Kesaksian Professor Faouzi (David) Arzouni ex-Muslim Sinegal menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah


Kesaksian ex-Muslim Professor Faouzi (David) Arzouni Professor David Arzouni, dikenal sebagai Faouzi (nama lamanya), lahir dan besar di Dakar, Sinegal dari keluarga Islam Sunni, ia sendiri berlatar belakang Islam Shia. Melalui pelayanan dari Missionari Don Corbin dan Pendeta John Hall, ia diperkenalkan kepada Yeshua Ha Mashiah. David dan Linda, isterinya, telah bertugas sebagai missionari di Afrika Barat, 16 tahun di Ivory Coast dan 21 tahun di di negara Islam Mali, di kedua tempat ini mereka bertugas sebagai pembuka jalan. Di Mali, ia mulai dari dua orang jemaat sekarang telah mencapai 70 gereja lokal. Kebahagiannya bertambah lagi sebab saat ini 3 saudara laki dan 2 perempuannya telah menjadi pengikut Yeshua juga dan bahkan kemudian ayahnya sendiri yang ingin membunuhnya juga telah menjadi satu iman dengan dirinya.
David lulusan sekolah theologia Bethany Bible College di Santa Cruz, California Amerika Serikat. Situsnya bernama http://www.arzouni.com/

Catatan dari Moderator Senjata Rohani: kesaksian tulisan pribadi Professor Faouzi di bawah ini berasal dari dua kesaksian videonya; David Arzouni’s Testimony  dan Faouzi Arzouni tinggalkan agamanya untuk mengikut Isa Al-Masih
Video pertama tanpa disertai terjemahan text Indonesia, yang kedua ada. Video pertama ia bercerita banyak tentang masa kecilnya, bagaimana ia bergumul dengan masalah kehidupan, dan tidak menemukan jawaban di dalam agama yang ia tekuni.  Sekarang ia bisa mengatakan bahwa Adonai Yeshua bukanlah sekedar Mashiah (Yang Diurapi) lebih dari itu Dia adalah Juruselamat.
Untuk penyeragaman sebutan, maka kata dan ”Isa al-Masih” ditulis menjadi ”Yeshua Ha Mashiah” dan “Lord” ditulis “Adonai,” sedangkan ”Allah” ditulis menjadi ”Elohim,” kecuali pada ayat di Kuran kata Allah tidak dirubah. Elohim memberkati Anda. Salam, Anggur Baru.
Mazmur 14:1-2 ”Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Elohim.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik. YAHWEH memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Elohim.”
Latar belakang pribadi Professor David (Faouzi) Arzouni.
Kesulitan hidup sejak kecil dalam keluarga di negara asing, ditambah sikap penolakan yang ia terima dari penduduk setempat, membuat ia menjadi remaja yang tertekan dan menjadikan dia nakal yang membawa ia kemeja pengadilan dimana hakim mengukum dia dengan 6 tahun hukuman penjara. Di sel, ia menyesali pebuatannya dan berjanji dengan dirinya sendiri untuk menjadi seorang Muslim yang benar. Setelah keluar dari penjara dan kembali kepada keluarga (rumah ayahnya, kedua orang tuanya bercerai ketika Faouzi berumur 4 tahun) ia menepati janjinya – mendalami dan tekun di dalam ISLAM lebih daripada sebelumnya.
Ia memasuki sekolah tinggi di sebuah sekolah Katolik. Suatu hari di kamar mandi rumahnya ia bermain-main dengan air menbuat tanda salib dengan air meniru orang katolik, tanpa mengetahui bahwa ayahnya memperhatikan perbuatannya. Ia sungguh terkejut dengan reaksi keras ayahnya.
Ayahnya segera menangkap tangannya, lalu menggoncangkan badannya dengan keras, dan menaboknya seta mengutikinya. Ayahnya mengancam akan membunuhnya jika ia berbuat itu lagi.
Rasa ingin tahunya muncul tentang “apa itu ajaran Kristianiti,” temannya menasehati untuk pergi menjumpai seorang pendeta Libanon dari Kristen Marronaite di Dakar. Segera setelah pendeta ini tahu bahwa ia seorang Shia dari keluarga Sunni, pedeta ini dengan ketakutan mengusir dia dan minta jangan kembali lagi. Faouzi sungguh kecewa.
Lalu ia masuk ke gedung gereja Katolik dengan sembunyi-sembunyi, ia melihat banyak patung-patung, ketakutannya tentang ‘Kristianiti’ sebagai agama penyembah berhala meneguhkan apa yang ia pernah dengar. Dari semua kekecewaan perjalanan keagamaan tersebut ia mulai menjadi ”tidak percaya adanya Elohim.”
Suatu hari ia bertemu teman lamanya, yang ia pernah dengan telah menjadi Kristen. Faouzi menggerutu kepada temannya ini bahwa Elohim pribadi tidak perduli, temannya menjawab dengan sederhana bahwa sesungguhnya semua masalah dirinya itu adalah ”terpisahnya ia dengan Elohim oleh karena dosa-dosanya sendiri.”
Suatu hari ini bertemu seorang gadis, yang bertanya kepadanya ”Apakah kamu pernah membaca Alkitab?” Tertarik dengan gadis ini, ia menerima sebuah Alkitab dari gadis tersebut.
Suatu ketika, ia tertarik untuk membaca Alkitab tersebut. Secara sembarangan ia membukanya, terbuka pada kitab Mazmur pasal 14 dan mulai membaca: ”Orang bodoh berkata tidak ada Elohim …,” lalu membuka kitab lainnya – kembali dengan sembarangan terbuka pada kitab Roma bercerita hal yang meneguhkan dari pembacaan sebelumnya, “seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak, ….” Ia sungguh tertemplak dan menyadari dirinya yang kotor. Faouzi sejak itu rindu mencari lebih tahu tentang Kristianiti.
Dari sini ia mulai mencari seorang hamba YAHWEH yang bisa membimbingnya.
Bagaimana saya menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah?
Perjalananku pada intinya adalah perjalan dari agama ke perdamaian (reconciliation), dari agama ke penebusan (redemption)
Saya gambarkan perjalanan hidup saya, dalam proses menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah, sebagai perjalan dari ritual ke perdamaian. Dan ini sangat penting, karena saya dibesarkan dalam pedoman agama Islam. Saya tumbuh dan memeluk agama Islam dengan seluruh hatiku, sebaik yang bisa dilakukan sebagai seorang anak kecil di keluarga Muslim.

Saya lahir dan bertumbuh di Senegal, Afrika Barat, dari sebuah keluarga Libanon, beragama Shia Muslim dan kami mengikuti pedoman dalam Kuran dan Hadis-hadis sebaik mungkin. Keluarga kami sangat beragama dalam semua aspek. Jadi, mengapa saya butuh lebih dari yang kami telah miliki? Saya tidak pernah membutuhkan apa-apa. Sampai krisis kehidupan yang saya alami dan yang juga dialami semua orang, pada suatu waktu.
Membuat saya bertanya tentang beberapa hal terpenting dalam hidup:
Siapa saya?
Kenapa saya dilahirkan?
Apa artinya keberadaanku di dunia ini?
Mengapa ada masalah ini?
Mengapa kita mengalami pergumulan dalam hidup?
Itulah sifat alami dalam manusia.
Untuk bergumul mencari jawaban dan untuk mencari belas kasihan Adonai dan berkata, “Adonai, kenapa?” Adonai, kenapa aku? Apakah saya telah berbuat salah waktu kecil?” orang tuaku bercerai dan keluargaku berantakan. Kenapa kami mengalami pergumulan ketika sedang bertumbuh? Kenapa seorang dari latar belakangku membenci orang berkulit hitam?
Dan kenapa walaupun kami semua Muslim, kami semua tidak ada yang akur? [sama agama tapi lain aliran]. Saya mulai mengerti saat saya sangat muda bahwa walaupun dengan pembicaraan mulai kami tentang Allah dan agama dalam keluarga, semua itu tidak menutup pintu kesengsaraan dan kerusakan yang dibawa masuk oleh dosa ke keluarga kami dan kehidupan masa mudaku. Saya mengalami semua ini.
Lalu saya mulai berupaya untuk mereformasi hidupku karena saya mengira semua yang telah saya alami, semua hal buruk yang saya alami, terjadi karena saya bukanlah muslim yang baik. Saya pun mulai membentuk kembali (reform) hidup saya dengan bersikap lebih hati-hati, lebih membaca Kuran, mencoba mengikuti semua tradisi dan tentu melakukan segala ritual dan apapun yang diharuskan.
Tapi tahu tidak ada yang terjadi padaku? Semakin saya melakukan semua itu, semakin saya mencoba, semakin saya menyadari ada sesuatu yang tidak beres, ada sesuatu yang salah. Apakah masalahnya ada di dalam hidup saya? Atau saya tidak melakukannya dengan benar? Lalu saya mulai memperhatikan orang-orang lain. Saya memperhatikan siapa saja yang mengaku Muslim, baik Muslim fundamentalis atau Muslim gagal. Dari satu ke yang lain. Saya lihat secara keseluruhan semua jenis Muslim yang mungkin ada, dan saya memperhatikan ada hal yang sama dalam hidup mereka dengan apa yang ada pada hidupku. Yaitu,
• bahwa tidak ada kepastian pengampunan dosa,
• bahwa tidak ada damai yang sejati walaupun kami selalu berbicara tentang kedamaian, dan
• bahwa sejujurnya dalam hati saya dan juga hati teman-temanku yang muslim waktu itu, walaupun kami mengucapkan 5x sehari dan ribuan kali disaat lain “Ar-Rahman Ar-Rahim,” kami tidak pernah benar-benar yakin kalau Allah ada di sisi kami. Kami tidak tahu apa yang dia telah tetapkan untuk kami. Kami tidak memiliki kepastian sama sekali.
Di menit 4:08  pada video ini, setelah ia berkata ”Ar-Rahman Ar-Rahim” di layat video muncul ayat Kuran 7:99:  ”maka apakah mereka merasa aman dari tipu daya (makr) Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari tipu daya (makr) Allah kecuali orang-orang yang merugi.” Terjemahan Pickhall untuk makr adalah ”scheme” (plot something harmful) ” … None deemth himself secure from Allah’s scheme save folk that perisih (tidak ada seorangpun yang dapat aman dari scheme-nya Allah untuk menyelamatkan mereka yang binasa.)
Dan dalam situasi ini, pergumulan untuk mengubah diri, membuat (saya merasa) kesepian, sendiri, dan terasa sangat sulit. Yang mana, tidak hanya saya saja yang gagal, tetapi semua Muslim yang saya kenal juga gagal.
Kami semua tahu bagaimana berpura-pura beragama dan berbicara secara fasih tentang masalah-masalah jika memang perlu. Namun, sebenarnya Elohim melihat hati kami. Dan Dia melihat hatiku dan saya lihat hatiku sendiri dan saya tahu bahwa saya tidak menemukan jawaban yang saya cari di dalam agama. Apa lagi selain, cara kehidupan? Apa lagi selain iman? Apa lagi perlu saya lakukan supaya saya bisa naik ke tingkatan selanjutnya, ke langkah berikutnya. Saya tidak tahu, kemana saya harus berpaling?

 

Pesan Yeshua Ha Mashiah
Apa yang Yeshua Ha Mashiah berikan dihadapan kita, bukanlah hanya sekumpulan peraturan atau hukum, perbuatan-perbuatan yang bisa dibawa supaya kita layak untuk dihargai dan berikan hadiah, seperti doa atau memberi zakat atau yang lainnya, Yeshua Ha Mashiah datang untuk mengajari kita bahwa yang kita butuhkan adalah suatu hubungan, bukan agama.
Dan hubungan tidak bisa terjadi antara Elohim dan kita, ketika kita belum memiliki pendamaian sejati antara kita dengan Elohim. Ini harus dimulai dengan adanya pendamaian di dalam hati. Ini yang saya dapat dari pesan Yeshua Ha Mashiah, yang seseorang ceritakan padaku.
Pertama kali orang itu berbicara kepadaku, saya marah sekali. Saya bilang, “Jangan pernah bicara soal itu lagi! (Kamu pikir) siapa kamu?” dan saat itulah saya belajar ada perbedaan besar antara mereka yang mengaku mengikuti Alkitab dan pangikut Yeshua Ha Mashiah yang sejati. Orang yang berbicara pada saya adalah pengikut Yeshua Ha Mashiah yang sejati.

Saya ingat pertama kalinya saya mendengar seseorang berkotbah tentang injil. Dan pria yang memberi kotbah tentang itu, saya tidak pernah lupakan. Bagaimana dia mengangkat buku itu, Alkitab, yang berisikan semua wahyu-wahyu suci dari Tuhan dari Taurat sampai Injil. Dan dia mulai mengatakan, “Elohim adalah yang memberi janji-janji dan menepati janji-janji-Nya. Dan Dia-lah yang menjamin bahwa kita bisa berpegang pada Firman-Nya.”

Itu adalah kata-kata yang menghiburku, karena dia mengatakan bahwa hal-hal yang Elohim katakan yang tidak mungkin sekedar main-main, yang sungguh-sungguh memberikan kepastian. Karena saya besar di suatu sistem yang di dalamnya saya tidak pernah yakin kalau Elohim benar-benar ada di sisiku. Saya diajari bahwa Allah lebih dekat kepadaku dari pada urat leherku tetapi setelah aku membaca Kuran untuk membaca ayat tersebut ternyata ini bukanlah berbicara soal kedekatan yang penuh kasih lebih lemah lembut kepadaku tetapi suatu peringatan kepada orang-orang yang sesungguhnya tidak taat. Jadi saya berada dalam ketakutan bukan dalam kedamaian.

Hari itu, di antara janji-janji yang saya dengar, salah satunya yang diberikan kepada kita, di dalam kitab Kisah Para Rasul fasal ke 4 yang berbunyi: “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kis 4:12) Dialah satu-satunya yang bisa memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan, korban yang Elohim telah siapkan. Keyakinan itu menusuk hatiku. Itu bukan sesuatu yang saya cari. Saya tidak berpikir ke sana. Dan terpujilah YAHWEH! Ini bukanlah suatu ajakan untuk pindah agama. Tidak, ini bukan soal itu.
Ini bukan soal agama, ini soal pendamaian (reconciliation) , inilah pesan dari Injil, (artinya: Berita Suka cita). Inilah yang dibawa Yeshua Ha Mashiah: Pendamaian.
Jadi saat ini, kepada siapa saja yang mendengarkan, saya ingin bersaksi. Bahwa sungguh Injil itu Benar, “….(mengutip sebuah pernyataan doktrin Kristen dalam bahasa Arab)…” yang artinya “Tidak ada ilah lain kecuali Elohim, dan tidak ada perantara lain antara manusia dan Elohim kecuali Yeshua Ha Mashiah, Anak Manusia (The Man).”
Dan itulah yang saya inginkan pastikan pada setiap pendengar, bahwa jika dengan iman, kamu menerima apa yang diberikan oleh Injil, kamu menemukan solusi hidup. Kehidupanku berubah karena kebenaran itu.
Apa yang tidak bisa ku temukan dalam agama, tidak jadi masalah apapun Anda menyebut agama tersebut, bisa agama apa saja, apa yang tidak bisa ku temukan dalam agama, saya temukan perdamaian lewat penebusan dosa dalam nama Yeshua Ha Mashiah, saya mendapat pendamaian dengan Elohim yang mengubah hatiku dan hal itu memberikan damai sejati. Dan itu kenapa saya mau mengikuti Yeshua Ha Mashiah dan kenapa saya terus mengikut Yeshua Ha Mashiah, dan kenapa saya selalu memproklamasikan kepada siapa pun, marilah berdamai dengan Elohim dalam nama Yeshua Ha Mashiah dan menjadi pengikut-Nya.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

2 Tanggapan

  1. Blognya bagus. Dapatkah saya mengontak admin?
    Blog saya http://nabimuhamad.wordpress.com
    Kontak email saya: namasamaran@riseup.net

    Terimakasih. GBU

    • Salam sejahtera IslamExpose.
      Anda bisa menghubungi di email yang telah tersedia di “hubungi Moderator”
      Terima kasih kembali dan GBU. Anggur Baru

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: