Spanyol: Tiga imam Katolik dan guru agama ditahan karena skandal paedophile


Prosesi Santa Semana (seminggu sebelum Easter) di SpanyolPolisi Granada, atas perintah hakim, hari Senin kemarin menahan tiga orang imam Katolik untuk suatu investigasi tuduhan pelecehan seksual pada seorang anak laki-laki yang saat itu berstatus ”Altar Boy” (Putra Altar) di kota Granada.
Korban, yang dinamai ”Daniel” sekarang berusia 24 tahun, pernah mengalami tekanan mental pada tahun-tahun yang lalu karena perlakuan tidak senonoh para pemimpinnya, tahun ini menulis surat kepada Paus Francis I tentang pelecehan yang mereka lakukan ketika ia masih dibawah umur. Paus berbicara melalui telepon kepada pemuda ini beberapa kali di bulan Agustus menawarkan dukungan dan meminta maaf atas nama Gereja Katolik, dan menyelesaikan masalah ini secara intern.
Penangkapan tiga imam pada selang waktu satu hari atas tuduhan pelecehan sex adalah masalah terbesar dari masalah-masalah sejenisnya di Spanyol. Sejak 1997, 10 imam telah dinyatakan terbukti melakukan pelecehan sex, paling banyak di tahun 2010.
Sumber berita tidak menulis bagaimana masalah intern terbaru ini bisa bocor ke pemerintah Spanyol.

Sumber-sumber Pengadilan berkata para imam telah mencoba mencuci otak anak-anak dalam pertemuan-pertemuan rahasia, di mana hal-hal sexual dibahas dan didiskusikan dan anak-anak laki-laki tersebut didorong untuk menampilkan (to perform) perbuatan-perbuatan sex dengan orang-orang dewasa, yang telah meyakinkan mereka (anak-anak tersebut) bahwa  itu kontak-kontak tersebut tidaklah dosa. (Anda bisa sebut perbuatan para tokoh agama ini sebagai “pagar makan tanaman“).

“If ANYONE causes one of these little ones who believe in me to SIN, it would be better for him if a large millstone were hung around his neck and he were thrown into the sea.” – Yeshua Ha Mashiah (Mark 9:42, ISV) (emphasize added)

Lapangan sumber mengatakan para imam akan mencoba untuk mencuci otak anak-anak dalam pertemuan rahasia, di mana hal-hal seksual dibahas dan bertindak anak laki-laki didorong untuk tampil seksual dengan orang dewasa, yang meyakinkan mereka bahwa ada tidak ada dosa di pertemuan tersebut.

Mengumumkan penahanan tersebut, Menteri Dalam Negeri (MDN) Spanyol, Jorge F. Diaz, berkata: “Saya tidak percaya siapa pun dapat meragukan bahwa Yohanes Paulus II (almarhum), Benedict XVI dan, sekarang, Paus Francis ada sungguh agresif (giat/aktif) dalam upaya mereka memberantas jenis prilaku ini dari jantung gereja.”

Pernyataan positif MDN Spanyol ini, setidaknya tidaklah terbukti pada kedua Paus yang pertama. Saat Yohanes Paulus II menjadi Paus, Mr. Joseph Ratzinger adalah ketua rumah tangga Vatikan yang bertanggung jawab atas para pemimpin gereja Katolik se dunia. Skandal menjamur di saat kepausan Yohanes Paulus II dan semua masalah pengaduan skandal masuk ke Mr. Ratzinger. Media internasional (seperti terekam pada artikel “Skandal sex abuse anak GRK tumbuh seperti jamur”) menyatakan Mr. Ratzinger bahkan setelah menjadi Paus Benedictus XVI tidak berusaha memberantas skandal tersebut tetapi malah menyembunyikannya, para pihak korban dan keluarga korban berkata. Jika Paus Benedictus XVI (tugas: 4/2005-2/2013) yang terkenal sangat orthodox (ketat/konservatif dalam pengajaran) di dalam doktrin Gereja Roma Katolik  (GRK) telah dianggap ”tidak berbuat sesuatu yang berarti” untuk menghentikan ratusan skandal yang muncul pada masa kepausannya, maka pertanyaan muncul: dapatkah Paus Francis I yang tergolong liberal di mata jemaat Katolik konservatif memenuhi harapan Menteri Spanyol ini? Waktu akan menunjukkan. Dokumen kuno GRK yang bersifat “nubuatan”  yang dipublikasikan ke masyarakat dua tahun lalu menyatakan bahwa Faus Francis I adalah paus terakhir dari Gereja Katolik, suatu kejadian yang janggal yang tidak diharapkan terjadi di hadapan 10an ribu jemaat Katolik pada saat Paus mengadakan missa di St. Petrus di Vatikan, dua burung merpati Paus diserang burung gagak dan camar (kedua jenis burung ini adalah burung pemakan bangkai dan tergolong burung najis/haram di Alkitab).

“The PERSON who has my commandments and keeps them is the one who loves me. The one who loves me will be loved by my Father, and I, too, will love him and reveal myself to him. The one who does not love me does not keep my words. The words that you’re hearing me say are not mine, but come from the FATHER who sent me.” –  Yeshua Ha Mashiah (John 14:21, 24; ISV) (emphasize added)

“I correct and discipline those whom I love, so be serious and repent! Look! I am standing at the door and knocking. If ANYONE listens to my voice and opens the door, I will come in to him and eat with him, and he will eat with me.” – Yeshua Ha Mashiah (Rev 3:19-20, ISV) (emphasize added)

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: