NIK membantai turis asing di Musium Bardo Tunisia, 19 jiwa tewas


Turis asing diserang militan Negara Islam di Tunisia 17 tewasTunisia, negara Demokrasi yang masih muda hari Rabu, 18 Maret digoncang aksi terror Pemerintah Tunisia mengumumkan sepasukan pria bersenjata api menyerang para turis yang sedang berkunjung ke Musium Bardo di Tunis. 17 dari 19 yang tewas adalah turis asing. Dan selebihnya 22 luka-luka, beberapa dari mereka luka berat.
Militan Negara Islam Khalifah (NIK) mengakui aksi terror tersebut.
Para turis yang tewas berasal dari Australia, Britania, Colombia, Jepang, Spanyol, Perancis, Jerman, Itali, Polandia dan Afrika Selatan. Dua warga Tunisa yang tewas adalah petugas keamanan dan pekerja wanita yang sedang merawat bangunan.
Dua dari penyerang berhasil ditembak mati, namun diperkirakan 2 sampai 3 lainnya buron.
President Tunisia, Beij Caid Essebsi, berjanji untuk melaksanakan sebuah ”perang yang tidak berbelas kasihan menentang terrorisme” setelah peristiwa pembunuhan 17 turis asing di tengah hari bolong tersebut. Berkata di depan rakyatnya ia berkata: “Kita akan menang perang menentang para terrorist!”
Musibah terror ini dikabarkan sebagai yang sangat mematikan di Tunisia sejak 2002, ketika sebuah seorang militan Al-Qaida melakukan bom bunuh diri dengan meledakkan truknya di depan sebuah gedung ibadah Yahudi di pulau Djerba, menewaskan 21 jiwa (14 warga Jerman, 2 Perancis dan 5 Tunisia), serta melukai sekitar 30 jiwa lainnya.
Tunisa adalah tempat lahirnya gerakan Jalan Arab. Meskipun Tunisia selama ini sebagai sebuah benteng keamanan dan stabilitas di Timur Tengah dan Afrika Utara, namun boleh jadi ada juga sebagai negara pengirim militan (Islam) yang lebih banyak ke konflik-konflik di luar negeri dibanding negara lainnya di dunia Arab. Diperkirakan 3000 militan Islam Tunisia telah pergi berjuang di Irak dan Syria dan Libya. Ketiga negara ini masih terjadi perang antara pemerintah lokal dengan para militan Islam yang ingin menerapkan Hukum Islam di Afrika dan Timur Tengah.
Pemerintah Tunisia juga pernah melaporkan adanya organisasi Islam di Tunisia yang mengurus para wanita muda nya pergi ke Syria untuk menjadi pemuas kebutuhan sex para pejuang NIK.
Tunisia beberapa tahun ini nampaknya seperti kondisi negara Indonesia 20-40 tahun lalu, pemerintahnya adalah Muslim moderat, sedangakan penduduknya memiliki kepercayaan yang berbeda-beda, termasuk di dalam ada kelompok-kelompok Islam radikal. Tunisia memerlukan waktu dan ketegasan pemerintah dan serta dukungan rakyatnya untuk menjadikan sebuah negara stabil dan aman.
Tewasnya para turis asing ini telah membuat gerakan Negara Islam Khalifah semakin dikutuki oleh komunitas internasional, bahkan dari beberapa masyarakat Muslim sendiri. Seminggu lalu militan NIK juga telah dikutuki oleh pemerintah Irak dan UNISCO karena mereka menghancurkan barang-barang kuno di sebuah musium di Irak.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: