Kenapa waktu Yesus di salib Dia berteriak “Eli Eli lama sabakhtani”? Alief89


PERTANYAAN. Alief89: Pak kenapa waktu Yesus di salib dia berteriak eli eli lama sabakhtani bukannya berterima kasih? Terima kasih atas penjelasannya (15/1/2015)
JAWABAN. Salam sejahtera lagi kepada Anda Alief89. (18/1/2015)
Mengapa Adonai Yeshua di salib berseru “Eloi, Eloi lama sabakhtani?” artinya: “Elohim-Ku, Elohim-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Anda perlu mengerti latar belakang Yeshua sebelum mengerti jawaban dari pertanyaan Anda, lihatlah:
1. Di seluruh Injil, Yeshua mengklaim sebagai Elohim: “Putra Elohim” atau “Putra dari Elohim Bapa Sorgawi” seperti tertulis: “BAPA dan Aku adalah satu,” “Before Abraham, I AM,” dari banyak perbuatan dan pernyataan-Nya (mengampuni dosa, menghidupkan orang-orang sakit dll.) – dari semua ini klaim Yeshua adalah Elohim tidak bisa dipungkiri. Kuran juga mengakui Yeshua lahir dari Roh Kudus (Roh Allah) melalui gadis bernama.
2. Yeshua adalah juga 100 manusia. punya roh, jiwa (kehendak, emosi, perasaan) dan tubuh/daging. Dari sejak Adam dan Hawa (di Kitab Torah/Taurat pertama), Mazmur (Zabur), Injil. Membuktikan kemanusiannya “dari benih Hawa” (Kejadian 3:15), ribuan tahun kemudian nabi Yesaya bernubuat “seorang Putra telah diberikan untuk kita” (Yes 9:1-6; terjemahan Inggris), dan kira-kira 1000 tahun kemudian Injil berkata “Inilah silsilah Yeshua Ha Mashiah, anak Daud, anak Abraham … Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan YAHWEH oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Elohim menyertai kita. (Matthew 1:1, 22-23)
3. Yeshua hadir ke bumi, “Firman Elohim menjelma menjadi manusia dan hidup di antara manusia” (Injil Yohanes menulis) memiliki tujuan khusus – sesuai rencana kekal Elohim bahkan sebelum Kejadian 3:15 tersebut. Bagaimana dan kapan Yeshua akanlah lahir, hidup, melayani, mati tersalib dan kembali bertahta di Sorga bersama Bapa-Nya telah tertulis sebelum penyalibnya dimana pertanyaan Anda berada, hukuman Salib bahkan belum tercipta ketika nubuatan tersebut datang, Kerajaan Romawi belum lahir sebelum adanya Kerjaan Medi-Parsi (Iran saat ini).
Menjawab pertanyaan Anda, jika Yeshua adalah Elohim dan Manusia, jadi mengapa Ia saat di salib berseru “Eloi, Eloi lama sabakhtani” adalah:
1. Yeshua adalah korban penebus dosa setiap manusia yang sempurna. Sebelum Yeshua, setiap dosa harus ditebus melalui korban sembelihan domba, kambing atau burung tekukur – darah binatang tersebut saat itu sebagai lambang dari penebusan dosa umat-Nya. Sejak Yeshua tersalib, darah-Nya sebagai penebus yang sempurna. Baca Kitab Ibrani pasal 9 dan 10.
2. Jeritan-Nya dan juga olokan musuh-Nya – seperti telah dinubuatkan oleh raja Daud, lihat Mazmur 22:1-8 (terjemahan Inggris) – adalah kesakitan roh, jiwa dan tubuh-Nya sebagai manusia YANG SAAT ITU SEDANG MENANGGUNG SELURUH DOSA MANUSIA; sekali lagi itu Jalan Kematian ini adalah rencana awal Elohim sejak Dia menciptakan manusia yang kelak akan jatuh ke dalam dosa, dan perlu ditebus karena Dia MENGASIHI ciptaan-Nya.
3. Jeritan-Yeshua ini membuktikan:
a. DOSA adalah MUSUH dan DIBENCI Bapa Sorgawi, sehingga ketika Putra-Nya sendiri sempurna dan tidak berdosa sekalipun namun saat menjadi “domba penebus dosa manusia” DIA sama sekali tidak mau memandang “manusia berdosa tersebut” (Harap baca Kitab Yesaya 59 seluruh pasal!! harga dosa dan janji penebusan).
b. Neraka adalah seperti yang Yeshua rasakan saat di salib: bukan sekedar haus dan lapar serta kesakitan karena siksaan dan duri serta paku pada tubuh-Nya, tetapi LEBIH DARI SEMUA ITU adalah HUBUNGAN YANG TERPUTUS ANTARA CIPTAAN (kita manusia) DENGAN PENCIPTANYA (Bapa Sorgawi).
Anda bisa bayangkan penderitaan Yeshua itu hanyalah beberapa jam dari pagi sampai sore. Namun di Hari Penghakiman, setiap manusia akan menghadap Tahta Pengadilan Yeshua Ha Mashiah, setiap orang yang menolak dan mengolok-olok pengorbanan-Nya yang mulia tersebut akanlah dibuang ke api Neraka, terputus selamanya dengan Penciptanya. Inilah yang Yeshua katakan kepada rasul Yohanes di kitab Wahyu.
Kiranya jawaban ini cukup jelas buat Anda. Salam sejahtera.

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: