah terdaftar sebagai ”homegrown terrorist” di buku polisi anti-terroism Perancis.

Foto: Number 1 has been iOrang Barat Murtad ke Islam menjadi jauh lebih kejam dari nominal Muslimidentified as a Belgian fighter named Abdelmajid Gharmaoui, 28, who uses the nom de guerre Abu Dujana. Number 2 is Michael Dos Santos – a 22 year old French national of Portuguese origin who calls himself Abu Uthman. Number 3 is ISIS’ killer in chief Jihadi John who famously speaks with a London accent. Number 4 is a man investigators initially believed to be Cardiff medical student Nasser Muthana but are understood to have since ruled out. Kurdish soldiers have identified number 5 as a Filipino national. Number 6 is 22-year-old French former Catholic Maxime Hauchard.

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” – Adonai Yeshua (Lukas 6:27-28)

Maxime Hauchard murtad dari agama Katolik ke Islam Sunni lima tahun yang lalu ketika ia berusia 17 tahun. Abou Abdallah Al Faransi (nama Islamnya) dikenali diantara para jagal NIK yang membunuh 18 tentara pemerintah Syria di dalam video dan juga nampak pada penjagalan pekerja sosial dari AS, Peter Kassing.
”Itu bukanlah Maxime yang telah kami kenal,” seorang tetangga dekatnya bercerita, ”Maxime baik di sekolah, dan sering kami melihat ia membajak tanah atau bersukacita bersama teman-temannya. Ia mudah bergaul dengan setiap orang … Ia hanyalah seorang Perancis yang normal berasal dari keluarga Katolik.”  Kedua orang tua Maxime pindah rumah dengan perasaan yang ”sangat malu,” tetangganya berkata.

“Inilah pesan …. untuk para Muslim yang tetap hidup di negara kafir. Apa yang kalian tunggu?” tanya pemuda Perancis bermata biru dalam bahasa ibunya kepada para rekannya yang masih di Perancis pada suatu rekaman video. “Mengapa kalian tidak melakukan hijra (mengungsi)?” Dalam video tersebut Abu Osama al-Faranci nampak membakar passport Perancisnya.
Kemudian pada video yang sama pemuda Perancis lainnya yang telah berganti nama menjadi Abu Maryam al-Faransi mengancam negara-negara Barat, khususnya Perancis, ia berkata: “Para Mujahidin di seluruh dunia tidak akan ragu-ragu, dimana ada kesempatan, untuk memotong kepala-kepala kalian. Selama kalian terus mengebom kalian tidak akan menemukan damai. Kalian bahkan akan takut berpergian ke toko-toko.”
Orang Jihadist Perancis lainnya memanggil orang-orang Islam Perancis berjihad di dalam Perancis; ”Teror mereka dan jangan biarkan mereka melalui ketakutan dan horor,” jihadist Barat ini dikenal sebagai Abu Salman.
Belgia. Abdelmajid Gharmaoui / Abu Dujanna (28 tahun), adalah pemuda Belgia yang murtad ke Islam. ia telah dikenali sejak lama sebagai anggota kelompok Islam radikal Sharia4Belgium dan memiliki jaringan-jaringan dengan kelompok-kelompok radikal Islam Eropa lainnya. Ia sudah di Syria sejak Oktober 2012.
Terror homegrown terrorist juga terjadi di Canada dan Amerika Serikat.

“Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” – Adonai Yeshua (Yoh 17:25)

Lahirnya generasi yang lebih jahat. Jawabannya dari hadirnya terrorist lokal di Barat adalah sebab mereka telah dipertobatkan oleh guru-guru agama dan para pendukung mereka, yang Yeshua sebut di atas sebagai, ”anak-anak Neraka.”
Negara-negara Barat dalam dua puluh tahun belakangan ini telah membuka pintu negara mereka lebar-lebar bagi guru-guru Islam dari Timur Tengah dan Asia (Pakistan). Mereka datang sebagai guru-guru sekolah untuk mengajar ”budaya dan agama Islam” sebagai bagian dari program ”hak beribadah” dan ”pertukaran budaya.” Pemerintah Barat membayar biaya perjalanan mereka dan menggaji mereka.

BBC pada laporannya menulis bahwa para imam Islam yang berkotbah di mesjid-mesjid di Britania Raya 92% datang dari luar negeri, dan hanya 6 % dari para imam tersebut yang bahasa Inggris adalah bahasa pertama mereka. Survei menemukan bahwa dari 300  mesjid yang diteliti di UK ini pembicara terbanyak berasal dari Pakistan (yang terkenal sangat fanatik dan anti budaya dan agama Barat) 145 imam (50% dari total imam), Bangladest 57 imam (20%).

Di Belanda, Denmark dan Norwegia beberapa ’guru agama Islam’ ini telah diketahui pemerintah bahwa mereka mengajari para pendengarnya untuk merebut kekuasaan politik di Barat dan menundukkannya kedalam Islam.
Buah dari benih yang ditaburkan oleh guru-guru agama IslAsal para imam Islam di Britania Raya 92% orang luar negeriam yang radikal ini muncul di permukaan pada masa Nicolai Sarkozi menjadi Menteri Dalam Negeri Perancis; para pemuda imigran kelahiran Perancis membakari banyak mobil, pertokoan, sekolah dan kantor pemerintah di beberapa kota Perancis. Berita berkata, ”Imam-imam (guru agama Islam) itu mengajari para pemuda tersebut sebagai ’kalian bukan orang Perancis, tetapi Islam,’ jadi ketika mereka terbentur dengan kehidupan sosial maka itulah reaksi mereka.” Setiap malam tahun baru masyarakat Perancis seperti ini membakari banyak mobil, antara 40.000 sampai 60.000 buah per tahun.
Kota Malmo, di selatan Swedia, contoh lain dari betapa jahatnya remaja imigran warganegara Swedia. Lebih dari 40% penduduk Malmo adalah imigran, dimana 20%-30% dari imigran tersebut memiliki latar belakang Timur Tengah dan Afrika Utara beragama Islam. Satu dari empat masyarakat Malmo telah menjadi korban kriminalitas. [4] Dan tahun 2014, kejahatan mereka telah menyebar ke banyak kota di Swedia bahkan ke Oslo, Norwaegia, laporan terbaru mengatakan. Baca: Muslim immigrant gangs, having all but destroyed Swedish cities like Malmo are expanding their crime and burglary sprees to Oslo, Norway

Masalah homegrown terrorist bukan karena multiras atau multibudaya, tetapi “benih kefanatikan agama dan kebencian kepada non-Islam” yang ditanam oleh para ahli kitab dan pendukungnya.

Injil telah memperingatkan bahaya dari para pemimpin agama yang hyper fanatik (lawan kata dari hyper grace). Beberapa pemimpin politik Barat mengkambing hitamkan “multibudaya” yang ada di negara mereka. Fakta ialah, sebelum tahun 1990 negara-negara Barat tImam London Abu Hamza al-Masri tertuduh tindak terroris di New Yorkelah banyak orang imigran (orang Indonesia di Belanda, orang Afrika di AS, orang Turki di Jerman, orang Cina di Kanada, orang Burma dan Vietnam di Australia dst) – tidak ada masalah! Masalah “homegrown terrorist” bukan karena multiras atau multibudaya, tetapi “benih kefanatikan agama dan kebencian kepada non-Islam” yang ditanam oleh para ahli kitab dan pendukungnya.
Dua ribu tahun yang lalu Adonai Yeshua telah melihat dengan jelas bahaya yang akan ditimbulkan oleh para penabur benih kebencian tersebut. Apa yang dikutuki Adonai Yeshua pastilah berbahaya bagi masyarakat, pada Injil Matius 23 ini Yeshua mengutuki guru agama sejenis ini (disebutnya ”anak Neraka”) delapan kali hanya dalam 20 ayat saja: ”Celakalah kamu! / Woe unto you!”

Adonai Yeshua menyebut pengajar dan pembela ideologi sejenis itu sebagai “orang-orang bodoh dan buta” dan Hakim Akhir Jaman ini berjanji bahwa mereka tidak akan luput dari hukuman Neraka, tambahan dari itu, akan menerima hukuman yang lebih berat (ayat 14, 33). Beberapa saksi mata yang pernah diperlihatkan isi Neraka berkata bahwa para pemimpin agama yang menentang Firman YAHWEH di tempatkan di ruang-ruang tengah Neraka, yakni di ruang-ruang yang paling panas dari lautan api Neraka tersebut.   Baca: Surga dan Neraka – kesaksian

Adalah tugas pemerintah – dibantu rakyat – untuk menghentikan segala bentuk terrorisme dan amoral tersebut, serta melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar mereka tidak masuk ke dalam negara. Umat Kristen perlu banyak berdoa mendukung pemerintah dan bagi kelangsungan imam mereka sendiri.

Bacaan berkait:

Catatan kaki:  1. Ahli Kitab dan adalah guru-guru agama tradisi Yahudi dan para interpreter Torah. Kitab-kitab interpretasi mereka atas Kitab Torah dikenal sebagai kitab Talmud, dari mereka juga lahir hukum-hukum keagamaan yang memperngaruhi kehidupan sosial masyarakat. Terjemahan bahasa Inggris umumnya memakai kata “scribes,” dari kata Yunani “grammateus” (penulis atau seketaris; Strong G1122) (KJV, Geneva, GLT, TS98, Tyndale, HCSB, ISV, ESV dll.) namun versi-versi Inggris termodern menulis ”the law” (NIV), atau “experts in the law” (NET), dan bahkan menterjemahkannya sebagai ”ahli-ahli Taurat” (ITB); Anti-Israel semakin nampak pada Alkitab versi modern, kita harus hati-hati. GLT= George Lamsa’s Translation from Aramaic of the Peshitta.
2. Orang-orang Farisi, adalah orang yang memisahkan diri mereka sendiri dari masyarakat sebagai orang-orang yang benar, karenanya mereka disebut Farisi yang mengandung anti “divisi, the divided.”
Kelompok Farisi adalah sebuah kelompok keagamaan orang Yahudi yang menganut ajaran Torah namun penekanan terbesarnya ada pada ritual dan perayaan-perayaan agamawi. Menganggap diri mereka sebagai superior dari kelompok lain atau masyarakat umum. Memisahkan diri mereka dari yang lain melalui penampakkan luar (berpakaian panjang, memelihara bewok dan janggut, memakai sorban dsb.) dan pamer kerohanian (sembayang, berpuasa, bederma di muka umum untuk mendapat hormat dan pengagungan dari manusia). Prilaku para pejuang Negara Islam Khalifah banyak serupa dengan penganut Farisi, NIK bahkan tidak segan-segan membunuh sesama Sunni yang tidak setuju dengan visi dan misi NIK.
Ajaran Yeshua Ha Mashiah, disebut Kristianiti, dan pengikutnya disebut ”orang-orang Kristen” atau ”Mesianic Jews.” Arti kata Kristen adalah pengikut ajaran Ha Mashiah (Kristos/Kristus) yang juga adalah ”orang-orang yang dipisahkan dari.” Beda ”orang Farisi” dan ”orang Kristen” adalah: Orang Farisi memisahkan diri mereka sendiri dari dunia sekitar mereka dan pembenaran dirinya berdasarkan standard kebenaran diri sendiri (self-righteousness), sedangkan Mesianic Jew dan Orang Kristen diperintahkan untuk ada di tengah-tengah masyarakat dunia untuk menjadi terang dan garam, pemisahan yang diperintah Yeshua kepada mereka adalah ”hidup haruslah seperti Bapa-Mu yang di Sorga, yakni kudus dan menjauhkan kejahatan.”
3. Kata “terrorist” dan kata “pejuang” memiliki perbedaan yang jauh dari sisi keagamaan dan moral, sekali pun tindakan mereka hampir bisa dikatakan sama yakni ”melawan musuh.” Seorang disebut sebagai terrorist sebab ia menggunakan kekerasan, khususnya membunuh, menculik, dan menggebom untuk mencapai tujuanan (politik, agama), dan ia mentargetkan orang sipil (khususnya wanita dan anak kecil) sebagai sasaran terrornya. Seorang di sebut sebagai pejuang sebab ia melawan musuhnya untuk membela negara dan bangsa yang terjajah, membela hak asasi manusia, dan target serangannya adalah kekuatan-kekuatan bersenjata, dan bukan orang sipil. PM Israel, almarhum Menachem Begin (1913-1992)  di labelkan oleh Pemerintah Britania sebagai ”terrorist,” sebab ia salah satu tokoh militer Yahudi yang menentang penjajahan Britania di Israel. Jika kita membaca sejarah, label yang tepat untuk Mr. Begin adalah Pejuang bahkan Pahlawan Israel; selama masa Nazi-holokous, ia menyaksikan dengan matanya sendiri dimana orang-orang Yahudi yang berhasil keluar dari Eropa dan berlabuh di pantai Israel, ditangkapi oleh tentara Britania dan dikirim balik melalui kereta-api ke kamp-kamp kematian Hitler – ini yang membuat Mr. Begin membentuk kelompok militan Irgun (bhs Ibrani: ”Kelompok kita”) yang bertugas membebaskan rekan mereka dari Hitler. Ia juga orang di belakang peledakan Hotel The King David yang saat dipakai sebagai markas komando tentara Britania sekaligus kantor investigasi; Komandan diperingatkan tiga kali melalui telpon namun menolak meninggalkan hotel, lalu bom kecil diledakkan Irgun sebagai tanda ”kami serius.” Komandas hanya berespon ”Kami tidak menerima perintah dari orang-orang Yahudi.” Bom diledakan dan 91 tentara Britis tewas, 45 luka luka-luka. Baca: The Irgun: Bombing of the King David Hotel (July 22, 1946)
4. The Malmö Experiment (8/2012)

Bacaan bagus:

Referensi:

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” – Adonai Yeshua Ha Mashiah (Matius 11:28-30; ITB)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Irak: Khalifah Ibrahim, pemimpin NIK luka parah, puluhan lainnya tewas


Peta Al-Qaim Para Pemimpin NIK terpukul parah oleh serangan udara ASKoran kabel Arab berbahasa Inggirs melaporkan bahwa Khalifah Ibrahim pemimpin Negara Islam Khalifah (Abu Bakr al-Bagh) telah mendapat luka-luka yang parah ketika serangan udara yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) yang mentargetkan kota perbatasan Irak Barat dekat al-Qaim, sumber-sumber pemimpin kampung berkata kepada Al-Arabiya News.
Mohammad al-Karbuli, MP dari propinsi Anbar menambahkan bahwa serangan udara yang mentargetkan para pemimpin NIK di dekat al-Qaim telah membunuh puluhan orang dan melukai yang lainya, membuat rumah sakit di kota itu banjir dengan jumlah pasien.
Saksi-saksi mata berkata bahwa para pejuang NIK telah memakai alat-alat pengeras suara untuk mendorong penduduk setempat menyumbangkan darah.

Koran Israel melaporkan bahwa petugas intelligen Irak meneguhkan hal serupa dengan mengutip pernyataan Jurubicara NIK pada Twitternya yang “berharap agar ia cepat sembuh.” Dari Twitter yang sama tersebut, tertulis dalam bahasa Arab, juga tertulis “Dan apakah kalian berpikir bahwa (Negara Islam) Khalifah akan berakhir ketika Khalifah meninggal?”
Kantor berita Reuters mengutip dua saksi mati yang berkata sebuah serangan udara mentargetkan sebuah gedung dimana para senior NIK sedang mengadakan pertemuan di dekat al-Qaim.

Catatan: Media internet telah menjadi alat propaganda terror dan rekruitment NIK yang mujarab, namun juga racun ampuh yang mematikan bagi dirinya sendiri. Pada dasarnya Media adalah netral, itu sama seperti  sebuah pisau tergantung sipemakainya – untuk alat dapur dan kerja, atau sebaliknya untuk tindakan kriminalitas. Pada kasus luka parah Bagdadi dan tewasnya para orang penting NIK idi sini, ini adalah menggenapi ayat-ayat Firman Elohim yang dikatakan Raja Daud dan Raja Salomo:

  • But you, God, bring them down to the Pit of corruption; bloodthirsty and deceitful people will not live out half their days. But I put my full confidence in you. (Psalms 55:23, ISV)
  • Whoever digs a pit will fall into it, and the stone will come back on whoever starts it rolling. (Proverbs 26:27, ISV)

Pusat Komando AS mengkonfirmasikan dalam suatu pernyataan bahwa serangan udara AS telah melakukan hal itu pada malam Jumat, tanpa memberi konfirmasi entah Bagdadi terbunuh atau tidak, AFP melaporkan.

Sumber lain mengatakan bahwa Bagdadi sebelumnya telah melarikan diri dari Raqqa, Syria ke Mosul (Irak) ketika AS melakukan serangan udara mentargetkan kota tersebut yang telah dijadikan oleh pemimpin NIK ini sebagai “Ibukota dari Negara Islam Khalifah.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Pasangan Kristen di Pakistan tewas dibakar karena tuduhan PALSU membakar Kuran


Demo batalkan Hukum-hukum Penghujatan Agama Islam di PakistanAniaya dan pembunuhan kembali terjadi atas orang Kristen di negara Pakistan, negara dimana 97% dari 180 juta penduduknya adalah penganut agama Islam. Kristen dan Katolik di Karachiturun kejalan memprotes kejadian tersebut.
Sejak Jenderal Zia-ul-Haq membuat undang-undang penghujatan untuk membela agama Islam di tahun 1980an, kelompok-kelompok agama minoritas telah mengalami diskriminasi berat oleh pemerintah Pakistan maupun para orang Islam Sunni Pakistan.
Peristiwa main hakim sendiri anti-Kristen ini terjadi Kasur, profinsi Punjab Selasa pagi 4 November 2014. Shahzad Masih dan Shama Bibi (isteri dari Shahzad M. Immanuel) telah dibakar gerombolan orang Islam yang marah – karena terhasut.
Pagi dinihari (4/11/2014) Mesjid-mesjid di sekeliling lima desa telah memanggil orang-orang Islam untuk berkumpul – bukan untuk memanggil jemaatnya sembayang – untuk melakukan kekerasan kepada pasangan Kristen yang telah dituduh oleh bosnya Shahzad, pemilik pabrik pembuatan batu bata.
Berbondong-bondong orang Islam datang ke pabrik batu bata milik Yousaf Gujjar untuk ‘mendisiplinkan’ keluarga Immanuel ini. Massa menyiksa Shahzad dan isterinya yang sedang hamil, lalu melemparkan mereka hidup-hidup ke dalam dapur pembakaran batu bata yang sedang membara tersebut.

Martir Punjab Pakistan Shafqat Emmanuel dan Shugufta EmmanuelPasangan Kristen ini tewas. Laporan berkata, “Ketika pasanga Kristen itu sedang terbakar dan berseru-seru bahwa mereka tidak melakukan seperti apa yang dituduhkan kepada mereka, jawaban para orang Islam tersebut adalah jeritan-jeritan yang tidak menolong sama sekali yakni “ALLAH hu akbar” “mampus untuk para penghujat” dan “bunuh para Kristen infidal.” Jeritan para Islam yang tidak terkendali ini telah membuat orang-orang Kristen di kelima desa tersebut segera meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan jiwa mereka.
Perintah Muhammad kepada umatnya untuk “memukul para bukan-orang Islam dengan terror” nampak masih diterapkan oleh pengikutnya sampai saat ini dan mereka bangga karena memang cara ini bekerja baik. Baca ini: Prophet of Doom bab: Legacy of Terror dan
Jihad.
Orang-orang Islam di Barat berkata bahwa ”ISLAM adalah agama damai,” namun di mana orang Islam adalah mayoritas, apalagi memakai hukum Islam, disebut Hukum Sharia sebagai Hukum Negara (dikenal sebagai ”Negara Islam”) seperti Pakistan, Iran, Somali, Sudan contohnya maka tanpa diragukan bahwa kekerasan dan terror selalu menekan kelompok minoritas.
Bacaan berkait:

Islam Pakistan memakai Hukum Hujat untuk menganiayaya orang KristenDi Pakistan, banyak orang Kristen bekerja sebagai pembantu rumah tangga, pembuat batu bata dan pekerjaan kasar lainnya. Diskriminasi terhadap kelompok minoritas begitu besar di Pakistan, khususnya terhadap orang Kristen – hanya karena mereka beriman kepada Yeshua. Banyak kejadian seorang Kristen meminjam uang kepada tuan mereka yang orang Islam tersebut, semakin lama bekerja bukan bertambah baik tetapi akan semakin terjerat yang berakhir pada perbudakan Islam abad 21.
Pembunuhan main hakim sendiri atas suami-isteri Emmanuel ini terjadi setelah delapan hari pengadilan di kota Lahor (terletak di utara kota Kasur) membuat keputusan hukuman mati atas pria Kristen lainnya atas tuduhan menghina nabi Islam, Muhammad, dalam suatu percakapan saat mabuk dengan teman Islamnya. Orang Kristen Pakistan lainnya yang masih dipenjara menanti hukuman mati adalah Asia Bibli atas tuduhan sejenis di November 2010.
Kasus ’penghujatan atas Islam’ pada keluarga Emmanuel yang sebenarnya: Shahzad karyawan pabrik batu bata, dan Shama Bibi, isterinya, karyawati di sebuah sekolah missionari setempat, mereka memiliki empat anak kecil Ambrose (13), Danish (10), Sarah (7), dan Amir (5).
Pasangan ini dituduh telah mengirim SMS (text message) yang menghujat pada 18 Juni 2013, menghina Anwar m. Goraya (president asosiasi Tehsil Bar) dan Malik M. Hussain (businessman). Pada SMS itu tertulis nama Shahzad. Polisi memaksa mereka untuk mengakui, dan menaham mereka termasuk 4 anak mereka. Polisi mendaftarkan pengaduan tersebut di bawah Seksi 295-B (menghina Kuran; perjara seumur hidup), 295-C (menghina nabi Muhammad; hukuman mati, dan 25-D (menggangu orang lain, maximum 3 tahun perjara). Di pengadilan Tertuduh menolak tuduhan tersebut dan tidak tahu menahu tentang hal itu. Penasehat Hukum dari tertuduh, Nadeem Hassan meminta bukti tuduhan dihadirkan di pengadilan, namun mereka tidak bisa membuktikan, dan juga tidak bisa menghadirkan bukti nyata lainnya yang bisa menyerang pasangan Kristen tersebut. Bagaimanapun – Pengadilan Pakistan memutuskan hukuman mati atas Shahzad dan Shama.

Bacaan berkait:

Kristen Pakistan demo anti-Hukum Hujat Islam yang disalah gunakanPenasehat Hukum dari tertuduh, Nadeem Hassan, bercerita bahwa pejabat-pejabat hukum dan penasehat hukum dari Lahore yang mewakili penuduh telah terus menerus menekan Hakim. Tuduhan mengirim SMS berisi penghujatan juga telah terjadi kepada banyak orang Kristen Pakistan dan kelompok minoritas lainnya seperti Islam Shia dan Ahmadiah. Morning Star News menulis.
Farooq Sulehria, peneliti dan aktivist politik: “Investigasi-investigasi akanlah membuktikan bahwa tuduhan-tuduhan penghujatan melawan pasangan tersebut adalah palsu. Menurut laporan-laporan yang belum dikonfirmasikan, mereka telah ribut soal gaji dengan boss Muslim mereka pada pabrik dapur pembakaran batu bata. Segala sesuatu yang lainnya mengikuti setelah itu,” kata Farooq kepada media pemerintah Jerman terkenal Deutsche Welle (www.DW.de). Farooq adalah orang Pakistan yang tinggal di Inggris.
Imran N. Siddiqui, aktivist masyarakat di Islamabad: ”Undang-undang Penghujatan adalah doktrin buatan-manusia dan bukan wahyu sorgawi. Opini publik membawa banyak beban dan dapat mempengaruhi keputusan pengadilan. Kita harus menciptakan narasi alternatif untuk mengalahkan wacana ekstremis tersebut di negara ini. Ini adalah ujian bagi hak-hak minoritas di Pakistan.
Farrukh Harrison aktivist dari the Christian advocacy group World Vision in Progress  mengkomentari perkara ini di Morning Star News sebagai “sikap pengadilan yang melenceng,” ia berkata: Jemaat Kristen Pakistan protes atas pembunuhan Shehzad dan Shama
“Hakim telah menolak permintaan kami sehubungan bukti yang tidak memadai dari Penuduh
“Mengapa Shagufta (Shama Bibi) diberikan hukuman mati ketika polisi mengklaim bahwa suaminya yang telah berbuat kesalahan?
“Bukankah ini penghinaan keadilan bahwa pasangan miskin telah divonis untuk sebuah kejahatan yang tanpa motif?
“Pertanyaannya adalah motif apakah yang mungkin ada dari pasangan ini untuk melakukan kriminal tersebut pada tempat pertama. “Mereka tidak berpendidikan, orang-orang yang miskin, yang seluruh kehidupannya adalah dibatasi hanya kota mereka sendiri.”
Dr. Nazir S Bhatti, President of Pakistan Christian Congress, ”Ada kasus-kasus penghujatan terdaftar di lebih dari belasan kantor-kantor Polisi dimana pengadilan-pengadilan telah memerintahkan menahan seorang Muslim pemilik media, dan artis-artis Muslim dari sebuah saluran TV, tetapi tidak seorangpun berani menangkap mereka, namun pada tuduhan penghujatan yang palsu polisi menaruh orang-orang Kristen di balik teraris besi (memenjarai) dan para pengadilan menghadiahkan mereka hukuman-hukuman mati yang menunjukkan bahwa hukum-hukum penghujatan adalah hanyalah dijadikan hukum untuk mentargetkan para penganut agama minoritas di Pakistan.”

Diskriminasi agama di Pakistan bukanlah perkara baru, tetapi itu sudah bertumbuh secara pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. DW menulis.

Bacaan berkait: (diambil dari Penjalabaja.wordpress.com)

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

TRAND MUSLIM ABAD 21, belum pernah terjadi sebelumnya!


“Untuk segala sesuatu ada waktunya, untuk setiap hal di bawah langit ada saatnya. Dia telah menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya. (Peng 1:1,11). YAHWEH telah menjadikan segala sesuatu menurut rancangan-Nya, bahkan orang fasik untuk hari malapetaka (the day of evil)” (Ams 16:4)Raja Salomo

dunia IslamAbad 21 dimana kita hidup sekarang adalah abad yang sangat luar biasa menarik, banyak hal yang sangat besar telah terjadi dalam segala aspek kehidupan manusia. Salah satu dari peristiwa-peristiwa besar tersebut terjadi pada Dunia Islam. Ada dua Trend yang terjadi di dunia Islam saat ini:
Trend Muslim Murtad (TMM), terjadi secara besar-besaran setelah pertengahan abad 20, dan
Trend Muslim Menolak Islam Fundamentalisme (TMMIF), berawal di Mesir pada musim panas 2013, dan menjadi global sejak Juli 2014.
Kedua trend ini adalah suatu fenomena yang baru di dunia Islam, belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang 1400 tahun sejarah Islam.
Untuk dapat mengerti lebih baik gelombang ke dua trend Muslim di atas, ada baiknya kita melihat kebelakang waktu, yakni sejarah, sebab kejadian masa kini selalu berkaitan dengan masa silam, sebagai juga orang pascal berkata “ada sebab pasti ada akibatnya” atau orang enthropology berkata “ideas have consequences.”

I. Sejarah sisi gelap Islam. Sejak agama Islam lahir di Abad 7 AD, ditandai dengan pindahnya nabi Muhammad (570-632 AD) ke kota Medina (Yathrib, nama aslinya) pada 622 AD, agama Islam bertumbuh pesat melalui serangkai perang yang ia pimpin secara langsung, tercatat 27 kali serangan militer di Medina saja.[1] Ketika ia menjangkau kota Mekka, dari mana ia telah terusir karena agama barunya tersebut, prajutitnya telah membengkak menjadi 10.000 lelaki (hanya 200-250 pengikut saat pindah ke Medina), salah satu penyebab pembengkakan tersebut oleh karena tergiur upah jarahan perang.[2] Tahun 630, dua tahun sebelum Muhammad meninggal dunia, ia dengan 30.000 prajuritnya menyerang kota (Katolik) Tabuk di Median (Barat Tenggara Arab Saudi modern). Meninggalnya Muhammad, maka lahirlah jaman Khalifat/Khalifah (artinya: Pengganti Muhammad). Tahun 637 AD, seluruh Afrika utara, Syria dan Irak telah jatuh ke tangan para prajurit Islam. Dan tahun 1091, menguasai seluruh wilayah Andalucia (Spanyol Selatan).[3]  Peta jaman keemasan Islam
Sejarah mencatat sedikitnya 140 juta orang Hitam Afrika tersandera sebagai budak oleh Muslim Timur Tengah, dan 80% dari mereka meninggal di perjalanan, 28 juta orang Afrika terjual sebagai budak, khususnya untuk pemuas sex; perbandingan budak adalah dua wanita dari satu pria. Ada lebih dari sekitar 100.000 wanita Kristen Kulit-putih di Afrika Utara menjadi budak-sex dari tuan mereka yang Muslim tersebut.[4] Video dokumentasi: Muslim Black Slavery
Gerakan tentara Islam tidak dapat di hentikan, dan tidak ada catatan sejarah bahwa ada orang-orang Islam yang protes atas expansi militer Islam dan perbudakan atas orang Afrika kulit hitam tersebut.
Selama periode 1400 tahun, tentu ada yang orang Islam yang murtad, namun tidak bernilai besar. Sebaliknya, para Muslim sedunia bangga akan Islam, khususnya pada masa Kerajaan Ottoman Turki (1301-1922) yang memiliki kekuatan militer yang besar, masa Ottoman ini disebut sebagai ”Jaman Keemasan Islam.” [5]

II. Sejarah Islam di Abad 20 dan 21. Memasuki abad 20, Islam merupakan agama yang masih cepat berkembang, sekalipun Kerajaan Ottoman mulai lemah sejak abad ke 16, dan runtuh setelah Perang Dunia I – terutama karena kerusakan moral. Pemerintah Turki mencoba membasmi suku Armenia secara sistimatis; 1.000.000 (satu juta) orang Kristen Armenia dimusnahkan. Pemusnahan masal ini terbagi dalam tiga gelombang pembantaian: 1904, 1909 dan terparah pada tahun 1915. Serangan militer Islam di Bangladesh, telah menyebabkan 30 juta orang Hindu terusir.[6]
Mendekati akhir abad 20, Iran menjadi Negara Islam Republik pada 1 April 1979, tepat dua bulan setelah Ayatollah Khomeini kembali ke Iran. 10 hari setelah Khomeini di Iran, ratusan pendukung pemerintahan lama dieksekusi. Pada 4 November tahun yang sama, para mahasiswa Islam Iran menyerbu Kedutaan AS, menahan 66 orang, mayoritas orang Amerika. September 1980, meletus Perang Iran-Iraq yang berakhir pada tahun 1988. Ini merupakan perang antar agama Islam (Shia melawan Sunni) yang sangat berdarah dan berat.

A. Lahirnya Trend Muslim Murtad (TMM). Gelombang kekerasan para pengikut Islam terhadap bukan-Islam, diberlakukannya hukum sharia yang ketat bagi komunitasnya sendiri dan disertai konfik antara sesama aliran Islam telah menyebabkan lahirnya TMM.
Lebih dari satu juta orang Iran murtad dari Islam sejak Khomeini menjadikan Iran sebagai Negara Islam Republik (NIR). ”Dalam 20 tahun terakhir, lebih banyak orang Iran datang kepada Yeshua dibanding abad 14 terakhir,” kata Lazarus Yeghnazar, penginjil kelahiran Iran kepada majalah Charisma edisi Juni 2004.[7] Sekarang telah ada lebih dari dua juta orang Kristen di Iran.
Aksi-aksi terror yang berkelanjutan dari militan Islam pada negara-negara di sekitar Laut Mediteranian terhadap Muslim yang moderat dan rakyat sipil Israel telah menyebabkan banyak orang Muslim yang suka damai dan bahkan beberapa aktivis PLO keluar dari Islam. Mark A. Gabriel, Jerry Rassamni,  Noni Darwish, Wafa Sultan, Walid Shoebat, Majed El- Shafie, Ali Sina, Ayaan Hirsi Ali, Mosab H. Yousef (Son of Hamas), Amani Mostafa adalah para Muslim murtad akibat dari tindak kekerasan saudara seiman mereka sendiri. Bagaimanapun Trend Muslim Menolak Islam Fundamentalisme (TMMIF) belum terjadi. Para Muslim masih takut dengan lingkungan mereka; hukum Islam (Hukum Sharia) membenarkan umatnya membunuh anggotanya, bahkan sanak famili sendiri, yang berani mengeritik Islam dan nabinya. Banyak orang Islam masih berpikir bahwa “mengeritik Islam” adalah tabu dan akan masuk api neraka, sebab mereka telah diajar bahwa agama Islam adalah satu-satunya agama yang dibenarkan oleh Allah, dan Kuran adalah 100% benar dan diturunkan langsung dari langit.Kebaktian Penginjilan di Durban Afrika Selatan
Memasuki abad 21, ada beberapa peristiwa serangan terrorist yang besar terjadi di negara-negara Barat.  Serangan terrorist 11 September 2001, hampir 3000 orang sipil tewas atas serangan ‘terroris Islam’ di kota New York.[8] Di Madrid, Spanyol, Muslim meledakkan kereta listrik (11 Maret 2004) dengan 10 bungkusan bom yang di dalamnya diisi paku-paku; menewaskan 191 jiwa dan hampir 1800 orang luka-luka. Menjadikan peristiwa ini sebagai serangan terrorist terburuk dalam sejarah Eropa di abad modern.[9] Lalu 7 Juli 2005 bus angkutan umum diledakkan oleh pembom bunuh diri Muslim, menewaskan 52 penumpang dan 700 luka-luka.[10]
Konsekuensi dari semua terror tersebut menyebabkan terciptanya Trend Muslim Murtad secara global. Dan lahirnya organisasi-organisasi dan komunitas ”ex-Muslim,” seperti:

Suatu yang penting telah terjadi di Rusia. 5 April 2007, sekolompok ex-Muslim, Muslim dan kelompok lainnya bertemu di St. Peterburg (disebut The St. Peterburg Declaration) mereka membuat pernyataan bersama: “Kami menyerukan kepada para pemerintah dunia untuk menolak hukum Syariah (Sharia), pengadilan-pengadilan fatwa, aturan pemimpin agama, dan sangsi negara agama dalam segala bentuknya; menentang semua hukuman atas penghujatan dan kemurtadan, sesuai dengan Deklarasi Universal Hak-hak Manusia Pasal 18.”

Gelombang Muslim murtad terbesar terjadi di benua Afrika, sedikitnya enam juta Muslim murtad menjadi Kristen pertahun, Al Katani mengakui di TV Al Jazirah, media Arab terkenal . Al Katani adalah seorang tokoh Islam Afrika. Sehingga menjadikan penduduk Kristen berkembang dari 8-9% di tahun 2000 menjadi 13,1 % di 2010, Pew Research menulis.[11] Banyak orang Muslim di Baratpun mulai mempertanyakan agama mereka sendiri, dan melahirkan Gereja-gereja imigran di berbagai kota dan negara Barat, ada juga dari mereka yang menjadi Atheis. Sebuah organisasi Islam berpusat di Inggris berkata dua juta Muslim Indonesia murtad pertahunnya. Sampai titik ini, TMMIF masih belum lahir! – Muslim masih tutup mulut dan tidak berbuat apapun untuk menegur – apalagi mencoba menghentikan secara terang-terangan saudara-saudara mereka yang terlibat dalam jihad.
B. Lahirnya Trend Muslim Menolak Islam Fundamentalisme (TMMIF) Muslim-muslim di Barat menentang Negara Islam Irak dan Syria
Mesir. Meletusnya Jalan Arab (Arab Spring) di negara-negara Afrika Utara, yang berawal di Tunisia, telah menumbangkan banyak diktator (Muslim moderat), namun yang mengejutkan rakyat adalah lahirnya pemimpin pemimpin baru berlatar belakang Islam garis keras. Mereka ingin menerapkan hukum Sharia sebagai hukum negara. Misalnya di Mesir, Mohammad Morsi, orang kuat dari organisasi Islam garis keras terpilih jadi president. Tiga juta (3.000.000) rakyat Mesir turun membanjiri jalanan pusat kota Kairo untuk memaksa President Muhammad Morsi turun dari jabatannya di bulan Juli 2012, tepat satu tahun setelah ia terpilih. Tidak diragukan dari 3 juta tersebut terdapat juga para Kristen Koptik dan orang sekuler, namun ke dua kelompok ini tergolong sangat minoritas di Mesir.
Momentum anti-Islam garis keras di Mesir ini diperkuat dengan dukungan (keuangan dan politik) para raja-raja Arab – kecuali Qatar – yang tergabung dalam Persatuan Negara-negara Teluk. Jejak rakyat Mesir ini kemudian diikuti oPara Muslim di Barat turun kejalan menentang terrorismeleh rakyat Tunisia.

Bacaan berkait:

TMMIF menjadi global setelah lahirnya Negara Islam Khalifah. Memasuki bulan Juli 2014, masyarakat Islam di berbagai negara mulai terbangun dengan perubahan perang di Irak dan Syria. Beberapa minggu kemudian para pemimpin Islam dan komunitas Islam secara global mulai mengangkat suara di media menolak NIK.
Mungkin sebagian Anda bertanya ”mengapa TMMIF baru terjadi setelah pertengahan Juli 2014? Bukankah kesadisan radikal Muslim,  teror dan banjir darah sudah sering terjadi sebelum 2010, dan bom-bom meledak di banyak negara: di Bali, Solo, di Sanaa, Yamen,terlebih lagi di Irak sejak 2003, yakni setelah tentara AS keluar dari Irak?” Data di bawa ini mungkin bisa menolong menjawab pertanyaan Anda.

Para Muslim Oslo demo anti-NIK NOT In My NameBerita dunia mencatat hal-hal berikut: Maret 2014 adalah awal tahun ketiga dari Perang Syria, sekitar 200.000 (dua ratus ribu) tewas dan hampir separuh penduduk Syria menjadi pengungsi.
Demo menuntut perbaikan ekonomi di Syria, segera berkembang menjadi perang Shia-Sunni setelah raja-raja Arab terlibat, juga Turki dan Yordania; AS, Inggirs dan Perancis masuk ke dalam klub mereka. Perang ini semakin keruh setelah para Muslim Sunni yang tinggal di negara-negara Barat bergabung dengan para oposisi, bahkan diantara mereka juga terdapat beberapa Muslim kulit putih; ditambah Iran dan organisasi Hesbollah membantu saudara mereka yang juga Shia, sehingga perang menjalar ke Irak dan Libanon. Pemerintah AS mengirim team tentara ahlinya untuk melatih mereka di Yordania. Lihat: U.S. Caught Training ISIS Terrorist At Secret Jordan Base.

Pertengahan Juni 2014, perang Syria menyebar ke Irak Utara, namun kali ini bukan sekedar Muslim Sunni memerangi Muslim Shia, tetapi berubah menjadi gerakkan lahirnya kembali Negara Islam Khalifah abad 21, yang dipimpin oleh Abu Bakr al-Bagdadi (1971-x), seorang doktor dalaMilitan Negara Islam Khalifah dengan senjatanyam bidang agama Islam dari Universitas Islam Bagdad, Irak. Sebelum Abu Bakr menjadi Emir (Penguasa otonom) Negara Islam Irak (NII), pada 2006, ia sudah menjadi tokoh Islam penting setelah akhir pendudukan AS atas Irak (2003). NII dikenal juga sebagai “Al-Qaida di Irak.” 8 April 2013, ia merubah NII menjadi NIIS (ISIS in English). Lalu menjadi NIK (Negara Islam Khalifah) pada tgl 29 Juni 2014, dan ia memproklamirkan dirinya sebagai Khalifah Ibrahim.[12] Brother Rasheed dari Al-Hayat TV bahwa ia sangat yakin bahwa organisasi Islam NIIS yang sekarang menjadi NIK adalah benar-benar mewakili Islam. Pernyataan ex-imam Marokko ditayangkan sehubungan dengan memperbaiki pernyataan President Obama.

Setiap kota dan desa yang direbut pejuang NIK selalu disertai eksekusi mati massal bagi lelaki dewasa dan anak-anak, mengambil para wanita muda untuk kepuasa sex mereka dan dijual sebagai budak, juga penguburan hidup-hidup. Yang terakhir terjadi pada orang Yazidi. Hal ini dilakukan NIK tanpa pandang suku atau agama (Kristen, Shia, Yazidi, bahkan juga Sunni). Dan NIK mendokumentasikan aksi terror mereka melalui foto dan video, dan langsung mentayangkannya ke media sosial – sebagai propaganda visinya, sekaligus perang dan terror mental bagi lawannya. Dengan merebut tanah, harta kekayaan korbannya, menjual wanita dan merbut sumber-sumber pertambangan minyak, NIK sekarang telah menjadi kelompok Islam terrorist terkaya sedunia menurut the Internasional Business Times. ISIS is the World’s Richest Terrorist Group
Visi dari Abu Bakr ini juga diikuti oleh organisasi Islam Bako Haram (Nigeria) dan Taliban (Afganistan dan Pakistan).
Berikut ini peristiwa bSharia hanya dapat ada dibangun dengan senjata militan NIKesar aksi militer dan serangan terror Islam di beberapa negara pada tahun 2014:[13]

  • Di Nigeria, 336 orang Kristen dibantai pada 7 Mei 2014, kemudian 276 murid SMP wanita diculik oleh Boko Haram dan dipaksa masuk Islam dan sebagian dijual sebagai budak. Kemudian 997 Kristen dibantai di Gwoza pada 6 Agustus 2014, lalu 1 September 350 Kristen di beberapa desa dibunuh.
  • Di Syria: 15/8/2014 700 penduduk desa Deir al-Zor dieksekusi oleh pengikut NIK
  • Di Irak: 29/7/2014 – NIK mengeksekusi 200 orang Shia di Tikrit, dan sebulan kemudian 88 orang Yazidi (agama Iran kuno) dieksekusi dan anak-anak dan wanita tua dikubur hidup-hidup. Wanita mudanya mereka jadikan pemuas birahi mereka dan sebagian dijual sebagai budak.

Bacaan berkait:

TMMIF terjadi setelah media Internasional menyoroti aktivitas brutal NIK dan menuding para pemimpin dunia yang telah mendukung para militan Sunni di Syria tersebut yang akhirnya satu dari mereka lahir sebagai NIK. Raja Arab Saudi, Kuwait dan Emirat Arab akhirnya merubah haluan, dan Negara-negara mengambil tindakan tegas, khususnya Australia dan Jerman;

  • pemerintah melarang pengibaran bendera jihad (hitam bertulisan Arab),
  • penangkapan para aktifis Islam radikal. 800 anggota keamanan Australia telah menggeledah rumah-rumah mereka dan menahan 15 orang. Ini merupakan operasi anti-terrorisme terbesar dalam sejarah Australia, koran Australia menulis.[15]
  • membekukan transfer uang para simpatisan NIK.
  • melancarakan serangan udara di Irak dan kemudian di Syria: Negara yang terlibat: AS, Perancis, Inggris, Belanda, Kanada (mulai Oktober); dari Negara Teluk: Saudi, Emirat Arab

NIK membalas ’campur tangan’ AS ini dengan tindakan eksekusi penjagalan atas dua wartawan AS di depan kamera. Diikuti warga kulit putih Perancis dan Inggris.
Sampai pada titik ini, dibarengi dengan sepakatnya negara-negara Arab dan Barat memerangi NIK secara militer maka lahirlah TMMIF abad 21: Para Muslim secara global memberi pernyataan: “NIK bukan Islam!” ”Tidak Dalam Namaku!” dan NO2ISIS! . Beberapa contoh:
Majelis Ulama Indonesia NIIS NIK haram dan melawan ajaran IslamDi Negara Islam dan atau mayoritas berpenduduk beragama Islam:

  • Mesir. Grand Mufti Shawqi Allam, “Adalah kesalahan besar untuk menggambarkan sosok terrorist sebagai sebuah Negara Islam.” [16]
  • Israel. Salah al-Din ibn Abu Arafa, imam Palestina, dengan marah ia berkata bahwa para pemimpin NIIS adalah orang-orang munafik “sementara rakyat Muslim kelaparan, tidur ditenda, mereka terbang ke London dan Turky menginap di hotel-hotel mewah dan istana-istana untuk mengundang orang berjihad. Berhenti membohongi kami! Hentikan kebohongan kalian!” Lihat ini.: Sunni Imam of Aqsa Mosque to ISIS: Stop Deceiving Muslims (English Subtitles) 
  • Iyad Ameen Madani, pemimpin tertinggi dari Organisasi of Islamic Cooperation. Mewakili 57 negara dan 1,4 milyard Muslim. “Mengusir paksa di bawah ancaman eksekusi adalah kriminal yang tidak dapat ditoleransi. Negara Islam (the Islamic State) tidak ada hubungannya dengan Islam dan prinsip-prinsipnya yang menyerukan keadilan, kelembutan, keadilan, kebebasan dari iman dan kehadiran.”
  • Saudi Arabia: Para anggota NIK adalah orang mutad, imam Sa’d Al-Shathri berfatwa 
  • Irak. Imam Sunni: “NIIS adalah anjing-anjing dari Neraka” Iraqi Sunni Cleric: ISIS are Dogs from Hell 
  • Turki. Mehmet Gormez, iman, “ Orang-orang Muslim seharusnya tidak bermusuhan terhadap orang-orang yang berbeda pandangan, nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan, dan mengangap mereka sebagai musuh-musuh.” [18]
  • The International Union of Muslim Scholars (IUMS). “IUMS menentang pengusiran paksa saudara-saudara Kristen Irak dari rumah-rumah, kota-kota dan profinsi-profinsi mereka. Semua ini adalah tindakan merusak hukum-hukum Islam, nurani Islam dan hanya meninggalkan gambaran negatif tentang Islam dan Muslim.” [19]
  • Indonesia. Din Syamsudin, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) disertai parak tokoh MUI lainnya menyatakan, “Tidaklah perlu bagi kami untuk menyatakan NIIS (NIK) sebagai haram sebab iImam Saudi anggota NIK harus membunuh pemimpin merekatu sudahlah jelas bahwa NIIS berdiri menentang ajaran-ajaran Islam.” (7/8/2014); Slamet E. Yusuf, dewan eksekutif NU. “Publik haruslah kritis. Ini bukan tentang khalifat (Negara Islam), tetapi bekerja untuk urusan sendiri dan keuntungan dari masalah sektarian.” Abdul Mu’ti, seketaris Muhammadiyah juga memberi komentar sejenis. [20]
  • Sosial Media. Muslims Against ISIS Community. Kami berpikir itu sekarang tugas kita agar lebih waspada demi anak-anak kita dan Islam atas pikiran-pikiran ekstrim yang merebut masyarakat kita … Mari kita mulai Jihad kita, Jihad melawan NIK dan setiap bentuk extremism, pengabaian dan ketidak adilan di dalam komunitas kita.”  Komunitas Muslim ini menyertai vidio: Hamza Yusuf: ”Islam, dalam bahaya ada direbut oleh ORANG-ORANG GILA! (MAD PEOPLE) 

Di Negara Barat (Eropa, Amerika, Australia)

  • Dua imam terkemuka Inggris. Sayed Ali Rizvi (Shia): “We are Muslims united against ISIS, against terrorism, against atrocity, against pain and suffering.” Maulana Shahid Raza, “As a Sunni Muslim, I do not accept the Caliphate of ISIS, I consider ISIS as a terrorist organization.” (12/7) [21]
  • Jerman. Para pemimpin utama Muslim seluruh Jerman telah mendorong semua umat Islam untuk memakai sembayang Jumat (19/9) ber-rally menentang Negara Islam. Aiman Mazyek, pemimpin Dewan Pusat Muslim di Jerman menyatakan NIK sebagai ”para terrorist sungguhan dan para pembunuh” yang telah menyeret Islam ”melewati lumpur.” Ia berkata: ”Islam adalah agama damai, buat itu jelas bahwa mayoritas Muslim di negara ini dan seluruh dunia berpikir dan bertindak berbeda.” [22]
  • AS. Imam Mohamed Magid, President The Islamic Society of North America (ISNA). “Perbuatan Ribuan Muslim Oslo parade anti NIK NO 2 ISISNIIS menentang para agama minoritas di Irak melanggar ajaran Kuran,” (mengutip Text Mecca) surah 2:256, ‘Hendaklah tidak ada paksaan dalam beragama,’ perbuatan mereka harus ditolak.” [23]
  • AS. The Council on American-Islamic Relations (CAIR), “Agama tidak mendorong membunuh orang-orang sipil, menyembelih ahli-ahli agama atau menghancurkan rumah-rumah ibadah. Kami menyalahi tindakan NIIS dan menolak bahwa semua Muslim harus mentaati pemimpinnya.” [24]

Kontra pendapat. Tentu tidak semua Muslim setuju dengan pendapat-pendapat di atas, khususnya di kalangan pemuda Muslim. Diantaranya:

  • Abu Muhammad dari Indonesia dengan video “Join the Ranks” mendorong orang-orang Indonesia untuk berpartisipasi dalam jihad, berkata bahwa itu adalah kewajiban yang diamanatkan oleh ALLAH untuk para Muslim.
  • Sekelompok Muslim London menyebarkan selebaran berjihad Khalifah telah Dibangun kembali bertuliskan ayat Kuran surah 24:55 (ayat panggilan ber-jihad demi ALLAH). Mereka adalah murid-murid dari imam Omar Bakri dan pengkotbah Anjem Choudary. Anjem sempat ditahan Polisi Inggris karena menyebarkan pesan jihad dan bergabung ke NIK. (13/7) [25]

Komentar: Menurut pengamatan saya, fenomena Trend Muslim Murtad dan Trend Muslim Menolak Islam Fundamentalisme ini terjadi oleh tiga faktor utama:
1. Waktunya YAHWEH telah tiba. Adonai Yeshua Ha Mashiah dalam 1-2 dekade terakhir ini telah menampakkan diri-Nya secara aktif di negara-negara Islam yang tertutup bagi para misionari untuk memberitakan Injil. Para Muslim di dalam kehausan rohani mereka telah mendapat jawaban melalui kunjungan Yeshua, melalui mimpi, penglihatan supernatural, penglihatan mata jasmani, kesembuhan jasmani melalui doa-uji mereka kepada Yeshua. Bahkan Yeshua datang melalui mimpi kepada seorang bapa yang sedang menjalankan ibadah Haji di Saudi.
2. Kemajuan teknologi komunikasi. Perangkat TV baru muncul tahun 50an, lalu lahirlah TV satelit, diikuti dengan telepon genggam. Dengan lahirnya jaringan internet di awal tahun 2000 dan diikuti terciptanya media sMuslim Inggris kampanye menentang NIKosial (web log, facebook, twiter), susah untuk pemimpin agama atau politik untuk menghentikan informasi. Jalan Arab yang menghebohkan negara-negara Islam di Afrika utara dan menumbangkan pemimpinnya adalah hasil dari hadirnya media sosial. Saya ingat persis ketika antena parabola diperkenalkan di Indonesia tahun 1985, Harmoko yang saat itu menjabat sebagai Menteri Penerangan Indonesia, sempat membuat undang-undang pelarangan pemakaian antena parabola, demi mencegah pencemaran budaya Barat masuk ke Indonesia. Saat ini dengan lahirnya Smartphone (telpon genggam canggih), siapakah yang bisa menghentikan informasi?
3. ideologi politik Islam praktis telah mengambil proporsi terlalu banyak dibanding kehidupan keagamaan; pendapat ini saya dasarkan setelah banyak meneliti kesaksian para Muslim yang keluar dari Islam. Dengan kata lain rohaniwan Muslim (’Muslim moderat’, polikus Barat menyebutnya) telah jenuh dengan aksi-aksi jihad yang dilakukan oleh politikus Islam. Professor sejarah Islam asal Mesir menyatakan bahwa Islam terdiri dari agama dan politik, dan ini sudah terkandung sejak Muhammad melahirkan agama Islam, kedua unsur ini terbagi di dalam sebelum dan sesudah ia pindah ke Medina, yang digambarkan oleh professor ini sebagai berikut:[26]

  • Di Mekka: ia mengundang orang untuk masuk Islam melalui kotbah; di Medina: ia memaksa orang untuk pindah (ke Islam) melalui pedang Muslim Sunni menentang sex jihad Negara Islam
  • Di Mekka: ia bertindak seperti seorang imam, hidup pada kehidupan doa, berpuasa dan menyembah; di Medina: Ia bersifat seperti seorang komandan militer, secara pribadi ia memimpin 27 penyerangan.
  • Di Mekka: ia hanya memiliki satu isteri, Khadija, untuk 12 tahun lamanya; di Medina: ia menikahi 12 wanita lagi hanya dalam 10 tahun.
  • Di Mekka: ia berjuang menentang penyembahan berhala; di Medina: ia berjuang menentang People of the Book (para Yahudi dan Kristen).

60 % ayat-ayat Kuran berbicara tentang jihad (‘perang suci’), sebab Muhammad menerima lebih (inspirasi ayat-ayat) Kuran setelah ia meninggalkan Mekka. Jihad telah menjadi kekuatan dasar dan tenaga penggerak Islam,” professor ini berkata. Apakah dengan TMMIF itu berarti para Muslim yang menolak aksi jihad Negara Islam Khalifah telah menyunat 60% isi dari Kuran? Pada dasarnya, pernyataan-pernyataan para pemimpin Islam dan masyarakat Islam sedunia ini adalah suatu langkah besar yang sangat positif bagi kesejahteraan dunia. Dan saya yakin dengan pernyataan tersebut beban berat moril di pundak mereka telah terlepas. Saya mewakili umat Kristen, mengucapkan “Terima kasih yang besar kepada semua orang Muslim yang telah turut serta di dalam menjaga perdamaian dan kesejahteraaan sesama manusia di bumi ini. Adonai Yeshua Ha Mashiah memberkati Anda semua, dan shalom (damai sejahtera) sorgawi kiranya turun ke atas keluarga Anda! Amin.”

Catatan Kaki:

1. Mark A.Gabirel Ph.D., ISLAM and TERRORISM. Cp.9: Muhammad Delaclars Jihad, pg 70. Buku-buku karyanya bisa dilihat pada Daftar Buku Membahas Ajaran Agama Islam dan Nabi Muhammad
2. “Perekruitan ada diminyaki melalui instink-instink dari prajurit-prajurit padang pasir – napsu sex dan serakah. Haruslah ada jarahan keuangan dan hadiah sex bagi prajurit yang menang.” Islam Religion of Peace or War?, booklet footnote 5: Sahih Muslim, Kitab al-Nikah, Bab: Nikah al-Muta wa Bayan Anahu Ubiha Thuma Nusikha Wa Istaqar Tahrimuh Ila Yawm al-Qiyama; and Al-Alusi, Tfasir al-Quran li Surat al-Fateh 1; and Tarikh al-Tabari 2:101
3. James M. Arlandson; Timeline of the Islamic Crusades, The Truth about Islamic Imperialism  (Diambil 8 Oktober 2014)
4. Data membandingkan: Pasar budak mereka umumnya Afrika Utara dan Timur Tengah. Perbudakan Barat atas orang kulit hitam: Ada sebanyak 11 juta budak kulit Hitam. Dua dari setiap tiga budak yang dilayarkan ke Atlantik (oleh Barat) adalah para pria, dan hanya 10% yang meninggal di perjalanan. Mereka di pekerjakan di perkebunan, bukan sebagai budak sex.
Data bisa dibaca di sini: Muslim Statistics (Slavery)
DENIALS OF ISLAMIC SLAVERY denials-of-islamic-slavery/ ; Two Views of The History of Islamic Slavery in Africa. Buku: Islam’s Black Slaves: The Other Black Diaspora
5. Ottoman Empire and Why was the Empire successful?
6. Islamic Terrorism – Is it a New Threat? by M.A. Khan ; M.A. Khan pengarang buku Islamic Jihad, A Legacy of Forced Conversion, Imperialism, and Slavery
7. Iran: Kebangunan Rohani besar-besaran telah datang!
8. Islamic Terror Attacks on American Soil
9. The worst Islamist attack in European history
10. 7 July 2005 London bombings
11. Agama/ kepercayaan apa yang paling cepat bertumbuh di dunia? Data pertumbuhan Kristen
12. Abu Bakr al-Baghdadi by Wikipedia
13. The List of Islamic Terror Attacks from 2014
14. Chibok schoolgirls kidnapping
15. Police swoop on Sydney, Brisbane homes in terror raids
16. Egypt’s top Muslim leader condemns Islamic State as a ‘bloody’ threat to Islam
17. Muslim Leaders Worldwide Condemn ISIS
18. Idem dengan 17
19. Influential Muslim Group Condemns Christian Treatment by Islamic State in Iraq
20. MUI joins nationwide campaign against ISIL ; Muslim leaders condemn support for ISIL by JakartaPost
21. Sunni And Shiite British Imams Denounce ISIS Together In New Video
22. German Muslims hold day of protest against ISIS jihadists (terbit 20/9)
Koran online ini menulis: “Itu datang setelah Jerman melarang semua dukungan terhadap para pemberontak NI di Syria dan Irak dan telah memutuskan untuk mengirim persenjataan bagi para pejuang Kurdi yang bertempur melawan kekuatan-kekuatan NI.”
23. The Muslims who are condemning ISIS. (diambil 7/10/2014).  The ISNA payung organisasi Islam tertua dan terbesar di AS.
24. Idem dengan 23. Organisasi Islam terbesar AS yang bergerak dalam hukum sipil. Dikenal memiliki hubungan erat dengan The Muslim Brotherhood dan Hamas.
25. Radical students hand out Isis leaflets on Oxford Street in attempt to get

26. British Muslims to join jihad
Mark A. Gabriel, Ph.D., Islam and Terrorism. Cp. 9: Muhammad Declares Jihad. Hal 69-70

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog