Film nabi Muhammad buatan Iran ditentang sebab menunjukkan belakang kepalanya nabi


Majid Majidi, direktur film Muhammad rasul AllahMajid Majidi, pembuat film asal Iran, sedang memimpin pembuat film tentang kehidupan Muhammad, pendiri sekaligus nabi bagi agama Islam; judul film nya adalah ”Muhammad, Rasul Allah (Messenger of God).”
Pembuatan film berlokasi di desa Allahyar, 70 km di bawah selatan ibukota Iran, sebagai duplikat kota Mekka, lengkap dengan tempat suci Islamnya Kaaba, bangungan berbentuk kotak hitam. Majid juga telah menyewa ahli-ahli perfilman Barat terkenal, seperti Scott E. Anderson (pemenang Academy Award untuk visual effek), Vittorio Storaro, orang Itali (tiga kali pemenang Oscar untuk fotografi).
Film Muhammad, Rasul Allah ini menceritakan masa kanak-kanak Muhammad. Dan akan memperlihatkan hanya belakang kepala Muhammad.
Film ini belum selesai dibuat, namun negara-negara Sunni, termasuk Mesir telah melarang film Muhammad, Messenger of God tersebut karena memproduksi suara dan wujud Muhammad.
Dalam Islam Sunni, menampilkan wajah nabi Muhammad adalah taboo, sekalipun tradisi Islam menulis bawah Muhammad adalah seorang manusia biasa sebagaimana manusia lainnya, bagaimana pun para pemimpin agama Islam melarang keras – yang berakibat bentrok dengan kebebasan berpendapat di negara-negara Barat, seperti yang dilakukan oleh koran komik Charlie Hebdo dan Jytlands Posten. Kabaa
Sejauh ini, Ayatollah Ali Khomeini, pemimpin Syiah tertinggi, mendukung pembuat film tersebut. Film ini direncakan selesai musim panas 2015. Produser film ini berkata jika film ini berhasil, mereka akan membuat film tentang kehidupan Muhammad dari usia remaja sampai 40 tahun, dan lainnya lagi dari usia 40 tahun hingga menjadi nabi Islam.
Sebaliknya, Islam Syiah, melihat hal itu sebagai bagian dari seni belaka. Lukisan-lukisan tentang Muhammad banyak beredar di kalangan Muslim Syiah. Di kabarkan bahwa Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Islam di Iran tahun 1979, ia memiliki gambar serupa Muhammad masih muda dan memajang lukisan tersebut di kamarnya bertahun-tahun. Kelainnya antara kedua golongan besar Islam ini lainnya adalah: Sunni menganggap Aisha, istri termuda Muhammad sebagai wanita yang terpandang di antara semua wanita Muslim, Syiah menganggap Aisha sebagai pembuat keruh perang sipil di jamannya dan imam Shia menyatakan Aisyah sebagai “musuh Allah.” Sunni telah membuang ayat hukuman rajam dan tidak mempraktekkannya lagi, namun Syiah tetap mempraktekkan ayat rajam tersebut.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: