Kesaksian Amani Mostafa, ex-Muslim Mesir, pejuang HAM


Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. Kita mengasihi, karena Elohim lebih dahulu mengasihi kita. (1 Yohanes 4:18-19)

Terlahir darAmani Mustafa ex-Muslim Mesir yang menjadi Penginjili keluarga Islam di Mesir, Amani telah diajar untuk jangan pernah mempertanyakan ajaran Islam, namun neneknya adalah seorang ahli hukum dan ibunya juga seorang rationalist.
Pada usia 13 tahun kehidupan Amani dan keluarganya berubah secara drastis ketika ibunya mengumumkan bahwa ia telah berpindah ke Kristianiti setelah kuasa YAHWEH menjamah hidupnya secara ajaib – tubuh dan roh ibunya disembuhkan! Ibunya menjadi penuh damai, teguh namun penuh kasih. Sebelumnya ibunya frustasi mencari kebahagian batin, yang berujung pada jeratan minuman beralkohol.
Ibunya menjadi begitu aktif memberitakan imannya yang baru ini kepada siapapan. Amani bercerita tentang hari-hari pertama ibunya menjadi Kristen: ”ibuku pergi ke seorang pendeta Koptik untuk minta nasehat bagaimana caranya memberitakan Injil kepada orang Muslim, ia pulang ke rumah dengan setumpuk buku dan salib besar tergantung di lehernya.”
Neneknya memanggil imam Islam ke rumahnya, dan imam ini memberi waktu 3 bulan untuk ibunya ’bertobat’ kembali ke Islam atau dihukum sesuai dengan Hukum Syariah, yakni hukuman mati.
Pada kesaksiannya Amani berkata bahwa hukum Shariah di Mesir bukanlah hukum negara tetapi ”hukum jalanan” (Indonesia: ”main hakim sendiri” – masyarakat memukuli maling ayam sampai mati, misalnya). Di Mesir, Amani berkata, polisi agama atau orang tertentu (sanak-famili) biasa menciduk orang murtad dari Islam dan lenyap tidak terlihat kembali. Jadi Amani mencoba mengingatkan ibunya akan bahaya tersebut dan berusaha menyelamatkan ibunya, namun ibunya menjawab dengan tegas “Tidak, sekali saya hidup dalam Mashiah saya akan tetap dalam Mashiah!” Keputusan ibunya ini sungguh menggoncang hati Amani.
Di Mesir, orang Islam telah diajar bahwa Alktiab telah dikorupsi, Amani berkata, jadi ia berkeputusan untuk menyelidiki Alkitab untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan tersebut kepada ibunya.
“Saya lalu menggambil Alkitab dan pergi ke kamar mandi dan mengunci diri saya sendiri selama satu jam.” Ia membuka Kitab Suci tersebut dan terbuka pada Kitab Injil Yohanes, Elohim mulai berbicara ke pada hatinya. ”Hal pertama yang mengejutkan saya adalah, saya menyukainya, saya dapat mengerti isinya!” Dari sini saya mulai mengerti mengapa ibuku begitu tertarik dengan pribadi Yeshua. Melalui cerita ”Wanita Samaria” [Yohanes 4] saya mengerti mengapa ibuku tidak bisa tutup mulut tentang Yeshua. Amani lalu menerima Yeshua sebagai Master dan Juruselamatnya.
Waktu-waktu yang keras segera datang ke dalam kehidupan Amani yang masih remaja ini. Karena ancaman para Muslim, ibunya terpaksa harus meninggalkan tanah kelahirannya, Mesir, meninggalkan segala sesuatu untuk mencari perlindungan di Amerika Serikat.
Ketika ayahnya mengetahui bahwa Amani telah meninggalkan Islam, ayahnya mengadilinya, ”Ia berkata,” Amani bercerita, ”saya memiliki pertanyaan langsung untuk kamu. Pilih Islam atau Mashiah?” Ketika saya hampir luluh, saya menjawab, ”Mashiah,” pada titik ini dia berdiri dan memukul saya.”
”Dia sungguh mengancam dan berkata bahwa ia akan mengikat saya pada mobilnya dan menjadikan saya sebuah contoh (bagi masyarakat) di kota.”
Teman-teman Kristen Aminah yang suka pergi ibadah dengan dirinya, mulai mengalami aniaya dari ayahnya bahkan sampai dipenjarakan.
Amani kemudian melarikan diri dan bersembunyi beberapa tahun lamanya. Lalu ayahnya memakai cara lain, menikahkan Amani secara paksa kepada seorang pemuda Muslim. Suaminya mengijinkan dia mempraktekkan imannya secara sembunyi-sembunyi, tetapi sikap suaminya berubah setelah Joe, anak kedua lahir. Amani tidak lagi diinjikan berkunjung ke gereja. Sepulang dari rumah bersalin, suaminya mulai melarang dia untuk tidak lagi beribicara tentang Yeshua dan Alkitab serta tidak boleh lagi pergi ke gereja.  Amani Mustafa produser TV Kristen The Muslim Woman
Ketika Joe mencapai umum 4 tahun, suami Amani semakin menuntut dia untuk hidup dibawah aturan Islam, suaminya memaksa ia membacakan Kuran bagi anak-anak mereka, Yoshua dan Joe. ”Saya merasa bahwa saya sedang memberi makan racun kepada anak-anakku. Itu adalah hal yang paling sulit bahwa sementara mengenal kebenaran namun tidak mampu mengatakannya,” Amani menuturkan masa lalunya.
Joe menjadi tidak stabil, dan sakit-sakitan. Amani merasakan bebannya terlalu berat, tidak ada yang bisa diminta tolong – suaminya telah memutuskan hubungan Amani dengan teman-teman Kristennya, keluarga kandungnya di Mesir tidak perduli, satu-satunya yang bisa diharapkan adalah ibunya, namun hidup jauh di Amerika.
Di tengah kesulitannya tersebut Amani hanya bisa menjerit kepada Yeshua, ”Tolonglah kami!,” ia menjerit.

Yeshua memakai ibunya!, ibunya menghubungi suami Amani mencoba memberi jalan keluar ”kalian sekeluarga pindah saja ke Amerika, saya akan menolong untuk mengurusnya,” ibunya berjanji.
Mujizat terjadi. Suaminya setuju, ia mengijinkan Amani dan kedua anaknya, pindah ke Amerika Serikat dengan suatu janji bahwa suaminya akan segera menyusul.
Sementara menunggu kapal terbang untuk take off, Amani diliputi ketakutan, sewaktu-waktu tentara agama masuk dan menangkap mereka bertiga. Ketika semua lampu kapal dimatikan dan pesawat mulai mengudara ia merasakan suatu kebebasan dan suatu beban terlepas dari dirinya. Segera setelah pesawat terbang meninggalkan udara Mesir, ”hal pertama yang saya lakukan adalah mencabut kerudungku,” Amina berkata, ”yang membuat putraku terperanjat dan sambil melihat kepadaku ia berkata, ’Ibu, kamu sedang pergi ke Neraka dan saya menjawab, ’Putraku, kita baru saja meninggalkannya!’”
Di Amerika Serikat.
Setiba di AS, Amani kembali mendedikasikan dirinya kepada Yeshua ha Mashiah sehingga badai aniaya dari suaminya melalui orang-orang Islam di AS menerpa hidupnya. Lalu ketika Amani bercerita kepada suaminya bahwa ia ingin bercerai, suaminya marah besar dan menuntut kedua anak mereka untuk dikembalikan ke Mesir dan ke Islam, dan mengancam Amani bahwa ia akanlah ”membayar harganya” untuk keputusan tersebut. Amani Mostafa di Program The Islamic Dilemma
”Dia (suaminya) mengirim saudaranya mengawasi kami, telpon saya dan ibuku disadap. Ada orang-orang yang mengawas-awasi kami.” Sehinga memaksa mereka pindah ke negara bagian lainnya.
10 tahun lamanya ia bersembunyi, namun Peristiwa 11 September 2001 membuat ia terbangun dari ketakutan terbunuh oleh para pengejarnya dan rasa belas kasihan atas diri sendirinya. Roh YAHWEH menaruh beban pada hatinya untuk menolong para wanita Muslim yang juga memiliki masalah yang sama yang ia telah alami. Tahun 2003 ia mulai bergabung dengan Pelayanan TV Kristen Al Hayat menjangkau wanita Muslim yang berbahasa Arab di Timur Tengah.
Pelayanan Amani Mostafa saat ini.
Amani adalah tuan rumah dari pertunjukkan TV berbahasa Arab ”Wanita Muslim” (The Muslim Woman) di saluran Al Hayat. Amani dan teman-teman studionya – semuanya adalah juga berasal dari latar belakang Islam – berbicara tentang pengalaman mereka dengan agama Islam dan bagaimana keluar dari hukum Sharia. Program mereka dipancarkan ke seluruh Timur Tengah. Ia juga direktur dari Pelayanan Wanita untuk Keymedia-MN (the Women’s Ministry for Keymedia-MN), suatu yayasan yang secara berani meng-expose penipuan-penipuan Islam dan menjangkau para Muslim di seluruh dunia dengan Injil Yeshua ha Mashiah.
“Ada banyak wanita hidup di bawah suami-suami Muslim atau ayah-ayah Muslim atau keluarga-keluarga Muslim seperti yang pernah saya telah alami. Saat ini ada begitu banyak wanita yang perlu untuk mengetahui dan mendengar tentang kebebasan dari Mashiah seperti yang pernah saya alami.”

“Musuh kita bukanlah para Mulism tetapi Hukum Islam. Islam melihat para Muslim sebagai sebuah kelompok, bukan sebagai pribadi. Jadi kita harus mengajar para Muslim bahwa mereka memiliki nilai-nilai pribadi di mata Elohim, namun kita haruslah juga tidak mengijinkan mereka merubah hukum-hukum kita (Amerika),” kata Amani memberi nasehat kepada para pendengarnya di Amerika.

Program TV-nya telah mendapat sambutan yang luar biasa di Timur Tengah; dari yang meminta Alkitab sampai siap dibaptis dan bergabung dengan gereja-gereja lokal, Amani bercerita.
Saat ini (Oktober 2013), pelayanan Amani Mostafa menjangkau 85% wilayah dunia, termasuk Amerika Utara. Delapan tahun terakhir ini mereka telah mendapat jutaan respont dari siaran mereka melalui SMS, email, situs mereka, telpon dan jaringan media sosial.
Secara global, pertunjukkan TV-nya menjangkau 300 juta rumah dengan 50 juta penonton untuk setiap pertunjukan langsungnya.
Dari September 2012 sampai September 2013 telah ada lima juta (5.000.000) kontak pirsawan.
Saat ini Amani telah bersuamikan seorang Kristen Amerika dan memiliki seorang putri, Mary. Yoshua telah lulus dari sekolah Alkitab dan menjadi seorang pendeta, sedangkan Joe juga aktif dalam pelayanan rohani.
”Saya yakin bahwa setiap pengalaman yang telah saya alami melalui kehidupan saya adalah untuk kemulian Dia, untuk dipakai bagi kemulian-Nya,” Amani berkata. ”Anda lihat, bahwa kita memiliki pilihan. Entah kita duduk dan mengepel susu yang tertumpah, atau kita kita pakai kesulitan dan keburukan pengalaman-pengalaman tersebut untuk kemulian-Nya dan saya memilih untuk memulikan Nama Elohim.” Amani berkata.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

YAHWEH, Elohim Yang Perkasa di Medan Perang


“Siapakah Raja Kemuliaan ini?” “YAHWEH, kuat dan perkasa, YAHWEH, perkasa dalam peperangan!” Siapakah Raja Kemulian ini? YAHWEH Tzebaot [1]. Dialah Raja Kemulian. Sela (Mazmur 24:8, 10) [2]

Adonai Yeshua mengendarai kuda putih memerangi Setan Wahyu 19 Berita dunia hampir setiap hari memberitakan adanya peperangan; ini salah satu tanda bahwa kita berada di Akhir Jaman yang Adonai Yeshua nubuatkan 2000 tahun yang lalu (Mat 24:3-8, Mark 13:8, Luk 21:10); perang terjadi antara bangsa melawan bangsa, suku melawan suku dengan latar belakang motif yang berbeda – politik, bisnis, ideologi, pribadi (iri, tamak, balas dendam) dan tidak jarang hanya karena keyakinan iman yang berlebihan – merasa paling benar dan superior.
Perang bukanlah budaya baru, itu sudah ada sejak jaman purba-kala; suku bangsa tertentu tidak suka perang, namun suku bangsa lainnya senang berperang, sehingga masyarakat yang tidak suka berperang dipaksa untuk membela dirinya – atau musnah dibinasakan.
Pemujaan kepada deiti-deiti adalah bagian penting dari kehidupan setiap manusia, sebab setiap manusia memerlukan pembela dan penyelamat.[3]
Di dalam medan peperangan, deiti-deiti tersebut sering kali di arak di garis depan barisan tentara. Deiti-deiti tersebut bisa berupa benda buatan (disebut sebagai berhala) bisa juga terlukis dalam bentuk simbol-simbol pada bener-bener atau bendera-bendera mereka.
Alkitab adalah Kitab Suci yang unik, itu tidak hanya berisi perintah dan pengajaran bagaimana beribadah, namun juga berisi ilmu pengetahuan, kesaksian-kesaksian perbuatan YAHWEH kepada bangsa Israel dan interaksinya dengan suku-suku bangsa lainnya. Dalam artikel ini kita akan melihat keterlibatan YAHWEH di dalam peperangan, Elohim Israel ini, dan juga Elohim orang Kristen memiliki banyak Nama, salah satunya ialah El Gibbor (Elohim Yang Mahaperkasa, the Mighty God), dengan pengertian bahwa YAHWEH adalah Pakar Perang dan Pemenang – sebab Dia kuat dan perkasa; lihat Kejadian 49:24-25, Mazmur 50:1. Nama lain-Nya yang sejenis dengan itu adalah El Elyon (Elohim Yang Mahatinggi, the Most High God); lihat Kej 14:20 dan Maz 9:3.

Contoh Kesaksian keperkasaan YAHWEH di Medan Peperangan:
1. Nabi Musa perang melawan raja Firaus dari Mesir.  Keluaran 7-12 dan 14. Orang Israel mengarak Tabut Perjanjian mengelilingi tembok Yeriko
Sebuah tongkat gembala melawan 600 kereta perang pilihan ditambah seluruh kereta perang Mesir, masing-masing lengkap dengan kaptennya dan pasukan berkuda (Kel 14:1-9).
Pasal 7 sampai 12 adalah peperangan rohani: kuasa YAHWEH melawan ilmu hitam dukun-dukun Firaun. Pasal 14 menceritakan perang fisik, bagaimana YAHWEH menahan seluruh pasukan Mesir dengan tiang awan dan tiang api yang hadir diantara dua bukit sementara Dia membelah air laut dengan hembusan angin  agar bangsa Israel (yang sama sekali tidak bersenjata) dapat menyeberangi Laut Merah menuju pantai Median (Arab Saudi). Dan setelah hampir seluruh Israel mencapai pantai, Dia mencabut tiang awan dan api-Nya untuk membiarkan tentara Firaun yang besar itu mengejar – hanya untuk mengubur mereka di tengah-tengah lautan, karena ketika mereka sampai ke tengah laut, Dia menutup kembali jalan dasar-laut tersebut. Pada peristiwa ini nampak jelas di mata orang Mesir (yang masih tersisa) dan Israel bahwa YAHWEH sendiri yang berperang menghadapi musuh umat-Nya (14:24-25 dan 30-31).
Tujuan dari perbuatan-Nya ialah membuat bangsa Mesir mengenal siapakah YAHWEH, Elohim Israel ini, seperti tertulis: Kel 14:4 – “Dan Aku akan mengeraskan hati Firaun dan dia akan mengejar mereka. Maka biarlah Aku dimuliakan melalui Firaun dan melalui seluruh tentaranya, dan orang-orang Mesir akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH; …”
Elohim rindu membebaskan bangsa Mesir dari penyembahan berhala ciptaan Firaun dan menjadi umat-Nya juga! Baca Yesaya 19, perhatikan ayat 23-25.

2. Gideon, hakim Israel perang melawan bangsa Median, Amalek dan suku-suku di seberang timur Yordan. Hakim-hakim 6:33 sampai 8:21.
300 tentara Orang-orang Muslim demontrasi menbawa bendera Jihad Islammengalahkan 135.000 tentara musuh yang berkendaraan unta-unta (7:12 dan 8:10-12).
Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata YAHWEH; sebab itu YAHWEH menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya (Hak 6:1), ayat 7 sampai 10 adalah titik balik pertobatan bangsa Israel, sehingga Gideon dipilih YAHWEH menjadi pembebas. Gideon atau Yerubaal (nama yang bermakna: ”Biarlah Baal melawan dia, karena dia telah merobohkan mezbahnya.”) telah mempersiapkan 32.000 tentara, namun YAHWEH berfirman kepada dia, “Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu (Hak 7:7). Midian terletak di Barat Saudi Arabia. Orang Midian menyembah dewi Astarte (dewa bulan) yakni dewi bangsa Phoenician (Libanon) itu nampak pada kalung-kalung berbentuk bulan sabit (crescent-shaped) pada leher unta-unta mereka (8:21-22). Orang Midian adalah indentik dengan orang Ismael yang menyembah ALLAH (8:24).[4]

3.  Asa, raja Yehuda perang melawan Zerah, raja Ethiopia. 2 Tawarikh 14.
Asa hanya memiliki 580.000 tentara, ia diserang Zerah yang berkekuatan 1000.000 (satu juta) tentara dilengkapi dengan 300 kereta perang.
Asa berseru minta tolong kepada YAHWEH, tertulis: Kemudian Asa berseru kepada YAHWEH, Elohimnya: “Ya YAHWEH, selain dari pada Engkau, tidak ada yang dapat menolong yang lemah terhadap yang kuat. Tolonglah kami ya YAHWEH, Elohim kami, karena kepada-Mulah kami bersandar dan dengan nama-Mu kami maju melawan pasukan yang besar jumlahnya ini. Ya YAHWEH, Engkau Elohim kami, jangan biarkan seorang manusia mempunyai kekuatan untuk melawan Engkau!” (2 Taw 14:11). Hasilnya adalah: Dan YAHWEH memukul kalah orang-orang Etiopia itu di hadapan Asa dan Yehuda (ayat 12).

4. Yosafat, raja Yehuda perang melawan tiga suku bangsa (Moab, Amon dan Edom). 2 Taw 20.
Sungguh, suatu perang yang sangat tidak seimbang!
Yosafat menyerukan kepada seluruh rakyatnya untuk berpuasa dan mencari YAHWEH, sementara ia sendiri mengadakan puasa doa syafaat bersama dengan penduduk Yerusalem – hadir juga para ibu dengan bayi-bayi mereka – di depan Bait YAHWEH. Yosafat dalam doanya berkata: “Ya YAHWEH, Elohim nenek moyang kami, bukankah Engkau Elohim di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada oranVladimir Lenin dewa orang Komunisg yang dapat bertahan melawan Engkau. (2 Taw 20:6)
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, raja Yosafat bersama tentaranya dan para pemimpin pujian memasuki medan perang. Ketika mereka sedang bernyanyi, keajaiban terjadi, tertulis: Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat YAHWEHlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah. (2 Taw 20:22, )
Ayat-ayat berikutnya menerangkan bagaimana YAHWEH mengalahkan musuh yang besar tersebut. YAHWEH membuat mereka saling berperang; pertama Amon dan Moab memerangi suku pegungan Seir (suku Edom; asal dari Esau dan wanita Ismael. Esau adalah saudara kembar Yakub) dan kemudian Amon dan Moab saling membunuh. Ketika tentara Yosafat melihat ke perkemahan musuh, yang nampak hanyalah mayat-mayat.[5]

Banyak lagi kesaksian seperti di atas di dalam Alkitab, namun akan terlalu panjang jika ditulis semuanya.

Akitab juga mencatat kekalahan umat YAHWEH dalam peperangan.
“Beginilah firman YAHWEH: Kamu telah meninggalkan Aku, oleh sebab itu Akupun meninggalkan kamu juga …” (2 Taw 12:5, )

Contoh bahwa YAHWEH tidak berkompromi dengan DOSA – sekalipun mereka adalah umat pilihan-Nya:
1. Tentara Israel di bawah pimpinan Jendral Yosua dikalahkan bangsa dari kota Ai. Yosua 7.
Yosua baru saja merebut kota Yerikho yang berbenteng sangat kuat dan memiliki tentara yang kuat, sedang kota Ai hanya berpenduduk sedikit. Kemenangan bagi bangsa Israel adalah di atas kertas, namun nyatanya mereka kalah.
Alkitab mencatat faktor penyebab kekalahan bangsa Israel yang memalukan ini, tertulis: Lalu berfirmanlah YAHWEH kepada Yoshua: ”Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, … Sebab itu orang Israel tidak dapat bertahan menghadapi musuhnya. Mereka membelakangi musuhnya, (Yosua 7:11-12). – ternyata seorang prajurit Israel telah mencuri barang-barang jarahan yang seharunya dimusnahkan.

2. Yerobeam, raja Israel Utara perang melawan Abia, raja Yehuda (Israel Selatan). 2 Taw 13.
Yerobeam dipilih YAHWEH untuk menjadi raja atas 10 suku Israel, ia seorang yang pintar, ia bekas pegawai raja Salomo, namun berontak dan minggat ke Mesir. Dengan 800.000 tentaranya ia menerima undangan perang dari Abia, cucu Salomo, jauh lebih muda dari Yerobeam, mimiliki kekuatan 400.000 tentara.
Ayat 14 mencatat bagaimana Yerobeam berhasil mengepung Abia, namun akhirnya ia yang kalah: Ketika Yehuda menoleh ke belakang, lihatlah, mereka harus menghadapi FRANCE-RELIGION-CHRISTIANITY-ASSUMPTIONpertempuran dari depan dan dari belakang. Mereka berteriak kepada YAHWEH, sedang para imam meniup nafiri, dan orang-orang Yehuda memekikkan pekik perang. Pada saat orang-orang Yehuda itu memekikkan pekik perang, Elohim memukul kalah Yerobeam dan segenap orang Israel oleh Abia dan Yehuda. (2 Taw 13:14-15)
Ayat-ayat sebelumnya menjelaskan, mengapa Yerobeam kalah berperang – ia adalah penyembah berhala. Ia bahkan bisa disebut sebagai pencetus penyembahan berhala patung kambing dan anak lembu emas bagi rakyatnya (2 Taw 11:13-15) dan ia juga berfungsi sebagai imam besar dari sistem penyembahan berhala yang ia buat sendiri. Detilnya baca di sini: Dosa Berat Raja Yerobeam

 3. Yoas, raja Yehuda dikalahkan raja Damshik (Damaskus) Syria yang hanya bertentara kecil. 2 Taw 24:17-27.
Alasan kekalahan Yehuda: ”… karena mereka telah meninggalkan YAHWEH, Elohim leluhur mereka (2 Taw 24:24). Yoas, 40 tahun menjadi raja. Pemerintahannya yang awalnya bagus telah berakhir tragis karena ia murtad dan menjadi penyembah berhala. Ketika ia ditegur oleh YAHWEH melalui imam Zakaria, putra dari imam Yoyada.[6] Yoas tidak bertobat malah memerintahkan rakyat merajam mati imam tersebut. Yoas dibunuh oleh dua pekerja wanita asing dari bani Amon dan Moab – dalam tradisi Israel adalah suatu hal yang sangat memalukan seorang raja tewas ditangan orang asing apalagi di tangan seorang wanita asing. Ia dianggap tidak layak untuk dimakamkan di pekuburan raja-raja Yehuda; perjalanan suci raja Yoas yang panjang berakhir pada garis finis yang salah.

Karena mata YAHWEH menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia..” (2 Taw 16:9a)

Aplikasi:Adonai Yeshua mengendarai kuda putih Wahyu 19 ayat 11-16
1. Gereja bisa belajar dari sejarah kehidupan bangsa Israel. Sukses dan gagalnya Gereja YAHWEH tergantung bagaimana Gereja berhubungan dengan Kepalanya, yakni Adonai Yeshua ha Mashiah. Ayat bacaan: Yohanes 15, Roma 11:13-36 dan 1 Korintus 10.
2. Sekelompok bangsa yang membenci bangsa Israel dan Gereja-Nya (para Pengikut ajaran Yeshua ha Mashiah baik Yahudi maupun bukan-Yahudi) haruslah ingat bahwa kedua kelompok ’bangsa’ ini tidaklah akan bisa dimusnahkan, ribuan tahun perjalanan sejarah aniaya dan sampai sekarang adalah bukti nyata – Israel tetap hadir dan Kekristenan semakin kuat. Sebab Deiti mereka bukanlah berhala atau ideologi dan tradisi buatan manusia, melainkan Pencipta alam semesta, Naman-Nya adalah YAHWEH, Dialah juga yang menciptakan Anda dan sayasedihnya, banyak orang yang masih belum bersedia menerima berkat-Nya yang besar (Yoh 1:10-14). Jadi hendaklah kita memiliki rasa hormat dan takut serta memberi kemulian dan penyembahan hanya kepada Dia saja. Ayat bacaan: Kisah para Rasul 5:12-41, perhatikan ayat 39 dan Wahyu 20:11-15.

Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran kita, supaya kita melalui kesebaran dan penghiburan dari Kitab Sucidapat memiliki pengharapan. Sekarang Elohim yang penyabar dan penghibur itu , mengaruniakan kerukunan kepada kamu satu terhadap lainnya, sesuai dengan kehendak Mashiah Yeshua , sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Elohim, bahkan Bapa Adonai Yeshua ha Mashiah kita. (Roma 15:4-6; KJV) teladan Mashiah; sehingga kamu semua yang setuju dapat dengan satu suara memuji Elohim Bapa Adonai Yeshua kita; Tindale Bible).

Catatan kaki:1. Tzebaot atau Sebaot adalah bahasa Ibrani yang berarti ”semesta alam.” Jadi YAHWEH Tzebaot artinya Elohim Penguasa sekaligus pemilik seluruh jagat raya, sebab langit, bumi dan laut beserta semua isinya diciptakan oleh YAHWEH. Baca Kejadian 2:1-3 dan Wahyu 14:6-7 serta Wahyu 21 dan 22.
2. Terjemahan bebas dari Alkitab terjemahan Inggris (pada umumnya).
3. Bahkan bangsa yang tidak percaya adanya alam roh sekalipun (tidak percaya adanya Elohim, malaikat dan roh-roh jahat) nyatanya mereka memiliki deiti-deiti, yakni jiwa dan pikirannya sendiri – ideologi dan filosofi; faham yang seperti ini memiliki banyak nama: Komunisme, Atherisme, Sekularisme, Materialisme dan sebagainya. Deiti mereka dalam peperangan – yang nampak terlihat – umumnya adalah ”peralatan pertahanan perang mereka.” Baca nubuatan Daniel 11:37-38 di KJV Bible – God of forces dan dalam Geneva Bible – Mauzzim: “That is, the god of power and riches: they shall esteem their own power above all their gods and worship it.”
4. , the Exposition of the Enitire Bible on Judge 8:21; dan ayat 24: mereka telah bercampur dan hidup bersama, atau sangat dekat satu dengan lainnya. Mengapa orang Midian disebut Ismael, sebab mereka adalah putra-putra Keturah, dan Keturah adalah Hagar ibu dari Ismael. The Targum menyebut mereka orang Arab, dan mereka nampak terbiasa mengenakan anting-anting, sebagaimana para pria di negara-negara Timur melakukannya, lihat Kej 35:4.
5. Kejadian YAHWEH membuat musuh umat-Nya saling berperang – telah terjadi juga di Perang Syria tahun 2013-14, dimana kelompok-kelompok pemberontak Sunni yang ingin menggulingkan President Assad telah menguasai banyak kota stategis, mereka mulai menyerang desa-desa Kristen dan mengancam penduduknya untuk masuk Islam secara paksa – atau dibunuh. Sehingga permohonan doa dipanjatkan oleh orang Kristen secara internasional; hasilnya adalah para militan Sunni yang terdiri banyak kelompok tersebut saling berperang – dan berakibat kalah perang di Syria! Dan sekarang kelompok militan Sunni ini pindah berperang ke Irak – memerangi Muslim Shia, ribuan Shia Irak telah terbunuh, suku Kurdi dan Kaldian di Kurdistan (Utara Irak – atau “kuno Aram”) juga terancam.
6. Yoyada, ayah Zakaria, adalah bukan hanya berjasa menyelamatkan Yoas dari pembunuhan (saat ia baru berusia satu tahun; seluruh keluarganya dibunuh oleh putri dari raja Ahab, lalu menjadi ratu selama 6 tahun), imam Yoyada lah yang mempersiapkan Yoas menjadi raja (saat berumur 7 tahun) dan menolong ia menjalankan kerajaannya. Yoyada adalah satu-satunya imam yang dikuburkan di kota Daud di samping makan raja-raja Yahuda (2 Taw 24:15-16).

Bacaan  berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Manfaat dari DOA atau SEMBAYANG


Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Mashiah akan bercahaya atas kamu.” Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak YAHWEH. (Efesus 5:14-17)

DR. Charles Stanley mendaftarkan 15 manfaat dari melakukan DOA atau SEMBAYANG. Pada seri kotbah Life Principal sessi ke 27 yang berjudul PRAYER: Our Time-Saver, DR. Charles Stanley menjelakan betapa sangat pentingnya WAKTU, dari pengalaman panjang kehidupannya sendiri ia menyimpulkan: Yang terpenting di dalam kehidupan saya – yang menjadikan saya produktif – adalah bukan apa yang saya lakukan, tetapi ada berdiam diri mendengarkan Dia dan membaca Firman-Nya terlebih dahulu.
Yeshua sedang berdoaAdonai Yeshua Ha Mashiah, adalah contoh orang yang sangat efektif di dalam menggunakan waktu-Nya. Pelayanan-Nya yang singkat di bumi – hanya tiga tahun enam bulan (3 ½ tahun) – namun telah menghasilkan dampak positif yang begitu besar bagi seluruh Dunia. Kitab-kitab Injil mencatat bahwa Yeshua banyak sekali berdoa dari awal pelayanan-Nya sampai tugas-Nya yang terakhir – yakni mengorbankan diri-Nya tersalib di bukit Golgota – Ia melakukan doa;

  • saat masih berdiri di sungai Yordan selesai dibaptis, Ia berdoa (Luk 3:21);
  • sebelum memilih dan menetapkan 12 murid-Nya, Ia berdoa terlebih dahulu (Luk 6:12-13);
  • sebelum dan selesai pelayanan, Ia berdoa (Luk 9:28);
  • menghadapi tugas akhirnya yakni sebagai Anak Domba Paskah Elohim (memberi nyawa-Nya sendiri sebagai darah penebusan bagi dosa seisi dunia), Ia berdoa (Mat 26:36; Mark 14:32).

Doa adalah kunci keberhasilan Yeshua di dalam menjalankan tugas-tugas-Nya sebagai Hamba Elohim Yang Diurapi YAHWEH atau Meshiah, dan bukti nyata hubungan-Nya yang erat dan indah dengan YAHWEH Tsebaot, Bapa-Nya. Itulah sebabnya murid-murid-Nya tertarik untuk belajar prinsip berdoa yang benar dari Guru mereka tersebut (Luk 11:1-4 dan Mat 6:5-13). Yeshua sendiri, dengan perumpamaan-perumpamaan yang radikal, menegaskan kepada murid-murid-Nya agar mereka tidak jemu-jemunya berdoa (Luk 11:5-10 dan Luk 18:1-8).

Inilah daftar 15 manfaat dari Doa atau Sembayang tersebut:
1. Memberi kita petunjuk moment yang jelas, membuang kebingungan. Belajarlah dari raja Yosafat ketika ia menghadapi musuh yang besar; 2 Taw 20.3. (Gives us clear, timely direction, eliminating confusion.)
2. Mencegas kita dari membuat keputusan-keputusan yang salah. Belajar dari rasul Paulus diarahkan Roh Kudus ke Filipi, Makedonia sebelum menginjil ke Asia. (Kis 16:6-15). Jemaat Filipi dikemudian hari menjadi salah satu penopang pelayanan Paulus (Fil 1:1,7-8). (Prevents us from making wrong decisions.)
3. Membuang kekuatiran dan kecemasan (Eliminates worry and anxiety). Lihat Filipi 4:6-7
4. Menghasilkan rasa ketenangan dan kedamaian (Produces a sense of calmness and peacefulness).
5. Mengundang Elohim ke dalam aktivitas kita. Ini akan membuat kita lebih produktiv. Lihat Amsal 3:5-6 (Invites God into our activity).
6. Memberikan kita keyakinan (Gives us confidence).
7. Menghilangkan resah (Eliminates fretting)
8. Mempertajam kepekaan kita di dalam membedakan sesuatu (Sharpens our discernment)
9. Memberikan kita titik-pandang Elohim (Gives us God’s viewpoint)
10. Membawakan kita kekuatan (Bring us energy)
11. Mencegah kita dari ada terganggu (Prevents us from getting distracted)
12. Mengingatkan kita tentang perlunya untuk bertindak (Remind us of the necessity to act)
13. Mencegah ketidak-puasaan (Prevent discouragement)
14. Membuka pintu-pintu kesempatan (Opens doors of opportunity). Lihat Kol 4:1-6
15. Memampukan kita untuk membedakan antara kesibukan dan keberhasilan (Enables us to discern between busyness and fruitfulness).

”Setiap menit pada kehidupan kita membawa kita semakin mendekati kepada kematian, semakin mendekati kita kepada kekekalan (ada bersama Adonai Yeshua selamanya atau terpisah dari Dia selamanya),” DR. Charles Stanley

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Alasan Kyai Haji Saifuddin Ibrahim dari NTB berpindah ke Kristianiti


Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”  (Matius 5:14-16)

Saifuddin Ibrahim, atau Abraham (nama Kristennya), ayah dari 4 orang anak, dalam kesaksiannya memberikan beberapa alasan prinsip mengapa ia sebagai Kyai Haji dan sekaligus Guru Besar Universitas Muhammadiah meninggalkan jabatan, popularitas serta warisan, dan sekarang menjadi Penginjil dan hamba dari Adonai Yeshua Ha Mashiah; isterinya terkejut dan menangis berhari-hari, dan berkata kepadanya, ”Kamu pikir kamu itu siapa? Kowe itu Kyai! Kok iso-isone dhadi wong Kresten? (Kamu itu Kyai! Kok bisa-bisanya [kamu] jadi orang Kristen?). Peristiwa ini meneguhkan perkataan Yeshua yang berbunyi:  “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”(Mat 13:44-46)

Ketika Sadam Husein, putranya, mengetahui ayahnya telah menjadi orang Kristen, Sadam bertanya ”Mengapa ayah masuk Kristen?” Shariffudin memberi beberapa alasan.  Daftar alasan Saifuddin Ibrahim meninggalkan Islam di bawah ini saya buat berdasarkan dua buku tulisannya sendiri: Kenapa Saya Memilih Kristus (KSMK) dan Dialog Dengan Saddam Husein (DDSH). Dikelompokan dalam katagori:

  • Alasan Doktrinal Yohanes 14 ayat 6
  • Pengalaman pribadi
  • Panggilan Elohim pada diri Sarifuddin.

Artikel ini hadir untuk memberi pencerahan rohani bagi setiap pembaca, dan khususnya  menolak tuduhan kosong seorang Muslim di ForumMuslimMenjawab.com yang mengatakan Saifuddin Ibrahim sebenarnya seorang Misionari. Linknya tersedia di bawah. Dan pada link yang sama si penulis Muslim ini juga menyatakan tuduhan sejenis atas murtadnya Samuel Hermawan (nama Kristen; lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri / STAIN, di Bandung), Yusuf Roni (orang Palembang, yang sangat dikenal di berbagai organisasi pemuda Islam untuk wilayah Jawa Barat sebelum ia meninggalkan Islam. Tahun 1979, saya pribadi pernah menghadiri kesaksian pertobatanya di sebuah Persekuan Doa di Jakarta), Ali Markus (ex-anggota FPI), Ergun Caner (orang Turki hidup di AS; bapanya adalah pendiri mesjid di AS, Ergun dan Emir Caner penulis buku Unveiling Islam: An Insider’s Look at Muslim Life and Beliefs.Saya pribadi pernah membaca buku ini dan mendengarkan kesaksian pertobatan Ergun. Kakak beradik ini dua di antara banyak Muslim yang pindah ke Kristianiti). Fakta ialah para pemimpin Muslim Indonesia sadar apa yang sesungguhnya terjadi di dalam tubuh Islam Indonesia. Lihat juga Kampanye Save Maryam: 2 juta Muslim Indonesia murtad/tahun; benar tidak?
Kita tahu di dalam Islam, jika ada anggota keluarga yang pindah ke Kristianiti, maka pribadi itu akan dihapus dari keanggotaan keluarga, bahkan komunitasnya menolak pribadi tersebut, jadi “tidak di dapatinya data para ex-Muslim” bukanlah alasan yang benar bahwa para ex-Muslim tersebut adalah “Muslim-muslim palsu.” Demikian juga karena alasan “tidak bisa bahasa Arab,” jika standar ini dipakai maka logisnya ialah 90-95 % Muslim Indonesia adalah “Muslim-muslim palsu.” Muslim menolak para ex-Muslim adalah suatu dosa membunuh – tidak mengampuni indentik dengan dosa membunuh, berakhir di Neraka (1 Yoh 3:15), dan menuduh mereka sebagai “Muslim palsu” adalah tergolong dosa lainnya: dosa berdusta. Yeshua Ha Mashiah sebagai Hakim Akhir Jaman berkata bahwa para pembunuh dan pendusta akan dilempar ke Neraka (Wahyu 21:8). Tambahan kesaksian Ex-Muslim dari berbagai negara bisa dilihat di bawah.

Baca juga: Kesaksian K.H. Hamran Ambrie – Dari Pejuang Islam menjadi Pemberita Injil Yeshua Ha Mashiah

Latar belakang Saifuddin Ibrahim. [1] Lahir dan besar dari keluarga Muslim, ayahnya adalah guru agama. Pamannya adalah pendiri Muhammadiyah di Bima, mertuanya tokoh Islam di Jepara. Lulus dari SMA di Bima, Nusa Tenggara Barat, ia kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Ushuluddin jurusan Perbandingan Agama. Lulus kuliah menjadi pengajar di Bangsri Jepara 1996, dan mengajar di Pesantren Darul Arqom Sawangan Depok Jawa Barat. Tahun 1999, ia mulai mengajar NII Al-Zaytun Panji Gumilang di Haurgeulis Indramayu, suatu pesantren terbesar di Indonesia, dan memiliki mesjid yang bisa menampung 150.000 jemaat. Selama enam tahun ia mengajar Kuran, hadits, aqidah, akhlak, sejarah kebudayaan Islam dan jurnalistik. Ia adalah dewan guru paling dikenal oleh para santri dan wali santri, dan dikenal baik oleh masyarakat Haurgeulis-Indramayu. Ia adalah salah satu tokoh Muhammadiyah yang sangat aktif menyerang Kristianiti.  Kefanatikkannya terhadap Islam juga nampak dari pemberian nama kepada putranya: Fikri Khomeini, Mu’ammar Kadzafi, Saddam Husain.
Darah Yeshua di salib adalah Jembatan kepada Hidup KekalNamun ajaib, tepat seperti Adonai Yeshua Ha Mashiah telah berfirman: ”Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. (Wah 3:7), Roh Elohim mulai bekerja di dalam hidupnya – saat ia mulai kuliah di Universitas Muhammadiyah, ia mulai belajar isi Alkitab (untuk dimuridkan oleh dosennya bagaimana menyerang iman orang Kristen). Puncaknya, di akhir November 2005, setelah enam tahun menjadi dewan guru pesantrin Al-Zaytun Panji Gumilang ia dihadiahi oleh para tamunya 1400 buah Alkitab. Para tamunya adalah orang-orang dari The Gideon International cabang Jakarta dan Cirebon, benih Firman Elohim mulai tumbuh dan menerobos keluar tanpa terbendung. Pada tanggal 4 Maret 2006 – kurang dari tiga bulan –  ia berangkat dari Indramayu ke Cirebon untuk minta dilayani bagaimana menjadi orang Kristen, dihadapan 18 hamba YAHWEH dari beberapa kota, ia mengaku menjadikan Adonai Yeshua Ha Mashiah menjadi ADONAI  dan RAJAnya!

Di bawah ini adalah alasan-alasan mengapa Kyai Haji Sariffudin Ibrahim meninggalkan Islam agama yang ia telah tekuni sejak kecil dan menjadi orang Penginjil Kristen justru setelah menjadi Kyai.

A. Alasan Doktrinal. ”Setelah dibaca secara seksama maka Al-Quran sangat meragukan, kalau itu datang dari Allah,” Saifuddin Ibrahim.[2]
1. Perbuatan Muhammad [3]

  • Muhammad 27 kali terjun perang dan lebih dari ratusan kali mengirim pasukan untuk memerangi suku-suku yang lebih lemah. Sebaliknya ajaran Yeshua adalah KASIH. Dalam Perjanjian Baru tidak ada ayat yang membolehkan membunuh. [Muhammad hidup sekitar 600 tahun setelah Yeshua Ha Mashiah].
  • Hadits dalam Bab ”Menyusui Orang Dewasa” memerintahkan isteri untuk menyusui pria-pria yang bukan suaminya. Saifuddin berkata, ”Adil Imam dari Mesir masuk Kristen karena perintah Muhammad tersebut.” Lebih lanjut  ia menulis fatwa ini berlaku di abad 21: ”Arab Saudi, Mesir, Maroko telah memfatwakan mewajibakan seorang ibu rumah tangga untuk menyusui para pria pembantu: tukang masak, kebun, sopir menaruh mereka sederat dengan suaminya.” [4]
  • Surah-surah meneguhkan bahwa Muhammad tidak bisa melakukan satu mujizat pun, tidak seperti nabi-nabi di Alkitab. Surah 6:37; 13:7

2. Ajaran Kuran bertolak belakang dengan Alkitab. Ajaran Kuran memberi pola pikir bahwa orang Islam Yesaya 40 ayat 8 Firman Elohim kekal selamanyawajib hukumnya membela agama, membela nabi (Muhammad) dan membela Allah (jihad); kebalikan dari orang Kristen, sebab Alkitab mengajar Tuhan (Adonai) bisa membela dirinya sendiri, bahkan Ia membela orang Kristen. ”Itulah sebabnya tidak ada orang Kristen yang membakar mesjid,” dan ”Pendeta mendoakan orang Islam, dan menyebut Muslim sebagai saudara sepupu, sementara (pemimpin Islam) di kotbah Jumat mengutuk Yahudi dan Kristen, menyebut mereka sebagai kaum kuffar.”[5]Ia mendaftarkan 10 point perbedaan apa yang sesungguhnya diajar Alkitab dan di Kuran; diantaranya:[6]

  • Orang Muslim di Sorga akan minum arak (Surah 83:25), [yang dibumi saja sudah dilarang, bahkan oleh negara dan tidak dianjurkan oleh dokter.] Bandingkan dengan Pengkotbah 10:16-17, Rom 13:11-14.
  • Kuran menulis di Sorga akan ada perkawinan (S 55:76), bahkan menurut hadits, para Muslim yang mati karena berjihad akan mendapat 72 bidadari. Yeshua berkata sebaliknya, Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.” (Mat 22:30)
  • Kuran mengklaim Muhammad dikenal baik oleh pengikut ajaran Alkitab ”seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri” (S 2:146). Sebaliknya Muhammad tidak dikenal di Alkitab sama sekali, tidak pernah dinubuatkan.
  • Isteri-isteri boleh dipukul (Surah 4:34), sebaliknya Alkitab bukan hanya tidak boleh memukuli isteri, lebih lagi mereka harus dikasihi (Ef 5:25)

Bacaan sejenis:

3. Banyak sekali ayat-ayat Kuran yang meragukan imannya [7]
3.1. Ayat-ayat Kuran saling bertentangan satu dengan lainnya. Surah 4:82  – ”Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” terjemahan lain: Had it been from other than Allâh, they would surely have found therein much contradictions (NQ)[8]. – surah ini mengklaim superioriti Kuran, namun juga menjadi batu sandungan bagi Kuran itu sendiri.

  • S 4:82 mengklaim Kuran pasti dari Allah, namun S 69:40 berbunyi: Sesungguhnya Al-Quran itu adalah perkataan Rasul [Muhammad; lihat S 27:91 sebagai contoh].”
  • Allah Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana, namun dalam S 4:80 tertulis sekalipun 70 kali orang Muslim memohon ampun bagi orang fasik, Allah tidak akan mengampuni dia. Ajaran Kuran ini sangat bertolak belakang dengan Alkitab- Yeshua sendiri mengajar untuk semua pengikut-Nya mengampuni orang lain 7 x 70. Baca Yehezkiel 33:10-11.
  • Pada satu sisi Kuran mengatakan Alkitab adalah petunjuk dan cahaya serta kitab-kitab Allah dan Yahudi serta Kristen adalah saksi Kitab Suci tersebut (S 5:44), rugi jika tidak percaya (S 2:121), siapa yang memperselisihkan Alkitb adalah manusia yang menyimpang (S 2:176); tetapi di lain surah, Kuran menuduh kedua kelompok tersebut sebagai pembohong, menuduh telah mengkorupsi Alkitab (S 3:78). [Fakta adalah Firman Elohim berkata Alkitab tidak boleh ditambah dan dikurangi, sementara di dalam ilmu agama Islam ada pelajaran ”pembuangan, penggantian dan penambahan surah-surah di Kuran”]
  • Kiblat sembayang berpindah dari kota suci Yerusalem ke kota Mekkah, setelah orang Yahudi menolak kenabian Muhammad (S 2:144 & 27:91)
  • Kitab Suci sebelumnya mengajar ”Kasihilah sesamamu manusia” (Im 19:18, Mat 5:44), namun ”nabi terakhir” mengajar ”perangilah musuh Allah dan rasul-Nya (Muhammad) (S 2:190-191, 9:5, 123; 47:4 dll.) bahkan menghalalkan membunuh orang Yahudi dan Kristen yang adalah Umat Perjanjian-Nya (S 9:29)
  • Yang lebih meruntuhkan imannya adalah Allah di Kuran adalah Allah yang sewenang-wenang, ia menyesatkan orang yang ia mau sesatkan (S 16:93, 6:125), berbeda sekali dengan Allah di Alkitab yang mencari dan menyelamatkan yang tersesat (Yoh 3:17 & 12:47).

3. 2. Banyak ayat-ayat Kuran yang bertentangan dengan sejarah Alkitab, sebagai Kitab Suci yang lebih awal. Dari 10 point, diantaranya: [9]

  • S 2:34 – Allah menyuruh malaikat menyembah Adam dan malaikat menolak. Alkitab tidak pernah meyuruh malaikat menyembah manusia, kecuali Yeshua, Putra Elohim, Alkitab mencatat Setan / Iblislah yang tidak mau menyembah Elohim
  • Abraham dibakar di dalam api karena imannya (S 21:68), Alkitab menulis itu terjadi pada Sadrak, Mesakh dan Abednego oleh raja Nebukadnezar. Perbedaan waktu hidup Abraham dan Sadrak sedikitnya 1400 tahun.
  • Musa diangkat anak oleh isteri Firaun (S 28:9), Alkitab menulis oleh puteri Firaun (Kel 2:5)
  • Kuran menulis Haman hidup di Mesir pada jaman Musa; Haman terdapat pada kitab Ester – beda tempat dan waktu. ”Raja Ahasyweros dengan raja Firaun berbeda zaman dan tempat bagaimana bisa berbeda jauh? Adakah ahli sejarah Islam yang bisa membantu saya?” Saifuddin menulis
  • Kuran menulis ibu Yeshua bernama Maryam saudara dari Harun; Alkitab menulis Maryam dan Harun adalah kakak-kakak dari Musa. Beda waktu dan orang. S 19:23 menulis Yeshua lahir di bawah pohon korma, Alkitab menulis di dalam palungan (di kandang domba) (Luk 2:7, 12, 16)
  • Isa (Yeshua) tidak mengalami kematian sama sekali (S 4:157-158), namun S 19:15 & 33 tertulis Yeshua meninggal dan bangkit dari kematian.

Mazmur 119 ayat 105 Your Word is a lamp and a lightB. Pengalaman pribadi [10]
1. Islam tidak mampu mengisi kehampan hatinya. Sejak ’nubuatan’ pemimpin pesantren Haurgeulis Indramayu, kepada dirinya: ”Kalau ustadz Saifuddin Ibrahim yang diutus ke acara Natalan, bisa-bisa nanti pulang jadi pendeta Abraham,”  – perkataan kelakar ini disambut tertawaan semua yang hadir – di akhir tahun 2005 tersebut ia mulai mengalami rasa jenuh, tawar dan hampa. Mulai dihinggapi perasaan takut akan dosa, takut mati. ”Saya sepertinya hidup tanpa harapan lagi. Saya jatuh ke dalam sumur tanpa dasar,” ia menulis.
2. Kuran mendorang ia untuk mencari jawaban dari Alkitab [fondasi dari semua Theoisme]. Sebagaimana Muhammad diperintahkan Elohim: S 32:23; 6:92. Sebab Muhammad hanya seorang pemberi kabar (S 18:110). Surah 43:61 – Sesungguhnya Isa [orang Kristen menyebutnya: Yeshua / Yesus] benar-benar mengetahui hari Kiamat, maka janganlah kamu ragu tentang Kiamat. Ikutlah aku (Isa), inilah Jalan Yang Lurus.” ”Semakin tegap langkah saya mengikuti shirotal mustaqim yaitu Yeshua Ha Mashiah. Dialah Jalan, Kebenaran dan Hidup!” Syariffudin menulis.
3. Ajaran Alkitab ajaran yang ajaib baik saat sekarang maupun masa depan. ”Lebih kaget lagi tatkala saya belajar dan membandingkan sendiri isi kedua kitab suci ini, maka sayang sekali kalau saudara muslim tidak membaca sendiri Alkitab. Baru saya sadar bahwa ayahibu saya dan kakek moyang saya sengaja menyembunyikan kekristenan sebagai ajaran yang ajaib dan luar biasa bagi hidup toleransi dan damai masa depan.” Saifuddin Ibrahim. Dicontohkan: Terkesan dengan kebaikan orang Kristen. Pemuda dari Bima ini bercerita kejadian di dalam bus di Jakarta, ketika ia ingin mengunjungi rumah bibinya. Pemuda Kristen yang duduk di sebelahnya bertanya mau kemana, dan Sariffudin menunjukkan alamat yang tertulis di kertas. Pria itu tanpa diminta menawarkan jasanya ”boleh saya antar?” Pria Kristen ini membayar ongkos bis, becak, bertanya kepada orang-orang untuk menemukan alamat, dan mengantar dirinya sampai ke rumah bibinya. Ketika Sariffudin ingin memberi uang, pria yang lebih tua sekitar tiga tahun dari dirinya ini hanya tersenyum dan menolak dengan halus, ”Saya masih punya, terima kasih.”

”90% manusia beragama [Islam] karena ikut orang tua. Bukan karena kesadaran atau belajar kebenaran,” Shariffudin Ibrahim

Yeshua Ha MashiahC. Panggilan Elohim pada diri Sariffudin [11]
1. Pernah membaca Alkitab

  • pada masa kecilnya.  Ia telah mengenal sebagian isi Alkitab sejak di bangku SD. Ia memiliki Kitab Perjanjian Baru, Mazmur dan Amsal yang ia baca setiap ada kesempatan bahkan sering dibacanya dengan suara keras. Sampai suatu hari ibunya mendengar, lalu mengambil kitab itu dan menyembunyikannya. ”Nanti kamu akan masuk Kristen,” ibunya berkata.
  • Pada waktu kuliah agama. Sejak kuliah agama Islam ia diajar isi Alkitab oleh Kiai Arkanuddi Solo, dan ia sendiri rajin membaca Alkitab  – hanya untuk satu tujuan: ”bukan untuk mencari kebenaran, melainkan untuk mencari ayat-ayat yang dapat menunjang pendirian saya sebagai mubaligh muda dan untuk menyerang orang Kristen,” tulisnya. (Lukas 24:25 )

2. Mimpi duduk bersama para nabi. Setelah ia jadi orang Kristen ia sekarang mengerti arti mimpinya saat menjelang ujian Sekolah Dasar. Dalam mimpinya ia duduk bersama-sama nabi-nabi besar di musholanya. Di sebelah kanannya adalah Nuh, Abraham dan Musa lalu Yeshua, namun nabi Muhammad ada di sisi kirinya.

Penutup. Sekalipun isterinya menawarkan dirinya sendiri untuk dimadu dengan syarat suaminya ini balik ke Islam dan juga minta dicerai. Dalam Hukum Islam pria boleh memiliki 4 orang istri, namun istri dilarang memiliki lebih dari satu suami. Sariffudin menolak praktek poligami dan menolak menceraikannya, sebaliknya ia tetap setia dan mendoakan isterinya. Ia berpegang pada prinsip Kristianiti untuk setia kepada satu istri. Karena perubahan hidup Abraham, Sariffudin Ibrahim yang telah lahir baru, dan kepatuhannya kepada ajaran Adonai Yeshua Ha Mashiah, sehingga istrinya yang kuat di dalam Islam akhirnya dapat melihat kebenaran dan kuasa Yeshua. Akhir Desember 2008 istrinya menjadi percaya kepada Yeshua dan memberi dirinya dibaptis.[12]

Bacaan kesaksian berkait:

Referensi:

Catatan Kaki:
[1] Rangkuman dari buku Saifuddin Ibrahim, Kenapa Saya Memilih Kristus (KSMK)
[2] Saifuddin Ibrahim, Dialog Dengan Saddam Husein (DDSH), Pendahuluan
[3] DDSH, Bab 1: Kalau ada mujizat, saya masuk Islam lagi
[4] DDSH, Bab III Sepuluh Perbedaan Cerita
[5] Saifuddin Ibrahim, DDSH, Pendahuluan
[6] DDSH, Bab IV Agama Legitimasi
[7] DDSH, Bab I:
[8] NQ: versi the Nobel Qur’an
[9] DDSH, Bab II Sepuluh Perbean Cerita
[10] KSMK, Bab II. The Gideons
[11] KSMK, Bab VI Yesus waktu aku kecil
[12] KSMK, Bab VII Tetap Teguh

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kesaksian Tass Saada, ex-terrorist PLO dirubahkan hidupnya oleh Yeshua


Tass Saada dan buku kesaksiannya Ini adalah kesaksian seorang pejuang Palestina, penembak jitu Fatah yang dilatih untuk membunuh orang-orang Yahudi, dan sekarang menjadi pemberita Injil dan perdamaian antara Arab dan Israel oleh karena kesaksian hidup Charlie Sharpe.
Tass, lengkapnya Taysir Abu Saada, telah berkeliling dunia bersaksi tentang perubahan hidupnya dan mengajar apa sesungguhnya akar dari konflik Timur Tengah dan bagaimana jalan keluar yang terbaik. Artikel di bawah ini diterjemahkan dari JewishRoot.net yang sumber aslinya sebagian besar diambil dari kesaksian Taas di Jemaat Tiferet di Tel Aviv.
Di depan para hadirin yang terdiri dari para Kristen Yahudi Arab dan Kristen Arab di Tel Aviv, Saudara Taas membuka kesaksiannya dengan meminta maaf terlebih dahulu kepada mereka semua atas nama orang-orang Muslim Palestina, “Pertama dari semuanya saya memohon maaf dari orang-orang Yahudi dari semua hal yang saya telah lakukan melawan kalian pada masa lampauketika saya adalah bagian dari Fatah dan melayani Yasser Arafat. Saya juga memohon maaf dari para saudara-saudariku orang Arab sebab ketika saya tidak memerangi orang-orang Yahudi saya telah mencari orang-orang Kristen di Yordania dengan tujuan menghancurkan rumah-rumah mereka dan membunuhi mereka. Saya sungguh memohon maaf dari kalian semua.”

Tass, bersama Dean Merrill, telah menulis kesaksiannya yang lengkap dalam sebuah buku berjudul Once an Arafat Man: The True Story of How a PLO Sniper Found a New Life

[Dijual ke orang Yahudi, bergabung ke Fatah]
Saya dilahirkan di Gaza. Orang tua saya aslinya dari Jaffa, Sebelum perang pada tahun 1948 [satu hari setelah Israel merdeka, Israel diserbu oleh negara-negara tetangganya], orangtuaku, seperti sisa keluarga Arab di Israel, mendengar panggilan dari bangsa-bangsa Arab untuk sementara waktu meninggalkan Israel selama perang; dan mereka mentaatinya, meninggalkan rumah mereka. Orang tua saya melarikan diri ke Gaza, dengan pikiran mereka bisa kembali lagi nanti. Tetapi seperti kita ketahui, orang Arab yang kalah perang dan orangtua saya tinggal di Gaza.
Segera setelah saya lahir kami berimigrasi ke Arab Saudi dan saya dibesarkan sebagai imigran Palestina yang telah meninggalkan negaranya. Orang-orang Saudi sering melecehkan kita, menuduh kami menjual tanah kami kepada orang Yahudi dan kemudian datang untuk tinggal di tanah mereka. Jadi saya dibesarkan di Arab Saudi dengan banyak kebencian terhadap orang-orang Yahudi – mereka telah menyebabkan saya untuk berimigransi dan kehilangan tanah milik kami. Saya berharap bahwa jika seandainya saat itu saya telah mengenal firman Elohim, maka saya akanlah mengetahui kebenaran bahwa bukanlah orang-orang Yahudi yang menyebabkan saya telah menjadi seorang imigran, tapi  para Muslim dan sistem Islamnya.

Ketika saya berusia sepuluh, orang tua saya memutuskan untuk pindah ke Qatar. Setelah Perang Enam Hari, saya merasa seolah-olah saya sedang mengalami gangguan saraf dan kebencian saya terus tumbuh dan tumbuh. Saya saat itu tidak mengerti bagaimaPerang Enam Hari Israel diserbu dari berbagai penjuruna kami bisa kalah begitu banyak peperangan melawan Israel; kami yang lebih besar daripada Israel dalam jumlah penduduk dan ukuran; Kami memiliki lebih banyak peralatan perang – semua yang kami miliki adalah lebih daripada yang mereka miliki; namun kami kalah perang melawan Israel. Saya berpikir saat itu bahwa sekali lagi para pemimpin kami menjual kami kepada orang Yahudi. Karena itu saya memutuskan untuk pergi dan memperjuangkan tanah kami, yang saya dahulu percaya itu adalah milik kami. Saya pergi ke ayahku dan meminta izin untuk saya boleh bergabung ke Fatah. Dia berkata, “Putra (ku), apa yang kamu sedang bicarakan? Kamu harus melanjutkan studimu dan mendapatkan pendidikan. Tinggalkan pikiran-pikiran itu sendirian!”

Namun saya tidak mendengarkannya. Saya menandatangani fomulis aplikasi atas namanya dan meninggalkan Qatar pergi ke Syria, dan di sana saya bergabung dengan gerakan Fatah, yang membuat saya pindah ke Jordan. Saya berlatih keras dan terlibat dalam banyak kegiatan dan tindakan, tetapi orangtuaku tidak berdim diri atas diriku. Mereka terus mencari saya, dan akhirnya pada tahun 1970 mereka menemukan saya melalui beberapa teman. Ayah saya meminta saya untuk kembali ke Qatar sehingga ibu saya akan mengetahui bahwa saya masih hidup; dan kemudian, ia mengatakan bahwa mereka akan membiarkan saya kembali ke Jordan. Saya setuju untuk rencana ini dan pergi mengunjungi mereka.

Ketika saya memasuki Qatar ayah saya mengambil paspor saya dan mengatakan kepada saya bahwa saya tidaklah akan kembali ke manapun kecuali sekolah. Saya sangat kecewa dan marah tapi aku tetap mendengarkan ayahku dan kembali ke sekolah. Di sana saya tidak bahagia sama sekali dan hati saya dipenuhi dengan kemarahan. Saya membenci seluruh dunia dan terus menerus membuat banyak kesulitan di sekolah.

Suatu kali saya marah pada guruku dan sehingga dengan pisau saya mengejar dia tetapi siswa lainnya menahan saya, itu membuat saya secara serius menyakiti diPejuang Fatahriku sendiri dengan pisau tersebut. Mereka membawa saya ke rumah sakit dan mereka menyelamatkan saya.
Kemudian saya melihat guru itu datang tempat parkir mobil. Saya mendekatinya dan menembaknya. Saya pikir saya telah membunuhnya dan begitu terkejut ketika saya menemukan dia masih hidup. Saya mengatakan kepadanya, “Anda masih hidup?” dan dia menjawab, “Terima kasih Elohim!” Itu pastinya tangan Elohim yang membelokkan peluruku, karena saya telah dilatih sebagai penembak jitu dan tidak meleset dari target apapun. Sekarang saya berterima kasih kepada Dia bahwa tembakan itu tidak mengenai target. Setelah kejadian itu diputuskan untuk mengusir saya dari sekolah dan dari Qatar.

Ayah saya memberikan dua pilihan – saya boleh pergi ke Inggris atau ke Mesir. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak ingin pergi kedua negara itu, namun ke Amerika Serikat. Dia mengatakan bahwa itu adalah negara setan besar, tetapi saya tidak mengubah pikiranku. Mengapa saya memutuskan untuk pergi aku masih tidak tahu, karena kemudian AS dan Israel adalah bagi saya hal yang sama – musuh. Tapi saya tetap ingin pergi.

[Memburu kewarganegaraan Amerika Serikat, tertangkap oleh Charlie Sharpe]
Setelah beberapa bulan dan banyak masalah yang saya perbuat kepada orang tuaku, akhirnya ayah berkata saya bisa pergi kemanapun asalkan itu jauh dari mereka. Jadi dalam Februari 1974 aku pergi ke Amerika. Aku tinggal bersama seorang teman untuk sementara dan kemudian pindah ke Kansas City. Saya perhatikan bahwa Amerika tidak melakukan diskriminasi terhadap saya dengan cara apapun. Sebagai Palestina itu membuat saya senang bahwa mereka tidak melihat saya sebagai seorang imigran atau seorang pengungsi. Saya bertanya teman-teman saya apa cara terbaik untuk tinggal di Amerika, yang dijawab oleh mereka menikahi orang Amerika. Jadi saya memutuskan untuk mencari seorang gadis Amerika. Tujuan saya adalah untuk menikahi seorang Amerika hanya untuk mendapatkan kewarganegaraan dan kemudian menceraikannya. Tapi terima kasih Elohim bahwa Dia telah memiliki rencana yang lebih baik untuk saya daripada yang saya miliki untuk diriku sendiri  dan sampai hari ini wanita Amerika ini tetap isrtiku!

Selama 19 tahun berlalu sebelum saya menerima Yeshua sebagai Mashiah (Juruselamat) saya, isteriku terus menerus memberitahu saya bahwa dia mencintai saya, dan saya hanya mengatakan kepadanya, “Terima kasih.” Saya saat itu tidak pernah merasa cinta terhadap dia, tetapi ketika Yeshua memasuki hatiku, pada minggu yang sama saat saya duduk di ruang tamu dan melihat istri saya tiba-tiba saya merasa api cinta dalam hatiku terhadap dia dan saya mengatakan kepadanya bahwa saya mencintainya! Dia berasal dari Irlandia, jadi dia hanya menatapku dan bertanya apa yang saya inginkan dari dia! Saya bersyukur kepada Elohim bahwa Dia telah mengubah sikap saya terhadap istriku.

Ketika menikahinya, ayahku berhenti mengirim saya uang. Dia mengatakan kepada saya bahwa jika saya ingin menikahi seorang gadis Amerika saya sendiri harus bertanggung jawab atas wanita itu, jadi saya pergi untuk mencari pekerjaan. Saya mendapat pekerjaan di sebuah restoran Perancis sebagai pencuci piring. Dan kemudian menjadi waiter (pelayanan meja di restoran). Pada hari pertama sebagai waiter  itu menakutkan sebab saya belum pernah berhubungan langsung dengan orang-orang. Saya pergi ke meja pertama dan di sana duduk seorang pria bernama Charlie duduk disampingnya seorang wanita yang sangat cantik dan ia sibuk berbicara dengan wanita tersebut.
Ketika saya mengambil piring-piring bekas mereka kedua tanganku gemetar. Charlie melihat kepadaku dan berterima kasih. Saya terkejut dengan ucapan terima kasih orang kaya ini yang berdiri menunggu dia makan. Bagi kami di Timur Tengah hal itu suatu yang aneh. Saya memutuskan untuk menunggu dia setiap kali ia datang ke restoran dan saya selalu memberi pelayanan yang terbaik kepadanya. Perlahan-lahan saya dipromosikan dan suatu hari saya menjadi meneger ruang restoran dan hubungan saya dengan Charlie terus bertumbuh.

Selama 19 tahun saya bekerja di beberapa tempat lain, tetapi saya tetap kembali ke tempat ini. Saya telah sukses dalam bisnis restoran dan hotel. Pada tahun 1991, saya kembali ke restoran itu dengan tujuan untuk membelinya. Pada saat Taysir Tass Abu-Saada sedang bersaksiitu YAHWEH benar-benar mulai untuk berurusan dengan saya, meskipun saya tidak tahu pada saat itu.
Saya menandatangani kontrak dimana dalam dua tahun saya akan mengambil alih restoran. Charlie tahu bahwa saya akan menjadi pemilik restoran dan ia tahu bahwa saya akan membeli sebuah bangunan baru untuk memindahkan restoran tersebut, jadi dia mulai untuk membantu saya.

Pada bulan Februari, ia datang kepadaku dan bercerita tentang sebuah bangunan indah yang saya perlu untuk melihatnya. Saya bertanya kepadanya rincian bangunan itu, ternyata itu tempat yang saya telah kunjungi tiga hari sebelumnya. Bangunan ini bekas ruang penguburan. Sebagai seorang Muslim, saya tahu bahwa setiap tempat yang berurusan dengan orang mati diyakini berisi dengan setan dan roh-roh jahat. Ketika saya pergi saya merasa sangat takut.
Ketika Charlie bercerita tentang bangunan saya mengatakan kepadanya bahwa saya sudah melihatnya dan bercerita bahwa saat saya masuk saya merasa begitu ada banyak setan. Dia tertawa dan kemudian memandangku dan bertanya: “Tass, apakah kamu tahu mengapa kau begitu takut?” Saya berkata ”saya tidak takut.” Dia kemudian mengatakan kepada saya itu disebabkan oleh karena saya tidak memiliki takut akan Elohim. Saya sangat terkejut dan saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak mengerti apa yang ia katakan. Saya seorang Muslim dan saya takut akan Elohim (Allahnya Muhammad). Tapi dia mengatakan kepada saya bahwa jika saya benar-benar takut akan Elohim (Allah sementa alam) maka saya tidak akan takut akan iblis-iblis. Dia mengatakan kepada saya bahwa ia memiliki hubungan dengan Elohim YAHWEH (the Lord God). Aku hanya mentertawakan dia, tetapi gagasan tentang sebuah “hubungan dengan Elohim” tidaklah meninggalkan saya dan selama tiga minggu saya tidak mampu mengeluarkan hal itu dari kepala saya. Setiap hari berlalu, gagasan tentang hubungan dengan Elohim hanyalah semakin bertambah kuat.

Pada 13 Maret 1993 Charlie datang ke restoranku untuk makan. Saya menghampirnya, berlutut pada kakiku dan memohon kepadanya untuk memberitahukan saya tentang hubungan khusus tersebut. Ia segera memerintahkan saya berdiri, dan berkata, “para tamu akan berpikir kamu gila.” dan ia berkata kami harus menunggu sampai kami berdua saja!

Satu hari kemudian, 14 Maret, saya menelepon Charlie dan ia mengundang saya ke rumahnya. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya sedang diserang kepanikan dan saya takut untuk mungkin akan menyakiti sesuatu atau seseorang dalam perjalananku, jadi ia datang menjemput saya dengan mobilnya ke rumahnya. Di jalan dia terus berbicara tentang keajaiban yang terjadi padanya dan terus menerus berkata “Haleluya” dan “Pujilah YAHWEH.”
Saya berpikir bahwa sekarang ia benar-benar telah kehilangan pikirannya. Setiba di rumahnya dia berkata, “Tass, jika kamu ingin mengalami ketenangan pikiran seperti yang saya miliki, kamu harus mengasihi orang-orang Yahudi!” Saya benar-benar membeku (kaku tidak bisa bergerak) dan bertanya kepadanya bagaimana dapat ia berpikir tentang hal itu: “mengasihi orang-orang Yahudi? Ia tahu bahwa saya membenci mereka; dan bagi saya, dan bagi kebanyakkan orang Arab, “seorang Yahudi yang baik adalah seorang Yahudi yang mati.” Saya minta maaf mengatakan hal-hal ini kepada kalian, tetapi begitulah (saya) saat itu. Ia berkata kepada saya untuk tenang dan datang duduk. Jadi saya bertanya lagi; “Apakah hubungan khusus itu yang Anda miliki?” Ia bertanya apa yang saya ketahui tentang Yeshua Ha Mashiah. Saya mengatakan kepadanya bahwa Dia adalah seorang nabi yang kami sebagai para Muslim percaya. Charlie mengatakan kepada saya bahwa ia bukanlah sekedar seorang nabi, Dia adalah Putra Elohim dan Elohim itu sendiri.

Saya katakan kepadanya, “Itu cukup!the Holy Bible Apakah Anda pikir saya gila? Pertama Anda katakan bahwa saya tidak memiliki takut akan Elohim dan sekarang saya harus mengasihi orang-orang Yahudi dan sekarang Anda memberitahu saya bahwa Yeshua adalah Putra Elohim dan bahwa Dia adalah Elohim!” Saya benar-benar ingin pergi. Charlie mengatakan kepada saya untuk duduk dan bersabar sebentar. Ia mengambil Alkitabnya dan meletakkannya di antara kami. Ketika ia menaruh Alkitab tersebut disebelah saya, saya mulai gemetar dan bergerak mundur. Ia bertanya “mengapa?” Saya katakan bahwa saya tidak dapat menyentuh kitab tersebut. Ia bertanya kembali “mengapa?” Saya katakan sebab itu adalah Firman Elohim dan Nama-Nya ada tertulis disitu. “Jadi kamu percaya bahwa kitab ini adalah Firman Elohim?” ia berkata. “Ya!”  jawabku, saya tidak tahu mengapa saya jawab demikian sebab sebagai seorang Muslim kami tidak mempercayai Kitab-kitab Suci tersebut. Lalu ia berkata, jika saya percaya kitab-kitab suci tersebut maka ia ingin membaca beberapa ayat untuk saya. Ia membacakan kepadaku Injil Yohanes pasal 1, “Pada awalnya adalah Firman, dan Firman itu ada bersama Elohim, dan Firman itu adalah Elohim. …”  dan saya mulai bergetar dan menjadi pucat. Saya temukan bahwa saya sedang berlutut pada dengkulku dengan kedua tangan terangkat ke atas meminta Yeshua menjadi YAHWEHku dan Rajaku.

[Yeshua memulihkan Tass lebih dari yang ia duga]
Tidak ada seorang pun dapat mengatakan kepada saya bahwa Alkitab ini adalah sesuatu yang mati, itu hidup! Firman yang Hidup ini telah menunjukkan saya siapakah Yeshua Ha Mashiah adalah.
Saya melihat kepada Charlie bahwa ia juga gemetar, dan bertanya kepadanya “apa yang terjadi?” Ia berkata bahwa ia sungguh takut sebab saya terguncang sangat begitu kerasnya, ia belum pernah melihat hal itu sebelumnya dan bercerita, ketika ia sedang membaca ayat-ayat tersebut saya mulai berguncang dan mulai berlutut lalu berbicara dan berdoa. Saya katakan kepadanya bahwa saya telah melihat Terang dan Dia berkata kepada saya bahwa Dia adalah Kehidupan, Jalan dan Kebenaran, Dia adalah Yeshua!
Saya berkata kepada Charlie “Nah, alasan saya merasa seperti saya rasakan dalam hatiku dikarenakan Dia adalah Putra Elohim, kemudian saya telah menghendaki Dia menjadi YAHWEH dan Juruselamatku.”

Hari berikutnya Tass merasa beban yang tidak biasa untuk berdoa — satu hal yang ia belum pernah mengalami sebelumnya. “Orang-orang pertama yang datang di hati saya untuk didoakan adalah orang-orang Yahudi tersebut,” katanya.  “Saya berdoa, ‘Oh, Elohim berkati umat-Mu Israel.  Elohim kumpulkan mereka ke Tanah Perjanjian.'”

Juga keesokan paginya, Tass tidak sabar untuk memberitahu putranya yang beruisa 18 tahun, Benali, yang sedang mencukur saat itu. “Kemarin, saya menerima Yeshua sebagai YAHWEH dan Juruselamatku.” “Oh, ayah!” Benali berseru dan mulai menangis, memeluk ayahnya, dan krim cukur tersebar diseluruh wajah mereka berdua. “Tunggu sebentar!,” kata Tass. “Mengapa kamu begitu senang terhadap saya?” ia bertanya, sebab pikirnya putranya adalah seorang Muslim. “Ayah, saya telah juga menerima Ha Mashiah tiga bulan yang lalu dan saya tidak memberitahu siapa pun,” katanya.
Benali kemudian menjelaskan kepada ayahnya bagaimana ia berkonsultasi  kepada pendetanya apa yang ia harus lakukan, mengetahui bahwa ayahnya akan “membunuh saya ketika dia tahu.” Pendeta mengatakan kepadanya, “Kembali ke rumah ayahmu dan kasihilah ayahmu lebih lagi.” Kemudian pendeta ini membuat sebuah pertemuan khusus di gereja dan meminta dilakukannya sebuah rantai doa 24 jam sehari dibuat untuk keluarga Benali. “Itulah tiga bulan sebelum saya diselamatkan,” kata Tass.

Sejak saat itu, istri Tass dan anak-anaknya menjadi orang-orang Kristen, dan mereka mendirikan dua organisasi, Hope for Ishmael (Harapan bagi Ismael), sebuah pelayanan penginjilan dan Seeds of Hope (Benih-benih Pengharapan), sebuah organisasi kemanusiaan yang beroperasi di Timur Tengah.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Julian Assange: Sistem Pengakuan-Dosa Gereja Katolik adalah alat mata-mata


Julian Assange exclusive interview in London, UK, Ecuadorian EmbassyAktivist politik Julian Assange pada pernyataannya baru-baru ini di BBC Radio 4 pada awal Januari 2014, ia percaya bahwa Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) adalah ”seorang aktivist yang besar” dan bahwa Gereja Katolik memakai pengakuan-pengakuan dosa untuk memata-matai jemaatnya [hampir 1,1 milyar orang di tahun 2010]

Pendiri situs WikiLeaks ini berkata, Reformasi Protestant adalah bukan hanya sebuah gerakan keagamaan tetapi sebuah perjuangan politik, perjuangan untuk membebaskan pengumpulan pengetahuan melalui terjemahan dan pembukaan forum diskusi secara bebas (translation and dissimination).”

Julian menambahkan, ”Melalui sistem Pengakuan Dosa, Gereja Katolik telah memata-matai kehiduppan jemaatnya, sementara missa Latin tidak melibatkan kebanyakkan mereka yang tidak berbicara bahasa Latin dari pengertian dari sistem pemikiran utama yang mana mengikat mereka.”

Julian berkata ia telah melihat banyak bukti bahwa ”Yang kuat  (penguasa) ingin menjaga kekuasaan mereka, mereka akan mencoba untuk mengetahui sebanyak mungkin tentang kita mereka bisa dapat, dan mereka akan mencoba untuk membuat kepastian bahwa kita tahu sedikit mungkin tentang mereka jika itu mungkin.”

Mengutip sejarah Reformasi Gereja di Abad Pertengahan (Katolik menyebutnya “Reformasi Protestant”) dan ajaran Yeshua di Injil Markus, Julian Assange berkata:
“Saya telah melihat ini di kedua dalam tulisan-tulisan keagamaan, yang telah menjanjikan Emansipasi dari tekanan politik dan dalam para pekerjaan revolusioneri yang menjanjikan pembebasan dari tekanan-tekanan dogma gereja dan negara,” katanya.
 “Yang kuat sepanjang sejarah telah memahami ini, penemuan mesin cetak ditentang oleh kekuatan-kekuatan tua Eropa (the old powers of Europe; Julian merefer kepada negara-negara Eropa yang kuat dibawah pengaruh Gereja Roma Katolik pada abad pertengahan) karena itu telah mengeja kontrol pengetahuan akhir mereka dan karena itu akhir masa jabatan mereka sebagai powerbrokers [atau “peacebrokers” dalam kontek konflik Israel-Palestina].”

’Kotbah’ tiga menit Jullian ditutup dengan kalimat ”Kita harus ada tidak perlu minta maaf (unapologetic) mengenai dasar utama dari hal-hal kemanusian, keinginan untuk tahu. Yang kuat pastilah akan melakukan dengan baik  menyelidiki satu dari aktivist-aktivis besar sejarah sebagaimana telah dicatat di Kitab Matius. Itu dimulai: ’Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan’ [Mark 4:22]

Lengkapnya Yeshua berkata: ”Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”  (Mark 4:22-23)

Komentar: Pengertian Jullian Assange bahwa sistem Pengakuan Dosa Gereja (Roma) Katolik adalah sebagai sistem mata-mata penguasa, sangatlah menarik. Jullian mengerti pentingnya sejarah. Pendeta Charles Chiniquy, ex-pendeta Gereja Roma Katolik yang hidup di awal abad 19 (dua ratus tahun yang lalu) dalam buku autobiografinya bersaksi bahwa sistem pengakuan dosa bukan hanya telah dipakai untuk memata-matai (spying) jemaat Katolik saja (yakni para wanita pengaku dosa dan para suami mereka melalui pengakuan isteri mereka) ternyata bahkan telah dipakai secara sistimatis untuk memata-matai prilaku orang-orang besar untuk dimurtadkan ke dalam Gereja Roma Katolik melalui  pengakuan-dosa dari para pembantu rumah tangga mereka yang adalah jemaat Katolik. Anthony Parent (pemimpin Seminari Quebec) bersaksi dengan bangganya kepada pendeta ini bagaimana ratusan orang penting dan kaya Protestant Kanada telah dimurtadkan ke Katolik karena sistem tersebut.
Apakah ada yang memiliki data, berapa banyak wanita Katolik dari Filipina di Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga?
Rasul Yohanes melihat Gereja Roma Katolik ini sebagai Wanita yang mengendarai Binatang (the Beast) dan raja-raja (penguasa negara) di bumi tunduk pada kendali wanita ini (Wahyu 17 dan 18).

Harap baca online di bab 29 di buku Fifty Years in the Church of Rome by CHARLES CHINIQUY; The life story of Charles Chiniquy, who was a priest in the Roman Catholic Church for 25 years.
Chapter 29* – Conversions of Protestants to the Church of Rome- Rev. Anthony Parent, Superior of the Seminary of Quebec; His peculiar way of finding access to the Protestants and bringing them to the Catholic Church- How he SPIES the Protestants through the Confessional– I persuade Ninety-three Families to become Catholics. (penekanan ditambahkan)
*) Bab 26 di terbitan Chick Publication: 50 Years in the “Church” of Rome

Bacaan berkait:

 Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Demokrat Atheis Fox News Kirsten Powers: ”Saya telah bertemu Yeshua!”


Kirsten Powers, seorang jurnalis dari kantor berita Fox News dan bekerja untuk partai Demokrat Amerika Serikat, bersaksi bagaimana ia seorang yang alergi dengan hal-hal yang berbau “Kristen” namun sekarang memeluknya dengan gembira bahkan ia terang-terangan menyatakan dirinya “Kristen lahir baru” dan menjadi pengikut Yeshua.

Joe Kovacs, seorangYahudi Kristen menulis kesaksian Kirsten, berikut ini bagian besar laporannya. Joe adalah penulis dari buku “Shocked by the Bible: The Most Astonishing Facts You’ve Never Been Told” dan, “The Divine Secret: The Awesome and Untold Truth About Your Phenomenal Destiny.”

Kirsten Powers wanita yang cerdas, cantik, komentator Demokrat pada Fox News, yang adalah seorang atheis hampir dalam seluruh kehidupannya sampai akhirnya dia berkata bahwa dia telah mengalami pertemuan pribadi dengan Yeshua.

Latar belakang Kirsten Kirsten Powers
Kirsten telah bertumbuh di Gereja Episcopal di Alaska, namun mengakui bahwa imannya saat itu “dangkal” dan “tipis.” Tetapi ketika ia memasuki perguran tinggi, kenyataan kehadiran Elohim telah lenyap dari dirinya khususnya ketika ayahnya sendiri mulai luntur imannya.
“Mulai awal usia dua puluh dan seterunya, saya terombang-ambing antara atheism (tidak percaya adanya Elohim) dan agnosticism (keyakinan yang sama sekali menolak adanya kebenaran yang mutlak), tidak pernah datang mendekat untuk berpikir bahwa Elohim dapatlah ada nyata.”

Setelah lulus dari bangku kuliah, Powers bekerja dengan team Clinton (politikus) dari tahun 1992 sampai 1988, menyadari politik-politik Demokrat “adalah agama kami, untuk sebuah batas tertentu.”

“Semua teman saya adalah sekuler, liberal,” ia bercerita kepada Radio Focus on the Family. “Jadi, saya sungguh pergi semakin masuk ke dalam sebuah dunia sekuler secara luar biasa. Sekarang semua teman saya pada dasarnya adalah orang-orang atheist, atau jika mereka ada memiliki sejenis hal yang bersifat rohani, mereka sangatlah tidak bersahabat terhadap keagamaan, khususnya Kristianiti. Jadi saya saat itu sungguh tidak ada ketertarikan sama sekali tentang itu.” [Anda lihat betapa media Barat telah berhasil menipu banyak orang dengan memutar balik citra Kristianiti – ajaran Yeshua, Anak Manusia yang tanpa noda dan dosa dan ajarannya sangat mulia]

”Jadi ketika saya mulai pacaran dengan seorang pria yang percaya Yeshua,” ia menulis, ”saya tidak mencari Elohim. Jelasnya, seminggu sebelum saya bertemu pria ini, seorang teman saya bertanya pada ku jika memiliki hal tertentu untuk pacaran. Respon saya : ’Siapa saja asal ia tidak beragama.’”

Bulan-bulan pertama dalam masa pacaran mereka, pacar prianya bertanya pada Kirsten, “Apakah kamu percaya Yeshua adalah Juruselamatmu?”
“Perutku tenggelam. Saya mulai panic,” ia mengingat, “Oh tidak, pikiran pertamaku. Pria ini gila.”
Ketika Kirsten respond bernada negative, maka pacar prianya mulai bertanya, ”Apakah kamu berpikir kamu dapatlah pernah mempercayai itu?” Pria ini mungkin berkehendak menikahi Kirsten, namun menandaskan bahwa ia tidaklah dapat menjalin hubungan dengan seorang yang bukan Kristen.
Kirsten menjawab dengan jujur, “Saya berkata, saya tidak ingin menyesatkan pacarnya – saya tidak akan pernah percaya kepada Yeshua,” ia bercerita. Lalu pria ini berkata perkataan ‘magic’ kepada wanita liberal ini: ‘Apakah kamu pikir kamu dapat tetap berpkiran terbuka tentang hal itu?’ Well, tentu saja. ‘saya orang yang sangat berpikiran terbuka!  Meskipun saya saat itu tidak sama sekali berpikiran terbuka.’”
“Jika ada satu hal yang saya benar-benar aman, itu adalah bahwa saya tidak akan pernah mematuhi agama apapun – terutama kepada Kristen Injili, yang saya pernah mengadakan penghinaan khususnya,” ia menulis di Chritianity Today.
Bagaimanapun ia memutuskan untuk sekali saja berkunjung ke gereja pacarnya.

Mulai melihat terang
Saat Kirsten pertama kalinya berkunjung ke gereja, ia menjadi tertarik dengan kotbah pendetanya. “Pendeta ini menerangkan pesannya dengan pengetahuan yang dalam, berpindah dari seni, sejarah dan filsafat. Saya memutuskan untuk kembali mendengarnya kembali. Segera, mendengarkan pendeta Keller berkotbah menjadi inpirasi dari minggu saya.” – namun satu hal yang Kirsten tidak suka: pendeta ini selalu menutup kotbahnya dengan mengaitkan semua hal tersebut dengan Yeshua, Kirsten berkata, ”Untuk bulan-bulan pertama, saya merasa frustasi: Mengapa ia harus menghancurkan percakapan yang bagus sempurna dengan Yeshua nonsense ini?”

Minggu ke minggu, pendeta Keller membicarakan suatu perkara tentang Kristianiti dan perkara melawan atheism dan agnosticism. Itu menantang Kirsten Powers untuk mulai membaca Alkitab dan pacar prianya berdoa dengan dia untuk Elohim menyatakan Diri-Nya sendiri kepada jurnalis tersebut.

Setelah sekitar delapan bulan mendengarkan Keller, journalist ini menyimpulkan “bukti memberatkan pada sisi Kristianiti. Namun saya belum merasakan hubungan dengan Elohim, dan seriusnya, saya tidak bermasalah dengan hal itu. Saya saat itu masih tetap berpikir bahwa orang-orang yang berbicara tentang mendengarkan suara dari Elohim atau mengalami Elohim adalah delusi atau berbohong.”

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. (Yoh 10:27-28)

Yeshua menampakkan diri-Nya kepada Kirsten melalui mimpi
Pada kondisi jiwa seperti di atas ia pergi ke Taiwan, tujuh tahun lalu. Kirsten bertemu dengan Penciptanya. tahun 2006 di Taiwan, Kirsten Powers berkata, “Saya terbangun dalam perasaan seperti dalam persinpangan antara sebuah mimpi dan kenyataan. Yeshua datang kepada ku dan berkata, ‘Inilah Aku (Here I am).’”

Ia bercerita kepada majalah Christianity Today, “Itu terasa sungguh nyata. Saya tidak tahu harus berbuat apa,” Kirsten bercerita, “saya telpon pacar saya, namun sebelum saya punya waktu untuk menjelaskan padanya tentang hal itu, ia bercerita pada ku bahwa ia telah berdoa satu malam sebelumnya dan merasa kami seharusnya putus hubungan. Jadi kami lakukan. Jujurnya, sementara saya kecewa, saya lebih trauma oleh kunjungan Yeshua kepada ku.”

“Saya telah mencoba untuk menghapus pengalaman tersebut sebagai synapses (pembuahan dua jenis sel tubuh) yang salah tembak, tetapi saya tidak dapat menguncangkannya. Ketika saya kembali ke New York beberapa hari kemudian, saya terhilang, Saya tiba-tiba merasakan Elohim ada diman-mana dan itu sungguh mengerikan. Lebih penting, itu tidak diundang. Itu terasa seperti suatu invasi. Saya mulai takut saya menjadi gila.” Kirsten Powers berdiri

Dalam sebuah wawancara TV di Saluran Fox News dengan Howard Kurtz, “REPORTER’S RELIGIOUS AWAKENING; Becoming a Devout Evangelical Christian,” Kirsten berkata, “Dan saya telah memiliki pengalaman ini dimana saya telah mendapat mimpi layaknya mengakhiri duniaku sedikit, bahwa saya, pada mulanya, hanya berpikir itu hanyalah mimpi, sebab saya sebelumnya sungguh tidak percaya hal-hal seperti itu. Dan mungkin itu hanyalah sebuah mimpi, saya tidak tahu, namun itu menaruh saya pada jalan-jalan setapak pencarian untuk belajar tentang itu. Saya berakhir di dalam pelajaran Alkitab dan sisanya adalah semacam sejarah.” Puluhan kesaksian orang-orang Muslim berjumpa Yeshua di Muslim Journe To Hope.com

Itu mengambil sekitar dua tahun untuk Kirsten dapat menerima apa yang telah terjadi pada dirinya. Ia menghadiri pelajaran Alkitab yang dipimpin oleh Kathy Keller.

Ia teringat ketika pertama kalinya berjalan masuk ke pertemuan tersebut, perutnya terasa terikat oleh sebuah tali. ”Dalam pikiran saya, hanyalah orang-orang aneh dan fanatik yang pergi ke pelajaran-pelajaran Alkitab,” ia menulis. ”Saya tidak ingat apa yang dikatakan hari itu. Namun semua yang saya tahu ketika saya meninggalkan tempat itu, segala sesuatu telah berubah. Saya tidak akan pernah lupa berdiri diluar apartment the Upper East Side itu dan berkata kepada diriku sendiri, ’Itu benar. Itu benar semuanya.’ Dunia terlihat berbeda seluruhnya, seperti sebuah kerudung telah diangkat keluar. Saya tidak memiliki satu iota keraguan. Saya dipenuhi dengan kesukaan yang tidak dapat diterangkan.”

“Ketakutan masa depan (dunia karir) menjadi seorang Kristen yang sungguhan merayap mundur hampir tiba-tiba. Beberapa bulan saya telah menghabiskan waktu melakukan yang terbaik saya bisa untuk bergumul keluar dari Elohim. Tidak ada artinya. Kesetiap tempat saya berpaling, disana Dia berada. Pelan-pelan ketakutan berkurang dan sukacita bertambah. Suara Aungan Sorga telah mengejar saya dan menangkap saya – entah saya suka itu atau tidak.”

Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. … Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. … Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. …
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. … mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. Mazmur Daud 139:1-16

Hidup di New York, dimana uang dan material adalah Mamon dan kebebasan hidup adalah  Beetzebul dan worldview tentang kehidupan jauh dari nilai-nilai moral Alkitab, Kirsten menghadapi banyak tantangan, banyak dari mereka mempertanyakan keputusan sebagai pengikut Yeshua, ia gambarkan hal dengan ”Itu tidak seperti hidup di Selatan (Amerika Serikat) atau ditempat lain dimana setiap orang Kristen. Saya hidup di sebuah dunia dimana tidak seorangpun orang percaya. Jika saya mendapati satu dollar untuk setipa kali seseorang berkata, ’Saya tidak mengerti: bagaimana kamu dapat ada seorang Demokrat dan ada sebagai seorang Kristen?’ Saya tentunya sudah jadi seorang millioner.” Kirsten bercerita sambil tersenyum.

Komentar saya: Orang Kristen perlu berdoa lebih banyak agar lebih banyak lagi jurnalis mengenal Adonai Yeshua Ha Mashiah!! Kirsten memerlukan dukungan doa orang-orang percaya di dalam menghadapi tantangan di dunia sekitar dia hidup. Iblis sering kali menipu orang percaya dengan lebel-lebel palsu, fakta sesungguhnya ialah Yeshua adalah seorang yang ‘Murni Demokrat’- Dia bergaul dengan Zakeus (pemungut cukai), satu dari murid setian-Nya adalah Maria Magdalena (pelacur yang tertangkap basah, dan diselamatkan). Bedanya Yeshua tidak kompromi dengan dosa seperti kebanyakan para Demokrat Amerika! Label palsu Iblis lainnya ialah ”bagaimana kamu bisa jadi seorang Scientist dan tetap seorang Kristen?” atau ”seorang Filsafat dan tetap seorang Kristen?” Fakta bertumpuk menunjukkan bahwa banyak penemuan teknologi yang kita sekarang pakai ditemukan oleh orang-orang Kristen seperti Sir Isaac Newton (ahli matematika dan penemu telescope); professor filsafat abad 20 dari universitas terkenal (seperti CS Lewis, Derek Prince) adalah para Kristen sejati. Tokoh Gereja Barat yang merubah paganism dan barbarian di Eropa menjadi benua ‘Demokrasi’ dan Pembela HAM adalah ahli Alkitab Perjanjian Lama, bernama Saulus orang Tarsus. Para pemenang hadiah Nobel di dunia ilmu pengetahuan adalah mayoritas jatuh ketangan orang-orang Israel yang disebut oleh Muhammad sebagai ”orang-orang Alkitab” (The People of The Book). Kita harus bangga menjadi pengikut-pengikut Yeshua Ha Mashiah sebab kita adalah ”Garam dan Terang Dunia” lebih lagi kita disebut ”the children of The Most High,” seperti Yeshua berkata kepada para pengikut-Nya: Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Elohim Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Luk 6:35-36)

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog