Kesaksian Tass Saada, ex-terrorist PLO dirubahkan hidupnya oleh Yeshua


Tass Saada dan buku kesaksiannya Ini adalah kesaksian seorang pejuang Palestina, penembak jitu Fatah yang dilatih untuk membunuh orang-orang Yahudi, dan sekarang menjadi pemberita Injil dan perdamaian antara Arab dan Israel oleh karena kesaksian hidup Charlie Sharpe.
Tass, lengkapnya Taysir Abu Saada, telah berkeliling dunia bersaksi tentang perubahan hidupnya dan mengajar apa sesungguhnya akar dari konflik Timur Tengah dan bagaimana jalan keluar yang terbaik. Artikel di bawah ini diterjemahkan dari JewishRoot.net yang sumber aslinya sebagian besar diambil dari kesaksian Taas di Jemaat Tiferet di Tel Aviv.
Di depan para hadirin yang terdiri dari para Kristen Yahudi Arab dan Kristen Arab di Tel Aviv, Saudara Taas membuka kesaksiannya dengan meminta maaf terlebih dahulu kepada mereka semua atas nama orang-orang Muslim Palestina, “Pertama dari semuanya saya memohon maaf dari orang-orang Yahudi dari semua hal yang saya telah lakukan melawan kalian pada masa lampauketika saya adalah bagian dari Fatah dan melayani Yasser Arafat. Saya juga memohon maaf dari para saudara-saudariku orang Arab sebab ketika saya tidak memerangi orang-orang Yahudi saya telah mencari orang-orang Kristen di Yordania dengan tujuan menghancurkan rumah-rumah mereka dan membunuhi mereka. Saya sungguh memohon maaf dari kalian semua.”

Tass, bersama Dean Merrill, telah menulis kesaksiannya yang lengkap dalam sebuah buku berjudul Once an Arafat Man: The True Story of How a PLO Sniper Found a New Life

[Dijual ke orang Yahudi, bergabung ke Fatah]
Saya dilahirkan di Gaza. Orang tua saya aslinya dari Jaffa, Sebelum perang pada tahun 1948 [satu hari setelah Israel merdeka, Israel diserbu oleh negara-negara tetangganya], orangtuaku, seperti sisa keluarga Arab di Israel, mendengar panggilan dari bangsa-bangsa Arab untuk sementara waktu meninggalkan Israel selama perang; dan mereka mentaatinya, meninggalkan rumah mereka. Orang tua saya melarikan diri ke Gaza, dengan pikiran mereka bisa kembali lagi nanti. Tetapi seperti kita ketahui, orang Arab yang kalah perang dan orangtua saya tinggal di Gaza.
Segera setelah saya lahir kami berimigrasi ke Arab Saudi dan saya dibesarkan sebagai imigran Palestina yang telah meninggalkan negaranya. Orang-orang Saudi sering melecehkan kita, menuduh kami menjual tanah kami kepada orang Yahudi dan kemudian datang untuk tinggal di tanah mereka. Jadi saya dibesarkan di Arab Saudi dengan banyak kebencian terhadap orang-orang Yahudi – mereka telah menyebabkan saya untuk berimigransi dan kehilangan tanah milik kami. Saya berharap bahwa jika seandainya saat itu saya telah mengenal firman Elohim, maka saya akanlah mengetahui kebenaran bahwa bukanlah orang-orang Yahudi yang menyebabkan saya telah menjadi seorang imigran, tapi  para Muslim dan sistem Islamnya.

Ketika saya berusia sepuluh, orang tua saya memutuskan untuk pindah ke Qatar. Setelah Perang Enam Hari, saya merasa seolah-olah saya sedang mengalami gangguan saraf dan kebencian saya terus tumbuh dan tumbuh. Saya saat itu tidak mengerti bagaimaPerang Enam Hari Israel diserbu dari berbagai penjuruna kami bisa kalah begitu banyak peperangan melawan Israel; kami yang lebih besar daripada Israel dalam jumlah penduduk dan ukuran; Kami memiliki lebih banyak peralatan perang – semua yang kami miliki adalah lebih daripada yang mereka miliki; namun kami kalah perang melawan Israel. Saya berpikir saat itu bahwa sekali lagi para pemimpin kami menjual kami kepada orang Yahudi. Karena itu saya memutuskan untuk pergi dan memperjuangkan tanah kami, yang saya dahulu percaya itu adalah milik kami. Saya pergi ke ayahku dan meminta izin untuk saya boleh bergabung ke Fatah. Dia berkata, “Putra (ku), apa yang kamu sedang bicarakan? Kamu harus melanjutkan studimu dan mendapatkan pendidikan. Tinggalkan pikiran-pikiran itu sendirian!”

Namun saya tidak mendengarkannya. Saya menandatangani fomulis aplikasi atas namanya dan meninggalkan Qatar pergi ke Syria, dan di sana saya bergabung dengan gerakan Fatah, yang membuat saya pindah ke Jordan. Saya berlatih keras dan terlibat dalam banyak kegiatan dan tindakan, tetapi orangtuaku tidak berdim diri atas diriku. Mereka terus mencari saya, dan akhirnya pada tahun 1970 mereka menemukan saya melalui beberapa teman. Ayah saya meminta saya untuk kembali ke Qatar sehingga ibu saya akan mengetahui bahwa saya masih hidup; dan kemudian, ia mengatakan bahwa mereka akan membiarkan saya kembali ke Jordan. Saya setuju untuk rencana ini dan pergi mengunjungi mereka.

Ketika saya memasuki Qatar ayah saya mengambil paspor saya dan mengatakan kepada saya bahwa saya tidaklah akan kembali ke manapun kecuali sekolah. Saya sangat kecewa dan marah tapi aku tetap mendengarkan ayahku dan kembali ke sekolah. Di sana saya tidak bahagia sama sekali dan hati saya dipenuhi dengan kemarahan. Saya membenci seluruh dunia dan terus menerus membuat banyak kesulitan di sekolah.

Suatu kali saya marah pada guruku dan sehingga dengan pisau saya mengejar dia tetapi siswa lainnya menahan saya, itu membuat saya secara serius menyakiti diPejuang Fatahriku sendiri dengan pisau tersebut. Mereka membawa saya ke rumah sakit dan mereka menyelamatkan saya.
Kemudian saya melihat guru itu datang tempat parkir mobil. Saya mendekatinya dan menembaknya. Saya pikir saya telah membunuhnya dan begitu terkejut ketika saya menemukan dia masih hidup. Saya mengatakan kepadanya, “Anda masih hidup?” dan dia menjawab, “Terima kasih Elohim!” Itu pastinya tangan Elohim yang membelokkan peluruku, karena saya telah dilatih sebagai penembak jitu dan tidak meleset dari target apapun. Sekarang saya berterima kasih kepada Dia bahwa tembakan itu tidak mengenai target. Setelah kejadian itu diputuskan untuk mengusir saya dari sekolah dan dari Qatar.

Ayah saya memberikan dua pilihan – saya boleh pergi ke Inggris atau ke Mesir. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak ingin pergi kedua negara itu, namun ke Amerika Serikat. Dia mengatakan bahwa itu adalah negara setan besar, tetapi saya tidak mengubah pikiranku. Mengapa saya memutuskan untuk pergi aku masih tidak tahu, karena kemudian AS dan Israel adalah bagi saya hal yang sama – musuh. Tapi saya tetap ingin pergi.

[Memburu kewarganegaraan Amerika Serikat, tertangkap oleh Charlie Sharpe]
Setelah beberapa bulan dan banyak masalah yang saya perbuat kepada orang tuaku, akhirnya ayah berkata saya bisa pergi kemanapun asalkan itu jauh dari mereka. Jadi dalam Februari 1974 aku pergi ke Amerika. Aku tinggal bersama seorang teman untuk sementara dan kemudian pindah ke Kansas City. Saya perhatikan bahwa Amerika tidak melakukan diskriminasi terhadap saya dengan cara apapun. Sebagai Palestina itu membuat saya senang bahwa mereka tidak melihat saya sebagai seorang imigran atau seorang pengungsi. Saya bertanya teman-teman saya apa cara terbaik untuk tinggal di Amerika, yang dijawab oleh mereka menikahi orang Amerika. Jadi saya memutuskan untuk mencari seorang gadis Amerika. Tujuan saya adalah untuk menikahi seorang Amerika hanya untuk mendapatkan kewarganegaraan dan kemudian menceraikannya. Tapi terima kasih Elohim bahwa Dia telah memiliki rencana yang lebih baik untuk saya daripada yang saya miliki untuk diriku sendiri  dan sampai hari ini wanita Amerika ini tetap isrtiku!

Selama 19 tahun berlalu sebelum saya menerima Yeshua sebagai Mashiah (Juruselamat) saya, isteriku terus menerus memberitahu saya bahwa dia mencintai saya, dan saya hanya mengatakan kepadanya, “Terima kasih.” Saya saat itu tidak pernah merasa cinta terhadap dia, tetapi ketika Yeshua memasuki hatiku, pada minggu yang sama saat saya duduk di ruang tamu dan melihat istri saya tiba-tiba saya merasa api cinta dalam hatiku terhadap dia dan saya mengatakan kepadanya bahwa saya mencintainya! Dia berasal dari Irlandia, jadi dia hanya menatapku dan bertanya apa yang saya inginkan dari dia! Saya bersyukur kepada Elohim bahwa Dia telah mengubah sikap saya terhadap istriku.

Ketika menikahinya, ayahku berhenti mengirim saya uang. Dia mengatakan kepada saya bahwa jika saya ingin menikahi seorang gadis Amerika saya sendiri harus bertanggung jawab atas wanita itu, jadi saya pergi untuk mencari pekerjaan. Saya mendapat pekerjaan di sebuah restoran Perancis sebagai pencuci piring. Dan kemudian menjadi waiter (pelayanan meja di restoran). Pada hari pertama sebagai waiter  itu menakutkan sebab saya belum pernah berhubungan langsung dengan orang-orang. Saya pergi ke meja pertama dan di sana duduk seorang pria bernama Charlie duduk disampingnya seorang wanita yang sangat cantik dan ia sibuk berbicara dengan wanita tersebut.
Ketika saya mengambil piring-piring bekas mereka kedua tanganku gemetar. Charlie melihat kepadaku dan berterima kasih. Saya terkejut dengan ucapan terima kasih orang kaya ini yang berdiri menunggu dia makan. Bagi kami di Timur Tengah hal itu suatu yang aneh. Saya memutuskan untuk menunggu dia setiap kali ia datang ke restoran dan saya selalu memberi pelayanan yang terbaik kepadanya. Perlahan-lahan saya dipromosikan dan suatu hari saya menjadi meneger ruang restoran dan hubungan saya dengan Charlie terus bertumbuh.

Selama 19 tahun saya bekerja di beberapa tempat lain, tetapi saya tetap kembali ke tempat ini. Saya telah sukses dalam bisnis restoran dan hotel. Pada tahun 1991, saya kembali ke restoran itu dengan tujuan untuk membelinya. Pada saat Taysir Tass Abu-Saada sedang bersaksiitu YAHWEH benar-benar mulai untuk berurusan dengan saya, meskipun saya tidak tahu pada saat itu.
Saya menandatangani kontrak dimana dalam dua tahun saya akan mengambil alih restoran. Charlie tahu bahwa saya akan menjadi pemilik restoran dan ia tahu bahwa saya akan membeli sebuah bangunan baru untuk memindahkan restoran tersebut, jadi dia mulai untuk membantu saya.

Pada bulan Februari, ia datang kepadaku dan bercerita tentang sebuah bangunan indah yang saya perlu untuk melihatnya. Saya bertanya kepadanya rincian bangunan itu, ternyata itu tempat yang saya telah kunjungi tiga hari sebelumnya. Bangunan ini bekas ruang penguburan. Sebagai seorang Muslim, saya tahu bahwa setiap tempat yang berurusan dengan orang mati diyakini berisi dengan setan dan roh-roh jahat. Ketika saya pergi saya merasa sangat takut.
Ketika Charlie bercerita tentang bangunan saya mengatakan kepadanya bahwa saya sudah melihatnya dan bercerita bahwa saat saya masuk saya merasa begitu ada banyak setan. Dia tertawa dan kemudian memandangku dan bertanya: “Tass, apakah kamu tahu mengapa kau begitu takut?” Saya berkata ”saya tidak takut.” Dia kemudian mengatakan kepada saya itu disebabkan oleh karena saya tidak memiliki takut akan Elohim. Saya sangat terkejut dan saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak mengerti apa yang ia katakan. Saya seorang Muslim dan saya takut akan Elohim (Allahnya Muhammad). Tapi dia mengatakan kepada saya bahwa jika saya benar-benar takut akan Elohim (Allah sementa alam) maka saya tidak akan takut akan iblis-iblis. Dia mengatakan kepada saya bahwa ia memiliki hubungan dengan Elohim YAHWEH (the Lord God). Aku hanya mentertawakan dia, tetapi gagasan tentang sebuah “hubungan dengan Elohim” tidaklah meninggalkan saya dan selama tiga minggu saya tidak mampu mengeluarkan hal itu dari kepala saya. Setiap hari berlalu, gagasan tentang hubungan dengan Elohim hanyalah semakin bertambah kuat.

Pada 13 Maret 1993 Charlie datang ke restoranku untuk makan. Saya menghampirnya, berlutut pada kakiku dan memohon kepadanya untuk memberitahukan saya tentang hubungan khusus tersebut. Ia segera memerintahkan saya berdiri, dan berkata, “para tamu akan berpikir kamu gila.” dan ia berkata kami harus menunggu sampai kami berdua saja!

Satu hari kemudian, 14 Maret, saya menelepon Charlie dan ia mengundang saya ke rumahnya. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya sedang diserang kepanikan dan saya takut untuk mungkin akan menyakiti sesuatu atau seseorang dalam perjalananku, jadi ia datang menjemput saya dengan mobilnya ke rumahnya. Di jalan dia terus berbicara tentang keajaiban yang terjadi padanya dan terus menerus berkata “Haleluya” dan “Pujilah YAHWEH.”
Saya berpikir bahwa sekarang ia benar-benar telah kehilangan pikirannya. Setiba di rumahnya dia berkata, “Tass, jika kamu ingin mengalami ketenangan pikiran seperti yang saya miliki, kamu harus mengasihi orang-orang Yahudi!” Saya benar-benar membeku (kaku tidak bisa bergerak) dan bertanya kepadanya bagaimana dapat ia berpikir tentang hal itu: “mengasihi orang-orang Yahudi? Ia tahu bahwa saya membenci mereka; dan bagi saya, dan bagi kebanyakkan orang Arab, “seorang Yahudi yang baik adalah seorang Yahudi yang mati.” Saya minta maaf mengatakan hal-hal ini kepada kalian, tetapi begitulah (saya) saat itu. Ia berkata kepada saya untuk tenang dan datang duduk. Jadi saya bertanya lagi; “Apakah hubungan khusus itu yang Anda miliki?” Ia bertanya apa yang saya ketahui tentang Yeshua Ha Mashiah. Saya mengatakan kepadanya bahwa Dia adalah seorang nabi yang kami sebagai para Muslim percaya. Charlie mengatakan kepada saya bahwa ia bukanlah sekedar seorang nabi, Dia adalah Putra Elohim dan Elohim itu sendiri.

Saya katakan kepadanya, “Itu cukup!the Holy Bible Apakah Anda pikir saya gila? Pertama Anda katakan bahwa saya tidak memiliki takut akan Elohim dan sekarang saya harus mengasihi orang-orang Yahudi dan sekarang Anda memberitahu saya bahwa Yeshua adalah Putra Elohim dan bahwa Dia adalah Elohim!” Saya benar-benar ingin pergi. Charlie mengatakan kepada saya untuk duduk dan bersabar sebentar. Ia mengambil Alkitabnya dan meletakkannya di antara kami. Ketika ia menaruh Alkitab tersebut disebelah saya, saya mulai gemetar dan bergerak mundur. Ia bertanya “mengapa?” Saya katakan bahwa saya tidak dapat menyentuh kitab tersebut. Ia bertanya kembali “mengapa?” Saya katakan sebab itu adalah Firman Elohim dan Nama-Nya ada tertulis disitu. “Jadi kamu percaya bahwa kitab ini adalah Firman Elohim?” ia berkata. “Ya!”  jawabku, saya tidak tahu mengapa saya jawab demikian sebab sebagai seorang Muslim kami tidak mempercayai Kitab-kitab Suci tersebut. Lalu ia berkata, jika saya percaya kitab-kitab suci tersebut maka ia ingin membaca beberapa ayat untuk saya. Ia membacakan kepadaku Injil Yohanes pasal 1, “Pada awalnya adalah Firman, dan Firman itu ada bersama Elohim, dan Firman itu adalah Elohim. …”  dan saya mulai bergetar dan menjadi pucat. Saya temukan bahwa saya sedang berlutut pada dengkulku dengan kedua tangan terangkat ke atas meminta Yeshua menjadi YAHWEHku dan Rajaku.

[Yeshua memulihkan Tass lebih dari yang ia duga]
Tidak ada seorang pun dapat mengatakan kepada saya bahwa Alkitab ini adalah sesuatu yang mati, itu hidup! Firman yang Hidup ini telah menunjukkan saya siapakah Yeshua Ha Mashiah adalah.
Saya melihat kepada Charlie bahwa ia juga gemetar, dan bertanya kepadanya “apa yang terjadi?” Ia berkata bahwa ia sungguh takut sebab saya terguncang sangat begitu kerasnya, ia belum pernah melihat hal itu sebelumnya dan bercerita, ketika ia sedang membaca ayat-ayat tersebut saya mulai berguncang dan mulai berlutut lalu berbicara dan berdoa. Saya katakan kepadanya bahwa saya telah melihat Terang dan Dia berkata kepada saya bahwa Dia adalah Kehidupan, Jalan dan Kebenaran, Dia adalah Yeshua!
Saya berkata kepada Charlie “Nah, alasan saya merasa seperti saya rasakan dalam hatiku dikarenakan Dia adalah Putra Elohim, kemudian saya telah menghendaki Dia menjadi YAHWEH dan Juruselamatku.”

Hari berikutnya Tass merasa beban yang tidak biasa untuk berdoa — satu hal yang ia belum pernah mengalami sebelumnya. “Orang-orang pertama yang datang di hati saya untuk didoakan adalah orang-orang Yahudi tersebut,” katanya.  “Saya berdoa, ‘Oh, Elohim berkati umat-Mu Israel.  Elohim kumpulkan mereka ke Tanah Perjanjian.'”

Juga keesokan paginya, Tass tidak sabar untuk memberitahu putranya yang beruisa 18 tahun, Benali, yang sedang mencukur saat itu. “Kemarin, saya menerima Yeshua sebagai YAHWEH dan Juruselamatku.” “Oh, ayah!” Benali berseru dan mulai menangis, memeluk ayahnya, dan krim cukur tersebar diseluruh wajah mereka berdua. “Tunggu sebentar!,” kata Tass. “Mengapa kamu begitu senang terhadap saya?” ia bertanya, sebab pikirnya putranya adalah seorang Muslim. “Ayah, saya telah juga menerima Ha Mashiah tiga bulan yang lalu dan saya tidak memberitahu siapa pun,” katanya.
Benali kemudian menjelaskan kepada ayahnya bagaimana ia berkonsultasi  kepada pendetanya apa yang ia harus lakukan, mengetahui bahwa ayahnya akan “membunuh saya ketika dia tahu.” Pendeta mengatakan kepadanya, “Kembali ke rumah ayahmu dan kasihilah ayahmu lebih lagi.” Kemudian pendeta ini membuat sebuah pertemuan khusus di gereja dan meminta dilakukannya sebuah rantai doa 24 jam sehari dibuat untuk keluarga Benali. “Itulah tiga bulan sebelum saya diselamatkan,” kata Tass.

Sejak saat itu, istri Tass dan anak-anaknya menjadi orang-orang Kristen, dan mereka mendirikan dua organisasi, Hope for Ishmael (Harapan bagi Ismael), sebuah pelayanan penginjilan dan Seeds of Hope (Benih-benih Pengharapan), sebuah organisasi kemanusiaan yang beroperasi di Timur Tengah.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Demokrat Atheis Fox News Kirsten Powers: ”Saya telah bertemu Yeshua!”


Kirsten Powers, seorang jurnalis dari kantor berita Fox News dan bekerja untuk partai Demokrat Amerika Serikat, bersaksi bagaimana ia seorang yang alergi dengan hal-hal yang berbau “Kristen” namun sekarang memeluknya dengan gembira bahkan ia terang-terangan menyatakan dirinya “Kristen lahir baru” dan menjadi pengikut Yeshua.

Joe Kovacs, seorangYahudi Kristen menulis kesaksian Kirsten, berikut ini bagian besar laporannya. Joe adalah penulis dari buku “Shocked by the Bible: The Most Astonishing Facts You’ve Never Been Told” dan, “The Divine Secret: The Awesome and Untold Truth About Your Phenomenal Destiny.”

Kirsten Powers wanita yang cerdas, cantik, komentator Demokrat pada Fox News, yang adalah seorang atheis hampir dalam seluruh kehidupannya sampai akhirnya dia berkata bahwa dia telah mengalami pertemuan pribadi dengan Yeshua.

Latar belakang Kirsten Kirsten Powers
Kirsten telah bertumbuh di Gereja Episcopal di Alaska, namun mengakui bahwa imannya saat itu “dangkal” dan “tipis.” Tetapi ketika ia memasuki perguran tinggi, kenyataan kehadiran Elohim telah lenyap dari dirinya khususnya ketika ayahnya sendiri mulai luntur imannya.
“Mulai awal usia dua puluh dan seterunya, saya terombang-ambing antara atheism (tidak percaya adanya Elohim) dan agnosticism (keyakinan yang sama sekali menolak adanya kebenaran yang mutlak), tidak pernah datang mendekat untuk berpikir bahwa Elohim dapatlah ada nyata.”

Setelah lulus dari bangku kuliah, Powers bekerja dengan team Clinton (politikus) dari tahun 1992 sampai 1988, menyadari politik-politik Demokrat “adalah agama kami, untuk sebuah batas tertentu.”

“Semua teman saya adalah sekuler, liberal,” ia bercerita kepada Radio Focus on the Family. “Jadi, saya sungguh pergi semakin masuk ke dalam sebuah dunia sekuler secara luar biasa. Sekarang semua teman saya pada dasarnya adalah orang-orang atheist, atau jika mereka ada memiliki sejenis hal yang bersifat rohani, mereka sangatlah tidak bersahabat terhadap keagamaan, khususnya Kristianiti. Jadi saya saat itu sungguh tidak ada ketertarikan sama sekali tentang itu.” [Anda lihat betapa media Barat telah berhasil menipu banyak orang dengan memutar balik citra Kristianiti – ajaran Yeshua, Anak Manusia yang tanpa noda dan dosa dan ajarannya sangat mulia]

”Jadi ketika saya mulai pacaran dengan seorang pria yang percaya Yeshua,” ia menulis, ”saya tidak mencari Elohim. Jelasnya, seminggu sebelum saya bertemu pria ini, seorang teman saya bertanya pada ku jika memiliki hal tertentu untuk pacaran. Respon saya : ’Siapa saja asal ia tidak beragama.’”

Bulan-bulan pertama dalam masa pacaran mereka, pacar prianya bertanya pada Kirsten, “Apakah kamu percaya Yeshua adalah Juruselamatmu?”
“Perutku tenggelam. Saya mulai panic,” ia mengingat, “Oh tidak, pikiran pertamaku. Pria ini gila.”
Ketika Kirsten respond bernada negative, maka pacar prianya mulai bertanya, ”Apakah kamu berpikir kamu dapatlah pernah mempercayai itu?” Pria ini mungkin berkehendak menikahi Kirsten, namun menandaskan bahwa ia tidaklah dapat menjalin hubungan dengan seorang yang bukan Kristen.
Kirsten menjawab dengan jujur, “Saya berkata, saya tidak ingin menyesatkan pacarnya – saya tidak akan pernah percaya kepada Yeshua,” ia bercerita. Lalu pria ini berkata perkataan ‘magic’ kepada wanita liberal ini: ‘Apakah kamu pikir kamu dapat tetap berpkiran terbuka tentang hal itu?’ Well, tentu saja. ‘saya orang yang sangat berpikiran terbuka!  Meskipun saya saat itu tidak sama sekali berpikiran terbuka.’”
“Jika ada satu hal yang saya benar-benar aman, itu adalah bahwa saya tidak akan pernah mematuhi agama apapun – terutama kepada Kristen Injili, yang saya pernah mengadakan penghinaan khususnya,” ia menulis di Chritianity Today.
Bagaimanapun ia memutuskan untuk sekali saja berkunjung ke gereja pacarnya.

Mulai melihat terang
Saat Kirsten pertama kalinya berkunjung ke gereja, ia menjadi tertarik dengan kotbah pendetanya. “Pendeta ini menerangkan pesannya dengan pengetahuan yang dalam, berpindah dari seni, sejarah dan filsafat. Saya memutuskan untuk kembali mendengarnya kembali. Segera, mendengarkan pendeta Keller berkotbah menjadi inpirasi dari minggu saya.” – namun satu hal yang Kirsten tidak suka: pendeta ini selalu menutup kotbahnya dengan mengaitkan semua hal tersebut dengan Yeshua, Kirsten berkata, ”Untuk bulan-bulan pertama, saya merasa frustasi: Mengapa ia harus menghancurkan percakapan yang bagus sempurna dengan Yeshua nonsense ini?”

Minggu ke minggu, pendeta Keller membicarakan suatu perkara tentang Kristianiti dan perkara melawan atheism dan agnosticism. Itu menantang Kirsten Powers untuk mulai membaca Alkitab dan pacar prianya berdoa dengan dia untuk Elohim menyatakan Diri-Nya sendiri kepada jurnalis tersebut.

Setelah sekitar delapan bulan mendengarkan Keller, journalist ini menyimpulkan “bukti memberatkan pada sisi Kristianiti. Namun saya belum merasakan hubungan dengan Elohim, dan seriusnya, saya tidak bermasalah dengan hal itu. Saya saat itu masih tetap berpikir bahwa orang-orang yang berbicara tentang mendengarkan suara dari Elohim atau mengalami Elohim adalah delusi atau berbohong.”

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. (Yoh 10:27-28)

Yeshua menampakkan diri-Nya kepada Kirsten melalui mimpi
Pada kondisi jiwa seperti di atas ia pergi ke Taiwan, tujuh tahun lalu. Kirsten bertemu dengan Penciptanya. tahun 2006 di Taiwan, Kirsten Powers berkata, “Saya terbangun dalam perasaan seperti dalam persinpangan antara sebuah mimpi dan kenyataan. Yeshua datang kepada ku dan berkata, ‘Inilah Aku (Here I am).’”

Ia bercerita kepada majalah Christianity Today, “Itu terasa sungguh nyata. Saya tidak tahu harus berbuat apa,” Kirsten bercerita, “saya telpon pacar saya, namun sebelum saya punya waktu untuk menjelaskan padanya tentang hal itu, ia bercerita pada ku bahwa ia telah berdoa satu malam sebelumnya dan merasa kami seharusnya putus hubungan. Jadi kami lakukan. Jujurnya, sementara saya kecewa, saya lebih trauma oleh kunjungan Yeshua kepada ku.”

“Saya telah mencoba untuk menghapus pengalaman tersebut sebagai synapses (pembuahan dua jenis sel tubuh) yang salah tembak, tetapi saya tidak dapat menguncangkannya. Ketika saya kembali ke New York beberapa hari kemudian, saya terhilang, Saya tiba-tiba merasakan Elohim ada diman-mana dan itu sungguh mengerikan. Lebih penting, itu tidak diundang. Itu terasa seperti suatu invasi. Saya mulai takut saya menjadi gila.” Kirsten Powers berdiri

Dalam sebuah wawancara TV di Saluran Fox News dengan Howard Kurtz, “REPORTER’S RELIGIOUS AWAKENING; Becoming a Devout Evangelical Christian,” Kirsten berkata, “Dan saya telah memiliki pengalaman ini dimana saya telah mendapat mimpi layaknya mengakhiri duniaku sedikit, bahwa saya, pada mulanya, hanya berpikir itu hanyalah mimpi, sebab saya sebelumnya sungguh tidak percaya hal-hal seperti itu. Dan mungkin itu hanyalah sebuah mimpi, saya tidak tahu, namun itu menaruh saya pada jalan-jalan setapak pencarian untuk belajar tentang itu. Saya berakhir di dalam pelajaran Alkitab dan sisanya adalah semacam sejarah.” Puluhan kesaksian orang-orang Muslim berjumpa Yeshua di Muslim Journe To Hope.com

Itu mengambil sekitar dua tahun untuk Kirsten dapat menerima apa yang telah terjadi pada dirinya. Ia menghadiri pelajaran Alkitab yang dipimpin oleh Kathy Keller.

Ia teringat ketika pertama kalinya berjalan masuk ke pertemuan tersebut, perutnya terasa terikat oleh sebuah tali. ”Dalam pikiran saya, hanyalah orang-orang aneh dan fanatik yang pergi ke pelajaran-pelajaran Alkitab,” ia menulis. ”Saya tidak ingat apa yang dikatakan hari itu. Namun semua yang saya tahu ketika saya meninggalkan tempat itu, segala sesuatu telah berubah. Saya tidak akan pernah lupa berdiri diluar apartment the Upper East Side itu dan berkata kepada diriku sendiri, ’Itu benar. Itu benar semuanya.’ Dunia terlihat berbeda seluruhnya, seperti sebuah kerudung telah diangkat keluar. Saya tidak memiliki satu iota keraguan. Saya dipenuhi dengan kesukaan yang tidak dapat diterangkan.”

“Ketakutan masa depan (dunia karir) menjadi seorang Kristen yang sungguhan merayap mundur hampir tiba-tiba. Beberapa bulan saya telah menghabiskan waktu melakukan yang terbaik saya bisa untuk bergumul keluar dari Elohim. Tidak ada artinya. Kesetiap tempat saya berpaling, disana Dia berada. Pelan-pelan ketakutan berkurang dan sukacita bertambah. Suara Aungan Sorga telah mengejar saya dan menangkap saya – entah saya suka itu atau tidak.”

Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. … Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. … Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. …
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. … mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. Mazmur Daud 139:1-16

Hidup di New York, dimana uang dan material adalah Mamon dan kebebasan hidup adalah  Beetzebul dan worldview tentang kehidupan jauh dari nilai-nilai moral Alkitab, Kirsten menghadapi banyak tantangan, banyak dari mereka mempertanyakan keputusan sebagai pengikut Yeshua, ia gambarkan hal dengan ”Itu tidak seperti hidup di Selatan (Amerika Serikat) atau ditempat lain dimana setiap orang Kristen. Saya hidup di sebuah dunia dimana tidak seorangpun orang percaya. Jika saya mendapati satu dollar untuk setipa kali seseorang berkata, ’Saya tidak mengerti: bagaimana kamu dapat ada seorang Demokrat dan ada sebagai seorang Kristen?’ Saya tentunya sudah jadi seorang millioner.” Kirsten bercerita sambil tersenyum.

Komentar saya: Orang Kristen perlu berdoa lebih banyak agar lebih banyak lagi jurnalis mengenal Adonai Yeshua Ha Mashiah!! Kirsten memerlukan dukungan doa orang-orang percaya di dalam menghadapi tantangan di dunia sekitar dia hidup. Iblis sering kali menipu orang percaya dengan lebel-lebel palsu, fakta sesungguhnya ialah Yeshua adalah seorang yang ‘Murni Demokrat’- Dia bergaul dengan Zakeus (pemungut cukai), satu dari murid setian-Nya adalah Maria Magdalena (pelacur yang tertangkap basah, dan diselamatkan). Bedanya Yeshua tidak kompromi dengan dosa seperti kebanyakan para Demokrat Amerika! Label palsu Iblis lainnya ialah ”bagaimana kamu bisa jadi seorang Scientist dan tetap seorang Kristen?” atau ”seorang Filsafat dan tetap seorang Kristen?” Fakta bertumpuk menunjukkan bahwa banyak penemuan teknologi yang kita sekarang pakai ditemukan oleh orang-orang Kristen seperti Sir Isaac Newton (ahli matematika dan penemu telescope); professor filsafat abad 20 dari universitas terkenal (seperti CS Lewis, Derek Prince) adalah para Kristen sejati. Tokoh Gereja Barat yang merubah paganism dan barbarian di Eropa menjadi benua ‘Demokrasi’ dan Pembela HAM adalah ahli Alkitab Perjanjian Lama, bernama Saulus orang Tarsus. Para pemenang hadiah Nobel di dunia ilmu pengetahuan adalah mayoritas jatuh ketangan orang-orang Israel yang disebut oleh Muhammad sebagai ”orang-orang Alkitab” (The People of The Book). Kita harus bangga menjadi pengikut-pengikut Yeshua Ha Mashiah sebab kita adalah ”Garam dan Terang Dunia” lebih lagi kita disebut ”the children of The Most High,” seperti Yeshua berkata kepada para pengikut-Nya: Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Elohim Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Luk 6:35-36)

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kejutan besar, tokoh Anti-Israel menemukan wajah asli Anti-Israel


Apa yang Anda lakukan, bila Anda seorang master politik terkenal namun semua argument Anda suatu hari dirontokkan oleh seorang ibu rumah tangga? Itulah yang dialami Csanad Szegedi, politikus Hungaria terkenal.

Latar belakang Csanad Szegedi. Csanad Szegedi adalah seorang politikus yang sedang naik daun di partai politik yang sangat kontroversi dan ketiga terbesar di Hungaria, partai Jobbik. Partai Jobbik telah dikenal dan dilabelkan sebagai fascist dan anti-Semit seperti gerakkan NAZI Jerman dibawah Adolf Hitler, atau Mussolini di Italia dan Francisco Franco di Spanyol; tiga tokoh satu pemimpin!, baca tulisan sejarah dari Bobby G.Limeta di bawah). Anti-Semit artinya anti-Israel, baik negara maupun bangsanya; yang terakhir disebut juga sebagai anti-Yahudi (anti-Jews). Kata Semit berasal dari kata Sem (putra pertama dari Nuh; Kej 6:10) dan dari benih Sem datangnya Abraham (Kej 11) bapa dari Ishak, kakek dari Israel. Csanad Szegedi di depan anggota partai Jobbik

“Saya bergabung ke Jobbik tahun 2003, ketika fondasi-fondasi partai sedang dibuat,” dia bercerita kepada CBN News. “Sembilan tahun saya menjadi anggota. Menjabat sebagai Penasehat President partai selama 6 tahun, dan bekerja di Parlement Eropa sejak tahun 2009.”

Csanad seorang yang sangat vokal di dalam mempropagandakan anti-Semit. Ketika ia bergabung Jobbik, “Saya tidak perduli tentang orang-orang Yahudi, tidak perduli tentang Holocaust. Saya tidak menganggap Holocaust sebagai sebuah tragedi bagi masyarakat Hungaria.” Sebagai pemimpin partai politik yang anti-Semit, pernyataan-pernyataan publik Csanad yang anti-Semit sangatlah nyata dan bahkan mengejutkan masyarakat Hungaria.

Jalan ke Damsyiknya Csanad Szegedi. Anda tahu cerita Saulus dari Tarsus yang dikemudian hari disebut Rasul Paulus? Saulus disertai sepasukanan tentara menuju kota Damsyik, Syria, dengan surat kuasa dari para pemimpin partai agama Israel untuk menangkapi orang-orang Kristen di kota tersebut, ketika hampir mendekati kota tersebut ia berhadapan dengan ‘Jenderal umat Kristen’ Yeshua Ha Mashiah. Pertemuan ini merubah jalan hidup Saulus secara total; sebelumnya ia menunggang balikkan Kristianiti di Yudea, setelah bertemu Adonai Yeshua Ha Mashiah ia menunggang balikkan pekerjaan Setan tidak hanya di Israel tapi juga ’seluruh dunia’ Eropa (Kis 17:5-8); baca kitab Para Rasul pasal 9.

Perjalanan dunia politik Csanad Szegedi  juga jungkir balik setelah ia bertemu seorang nenek berusia 94 tahun.
Ketika gossip tentang  dirinya mempunyai darah Yahudi merebak di internet, Szegedi pergi berbicara kepada neneknya, yang pemuda ini tidak pernah tahu sebelumnya bahwa neneknya ini adalah orang Yahudi.

”Dia membuka (rahasia Csanad Szegedi dan Parlement Eropaitu) dan berbicara tentang kehidupannya, bagaimana dia dikirim ke Auschwitz dan bagaimana keluarga kami dihancurkan secara besar-besaran,” Csanad bercerita kepada wartawan CBN News.
”Saya terkejut. Yang terutama karena saya sadar saat itu bahwa Holocaust sunguh telah terjadi.”

Mula pertama, ia mencoba menyembunyikan ke Yahudiannya dan beritndak seperti normal. Namun ia sadari bahwa ia tidak dapat tetap berada di partai Jobbik.

“Itu mulai seperti sebuah krisis di dalam hati-nuraniku. Saya sadar saya tidak dapat menggambil bagian dalam suatu organisasi yang berkaitan dengan anti-Semitism,” tambahan, “Setelah ke-Yahudianku terbuka, mereka tidak ingin melihat diriku lagi di dalam partai.”

”Apa yang Anda lakukan ketika Anda belajar bahwa Anda bukan pribadi yang Anda pikir, ketika Anda belajar bahwa Anda adalah seseorang yang sesungguhnya Anda telah benci?” – Itu adalah pertanyaan yang dihadapi oleh Csanad Szegedi saat itu – pertanyaan yang memimpin kepada transformasi besar pada dirinya.

Keluar dari Antisemitism membawa Szegedi dekat kepada Elohim dan firman-Nya dan mengalami mujisat-mujisat-Nya
Ketika Szegedi menjadari bahwa ia seorang Yahudi, ia tidak hanya berhenti dari politik anti-Semit, ia melangkah ke langkah berikutnya. Ia mulai mengambil kursus-kursus rohani di Synagogue, belajar bahasa Ibrani dan arti dari kosher (tahir atau suci, dalam bahasa Arab: halal) dan belajar tentang hari Sabat. Ia berkata kehidupannya telah berubah secara total.
“Itu merubah segala sesuatu, seperti ada dilahirkan kembali (re-born) perubahan kehidupanku terus terjadi (Roma 12:1-2). Saya telah memiliki sistem moral (anti-Semitism) ini saya berumur 30 tahun, dan saya harus akui bahwa semua itu adalah salah dan menemukan kehendak untuk berubah.”

”Sebagai seorang politikus, sekarang saya ingin membela hak-hak manusia untuk setiap orang. Saya menyadari tanggung jawabku dan saya tahu bahwa saya harus memperbaiki itu di masa depan.” Ia masih bekerja di parlement Eropa tanpa partai.

Ia dan isterinya berkunjung ke Musium Yad Vashem Holocaust dan Tembok Barat di Israel. “Ketika saya mendarat di Israel, keamanan airport menanyai ku banyak pertanyaan, dan ketika keamanan bertanya kepada ku, ‘Apakah kamu seorang Yahudi?’ Lalu untuk pertama kali dalam kehidupanku, saya berkata, ‘Ya,’” Szegedi bercerita.
”Seperti merasakan kamu berada di jalan yang benar secara rohani, dan dapat lebih dekat kepada Elohim, itu semuanya perasaan baru bagi ku, bahwa saya sedang melakukan hal yang benar. Sejak itu, kehidupanku telah penuh dengan mujisat-mujisat yang luar biasa. Tetapi saya percaya setiap orang yang memilih Jalan Elohim akan melihat mujisat-mujisat.”

Menemukan wajah asli anti-Israel. Szegedi berhenti dan menolak anti-Semit bukan karena sekedar ia seorang Semit (Yahudi), namun ia telah melihat sendiri motif utama dari anti-Israel di Eropa, yakni anti-Elohim dalam wajah Komunism dan Atheism (keduanya mempunyai akar yang sama, yaitu ”menolak bahwa Elohim (God) eksis.” Setan di tahtanya bersama para penghulunya

Almarhum Dr. Derek Prince, yang pernah ditugaskan pemerintah Inggris ke Israel, sejak tahun 1946 ia telah mengetahui bahwa problem dari antisemitism bukanlah di dasari oleh masalah sosial – seperti guru bahasa Ibrani pertamanya percaya, tetapi masalah rohani. ”Sekarang melihat kebelakang hampir lebih 50 tahun, saya harus mengatakan – dengan sedih – bahwa saya percaya sejarah telah membuktikan saya benar. Berdirinya Negara Israel telah hanya menyediakan nama yang lebih –”benar secara politik” – yaitu ”antizionism” di tempat ”antisemitism.”

Meskipun saya telah benar di dalam mengenali penyebab dasar dari antisemitsm sebagai bersifat rohani, saat itu saya tidak merasa saya telah menelanjangi akarnya.

Suatu kali ketika saya berkotbah di gereja lokal kami di Yerusalem, sungguh tidak diduga-duga saya mendengar diri saya sendiri berkata, ”Antisemitsm dapat ada disimpulkan ke dalam satu kata MESHIAH (MESSIAH)!”

“Sejak saat itu saya mengerti bahwa dari awalnya antisemitism memiliki satu sumber –  SETAN – yang dimotivasi oleh pengetahuan bahwa Orang yang menjadi penakluknya, MESHIAH, akanlah datang melalui sebuah bangsa yang khusus disiapkan oleh Elohim. Bangsa ini akan memiliki sebuah ciri kas yang dapat dikenali dimasa depan: Mashiah akan mampu membuat sebuah contoh ketaatan kepada orang tuanya di bumi tanpa menghina Bapa sorgawi-Nya melalui segala bentuk penyembahan berhala.”

“Sejarah juga mencatat,” Dr. Derek Prince melanjutkan, ”dua usaha utama Setan untuk menghancurkan Israel sebagai sebuah negara. Di Mesir, Firaun telah memerintahkan membunuh semua bayi laki-laki mereka – sebab lahirnya pembebas Israel, nabi Musa. (Juga saat keluar dari Mesir menyeberang Laut Merah). Kemudian, Haman hampir memusnakan semua Yahudi di kerajaan Persia (Iran sekarang).
Di abad kedua BC, Antiochus Epiphane, diktator dari Syria (kerajaan Yunani) memaksakan budaya penyembahan berhalanya.”
Sekitar tahun 3-4 BC, raja Herodes (kerjaan Romawi) memerintahkan membunuh semua bayi laki-laki bangsa Israel di bawah usia dua tahun – karena Meshiah, pembebas bangsa-bangsa telah lahir di Bethlehem.

Seperti semua orang sadari bahwa Setan tidak akan pernah menang melawan YAHWEH Tsebaot (TUHAN Semesta alam), tapi tipuan Setan, yang bisa menjadi malaikat terang, kepada manusia agar berontak kepada Pencipta mereka, ia merubah modus operandi anti-Elohimnya ke dalam bentuk-bentuk keagamaan, politik, filosopi.

Namun Yeshua Ha Mashiah berkata di kitab Wahyu bahwa masa berkeliaran Setan dan nabi palsunya serta para pengikutnya hampirlah habis – mereka akan dibuang ke Neraka dan dihukum di sana selama-lamanya.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Yeshua Ha Mashiah / Isa al-Masih dalam Al Quran; oleh AHMAD QONI’ RIZQI


Artikel ini adalah sebuah kesaksian AHMAD QONI’ RIZQI yang berjudul “Yesus Kristus dalam Al Quran.”

Aku merindukan keselamatan dari pada-Mu , ya YAHWEH; dan torat-Mu itu kesukaanku.
Biarlah jiwaku hidup dan memuji Engkau: dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.
Aku telah tersesat seperti domba yang hilang; carilah hamba-Mu ini; karena aku tidak melupakan perintah-perintah-Mu. (Mazmur 119:174-176; Kitab Suci ILT)

Catatan: Artikel ini dikutip sebagaimana aslinya. Warna dan huruf miring ditambahkan untuk menyatakan mereka adalah ayat dari Kuran dan Hadit. Kalimat dalam [Tanda kurung persegi], catatan kaki  serta garis bawah ditambahkan oleh moderator Senjata Rohani Web blog. Isa al Masih adalah panggilan dari Yeshua Ha Mashiah atau Yesus Kristus di dalam agama Islam. Kata ”Qs” pada artikel ini berarti Quran (Kuran) bisa juga ditulis dekat kata ”Surah.” Semoga iman Anda semakin dikuatkan. Salam sejahtera, Anggur Baru.

TUHAN YESUS KRISTUS DALAM ALQURAN — Di dalam perenungan saya menemukan sebuah kesimpulan, bahwa semua orang Kristen sudah menerima anugrah keselamatan. Sedangkan saya masih terus berdoa siang malam meminta-minta untuk diberi keselamatan dan mendoakan nabi Muhammad Saw beserta keluarganya supaya diberi keselamatan.[1] Dari situ saya bertambah semangat untuk mengkaji lebih dalam pernyataan ayat-ayat Al Qur’an. Mulai dari Surat Al Faatikhah sampai surat An Nas. Dimana penekanan surat Al Faatikhah terletak pada ayat 5 dan 6, yang mana manusia diperintahkan untuk menyembah dan meminta pertolongan hanya kepada Allah saja, supaya manusia diberi hidayah (petunjuk) Allah ke jalan yang lurus.
“Iyyaa kana’ budu wa iyya kanasta’iin Ihdinaash shiroo thol mustaqiim”
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan tunjukilah kami jalan yang lurus.” Qs. 1:5-6.

Saya teruskan membaca Al Qur’an ayat demi ayat, surat demi surat saya temukan jawabannya yang berbunyi:
“wa innahu la ilmul lisaati fala tamtarunna biha wattabi un, hadzaa shiraatum mustaqiim.”
“Dan sesungguhnya ISA AL MASIH itu benar-benar memberi pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku. Ini lah jalan yang lurus. Az Zukhruf 43:61 [Yeshua adalah Jalan satu-satunya menuju tempat Elohim Yang Mahakuasa berada; Yoh 14:6][2]

Di situ Al Qur’an menyatakan bahwa ISA AL MASIH memberi pengetahuan tentang hari kiamat. Timbul pertanyaan dalam hatiku: “Bukankah hanya Allah Swt yang mengetahui tentang hari kiamat itu?” Sebab kalau menurut pernyataan Al Qur’an Surat Luqman, bahwa pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya di sisi Allah.”
“Innallaha `indahu `ilmussa’ati wa yunazzilul ghoitsa… “
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan Hari Kiamat im… “ Qs. Luqman 31.34.

Tapi mengapa ISA AL MASIH juga mengetahui lalu siapakah sebenarnya sosok manusia yang bernama ISA AL MASIH itu?[3]
Untuk mengetahui lebih lanjut siapakah sebenarnya ISA AL MASIH itu, saya bolak balik membaca Al Qur’an. Lalu di saat saya membaca Surat All Imrom 3:45, disitu kutemukan jawaban yang bunyinya demikian:
“idz golatil malaikatu ya maryama innalloha yubasysyiniki bi kalimatim minhus muhul masihu ‘isabnu maryama wajihan fiddunya wal akhiroti wa minal muqarrobin”
“Ketika Malaikat berkata: Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan rahmat daripada-Nya namanya AL MASIH ISA Putra Maryam.[4] Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang yang terdekat dengan Tuhan.” Qs. 3:45

Saya merasa tersentak melihat pernyataan ayat di atas itu, kata hati rohani saya semakin menyadari dan memahaminya. Karena dengan jelas dan tegas ayat itu mengatakan bahwa ISA AL MASIH dalam pra keberadaan-NYA atau sebelum ada di dalam kandungan Maryam adalah Kalam atau Firman dari Allah.[5] Kata AL MASIH artinya yang diurapi yang ditahbiskan atau yang dinobatkan, serta diikuti dengan kata Wajihaan fiiddunyaa wal akhirah, yang artinya terkemuka di dunia dan di akhirat.
Jadi secara tersirat dan tersurat ayat itu menyatakan bahwa ISA AL MASIH itu pada hakikatnya adalah Firman ALLAH yang diurapi dengan status kedudukan terkemuka di dunia dan di akhirat. [Nama dan Otoritas Isa sangat tinggi; lihat referensi ayat Alkitab][6]

Pertanyaannya, siapakah oknum yang punya kedudukan dan kehormatan terkemuka di dunia dan di akhirat kecuali Allah Swt. Lalu, siapakah sebenarnya ISA AL MASIH itu?[7] Sebab tidak ada manusia, Nabi, Rasul sampai Malaikat pun yang punya kedudukan atau kehormatan terkemuka di dunia dan di akhirat.  Saya dibuat semakin bertanya-tanya dan akhirnya saya temukan juga jawabannya dalam Surat An Nisaa 4:171 yang saya ambil pointnya saja demikian bunyinya:
“Innamaal masiikhu Isabnu maryama Rasulullah wa kalimatuhu al qohaa ilaa maryama wa rukhu minhu”. Artinya:
Sesungguhnya AL MASIH ISA Putra Maryam itu, adalah utusan ALLAH[8] dan kalimat-NYA yang disampaikan kepada Maryam, dan Roh dari-NYA.” Qs. 4:171 [Baca: Yoh 7:28-29; Yoh 17:1-18; Mat 10:40]

Dari sini bisa saya simpulkan bahwa ayat di atas menyatakan ISA AL MASIH itu utusan ALLAH, ISA AL MASIH itu Firman ALLAH, ISA AL MASIH itu ROH ALLAH, ayat itu juga didukung Hadits Shahih Bukhari (HSB) 1496 clan Hadits Anas Bin Malik hal. 72:
ISA faa innahu Rohulullah wa kalimatuhu.
ISA itu sesungguhnya ROH ALLAH dan Kalam ALLAH.

Disamping itu saya juga membaca pernyataan Hadits Shokhih Muslim dan Hadits Shokhih Bukhori yang mengatakan:
“Wal ladzi nafsi bi yadihi layusyikanna ayyanzila fi kumubnu maryama hakamam muqsithon.”
Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa Anak Maryam akan turun ditangah-tengah kamu, Dia akan menjadi Hakim yang adil.”[9] HSM 127, HSB 1090

Kembali timbul sebuah pertanyaan lagi dalam hatiku, “Siapakah sebenarnya ISA AL MASIH itu?” Karena kalau menurut pernyataan di dalam Al Qur’an, bahwa Allah itulah Hakim yang seadil-adilnya.
“Alaysallahu bi akh khamil khakhimin”
“Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya” Qs. At Tim 95:8

Walaupun semuanya itu sudah jelas, tetapi saya tetap belum mau mempercayai dan mengimani YESUS KRISTUS itu adalah TUHAN dan Juruselamat saya. Karena masalah keyakinan kepercayaan dan keimanan, tidak segampang orang membalikkan telapak tangan langsung terima dan diaminkan atau tidak semudah orang yang beli jajan di pinggir jalan langsung ditelan jadi kenyang.
Tetapi ini masalah hati nurani yang suci, maka membutuhkan pencerahan, penerangan Sang Ilahi Yang Maha Suci supaya hati nurani ini dapat mengambil suatu keputusan untuk menyatakan keberanian tentang kebenaran yang datang dari TUHAN Pencipta dan Penguasa Semesta Alam.

Maka untuk mendukung dan memperkuat semuanya itu saya langsung terus untuk mengumpulkan data-data yang bersumber dari Al Qur’an maupun Hadits yang berkaitan dengan kesaksian dan pengakuan mengenai pemyataan tentang ISA AL MASIH itu:

Dalam Al Qur’an:
1. Qs. 19 : 19 — “ISA Al Masih seorang anak laki-laki yang suci.
2. Qs. 19:21 — “ISA AL MASIH sebagai tanda bagi manusia dan rahmat dari Allah.
3. Qs. 3:46, 5:19, 20, 110 — “ISA AL MASIH semasa dalam buaian dan ayunan sudah bisa berbicara dengan manusia.
4. Qs. 19:31 — “ISA AL MASIH seorang yang diberkati Allah dimana saja berada.
5. Qs. 3:49, 5:110 — “ISA AL MASIH, menyembuhkan orang buta sejak lahir, menyembuhkan penyakit sopak (lepra) dan menghidupkan orang mati.
6. Qs. 3:45 — “ISA AL MASIH adalah Kalam Allah, terkemuka di dunia dan di akhirat.
7. Qs. 4:171 — “ISA AL MASIH utusan Allah, Kalam Allah dan Roh Allah.
8. Qs. 21:91 — “ISA AL MASIH dan ibunya dijadikan tanda yang besar bagi semesta alam

Dalam Hadits:
1. HSB. 1496 — “ISA AL MASIH itu utusan Allah, Kalam Allah, Roh Allah.
2. HSB. 1090 dan HSM 127 — “ISA AL MASIH akan turun menjadi Hakim yang adil.
3. H. Anas bin Malik hal. 72 — “ISA AL MASIH Roh Allah dan Kalam Allah.
4. HSM Jilid I hal. 74 — “ISA AL MASIH adalah Iman Mahdi dan Hakim yang adil.
5. H. Ibnu Majah — “Tidak ada Imam Mahdi selain — “ISA AL MASIH putra Maryam [Maria dalam Alkitab].

Dengan dukungan dan pernyataan beberapa ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits perasaan saya seperti disinari dengan pancaran terang kebenaran untuk terus melangkah menuju “Jalan Keselamatan.”

Tetapi ada satu hal yang membuat saya berat melangkah untuk berjalan terus menuju ke puncak keputusan, yaitu masalah amal yang selama ini udah saya kumpulkan sejak dari awal dengan jerih payah ibadah yang melelahkan dan memakan kurun waktu yang cukup panjang. Sebab menurut ajaran agama Islam, apabila orang itu sudah murtad (keluar) dari agama Islam segala amal ibadahnya akan musnah terhapus. Padahal bekal untuk menuju kehidupan kekal harus disertai dengan banyak amal.

Dari sini saya kembali dihantui perasaan takut, kuatir, keraguan, kebimbangan dan ke-bingungan. Saya lantas terus kembali buka-buka Kitab Hadits dan Al Qur’an. Pada saat membuka Hadits Shohih Muslim, saya temukan jawaban persoalan amal yang sangat melegakan dan memuaskan yaitu di HSM no. 2412-2414 yang menjelaskan dengan gamblang bahwa:
“Anjaabir qaala sami ‘tun nabiyya sholallahu `alaihi wa sallam yaquulu: laa yud khilu akhadan minkum `amluhul jannah, wa laa yujiiruhu minannaar. Wa laa anaa. illa birakh matin minallah”“Dari Jabir r.a. katanya dia mendengar Nabi Saw. bersabda: “Bukan amal seseorang yang memasukannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt. Belaka.” HSM 2412-2414[10]

Dan Al Qur’an pun juga menyatakan dengan jelas yaitu Qs. 44:40-42,
“Inna yaumal fashli miiqaatuhum ajma’iin”
“Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya” Qs. 44:40

“Yauma laa yughnii maulan anmaulan syaian walaahum yunsharuun”
“Yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan” Qs. 44:41

Illa man rrakhimallahu innahu huwal `aziizur- rokhiim.”
“Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” Qs. 44:42

Kesimpulannya Qs. Ad Dukhaan ayat 40-42 menyatakan:
Pada hari keputusan (penghakiman, pengadilan) tak seorang pun kerabat yang bisa memberi manfaat (pertolongan) kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah.
Ternyata menurut pernyataan Qs. 19:21: Bahwa ISA AL MASIH itulah yang dijadikan tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Allah.
“Qaala kadzaliki qaala rabbuka huwa `alayya hayyinum wa linaj’alahu, ayatanllinnaasi warakhmatan minnaa; wa kana amran maqdhiyyaa.”
”Jibril berkata: Demikianlah Tuhanmu berfirman “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” Qs. Maryam 19.21 

KESIMPULAN
Dengan demikian akhirnya saya simpulkan bahwa umat Kristen sudah dijamin dengan kepastian keselamatan, sedangkan kami setiap hari berkali-kali berdoa meminta supaya diberi keselamatan, serta berkali-kali pula setiap hari kami mendoakan nabi Muhammad Saw dan keluarganya supaya diberikan keselamatan:
Allah huma sholi `ala Muhammad wa `ala `ali Muhammad.
Ya Allah berikanlah keselamatan kepada nabi Muhammad dan keluarganya (doa Shalawat).

Karena hal itu adalah perintah Al-Qur’an bahkan Allah dan para Malaikat pun juga bershalawat untuk Nabi.
Innallaha wa malaikatuhu yusholluuna `alaannabiyyi, yaa ayyu halladziina amanuu shalluu `alaihi wasalimuu tasliimaa.Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Qs. Al Ahzab. 33:56)

Oleh sebab itu kami setiap hari berkali-kali juga memohon kepada Tuhan supaya ditunjukkan ialan yang lurus.
Ihdinash shiroothol mustaqiim.
Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Qs. Al Faatikhah 1:6).

Dan Allah memberikan jawaban permohonan kami itu di dalam Al Qur’an: 
“wa innahu la ilmul lisaati fala tamtarunna biha wattabi un, hadzaa shiraatum mustaqiim.”
“Dan sesungguhnya ISA AL MASIH itu benar-benar memberi pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. Az Zukhruf 43:61

Maka di dalam Al Qur’an ayat berikutnya ISA AL MASIH memberikan perintah supaya bertagwa kepada Allah dan taat kepadanya.
… fat taqullaha wa athii ‘uun
… maka bertaqwalah kepada Allah clan Taatlah kepadaku (Qs. Az Zukhruf 43:63).

Melalui pernyataan itu akhirnya bisa saya ketahui bahwa ISA AL MASIH adalah sosok pribadi yang terkemuka atau terbesar di dunia dan di akhirat (Qs. 3:45). Serta Kalam Allah dan Roh Allah (Qs. 4:171 clan HSB 1496).
Dan ISA AL MASIH itulah nanti yang akan menjadi Hakim yang adil (HSB. 1090 clan HSM. 127). Lewat keputusan Hakim yang adil itulah setiap manusia akan dinyatakan masuk ke dalam surga atau dijebloskan ke dalam neraka.
Di hadapan Hakim yang adil itu nanti tidak ada siapa saja dan apa saja yang bisa memberi syafaat (pertolongan) kecuali orang yang telah diberi rahmat dari Allah (HSM. 2412-2414 clan Qs. 44:40-42).
Siapakah sosok pribadi yang disebut rahmat dari Allah itu? Sesungguhnya ISA AL MASIH itulah yang dijadikan tanda bagi manusia dan rahmat dari Allah (Qs. 19:21).
Dengan demikian manusia itu bisa selamat di hadapan Hakim yang adil nanti kalau orang itu sudah punya tanda dan rahmat dari Allah.
Apakah tandanya itu nanti? Yaitu mempercayai dan mengimani dengan sepenuh hati serta tulus murni bahwa ISA AL MASIH atau YESUS KRISTUS itu adalah TUHAN dan Juruslamatnya. ————

Catatan kaki:
[1] Muhammad meminta para pengikutnya berdoa bagi dia agar dia bisa masuk Sorga
[2] Yeshua (Isa) ini dikatakan-Nya kepada murid-murid-Nya berkaitan dengan persiapan tempat bagi mereka di Sorga (ayat 2).
[3] Yeshua (Isa) berbicara tentang hari kiamat banyak sekali di Alkitab, baca: Matius 7:22-29; Wahyu pasal 19-22
[4] Ibu jasmani Yeshua (Isa) adalah Maria di dalam Alkitab.
[5] Keallahan Yeshua dapat dilihat di Catagori Yeshua Ha Mashiah Alfa Omega.
[6] Ayat-ayat Alkitab tentang tingginya Nama dan Otoritas Isa al Masih:  Matius 28:18; Kisah para Rasul 4:12; Kis 3:6,16; Kolose 1:15-17.
[7]  Alkitab menulis jelas siapakah Isa al Masih; baca: Kolose 1:17; Wahyu 1:1, 8.
[8] ALLAH atau Allah hanyalah sebuat sebutan untuk panggilan dari Pencipta alam semesta, berasal dari dua kata AL dan ILAH  atau THE dan GOD; Nama-Nya adalah YHWH (YAHWEH).
[9]  Yeshua (Isa) adalah Hakim Yang Adil, baca Kisah para Rasul 17:31 dan Wahyu 19:11-16.
[10] Keyakinan Islam mengajar seorang Muslim masuk kedalam Sorga tergantung ketaataannya kepada Lima Pilar Islam; sedekah satu diantaranya. Tetap Allah dapat menolak mereka. Bahkan Muhammad sendiri tidak yakin entah Allahnya mengijinkan dia ke Sorga.  Baca Surah 46:9 dan Hadis 5.266. Keselamatan hanya oleh anugerah atau rahmat  Elohim (Allah) semata melalui Yeshua Ha Mashiah adalah jelas di dalam Alkitab, baca Efesus 2:8-9; Ajaran keselamatan melalui perbuatan baik manusia adalah Injil palsu dan dikutuki Elohim (Galatia 1:6-12).
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kesaksian Ibrahim Muslim Kosovo beriman pada Yeshua Ha Mashiah


Catatan dari Editor: Terjemahan Indonesia ini adalah hasil gabungan dari dua sumber, bahasa Albanianya (diubah ke Indonesia melalui google)  dan bahasa Inggrisnya. Terjemahan ini bagaimanapun juga didasarkan atas text Inggrisnya.
Kata Zot (Alkitab Albania) berarti YAHWEH; diterjemahkan sebagai ”ADONAI/ LORD/ TUHAN/Tuhan), dan Perëndiberarti Elohim atau God dalam Alkitab Indonesia diterjemahkan sebagai “Allah.” Kata ”ALLAH/ Allah” (Allahu; Albania) pada terjemahan Indonesianya di sini merefer pada ’Deiti’ umat Islam. Ayat Alkitab dalam tanda ”Kutipan,” kalimat dalam kurung siku beserta gambar ditambahkan. Kata dalam tanda kurung adalah kutipan dari sumber artikel dan atau ditambahkan untuk memperjelas kalimat dari sumber-sumber aslinya.
Selamat membaca. Anggur Baru.

Peta Kosovo, Eropa Timur[Latar belakang masa kecil Ibrahim]
Nama saya adalah Ibrahim dan saya berasal dari sebuah keluarga Islam tradisi dari Kosovo. Sejak masa kanak-kanak saya memiliki ketertarikan yang besar tentang agama. Saya kagum dengan pemikiran adanya Elohim (Perendi) yang telah menciptakan segala sesuatu di langit dan di bumi dan saya rindu untuk mengerti seperti apakah Elohim ini. Saya ingat nenekku mengajariku sebagai anak kecil untuk selalu berbicara keras ”bismillah,” pengucapan Arabnya “bismi-llāhi ar-rahmāni ar-rahīmi” sebelum dan dan bangun tidur juga selalu sebelum makan dan berterima kasih kepada Allah setelah makan dengan mengucapa ”Alhamdulilah.” Nenekku sering membawa saya ke kamarnya untuk berdoa bersamanya dan ia mengajariku bahwa setiap kali aku takut akan kegelapan atau apa pun, saya akan dilepaskan dari takut tersebut dengan mengucapkan ”bismillah” tiga kali secara berurut. Dan saya pun melakukannya.

Yeshua: “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10)

Keluargaku terdiri dari ayah dan ibuku, dan kakak laki-laki delapan tahun lebih tua dari ku. Saat itu saya duduk di bangku SD (Sekolah Dasar), kakaku di universitas. Dia sangat rajin belajar hingga suatu hari ia keracuan gas air-mata di asrama kuliahnya. Pasukan penjajah yang saat itu di Kosovo hendak mengusir semua mahasiswa dari semua asrama dan kampus-kampus, begitulah caranya mereka melakukannya. Sejak saat itu kondisi kesehatan kakak saya memburuk. Setahun kemudian dia menjadi sangat sakit dan banyak dokter tidak mampu menemukan dengan tepat penyakitnya, hanya memberi pernyataan sistem syarafnya telah rusak disebabkan oleh kelemahan otot. Kurang dari setahun dari sakitnya ia meninggal dunia di usia 22 tahun. Tragedi ini telah merubah arah kehidupan kami. Saya berusia 14 tahun ketika kehilangan kakaku. Ibuku mengalami depresi berat sementara ayahku mencoba mencari penghiburan dalam (agama) Islam melalui mulai menjalaninya [sebelumnya hanya nominal Muslim].

[Memperdalam ajaran agama Islamnya; pandangan Islamnya tentang ajaran Kristianiti]
Untuk ku, ini adalah waktu pencarian dan pengenalan lebih tentang Elohim melalui memperdalam pengetahuanku dan kesetianku kepada Islam, tanpa berpikir terlebih dahulu tentang agama lainnya. Dahulu saya berpikir hanya Elohim yang tahu alasan dibelakang kematian kakakku dan kami harus bersabar terhadapat keputusan apapun yang datang dari YAHWEH sebab baik dan buruk datangnya dari Elohim [Ini ajaran Islam yang bersumber dari faham predistinasi; bandingkan dengan Alkitab: Yohanes 10:10 dan Yakobus 1:16-17 misalnya].
Tragedi ini menambah ketertarikkan ku kedalam agama (Islam) ku. Saya secara rutin pergi ke mesjid, sembayang (sholat) dalam bahasa Arab, membaca Kuran dan Hadis-hadis, dan menemukan kepuasan di dalam apa yang saya lakukan. Setiap kali saya akan pergi ke mesjid saya pastilah berterima kasih kepada Elohim (Perendine) bahwa saya terlahir sebagai Muslim, sebab Islam adalah (was; past tense form) satu-satunya agama yang diterima dihadapan ADONAI (Zoti) dan jalan satu-satunya menuju keselamatan. Segera saya membentuk cara pandang (worldview) akan Islam dan secara umum akan agama-agama: Kuran adalah wahyu terakhir yang diturunkan Allah, Ia adalah esa, Dia tidak dilahirkan dan tidak juga melahirkan siapapun; tidak ada siapa pun yang sederajat dengan Dia. Keputusan-Nya mutlak dan saya haruslah pasrah saja menerima apa saja yang datang kepadaku [takdir; agama Islam menyebutnya]. Allah mendengar secara langsung doa orang tanpa perantara (intercessor). Allah tidak perlu seorang anak dan apa yang orang Kristen percaya adalah salah sama sekali. Mereka akan dihukum karena berbuat ”syrik”, dosa terbesar yang manusia dapat lakukan. Karenanya, saya haruslah selalu ada hati-hati terhadap napsu penyembahan berhala, jangan pernah menghubungkan segala sesuatu dengan Allah sebab Dia marah besar dan pastilah saya juga akan ada dihukum. Karena alasan khusus ini beserta perubahan Firman Allah yang disengaja, saya telah membenci orang-orang Kristen dan Yahudi. Lagipula para imam di mesjid-mesjid yang saya kunjungi berkotbah melawan kedua kelompok tersebut. Saya ingat sekali waktu ketika pamanku menyunat putranya bagaimana imam yang bertugas mengajar bahwa orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang dikutuki dan tidak ada sesuatu yang baik keluar dari mereka, hanyalah kejahatan, dan Yahweh (Adonai Yeshua Ha Mashiah atau Isa al-Masih Muslim memanggil-Nya) pastilah akan menghukum mereka dengan cara yang keras di Hari Penghakiman. Saya saat itu tidak setuju dengan imam tersebut sebab orang-orang Kristen lebih layak menerima hukuman dari pada orang Yahudi, sebab orang-orang Kristen merubah seorang pria biasa [Yeshua / Yesus] menjadi Elohim dan menghujat melawan ketunggalan ADONAI. Saya tidak dapat mengerti sama sekali bagaimana mereka telah dapat melakukan kesalah sejenis itu. Itu sungguh tidak dapat diterima oleh ku, tidak dapat dibayangkan, dan sesuatu yang sangat menjijikkan.

YAHWEH: “Sebab sebagaimana langit lebih tingg dari bumi, demikianlah jalan-jalan-Ku lebih tinggi dari jalan-jalanmu, dan rancangan-rancangan-Ku dari rancangan-rancanganmu.” Yesaya 55:9; ILT

Dengan pandangan-pandangan akan Islam dan Kristianiti tersebut saya berpindah ke Prishtina, ibukota, untuk tujuan mendaftar di universitas. Dalam tahun kedua dari studiku saya memutuskan untuk bergabung dengan sepupuku untuk tinggal sekamar dengannya sementara belajar di Prishtina. Ini mungkin waktu terbaik kehidupan kuliah kami sebagaimana kami membagi dan mendiskusikan banyak hal dari kehidupan kami. Agama adalah satu dari beberapa topik kami diskusi dan sering kali kami berbicara sampai dini hari. Sepupuku ini juga berasal dari latar belakang Islam tetapi lebih dipengaruhi pemikiran sekuler. Meskipun demikian kadang-kadang ia membaca buku-buku agama. Dia percaya Elohim ada tetapi kita sebagai ”kaum intelek” harus melihat hidup kita tidak hanya melalui agama, sebagai gantinya kita haruslah memenuhi karir dan ambisi kita. Sementara kami diskusi tentang masalah-masalah ini, sepupuku ini memiliki paman di Finlandia yang telah berpindah ke Kristianiti. Dia juga salah satu dari sepupu jauhku tetapi usianya sedikit lebih tua dari ku, saya suka memanggilnya juga paman. Dia telah menerima Ha Mashiah (Kristus) beberapa tahun lalu dan telah mencoba berdiskusi dengan sepupu teman kamarku ini banyak kali sebelumnya, tetapi pada titik tertentu dia berhenti berbicara kepad pamannya tentang masalah-masalah agama karena ia merasa pamannya ingin memaksakan kepercayaannya pada dia. Saya berkata kepada teman kamarku saya tertarik berdiskusi dengannya karena saya telah mendengar banyak hal buruk tentangnya meninggalkan jalan yang benar termasuk bahkan bantuan keuangan supaya berpindah ke Kristianiti. Ini menyebabkan saya tanpa ragu-ragu membuka diskusi  saat kesempatan pertama ia menelepon kami.
Untuk paman kami di Finlandia, ini berarti lampu hijau untuk memulai diskusi-diskusi baru.

[Diskusi Islam-Kristianiti via telpon; Buku Ahmed Deeded & Abdul Ahad Dawud VS Alkitab & literatur Kristen]”Apa yang telah membuatmu mengganti agama, paman?,” tanya saya kepadanya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut tidaklah mungkin untuk diskusi ini untuk selesai hanya dalam satu jam. Dia terus melakukannya begitu sering bahkan setiap hari, melalui percakapan berjam-jam. Saya menerima Alkitab pertama dalam bahasa Albania dari Finlandia dan juga beberapa buklet yang ia bisa dapatkan dari sana di dalam bahasa Albania. Bersama literatur tersebut, dia mengirimi kami juga sebuah paket berisi kaset-kaset audio (suara) dimana ia dia akan berbicara lebih khusus pada topik-topik yang mungkin kami akan tanyakan di dalam percakapan telpon. Sepupuku dan saya mendengarkan kaset-kaset tersebut setiap malam. Ada dua hal yang sangat sulit bagi ku sementara mendengarkan kaset-kaset tersebut. Pertama, disamping menerangkan iman Kristen, dia juga mengeritik Islam dan khususnya Muhammad. Itu membuat saya sangat marah. Kedua, dia berdoa untuk kami di dalam nama Yeshua (Yesus), lebih lagi, dia mengalamatkan Elohim sebagai Bapanya. Saya tidak dapat tahan mendengarkan doa-doa tersebut dan selalu melewatinya.

Setelah satu dari beberapa kaset tersebut, saya membuka Alkitabku untuk pertama kali, tetapi setelah beberapa hari membacanya saya berhenti melakukannya. Saya tidak mampu membaca Alkitab. Setiap garis kalimat saya baca saya akanlah berpikir bahwa itu dimanipulasi dan dibuat oleh tangan-tangan manusia. Lebih lanjut, dikarenakan peremehkan kepada iman Kristen dan orang-orang Kristen yang saya rasakan telah menyebabkan diriku merasa tidak nyaman sementara membaca Alkitab. Meskipun demikian, saya terus berdiskusi dan berbicara secara intensif dengan pamanku yang tinggal di Finlandia. Pada saat itu, sepupu juga turus bergabung meskipun dia telah mengentikan berdiskusi lebih awal namun ia terus mendengarkan kaset-kasetnya bersama saya.

Paman kami di Finlandia sangat bersemangat dan berapi-api sehubungan dengan iman barunya. Segera saya dapatkan bahwa tidak satupun dari tuduhan-tuduhan keluarga kami telah berikan menentang dia adalah benar. Saya bisa rasakan dia benar-benar yakin tentang Yeshua Ha Mashiah adalah jalan satu-satunya ke Sorga.

Bagaimanapun, sementara dia membagikan ajaran Kristianiti saya menyerang balik dirinya dengan menekankan bahwa Kuran adalah wahyu terakhir yang telah diturunkan secara langsung dari Elohim, dijaga oleh Elohim dari segala kesalahan, kitab yang berisi penuh dengan penemuan-penemuan sains dan jauh bermutu dibangingkan Alkitab. Ini menjadikan banyak perdebatan panas diantara kami. Sekarang teman kamarku bersama denganku dan kami membentuk team untuk menghancurkan argumen-argumen paman kami dengan bukti-bukti yang kami miliki. Saya menemukan beberapa buku tulisan Ahmed Deedet yang membahas kontradiksi-kontradiksi Alkitab, perbedaan Alkitab-alkitab yang dimiliki orang Kristen, penyaliban sebagai dongeng dan banyak kesalahan Alkitab (satu yang sungguh panas, “50.000 kesalahan di dalam Alkitab”). Saya juga menemukan beberapa buku dari penulis-penulis lain, yang mana teman-temanku dan saya berpikir ini semua akanlah ada senjata-senjata kami melawan paman kami. Saya periksa semua buku, tetapi meskipun beberapa tuduhan melawan Alkitab kedengarannya masuk akal untuk ku, saya memiliki kesulitan yang besar untuk percaya pada semua tuduhan-tuduhan ini. Saya mempelajari sebuah buku Muhammad di dalam Alkitab (Muhammad in the Bible)” ditulis Abdul Ahad Dawud bekas pastor (Gereja Roma) Katolik dan meskipun saya percaya bahwa Muhammad disebut di Alkitab, saya tidak dapat menerima semua klaim-klamnya. Menurut dia bahkan Yohanes Pembaptis bernubuat tentang Muhammad dan setiap nubuatan hampir sangat jelas menunjuk kepada Yeshua, dia menginterpretasikannya sebagai referensi ke Muhammad. Buku-buku ini bukannya memperkuat imanku dalam Islam, dalam ketakjubanku mereka telah memberi efek yang kebalikkannya atas diriku. Bagaimanapun, saya terus memakai buku-buku tersebut melawan pamanku, tetapi itu menjadi jelas bahwa membuktikan bahwa Alkitab adalah sungguh kontradiktori dan penuh kesalahan tidaklah sebuah pekerjaan yang mudah dilakukan sama sekali. Bukan hanya karena pamanku memiliki jawaban-jawaban yang bagus kepada kontradiksi-kontradiksi dan kesalahan-kesalahanku, tetapi pengarang-pengarang ini juga mengecewakan ku melalui mencoba memungkinkan ”misi yang tidak mungkin” (trying to make the impossible mission possible) melalui mengalamatkan kepada Muhammad banyak nubuatan dan argumen lainnya yang (sesungguhnya) dialamatkan ke Yeshua. Logikaku tidak dapat menerima semua itu. Saya rasakan sekali bahwa pengarang-pengarang ini tidak jujur di dalam motiv mereka terhadap Yeshua dan Kristianiti meskipun saya juga seorang Muslim dan tidak suka Kristianiti sama sekali.

Sementara saya terus berdebat dengan paman kami, teman kamarku mulai membaca Alkitab. Dia melakukannya secara tetap dan semangatnya untuk hal-hal agama bertambah besar. Kubu antara kami di bagian Eropa ini (Eropa Timur) dan paman kami di bagian utara Eropa sekarang telah dibuat. Agama adalah perkara utama yang kami akan berurusan. Untuk sementara saya bahkan keluar dari kuliah-kuliah. Paman kami menyiapkan diri dengan baik melawan tuduhan-tuduhan dan saya tidak melihat banyak hasil dari debat-debat tersebut.

Periode ini berakhir hampir enam bulan dan tidak mudah melindungi iman Islamku sementara dibukakan lebih lanjut kepada Kristianiti yang nampak ada semakin lama semakin berarti sementara waktu berlalu. Ada secara penuh disibukkan dengan masalah-masalah ini, saya bahkan mulai mendapat mimpi-mimpi. Pada waktu-waktu yang lain di banyak malam tanpa tidur saya memberi waktu berpikir tentang hal-hal yang didiskusikan. Dalam mimpi-mimpi tersebut saya melihat beberapa kali bagaimana saya menjadi Kristen dan setelah itu saya terbangun dikuasai ketakutan bahwa ini mungkin pasti terjadi. Saya telah membayangkan semua masalah yang akanlah saya hadapi dengan keluargaku, tetapi lebih dari itu saya takut saya akan terhilang selamanya karena iman Kristen tidaklah benar dengan semua syrik yang mereka lakukan.

Meskipun saya tidak ingin membaca Alkitab, dari sedikit yang saya telah baca dan juga dari percakapan yang berlangsung dengan paman tersebut, beberapa ayat-ayat Alkitab secara terus menerus teringat dipikiranku:

  • Kata Yeshua kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)
  • Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:30)
  • Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yoh 5:24),
  • dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. (Yoh 12:45)

Semua ayat ini ada berhubungan dengan Yeshua, pada waktu yang sama berurusan dengan  ke-elohim-an-Nya juga, sering kali ini terlalu berat untuk ku. Pikiranku bekerja sebagai medan pertempuran. Saya tidak memiliki ketenangan sehubungan dengan kebenaran.

  • Dimana kebenaran dapat ditemukan?
  • Apakah itu di dalam Alkitab atau Kuran?
  • Apakah Muhammad rasul terakhir atau apakah Yeshua Adonai dan Juruselamat dunia?
  • Bagaimana jika semua itu adalah sebuah godaan iblis untuk aku pindah ke Kristianiti?
  • Bagaimana jika Yeshua sungguh telah datang untuk menggampuni dosa-dosa kita?

Dari semua, satu hal saya pasti: Keduanya (secara bersama) Kuran dan Alkitab tidaklah mungkin benar (sebab keduanya saling bertolak belakang); kebenaran haruslah berdiri pada satu sisi. Elohim tidaklah mungkin ada mewahyukan dua kebenaran yang saling bertentangan. Entah Alkitab benar atau Kuran, entah Kristianiti atau Islam. Dan pertarungan terus berlangsung. Tetapi jika Yeshua menampakkan diri kepada ku secara pribadi dalam bentuk tubuh fisik seperti yang saya telah dengar dari pamanku bahwa Dia telah melakukannya sering kali? Saya telah mendengar kesaksian Gulshan Esther yang lumpuh dan selama tiga tahun berdua terus-menerus, Yeshua menampakkan diri kepada dia di kamarnya dan dia disembuhkan dan berjalan pada akhirnya. Dahulu dia berdoa dan melalukan segalanya di dalam nama ALLAH, bahkan berkunjung ke Mekka beberapa kali. Tetapi doa-doanya terjawab oleh Yeshua. Dia (Yeshua) telah menjawab doa-doanya dan merubah kehidupannya secara utuh.

Tetapi tidak, tidak, saya tidak akan mengijinkan diriku jatuh kedalam jebakan; saya memiliki imanku dan saya bahagia dengan itu. Bahkan jika Yeshua menampakkan diri kepada ku saya akan menolak Dia. Tetapi mungkinkah itu mengatakan kepada Dia, bahwa Dia adalah sebagai jelmaan iblis? Saya tidak tahu, saya tidak tahu …!

[Stop diskusi dan debat mana yang benar; saatnya sekarang mencari Kebenaran]Saya berhenti berdiskusi dengan pamanku. Saya katakan padanya kita telah berdiskusi tentang Islam dan Kristianiti, saya telah mengerti pikiran-pikiranmu, tetapi maaf saya memiliki imanku. Saya mulai menghindari dia setiap kali ia ingin menelponku.
Sekarang waktunya bagi teman sekamar saya meneruskan percakapan dengan dia. Alkitab yang sepupuku baca telah banyak membuat dia kagum. Dia datang padaku suatu hari dan berkata, ”Saya berpikir setiap orang intelek haruslah membaca Alkitab sedikitnya sekali selama hidupnya. Itu adalah kitab yang layak dibaca.” Saya sungguh heran apa yang sedang berlangsung dengan dia sekarang. Saat pertama saya bergabung dengannya dia tidak banyak tertarik dengan masalah-masalah agama dan tidak mengijinkan pamannya memaksa pada nya keyakinan apapun. Namun sekarang ia membaca Alkitab, berbicara dengan paman kami dan pada waktu yang sama meminta saya untuk memulai membaca Alkitab lagi dengan sikap yang lain. Saya katakana baiklah, meskipun fondasi-fondasi (iman Islam) ku sudah tergoncang. Lebih lagi, Kuran adalah sebuah kitab yang susah dimengerti dan supaya mengerti beberapa ayat lebih dalam seorang haruslah memakai (kitab-kitab) Tafsir. Saya belum pernah punya kesempatan untuk melakukannya meskipun sudah membaca banyak buku-buku yang membahas Kuran.

Saya memutuskan sembayang langsung kepada  YAHWEH supaya Ia dapat membukakan kebenaran kepada ku. “O YAHWEH saya tahu Islam adalah agama yang benar, tetapi jika seandainya bukan, harap beritahukan itu pada saya.” Doa ini menyertai saya untuk sementara waktu hampir setiap malam di dalam mencari kebenaran-Nya. Saya tidak ingin lagi berbicara kepada siapapun tentang masalah ini, tidak juga kepada pamanku yang di Finlandia termasuk teman kamarku. Saya menghendaki hal ini terjadi hanya antara saya dan YAHWEH, sebab saya sungguh bingung.

Teman kamarku terus dengan pembacaan Alkitabnya dan menyelaminya setiap hari dari kedalaman pengetahuan dan ajaran yang dia dapatkan dari sana. Tidak lama setelah itu, dia menceritakan saya bahwa dia telah membuat keputusan yang sangat penting untuk hidupnya: mengikuti Yeshua dan Alkitab sebagai Firman Elohim. Alkitab telah menjadi begitu berarti bagi dia dan saya rasakan saya kehilangan teman sekamar saya, sepupuku dan teman baikku. Saya menjadi sangat kuatir, berpikir bahwa dari sekarang dan seterusnya saya tidak dapat ada lagi sebagai teman kamarnya; saya harus keluar dari sini. Saya melihat dia sebagai penghambat sejakdia menjadi Kristen. Saya menjadi marah padanya, tetapi apa yang dapat saya lakukan? Itu keputusa dia.

Secara umum, itu bukanlah saat yang baik untuk mengalaminya. Semua pertarungan-pertarungan ini di dalam pikiranku menjadikan aku berpikir tidak normal kadang-kadang. Suatu suara yang kasar meminta saya suatu malam untuk melompat keluar dari lantai sembilan gedung kami. Saya sadari sesuatu terjadi dengan diriku. Tetapi mengapa Elohim mengijinkan semua ini terjadi? Saya balik kepada Dia meminta minta pertolongan  dari Dia untuk membantu saya keluar dari situasi ini lagi. Saya baru berusia 19 tahun (saat itu) dan rasanya seperti saya menggendong semua masalah dunia pada punggungku.

Hanya beberapa hari kemudian sepupuku dan tetap teman kamarku membawakan saya sebuah buku bernama ”Tempat Yang Paling Saya Dambakan” (The place I desire most). Dia sudah membaca selurus isi buku ini dan melihat itu sebagai kesempatan yang bagus untuk mempengaruhiku. Lebih jauh ia bahkan berdoa untuk ku dan mencoba menolongku dalam segala cara. Dia sekarang sudah seorang Kristen selama dua minggu. Saya berjanji padanya untuk membaca buku itu dan meninggalkan itu di meja. Dia pergi tidur sementara saya membaca yang lainnya. Namun sesuatu mendorong aku untuk melihat buku itu. Saya seorang diri di ruang tamu dan membuka halaman-halaman pertamanya. Ada nampak menari untuk membaca terus. Penulisnya berasal dari abad sebelumnya dan biasanya saya tidak tertarik pengarang klasik. Tetapi buku ini nampak berbeda bagiku. Kalimat-kalimat buku ini terjalin dengan begitu indahnya, setidaknya nampaknya begitu bagiku, setiap baris yang kubaca membawa perasaan tenang. Saya berpikir khususnya alinia-alinia ini yang berkata, ”YAHWEH di Hari Pengadilan akan betanya pertanyaan ini kepadamu: ‘Apa yang telah kamu perbuat terhadap PutraKu? Saya telah banyak melakukan perbuatan baik, Elohim; saya telah melakukan ini dan itu…! Tetapi Elohim akan menjawab: Aku tidak menanyakanmu tentang perbuatan-perbuatan baikmu, sebalinya apa yang kamu telah perbuat terhadap Putra-Ku?’Ini adalah kata-kata yang paling menakjubkanku. Tepatnya semua ini mengambil semua perhatian saya. Itu tidak ada hubungannya dengan tindakan-tindakan kebaikan kita, saya merenung, tetapi masalah apa yang kita telah lakukan terhadap Yeshua. Sudahkah kita menerima Dia kedalam hidup kita atau tidak? Ini nampak ada sebagai pertanyaan kehidupan. Lebih tepatnya itu menunjuk kepada saya. Sebelumya semua yang saya pikir sejauh itu bahwa itu melalui perbuatan-perbuatan baiklah kita dapat datang kepada Elohim, ternyata kosong jika dibandingkan dengan pertanyaan tersebut. Inilah saat kehancuran kehidupanku, saat yang revolusioner dari jiwaku. Saya merasakan sepertinya Elohim berbicara kepadaku sepanjang setiap kata dari buku ini.

Saya berpikir khususnya alinia-alinia ini yang berkata, ”YAHWEH di Hari Pengadilan akan betanya pertanyaan ini kepadamu: ‘Apa yang telah kamu perbuat terhadap PutraKu? Saya telah banyak melakukan perbuatan baik, Elohim; saya telah melakukan ini dan itu…! Tetapi Elohim akan menjawab: Aku tidak menanyakanmu tentang perbuatan-perbuatan baikmu, sebalinya apa yang kamu telah perbuat terhadap Putra-Ku?’

[Yeshua menampakkan diri-Nya; segera semua keraguan dan beban berat Ibrahim terlepas!]Tidak lama kemudian sementara saya membaca dan merenungkan alinia-alinia lainnya ketika sesuatu yang ajaib terjadi padaku. Saya mendapat penglihatan. Sebuah gambar dari dua pribadi nampak pada pikiranku. Itu hampir seperti saya menonton layar pada tembok-tembok ruang tamu tersebut. Saya melihat yang satu berlutut wajahnya buruk penuh dengan borok, menjerit keras sekali. Ia memiliki rambut panjang. Pribadi yang lainnya berdiri dan berpakaian jubah putih. Ia nampak seperti Yeshua dari film yang saya pernah tonton. Tetapi saya tidak dapat melihat wajahnya, karena kabur. Pribadi yang berpakaian putih bercahaya merengut rambut orang yang sedang berlutut. Saya dapat jelas melihat wajahnya yang buruk sementara mendengar teriakan-teriakannya yang keras juga jeritan-jeritannya. Mula pertama saya sungguh takut apa yang sedang terjadi padaku saat itu. ”Saya menjadi gila,” saya berkata kepada diriku sendiri. Lalu tiba-tiba saya mendengar suara yang lembut dan jelas dipikiranku  berkata kepadaku: “Kamu melihat dia yang sedang berlutut. Dia adalah iblis yang terus mengecohmu sampai saat ini. Adonai (the Lord) membebaskan kamu sekarang dan kamu akan selamanya terbebas.” Suatu gambar baru muncul pada pikiranku, Yeshua Ha Mashiah di kayu salib. Dan suara itu berlanjut, ”Yeshua telah mati bagi dosa-dosamu. Dia adalah Kebenaran dan Satu-satunya Jalan.” Saya segera sadar bahwa Elohim sedang menunjukkan jalan dan kebenaran yang selama ini sedang saya cari. Saya merasa diriku sebagai orang bedosa, dan saya bertobat dari semua masa lalu ku dan menyerahkan kehidupanku kepada Yeshua. Sekarang saya sungguh-sungguh yakin tentang kebenaran. Dalam kondisi ini saya merasakan Elohim lebih dekat dari sebelumnya. Itu adalah tindakan Elohim menyatakan diri-Nya sendiri secara pribadi kepadaku dengan cara yang langsung dan ajaib. Itu adalah jawaban Elohim atas doa harianku. Saya merasakan kelegaan besar.

Yeshua: “You call Me the Teacher, and, the Master. And you say well, for I AM.” (John 13:13; HRB)
And Elohim said to Moses, “EHYAH ASHER EHYAH (I AM THAT I AM); and He said, You shall say this to the sons of Israel, EHYAH (I AM) has sent me to you.” (Exodus 3:14; HRB)

Tepatnya saya sungguh terbebas sekarang dari suara-suara dan serangan-serangan musuh tersebut. Tidak adalagi pertarungan di dalam pikiranku. Saya merasakan sama sekali diperbaharui, secara utuh pribadi yang baru. Dari semuanya, melewati pengalaman ini saya pastilah tidak akan pernah sama. Saya menaruh imanku kepada Yeshua Ha Mashiah, untuk pertama kalinya saya mampu memanggil Dia Adonai-ku dan Juruselamat-ku. Saya tidak dapat menolak lebih lama lagi, air mataku berjatuhan. Saya tidak dapat percaya diriku sendiri, semua yang saya percayai sebelumnya, hanya sekejab, telah pergi begitu saja. Tidak lagi takut terhadap ”syrik,” juga penghakiman. Terlebih lagi, saya mengerti sekarang bahwa orang-orang Kristen tidak meninggikan Yeshua sebagai manusia biasa, sebaliknya Elohim yang turun dari sorga dalam wujud manusia. Itu nampak sekarang masuk akal kepadaku oleh karena kasih-Nya kepada kita. Saya merasa seperti telah melewati sebuah lubang kecil, melalui luka-luka, ke sisi yang lain yang penuh dengan cahaya. Tetapi sekarang jelas  saya berada di tempat yang aman dan musuh telah kehilangan pertarungannya terhadap diriku. Pada tanggal 1 Maret malam hari, 1998 adalah pengalaman yang tidak dapat dilupakan yang telah merubah seluruh kehidupanku.

Saya berkendak membangunkan sepupuku yang ada di ruangan lain, tetapi aku biarkan untuk esok harinya sebagai kejutan. Esok paginya secepat ia membuka matanya dari tidur saya berteriak kepadanya: ”Selamat pagi saudaraku (brother),” saya berdiri dari ranjang dan bercerita kepadanya bahwa saya percaya kepada Yeshua Ha Mashiah sekarang. Pertama ia berpikir saya sedang mengodainya, Dia tidak percaya apa yang ia dengar dari ku. ”Kemarin malam kita ada berdebat dan dia menolak saya dengan keras,” ia berpikir, ”dan hari ini dia memanggilku saudaraku?” ”Kamu yakin apa yang kamu katakan,” ia berkata. ”Tentu, saya sungguh-sungguh yakin bahwa saya telah menemukan kebenaran,” saya berkata. ”Saya telah menemukan kebenaran di dalam Yeshua.” Saya memeluk dia dan membagikan semua pengalaman yang terjadi kemarin malam, bersuka cita bersama kami membagikan roh yang sama sekarang. ”Ini adalah mujizat, melihatmu berbeda hanya dalam semalam.” ia berkata. Dia memimpin saya dalam doa dan kami berdua terus mengikuti Yeshua.

[Ujian kesetiaan iman dan harga yang harus dibayar; YAHWEH setia]Saya berpikir ke masa yang telah saya alami, itu sesungguhnya perbuatan Elohim yang telah membuat aku percaya kepada Yeshua. Sebelumnya Yeshua tidaklah lebih dari se orang nabi adalah keyakinan dan ketakutanku terbesar sehingga saya tidak akan menyetarakan siapapun kepada Elohim, namun sekarang masalah ini menjadi ada penghiburan bahwa melalui iman di dalam Dia saya telah memiliki kehidupan kekal. Setiap kali saya berpikir tentang Yeshua dan apa yang Dia telah kerjakan untuk diriku, hatiku ada terisi dengan suka cita, damai dan keamanan akan hidup kekal itu. Sungguh suatu perbedaan yang sangat besar dengan apa yang saya rasakan sebelumnya.

Bagaimanapun langkah yang saya telah ambil melalui percaya kepada Yeshua sebagai hasil perbutan Elohim dalam diriku bukanlah sesuatu yang mudah. Segera keluargaku menjadi curiga. Suatu hari seorang sepupuku, sementara saya berkunjung kerumah orang tuaku, mengundang saya doa Jumat. Saya katakan padanya saya tidak bisa menemaninya ke mesjid sebab sekarang saya percaya Alkitab sebagai Firman Elohim dan percaya Yeshua sebagai ganti dari Muhammad. Dia pikir saya bercanda, tetapi setelah saya tegaskan dia akhirnya percaya. Dia segera berbicara kepada paman-pamanku dan informasi tersebut segera sampai ke ayahku. Satu dari pamanku adalah haji, orang yang telah berkunjung ke Mekkah, dialah juga yang telah menyokong keuanganku kuliah di Prishtina sebab kedua orang tuaku tidak mampu melakukannya. Dia seorang muslim yang serius dan saya telah berjanji pada dia untuk kuliah dengan benar dan terus di dalam Islam. Saya merasa tidak enak dengan janji tersebut, tetapi Yeshua lebih penting untuk saya sekarang. Saya tahu dengan pasti saya akan kehilangan bantuannya secepat ia tahu telah keluar dari Islam, tetapi saya memiliki jaminan batin bahwa saya tidak akan ditinggalkan oleh Elohim. Pada sisi lainnya, bapaku sejak kematian kakakku, ia telah mulai mempraktekkan Islam melalui doa lima waktu. Ini akan menjadi kejutan baginya.

Yeshua Ha Mashiah: “Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.” (Luke 12:11-12)

Saya masih berada di rumah orang tuaku, ketika ayahku datang kepada ku dengan segera, mempertanyakan entah yang dia telah dengar dari orang adalah benar. Ia berkata, ”Saya tidaklah akan percaya sebelum berbicara kepada mu, benarkah (berita) ini?” Saya bilang itu benar, saya tidak percaya lagi kepada Muhammad. Hatiku berdetak keras sekali, saya tidak percaya pada diri saya sendiri bahwa saya dapat menemukan kekuatan mengatakan itu terus terang.  Ayah jadi marah sebab ia telah berharap saya akan menyangkal dengan mengatakan yang berlawanan. Dia segera keluar dan mencoba melakukan suatu pekerjaan di halaman sementara memikirkan situasi tersebut. Saya memperhatikan dia melalui jendela, ia nampak sungguh gelisah; berhenti kerja sebentar, memegang kepalanya, berjalan sedikit dan kembali kerja. Malamnya ayah menemukan aku lagi berkehendak meneruskan percakapan sampai akhir. Dia memulai dengan lembut, ”Perhatikan, saudara-saudara kandungku mengharapkan jawaban dari ku besok; saya tidak dapat menjumpai mereka jika kamu tidak berjanji menjadi Muslim lagi. Kamu harus merubah pikiranmu malam ini.” Suatu tekanan tetapi dalam intonasi yang lembut. Saya berkata, ”Dengan penuh penyesalan, saya tidak dapat melakukan itu. Ayah dapat memohon apapun juga diluar menyerahkan imanku kepada Yeshua. Saya benar-benar telah memikirkan semua ini secara masak sebelum saya mengambil keputusan tersebut dan saya tidak dapat berkompromi dalam hal ini.”

Sementara saya berbicara sebuah ayat Alkitab muncul di pikiranku: ”Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di Sorga.” (Mat 10:33). Saya tidak boleh menyangkal Yeshua, saya berpikir itu tidaklah benar melakukannya setelah apa yang Dia telah lakukan kepadaku. Tidak lama kemudian ayah bertelut, matanya penuh dengan  air mata, (dan memohon): ”Saya memohon padamu tidak berbuat begitu kepada ku. Ini sungguh hal yang sangat memalukanku. Saya telah kehilangan seorang putra, dan sekarang satu-satunya yang kumiliki menentang ku. Hal ini bahkan lebih buruk dari kehilangan putra pertamaku. Saya tidak dapat menanggung hal ini, saya tidak dapat.” Hal ini juga masalah terburuk yang saya pernah alami, saya tidak pernah dapat bayangkan ayahku bertelut dihadapanku dengan air mata bercucuran. Dalam budaya kami ini tidak dapat dibayangkan. Saya tidak dapat duduk lebih lama, saya juga tidak dapat menanggung hal ini lebih lama. Dengan air mata berlinang di wajah ku, saya berkata kepada ayah: Mohon jangan meminta padaku menyangkal imanku kepada Yeshua sebab saya tidak akan pernah dapat melakukannya. Jika kehadiranku di rumah ini akan membawa situasi lebih buruk, saya akan pergi besok secepatnya.” Suara ayah menjadi tinggi: “Tapi saya adalah ayahmu, saya yang membuat kamu. Kamu harus mentaatiku,” ia meneruskan, “Apakah Alkitabmu mengajar untuk menghormati orang tuamu!?”
Saya menjawab, ”Benar, Alkitab menyatakannya. Tetapi yang pertama, dinyatakan kita harus mentaati Elohim.” Saya terpikir Matius 10.37Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.”
Saya lari ke kamarku berdoa  minta Elohim meredahkan situasi tersebut, ayahku mengikutiku. Di meja kamarku terdapat Alkitab dan banyak buku-buku Kristen. Ayah memperhatikan semua barang tersebut, mengambil Alkitab dan mulai merobeki halaman demi halamannya. Setelah ia selesai dengan Alkitab ia mengambil semua buku di meja dan pergi ke rak bukuku mengambil buku-buku lainnya dan merobek-robeknya. Ayah berkata, Imam itu benar ketika ia berkata berkata padaku jangan biarkan putramu membaca buku-buku tersebut sebab mereka dapat merubah pikiranmu. Saya berlaga ada lebih bijaksana dengan berkata padanya ‘jangan kuatir, dia membacanya hanya untuk ingin tahu saja, saya bangga sebab putraku ingin tahu lebih banyak.’ Ini semua buku-bukumu dan jagan pernah membawa buku-buku sejenis ini masuk ke rumahku lagi!,” dia berteriak. Saya tidak bereaksi, sadar ayah sedang diluar kendali, meskipun hatiku sakit melihat semua buku Kristen ku terobek, termasuk Alkitabnya.

Yeshua: “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” (Mat 5:43-45)

Segera saya meninggalkan kota halamanku pindah ke Prishtina dimana saya belajar, berdoa sebab nasipku sungguh sekarang saya berada di tangan Elohim. Pamanku menyatakannya dengan jelas bahwa saya tidak layak mendapat dukungannya kecuali kembali jadi Muslim. Saya setuju dengan paman, ia benar dan mengerti posisinya sebagai haji tidak dapat menolong orang Kristen. Saya tetap percaya kepada Yeshua dan Dia mampu memberi jalan keluar dari situasi ini. Tidak lama kemudian Elohim memberikan saya sebuah pekerjaan di Prishtina jadi saya tidak perlu mengemis pada siapapun dan berkompromi dengan iman baruku tersebut. Saya memiliki pekerjaan sepenuh waktu di sebuah organisasi internasional dan berhenti kuliah beberapa tahun sampai saya dapat menyimpan gaji untuk tahun-tahun kuliah mendatang. Itulah caranya saya mengatus kuliah dan tidak mengemis kepada pamanku dan orang lain. Elohim membuktikan diri-Nya sendiri  bahwa Ia setia dan nyata bagiku. Bahkan tidak sedikit waktupun saya merasa ditinggalkan atau diabaikan. Dia telah menunjukkan tangan kemurahan-Nya kepada ku.

Hubungan dengan ayahku tetap susah selama hampir empat tahun. Tidak satu katapun ia katakan padaku. Ketika saya mengunjungi mereka – terutama ibuku yang sangat  menderita – , ayah akanlah meninggalkan rumah pergi menemukan orang lain. Saya berusaha mendekatinya, namun dia tidak pernah memberi kesempatan. Baginya, saya bukan lagi putranya, telah menghianatinya, tidak mentaatinya meskipun ia telah memohon, telah memalukannya dihadapan orang lain.

Berdasarkan ajaran Kuran dan tradisi Islam, sebagai orang Kristen saya tidak layak mewarisi rumah atau apapun juga darinya. Dia telah berkata bahwa ia akan memberikan semua miliknya kepada Masyarakat Islam. Bahkan ia berkata kepada ibukum, ”Ibrahim dapat bersyukur bahwa Hukum Syariah (Hukum Islam) tidak memerintah Kosovo, jika berlaku tentunya ia telah dihukum (mati) karena telah murtad.” Ayahku tahu persis apa yang hukum Syariah nyatakan dan ayah sendiri senang hidup di negara sekuler sehingga saya tidak dihukum mati. Bagaimanapun semua usahaku untuk berdamai dengan ayah sia-sia. Saya berdoa bertahun-tahun untuk pemulihan hubungan kami dan hampir menyerah. Namun apa yang mustahil bagiku adalah mungkin bagi Elohim. Suatu malam ketika saya dirumah, ayahku jatuh sakit dan menderita. Saya tidak tahu apa yang terjadi, berpikir ia mendapat serangan jantung. Kemudian saya tersadar bahwa ia telah mengalami diare selama beberapa hari karena infeksi yang berat. Saya bawa ayah ke rumah sakit, merawatnya beberapa hari, sikapnya bertambah lunak terhadap ku. Dia mulai lagi berbicara dan semakin dekat padaku meskipun saya tidak berkompromi dengan imanku. Elohim sekarang bekerja di dalam hidup ayah, saya mendapatkan ayahku kembali. Saya sungguh tidak pernah menyangka bahwa penyakit tersebut membawa kami bersatu lagi. Saya menaikkan pujian bagi Elohim sebab jalan-Nya sungguh berbeda dengan jalan-jalan kita.

Hal lain yang mengganggu ayahku adalah hubunganku denga seorang gadis Kristen. Setelah hubungan komunikasi kami membaik, ayah berharap saya akan mendengarkan dia untuk menikah dengan gadis Muslim dengan harapan gadis tersebut dapat mempengaruhiku untuk kembali ke Islam. Pertama ayahku mendengar hubunganku dengan gadis Kristen tersebut ia tidak setuju sama sekali, katanya, ”Saya tidak dapat menerima mereka di rumahku sebagai suami-istri.” Saya bersabar dan banyak berdoa berjalan dengan iman. Beberapa waktu kemudian saya memutuskan mengunjungi keluargaku bersama teman gadisku tersebut, saya ingin ayah tahu calon isteriku. Saya telah siapa menghadapi segala konsekuensinya; terburuk mugkin kedua dari kami akan ditentang keluar. Namun itu mengejutkanku ayah bersikap sangat baik terhadap pacarku, ayah senang sekali kepadanya, ia berbicara dengan sangat manis melebihi daripada berbicara kepadaku. Saya melihat tangan Elohim bekerja kembali. Kami menikah dan tinggal di rumah orang tua hampir selama setahun sebelum kami pindah ke Pristhina untuk bekerja.

[Perbandingan masa lampau dan setelah beriman kepada Yeshua Ha Mashiah]
Hari ini jika saya bandingan keyakinanku yang sekarang dengan yang sebelumnya, saya sadari banyak sekali perbedaannya. Bukanlah karena dulu saya tidak ada kebahagian dalam Islam, tapi apa yang saya telah temukan kemudian tidaklah dapat dibandingkan dengan apapun.  Saya menemukan bahwa Yeshua telah mengisi tempat hatiku yang kosong. Kekosongan yang tidak mungkin diisi dengan agama atau perbuatan-perbuatan baik, atau apapun juga sebab kekosongan tersebut telah diciptakan hanya untuk dihuni oleh Elohim sendiri.

Kekosongan yang tidak mungkin diisi dengan agama atau perbuatan-perbuatan baik, atau apapun juga sebab kekosongan tersebut telah diciptakan hanya untuk dihuni oleh Elohim sendiri.

Tambahan pula, setelah menerima Ha Mashiah banyak perbedaan antara agamaku yang lalu dan kepercayaanku yang kemudian telah menjadi jelas bagiku.

Pertama, sehubungan dengan iman. Dalam Islam, iman adalah cenderung statis. Saya percaya Elohim ada, namun jauh sekali dariku tidak perduli berapa banyak saya berdoa dan berpuasa.  Segala sesuatu yang saya lakukan didasari ketakutan pada Elohim dan konsekuensi hukuman-Nya. Hari ini imanku berfungsi dan itu didasari pada hubungan pribadi yang erat yang saya miliki dengan Elohim. Setiap perbuatan baik yang saya lakukan keluar dari hubungan yang didasari kasih kepada Elohim, dan bukanlah ketakutan.

Kedua, tentang karekter Elohim. Elohim di dalam Alkitab menyatakan diri-Nya sendiri sebagai pribadi, seperti yang saya alami sendiri pada tahun-tahun terakhir ini dan tetap merasakan hubungan pribadi dengan Dia setiap hari. Elohim sekarang adalah Bapaku dan saya anak-Nya. Dalam agama Islam, hal ini dianggap suatu penghujatan. Saya telah belajar bahwa Elohim mengasihi orang sakit (orang berdosa) tetapi tidak mengasihi penyakitnya (dosanya), dimana sebelumnya saya diajar dari Kuran bahwa semua orang berdosa akan masuk api neraka.

(Ketiga), masalah berikutnya, memiliki jaminan keselamatan kekal. Sebelumnya tujuan kekekalanku tidak aman, meskipun saya telah mencoba melakukan apapun yang mungkin untuk berbuat baik, sekali lagi saya tidak dapat menjangkau sorga. Hari ini saya tahu bahwa Yeshua telah menggambil semua tuduhan yang ada padaku sementara Ia menuju kematian di kayu salib karena dosa-dosaku. Saya tidak perlu membayar apa-apa untuk semua penebusan tersebut sebab Ia telah membayarnya. Ini adalah keyakinan yang telah kumiliki keluar dari keseimbangan semua perbuatanku pada timbangan (perbuatan baik dan dosa) di Hari Penghakiman. Kehidupan kekal yang didasari dar iman kepada Yeshua Ha Mashiah adalah anugerah yang ditawarkan kepadaku sekali untuk selamanya.

(Keempat), berikutnya. Sebelumnya saya berhadapan dengan pertanyaan: “Mengapa saya tidak dapat keluar dari dosa meskipun segala sesuatu saya telah lakukan?,” saya tidak suka melakukan dosa namun saya tidak dapat mencegahnya. Kemudian sebagai orang percaya kepada Yeshua Ha Mashiah saya sadar bahwa ada kuasa di dalam hidupku yang mampu mengalahkan dosa, menemukan diriku sendiri menang atas dosa. Ini bukan berarti saya tidak akan pernah berbuat dosa lagi, sebagaimana tetap ada benturan antara kehidupan lamaku dengan kehidupan baruku yang diberikan oleh Ha Mashiah, tetapi ini berarti dosa tidak lagi berkuasa atas hidupku.

(Kelima), satu dari perubahan lainnya yang saya teliti dari diriku sendiri ialah semakin saya percaya Islam, semakin saya benci kepada orang-orang Yahudi dan Kristen; hari ini roh kebencian ini tidak lagi ada di dalamku. Bahkan, saya mengasihi orang-orang Muslim meskipun mereka benci pada ku. Roh kebencian telah diganti dengan roh kasih sayang,

(Keenam), Doa atau sembayang dan berpuasa adalah mesin (di dalam agama Islam), saya telah mempelajari surah-surah dalam bahasa Arab, bahasa yang dianggap (oleh penganutnya) sebagai bahasa sorgawi, tetapi tidak dapat dimengerti olehku, jadi saya lafalkan saja semua surah kepada Allah. Berdoa sekarang menjadi sangat berarti bagiku sebab saya berdoa dengan bahasaku dan tidak perlu mengikuti aturan-aturan sembayang tertentu. Saya mengatakan segala sesuatu yang ada dihatiku kepada Elohim, mengetahui bahwa Dia selalu mendengarkanku. Ketika saya berpuasa sekarang, saya tidak katakan pada siapapun, cukuplah Elohim mengetahui dan melihatnya. Melalui puasa saya mendekatkan diri kepada Elohim, menyingkirkan hal yang terpenting dari hidup kita, yakni makanan. Introspeksi diri sendiri, bertobat jika ada dosa, berdoa dan melihat kedepan sesuai kehendak YAHWEH dan menyembah Elohim sebagaimana Dia adalah.

Teman-temanku itulah ceritaku bagaimana saya mengenal Yeshua secara pribadi di dalam kehidupanku. Sungguh hal itu adalah hal yang paling berharga pernah bisa dimiliki. Ini tidak ada hubungannya degan agama-agama, yang mana lebih baik dari lainnya meskipun ada banyak perbedaan, namun lebih berkait dengan awal dari hubungan dengan Elohim. Saya ingin Anda semua yang membaca cerita ini memiliki pengertian akan Yeshua Ha Mashiah melalui meminta Elohim mewujudkan diri-Nya sendiri kepada Anda, sebab Dia adalah setia dan sungguh menantikan Anda. Lebih lagi, Dia berjanji untuk menjawab Anda jika Anda mencari Dia dengan segenap hati, seperti tertulis: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Matius 7:7)

Teman-teman, pada waktu yang lalu saya telah membuat banyak kesalahan dan menyesali banyak hal, tetapi satu hal saya tidak pernah salah dan tidak menyesali apapun ketika saya meletakkan imanku kepada Yeshua Ha Mashiah selamanya sebagai Adonai dan Juruselamatku, itu adalah momen yang indah.

Ingatlah saat ini Dia menawarkan Anda  undangan untuk kehidupan yang baru dengan Dia, sebuah kehidupan yang melimpah, penuh damai dan sukacita. Keputusan sehubungan dengan tujuan kekekalan Anda adalah ditangan Anda sendiri.
Jangan ragu untuk menghubungi saya di sini apapun pertanyaan yang Anda miliki. Kiranya Elohim memberkati Anda dengan melimpah. [E-mailnya tersedia di artikel Inggrisnya]
Ibrahim.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kesaksian pertobatan Dr. Michael Brown: Tradisi atau Kebenaran?


Artikel ini diterjemahkan dari buku They Though For Themselves. Tradition or Truth? adalah satu dari 10 artikel kesaksian bagaimana orang-orang Yahudi dari latar belakang agama Yahudi Orthodok (Rabbinic Judaism) berbalik menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah.

Catatan dari Anggur baru (penterjemah): Ini adalah suatu artikel yang sangat menantang bagi setiap orang yang benar-benar haus akan kebenaran yang sejati, yang sedang mencari keselamatan yang hakiki. Artikel ini sungguh menelanjangi dan sekaligus meng-KO (knock out) tipu daya Iblis atas manusia melalui tradisi nenek moyang. Lihatlah Tradisi pada artikel ini dalam ruang lingkup yang luas – seluruh dunia keagamaan (Yudaisme, Kristianiti, Roma Katolik, Islam, New Age dan seterusnya) dan worldview dunia sekuler (atheisme, komunisme, liberalisme, materialisme, Teori Evolusi dst.).
Dr. Michael L. Brown adalah professor untuk bahasa-bahasa kuno. Ia telah memperlajari 15 rumpun bahasa kuno, tiga diantaranya ialah Ibrani, Yunani dan Latin, untuk membuktikan bahwa Alkitab adalah Firman YAHWEH yang tidak berubah dan Kebenaran sorgawi tidak di dapat dari tradisi-tradisi manusia.
Beliau telah menulis banyak buku, seperti: The Real Kosher Jesus, A Queer Thing Happened To America, Answering Jewish Objections To Jesus, Our Hands Are Stained With Blood, A Time For Holy Fire, Israel’s Divene Healer dan sebagainya. Ia jupa pendiri dari pelayanan Kristen radio Line of Fire  .
Setiap teori, setiap keimanan dan setiap apapun yang kita yakini sebagai suatu kebenaran  haruslah diuji, jika hasilnya tidaklah sama seperti yang telah kita yakini – tidak lulus uji, maka keyakinan tersebut hanyalah sebuah kebenaran yang semu, dengan kata lain, itu hanyalah tradisi manusia semata.
Gaya penulisan – Huruf miring tanda tanda kurung berasal dari artikel aslinya. Huruf coklat dan huruf dalam kurung siku dan penebalan kata ditambahkan (kecuali dikatakan), adalah penambahan dari penterjemah, termasuk garis bawah.
Selamat membaca, kiranya dapat menjadi berkat bagi Anda. Salam saya, Anggur Baru.

Kamu bahkan tidak tahu bahasa Ibrani! Bagaimana kamu dapat menceritakan pada saya apa yang Alkitab katakan?”
”Itu benar, Rabbi. Saya tidak tahu bahasa Ibrani – tetapi saya akan belajar. Pada saat ini, saya dapat memakai kamus pada bagian belakang Konkordansi Strong.” [Strong adalah salah satu dari beberapa Konkordansi Alkitab yang terkenal].
Saat ini. Jika kamu tidak tahu bahasa Ibrani, itu tidak berarti sesuatu.”

Saya tidak akan melupakan kata-kata tersebut yang telah diucapkan kepadaku di tahun 1972. Saya adalah seorang seorang percaya yang baru di dalan Yeshua, hanya berumur 17 tahun. Kehidupanku sudah berubah secara dramatis – benar dramatis. Hanya satu bulan sebelumnya, saya menyuntik heroin, menggunakan dosis besar LSD dan speed,  dan hidup di dalam kehampaan total dan kegelisahan. Nama panggilan saya, “Drug Bear,” sangat diterima, dan saya berdosa, sombong, dan benar-benar rusak. Semua ini telah terjadi meskipun dari jenis, Long Island, system pertumbuhan Yahudi Konservatif dari pernikahan orang tua yang sangat bahagia. Bukti, ayahku saat itu adalah seorang ahli hukum yang sangat dihormati bekerja sebagai the Senior Law Assistant untuk hakim-hakim the New York State Supreme Court. [Penekanan ditambahkan]

Kecanduan obat-obatan saya bukanlah karena masalah batin atau pencarian pencarian yang bersifat rohani. Saya telah memakai obat-obatan sebab mereka membuat saya merasa enak! Kamu lihat, saya cukup bertalenta, rock drummer remaja, dan seluruh Woodstock [sebuah festival music di USA], terkendali, get high, mentalitas lakukan-urusan-mu-sendiri berlaku pada saya. Saya ingin menjadi seperti para rocker ternama! Segera, kehidupan menjadi satu pesta besar.

Kejutan hidup saya.
Tetapi Elohim memiliki rencara-rencana yang lain. Dua teman terbaik saya (pemain bass dan pemain gitar dalam group band kami) dibesarkan dalam keluarga “Kristen” hanya nama saja [Kristen KTP].  Mereka tidak lebih dekat kepada Yeshua dibanding saya. Namun merek bersahabat dengan dua gadis yang bapa mereka adalah berdedikasi,  Kristen ”lahir-baru,” dan paman mereka menggembalai sebuah jemaat kecil di Queens, New York. Gadis-gadis ini pergi kegereja untuk menyenangkan ayah mereka, teman-teman saya pergi ke gereja membagi waktu dengan gadis-gadis tesebut, dan lalu saya pergi ke gereja untuk menarik mereka keluar. Saya tidak suka perubahan yang saya mulai lihat di dalam mereka!

Apa yang terjadi? Saya mendapat kejutan kehidupan saya. Di dalam gereja kecil itu, saya bertemu dengan Elohim (Allah) yang saya tidak cari, dan saya menemukan kebenaran tentang Yeshua, Juruselamat dan Mashiah yang saya tidak percaya sebelumnya. Saya ditranformasi! Kasih Elohim menghancurkan pertahanan saya, dan menjawab para pendoa tersembunyi  yang setia yang tidak banyak, saya berpaling dari kehidupan kotor yang saya pernah arahkan.

Ayahku sungguh kagum melihat perubahan tersebut. Dia hanya ada satu masalah: ”Kita adalah orang-orang Yahudi! Sekarang kamu bebas dari obat-obatan, kamu perlu bertemu rabbi dan kembali ketradisi-tradisi kita.” Dan jadi, saya mulai berbicara dengan pemuda berpendidikan rabbi yang baru saja menjadi pemimpin rohani dari synagoge di mana saya menjadi  bar mitzvahed.*

Saya harus belajar bahasa Ibrani
Saya telah tahu melampaui segala keraguan bahwa pengalaman saya adalah nyata, tetapi bagaimana saya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dia (rabbi)? Apa yang dapat saya katakan ketika ia bercerita pada saya bawa terjemahan Inggris yang saya pakai adalah salah, dan bahwa, terus menerus, para penulis Perjanjian Baru salah mengartikan tulisan-tulisan Perjanjian Lama. Dia dapat membaca text aslinya. Saya tidak dapat!

Dia juga membawa saya bertemu dengan para rabbi Ultra-Orthodok Lubavitcher di Brooklyn yang khusus berurusan dengan remaja-remaja Yahudi “tersesat ” seperti saya. Pada sisi saya, saya berbahagia memiliki kesempatan membagikan imanku dengan orang-orang yang jujur tersebut. Setelah semua itu, saya membaca Alkitab siang dan malam, menghafal ratusan ayat-ayat, berdoa berjam-jam, bahkan meyakinkan seorang Saksi Yehovah Yahudi yang agamanya tidak alkitabiah. Tetapi rabbi-rabbi ini di Brooklnyn memiliki jawaban-jawaban yang saya belum pernah dengar sebelumnya. Dan semua dari mereka sudah dapat membaca dan mengerti sejak masa kanak-kanak mereka. Saya ingat bagaimana mengeja huruf-huruf! Tambahan, mereka nampak begitu Yahudi, dengan janggut-janggut hitam panjang. Iman mereka nampak ada begitu kuno dan asli. Bagaimana dengan saya?

Jadi karena itu saya mulai belajar Ibrani di kampus. Jika iman saya di dasari  pada kebenaran, itu dapat berdiri jujur pada ujian akademi. Jika Yeshua adalah sungguh Mashiah Yahudi, tidak ada yang saya takuti. Pertanyaan-pertanyaan yang serius layak (mendapat) jawaban-jawaban serius, dan saya berkuputusan mengikuti kebenaran kemanapun itu memimpin, tidak terlepas dari konsekuensi-konsekuensinya.

Sedikit demi sedikit, saya menjadi yakin bahwa saya harus mengejar sarjana Alkitab dan pelajaran-pelajaran yang bersifat Yahudi. Satu tahun di kampus saya hanya mengambil kursus-khursus bahasa, enam tepatnya: Bahasa Ibrani, Arab, Yunani, Latin, Jerman dan Yiddish [bahasa orang Yahudi yang tinggal di Eropa di abad 13 -17 AD]. Bicara tentang pengosongan otak! Saya ingin membaca text-text relevant tersebut untuk diri saya sendiri, di dalam bahasa-bahasa aslinya, tanpa pertolongan seorangpun.

Tetapi college tidak cukup. Untuk mencapai target-target saya, sekolah strata diperlukan. Disana saya dapat belajar bahasa-bahasa kuno lainnya yang berkaitan ke Kitab Suci Ibrani, seperti Akkadian (itu adalah, orang Babylon dan Assyria), Ugartik (dari kota besar utara Kanaan), Aram, Syriac, Phonisia, Punic, Moab – daftar berlanjut. Saat saya menulis dissertasi doktoral ku, saya telah belajar sekitar 15 bahasa, beberapa sangat dalam, lainnya hanya umum. Saya menerima Ph.D saya dari New York University in Near Eastern Languages (Bahasa-bahasa Timur Dekat).

[Apakah sesungguhnya “Tradisi”?; Proses Tradisi menjadi Agama; Bahayanya Agama yang berfondasikan Tradisi]
Fondasi-fondasi yang salah.
Hampir semua kursus-kursus ku diajar oleh para professor Yahudi, sementara itu, saya memiliki kesempatan melakukan beberapa pelajaran  private dengan beberapa rabbi. Apa yang terjadi dengan iman saya? Itu tepatnya menjadi semakin lebih kuat. Sebagaimana saya belajar lebih, saya menjadi semakin yakin bahwa Yeshua adalah Mashiah yang dinantikan, seorang yang hidup, menebus dosa melalui kematian, bangkit kembali, dan kembali, [semua ini ] adalah bayang-bayang di dalam kitab-kitab Ibrani (Perjanjian Lama). Saya memiliki jawaban-jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan serius!

Saya juga telah menemukan sesuatu yang tidak saya harapkan: Itu bukanlah iman Perjanjian Baru yang dibangun pada fondasi-fondasi yang salah; fondasi-fondasi faham Yahudi rabbinik (rabbinic Judaism) adalah yang salah! Itu adalah faham Yahudi rabbinik, bukan iman Perjanjian Baru, yang keluar dari Alkitab Ibrani.

Faham Yahudi Rabbinik bahkan tidak mengklaim untuk ada sebagai interpretasi literal kitab-kitab suci. Sebaliknya, para rabbi berkata bahwa iman mereka adalah (is; present tense) kelanjutan dari sebuah rantai tradisi ke masa (nabi) Musa dan nabi-nabi. Ini adalah suatu titik yang penting. Seperti yang kita akan lihat kemudian, rantai yang tidak pernah putus tidaklah pernah ada.

Saya sering mendengar rabbi-rabbi dan para anti-missionari berkata  – sepertinya dalam nada meremehkan – bahwa tampa Kristus tidak akan ada Kristianiti (atau, tanpa  Meshiah tidaklah akan ada Messianic  Judaism), dimana Judaism dapat ada tanpa seorang Mashiah, figur seperti demikian adalah di dalam pemikiran Yahudi. Judaisme, itu diklaim, adalah agama dari Torah [dari mana kata Taurat dalam bahasa Indonesia berasal].

Tentu, saya setuju bahwa tidaklah akan ada Kristianiti tanpa seorang Kristus, hanya sebagaimana saya setuju tidaklah akan ada keselamatan tanpa seorang Juruselamat dan tidak ada pembebasan tanpa seorang Pembebas. Ini menunjukkan tidak ada masalah sama sekali. Iman kita didasarkan pada pribadi itu dan pekerjaan Ha Mashiah.

Tetapi pertanyaan yang sesungguhnya ialah: Pada fondasi apa tradisi Yudaisme di dasarkan? Judaisme sebagaimana kita tahu itu hari ini adalah bukan agama Torah sebanyak itu adalah agama tradisi kerabbian. Tanpa tradisi, tidaklah akan ada budaya Judaism, tanpa rabbi, tidaklah akan ada Judaism kerabbian. Ini adalah sangat penting! Karena banyak dari masyarakat kita , tradisi  manusia adalah lebih penting dari pada kebenaran Alkitab.

Lebih dari 20 tahun yang lalu, seorang rabbi Orthodok bercerita kepada saya bahwa saya membaca Kitab-kitab Suci melalui kacamata yang diwarnai-bunga rose (rose-colored glasses; ”fantasi”). Dalam kata lain, saya pastilah selalu salah mengerti Firman (YAHWEH) terlepas dari bagaimanapun jujurnya saya mencoba untuk ada. Saya dahulu tidak melihat dengan jelas. Pandangan saya dahulu terganggu.

Itu (masa lalu tersebut) sungguh sebuah tuduhan, dan saya tidak mengambil hal itu secara ringan. Saya lalu mempelajari Firman dari segala sudut , bertanya kepada diri saya sendiri entah interpretasi-interpretasi lainnya adalah benar, menantang jawaban-jawaban standard Kristen dengan apa yang saya telah terbiasa. Sekarang, hampir seperempat abad kemudian (yaitu 25 tahun kemudian), saya dapat dengan jujur berkata bahwa itu adalah agama orang-orang Yahudi – diluar kejujuran dan ibadah mereka – yang membaca Alkitab dengan kacamata berwarna. Mereka akan ada sebagai orang pertama yang akan berkata kepada kalian bahwa Alkitab berkata hanya apa para orang bijak ceritakan kepada mereka itu bilang.

[Klaim dari Yudaisme Rabbinik:] Siapakah mereka yang berbeda dengan guru-guru besar Yahudi pada masa yang lalu? Siapkah mereka yang tidak setuju dengan para komentator abad pertengahan yang terkenal? Bagaimana dapat mereka kemungkinan memutuskan tradisi-tradisi yang mereka pelajari dari bapa-bapa mereka? Setelah semuanya, apa yang dapat saya ketahui? Bapa saya telah belajar dari bapanya yang telah belajar dari bapanya, yang telah belajar dari bapanya, dan seterusnya, semua jalan kembali kepada Musa. Apakah kamu berkata kepada saya mereka telah membuat-buat? Apakah kamu berkata kepada saya mereka telah ditipu? Bagaimana kamu berani menpertanyakan tradisi-tradisi kami yang suci!”
Sehingga dongeng dari rantai tradisi yang tidak terputus menuju balik ke Musa telah menghindari banyak orang Yahudi dari membaca Alkitab dari diri mereka sendiri. Ini adalah masalah hati.

Permainan telephone.
Faham Yahudi rabbinik (Rabbinic Judaism) percaya Elohim telah memberikan Musa sebuah Hukum Tertulis (ditemukan dalam Torah,  lima kitab Musa). Tetapi, kita diceritakan, kebanyakan dari perintah di Torah itu adalah ditaruh dalam kata yang singkat, pernyataan-pernyataan yang umum, sesuatu seperti kepala paragraf di dalam sebuah buku. Mereka perlu interpretasi. Mereka perlu ada dikembangkan dan diterangkan. Jadi, menurut keyakinan tradisi, Elohim juga telah memberi Musa sebuah Hukum Tidak tertulis yang telah meninterpretasikan Hukum Tertulis. Musa kemudian meneruskan ini kepada Yoshua, yang  meneruskan itu kepada 70 tua-tua yang memimpin dalam generasinya, yang meneruskan itu kepada nabi-nabi dari generasi-generasi berikutnya.

Dan begitulah telah terjadi, tetapi tanpa sedikit tambahan. Ini disebabakan para rabbi mengajar bahwa Hukum Tidak Tertulis (Oral Law) telah terus bertumbuh,  karena dalam setiap generasi,  tradisi-tradisi baru telah berkembang dan situasi-situasi baru masuk yang meminta penerapan-penerapan baru dari Hukum tersebut. [Inilah bentuk tradisi yang sesungguhnya, ia selalu beradaptasi dengan kondisi yang baru, berbeda dengan Kebenaran YAHWEH yang selalu tetap/ unchangeable]

Di dalam dua abad setelah masa Yeshua, Hukum Lisan (Hukum Tidak Tertulis) begitu banyak dan rumit sehingga harus ditulis agar tidak dilupakan (begitulah, dasar-dasar Hukum Tidak Tertulis sekarang ditulis). Ini menjadi Mishnah, yang berkembang menjadi apa yang sekarang dikenal sebagai Talmud selama berabad-abad mendatang. Setelah itu, menurut kepercayaan para rabbi, mereka yang mempelajari Talmud terus mengembangkan dan mewariskan Hukum Lisan untuk setiap generasi berikutnya. Setiap orang Yahudi agamawi percaya dengan segenap hatinya bahwa tidak mungkin untuk memahami Kitab Suci atau mengikuti Hukum Elohim tanpa tradisi-tradisi lisan.

Dan apa yang terjadi ketika seorang Yahudi yang taat dihampiri oleh orang Yahudi beriman di dalam Yeshua? Orang percaya ini dianggap sebagai pendatang baru yang bodoh, dan penafsirannya benar-benar dicemooh: “Kami memiliki tradisi tak terputus sampai kepada Musa! Beraninya kamu berbeda dengan kami! Beraninya Anda mencoba untuk mengajar kami.! “Ya, tradisi membawa cukup banyak beban!. Dan itu dapat mencegah orang berpikir untuk diri mereka sendiri. (Saya temuka itu lucu, untuk sedikitnya, ketika orang Yahudi Ortodoks mengatakan bahwa saya telah dicuci otak!)

Sekarang Anda dapat lebih memahami mengapa orang Yahudi begitu banyak dengan siapa orang percaya mencoba untuk dialog langsung akan berkata: “Saya harus bertanya rabbi saya. Dia akan menceritakan apa sebenarnya arti dari ayat tersebut. Dia akan mencarinya di buku-bukunya.”

Anda lihat, orang Yahudi rabbinik percaya bahwa semakin Anda pergi mundur ke masa lalu, semakin dekat Anda sampai ke wahyu yang asli pada Gunung Sinia (seperti jenis permainan telephon 35-100 tahun masa). Dan tradisi Talmud mengajarkan bahwa, sejak jaman Musa, kita telah ada pada penurunan rohani yang stabil. Ini adalah segala yang lebih beralasan bahwa kita harus bergantung  pada pandangan dari generasi-generasi yang lebih awal! Mereka yang telah lebih dekat kepada mereka yang telah menerima wahyu yang asli tersebut, maka mereka telah pada pesawat rohani yang lebih tinggi. Mereka dapat berkata kepada kita apa Kitab Suci maksudkan. Bicara tentang membaca Alkitab melalui kacamata berwarna!

Adakah tradisi-tradisi tersebut benar?
“Tetapi,” seorang mungkin bertanya, “bagaimana dapat kamu begitu yakin bahwa tradisi-tradisi ini tidak benar? Mengapa kamu berkata mereka tidak menyediakan interpretasi-interpretasi yang benar?”
Jawabanya adalah sederhana:
1. Mereka mengambil untuk diri mereka sendiri autoritas yang Kitab Suci tidak pernah berikan kepada mereka. [Baca: Pengganti Kristus / Vicar of Christ]
2. Mereka menaruh suara alasan duniawi pada pesawat yang lebih tinggi daripada perkataan nubuatan dari sorga.
3. Mereka mengkontradiksi arti yang gamblang dari Kitab Suci.
4. Pada waktu-waktu mereka bahkan mengkontradiksi suara Elohim.
5. Tidak ada bukti alkitabiah bagi rantai tradisi yang tidak putus dan banyak bukti menentang itu.

Sebelum saya berikan beberapa contoh, saya ingin Anda mengerti bahwa ini bukanlah masalah menemukan kontradiksi-kontradiksi minor dan kesusahan-kesusahan interpretasi. Tidak. Masalah-masalah disini berurusan dengan kedalaman hati dan jiwa dari faham tradisi Yahudi, sebuah agama yang berdiri dan jatuh pada tradisi-tradisinya.

Pertanyaan yang sungguh jujur untuk orang Yahudi harus tanyakan adalah: Bagaimana jika Alkitab berkata suatu hal dan tradisi-tradisi saya berkata lainnya? Akankah saya mengikuti Elohim atau akankah saya mengikuti manusia?

Itu bukanlah pertanyaan entah para pemimpin Yahudi orang-orang jahat dan para penipu. Kebanyakan dari mereka adalah (were; past tense) sungguh-sungguh kepada iman mereka. Mereka telah mencari pimpinan hidup baik dan menyenangkan Adonai (the Lord). Tetapi adakah (were) mereka benar? Apakah (did, past tense) tradisi-tradisi mereka sungguh asli datang hadir dari Elohim atau dari manusia? Mari lihat hati-hati. Tidak ada contoh-contoh berikut diambil keluar dari kontek bagaimanapun. Mereka jelas dan langsung kesasaran.

Pertama, mari lihat apa tradisi Yudaisme katakan tentang dirinya sendiri.
Menurut sarjana Ortodoks kontemporer H. Chaim Schimmel, orang-orang Yahudi tidak mengikuti kata literal dari Alkitab, juga mereka tidak pernah melakukannya. Mereka telah dibentuk dan diperintah  oleh interpretasi verbal dari kata-kata tertulis …. “[1]
Seperti yang diungkapkan oleh Rabbi ID Chajes, pemimpin terkemuka abad kesembilan belas, Talmud menunjukkan bahwa kata “yang ditransmisikan secara lisan” oleh Elohim adalah “lebih berharga” daripada yang dikirimkan secara tertulis. Chajes bahkan lebih jauh untuk mengatakan bahwa: “Kesetiaan pada pemimpin mengatakan tradisi rabinik adalah mengikat semua orang Israel …. Dan barangsiapa tidak memberikan kepatuhan terhadap Hukum tidak tertulis [Hukum Lisan] dan tradisi rabinik tidak memiliki hak untuk berbagi warisan Israel …. “[2]

Bagaimana klaim seperti itu dibuat? Para rabi menegaskan bahwa itu adalah Alkitab itu sendiri yang memberi mereka wewenang eksklusif untuk menafsirkan Torah dan mengembangkan hukum-hukum baru. Mereka mencari dukungan untuk ini dalam Ulangan 17:8-12, mungkin teks paling penting dalam Alkitab bagi Yudaisme rabinik. Ayat itu berkata begini:
“Apabila sesuatu perkara terlalu sukar bagimu untuk diputuskan, misalnya bunuh-membunuh, tuntut-menuntut, atau luka-melukai–perkara pendakwaan di dalam tempatmu–maka haruslah engkau pergi menghadap ke tempat yang akan dipilih YAHWEH, Elohimmu; haruslah engkau pergi kepada imam-imam orang Lewi dan kepada hakim yang ada pada waktu itu, dan meminta putusan. Mereka akan memberitahukan kepadamu keputusan hakim. Dan engkau harus berbuat menurut keputusan yang diberitahukan mereka kepadamu dari tempat yang akan dipilih YAHWEH; engkau harus melakukan dengan setia segala yang ditunjukkan mereka kepadamu. Menurut petunjuk yang diberikan mereka kepadamu (According to the sentence of the law which they shall teach thee; KJV) dan menurut keputusan yang dikatakan mereka kepadamu haruslah engkau berbuat; janganlah engkau menyimpang ke kanan atau ke kiri dari keputusan yang diberitahukan mereka kepadamu. Orang yang berlaku terlalu berani dengan tidak mendengarkan perkataan imam yang berdiri di sana sebagai pelayan YAHWEH, Elohimmu, ataupun perkataan hakim, maka orang itu harus mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel. (Ulangan 17:8-12). [the law, sesuai dengan artikel aslinya, artikel asli tidak di ambil dari KJV].

Apa yang Musa jelas katakan adalah bahwa dalam setiap generasi para imam Lewi dan “hakim” saat ini di Yerusalem akan berfungsi sebagai semacam Mahkamah Agung, pengadilan banding terakhir, orang-orang seperti yang ada saat ini di banyak negara di seluruh dunia, termasuk Israel dan Amerika Serikat. Pengadilan ini akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan perselisihan mengenai berbagai masalah hukum seperti pembunuhan, hukum sipil, dan serangan. Itu saja!
Ayat tersebut tidak memberikan wewenang apapun kepada generasi berikutnya dari rabi-rabi di seluruh dunia (dimana itu bahkan menyebut rabbi?), juga tidak memberikan kewenangan kepada siapapun untuk mengatakan kepada semua orang Yahudi kapan berdoa, apa yang harus di doakan, bagaimana menyembelih ternak mereka, apa untuk percaya tentang Mahsiah, kapan mengunjungi orang sakit, dapat atau tidak seseorang menulis pada hari Sabat, dan seterusnya dan seterusnya dan seterusnya. Singkatnya tidak ada! Namun, dari ayat singkat ini para orang bijak tersebut telah diturunkan begitu banyak kekuasaan.

Adapun ayat 11, yang mengatakan, “Menurut kalimat hukum (the sentence of the law) yang mereka akan ajar kepadamu dan menurut keputusan yang mereka berikan kepada engkau. janganlah engkau menyimpang ke kanan atau ke kiri,” ini tepatnya ditafsirkan oleh Nachmanides komentator abad ketigabelas berarti: ”Bahkan jika itu nampak kepada Anda sebagai jika mereka [para rabbi; pada konteknya] merubah (are + vb+ing, present continous tense) ’kanan’ menjadi ’kiri’ … itu adalah kewajiban Anda untuk berpikir apa yang mereka bilang adalah ‘benar’ adalah ‘benar.’” Mengapa? Karena Roh Elohim ada pada mereka, dan Adonai akan menjaga mereka dari kesalahan dan dari kesandung.[3]  Ini sungguh sebuah klaim! Jika para orang bijak tersebut berkata kepada Anda bahwa kiri adalah kanan, Anda harus mengikuti para pemimpin agama tersebut.

Mari ambil ini selangkah kedepan. Bagaimana jika 1000 nabi berkaliber Elia dan Elisa berkata kepada Anda bahwa Torah berarti satu hal, tetapi 1001 orang bijak berkata itu berarti sesuatu yang lain?
Siapakah yang Anda ikuti? Maimonides, cendekiawan Yahudi paling berpengaruh abad pertengahan, adalah tegas: “Putusan akhir adalah sesuai dengan 1.001 orang bijak.”[4] Ya, Talmud bahkan mengajarkan jika Elia sendiri berbeda dengan tradisi rabinik atau kebiasaan yang berlaku dari masyarakat – bukan Hukum Alkitabiah tetapi hanya tradisiatau kebiasaan yang mengenai Hukum itu-maka dia tidak harus diikuti.[5]
“Tapi,” Anda mungkin berkata, “mungkin ada sesuatu untuk itu. Bukankah seharusnya kita mengikuti arti yang sederhana dan jelas dari Alkitab bahkan jika beberapa nabi mengklaim bahwa Elohim mengatakan kepadanya lain hal? “Tentu saja kita harus. Tapi bukan itu yang Maimonides telah katakan. Dia benar-benar berpendapat bahwa jika seseorang seperti Elia menyukai arti yang sederhana dan jelas dari Kitab Suci sebagai ganti dari tradisi rabinik, tradisi tersebut  itulah yang harus diikuti.

Jadi, seorang yang terbukti nabi sekalipun,  didukung oleh kuasa Elohim dan mengikuti makna literal dari Alkitab, memiliki bobot berat yang kurang dari tradisi rabinik. Dan para orang bijak tersebut, oleh mayoritas bahkan satu, lebih berbobot daripada orang-orang seperti Elia dan Elisa dalam hal menafsirkan Hukum. Apakah hal-hal menjadi lebih jelas sekarang?

Lebih Berat – Rabi atau Elohim?
Tapi itu tidak berhenti di situ: Sebuah keputusan hukum yang dibuat oleh mayoritas orang bijak membawa bobot lebih daripada suara  Elohim! Menurut salah satu cerita paling terkenal dalam Talmud (Baba Mesia 59b), ada perselisihan antara Rabi Eliezer Agung dan para orang bijak tentang apakah jenis oven tertentu dibersihkan secara ritual atau tidak. Dia menjawab setiap argumen mereka, tetapi mereka menolak untuk menerima keputusannya. Rabi Eliezer kemudian meminta serangkaian mujizat untuk memverifikasi keputusannya: “Jika Hukum sesuai dengan saya, maka biarkan pohon carob tercabut; biarlah aliran air berhenti mengalir; biar dinding rumah belajar runtuh.” Hebatnya, Talmud mengajarkan bahwa setiap mujizat terjadi, namun tetap para rabbi lainnya menolak untuk menerima.
Akhirnya, Rabbi Eliezer meminta Elohim sendiri untuk memverifikasi posisinya. Segera, terdengarlah suara dari sorga berkata: “Mengapa engkau menyulitkan Rabi Eliezer? Putusan hukum selalu sesuai dengan dia.” Kepada apa Rabbi Yosua mengklaim, “Itu bukan di sorga!” Dengan kata lain, karena Torah diberikan di Gunung Sinai (dan karenanya itu tidak lagi “di sorga “), keputusan-keputusan hukum harus dibuat semata-mata atas dasar penalaran manusia dan deduksi logis. Periode. Seperti yang diungkapkan oleh Rabi Aryeh Leib pemimpin yang sah: “Biarkan kebenaran muncul dari bumi. Kebenaran ada sebagai para orang bijak putuskan dengan pikiran manusia.”[6]

Jadi jika Elohim berbicara-seperti yang Ia telah lakukan di sini- para orang bijak dapat (dan harus!) menolak Dia kalau mereka tidak setuju dengan interpretasi-Nya. Apa dasar untuk sebuah posisi yang luar biasa itu? Talmud mengutip tiga kata terakhir dari Keluaran 23:2 dan menafsirkan mereka berarti [demikian], “Ikuti mayoritas.” Teks mengatakan yang sebaliknya! Bacalah seluruh ayat. Artinya itu adalah jelas, “Jangan mengikuti mayoritas.” Bahkan J.H. Hertz, bekas kepala rabbi Inggris, menulis: “Rabi mengabaikan arti harfiah dari tiga kata-kata Ibrani terakhir, dan membawa mereka untuk menyiratkan bahwa, kecuali bila itu adalah ‘untuk berbuat jahat,’ satu harus mengikuti mayoritas. “[7] Dan itu adalah dukungan mereka untuk meniadakan dan mengabaikan suara Elohim! Sebuah ayat yang mengatakan “Jangan mengikuti mayoritas” telah diiris dan ditafsirkan kembali sehingga dapat berarti, “Ikuti mayoritas,” dan, atas dasar ini, Elohim sendiri telah ditolak. Itu hampir mencabut napas Anda. [Kel 23:2 – Engkau jangan jadi pengikut orang banyak dalam hal kejahatan, juga jangan masuk dalam perselisihan yang menyesatkan, mengikuti orang banyak yang tersesat; Kitab Suci ILT]

Dapatkah Rabbi Mengubah Torat?
Hebatnya, teks Talmud melanjutkan dengan mengatakan bahwa Elia kemudian memberitahu salah satu rabi bahwa Elohim tertawa tentang kejadian mengatakan, “Putra-putraku mengalahkan Aku!” Bicara tentang “aturan mayoritas”! Tidak hanya itu benar bahwa 1.000 nabi yang mengikuti makna literal dari Alkitab tidak ada kesempatan berdiri melawan 1.001 orang bijak, tapi Elohim sendiri tidak memiliki kesempatan melawan bahkan dua orang bijak harus mereka mohon untuk berbeda dengan-Nya! Apakah Anda telah tahu bahwa kekuatan tradisi dan otoritas manusia melangkah terlalu jauh?

Ini tidak berarti bahwa para rabbi arogan atau tidak sopan. Mereka sederhananya percaya bahwa itu adalah (was; past tente) tugas mereka yang diberikan-Elohim untuk menafsirkan dan membuat Hukum-hukum, dan, lewat proses waktu, mereka telah menjadi percaya bahwa tradisi mereka suci. Mereka bahkan mengaku memiliki hak untuk mengubah Hukum alkitabiah jika perlu. Apa dukungan kitab suci mereka untuk ini? Mazmur 119:126: “Sudah saatnya bagi Engkau untuk bertindak, ya YAHWEH, hukum Mu sedang dirusak.”[terjemahan literal dari sumber aslinya] Anda mungkin berkata, “Saya tidak mengerti. Bagaimana ayat ini sudah dihubungkan dengan mengubah Hukum? “Tidak ada? Tapi itu benar-benar ditafsirkan ulang (tepatnya, disalahartikan secara total) berarti: ”Kadang-kadang untuk bertindak  bagi Adonai, itu perlu merusak Hukum-hukum-Nya.” Saya tidak mencandai Anda.[8]

Apakah mengherankan, bahwa pada waktu Talmud meng-kriditkan [menghargai] para orang bijak tersebut dengan “mencabut Kitab Suci” dengan interpretasi mereka?[9] Ini adalah sesuatu yang perlu diingat pada waktu berikutnya ketika seorang mencoba berkata kepada Anda  bahwa Yeshua dan Paulus pergi berkeliling melanggar dan mengubah hukum-hukum [YAHWEH]. [Pencabutan dan perubahan perkataan Allah (cerita ini dikenal dengan “satanic verses / ayat-ayat setan”) juga telah dilakukan oleh Muhammad].
Dan di mana para rabbi mengklaim bahwa Alkitab itu sendiri membuat referensi ke Hukum Lisan? Salah satu teks kunci adalah Keluaran 34:27: Berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan engkau dan dengan Israel.”Apa kena mengena ayat ini dengan Hukum Lisan? Tidak ada sama sekali. Jadi bagaimana para pembuat Talmud menemukan referensi di sini untuk Hukum tidak tertulis? Pertama, mereka gagal untuk mengutip awal dari ayat tersebut (“Tuliskan kata-kata ini”). Kemudian, mereka melihat bahwa frase Ibrani yang diterjemahkan “sesuai dengan” (al pi) sangat dekat dengan ungkapan Ibrani untuk “lisan” ( al peh). Jadi, ayat itu dipahami seolah-olah berkata: “Tuliskan kata-kata ini, untuk kesaksian atas kata-kata ini, saya telah membuat perjanjian dengan engkau dan dengan Israel” Tapi bukan itu yang bahasa Ibraninya katakan, karena setiap terjemahan Alkitab bahasa Ibrani yang tersedia akan memberitahu Anda secara langsung. Sebuah permainan kata adalah satu hal; arti sebenarnya adalah sesuatu yang lain.

Dan bagaimana Rashi, yang terbesar dari semua komentator Alkitab Yahudi, menangani arti jelas dari ayat ini bahwa perjanjian tersebut didasarkan pada Firman yang tertulis? Dia menafsirkan “Tuliskan kata-kata ini” berarti hanya kata-kata ini, menjelaskan bahwa itu tidak diijinkan menulis kata-kata Hukum Lisan.”[10] Jadi Elohim berkata, “Tulis!”  namun tradisi berkata, “Jangan tuliskan itu seluruhnya!” Elohim membuat perjanjian-Nya dengan Israel berdasarkan apa yang disampaikan secara tertulis; Talmud mengatakan bahwa esensi sebenarnya dari perjanjian itu berdasarkan apa yang disampaikan secara lisan. Dan itu tidaklah aneh bahwa teks Alkitab dengan jelas menekankan Hukum Tertulis ini dimanfaatkan oleh Talmud untuk menunjuk ke Hukum Lisan – di dasari dari sebuah permainan kata-kata saja?  Sebuah contoh mencengkeram ranting-ranting padi!

Tidak hadirnya sama sekali penyebutan Hukum Lisan dalam Alkitab Ibrani nyata langsung ke referensi yang sering  kepada kaitan alamiah dari Hukum Tertulis yang ditemukan sepanjang Kitab Suci. Bacalah ayat-ayat Ulangan 31:24-26: Ketika Musa selesai menuliskan perkataan hukum Taurat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang penghabisan (from beginning to end) [dan perhatikan: tidak ada sebagian dari Hukum yang Musa gagal tuliskan; dia telah menulis semuanya, dari awal sampai penghabisan], maka Musa (gave this command to the Levites) memerintahkan kepada orang-orang Lewi pengangkut tabut perjanjian YAHWEH, demikian:”Ambillah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut perjanjian YAHWEH, Elohimmu, supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau. Catatan: Kata-kata di dalam kedua kurung siku di sini berasal dari teks aslinya. Catatan: tanda kurung patah di sini berasal dari artikel aslinya.

Ada banyak ayat lain yang mengatakan hal yang sama, seperti Keluaran 24:78, Ulangan 17:14-20; 28:58-59; 30:9-10; Yosua 1:8; 23:06; 1 Raja-raja 2:13; 2 Raja-raja 22 : 13; 23:3,21; 1 Tawarikh 16:3940; 2 Tawarikh 30:5; 31:3; 35:26-27; Ezra 3:24; 6:18; Nehemia 10:28-29; 13:1; dan Daniel 9:13. Saya mendorong Anda untuk mencari ayat-ayat ini dan membaca dengan cermat. Dimana ada penyebutan sebuah Hukum Lisan?[11]

Dan, jika ada semacam rantai otoritatif penafsiran, mengapa ada perbedaan pendapat begitu banyak tentang hukum di hampir setiap halaman Talmud? Orang nyaris dapat mengatakan bahwa Talmud terdiri dari perbedaan pendapat dan diskusi tentang penafsiran dan penerapan Hukum. Dan mengapa komentar-komentar para rabbi besar berbeda dengan arti beratus-ratus ayat Alkitab? Dimana rantai otoritatif dari tradisi?

Tidak, Elohim tidak memberikan Hukum Lisan kepada Musa di Gunung Sinai. Penyebutan  pertama-tama dari konsep seperti tradisi mengikat, tradisi lisan ada lebih dari 1400 tahun setelah Musa. Terlebih lagi, banyak kelompok-kelompok Yahudi yang ada pada zaman Yeshua, seperti orang-orang Saduki dan Eseni, tidak memiliki keyakinan dalam tradisi tersebut. Itu adalah doktrin yang berbeda dari orang Farisi. Mengapa? Karena mereka adalah orang-orang yang menemukan gagasan tentang sebuah rantai tak terputus yang mengikat, tradisi lisan, dimulai sesaat sebelum Yesus datang ke dunia. Dan, ketika mereka meneruskan tradisi unik mereka pada para penerus mereka, generasi baru mulai berkata: “Kami tidak menemukan ajaran-ajaran ini, kami mewarisi mereka. Mereka telah diteruskan kepada kita dari nenek moyang kita. Mereka mundur bertahun-tahun …. jalan balik… sejauh mundur kami dapat mengingat … semua balik kembali kepada Musa.” Tidak begitu!

Biarkan kebenaran diceritakan. Tidak ada Hukum rahasia yang diberikan kepada Musa dari mulut ke mulut atau diteruskan oleh dia secara lisan kepada para nabi alkitabiah dan pemimpin. Sebenarnya, nenek moyang kita terkadang lupa Hukum Tertulis (baca 2 Raja-raja 22 untuk contoh klasik ini). Sebuah Hukum Lisan tidak akan ada kesempatan berdiri. Dan tidak ada satu contoh dalam Alkitab di mana orang pernah dihukum, ditegur, atau bertanggung jawab untuk melanggar suatu yang dipanggil tradisi yang mengikat. Itu karena tidak ada tradisi seperti untuk istirahat. Hanyalah pelanggaran-pelanggaran dari Firman yang tertulis telah dianggap berdosa.

Kebenaran
Sekarang saatnya untuk mendengarkan Firman tersebut. Torah mengatakan bahwa di mana pun kita orang Yahudi, bahkan tersebar di seluruh dunia, “Dan baru di sana engkau mencari YAHWEH, Elohimmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu (Ulangan 4:29). Nabi Yeremia memberi pesan yang sama: “apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, (Yeremiah 29:13). Dan Kitab Amsal mengatakan: Percayalah kepada YAHWEH dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Amsal 3:5-6)
Elohim tidak akan mengecewakan Anda-jika Anda mencari dengan tulus kebenaran-Nya. Mengapa tidak merendahkan diri dan meminta bantuan-Nya? Ada tempat untuk alasan dan diskusi rasional, dan ada tempat untuk mencari Elohim juga. Mereka berjalan beriringan! Tetapi Adonai menentang mereka yang bijaksana menurut mata mereka sendiri. Pelajarilah Firman dan carilah Elohim. Anda tidak akan dikecewakan.

Ketika Musa dan para nabi tidak tahu bagaimana menafsirkan atau menerapkan Torat, mereka berdoa dan meminta Elohim untuk menjawab. Dan Elohim menunjukkan kepada mereka apa yang harus dilakukan![12] Mengapa tidak mengikuti langkah mereka? Mengapa ada [berlaga] lebih pintar dari Musa dan para nabi dan mencoba semuanya untuk diri sendiri?

Studi, ya, dengan segala cara. Tapi minta Elohim membuka mata Anda ketika Anda melakukan! (Itu persis bagaimana Pemazmur berdoa dalam Mazmur 119:18) Mintalah Elohim untuk memimpin Anda ke dalam kebenaran.

Ini tidak berarti bahwa para rabi berarti jahat. Mereka benar-benar percaya pada apa yang mereka lakukan, dan sering  ada keindahan dan kebijaksanaan dalam kata-kata mereka. Mereka benar berkomitmen untuk tradisi-tradisi mereka, dan melalui tradisi-tradisi ini, mereka berusaha untuk mengikat orang Israel bersama-sama. Tapi, sementara tradisi mungkin telah mengikat kita bersama-sama, mereka miliki, yang lebih penting, mengikat kita.

Anda bisa dibebaskan hari ini.

“Untuk orang Yahudi yang percaya pada Dia, Yeshua berkata, “Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh 8:31-32)

Komentar oleh Sid Roth
Aku tidak pernah mendengar banyak percakapan tentang Ha Mashiah ketika saya masih kecil. Pada Seder Paskah kami, kami akan membuka pintu bagi Elia untuk mengumumkan Ha Mashiah. Tetapi orang dewasa telah memandang  kejadian ini sebagai sebuah dongeng, hampir seperti versi Yahudi  tentang Santa Claus. Saat aku semakin tua, saya menyadari itu hanya “berpura-pura,” tapi aku ikut-ikutan denan sandiwara ini demi anak-anak muda dan “tradisi.”

Setiap Paskah kita membaca Mazmur 118:22: “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Sekarang saya bahwa batu penjuru yang kita, para tukang bangunan (orang-orang Yahudi) telah tolak adalah Ha Mashiah. Tidaklah mengherankan Elisa tidak pernah datang ke seder Paskah kita. Meshiah telah datang untuk mati pada Hari Paskah. Yesaya 53:7 berkata Dia adalah (was; past tente) ”seperti domba (Paskah) yang dibawa kepembantaian.”

[Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (Yesaya 53:7)]

Nama “Paskah” berasal dari Keluaran 12:13: Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada (pass over) kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu (Kel 12:13). [Jadi Paskah artinya “melewati”]

Tetapi kenapa darah adalah penting? Imamat 17:11 mengatakan: “Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.” Dengan kata lain, pengorbanan darah adalah satu-satunya pengganti yang dapat diterima untuk menebus dosa. Selama Paskah yang pertama [Hari terakhir orang Israel di Mesir], darah itu harus dipakai (dipoleskan) pada ambang pintu. Kemudian, di bawah Perjanjian Musa, binatang harus dikorbankan di Bait Elohim di atas mezbah (Imamat 1:11).

Inilah sebabnya mengapa kita baca dalam Talmud, Yoma 5a, tidaklah ada Yom Kippur tanpa darah. Sejak Bait Elohim dihancurkan pada tahun 70  AD, belum pernah ada korban-korban Bait bagi pengampunan dosa.

Bahkan, 40 tahun sebelum Bait itu dihancurkan, para rabi kuno telah mengenali tanda-tanda supranatural yang menakutkan bahwa Elohim tidak lagi menerima korban-korban binatang yang dipersembahkan (Yoma 39a, b). Itu adalah tahun Yeshua meninggal bagi dosa-dosa kita.
Bahkan nabi Yahudi Daniel mengatakan Mahsiah kita akan datang dan mati, bukan untuk dosa-dosa sendiri, tetapi untuk dosa-dosa kita sebelum Bait tersebut dihancurkan (Daniel 9:26).
Benar Yudaisme [dan semua faham keimanan dan world view] membutuhkan darah penebusan Yeshua!

Karena kita memiliki Bait Elohim saat ini, entah dosa-dosa kita tidak dapat ditebus, atau Elohim telah mengirimkan Mashiah-Nya.
Tentang siapakah doa Yom Kippur dari buku doa tradisional Yahudi berbica?
Urapan kebenaran kita telah keluar dari kita: ketakutan telah menguasai kita, dan kita tidak memiliki seorang juga utuk membenarkan kita.

Kami diurapi benar telah berangkat dari kami: horor telah disita kami, dan kami tidak memilikinya untuk membenarkan kita. Dia telah menanggung kuk kejahatan kita dan pelanggaran kita, dan terluka karena pelanggaran kita. Dia telah menanggung dosa-dosa kita pada bahu-Nya, supaya Dia dapat menemukan pengampunan yang disebabkan oleh kejahatan kita. Kita akan disembuhkan oleh luka-Nya, pada waktu itu Yang Abadi akan membuat Dia sebagai makhluk baru (Form of Prayers for Day of Atonement – Indonesia: Bentuk Doa untuk Hari Pendamaian, rev. ed., New York:.. Rosenbaum dan Werbelowsky, 1890, pp 287-88) .

oooOooo

*) Arti literal: “seorang kepada siapa hukum-hukum berlaku,” merefer kepada seorang laki-laki Yahudi yang telah mencapai usia 13, dimana ia mulai dituntut untuk  terlibat dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat baik moral maupun keagamaan. Perubahan status ini dirayakan melalui ibadah keagamaan Yahudi. Bet mitzvahed sebutan untuk wanita. Ibadah ini tidak terdapat di Alkitab, tetapi sebuah ibadah tradisi Yahudi yang berkembang di Abad-abad Pertengahan (Middle Ages). http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Bar_Mitzvah

Catatan kaki dari artikel aslinya:
[1] H. Chaim Schimmel, The Oral Law: A Study of the Rabbinic Contribution to Torah She-Be-Al-Peh (rev. ed., Jerusalem/New York: Feldheim, 1987, italics added).
[2] Z. H. Chajes, The Student’s Guide Through the Talmud, translated and edited by Jacob Schacter (New York: Feldheim, 1960), 4.
[3] See Nachmanides to Deuteronomy 17:11 and also the Babylonian Talmud, Baba Batra 12a.
[4] See Maimonides’ introduction to his commentary on the Mishnah.
[5] See again Maimonides’ introduction to his commentary on the Mishnah, and also the Babylonian Talmud, Yebamot 102a
[6] See the introduction to his Ketzot HaHoshen on Hoshen Mishpat in Shulhan Arukh.
[7] Dr. J. H. Hertz, The Pentateuch and Haftorahs (London: Soncino, 1975), 316. The only real issue is whether to translate the Hebrew word rabbîm in this verse with “many” or “mighty.” (The Talmudic passage in Baba Mesia 59b, of course, understood the word to mean “many”—in other words, the majority.) Either way, the meaning is impossible to dispute: Don’t follow the rabbîm!
[8] See the Babylonian Talmud, Berakot 54a.
[9] See, for example, the Jerusalem Talmud, Kiddushin 1:2, 59d; the Babylonian Talmud, Sotah 16a, with Rashi’s comments to the words ‘oqeret and halakah.
[10] . See also Gittin 60a in the Babylonian Talmud
[11] . It is possible that a rabbinic Jew might point to Nehemiah 8:8, the only verse which mentions that the Levites made the Law clear as it was being read. This means either that they translated it into a more understandable language (probably Aramaic for the exiles), or else they explained its meaning. This, of course, was the role of the priests and Levites: to educate the people in the Torah (see Leviticus 10:1011). But, once again, to make some connection between this verse and an alleged unbroken chain of binding tradition is to build a mountain out of a non-existent mole hill.
[12] . See, for example, Leviticus 24:1023; Numbers 9:114; 15:3236; 27:15; Zechariah 7.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kesaksian Penginjil Dr. Nasir Siddiki, turunan dari kalip Abu Bakr Siddiq


Dr. Nasir Siddiki diwawancarai oleh Sid Roth, tuan rumah dari TV Kristen: It’s Supernatural! bagaimana dari latar belakang seorang Islam, keturunan dari kalip Islam pertama Abu Bakr Siddiq,[1]  menjadi murid Yeshua Ha Mashiah.

Teks percakapan mereka dalam bahasa Indonesia seperti di bawah ini:

Garis bawah, penebalan dan warna ditambahkan dr Senjata Rohani web blog, juga tulisan dalam tanda kurung.
[Latar belakang Siddiki, divonis mati dalam satu hari, Yeshua memberi pewahyuan, bertobat]

SID: Kalian akan menemukan tentang seorang Islam yang telah dibangkitkan dari ’kematian di tempat penyimpanan mayat.’ Tebak apa yang ia percaya tentang Yehsua sekarang?
SID: Halo, Sid Roth. Selamat datang di dunia saya di mana itu secara alamiah supranatural. Saya bersama orang yang sangat menarik. Leluhurnya adalah teman terbaik dari Muhammad, dan dia adalah khalifah pertama dari seluruh dunia Islam. Apakah itu benar, Nasir Siddiki?
NASIR: Itu absolutely benar, Sid.
SID: Itu adalah silsilah yang cukup untuk Anda miliki.
NASIR: Ya. Itulah mengapa nama tersebut “Siddiq” adalah identik dengan Abu Bakar Siddiq, Khalifah pertama dari bangsa Muslim.
SID: Jadi ingin tahu, tentunya sebagian besar Muslim akan mengenali nama terakhir Anda?
NASIR: Absolutely. Jika saya pergi ke Timur Tengah mereka akan segera mengenali Nasir Siddiq. Dia keluarga dari para Siddiq.
SID: Dan berbicara tentang keluarga, ia datang dari keluarga yang sangat makmur. Tapi dia sendiri tidak begitu buruk. Saat berusia 35, dia adalah seorang jutawan. Dia memiliki semua mobil dan rumah terbaik, semuanya Hollywood berkata akan membuat Anda bahagia. Tapi Anda tahu? Ia mengembangkan penyakit yang mematikan. Ceritakan tentang itu, Nasir.
NASIR: Saya menjadi sangat sakit. Dan itu dimulai dengan blisters (kulit yang bergelembung dan menggandung cairan seperti cacar air) di sisi leher saya, dan pagi hari, telah berkembang menjadi seukuran setengah inci [1 inci= 2,54 cm].
SID: Ini tidak seharusnya terjadi pada Anda. Tapi tentu saja, Anda bekerja sekitar 18 jam sehari. Sehingga sistim kekebalan tubuhmu terobek turun, minus nol.
NASIR: Mereka bergegas membawa saya ke rumah sakit. Saya telah melewati dua kali malam itu. Mereka bergegas membawa saya ke rumah sakit, Rumah Sakit Umum Toronto, di Toronto, Kanada, di bagian gawat darurat. Mereka mendiagnosa itu sebagai kasus yang lebih buruk dari shingles (herpes zoster) yang pernah tercatat dalam sejarah. Saya di dalam kesakitan yang sangat sehingga …
SID: Tapi tunggu sebentar. Saya pernah punya shingles, dan saya sakit, tapi aku tidak dapat mati oleh karena itu.
NASIR: Yang satu ini ada dari atas kepala saya terus turun sepanjang sisi wajahku, telinga ini, leher ini, bahu ini. Mereka mengirim saya ke rumah sakit. Keesokan paginya, telinga ini menyentuh bahu ini. Rasanya seperti balon. Aku tampak seperti penderita kusta, cacat pada sisi ini. Dan sistem kekebalan tubuh saya tidak melawan.
SID: Sekarang Anda memiliki gambaran itu. Akahkah Anda menunjukkan itu kepada kami?
NASIR: Ya, absolutely. Ini adalah apa yang saya telah nampak seperti di kamar rumah sakit. Melepuh – seukuran satu inci, cacar air, suhu 107,6 F (41,6 C), dan kerusakan otak. Dalam kondisi dengan hipertermia, mereka meninggalkan aku mati.
SID: Nah para dokter benar-benar datang ke rumah sakit, berdiri di atas tempat tidur Anda.
NASIR: Ya.
SID: Mereka pikir kamu koma, Anda sedang tidur. Cacar ganas
NASIR: Ya.
SID: Apa yang Anda dengar mereka katakan?
NASIR: Mereka memeriksa saya dan mereka berkata, “Sistem kekebalan tubuhnya telah berhenti. Ini menyebar ke seluruh tubuhnya kita tidak bisa melakukan apa-apa tentang hipertermia karena otak telah termasak sendiri.” Dan mereka bilang aku mungkin akan mati besok pagi. Bahkan, Anita, mereka membawanya keluar dari ruangan setelah itu dan menjelaskan kepadanya bahwa, (a) jika saya tetap hidup…
SID: Ini adalah seseorang yang bekerja dengan Anda.
NASIR: Ya. Saya akan buta, telingaku tuli, ada kerusakan otak. Sisi wajah (kanan) akan lumpuh. Dan jika saya hidup, saya akan lumpuh, tapi mungkin aku akan mati besok pagi.
SID: Oke. Anda mendengar laporan mengerikan ini. Anda seorang Islam (Muslim).
NASIR: Ya.
SID: Apa yang seorang Islam pikir ketika ia mendapat hukuman mati seperti itu?
NASIR: Allah [deity orang Islam] bukanlah penyembuh. Mohammed bukan penyembuh. Jadi kami tidak berpaling kepada Allah untuk menyembuhkan kami. Kami berasumsi bahwa kami akan mati. Namun saya takut mati, Sid. Aku ketakutan akan kematian.
SID: Mengapa?
NASIR: Saya tidak tahu apa yang di sisi lain, tapi saya takut itu. Dan orang-orang yang kepada siapa saya telah beriman, kepercayaan saya pada para dokter, dan mereka telah menyerah. Apa yang Anda lakukan ketika orang-orang yang Anda tahu percaya Anda telah menyerah dan meninggalkan Anda untuk mati? Dalam ketakutan, saya menjerit. Saya berkata, “Elohim (God/ Allah), jika Engkau nyata, jangan biarkan saya mati.” Itulah yang saya jeritkan. Muhammad tidak datang. Allah (deity orang Islam) tidak datang. Tapi malam itu di kamar itu, muncul sebuah sosok di ujung tempat tidur. Dan orang ini …
SID: Tunggu sebentar. Apakah Anda pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya supranatural dalam seluruh hidup Anda?
NASIR: Tidak, tidak pernah.
SID: (Itu adalah) waktu pertama Anda.
NASIR: Ya.
SID: Oke. Sekarang ada sosok ini …
NASIR: Ya.
SID: … dan Anda takut?
NASIR: Tidak
SID: Apa yang terjadi?
NASIR: Tidak, tidak sama sekali. Saya tidak takut sama sekali. Di tengah malam itu saya lihat sosok ini di ujung tempat tidur, dan itu adalah sosok dari seseorang dengan cahaya memancar. Saya tidak bisa memberitahu Anda bagaimana bentuk wajahnya. Dari semua yang saya dapat lihat seorang pribadi dengan cahaya. Sekarang saya tahu itu adalah Yeshua (Yesus). Orang-orang ini [para dokter] datang kepada saya dan mereka berkata, “Tapi Anda seorang Islam. Orang Islam tidak mengenal Yeshua.” Oh ya mereka kenal. Jika Anda membaca Kuran, Yeshua [dikenal orang Islam dengan nama Isa] disebut berkali-kali sebagai orang baik, sebagai penyembuh, sebagai nabi. Bahkan kelahirannya disebutkan dan bahwa ia telah menyembuhkan orang-orang.
SID: Tetapi hal terutama yang saya mengerti tentang Islam, mereka mengatakan bahwa Elohim (God/ Allah) tidak memiliki putra.
NASIR: Itu tepat sekali.
SID: Maksudku, lihat di masjid. Mereka memiliki [keyakinan dan menulis] itu di atas [gedung mesjid] di Yerusalem.
NASIR: Itu benar, ia  (allah) tidak memiliki putra. Nah pribadi ini yang muncul ini mengatakan dua hal: ” Akulah Elohim (God/ Allah) orang-orang Kristen, dan Akulah Elohim  (God/ Allah) Abraham, Ishak, dan Yakub.”
SID: Tunggu sebentar. Sebagai seorang Islam, tidakkah itu ”Abraham, Ismael, dan Yakub?”
NASIR: Ismail seharusnya yang pertama lahir, bukan Ishak. Tapi bukan itu yang Orang ini katakan. Abraham, “Ishak.” Jadi bagi saya, itu berarti sangat banyak. Bahkan lebih mengejutkan adalah bahwa keesokan paginya, dokter-dokter yang sama masuk dan mereka mengatakan, “Kami tidak mengerti apa yang telah terjadi. Ini adalah sebuah keajaiban. Itu telah pergi ke remisi (masa krisis telah berakhir).” Sebagai ganti dari menyebar, mereka mulai berkurang.
SID: Ketika mereka berkata itu kepada Anda, apa yang Anda pikirkan?
NASIR: Saya berkata, Dengar, saya tidak tahu bagaimana bercerita kepada Anda, tetapi ada seseorang …
SID: Apakah Anda memberitahu mereka? Anda mengatakan kepada mereka!
NASIR: Ya,
SID: Dan mereka akan menempatkan Anda di bangsal jiwa!
NASIR: Saya mengatakan kepada mereka, “Telah ada Yeshua di sini dan Dia telah menyembuhkan saya.”
SID: (Jika) seorang Islam mengatakan itu. Mereka (masyarakat Islam) akan mengusir dia pergi.
NASIR: Mereka tidak percaya padaku. Dan itu menjadi sebuah test case di kota Toronto, “Mengapa orang ini hidup?” Nyatanya, mereka mengatakan itu telah mencapai pemulihan begitu besar, Anda bisa pulang sekarang. Dan saya berkata, “Tidak, saya tidak ingin pulang.” Itu adalah (tempat) keamanan saya. Ruangan kecil itu keamanan saya.
SID: Anda ingin orang itu (Yeshua) datang kembali.
NASIR: Ya, absolutely. Mereka merilis saya keesokan harinya. Sekarang masalahnya adalah bahwa meskipun masa krisis telah pergi, kepala saya masih tampak belum berbentuk. Dan ketika saya akan berjalan menyusuri jalan, orang akan menyeberang ke sisi lain. Mereka tidak tahu apa yang salah dengan saya.
SID: Tapi apa yang Anda lakukan dengan Orang ini yang berkata, “Akulah Elohim Abraham, Ishak, dan Yakub” ? Ishak! Yitzhak!
NASIR: Aku tahu. Ini seperti, tunggu sebentar. Ini tidak masuk akal. Apakah ini Yeshua yang muncul di kamarku? Apakah dia seorang nabi sebagaimana orang-orang Islam telah mengajar saya sepanjang hidup saya, atau dia adalah Putra Elohim (God/ Allah) sebagaimana para orang Kristen berpikir?
SID: Tahan pikiran itu. Mari kita cari tahu bagaimana Elohim menunjukkan secara supranatural kepada Nasir bahwa dia adalah Putra Elohim. Yeshua (Yesus/ Isa) adalah Putra Elohim (Allah). Dia adalah Elohim Abraham, Ishak, dan Yakub. Jangan pergi. Ini menakjubkan.

Intermezzo.

SID: (Berbicara ke pirsawan:) Halo. Sid Roth di sini dengan Nasir Siddiki dan Nasir adalah seorang muslim. Dia secara harfiah sekarat, kasus terburuk dari shingles (herpes zoster) yang rumah sakit yang pernah temukan. Dan seorang pria masuk secara intuitif. Dia hanya tahu bahwa itu adalah Yeshua, dan dia memancarkan kasih, cahaya yang kesembuhan mulai dalam tubuh Nasir. Para dokter tidak memahaminya. Mereka membebaskannya. Dia tidak sepenuhnya sembuh, tapi dia menuju dari tanpa harapan kepada ada mampu untuk meninggalkan rumah sakit. Tapi ia punya masalah karena orang yang mengunjungi dia, Yeshua, berkata, “Akulah Elohim (God/ Allah) Abraham, Ishak, dan Yakub.” Dan jika ia tahu satu hal, satu hal ia tahu, Elohim (Allah) tidak memiliki anak. Tapi itulah apa yang dia katakan. (Bicara kepada Nasir:) Jadi apa yang Anda lakukan tentang itu?
NASIR: Saya punya pertanyaan yang menyala-nyala. Apakah Yeshua benar-benar Putra Elohim? Dan saya tiba di rumah hari itu, hari dimana saya dibebaskan dari rumah sakit. Keesokan paginya, aku bangun pukul 06:00. Aku tidak tahu mengapa aku terbangun pukul enam. Menyalakan televisi. Ada dua laki-laki di situ, berbicara tentang pertanyaan itu. Dan di layar itu tertulis, “Is Jesus the Son of God?” (Apakah Yeshua Putra Elohim?”).
SID: Wau!.
NASIR: Kebetulan? Saya tidak berpikir begitu. Itu adalah pertanyaan yang kuat yang ada di hati saya. Dan mereka berbicara bergantian. Dan mereka berbicara tentang bagaimana Elohim mengutus Putra-Nya untuk mati di kayu salib bagi dosa-dosa kita, karena kasih-Nya terhadap kita.
SID: Sebagai seorang Islam (Muslim), apa artinya ini bagi Anda? Ini sangat aneh.
NASIR: Sebagai seorang Islam, saya diajarkan sepanjang hidup saya untuk tahu bahwa Anda pergi ke Surga; perbuatan baik Anda harus bekerja melebihi perbuatan dosa/ kesalahan Anda. Dan itu hanya melalui perbuatan, satu-satunya pengecualian dari itu adalah dalam Islam disebut Jihad. Jihad adalah ketika Anda mati untuk pembenaran Anda. Anda mati untuk elohim (ilah) Anda. Dan di sini saya mendengar dua orang pria berbicara tentang tidak mati demi Elohim Anda, tetapi Elohimmu (God / Allah) mati untuk Anda. Saya belum pernah mengalami kasih semacam itu dalam hidup saya. Dan saya berkata benarkah demikian? Benarkah demikian bahwa Elohim, BAPA, mengutus Yeshua, Putra-Nya itu, untuk membayar harga dosa-dosa saya, atas segala sesuatu kesalahan yang telah saya lakukan? Ini semua baru bagi saya. Tapi itu menarik. Dan orang-orang ini berbicara bergantian, ya, Yeshua adalah Putra Elohim, dan ya, itu di dokumentasikan bahwa Dia hidup di bumi, dan di dokumentasikan bahwa Dia menyembuhkan, dan ini di dokumentasikan bahwa Ia mati di kayu salib dan membayar harga bagi dosa-dosa seluruh umat manusia.
SID: Jadi apa yang terjadi dengan penyakit mengerikan yang telah Anda miliki?
NASIR: Nah hari itu ketika program TV selesai, saya pergi berlutut. Mereka memimpin saya dalam doa. Saya meminta Yeshua untuk menjadi Adonai (Lord/ Tuhan) dalam hidup saya. Saya menemukan sebuah foto yang menampakkan wajah saya sebelum sakit dan saya mulai berdoa kepada Yeshua ini, “Bisakah Engkau membuat saya terlihat seperti ini lagi?” Saya terlihat 75 tahun. Seluruh wajahku sudah tua. Lima hari kemudian, saya bangun pukul lima pagi. Dokter berkata, “Jangan menggaruk luka-luka itu. Mereka menular.” Tapi saya melihat beberapa luka kering di bantalku. Jadi saya pasti telah menggaruk mereka di tengah malam. Saya bangkit dari tempat tidur, berdiri di bawah shower, Sid, selama satu setengah jam. Setiap luka dari atas kepalaku, wajahku, telingaku, leherku, bahuku gugur, dan meninggalkan kulit merah seperti daging mentah. Dan dokter mengatakan saya akan memiliki bercak putih. Tapi seperti yang Anda lihat, tidak ada bercak. (Nasir menunjukkan mukanya).
SID: Tidak. Jadi apakah ada keraguan dalam pikiran Anda bahwa Elohim adalah Elohim Abraham, Ishak, dan Yakub, dan bahwa Yeshua adalah Putra-Nya? Ada keraguan?
NASIR: Tidak diragukan sama sekali!
SID: Saya berkata kepadamu …
NASIR: Saya adalah saksi hidup!

[Anita isteri Nasir jatuh sakit, metode penyembuhan, pewahyuan penyaliban Yeshua tentang penyakit]
SID: Saya yakin itu. (Berpaling kepada penonton.) Jadi akhir cerita Nasir. Dia menikahi rekannya, Anita. Mereka pergi menikah. Mereka punya banyak uang. Dan kemudian ada penurunan dalam perekonomian. Mereka menghadapi krisis ekonomi. Mereka kehabisan uang. Dan kemudian istrinya mengembangkan penyakit yang mematikan. Dan Nasir berpikir isterinya akan mati. Namun, Nasir telah membaca Alkitab sepanjang waktu ini dan ia memiliki berbagai macam kaset tentang penyembuhan, dan ia memutar kaset-kaset tersebut 24 / 7 (24 jam seminggu / non-stop) untuk Anita. Apa yang terjadi padanya, sebentar?

NASIR: Dia jatuh di luar sebuah mall. dia kejang katatonik 6 kali sehari. Mereka membawanya ke Rumah Sakit St. Michael, menempatkan 28 jarum di kepalanya, dinyatakan sebagai multiple sclerosis, dinyatakan bahwa dia akan cacat, memberi saya kateter dan kursi roda, RS berkata, “Anda bawa dia pulang. Tidak ada yang bisa kita lakukan. Tidak ada pengobatan. Dia akan kehilangan sisa organ-organ tubuhnya.” Saya tahu satu ayat Alkitab dengan sangat baik: “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Mashiah (Kristus).” [Roma 10:17] Ketika dunia telah menyerah, lebih baik Anda datang kepada Yeshua. Jadi saya dapatkan kaset sebanyak yang saya bisa tentang ayat-ayat penyembuhan, ayat-ayat Alkitab yang mengajarkan tentang penyembuhan, dan saya putarkan semua itu 24 jam sehari di samping tempat tidurnya. Sebelum saya melakukan itu, Sid, saya mengambil semua teman saya, semua kerabat saya, semua tetangga saya yang tidak percaya seperti yang saya percayai, ‘menendang’ mereka keluar dari rumah.
SID: Sungguhkah?
NASIR: Dia tidak membutuhkan simpati. Dia tidak membutuhkan cokelat. Dia tidak membutuhkan bunga-bunga. Dia membutuhkan Firman Allah; 24/7, selama dua tahun berturut-turut.
SID: Dan Anda mendapatkan itu, juga. Ini akan masuk ke Anda.
NASIR: Ya, kami berdua mendengarkan Firman 24/7. Firman masuk kedalam karena iman tidak datang dengan cara lain, tapi melalui pendengaran. Jadi dia mendengar Firman, mendengar Firman, mendengar Firman, membangun imannya. Tunggu sebentar, 2000 tahun yang lalu, Yeshua membawa setiap sickness dan setiap disease, termasuk multiple sclerosis. Dan jika Dia (Yeshua) telah membawanya, mengapa dia (Anita) membawa sekarang? Dia (Anita -termasuk Anda dan saya) harus mendapatkan pewahyuan tersebut, dan ketika Firman meledak di dalam dirinya, sekarang kita mulai melihat dia menjadi lebih baik dan lebih baik.
SID: Apakah itu telah meledak di dalam kamu, juga?
NASIR: Absolutely.
SID: Anda tahu pasti dia akan sembuh?
NASIR: Saya tahu pasti bahwa jika sesuatu bisa menyembuhkan dia, itu pastilah ada dari Firman Elohim.
SID: Oke. Jadi dia akan sembuh dan Nasir datang kembali, dan semuanya melakukan indah lagi, dan penyakit mencoba untuk kembali. Jangan pergi. Apa yang terjadi ketika penyakit yang akan membunuhmu, Anda sembuh dan senang, dan Anda bersukacita, dan semua orang senang, dan semuanya datang kembali; semuanya indah dan kemudian penyakit. Apa nama penyakit tersebut?
NASIR: Multiple sclerosis (MS) untuk Anita dan shingles (herpes zoster) bagi saya.
SID: Mereka berdua kembali? Pada Anda? (Kepada pendengar:) Mari kita cari tahu. Jangan pergi. Kami akan segera kembali, juga.

Intermezzo. [Suami isteri kembali diserang, tips memelihara kesembuhan, saudara Nasir mati melihat Neraka]

SID: (Kepada penonton:) Halo. Sid Roth di sini dengan Nasir Sidikki dan apa yang terjadi jika saudara Anda, yang merupakan Islam fanatik yang berasal dari keluarga Islam yang sangat tinggi, nama belakang yang sama, Siddiq(i), kebanyakan Muslim yang akrab dengan itu. Khalifah pertama dari seluruh Islam punya nama belakang tersebut, dan itu adalah salah satu nenek moyangnya. Apa yang terjadi ketika Anda telah sembuh dari MS, Anda disembuhkan dari shingles yang mengancam jiwa, dan keduanya kembali? MS kepada istrinya, shingles untuk Nasir. Apa yang Anda lakukan? Apakah Anda berkata, saya kira itu tidak bekerja? Aku tidak tahu. (kepada Nasir:) Apa yang Anda lakukan?
NASIR: Itu akan menjadi reaksi yang normal. Perbedaannya adalah bahwa dengan Anita, ia mendengarkan Firman selama dua tahun berturut-turut, dan saya mendengarkan bersama dia Firman itu selama dua tahun berturut-turut. Dan ketika Anda memiliki banyak Firman Anda, Anda menyadari bahwa Yeshua telah membawa setiap sickness  dan setiap deaseas. Jadi ketika perasaan kesemutan mulai datang kembali pada saya dengan shingles, aku segera menyadari, tunggu sebentar, ini shingles kembali atau ini perasaan kesemutan? Dan respon itu ternyata adalah perasaan kesemutan. Ini adalah gejala; hal yang sama dengan istri saya.
SID: (Kepada penonton:) Sekarang saya ingin Anda untuk mendapatkan ini sangat, sangat jelas. Ada perbedaan antara gejala dan penyakit, dan jika Anda tidak memahami hal ini, iblis bisa mengambil keuntungan dari Anda. (Kepada Nasir:) Jadi jelaskan hal ini,
NASIR: Baik, dengan dia (Anita), hal yang sama terjadi. Gejala-gejala MS mencoba untuk kembali. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa shingles akan ada di tubuh saya selama sisa hidup saya. Sedikit stres dan itu akan meletus lagi. Yah aku sudah stres 10 kali lebih dan itu tidak pernah bisa meletus karena saya sudah bisa mengatasi gejala-gejala-nya. Sama dengan MS, oh ya, dia baik-baik saja sekarang, tapi MS akan berada di tubuhnya selama sisa hidupnya. Tidaklah demikian. Gejala-gejala telah kembali. Tapi kita telah mampu mengindentifikasi perbedaan antara gejala dan penyakit itu. Umumnya orang Kristen, apa yang terjadi adalah bahwa gejala datang kembali dan segera responnya adalah, “Yah saya tidak sembuh, atau saya telah sembuh dan saya kehilangan itu.”
SID: Sekarang saya ingat beberapa tahun yang lalu, seorang muda Yahudi yang beriman datang kepada saya dan dia tidak membutuhkan kacamatanya lagi. Dia berdoa dan matanya normal. Hari berikutnya, ia membutuhkan kacamatanya. Dia berkata, “Sid, apa yang terjadi?” Dan aku berkata, “Saya tidak tahu.” Hari ini, aku tahu. Tetapi pada waktu itu saya katakan, saya tidak tahu. Jadi apa yang Anda lakukan ketika gejala itu kembali kepada Anda?
NASIR: Pertama, kita harus mengidentifikasi itu adalah gejala. Kedua, kita harus menghadapinya dengan nama Yeshua, dan otoritas yang telah diberikan kepada kita oleh Adonai (Tuhan), Yeshua Ha Mashiah. Menggunakan Nama dan menggunakan wewenang, kita mulai menghardik gejala tersebut, dan tidak membuka mulut kita dan mengakui penyakit tersebut. Sebab pada saat Anda membuka mulut Anda dan mengakui penyakit tersebut, Anda membuka pintu untuk penyakit itu datang kembali. Dan kita katakan, tidak, kita tidak akan kesana. Ini adalah gejala dan kita akan menghadapi itu sebagai gejala. Kadang-kadang orang mendapatkan sakit kepala dan mereka berpikir, penyakit saya adalah sakit kepala. Biasanya, tidak. Sakit kepala adalah akibat dari sesuatu yang lain yang sedang terjadi, dan mereka tidak pernah berurusan dengan akarnya. Yah kami sudah berurusan dengan akarnya, yang adalah penyakit. Kami tidak akan berurusan dengan itu lagi. Yesus telah membawa yang satu tersebut. Sekarang kami berurusan dengan gejala. Dan setiap kali gejala datang, kami mampu mengambil pikiran itu dan menawannya pada ketaatan kepada Kristus [2 Kor 10:5], nomor satu. Nomor dua, kita dapat menggunakan otoritas orang percaya yang Yeshus telah beri kepada kita dan (melalui) nama yang di atas segala nama (yakni Yeshua, Yahshua, Yesus), mengusir setiap gejala. [Kis 4:12; Fil 2:9-10; Wah 19:16]
SID: Anda tahu  itu adalah begitu indah. Saya berharap semua orang mengerti ini. Tapi apa yang terjadi ketika saudara Anda, yang Anda kasihi, yang adalah orang Islam, mati dan berada di kamar mayat, di negara lain? Apa yang terjadi padamu, Nasir?
NASIR: Saudaraku, ia meninggal di Westminster Hospital di London, Inggris. Mereka mengambil mayatnya ke kamar mayat. Saya mendapat panggilan telepon. Saya dan istri saya, kami mulai berdoa, karena kita tahu ke mana dia pergi. Kita tahu persis ke mana dia pergi. Dan kami mulai berdoa, berdoa, berdoa. Dan setelah beberapa jam doa, saya mendapat telepon bahwa ia kembali hidup di kamar mayat.
SID: Aku ingin tahu apa yang mereka pikir. Dapatkah kamu membayangkan adegan itu? Maksudku, aku dapat membayangkannya.
NASIR: Dan mereka membawanya kembali ke unit perawatan intensif. Dan saya terbang ke Inggris, berdoa dan menumpangkan tangan atasnya. Dan dia keluar dari komanya, memberikan hidupnya kepada Yeshua, dan menggambarkan apa yang dia telah lihat. Surga adalah nyata, tetapi Sid, neraka itu nyata juga.
SID: Apa yang dia lihat?
NASIR: Dia melihat kebawah kepada dirinya sendiri dan ia melihat para dokter mencoba untuk menghidupkan kembali jantungnya, karena jantungnya telah berhenti berdetak. Lalu ia melihat mereka menyerah dan menutupi dia dengan selimut. Dia melihat mereka menatap ke bawah. Mereka mengambil mayatnya ke lift turun ke basement, ke kamar mayat. Lalu ia menemukan dirinya jatuh di tempat yang sangat gelap. Dan ada makhluk di sana, makhluk-mahluk jelek. Dia sulit untuk menggambarkan karena ia takut dengan mereka. Kemudian ia jatuh ke lubang yang gelap, ia melihat ke atas dan ia melihat salib. Ini adalah apa yang dia menjelaskan kepada saya. Aku berkata, “Kamu melihat Yeshua di kayu salib.” Dia berkata, “Tidak, tidak. Saya melihat diriku sendiri pada kayu salib tersebut.” Saya mengatakan, ”apa?” Dia berkata, “Itu adalah hal paling mengerikan yang pernah kulihat dalam hidupku saya tidak pernah ingin melihat itu lagi.” Saya berkata, “Kamu layak untuk berada di salib karena upah dosa adalah kematian kecuali jika kamu menerima bahwa Yeshua pergi ke salib untuk dosa-dosa kamu.” Dan ia memberikan hidupnya untuk Mashiah (Kristus).
SID: Apa yang dia pikirkan ketika dia melihat makhluk-makhluk di lubang ini?
NASIR: Dia membatu. Dia benar-benar membatu, ketakutan. Dia penuh rasa takut. Dia bahkan tidak mau membicarakannya, Sid. Ketika ia berbicara tentang hal itu, matanya menjadi besar dan rasanya seperti, “Saya tidak ingin berbicara tentang hal itu aku tidak ingin untuk berpikir tentang hal ini.” Neraka adalah nyata.
SID: Saya menyukai kesegaran Anda miliki ketika Anda mengajarkan tentang penyembuhan. Jawablah pertanyaan ini. Saya berdoa bagi banyak orang. Saya meletakkan tangan saya pada mereka. Saya merasakan kehadiran Elohim keluar dari saya ke mereka, dan saya berkata kalian telah disembuhkan. Dan beberapa minggu kemudian, mereka datang kembali dan mereka berkata, “’Saya tidak sembuh.” Apa yang terjadi? Kesembuhan itu telah masuk ke mereka. Aku tahu itu telah masuk ke mereka!
NASIR: Ada beberapa penyebab yang bisa menghentikannya [menghentikan kesembuhan tersebut]. Nomor satu, urapan pada Anda dan Anda masih dapat tetap sakit jika Anda tidak percaya bahwa urapan ada pada Anda. Banyak kali kami berdoa bagi orang-orang maju kedepan untuk penyembuhan dan mereka tidak jatuh. Kemudian mereka mengatakan, ”yah saya tidak jatuh, jadi saya tidak mendapatkan itu, atau saya tidak merasa, maka saya tidak mendapatkannya.” Tidak ada catatan bahwa siapa pun merasakan apa-apa. Bahkan wanita dengan masalah pendarahan hanya merasakan darah mengering. Ia tidak mengatakan ia merasakan urapan. Yeshua merasakan urapan mengalir keluar (dari diri-Nya), tetapi tidak dikatakan bahwa wanita itu merasakan urapan. Jadi mereka tidak merasakan sesuatu? Atau inilah yang paling umum. Mereka datang dengan penyakit dan itu masih pada mereka ketika mereka pergi. Dan mereka berkata, “Aku tidak mendapatkan.” Tidak, tidak. Beberapa orang disembuhkan seketika dalam Alkitab. Tetapi beberapa orang disembuhkan saat mereka berjalan. Beberapa orang yang sembuh dalam waktu satu jam. Jadi ada penyembuhan progresif dan ada penyembuhan instan. Kasus saya adalah instan. Istri saya memerlukan dua tahun. Tidak peduli apakah itu cepat atau progresif. Dia (Anita) disembuhkan. Jadi Anda dapat memiliki urapan penyembuhan di dalam Anda, yang adalah apa yang Anda lakukan ketika Anda meletakkan tangan pada mereka, dan mereka tidak mengakui bahwa urapan itu di dalam mereka dan mereka sedang disembuhkan.
SID: (Kepada penonton:) Anda tahu, Nasir telah mengatakan sesuatu yang sangat penting. Tidak peduli apakah Anda merasa itu atau tidak. Saudaranya telah melihat neraka. Dia melihat lubang ini, monster-monster mengerikan, dan ia membuat Yeshua sebagai Juruselamatnya. Jika orang Islam ini dengan latar belakang yang sangat kuat telah dapat percaya kepada Yeshua, Anda tentunya bisa melakukannya itu sekarang ini juga. Jika Anda percaya bahwa Yeshua mati untuk dosa-dosa Anda, setiap hal buruk yang pernah Anda lakukan, Dia telah meninggal untuk semua itu. Dan katakan kepada Dia bahwa Anda minta maaf untuk dosa-dosa yang telah Anda lakukan. Itu telah dicuci-Nya dan mintalah Yeshua untuk datang dan tinggal dalam diri Anda, dan ada sebagai Adonai / Tuhan dari kehidupan Anda. Jika Anda akan melakukan itu sekarang, Anda akan tahu bahwa Anda akan pergi ke Surga. Tidak mudah-mudahan, tidak saya berpikir demikian. Anda akan tahu. Mengetahui jauh lebih baik daripada di mana Anda berada sekarang.

[1] Abu Bakr Siddiq adalah penerus resmi kepemimpinan umat Islam setelah kematian nabi Muhammad, ia disebut sebagai kalip I (632-634). Abu Bakr, melalui anjuran Umar (kalip II, 634-644), memerintahkan Zayd ibn Thabit untuk mengumpulkan perkataan nabi Muhammad yang tertulis maupun dalam ingatan para pengikutnya untuk disusun menjadi sebuah kitab dikenal sebagai Kuran. Versi sejarah lainnya berkata  kalip III Uthman (644-656) lah yang menyuruh Zayd ibn Thabit bertugas untuk proyek tersebut. The Origins of the Qur’an.Kalip (bahasa Arab) artinya penerus atau successor.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog