Surah 5:68-69 “Sesungguhnya kalian tidak beragama dengan benar kecuali JIKA …”


Berani berpikir kritis Apa yang sesungguhnya Kuran katakan pada surat Al-Ma’idah (Surah 5) ayat 68 dan 69? Apa yang sesungguhnya Allah nyatakan kepada Muhammad, sebagai nabinya tentang ”agama yang benar” yang menghasilkan pahala ”kesenangan surga pada hari kiamat” pada ayat-ayat tersebut?


I. Pendahuluan
Untuk mendapatkan pengertian yang lebih baik dari kedua ayat pada bab al-Ma’idah (surah 5) ini kita perlu melihatnya dalam beberapa terjemahan Kuran yang tersedia.
Terjemahan Kuran berbahasa Inggris yang beredar umum ada lima versi, masing-masing ada perbedaan makna, dan di sini kita juga akan melihat dua versi terjemahan Kuran berbahasa Indonesia. Terjemahan Kuran dari bahasa Arab ke bahasa lainnya, dalam hal ini terjemahan-terjemahan yang disinggung di atas, tidaklah menulis dari versi manuskript (codex atau masahif) Kuran Arab apa mereka pakai. Islam Sunni menolak tiga surah yang ada di Kuran Islam Shia: Al-Khal, al-Hafd dan al-Nurayn (Two Lights), diluar ini ada ayat-ayat pada surah-surah yang diakui oleh keduanya namun diperdebatkan kehadirannya. Di kalangan Sunni sendiri terdapat beberapa versi Kuran dan memiliki ”perbedaan Pembacaan-pembacaan Kuran” (variant readings of the Qur’an). Secara umum, para era modern ini, para Muslim tetap memiliki dua pembacaan-pembacaan yang terpisah, yakni Pembacaan menurut Hafs[1] dan Pembacaan menurut Warsh.[2] Untuk alasan-alasan ini maka sangatlah perlu membandingkan versi-versi Kuran yang tersedia.

II. Perbandingan dan uraian Surah 5:68-69
Wahai Rasulullah, katakan kepada Ahl al-Kitâb, “Sesungguhnya kalian tidak beragama dengan benar kecuali jika kalian menegakkan dan mengerjakan semua hukum-hukum Tawrât dan Injîl, serta beriman kepada al-Qur’ân yang telah diwahyukan kepada Rasul-Nya agar dapat menjadi petunjuk bagi manusia. Yakinlah, wahai Muhammad, bahwa kebanyakan Ahl al-Kitâb akan terus bertambah zalim, ingkar dan keras kepala terhadap al-Qur’ân disebabkan rasa iri dan dengki mereka. Maka janganlah bersedih hati terhadap mereka yang dijadikan selalu ingkar (68).
Sesungguhnya orang-orang yang percaya kepada Allah, kaum Yahudi, pengikut Mûsâ, orang-orang yang tidak beragama dan kaum Nasrani pengikut ‘Isâ, jika mereka dengan tulus beriman kepada Allah dan hari kebangkitan dan beramal saleh sebagaimana yang diajarkan Islam, maka mereka akan selamat dari siksaan. Mereka berada dalam kesenangan surga pada hari kiamat nanti (69). (Zakr.org)

Katakanlah: ”Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.” Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu. (68)
Sesungguhnya orang-orang yang percaya kepada Allah, kaum Yahudi, pengikut Mûsâ, orang-orang yang tidak beragama dan kaum Nasrani pengikut ‘Isâ, jika mereka dengan tulus beriman kepada Allah dan hari kebangkitan dan beramal saleh sebagaimana yang diajarkan Islam, maka mereka akan selamat dari siksaan. Mereka berada dalam kesenangan surga pada hari kiamat nanti (69) (DEPAG RI; 1989)[3]

Sekarang kita lihat versi Inggrisnya, demi menghemat tempat dan waktu saya tampilkan dua diantara lima.
Say O People of the Scripture! Ye have naught (of guidance) till ye observe the Torah and the Gospel and that which was revealed unto you from your Lord. That which is revealed unto thee (Muhammad) from thy Lord is certain to increase the contumacy and disbelief of many of them. But grieve not for the disbelieving folk.
Lo! those who believe, and those who are Jews, and Sabaeans, and Christians – Whosoever believeth in Allah and the Last Day and doeth right – there shall no fear come upon them neither shall they grieve. (Pickhall)[4]

Say: “O People of the Book! ye have no ground to stand upon unless ye stand fast by the Law, the Gospel, and all the revelation that has come to you from your Lord.” It is the revelation that cometh to thee from thy Lord, that increaseth in most of them their obstinate rebellion and blasphemy. But sorrow thou not over (these) people without Faith
Those who believe (in the Qur’an), those who follow the Jewish (scriptures), and the Sabians and the Christians,- any who believe in Allah and the Last Day, and work righteousness,- on them shall be no fear, nor shall they grieve. (Yusuf Ali)[5]


Surah 5:68-69 ini nampak berbicara 4 hal:
1. Pesan ini disampaikan oleh Muhammad bagi Orang Yahudi dan Kristen, yakni orang-orang yang berpegang kepada Alkitab (Al-Kitab) atau “People of the Scripture / of the Book.”
2. Ajaran Agama yang benar, yang mampu memberi kelepasan dari hukuman api neraka pada Hari Penghakiman Terakhir
3. Dua jenis kelompok kitab suci: 1. Alkitab; di dalamnya Torah (Taurat/ the Law), Injil (Kabar Baik/ the Gospel dan kitab-kitab Perjanjian Baru lainnya), dan 2. Kitab Kuran (Al-Qur’an / the Quran)
4. Bertumbuhnya kemurtadan atau ketidak percayaan terhadap firman Elohim (God/ Allah)


Pada keempat versi Kuran tersebut, nyata adanya perbedaan dan juga persamaan diantara mereka, perbedaan nampak jelas khususnya antara bahasa Indonesia dan versi Inggrisnya. Dari perbandingan 5 versi Inggris, klik untuk baca online,
(Pickthall, Yusuf Ali, Shakir, Ahmad Ali[6] dan Noble Quran) dan 2 bahasa Indonesia (Zakr.org dan Depag RI), kita akan dapatkan secara garis besarnya bahwa:
1. Kata “the Last Day” (Hari Terakhir) merefer kepada Hari Penghakiman Terakhir tidak ada dalam versi Indonesianya, Zakr memakai kata “surga” sebagai gantinya.
2. Versi Zakr (Indonesia) nampak sekali telah menambahkan banyak kalimat (pada ayat 68) yang sesungguhnya tidak tertulis di Kuran. Sikap anti Yahudi dan Kristen dimasukkan pada versi ini.
3. Kata “Kuran / al-Qur’an” di ayat 68 ditambahkan oleh para penterjemah Indonesia, sepertinya mengikuti terjemahan Nobel Qur’an, menaruhnya dalam huruf kurung: ”been sent down to you from your Lord (the Qur’an).” Versi Nobel Qur’an termasuk Kuran versi Inggris yang sangat buruk bahkan dikritik oleh para ahli Kuran di dunia Islam.[7]
4. Pada kalimat pertama pada ayat 69 tidak terdapat kata (kepada atau dalam) “Allah” atau “Quran.” Terjemahan Pickthall, Shakir dan Ahmad Ali dan juga Depag RI hanya menulis: ”mereka yang percaya, …” (those who believe). Yusuf Ali menambahkan dalam tanda kurung: “(in the Quran)” dan NQ menambahkan: “(in the Oneness of Allâh, in His Messenger Muhammad SAW and all that was revealed to him from Allâh).”


Diagram Element-element Pemikiran III. Apakah yang sesungguhnya Surah 5:68-69 berkata?
Allah berpesan kepada “Para orang Yahudi dan Kristen, the People of the Book” melalui mulut Muhammad bahwa:
A. Surah 5:68
A.1. “Say, ‘O People of the Book!”
Ayat ini menyatakan: Orang Yahudi dan Kristen ”tidaklah beragama dengan benar” atau ”tidak dipandang beragama” atau ”have nought of guidance” atau ”have no ground to stand” (Yusuf Ali) atau “have no ground for argument” (Ahmad Ali) KECUALI JIKA kalian menegakkan dan mengerjakan (to observe, to stand fast, to keep up, to follow, to act according) Torah, Injil dan kitab-kitab di Alkitab lainnya yang telah diturunkan kepada kalian.”
Seperti saya telah singgung di atas, kitab Kuran tidak disinggung pada kalimat ini, kecuali di NQ dan versi Indonesia. Jika para Muslim jujur, maka memang seharunyalah kata “Kuran” tidak bisa ada pada kalimat tersebut, baik sebagai terjemahan terlebih lagi sebagai doktrin Islam dan sejarah tujurnnya manuskrip kitab suci. Alkitab diturunkan atau diwahyukan sejak dari nabi Musa sampai para Rasul Perjanjian Baru, dan hampir 600 tahun kemudian Kuran baru diturunkan kepada Muhammad. Memasukkan kata “Kuran” pada “kitab-kitab yang telah diwahyukan oleh “Tuhanmu” yakni YAHWEH dan Yeshua (Isa al-Masih) pada ayat ini sungguh suatu yang membohongi diri sendiri – demi kepuasan palsu orang Islam.


Kuran pada Surah 5:66 mengulangi pernyataan pentingnya berpegang kepada Alkitab, ”Jika mereka berpegang pada Torah dan Injil dan semua yang telah diwahyukan dari Tuhan mereka, pastilah mereka telah memakan apa yang ada di atas mereka (buah pohon) dan dari bawah kaki mereka (umbi-umbian).”
Dalam hal ini, ayat-ayat Alkitab sangat jelas menulis bahwa firman YAHWEH sungguh dapat dipecaya:

  • Jalan-Nya adalah sempurna; firman YAHWEH teruji; Dia adalah sebuah perisai bagi semua orang yang percaya pada-Nya (2 Samuel 22:31)
  • Firman YAHWEH adalah firman yang murni, bagaikan perak yang dimurnikan dalam perapian tanah, dimurnikan sampai tujuh kali (Mazmur 12:7)
  • Setiap perkataan Elohim telah teruji (Amsal 30:5)

Pernyataan-pernyataan Anti-Yahudi di Kuran haruslah tidak digeneralisasikan. Sampai saat ini ada banyak orang Yahudi yang taat pada ajaran Alkitab. Sering kali tentara-tentara Israel yang bertugas diperbatasan telah menyelamatkan rakyat Syria yang terluka, bahkan para militan Islam Sunni, akibat perang antara President Assad dengan militan Islam Sunni – yang juga membenci Israel. Akhir bulan Juni 2015, beberapa pemuda suku Druz ditangkap pemerintah Israel karena menyerang mobil ambulan yang mencoba membawa dua militan Sunni ke rumah sakit; satu dari militan tersebut mati atas serangan tersebut.
Surah 5:64 ”the Jews say: ”Allah’s hand is fettered.” (Pickthall), ini perkataan Muhammad atas orang-orang Yahudi yang menolak Allahnya. “The Jews” di sini bukanlah “semua orang Yahudi,” tetapi spesifik: ia adalah Finhas ibn Azura dan beberapa rekannya – orang-orang kaya raya. Mereka mengalami kerugian material karena ajarannya.

A.2. “It is the revelation that cometh to thee from thy Lord …” (YA)
Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka (DEPAG RI, ‘89)
That which is revealed unto thee (Muhammad) from thy Lord is certain to increase the contumacy and disbelief of many of them. (Pickhall)
It is the revelation that cometh to thee from thy Lord, that increaseth in most of them their obstinate rebellion and blasphemy. (YA)
But what has been revealed to you by your Lord will surely increase rebellion and unbelief in many; (AA)
and surely that which has been revealed to you from your Lord shall make many of them increase in inordinacy and unbelief; (Shakir)
Verily, that which has been sent down to you (Muhammad SAW) from your Lord increases in many of them their obstinate rebellion and disbelief. (NQ)
Keenam terjemahan memiliki makna yang sama. Terjemahan Indonesia dari (Zakr.org) jelas keluar sasaran dari sumber aslinya: ”Ahli al-Kitab ingkar terhadap al-Quran disebabkan rasa isi dan dengki mereka.” – si penterjemah telah menambahkan sikap anti-Yahudi dan anti-Kristen pada kitabnya.

A.3. Apakah yang kalimat di atas pada surah 5:68 ini sesungguhnya ingin nyatakan kepada kita, para pembacanya? Saya melihat tiga hal:
1. Allah berbicara tentang Kuran yang Ia turunkan kepada nabi-Nya, Muhammad – “apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu”
2. Bahwa Kuran sesungguhnya akanlah (is certain, will surely, verily) menambah kedurhakaan (rebelion) dan kekafiran (disbelief of, blasphemy, unbelief) orang-orang yang beriman kepada Alkitab (the People of the Book).
3. Allah menyatakan kepada Muhammad untuk “tidak perlu bersedih atas orang-orang Yahudi dan Kristen yang menjadi kafir” karena telah gagal “menegakkan dan mengerjakan (to observe, to stand fast, to keep up, to follow, to act according) Torah, Injil dan kitab-kitab di Alkitab lainnya yang telah diturunkan kepada kalian,” oleh sebab terpengaruh oleh kitab yang “Allah telah turunkan kepada Muhammad” tersebut.

Apakah, dengan kata lain, Allah di sini berkata bahwa Ia menurunkan Kuran sebagai batu sandungan bagi para umat-Nya yang percaya kepada Alkitab?

B. Surah 5:69. “Lo! those who believe, and those who are Jews, and Sabaeans, and Christians – Whosoever believeth in Allah and the Last Day and doeth right – there shall no fear come upon them neither shall they grieve.” (Pickthall)
Jelas di ayat ini bahwa “siapapun yang beriman” dan ”melakukan yang benar” atau “work righteousness” (Yusuf Ali) kepada ”Allah” ia tidaklah perlu takut akan Hari Penghakiman.”
Kata “Allah” di sini merefer kepada Allah yang universal, yakni Elohim Sementara Alam sebab ayat tersebut merefer kepada ”Allah” yang di-imani oleh orang-orang Yahudi dan Kristen, – khusunya jika dikaitkan dengan ayat 68 – dan Sabaean (yakni: orang Yemen, selatan Arab Saudi, dari mana Ratu Syeba (Sheba) berasal).
Orang Sabaean[8] di dalam tradisi Islam dianggap orang yang “tidak beragama” alias kafir.
Surah 5:69 ini juga tertulis sama pada Surah 2:62. Juga pada Surah 22:17, hanya ada tambahannya: “Lo! those who believe, and those who are Jews, and Sabaeans, and Christians and the Magians and the idolaters (Polytheists) – …” (Yusuf Ali)


C. Perintah penting. Pesan Surah 5:68-69 ini adalah pesan Allah yang penting yang perlu diingat oleh pertama-tama “para pengikut ajaran Alkitab,” dan kepada para pengikut Muhammad serta terakhir siapapun (orang Sabaean, penyembah berhala / polytheists) jika mereka sungguh-sungguh ingin terbebas dari hukuman pada Persidangan Akhir Jaman. Pesan ini begitu pentingnya sehingga Allah berfirman kepada Muhammad demikian, “O Messenger! Deliver what has been revealed to you from your Lord; and if you do it not, then you have not delivered His message. (S 5:67; Shakir). Kalimat selanjutanya adalah konsekuensi: “Allah will protect you from the people” atau “Surely Allah will not guide the unbelieving people.”


D. Kontroversi Ayat Kuran: telah dibatalkan atau tetap berlaku
Islam fundamentalist menganggap ayat-ayat toleransi ini telah dihapuskan dan diganti dengan Surah 3:85 – “If anyone desires a religion other than Islam (submission to Allah), never will it be accepted of him; and in the Hereafter he will be in the ranks of those who have lost (all spiritual good)” (Yusuf Ali). Dan yang lebih radikal: “And fight them until there is no more Fitnah (disbelief and polytheism, i.e., worshipping others besides Allah) …” (Surah 8:39, NQ) – kedua ayat ini dikenal sebagai ayat-ayat jihad, yang datang dari Muhammad setelah ia berada di Medinah.
Ahli-ahli Kuran lainnya percaya bahwa arti dari ayat tersebut adalah tetap terjaga (conserved), “Sebab itu adalah “khabar” (laporan) dari Allah, tentang apa yang Dia lakukan dengan hamba-hamba-Nya, mereka yang mengikuti agama mereka sebelum Islam.”[9] Khabar “tidak dapat dibuang.”[10]

IV. Hari Penyelamatan dan Penghakiman dalam Alkitab dan Kuran serta Hadis
Kitab-kitab suci Islam dan Alkitab setuju dalam hal ini bahwa Hakim pada Hari Penghakiman (The Last Day) adalah Yeshua ha Mashiah atau Isa al-Masih Kuran menulisnya.

Kitab Suci Islam

  • “…di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi melawan mereka” Surah 4:159.[11] Sebab: ”Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di Akhirat (the Hereafter) dan termasuk orang-orang yang didekatkan” (those nearest to Allah; YA) (S 3:45)
  • “Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu…” (Hadis SM 127; Hadis SB 1090).[12]

Alkitab

  • Sebab Bapa tidak menghakimi seorang pun, tetapi Dia telah menyerahkan segala penghakiman kepada Putra … Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa yang mendengarkan firman-Ku, dan percaya kepada Dia yang telah mengutus Aku, ia memiliki hidup yang kekal dan tidak masuk ke dalam penghakiman, melainkan telah berpindah dari kematian kepada kehidupan.” (Yohanes 5:22-24)
  • Dan pada waktu itu tanda Anak Manusia akan tampak di langit, dan kemudian semua suku-suku di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia ketika datang di atas awan di langit dengan kuasa dan kemulian yang besar.” Matius 24:30
  • Siapa yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, ia mendapatkan dia yang menghakiminya, yaitu firman yang telah Ku ucapkan, dia itulah yang akan menghakimnya pada akhir jaman (Yohanes 12:48)

Yeshua juga diberikan kuasa untuk membangkitkan mereka untuk hidup kekal bagi yang beriman kepada Dia: Injil Yohanes 6:39, 40, 44, 54
Yeshua Ha Mashiah sebagai Juruselamat bagi setiap mereka yang percaya kepada Nya, tidak hanya tertulis di Perjanjian Baru, namun juga telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya, sedikitnya 680 tahun sebelum Yeshua lahir: “Therefore the Lord GOD (Adonai YAHWEH) said: “Look, I have laid a stone in Zion, a tested stone, a precious cornerstone, a sure foundation; the one who believes will be unshakable. (Is 28:16, HCSB)
Batu Penjuru (petra) yang mahal ini adalah Yeshua, Raja orang Yahudi, itulah sebabnya ada dikatakan: “Come, let us go up to the mountain of the LORD (YAHWEH), to the house of the God of Jacob. He will teach us about His ways so that we may walk in His paths.For instruction will go out of Zion and the word of the LORD (YAHWEH) from Jerusalem. (Isaiah 2:3, HCSB)


V. Kesimpulan

  • Surah 5:68-69 nampak lebih nampak ke akuratanya dalam terjemahan Inggris, kata tambahan yang tidak tertulis dalam bahasa Arabnya di taruh di dalam tanda kurang.
  • Terjemahan Mohammed Pickthall terbaik dari antara 5 versi Inggris, dan The Nobel Qur’an terburuk (banyak penambahan yang menuntun pembaca untuk berkesimpulan bahwa Islam adalah suprim, dan Orang Yahudi dan Kristen adalah orang yang jahat, pada sisi lain.
  • Allah dalam Kuran-Nya jelas menyatakan bahwa orang Yahudi dan Kristen (the People of the Book) haruslah berpegang teguh kepada Kitab Sucinya (Torah, Injil dan kitab-kitab lainnya yang telah diturunkan kepada mereka) agar bisa “dipandang beragama dengan benar” atau “memiliki fondasi untuk berargument atau “berdiri teguh” atau “memiliki tuntunan.”
  • Kuran diturunkan untuk menambah pemberontakan dan kekafiran umat Yahudi dan Kristen (the People of the Book) yang tidak sungguh-sungguh.
  • Setiap orang yang percaya kepada ”Allah” Semesta alam (Elohim Tzebaot) dan melakukan yang benar (menurut Firman-Nya, bukan menurut standard sendiri) akanlah terbebas dari ketakutan dan kesedihan di Hari Penghakiman
    Yeshua Ha Mashiah (Isa al-Masih) akanlah ada sebagai Hakim di Hari Penghakiman (the Last Day)

Catatan Kaki
1. Pembacaan menurut Hafs ini diteguhkan oleh al-Azhar pada cetakkan kuran tahun 1925 dan beredar luas di bagian dunia Islam
2. Pembacaan menurut Warsh berasal dari pembacaan yang dibuat oleh Nafi. Dipakai secara luas umumnya di Afrika utara. Warsh adalah seorang Mesir yang berimigrasi ke Medina.
3. DEPAG RI, Penerbit CV. TOHO PUTRA Semarang Edisi Baru Revisi Terjemahan 1989. Diambil dari versi digital: Al Quran digital 2.1 http://alquran-digital.com
4. Mohammed William Pickhall Palmer (1875-1936). Seorang Muslim kulit putih asal London. Terjemahan Kurannya diakui dan disahkan oleh Universitas Al-Azhar di Kairo. Disingkat (Pickhall)
5. Abdullah Yusuf Ali (1872-1953) adalah seorang Muslim asal Bombay. Disingkat (YA)
6. Ahmed Ali adalah seorang Pakistan, terjemahannya berjudul ”Al-Qur’an, A Contemporary Translation. Terbit pertama kali tahun 1988 di Amerika Serikat. Disingkat (AA)
7. Nobel Qur’an (NQ) hasil terjemahan dari Dr. Muhammad al-Hilali (Muslim Sufi asal Marokko) dan Dr. Hussein ibn Ali (Pakistan) atas keuangan Pemerintah Arab Saudi. Kristik-kritik atas NQ diantaranya: ”nampaknya seperti suprimasi Muslim, polemik anti-Semitik, anti-Kristen lebih dari sebuah interpretasi kitab suci Islam,” Khaleel Mohammed; Khaled Abou El Fadl mengkomentari versi ini sebagai ”anti wanita yang sangat mengerikan;” Imad-ad-Dean Ahmad, seorang Islamic think tank dari Palestina: ”Saya belum mendapatkan seorang Muslim Amerika yang telah pernah mengatakan sesuatu pun yang baik tentang edisi tersebut. Saya akanlah menyebut itu Kuran Wahhabi.”
8. Modern archaeological studies support the view that the biblical kingdom of Sheba was the ancient Semitic civilization of Sabaeans in Yemen, between 1200 BC until 275 AD with its capital Marib. https://en.wikipedia.org/wiki/Sabaeans  Tambahan, Ratu dari Kerajaan Sheba pernah mengunjungi Israel di jaman Salomo (1Raja-raja 10), wilayah kerajaan ini berkembang ke Ethiopia, dan nampak keimanan orang Israel berkembang baik di Ethiopia terbukti seorang penting Kerajaan sedang membaca Kitab Yesaya, ketika didekati oleh Filipus, dan pembesar tersebut dibaptis setelah ia percaya kepada ajaran Yeshua (Kis 8:27-39).
9. Al-Makki 124
10. Ibn al-Jawzi, Nawasikh 131
11. Surah 4:159 adalah ayat Kuran yang sangat kontrofersi, “mereka” (para pengikut Yeshua, orang Kristen) akan ditentang Yeshua di Hari Penghakiman” sebab mereka tidak percaya klaim Muhammad bahwa ”Yeshua tidak mati tersalib” (157-158). Bagaimana agama yang baru muncul sekitar 600 tahun setelah kejadian berani menolak berita Injil yang ditulis oleh para saksi mata dan bukti-bukti catatan sejarah Yunani dan Romawi? Bukti kematian Yeshua di kayu salib terdokumentasi begitu rapi dan akurat di Perjanjian Baru dan juga tertulis pada nubuatan-nubuatan nabi Perjanjian Lama.
12. Hadis Sahih Muslim dan Sahih Bukhari adalah kitab-kitab Hadis yang sangat diakui ke “sahih”annya di kalangan pakar Islam di dunia.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Satu Tanggapan

  1. SahihBukhari.V.5.B.59.N.512=(SahihBukhari:1.367):Diriwayatkan:‘Abdul’-Aziz:
    Anas berkata, “Ketika Rosolollok menginvasi/MENJAJAH/MERAMPOK Khaibar, kami melakukan shalat Subuh disana ketika hari masih gelap… Ketika ia memasuki kota, ia berseru, “Allahkubarbar! Khaibar diruntuhkan… Kami menaklukkan Khaibar, menawan tawanan, dan barang jarahan dikumpulkan. Dihya datang dan berkata, ‘O Rasul Allah! Berilah aku seorang budak perempuan diantara tawanan’. Nabi berkata, ‘Pergi dan ambillah budak perempuan yang mana saja’. Iapun mengambil Safiya binti Huyai. (Tetapi) Seseorang datang kepada Nabi dan berkata, ‘O Rasul allah! Engkau memberikan Safiya binti Huyai kepada Dihya, padahal ia (Safiya) adalah perempuan paling terkemuka dari suku Quraiza dan An-Nadir dan ia hanya pantas untuk engkau saja’. Maka Nabi berkata, ‘Bawa ia (Dihya) bersama dia (Safiya)’. Maka keduanya menghadap dan ketika Nabi melihat Safiya, iapun berkata kepada Dihya, ‘Ambillah gadis budak mana saja dari para tawanan selain dia’. Anas menambahkan: Nabi membebaskan perbudakannya dan mengawininya.” [Nabi menelan janji pertama, dan menggantikannya dengan janji kedua, ketika tersilau dan bernafsu dengan kecantikan Safiyah. Contoh moral surgawi!].

    Thabit bertanya kepada Anas, “O Abu Hamza! Apa yang Nabi bayarkan kepadanya (Safiya) (sebagai mahar)? Ia menjawab, “Dirinya sendiri adalah maharnya sebab dia (Muhammad) telah membebaskannya dari perbudakan dan kemudian mengawininya.” Anas menambahkan, “Ketika dalam perjalanan, Um Sulaim mendandaninya untuk upacara perkawinan dan pada malamnya dia mengirimnya sebagai pengantin perempuan untuk Nabi”.(SahihBukhari.1.367)=SahihBukhari.V.5.B.59.N.512

    Setiap orang yang terhormat atau orang normal jijik mendengar kisah semacam ini, namun simuhammadsow,mengajarkan bahwa ia akan memperoleh 2 pahala dengan mengawini Safiyah.Satu adalah:untuk:memerdekakan-seseorang yang sesungguhnya ia TAWANI/PERBUDAK:sendiri,dan kedua,adalah:mengambilnya,untuk-menikahinya.

    “Abu Musa melaporkan bahwa Rosolollok berkata tentang seseorang yang memerdekakan seorang wanita budak,dan kemudian menikahinya,bahwa-baginya tersedia:2 pahala.”
    SAYANGNYA TIDAK DISEBUTKAN BAHWA YANG MENGAWININYA ADALAH:PEMBUNUH/PEMBANTAI:BEJAT:AYAH,SUAMI,DAN:KELUARGA DARI WANITA BUDAK yang dikawini.Dan WANITA BUDAK tersebut adalah:-AWALNYA,ADALAH:MANUSIA2MERDEKA,YANG:DIPAKSA:MENJADI:BUDAK yang terjadi karena ulah/perbuatan dari muslim,pengikut:iblis:allahswt, yang:akan:MENGAWININYA/MEMPERKOSANYA!!!!!!!

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: