Debat Dr. M. Brown vs. Bart Ehrman “Does the Bible Provide an Adequate Answer to Suffering?”


debat Michael vs Brown Bart EhrmanBart Ehrman vs Michael Brown – Bible Answer to Suffering. April 15 2010
Ini adalah satu dari beberapa program debat keagamaan yang paling seru dan paling menarik yang pernah saya tonton. Selain dari kedua pendebat adalah para pakar debat keagamaan, dan keduanya bergelar doktor (S3) theologia, yang lebih menarik adalah mereka memperdebatkan suatu masalah yang telah merubah hidup mereka sebagai mana mereka ada sekarang, yakni “Alkitab menyediakan sebuah Jawaban yang memadai untuk penderitaan?”

Dr. Michael L. Brown (lahir 1955, di AS). Lahir dari keluarga Orthodox Yahudi. Masa remajanya dihabiskan dengan obat-obatan terlarang dan pemain drum dari band Rock and Roll. Masa remajanya berantakkan. Segera setelah ia menjadi seorang Kristen Yahudi (a Messianic Jew), imannya dilecehkan oleh seorang Rabbi Orthodox; hal ini membuat Michael tertantang untuk mendalami bahasa-bahasa kuno. Ia adalah doktor dalam bahasa-bahasa kuno Timur, seperti Ibrani, Aram dan 5-6 bahasa kuno lainnnya. Selain ia aktif di forum-forum debat resmi (lawan debatnya pada umumnya adalah para rabbi Orthodox), ia juga aktif sebagai professor dosen di beberapa universitas theologia, aktif dalam pelayanan dan pelatihan misi. Penulis banyak text book dan buku rohani, diantaranyanya: The Real Kosher Jesus: Revealing the Mysteries of the Hidden Messiah (2012) dan Hyper-Grace: Exposing the Dangers of the Modern Grace Message (2014). Situsnya: AskDrBrown.org Kesaksian pertobatannya lihat di sini: Kesaksian pertobatan Dr. Michael Brown: Tradisi atau Kebenaran?

Dr. Bart Ehrman (lahir 1955, di AS) lahir dari keluarga Kristen Injili, pada masa kanak-kanaknya ia mengaku sebagai seorang Kristen lahir baru. Kematian ayahnya karena penyakit yang tidak tersembuhkan, menjadikan Bart seorang remaja Kristen liberal, yang berlangsung selama 15 tahun sebelum ia berubah menjadi seorang yang tidak percaya adanya Elohim, alias Atheist. Kepahitannya kepada Elohim menjadikan dirinya sendiri seorang, yang bukan sekedar Atheist nominal, tetapi sebagai penghancur ajaran Alkitab, baik melalui buku-bukunya, perdebatan di universitas-universitas, sekaligus sebagai dosen di sekolah theologia. Telah banyak terjadi, para pemuda dan pemudi yang sebelum masuk Sekolah Teologia imannya berapi-api bagi Yeshua, namun setelah lulus mereka menjadi orang-orang skeptik, sebab adanya dosen-dosen yang bukan sekedar tidak percaya Alkitab, namun lebih lagi memiliki motif yang salah “mengajar untuk mengancurkan” seperti Bart ini contohnya, dan orang-orang dari ordo Jesuit. Hal ini sudah saya dengar dan ketahui sejak awal 1990an.
Salah satu bukunya yang terkenal dan sering dipakai oleh para pendebat Atheist dan Islam untuk menyerang Alkitab adalah Misquoting Jesus, di bukunya ini ia mencoba membuktikan bahwa Yeshua (Jesus) bukanlah Elohim, yang paling ekstrim (mungkin) adalah Did Jesus Exist? (2012).
Bukunya, MJ ini telah diserang balik oleh Timothy Paul Jones, dalam bukunya Misquoting TRUTH, A Guide to the Fallacies of Bart Ehrman’s Misquoting Jesus. Timothy adalah Pendeta senior dan bergelar Doctor of Education (Ed.D.) lulusan dari The Southern Baptist Theological Seminary. Ia juga penulis dari buku The Da Vinci Codebreaker.

Berdoalah untuk keberhasilan pelayanan Dr. Michael L. Brown. Berdoalah juga bagi Bart Ehrman, bila Adonai Yeshua telah bisa merubah Saulus dari Tarsis menjadi seorang Rasul yang membawa terang ke Eropa dan merubah banyak terrorist Islam menjadi hamba-hamba Kebenaran dan pemberita Injil abad 21, tentu Dia juga mampu mengobati kepahitan hati sdr Bart Ehrman ini.
Catatan dari editor: Mentor theologi dari Bart Ehrman adalah Bruce M. Metzger (1914-2007), professor Princeton Theological Seminary, yang adalah juga pakar dari terjemahan-terjemahan Alkitab yang bersumber dari Bible Reserve Standard Version (RSV). RSV berakar dari Jerome Latin vulgate. RSV melahirkan ESV. Jerome menterjemahkan Alkitab Yunani ke Latin, dari sini lahirlah kebanyakan “Alkitab-alkitab Modern.” RSV dan NIV sudah lama diketahui tidak bagus dibaca untuk pertumbuhan iman Kristen, silahkan Anda bandingkan sendiri isinya dengan KJV dan One New Man Bible karya Rev. William J. Morford.
Lihat fakta ini:

Luke 4:4 (contoh ayat diambil dari The RSV Exposed! By Dr. Ken Malto)
KJV: And Jesus answered him, saying, It is written, That man shall not live by bread alone, but by every word of God

RSV: And Jesus answered him, “It is written, `Man shall not live by bread alone.'”
NWT: But Jesus replied to him: “It is written, ‘Man must not live by bread alone.'”
NAB: Jesus answered him, “Scripture has it, ‘Not on bread alone shall man live.'”
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: