Yeshua Ha Mashiah Melihat Keberadaan Wanita


Dan YAHWEH, Elohim, membentuk rusuk yang diambil-Nya dari manusia itu menjadi seorang wanita, dan membawanya kepada manusia. (Kejadian 2:22)

Pendahuluan. Artikel ini adalah bagian dari seri artikel ”Yeshua Ha Mashiah sebagai pemikir dan pengajar filosofi kehidupan bagi manusia.”
Apa yang Yeshua katakan tentang kebebasan berpendapat, kesamaan hak gaya-hidup, hak asasi wanita dan setumpuk masalah-masalah kehidupan manusia lainnya?
Yeshua hadir sebagai guru rohani, moral serta kehidupan ketika ia tepat berusia 30 tahun. Hanya tiga setengah tahun Ia mengajar dan memuridkan. Pemikiran dan ajaran-Nya saat ini berada pada posisi pertama di dunia baik dari sisi jumlah pengikut maupun aplikasi kehidupan bermasyarakat dan bernegara di negara-negara sedang berkembang dan maju di abad modern ini.

Pada artikel ini kita akan melihat bagaimana Yeshua Ha Mashiah menilai wanita, apa yang Dia telah ajar kepada para pemikut-Nya di dalam berurusan dengan para wanita. Dan bagaimana Ia sendiri berpikir dan bertindak terhadap kaum wanita. Alkitab akan memberi jawabnya kepada kita.

PM Israel Golda MeirI. Latar belakang
Di Alkitab kita akan temukan tokoh-tokoh wanita: Sarah (isteri Abraham), Debora (nabi sekaligus hakim), Esther (ratu), Hana (ibu rumah tangga yang melahirkan nabi Samuel), Hana (nabi), Maria Magdalena dan Salome (murid-murid Yeshua)
Wanita adalah wanita di manapun ia berada, namun tradisi dan kepercayaan agama telah menjadikan keberadaan wanita menjadi puluhan sosok pribadi yang berbeda tergantung pada komunitas apa ia berada.
Dalam percakapan kita sudah terbiasa mendengar wanita diindentitaskan atau dipanggil sebagai pribadi bayangan dari pria, dan bukan dikenal atau dipanggil dengan namanya sendiri: “Ini adalah ibu Gusti Mangkunegara” (nama lengkap suaminya), ”Selamat pagi ibu Cokro;” ”Perkenalkan, ini adalah isteri dari…,” atau “anak perempuan dari …”
Pria di negara-negara tertentu diijikan secara hukum untuk praktek poligami (memiliki lebih dari satu isteri), namun sebaliknya prakek yang sama itu terlarang bagi wanita.
Wanita tidak diperkenankan membela diri terhadap pria, namun sebaliknya pria secara hukum dilayakkan untuk memukul dan membunuh isteri dan anak perempuannya dengan alasan “menjaga kehormatan nama keluarga.”
Darimanakah sesungguhnya tradisi dan hukum tersebut berasal? Benarkah Wanita tercipta semata-mata hanya bagi kebutuhan dan pemuas para pria atau laki-laki?

II. Keberadaan Wanita pada masa Yunani kuno
”Akar-akar misogyny Barat [ketakutan dan kebencian akan para wanita] mundur ke … dokumen tertua dalam literatur orang Eropa,” Eva Cantarella[1]

Bangsa Yunani dikenal sebagai contoh model dari kehidupan bermasyarakat, demokrasi dan modernisasi; bangsa Romawi pun belajar banyak dan mengadopsi hampir segala cara hidup dan Tentara Wanita NATO menyapa wanita Afganistanpikir bangsa Yunani, fakta adalah sekalipun Kerajaan Romawi telah menggantikan Kerajaan Yunani di negara-negara sekitar Laut Mediterania, bahasa resmi Kerajaan Romawi di negara-negara jajahannya tetaplah bahasa Yunani. Namun bagaimana kondisi wanita di Yunani sebelum Injil diberitakan?
Eva bukan merefer kepada Plato (428-348 BC) maupun Socrates gurunya Plato, tokoh-tokoh Yunani yang dikenal dunia sebagai para filsafat terbesar Eropa, tetapi jauh lebih kuno, yakni Homer, yang Plato gambarkan sebagai ”guru pertama” dan ”pemimpin budaya Yunani.” Homer adalah seorang penyair yang menulis 800 tahun sebelum Yeshua Ha Mashiah hadir di bumi. Homer melandaskan fondasi-fondasi kepercayaan bagi masyarakat Yunani.Dalam Iliad, ia menyatakan para wanita adalah penyebab semua konflik dan penderitaan, dan harus dijaga di dalam rumah[2]
Pada masa kuno, seorang filsafat adalah indentik dengan seorang penyair. Dari Homer lahirlah ”pemikiran-pemikiran” (puisi-puisi) Yunani kuno lainnya tentang keberadaan Wanita, seperti: ”para wanita berasal dari benih seorang wanita jahat bernama Pandora, yang dikutuki oleh Zeus” (Hesiodos); “Para wanita adalah inferior terhadap kebaikan pria-pria,” (Plato); “Pria secara alami superior dan wanita inferior, pria memerintah dan wanita tunduk,” (Aristotle); sementara Demosthenes (sejaman dengan Aristotle) yang duniawi mengajar, “Para pembantu wanita dipelihara demi kepuasan, para selir untuk …, tetapi para isteri untuk membawa anak-anak legal kita.” Surat rasul Paulus[3] kepada jemaat Kristen di Roma melukiskan bagaimana penduduk Roma saat itu telah juga tercemar filosofi kuno Yunani ini, baca Roma pasal 1 dan perhatikan ayat 27-32.


III. Yeshua Ha Mashiah tentang keberadaan Wanita

“And I put enmity between you and the woman, and between your seed and her Seed. He shall crush your head, and you shall crush His heel.” (Genesis 3:15, TS98)

A. Wanita yang mengalami penyakit pendarahan. Markus 5:25-34  Penginjil Jerman Suzette Hattingh
Di Galilea, seorang wanita yang menderita pendarahan selama 12 tahun menyentuh jubah Yeshua dengan sengaja ditengah-tengah kerumunuan para pria. Ini suatu perbuatan yang sangat terlarang dalam masyarakat Yahudi, apalagi menyentuh seorang rabbi (guru agama). Kitab Imamat (Leviticus) jelas menulis bahwa wanita yang mengalami pendarahan (dalam masa haid) adalah sedang dalam masa najis (tidak bersih) dan setiap orang yang disentuhnya haruslah mencuci baju dan dirinya dan ia akan menjadi najis sampai matahari terbenam (penutupan hari). Lihat Im 15:19-23.
Bayangkan jika wanita muslim yang sedang haid sengaja menyentuh pakaian seorang Kyai Haji, apakah reaksi Kyai tersebut?
“Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh,” wanita ini berkata kepada dirinya sendiri. Ia tidak memperdulikan hukum dan aturan budaya, dengan berani ia berdesak-desakan dengan para pria, termasuk murid-murid-Nya, yang berada di sekitar Yeshua dan setelah cukup dekat ia menyentuh ujung jubah Yeshua.
“Siapa yang menjamah jubah-Ku?” tiba-tiba Yeshua bertanya kepada orang-orang yang sedang mengerumuni diri-Nya. Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
Wanita ini sadar akan kesalahannya. Markus menulis reaksi wanita ini, ”Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.” Kemungkinan terburuk yang akan menimpa dirinya mungkin muncul di pikirannya.
Luar biasa, ternyata pertanyaan Yeshua tersebut bukanlah untuk mencari ”siapa yang telah berbuah salah,” tetapi sebaliknya itu adalah suatu reaski kekaguman akan iman dan keberanian wanita tersebut, sebagaimana Yeshua kepada wanita tersebut:
“Anak perempuan (Daughter), imanmu telah menyembuhkanmu. Pergilah dengan damai, dan jadilah sembuh dari penyakitmu!” (EMTV)
Jauh dari menghakimi dan memarahi wanita najis tersebut, sebaliknya Yeshua 1. Meneguhkan imannya, 2. Memberkatinya dengan damai, dan 3. Mengkonfirmasi kesembuhannya. Itulah Adonai Yeshua Ha Mashiah kita!
Kejadian ini begitu luar biasa sehingga Matius dan Lukas juga mencatat peristiwa yang sama pada kitab mereka. Matius 9:20-22, Lukas 8:43-48


B. Wanita yang tertangkap basah sedang berzinah. Yohanes 8:1-12
Yeshua sedang mengajar di Bait Elohim Yerusalem ketika para ahli kitab dan sekelompok pengikut ajaran Farisi menyeret seorang wanita ke hadapan-Nya, sambil berkata:
“Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” (ITB)
Mereka merefer kepada Kitab Ulangan 22:24 hukum rajam bagi orang yang berzinah.
Kedua kelompok orang tersebut ingin mencobai Yeshua yang telah mengklaim diri-Nya Putra Elohim, sehingga mereka bisa punya alasan untuk menuduhnya secara hukum dan tradisi Yahudi. Suatu ujian yang berat; jika Ia membela wanita tersebut, maka Ia akan melanggar hukum dan kesucian YAHWEH, namun jika berpihak kepada para penyeret wanita tersebut, maka Ia akan dicela mereka sebagai “tidak berbelas kasihan” dan gagal dalam klaim-Nya, sebab YAHWEH adalah Elohim yang Mahapengasih.
Langkah pertama Yeshua dalam kasus perzinahan ini ialah Dia berurusan dengan kemunafikan para pria tersebut. Yeshua menulis dengan jarinya di tanah; dipercayai Ia menulis 10 Perintah YAHWEH.
Mereka tidak sadar akan teguran tanpa kata-kata tersebut, dan tetap mendesak untuk Yeshua membuat keputusan. Maka Yeshua berdiri dan berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (ITB) Lalu Ia kembali jongkok dan lanjut menulis.
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. (ITB) Setiap orang sadar, tanpa anugerah pengampunan dari YAHWEH, ia adalah manusia berdosa, semakin tua semakin banyak dosanya – terlepas dari betapa rohaninya kita, terlepas apapun jabatan keagamaan kita.
Ayat 10 dan 11 menunjukkan siapakah Yeshua dan bagaimana ajar-Nya – yang membuat berjuta-juta orang mengikuti dan menjadikan diri-Nya Adonai (Tuhan) dan Raja.
Yeshua kembali berdiri, sekarang Ia berbicara kepada wanita berdosa tersebut:
“Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
“Tidak ada, Tuhan,” wanita itu menjawab.
“Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (ITB)
Dua kali Yeshua berdiri ketika Ia ingin berkata-kata; Yeshua menunjukkan bahwa Ia adalah orang yang memiliki otoritas. Terlebih penting bagi kita adalah Yeshua memiliki otoritas mengampuni dosa-dosa Anda dan saya! Dan bagi kita yang telah diampuni dosa-dosanya, Dia memperingatkan, “Jangan berbuat dosa lagi!”
Tidak ada satu kata buruk yang Yeshua katakan kepada wanita berdosa ini. Ia mengampuni tanpa penghinaan dan tanpa merendahkan martabat wanita tersebut. Pada peristiwa ini Yeshua kepada orang-orang yang menyaksikan kejadian ini Ia mengklaim: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (ITB)
Untuk mempersingkat artikel ini, saya tutup pengajaran Yeshua tentang wanita dengan cerita ini


C. Wanita pelacur dan Simon, rohaniwan Lukas 7:36-50
Yeshua diundang makan di rumah seorang Farisi di Galilea. Teman-teman Simon juga turut diundang.
Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. (Luke 7:37-38, ITB)
Seorang pria Farisi dan seorang wanita pelacur, suatu pertemuan yang sangat kontras. Pria Farisi dari penampilan luarnya jelas terlihat sebagai orang suci dan bersih-rapi, jika sedang berdoa, ia akan tampil dimuka umum dengan doanya yang indah dan panjang – seperti buruk merak yang senang memamerkan buluhnya yang indah.
Tidaklah heran bahwa Simon mempertanyakan kenabian Yeshua dan dalam hatinya ia menegur-Nya , sebab Ia membiarkan wanita yang terkenal tersebut membasuh kaki-Nya. Mungkin jika tamunya bukan Yeshua, Simon sudah menendang keluar tamu yang sangat tidak diundang tersebut.
Yeshua menegur Simon dengan lembut tetapi tegas melalui perumpamaan dua orang berhutang yang dihapuskan hutangnya, yang mengasihi lebih adalah orang yang hutangnya lebih besar.
Yeshua berkata kepada Simon, di depan para hadirin lainnya tentang wanita ini, “Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.” (ITB)
Lalu kepada wanita ini Yeshua berkata: “Dosamu telah diampuni. Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” (ITB)

Goda Meir Percaya haruslah disertai tindakan nyata
1. Dampak positif dari ajaran Yeshua Ha Mashiah tentang wanita
Ajaran Yeshua tentang wanita ini sungguh berbeda dengan ahli-ahli felosofi dunia dan agama apapun. Keempat Injil di Alkitab dan seluruh kitab-kitab Perjanjian Baru mencatat bagaimana wanita telah mendapat posisi yang sewajarnya – sesuai rencana sempurna Elohim pada para wanita.[4] Yeshua mengajar bahwa wanita bukanlah objek napsu birahi laki, pernikahan itu kudus, bukan hanya wanita yang harus menjaga kekudusan dirinya, tetapi lebih lagi para pria!!, baca Matius 5:28-32.
Tidaklah mengherankan bahwa efek dari konsep Yeshua ini telah merubah tidak hanya wanita itu sendiri tetapi juga keluarga, masyarakat dan bahkan sampai tingkat negara dan benua. Setiap mereka yang menerapkan konsep-Nya kemakmuran, kebahagian dan sukacita tercipta di dalam rohani dan jasmani.

A. Iran diubahkan. Hanya seratus tahun setelah kematian rasul Yohanes, Injil telah tersebar oleh Kristen Assyria ke berbagai suku bangsa di Iran (Media, Parthia, Persia) dan utara Iran (Scythia, Turk dan Hun). Bardesanes, menulis (sekitar 180 AD) sebagai berikut:
Kita dipanggil orang-orang Kristen oleh satu nama Ha Mashiah. Sebab menghormati kebiasaan-kebiasaan kami, saudara-saudara kita telah meninggalkan segala sesuatu yang adalah berlawanan dari kebiasaan mereka, contoh: orang-orang Kristen Parthia tidak mengambil dua isteri.[5] Saudari-saudari Baktria kita tidak mempraktekan hubungan badan dengan orang-orang asing (bukan suami). Para orang Persia tidak mengambil anak-anak perempuan mereka untuk menjadi isteri …Orang-orang Kristen di Edessa tidak membunuh isteri-isteri atau saudari-saudari kandung mereka yang berzinah, tetapi memisahkan mereka dan menyerahkan mereka ke penghakiman Elohim (tidak main hakim sendiri dan praktek ”honor killing”)[6]


B. Eropa Barat dan Skandinavia diubahkan. Yunani dan Asia Minor (Turki barat) telah terinjili oleh Paulus dan Barnabas. Benih Injil dilanjutkan oleh Jemaat Kristen Waldensia, dan dibangkitkan kembali oleh para cendikiawan Kristen, sebagian diantaranya: Wycliffe (Inggris, Kalvin (Swiss), Luther (Jerman), Mikael Agricola (Finlandia), Erasmus dan Abraham Kuyper (kedua terakhir dari Belanda), Hans Nielsen Hauge (Norwegia)


C. India diubahkan. Ketika Pendeta William Carey masuk India tahun 1793, India saat itu begitu buruk, pemerintah Inggris hanya perduli akan keuntungan sendiri sebagai penguasa. Hampir tiga ribu tahun, faham Hindu telah membawa kemasyarakatan mendekati kolep; tidak ada HAM, faham tersebut menghukum wanita dengan racun, pernikahan anak, poligami, pembakaran janda hidup-hidup (suttee; jika suaminya meninggal).[7] Carey mereformasi bangsa India dengan Injil yang komplit: keimanan, moral, pendidikan, ekonomi dan politik. [8]

“Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh YAHWEH, Elohimmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan YAHWEH, Ellohimmu, kepadamu (Ulangan 5:16)


IV. Konsekuensi menolak ajaran Yeshua Ha Mashiah
”Ideas have concequencies!,” Darrow L. Miller menyatakan.[9]
Ketika masyarakat menolak ajaran Yeshua, maka apa yang terjadi pada jaman kuno akan terulang lagi, sebagaimana kita melihat laporan-laporan yang menyedihkan di surat kabar sehari-hari.
Kerugian terbesar dari filosofi yang salah adalah lahirnya dua sikat ekstrim pria yang merugikan baik bagi wanita maupun bagi pria itu sendiri, yakni anti-Wanita pada ekstrim kanan dan penyalah gunaan Wanita pada ekstrim kiri.


karikatur Paus Francis tentang pendeta homo di Gereja Katolik a. Anti-Wanita. Sikap ini terjadi umumnya dalam kalangan pria-pria beragama; para pria ini melihat keberadaan wanita sebagai ”jebakan Setan” membawa kepada dosa, hubungan sex adalah perbuatan dosa. Ini membuat mereka membujang, mengebirikan diri mereka sendiri dan hidup mengucilkan diri jauh dari wanita. “Itulah sebabnya, dimanapun memungkinkan, Aristotle (384-322 BC) menasehati para pria untuk ada “terpisah dari wanita, sebab itu akan lebih baik dan lebih suci.”[10] Tidaklah mengherankan homosexualiti telah berkembang dalam Yunani kuno,” D.J. Hamilton berkata.[11] Praktek homosex penyebab terbesar dari penyebaran HIV dan kematian akibat AIDS, laporan pemerintah Amerika Serikat berkata. Kerugian jangka panjang dari anti-Wanita ini ialah terputusnya regenerasi keturunan.


Wanita-wanita Muslim Arab kampanye mengislamkan Perancis b. Penyalah gunaan Wanita. Para pria yang tercemar dengan ragi ini, mereka akan berpikir dan berlaku seperti Demosthenes: pria ringan tangan dan kaki terhadap isteri dan setiap wanita, tidak setia terhadap isteri dan jajan kemanapun ia pergi, di negara tertentu anak wanita dijual seperti barang, atau dibunuh sebelum lahir. Kuil-kuil penyembahan kepada dewi Artemis / Diana  (Kis 19:27) melibatkan wanita-wanita yang dipekerjakan sebagai “pelacur-pelacur” untuk acara keagamaan, yang di jaman Romawi kuno kegiatan sejenis dikenal dengan upacara La… dirubah menjadi Valentine Day). Banjirnya situs-situs pornografi dan jaringan “women illegel-trafficking” serta hadirnya pondok-pondok pelacuran adalah akibat dari filosofi yang salah tersebut. Saat ini diperkirakan sedikitnya 20,9 juta wanita dewasa dan anak-anak terjual dalam bisnis sex, data juga berkata bahwa para wanita dan gadis adalah 98% korban dari bisnis untuk explotasi yang bersifat sex.[12] Di Timur Tengah, para wanita hanya berfungsi sebagai ibu rumah tangga, keluar rumah harus ditemani suami atau sanak famili laki-laki.


V. Kesimpulan. Kita perlu kembali menerapkan nilai-nilai yang diajar oleh Adonai Yeshua Ha Mashiah, ”yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (1 Timotius 2:4, ITB). “Semua orang” termasuk para wanita dan gadis-gadis serta anak-anak perempuan!, bukan hanya “men” (para pria) (1-7), sebab Paulus berbicara baik kepada para pria (8), dan juga kepada para wanita (9-10 dan 15). Ayat 11-14 Paulus khusus mengalamatkan kepada wanita (woman, singular) tertentu yang berlaku sesat seperti Wonder Woman. Paulus tidak sama sekali melarang wanita mengajar, baik disekolah sekuler maupun kerohanian, sebagaimana ia sendiri memerintahkan kepada Jemaat Roma, melalui

Dr. LaDonna Osborn

suratnya, untuk menerima Febe (Phoebe) sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus di dalam Adonai, sebab Febe adalah juga seorang pelayan Gereja. Kata “pelayan” ini dalam bahasa aslinya adalah diakonos (Yunani) atau minister (Inggris) (Roma 16:1-2). Paulus menyebut Priskila dan Akwila (suami Priskila) sebagai ”teman-teman sekerjaku dalam Yeshua Ha Mashiah (3). Suami-isteri ini adalah orang Yahudi berasal dari kota Roma (Kis 18:2).
Loren dan David pada bukunya Why Not Women menyatakan dengan jelas bahwa melarang para wanita beraktivitas dalam bidang rohani adalah pekerjaan Iblis untuk menperlambat the Great Commition.

Buku bacaan yang direkomendasikan:
Why Not Women?; Loren Cunningham dan David J. Hamilton
Discipling Nations. The Power of Truth To Transform Cultures; Darrow L. Miller
The Book That Transforms Nations. The Power of The BIBLE to Change Any Country; Loren Cunningham
An Introduction to The Old Testament Template, Rediscoveringg God’s Principles For Discipling Nations; Landa Cope

Catatan kaki:
1. Eva Cantarella, Pandora’s Daughters: The Role and Status of Women in Greek and Roman Antiquity
2.Homer. Karya tulisnya yang terkenal diantaranya: Iliad dan Odyssey. https://en.wikipedia.org/wiki/Homer
3. Surat ini ditulis Paulus dari kota Korintus dalam tahun 60 AD untuk persiapan ia mengunjungi kota Roma.
4. Baca: 1 Petrus 3:1-12; Efesus 5:22-32; 1 Korintus 5 sampai 7:17; 1 Timotius 3:1-13 dan seluruh isi Surat Rasul Paulus kepada muridnya Titus yang juga berfungsi sebagai rasul.
5. 1Timotius 3:2 &12
6. DR. Benjamin G. Wilkinson, Truth Triumphant, mengutip dari Stewart, Nestorian Missionary Enterprise
7. Lorren Cunningham, The Book That Transforms Nations. A True Nation Builder: William Carey, India bab 6; mengutip buku The Legacy of William Carey: A Model for the Transformation of a Culture ditulis oleh Ruth dan Vishal Mangalwadi
8. Idem.
9. Darrow L. Miller adalah pakar dalam pengembangan kemasyarakatan, lebih dari 25 tahun bekerja sebagai pemimpin di Food for the Hungry Internasional, seorang pendeta dan pendidik Kristen. Salah satu bukunya yang dipakai luas dalam yayasan-yayasan kemanusian adalah Discipling Nations: The Power of Truth to Transform Cultures
10. Aristotle, The Generation of Animals.
11. Dalam buku: Why Not Women? Bersama dengan Loren Cunningham membahas pentingnya peranan wanita dalam dunia misi
12. Global Sex Trafficking Fact Sheet http://www.equalitynow.org/node/1010

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: