Apakah NIK (ISIS) telah mewarisi budaya FARISI kuno dalam memurtadkan orang?


Yeshua Ha Mashiah: ”… kamu menjelajahi lautan dan daratan, untuk menjadikan seseorang panganut agamamu (murtad; convert atau proselyte) dan manakala dia sudah jadi (dimenangkan; won atau becomes one), kamu menjadikan dia anak Neraka yang dua kali lipat dari pada kamu (sendiri) (Matius 23:15b)

Ayat di atas ini adalah teguran keras Adonai Yeshua Ha Mashiah kepada para ahli kitab[1] dan orang-orang Farisi.[2] Negara-negara Barat sejak dua-tiga bulan belakangan ini dikejutkan dengan terlibatnya para warga negaranya yang masih remaja-dewasa namun melakukan apapun bahkan mati bagi organisasi Islam radikal yang bernama Negara Islam Khalifah (NIK).
PBB, Barat dan Arab menyatakan NIK dan organisasi Islam radikal sejenisnya adalah organisasi terrorist.[3]

Adonai Yeshua, pada Injil Matius 23:13-33, mendaftarkan perbuatan-perbuatan jahat kedua kelompok ini ahli kitab (pengajar dan pembuat hukum agama) dan orang-orang Farisi (pengikut dan pembela aliran agama), yang Ia kutuki “celakalah kamu” (8 kali) dan memanggil mereka sebagai “para munafik” (8 kali):

  • menghalangi orang lain yang ingin masuk Kerajaan Sorga, sementara mereka sendiri tidak mau masuk (menolak perintah, ajaran dan ketetapan YAHWEH)
  • melahap rumah para janda, berdoa panjang-panjang dalam kepura-puraan
  • menjelajahi lautan dan daratan untuk menobatkan orang dan menjadikan orang itu dua kali lebih jahat dari mereka sendiri
  • tidak perduli dengan Bait Elohim, tetapi perduli kepada emasnya dan persembahannya
  • memberikan persembahan barang, namun yang terpenting dari Torah – keadilan, kemurahan (mercy) dan iman – diabaikan; itu dibandingkan-Nya sebagai “menyingkirkan nyamuk tetapi menelan unta”
  • perduli dengan aturan-aturan keagamaan, namun maknanya diabaikan
  • berpenampilan luar sangat saleh (baju keagamaan, berjanggut, ada di tempat ibadah dan hanya bicara soal agama), namun hati dan pikirannya seperti kuburan dan penuh kenajisan, kemunafikan dan kedurhakaan
  • membangun monument bagi para nabi, mengklaim lebih baik dari generasi sebelumnya, namun nyatanya nyatanya sama bahkan lebih jahat

Kesadisan dan kejahatan para pengikut NIK di Syria dan Irak di antaranya:
• Mengeksekusi tentara yang menyerah, membunuh para pria bukan-Sunni (Kristen, Yazidis, Katolik, Shia), menjadi istri-istri korban ini menjadi janda-janda dan kemudian mengambil rumah dan harta para janda tersebut. Mereka juga membunuh para pejuang Sunni dari organisasi lain dan bahkan orang NIK sendiri yang tidak tunduk sepenuhnya pada visi dan misi NIK.
• Megubur hidup-hidup anak-anak Yazidis, dan menyembelih para anak-anak Kristen, Katolik dan Shia yang tidak mau murtad ke Sunni. Hukuman salib bagi Muslim Sunni yang tidak tunduk.
• Mem-video-kan dan memfoto pembantaian orang-orang yang dianggapnya musuh mereka dan menaruh potongan kepala-kepala lawanya di tempat umum – dan kemudian melayangkan video dan foto tersebut ke publik melalui jalur media sosial (Facebook dan Twitter misalnya).
• Meminta para keluarga Islam Sunni untuk menyerahkan gadis-gadis mereka untuk memenuhi kebutuhan sex para pejuang NIK. Sedangkan para wanita dan gadis yang bukan-Islam Sunni mereka dijadikan budak sex (diperkosa) dan diperjual belikan untuk sex di antara pejuang NIK.

“Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan YAHWEH, Elohimmu, kepadamu.
Jangan membunuh.
Jangan berzinah.
Jangan mencuri.
Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.”
Perintah Moral YAHWEH (Keluaran 20:12-17)

Kesadisan dan kejahatan seperti yang dilakukan para pejuang NIK tidak dilakukan oleh kebanyakan orang Islam tradisi – menjadi Muslim secara otomatis karena orang tua Muslim. ”Mereka tidak mempelajari isi Kuran, dan bagi mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Arab Islam hanyalah indentitas kependudukan,” seorang misionari Barat yang lama hidup di negara Arab berkata. Mereka ini digolongkan sebagai ”Muslim Moderat,” seperti nampak pada kebanyakan orang Muslim di Indonesia, Iran, Turki, Mesir.

Sikap Pemuda Barat Muslim. Pemuda-pemuda Barat (kulit putuh dan imigran keturunan) yang murtad ke Islam sebagian telah pergi ke Syria dan Irak membantu rekan Arab mereka mengangkat senjata untuk menjadikan setiap profinsi di kedua negara tersebut tunduk kepada pemerintahan Islam Khalifat. Sekarang para Barat murtad ke Islam di Timur Tengah tersebut mendorong untuk para rekan mereka yang masih tinggal di Barat untuk melakukan aksi jihad di negara mereka masing-masing dan juga mendorong datang ke Timur Tengah. Mayoritas dari orang Barat yang menjadi radikal Islam ini sebagian besar adalah para pemuda dan pemudi. Para jihadist Barat baik yang masih di dalam negara mereka dan yang akan kembali dari Timur Tengah telah membuat pemerintah dan penduduk Barat sangat kuatir – dipercayai mereka lebih berbahaya dari pada imigran Muslim di Barat.

Bacaan berkait:

Bule Muslim  Inggris kampanye Daerah di kontrol Shariah Islam Mungkin kita bertanya-tanya, bagaimana mungkin pria-pria muda Barat (kulit putih dan imigran keturunan) yang umumnya minimal lulusan SMP (keharusan di beberapa negara Barat) bisa menjadi jauh lebih radikal di banding kebanyakan orang Muslim di negara-negara Islam?
Sedikit contoh apa yang pemuda Barat Muslim lakukan:
Australia. Pemerintah dan masyarakat Australia dikejutkan dengan sebuah foto yang diambil dari perang di Syria, pada foto tersebut nampak anak laki kulit putih berusia 10 tahun sedang menenteng sebuah kepala (yang dikenali sebagai potongan kepala tentara pemerintah Syria). Foto tersebut dibuat oleh ayahnya yang adalah pria Barat Australia yang telah murtad ke Islam.
Inggris. Dua wartawan Amerika Serikat (AS) dieksekusi oleh pria Barat Inggris yang dikenali dengan nama ”Jihadi John.” Murtad ke Islam John ini dengan bangganya berbicara di depan video dengan pisau ditangan sementara calon korbannya berlutut di depannya menghadap camera video.

Perancis. 16 November ini Barat dikejutkan lagi dengan dikenalinya dua jagal NIK berasal dari Perancis: Michael Dos Santos (22 tahun) dan Maxime Hauchard (22 tahun). Michael Dos Santos (berdiri di kanan Jihadist John pada foto). Michal mengganti namanya menjadi Abu Uthman dan merawat bewok bertopi Islam (hitam) mengikut adat Islam NIK. Michael tinggal di Paris asli dari Portugis. ”Ia mulai memakai kemeja Islam, baju terusan sampai menutup pergelangan kaki, seperti yang dipakai di dunia Arab, menjadi pemimpin kelompok sel, menjadikan kelas sekolah ruang-ruang sembayang dan mimbar kotbah. Ia menolak berjabatan tangan dengan para wanita.” suatu situs Perancis menulis. Abu Uthman (Michael Dos) bahkan menolak makan malam semeja dengan ibu dan saudara-saudaranya (penganut agama Katolik), neneknya bercerita. Ia memuji Muhamed Merah yang membunuh 3 tentara Perancis dan satu keluarga sipil Yahudi (ayah dengan anak-anaknya). Pada tahun 2013, namanya telah terdaftar sebagai ”homegrown terrorist” di buku polisi anti-terroism Perancis.

Foto: Number 1 has been iOrang Barat Murtad ke Islam menjadi jauh lebih kejam dari nominal Muslimidentified as a Belgian fighter named Abdelmajid Gharmaoui, 28, who uses the nom de guerre Abu Dujana. Number 2 is Michael Dos Santos – a 22 year old French national of Portuguese origin who calls himself Abu Uthman. Number 3 is ISIS’ killer in chief Jihadi John who famously speaks with a London accent. Number 4 is a man investigators initially believed to be Cardiff medical student Nasser Muthana but are understood to have since ruled out. Kurdish soldiers have identified number 5 as a Filipino national. Number 6 is 22-year-old French former Catholic Maxime Hauchard.

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” – Adonai Yeshua (Lukas 6:27-28)

Maxime Hauchard murtad dari agama Katolik ke Islam Sunni lima tahun yang lalu ketika ia berusia 17 tahun. Abou Abdallah Al Faransi (nama Islamnya) dikenali diantara para jagal NIK yang membunuh 18 tentara pemerintah Syria di dalam video dan juga nampak pada penjagalan pekerja sosial dari AS, Peter Kassing.
”Itu bukanlah Maxime yang telah kami kenal,” seorang tetangga dekatnya bercerita, ”Maxime baik di sekolah, dan sering kami melihat ia membajak tanah atau bersukacita bersama teman-temannya. Ia mudah bergaul dengan setiap orang … Ia hanyalah seorang Perancis yang normal berasal dari keluarga Katolik.”  Kedua orang tua Maxime pindah rumah dengan perasaan yang ”sangat malu,” tetangganya berkata.

“Inilah pesan …. untuk para Muslim yang tetap hidup di negara kafir. Apa yang kalian tunggu?” tanya pemuda Perancis bermata biru dalam bahasa ibunya kepada para rekannya yang masih di Perancis pada suatu rekaman video. “Mengapa kalian tidak melakukan hijra (mengungsi)?” Dalam video tersebut Abu Osama al-Faranci nampak membakar passport Perancisnya.
Kemudian pada video yang sama pemuda Perancis lainnya yang telah berganti nama menjadi Abu Maryam al-Faransi mengancam negara-negara Barat, khususnya Perancis, ia berkata: “Para Mujahidin di seluruh dunia tidak akan ragu-ragu, dimana ada kesempatan, untuk memotong kepala-kepala kalian. Selama kalian terus mengebom kalian tidak akan menemukan damai. Kalian bahkan akan takut berpergian ke toko-toko.”
Orang Jihadist Perancis lainnya memanggil orang-orang Islam Perancis berjihad di dalam Perancis; ”Teror mereka dan jangan biarkan mereka melalui ketakutan dan horor,” jihadist Barat ini dikenal sebagai Abu Salman.
Belgia. Abdelmajid Gharmaoui / Abu Dujanna (28 tahun), adalah pemuda Belgia yang murtad ke Islam. ia telah dikenali sejak lama sebagai anggota kelompok Islam radikal Sharia4Belgium dan memiliki jaringan-jaringan dengan kelompok-kelompok radikal Islam Eropa lainnya. Ia sudah di Syria sejak Oktober 2012.
Terror homegrown terrorist juga terjadi di Canada dan Amerika Serikat.

“Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” – Adonai Yeshua (Yoh 17:25)

Lahirnya generasi yang lebih jahat. Jawabannya dari hadirnya terrorist lokal di Barat adalah sebab mereka telah dipertobatkan oleh guru-guru agama dan para pendukung mereka, yang Yeshua sebut di atas sebagai, ”anak-anak Neraka.”
Negara-negara Barat dalam dua puluh tahun belakangan ini telah membuka pintu negara mereka lebar-lebar bagi guru-guru Islam dari Timur Tengah dan Asia (Pakistan). Mereka datang sebagai guru-guru sekolah untuk mengajar ”budaya dan agama Islam” sebagai bagian dari program ”hak beribadah” dan ”pertukaran budaya.” Pemerintah Barat membayar biaya perjalanan mereka dan menggaji mereka.

BBC pada laporannya menulis bahwa para imam Islam yang berkotbah di mesjid-mesjid di Britania Raya 92% datang dari luar negeri, dan hanya 6 % dari para imam tersebut yang bahasa Inggris adalah bahasa pertama mereka. Survei menemukan bahwa dari 300  mesjid yang diteliti di UK ini pembicara terbanyak berasal dari Pakistan (yang terkenal sangat fanatik dan anti budaya dan agama Barat) 145 imam (50% dari total imam), Bangladest 57 imam (20%).

Di Belanda, Denmark dan Norwegia beberapa ’guru agama Islam’ ini telah diketahui pemerintah bahwa mereka mengajari para pendengarnya untuk merebut kekuasaan politik di Barat dan menundukkannya kedalam Islam.
Buah dari benih yang ditaburkan oleh guru-guru agama IslAsal para imam Islam di Britania Raya 92% orang luar negeriam yang radikal ini muncul di permukaan pada masa Nicolai Sarkozi menjadi Menteri Dalam Negeri Perancis; para pemuda imigran kelahiran Perancis membakari banyak mobil, pertokoan, sekolah dan kantor pemerintah di beberapa kota Perancis. Berita berkata, ”Imam-imam (guru agama Islam) itu mengajari para pemuda tersebut sebagai ’kalian bukan orang Perancis, tetapi Islam,’ jadi ketika mereka terbentur dengan kehidupan sosial maka itulah reaksi mereka.” Setiap malam tahun baru masyarakat Perancis seperti ini membakari banyak mobil, antara 40.000 sampai 60.000 buah per tahun.
Kota Malmo, di selatan Swedia, contoh lain dari betapa jahatnya remaja imigran warganegara Swedia. Lebih dari 40% penduduk Malmo adalah imigran, dimana 20%-30% dari imigran tersebut memiliki latar belakang Timur Tengah dan Afrika Utara beragama Islam. Satu dari empat masyarakat Malmo telah menjadi korban kriminalitas. [4] Dan tahun 2014, kejahatan mereka telah menyebar ke banyak kota di Swedia bahkan ke Oslo, Norwaegia, laporan terbaru mengatakan. Baca: Muslim immigrant gangs, having all but destroyed Swedish cities like Malmo are expanding their crime and burglary sprees to Oslo, Norway

Masalah homegrown terrorist bukan karena multiras atau multibudaya, tetapi “benih kefanatikan agama dan kebencian kepada non-Islam” yang ditanam oleh para ahli kitab dan pendukungnya.

Injil telah memperingatkan bahaya dari para pemimpin agama yang hyper fanatik (lawan kata dari hyper grace). Beberapa pemimpin politik Barat mengkambing hitamkan “multibudaya” yang ada di negara mereka. Fakta ialah, sebelum tahun 1990 negara-negara Barat tImam London Abu Hamza al-Masri tertuduh tindak terroris di New Yorkelah banyak orang imigran (orang Indonesia di Belanda, orang Afrika di AS, orang Turki di Jerman, orang Cina di Kanada, orang Burma dan Vietnam di Australia dst) – tidak ada masalah! Masalah “homegrown terrorist” bukan karena multiras atau multibudaya, tetapi “benih kefanatikan agama dan kebencian kepada non-Islam” yang ditanam oleh para ahli kitab dan pendukungnya.
Dua ribu tahun yang lalu Adonai Yeshua telah melihat dengan jelas bahaya yang akan ditimbulkan oleh para penabur benih kebencian tersebut. Apa yang dikutuki Adonai Yeshua pastilah berbahaya bagi masyarakat, pada Injil Matius 23 ini Yeshua mengutuki guru agama sejenis ini (disebutnya ”anak Neraka”) delapan kali hanya dalam 20 ayat saja: ”Celakalah kamu! / Woe unto you!”

Adonai Yeshua menyebut pengajar dan pembela ideologi sejenis itu sebagai “orang-orang bodoh dan buta” dan Hakim Akhir Jaman ini berjanji bahwa mereka tidak akan luput dari hukuman Neraka, tambahan dari itu, akan menerima hukuman yang lebih berat (ayat 14, 33). Beberapa saksi mata yang pernah diperlihatkan isi Neraka berkata bahwa para pemimpin agama yang menentang Firman YAHWEH di tempatkan di ruang-ruang tengah Neraka, yakni di ruang-ruang yang paling panas dari lautan api Neraka tersebut.   Baca: Surga dan Neraka – kesaksian

Adalah tugas pemerintah – dibantu rakyat – untuk menghentikan segala bentuk terrorisme dan amoral tersebut, serta melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar mereka tidak masuk ke dalam negara. Umat Kristen perlu banyak berdoa mendukung pemerintah dan bagi kelangsungan imam mereka sendiri.

Bacaan berkait:

Catatan kaki:  1. Ahli Kitab dan adalah guru-guru agama tradisi Yahudi dan para interpreter Torah. Kitab-kitab interpretasi mereka atas Kitab Torah dikenal sebagai kitab Talmud, dari mereka juga lahir hukum-hukum keagamaan yang memperngaruhi kehidupan sosial masyarakat. Terjemahan bahasa Inggris umumnya memakai kata “scribes,” dari kata Yunani “grammateus” (penulis atau seketaris; Strong G1122) (KJV, Geneva, GLT, TS98, Tyndale, HCSB, ISV, ESV dll.) namun versi-versi Inggris termodern menulis ”the law” (NIV), atau “experts in the law” (NET), dan bahkan menterjemahkannya sebagai ”ahli-ahli Taurat” (ITB); Anti-Israel semakin nampak pada Alkitab versi modern, kita harus hati-hati. GLT= George Lamsa’s Translation from Aramaic of the Peshitta.
2. Orang-orang Farisi, adalah orang yang memisahkan diri mereka sendiri dari masyarakat sebagai orang-orang yang benar, karenanya mereka disebut Farisi yang mengandung anti “divisi, the divided.”
Kelompok Farisi adalah sebuah kelompok keagamaan orang Yahudi yang menganut ajaran Torah namun penekanan terbesarnya ada pada ritual dan perayaan-perayaan agamawi. Menganggap diri mereka sebagai superior dari kelompok lain atau masyarakat umum. Memisahkan diri mereka dari yang lain melalui penampakkan luar (berpakaian panjang, memelihara bewok dan janggut, memakai sorban dsb.) dan pamer kerohanian (sembayang, berpuasa, bederma di muka umum untuk mendapat hormat dan pengagungan dari manusia). Prilaku para pejuang Negara Islam Khalifah banyak serupa dengan penganut Farisi, NIK bahkan tidak segan-segan membunuh sesama Sunni yang tidak setuju dengan visi dan misi NIK.
Ajaran Yeshua Ha Mashiah, disebut Kristianiti, dan pengikutnya disebut ”orang-orang Kristen” atau ”Mesianic Jews.” Arti kata Kristen adalah pengikut ajaran Ha Mashiah (Kristos/Kristus) yang juga adalah ”orang-orang yang dipisahkan dari.” Beda ”orang Farisi” dan ”orang Kristen” adalah: Orang Farisi memisahkan diri mereka sendiri dari dunia sekitar mereka dan pembenaran dirinya berdasarkan standard kebenaran diri sendiri (self-righteousness), sedangkan Mesianic Jew dan Orang Kristen diperintahkan untuk ada di tengah-tengah masyarakat dunia untuk menjadi terang dan garam, pemisahan yang diperintah Yeshua kepada mereka adalah ”hidup haruslah seperti Bapa-Mu yang di Sorga, yakni kudus dan menjauhkan kejahatan.”
3. Kata “terrorist” dan kata “pejuang” memiliki perbedaan yang jauh dari sisi keagamaan dan moral, sekali pun tindakan mereka hampir bisa dikatakan sama yakni ”melawan musuh.” Seorang disebut sebagai terrorist sebab ia menggunakan kekerasan, khususnya membunuh, menculik, dan menggebom untuk mencapai tujuanan (politik, agama), dan ia mentargetkan orang sipil (khususnya wanita dan anak kecil) sebagai sasaran terrornya. Seorang di sebut sebagai pejuang sebab ia melawan musuhnya untuk membela negara dan bangsa yang terjajah, membela hak asasi manusia, dan target serangannya adalah kekuatan-kekuatan bersenjata, dan bukan orang sipil. PM Israel, almarhum Menachem Begin (1913-1992)  di labelkan oleh Pemerintah Britania sebagai ”terrorist,” sebab ia salah satu tokoh militer Yahudi yang menentang penjajahan Britania di Israel. Jika kita membaca sejarah, label yang tepat untuk Mr. Begin adalah Pejuang bahkan Pahlawan Israel; selama masa Nazi-holokous, ia menyaksikan dengan matanya sendiri dimana orang-orang Yahudi yang berhasil keluar dari Eropa dan berlabuh di pantai Israel, ditangkapi oleh tentara Britania dan dikirim balik melalui kereta-api ke kamp-kamp kematian Hitler – ini yang membuat Mr. Begin membentuk kelompok militan Irgun (bhs Ibrani: ”Kelompok kita”) yang bertugas membebaskan rekan mereka dari Hitler. Ia juga orang di belakang peledakan Hotel The King David yang saat dipakai sebagai markas komando tentara Britania sekaligus kantor investigasi; Komandan diperingatkan tiga kali melalui telpon namun menolak meninggalkan hotel, lalu bom kecil diledakkan Irgun sebagai tanda ”kami serius.” Komandas hanya berespon ”Kami tidak menerima perintah dari orang-orang Yahudi.” Bom diledakan dan 91 tentara Britis tewas, 45 luka luka-luka. Baca: The Irgun: Bombing of the King David Hotel (July 22, 1946)
4. The Malmö Experiment (8/2012)

Bacaan bagus:

Referensi:

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” – Adonai Yeshua Ha Mashiah (Matius 11:28-30; ITB)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: