Pidato President Mesir Al-Sisi di Al-Azhar: “Kita Perlu Merevolusikan Agama Kita”


“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; Ia (Elohim) membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Elohim dari awal sampai akhir” – Raja Salomo (Pengkotbah 3:1-2 dan 11)

Dalam sebuah pidato yang disampaikan di Al-Azhar pada Desember 28, dan dipancarkan di TV MesiPidato President Mesir Al-Sisi Kita perlu merevolusioniskan agama kita 28 Desember 2014r, Presiden Mesir Abd Al-Fattah Al-Sisi telah menyerukan memerangi ideologi ektrimist dan berkata: “Kita perlu merevolusikan agama kita.” Menyerukan untuk “wacana keagamaan yang sesuai dengan jamannya,” Al-Sisi memperingatkan bahwa “negara Islam sedang tercabik terpisah dan hancur” oleh ekstrimisme.
Berikut ini adalah ringkasan pidato President Abd Al-Fath Al-Sisi:*

 
“Kita telah berbicara sebelumnya tentang pentingnya wacana agama tersebut, dan saya berkehendak untuk mengulangi bahwa kita belum bertindak cukup sehubungan pada wacana agama yang tepat. Masalah ini belum pernah ada dengan iman kita. Mungkin masalahnya terletak pada ideologi, dan ideologi ini dihalalkan (disucikan) di antara kita. Saya sedang berbicara tentang wacana agama yang adalah sesuai dengan jamannya.
[…]
Pidato President El-Sisi dihadapan para pemimpin dan ahli agama Islam di Al-Azhar 28 Desember 2014Saya mengalamatkan hal-hal ini di sini, pada Al-Azhar, dihadapan para ulama (pengurus) dan cendikiawan agama (Islam). Kita harus melihat panjang dan sungguh-sungguh pada situasi saat ini. Saya telah membicarakan hal ini beberapa kali di masa yang lampau. Kita harus mengambil perhatian panjang dan sungguh-sungguh pada situasi tersebut dimana kita ada di dalamnya. Itu dapat dibayangkan bahwa ideologi yang kita halalkan (sucikan) harus membuat seluruh negara kita sebuah sumber dari keprihatinan, mara bahya, pembunuhan, dan kehancuran atas seluruh dunia. Itu dapat dibayangkan bahwa ideologi ini … Saya mereferensikan bukan kepada ”agama,” tetapi kepada ”ideologi” – badan yang (the body) dari ide-ide dan text-text yang kita telah halalkan (sucikan) selama berabad-abad, kepada titik yang menantang mereka [demokrasi, sekulerisme, agama-agama di luar dari ideologi Islam yang dimaksud Al-Sisi tersebut] telah menjadi sangat sulit.

 
Itu sudah mencapai titiknya bahwa (ideology ini; [tambahan dari sumbernya]) adalah bermusuhan kepada seluruh dunia.  Apakah itu tidak dapat dibayangkan bahwa 1,6 milyar (Muslims; [tambahan dari sumbernya]) akanlah membunuh tujuh milyar populasi dunia, sehingga mereka dapat hidup (pada aturan mereka sendiri, [tambahan dari sumburnya])? Ini tidak dapat dibayangkan! Saya mengatakan hal-hal ini di sini, pada (Universitas) Al-Azhar, dihadapan ulama dan cendikiawan agama (Islam).
Kiranya ALLAH menjadi saksi pada Hari Pengadilan kepada kebenaran (the truth) niat suadara-saudara sehubungan dengan apa yang saya katakan kepada Anda hari ini. Saudara-saudara tidaklah melihat hal-hal dengan jelas ketika  Anda terkunci (dalam ideologi ini; [tambahan dari sumbernya]). Anda harus keluar dari itu dan melihatnya dari sisi luar, agar supaya dapat lebih dekat kepada ideology yang benar-benar tercerahkan [yakni: kasih atas sesama, demikian juga untuk toleransi, keadilan dan belas kasihan]
Anda harus menolak itu dengan tekad. Biarlah saya katakan sekali lagi: Kita perlu untuk merevolusikan agama kita.

 
Pidato President El-Sisi dihadapan para pemimpin dan ahli agama Islam di Al-AzharImam yang terhormat (Grand Syekh Al-Azhar; [tambahan dari sumbernya]), Anda menanggung tanggung jawab di hadapan ALLAH. Dunia secara keseluruhan menunggu kata-kata Anda, sebab negara Islam sedang terpecah-pecah, hancur, dan sedang menuju kepada kebinasaan. Kita, diri kita sendiri adalah sedang membawa kepada kebinasaan.

 

*) Text (bahasa Inggris) Pidato Kenegraan President Mesir ini adalah hasil kerja yayasan non-laba The Middle East Media Research Institute (MEMRI). Disalin dan diterbitkan sesuai persyaratan MEMRI, lihat hak cipta dan link MEMRI di bawah. Penebalan ditambahkan.

Catatan dari penterjemah Indonesia: Pidato kenegaraan President Mesir Al-Sisi yang menyegarkan semangat kesatuan dunia dan sangat bersejarah tersebut disambut dengan antusias oleh bekas Duta Besar Israel untuk Mesir, Mr. Zvi Mazel pada wawancaranya dengan Chris Mitchell, Kepala Biro CBN News Timur Tengah (terbit 12 Januari 2015), pensiunan politik ini berkata: “Menurut Koran dan Hadith, (ini) adalah tepatnya yang NIIS (ISIS/ISIL simply “Islamic State”) sedang lakukan, seperti pada waktu Muhammad nabi tersebut.”

“Mr. Mazel berkata pidato Sisi tersebut kepada para cendikiawan terkemuka dalam dunia Muslim adalah belum pernah terjadi sebelumnya,” Mr. Mitchell berkata, dan meneruskan perkataan Mr. Mazel:
“Namun di sini Anda ada seorang president, dan president Mesir tersebut – yang adalah negara yang sangat penting di dunia Arab – dan beliau menyatakan hal-hal itu di muka mereka, ‘Dengar para pria, kamu harus merubah,’” Mazel menerangkan.

Untuk diketahui, Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir telah terkenal di seluruh dunia Islam sebagai pemimpin pengajaran Islam Sunni sedunia. Dari universitas ini para cendikiawannya menyebar membawa ajarannya ke seluruh dunia.
“Dan Sisi tidaklah sendirian,” tulis Kepala Biro CBN News untuk Timur Tengah ini, ternyata Raja Yordania juga telah mengambil langkah yang sama. Kutip:
“Itu tidaklah hanya dia (Sisi),” kata Joel Rosenberg kepada Mr. Michell, ”Kerajaan Yordania, Raja Abdullah II, telah mengambil pendekatan yang tepat sama sejak beberapa tahun ini, bekerja dengna para pimimpin Muslim moderat dan membangun konsensus tidak hanya di dalam Yordania tetapi menyeluruh ke dunia Muslim – bahwa Islam radikal adalah bukan Islam yang kebanyakan para Muslim ingin untuk praktekan.”
Joel Rosemberg yang adalah pakar Timur Tengah dalam budaya dan agama, telah menulis banyak memberi tip kepada pemimpin Barat melalui CBN News ini:
“Itu adalah sebuah perang saat ini untuk kehidupan Islam, dan Barat perlu untuk ada memberi semangat, mendukung, membantu setiap pemimpin dalam dunia Muslim yang mengambil pro-active posisi moderat,” Rosenberg berkata.
Text Pidato dikutip dari sini: The Middle East Media Research Institute
P.O. Box 27837, Washington, DC 20038-7837
Phone: [202] 955-9070 Fax: [202] 955-9077 E-Mail: memri@memri.org
Search previous MEMRI publications at our website: http://www.memri.org

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: