Arab Saudi: Polisi dan militan NIK saling tembak, 7 tewas.


Bentrok senjata antara polisi dengan militan NIK di Arab SaudiDalam suatu operasi penangkapan para militan yang diduga berkaitan dengan organisasi Islam Sunni NIIS (ISIS) yang telah berganti nama menjadi Negara Islam Khalifah (NIK), laporan pemerintah Saudi tertanggal 24 November 2014 mengatakan 7 orang telah tewas dalam peristiwa saling tembak, dua diantaranya adalah dua petugas polisi.
Operasi ini berkaitan dengan penyerangan bersenjata api pada awal bulan ini (3/11) di kota al-Ahsa (timur Saudi). “Tiga pria bertopeng melepaskan tembakan melalui senjata api otomatis dan pistol ke sekelompok masyarakat Shia, membunuh 5 orang dan melukai 9 orang lainnya. Sehari setelah penyerangan yang mematikan ini polisi segera mencari para pelakunya, saling tembak terjadi dan dua dari tersangka serta dua dari polisi tewas.
Empat militan NIK yang juga diduga ada dibelakang penembakan di al-Ahsa berhasil ditangkap pada operasi tersebut, Menteri Dalam Negeri Saudi berkata, dan menambahkan “total 77 orang yang diduga anggota sel NIK telah ditahan, 47 dari mereka kemudian dibebaskan.
Badan-badan keamanan telah menahan dokumen-dokument dan perlengkapan elektronik yang “menunjukkan hubungan antara organisasi terrorist ini dan NIK di luar negeri,” menteri tersebut menambahkan.
Pemerintah mengatakan mereka akan “menang setiap orang yang bergabung dengan kelompok terrorist NIK, entah mereka yang bersimpati kepada pemimpinnya (Bagdadi), atau partisipan, pendukung, pemberi keuangan, atau mereka yang menutup-nutupi.”
Dua orang Saudi dan seorang Qatar tewas ketika mereka menolak menyerah, termasuk dua petugas keamanan, menteri berkata.

Kerajaan Arab Saudi sejak bangkitnya NIK di Syria dan Irak, telah mengambil tindakan-tindakan preventive di dalam negara maupun di perbatasan negaranya. Raja Saudi juga aktiv mendorong negara-negara Arab Teluk lainnya untuk membendung gerakan para organisasi Islam militan di Timut Tengah dan di luar – memberi bantuan keuangan untuk pemerintah Mesir dan Libanon, bekerja sama secara rahasia dengan pemerintah Israel. Posisi Negara Arab Saudi sangatlah memegang peranan penting saat ini, negeri ini adalah pusat lahirnya agama Islam sejak beberapa tahun belakangan ini pemerintah telah berusaha melenyapkan hal-hal yang berkaitan dengan ‘radikalisme Islam.’ Kerajaan Saudi juga telah menerbitkan Qur’an berbahasa Inggris (1999) disebut “The Nobel Quran.”

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: