Bagaimana Muslim fundamental melihat bulan suci Ramadan?


Bulan Ramadan, bulan ke sembilan dalam Kalender Islam, dikenal oleh seluruh Makna puasa yang benar Muslim di dunia sebagai bulan berpuasa. Berpartisipasi dalam berpuasa dibulan Ramadan adalah satu dari lima tugas utama (dikenal sebagai “5 pilar Islam) bagi setiap Muslim. Bulan Ramadan adalah pantulan nyata penyembahan bersama di seluruh dunia Islam. It ditandai tidak hanya oleh rasa keagamaan tetapi juga oleh penekanan yang besar atas ikatan sosial dan kekeluargaan.
Di bulan puasa Ramadan, Muslim didorong secara doktrin dan nurani untuk lebih mendekat kepada Pencipta mereka, itu adalah minggu-minggu yang suci dan indah untuk Muslim mencari kehendak Allah di dalam diri mereka. Itulah sebabnya mengapa bulan Ramadan disebut dalam dunia Islam sebagai ”bulan suci Ramadan.”
Pada bulan Ramadan, para Muslim dianjurkan untuk menjauhkan diri mereka dari makanan, minuman, aktivitas sex dan merokok. Bagaimana dengan aktivitas terror (misalnya: menganiaya kelompok minoriti), terlibat konflik berdarah dan perang, bolehkan Muslim terlibat di dalam hal-hal yang demikian pada bulan suci Ramadan tersebut?


Difinis ”Fundamentalist Islam.” Langkah pertama untuk menemukan jawaban ini, saya pergi untuk meneliti pernyataan yang dibuat oleh media Barat, berbunyi: ”Not all Muslims are terrorists, but all terrorists are Muslims” (Tidak semua Muslim adalah terrorist, tetapi semua terrorist adalah para Muslim/ orang Islam).
Saya menemukan pernyataan ini tidaklah 100% benar, 80% pun tidak! Itu benar hanya sejauh generalisasi.
Timothy McVeigh, Anders Breivik, dan Dylann Roof adalah orang-orang berideologi “White Supremacy,” seperti Adolf Hitler. Beberapa orang-orang Hindu pun di India di abad 21 ini telah terlibat di dalam aktivitas terror terhadap kelompok-kelompok agama minoritas; demikian juga orang-orang Buddha di Myanmar (Burma). Dan sejarah Gereja juga mencatat perjalanan panjang aksi terror yang dilakukan oleh para pengikut Gereja Roma Katolik kepada orang Kristen, sekuler, Muslim melalui para Crusader dan Inkuisitornya. Dan perlu juga diingat adalah bahwa Dr. Martin Luther pun, salah satu dari bapa Reformasi Gereja, seorang bekas-uskup Gereja Roma Katolik, terlibat aktivitas terror terhadap orang-orang Yahudi melalui pengajarannya.
Saya tidak bisa menghitung sudah berapa kali saya mendengar dari orang Barat yang berkata kepada saya bahwa “semua agama adalah sama, pembuat kerusuhan!” Benarkah pernyataan ini? Sejarah dan juga kejadian-kejadian di abad modern ini menyatakan bahwa pernyataan para penganut “post-modernism” ini tidaklah benar. Benar hanya sejauh generalisasi.
Melalui fakta-fakta kejadian dan sejarah ini kita bisa menyimpulkan bahwa:

”Aksi terror pernah dilakukan oleh semua umat beragama, namun tidak semua umat beragama, khususnya masyarakat Kristen, dari agama masing-masing setuju dengan aksi terror yang dilakukan oleh rekan mereka atas nama agama mereka.”

Ketika pernyataan “Tidak semua Muslim adalah terrorist, tetapi semua terrorist adalah Muslim/ orang Islam” terbukti tidak benar, sekarang media menyatakan bahwa para pelaku terror tersebut adalah ”orang-orang fundamentalis Islam” atau ”orang-orang Islam fanatik .”
Sekarang ini dunia Islam terbagi dalam dua kelompok: ”Islam fundamentalis” dan “Islam moderat.”

Melalui penelitian yang lebih dalam dari kasus-kasus terror yang terjadi saya dapatkan bahwa:

  • Aksi-aksi terror besar umumnya terjadi di Timur Tengah dan negara-negara Afrika utara, di Asia itu terjadi di Pakistan dan Afganistan.
  • Aksi-aksi terror tersebut dilakukan oleh kelompok-kelompok organisasi Islam dari negara-negara yang bahasa ibunya adalah bahasa Arab dan Hukum Sharia adalah basis dari undang-undang dasar negara. Dalam hal negera Pakistan, sekalipun bahasa ibu mereka adalah Urdu, namun Hukum Sharia adalah hukum negara. Kuran-kuran terjemahan Inggris dibuat oleh orang-orang Pakistan, dan para dakwa Islam yang berkaliber internasional adalah orang asli Pakistan.
  • Mereka ini disebut sebagai ”Islam fundamentalist.”

Melihat kepada negara Indonesia, yang bertitel ”Negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia” kita dapatkan bahwa aksi-aksi terror besar yang dilakukan oleh orang Muslim atas nama Islam bisa dihitung oleh jari, contoh Peristiwa Tanjung Priok dan Ledakan bom di Bali. Adalah fakta nyata bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia tidak bisa bicara bahasa Arab apalagi kemampuan membaca bahasa Arab, tentunya lebih sedikit lagi – pengertian umat Islam di Indonesia umumnya hanya di dapat melalui pengajaran ngaji dan kotbah-kotbah, bukan dari mempelajari Kuran dan sumber-sumber Islam berbahasa Arab. Tambahan, bahwa konstitusi hukum negara Indonesia bukanlah hukum Islam, tetapi Pancasila, dimana di dalamnya mengakui kebebasan beragama bagi penganut Islam, Kristen (Protestan), Roma Katolik, Hindu dan Buddha, juga Kebatinan.
Indonesia dikenal di dunia bahkan orang-orang PBB menyatakan bahwa Indonesia adalah contoh dari sebuah negara ”Islam moderat.”
Sekarang kita kembali kepada pertanyaan utama: Bagaimana Muslim fundamental melihat bulan suci Ramadan?
Aksi terror dan pembunuhan di bulan Ramadan. Berikut ini adalah sebagian dari beberapa berita-berita aksi terror dan pembunuhan yang dilakukan oleh ”Muslim fundamentalis” di bulan suci Ramadan 2015:
Irak. Koran online Irak, IraqiNews.com, melaporkan bahwa Negara Islam Khalifah (NIK) atau sederhanannya Islamic State (IS / ISIS) telah menahan 40 pejuangnya sendiri. Apa kesalahan 40 pejuang Muslim Sunni ini? Mereka, para pemimpin dan bawahan telah melarikan diri dari wilayah Mataibija, wilayah yang mereka kuasa. Tidak diceritakan mengapa mereka keluar dari wilayah tersebut, tapi yang pasti itu terjadi pada bulan puasa Ramadan. NIK memiliki aturan yang tegas, siapapun yang lalai di dalam mengikuti aturan NIK, mereka akan dieksekusi dengan segera. (9 Juli)
ISIS arrests 40 of its elements who fled from Mataibija area (9/7/2015)

Syria. Pejuang NIK membantai 145 masyarakat sipil Syria di Hasaka dan Kobani. Diantara korban jiwa tersebut terdapat banyak orang tua, wanita dan anak-anak. Serangan NIK di bulan Ramadan tersebut juga menyebabkan 60.000 dari kedua kota tersebut harus kehilangan rumah dan harta benda mereka. Serangan diawali melalui dua pembom bunuh diri yang kemudian segera diikuti serangan bersenjata. 20 dari militan NIK tewas pada serangan tersebut. Seorang jurubicara dari organsasi Kurdi pada laporannya menyatakan, “Serangan Daesh tersebut adalah suatu misi bunuh diri. Tujuannya bukanlah untuk merebut kota (Kobani) tetapi untuk mencitakan terror.” Daesh adalah bahasa Arab untuk NIK. (26 Juni)
IS massacres 145 civilians in Syria offensive

Mesir. NIK melalui Twitternya mengklaim telah membom Kedutaan Besar Itali di Kairo, Mesir. Para Muslim haruslah jauh-jauh dari tempat-tempat konsulat, sebab mereka adalah ”target-target sasaran untuk serangan, twitter NIK menulis. Para polisi dan orang-orang sipil diantara korban luka-luka dari ledakan bom tersebut. (11 Juli). Juga di bulan Ramadan, post-post keamanan di Sinai diserang.
Islamic State ‘behind blast’ at Italian consulate in Cairo
Lebih dari 100 militan Muslim Brotherhood atau NIK Mesir telah menyerang post-post pemeriksaan di Sinai utara. Puluhan keamanan Mesir (polisi dan militer) tewas dan juga beberapa penduduk sipil. (1 Juli)
Terror in the Sinai: Ongoing battles, police under siege, at least 100 dead

Abubakar Shekau, leader of Boko Haram Nigeria Negeria. Intensitas tindak kekerasan dan pembunuhan dari para pengikut Boko Haram, semakin tinggi dan sadis di bulan Ramadan. Boko Haram yang umumnya menyerang wilayah-wilayah mayoritas Kristen, pada bulan Ramadan ini menyerang wilayah-wilayah Muslim. Saksi mata menyatakan sedikitnya 50 pejuang Islam Boko Haram memasuki mesjid-mesjid sebuah desa di timur tenggara Nigeria (Rabu,1/7) menembaki orang-orang yang baru saja menyelesaikan puasa Ramadan. Saksi mata lainnya berkata, ”Mereka menyapu bersih keluarga paman saya … Mereka membunuh anak-anaknya, 5 dari mereka, dan membakar seluruh rumahnya.” ”Mereka tidak menyisahkan seorangpun … lainnya memasuki rumah-rumah dan menembaki tanpa pandang bulu pada wanita-wanita yang menyiapkan makanan.” Sedikitnya 97 jiwa meninggal dunia ditempat. Tanggal 5nya, Boko Haram menyerang dua tempat di kota Jos; memakai gadis berusia 13 untuk melakukan bom bunuh diri di dekat sebuah mesjid, ledakan lainnya di sebuah restorant yang biasa dipakai oleh para pejabat negara. Total korban jiwa minimal 44 dan 67 luka-luka. Minggu sebelumnya, 28/6, juga di timur tenggara, Boko Haram membunuh 9 orang desa, membakar 32 tempat ibadah Kristen dan 300 rumah tinggal. Selama 6 tahun Boko Haram telah membunuh sedikitnya 13.000 jiwa dan 1,5 jut orang kehilangan rumah.

Boko Haram attack on Nigerian village leaves nearly 100 people dead

Yemen. Tentara kuali dibawah pimpinan Arab Saudi tetap melakukan serangan-serangan udara melalui jet-jet tempur mereka atas suku Houthi di Yemen pada bulan Ramadan. Lebih dari 3000 orang Yemen tewas sejak kualisi negara-negara Sunni ini melalukan serangan udara di bulan Maret 2015. Badan-badan bantuan kemanusia mengatakan lebih dari 80% dari 25 juta orang Yemen memerlukan bantuan saat ini. (11 Juli)
Yemen crisis: Fighting breaks new UN ceasefire

Daftar akan terlalu panjang jika ditulis semua kejadian, namun Anda bisa mencarilah sendiri. Aksi terror yang dilakukan oleh para Islam fundamentalist yang terjadi di bulan Ramadan contohnya: di Chad, Tunisia, Israel, Perancis, Algeria dan lain-lain.

Tidak diragukan apa yang dilakukan oleh para “Islam Fundamentalist” ini telah mengganggu kenyamanan para Islam Modern” yang cinta damai, namun jika kita melihat pada sejarah Islam, perang dan tumpah darah di bulan Ramadan telah terjadi sepanjang sejarah Islam, bahkan nabi Muhammad sendiri ketika ia merencakan untuk merebut kota Mekka dengan kekuatan senjata tajam itu terjadi di bulan suci Ramadan. Dan juga pada peristiwa Pertarungan Badr, kota di selatan Medina di tahun 2 AH/ 624 AD, antara Muhammad dengan penduduk Mekka terjadi pada bulan Ramadan. Baca: List of battles fought during Ramadan by Muslims

Adonai Yeshua Ha Mashiah memperingatkan manusia tentang “bunuh-membunuh”:

  • Sebab semua orang yang menggunakan pedang, mereka akan binasa oleh pedang (Mat 26:52)
  • Saatnya sedang tiba, bahwa setiap orang yang membunuh kamu (para orang Kristen), ia berpikir sedang mempersembahkan ibadah kepada Elohim. … karena mereka tidak mengenal Bapa maupun Aku (Yohanes 16:2-3)

Yesus mengalaskan pengajaran-Nya pada perintah Torah: “Jangan membunuh” (Keluaran 20.9).

Firman Bapa-Nya tidak pernah berubah, demikian juga Firman Yeshua sendiri.

Jika ada orang Muslim pernah berpikir bahwa Alkitab sudah dikorupis – karena tidak ada ayat-ayat jihad, maka dalam hal ini sangat jelas bahwa sesungguhnya orang Muslim itu sendirilah yang telah mengkorupsi ajaran Alkitab!

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: