Pasangan Kristen di Pakistan tewas dibakar karena tuduhan PALSU membakar Kuran


Demo batalkan Hukum-hukum Penghujatan Agama Islam di PakistanAniaya dan pembunuhan kembali terjadi atas orang Kristen di negara Pakistan, negara dimana 97% dari 180 juta penduduknya adalah penganut agama Islam. Kristen dan Katolik di Karachiturun kejalan memprotes kejadian tersebut.
Sejak Jenderal Zia-ul-Haq membuat undang-undang penghujatan untuk membela agama Islam di tahun 1980an, kelompok-kelompok agama minoritas telah mengalami diskriminasi berat oleh pemerintah Pakistan maupun para orang Islam Sunni Pakistan.
Peristiwa main hakim sendiri anti-Kristen ini terjadi Kasur, profinsi Punjab Selasa pagi 4 November 2014. Shahzad Masih dan Shama Bibi (isteri dari Shahzad M. Immanuel) telah dibakar gerombolan orang Islam yang marah – karena terhasut.
Pagi dinihari (4/11/2014) Mesjid-mesjid di sekeliling lima desa telah memanggil orang-orang Islam untuk berkumpul – bukan untuk memanggil jemaatnya sembayang – untuk melakukan kekerasan kepada pasangan Kristen yang telah dituduh oleh bosnya Shahzad, pemilik pabrik pembuatan batu bata.
Berbondong-bondong orang Islam datang ke pabrik batu bata milik Yousaf Gujjar untuk ‘mendisiplinkan’ keluarga Immanuel ini. Massa menyiksa Shahzad dan isterinya yang sedang hamil, lalu melemparkan mereka hidup-hidup ke dalam dapur pembakaran batu bata yang sedang membara tersebut.

Martir Punjab Pakistan Shafqat Emmanuel dan Shugufta EmmanuelPasangan Kristen ini tewas. Laporan berkata, “Ketika pasanga Kristen itu sedang terbakar dan berseru-seru bahwa mereka tidak melakukan seperti apa yang dituduhkan kepada mereka, jawaban para orang Islam tersebut adalah jeritan-jeritan yang tidak menolong sama sekali yakni “ALLAH hu akbar” “mampus untuk para penghujat” dan “bunuh para Kristen infidal.” Jeritan para Islam yang tidak terkendali ini telah membuat orang-orang Kristen di kelima desa tersebut segera meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan jiwa mereka.
Perintah Muhammad kepada umatnya untuk “memukul para bukan-orang Islam dengan terror” nampak masih diterapkan oleh pengikutnya sampai saat ini dan mereka bangga karena memang cara ini bekerja baik. Baca ini: Prophet of Doom bab: Legacy of Terror dan
Jihad.
Orang-orang Islam di Barat berkata bahwa ”ISLAM adalah agama damai,” namun di mana orang Islam adalah mayoritas, apalagi memakai hukum Islam, disebut Hukum Sharia sebagai Hukum Negara (dikenal sebagai ”Negara Islam”) seperti Pakistan, Iran, Somali, Sudan contohnya maka tanpa diragukan bahwa kekerasan dan terror selalu menekan kelompok minoritas.
Bacaan berkait:

Islam Pakistan memakai Hukum Hujat untuk menganiayaya orang KristenDi Pakistan, banyak orang Kristen bekerja sebagai pembantu rumah tangga, pembuat batu bata dan pekerjaan kasar lainnya. Diskriminasi terhadap kelompok minoritas begitu besar di Pakistan, khususnya terhadap orang Kristen – hanya karena mereka beriman kepada Yeshua. Banyak kejadian seorang Kristen meminjam uang kepada tuan mereka yang orang Islam tersebut, semakin lama bekerja bukan bertambah baik tetapi akan semakin terjerat yang berakhir pada perbudakan Islam abad 21.
Pembunuhan main hakim sendiri atas suami-isteri Emmanuel ini terjadi setelah delapan hari pengadilan di kota Lahor (terletak di utara kota Kasur) membuat keputusan hukuman mati atas pria Kristen lainnya atas tuduhan menghina nabi Islam, Muhammad, dalam suatu percakapan saat mabuk dengan teman Islamnya. Orang Kristen Pakistan lainnya yang masih dipenjara menanti hukuman mati adalah Asia Bibli atas tuduhan sejenis di November 2010.
Kasus ’penghujatan atas Islam’ pada keluarga Emmanuel yang sebenarnya: Shahzad karyawan pabrik batu bata, dan Shama Bibi, isterinya, karyawati di sebuah sekolah missionari setempat, mereka memiliki empat anak kecil Ambrose (13), Danish (10), Sarah (7), dan Amir (5).
Pasangan ini dituduh telah mengirim SMS (text message) yang menghujat pada 18 Juni 2013, menghina Anwar m. Goraya (president asosiasi Tehsil Bar) dan Malik M. Hussain (businessman). Pada SMS itu tertulis nama Shahzad. Polisi memaksa mereka untuk mengakui, dan menaham mereka termasuk 4 anak mereka. Polisi mendaftarkan pengaduan tersebut di bawah Seksi 295-B (menghina Kuran; perjara seumur hidup), 295-C (menghina nabi Muhammad; hukuman mati, dan 25-D (menggangu orang lain, maximum 3 tahun perjara). Di pengadilan Tertuduh menolak tuduhan tersebut dan tidak tahu menahu tentang hal itu. Penasehat Hukum dari tertuduh, Nadeem Hassan meminta bukti tuduhan dihadirkan di pengadilan, namun mereka tidak bisa membuktikan, dan juga tidak bisa menghadirkan bukti nyata lainnya yang bisa menyerang pasangan Kristen tersebut. Bagaimanapun – Pengadilan Pakistan memutuskan hukuman mati atas Shahzad dan Shama.

Bacaan berkait:

Kristen Pakistan demo anti-Hukum Hujat Islam yang disalah gunakanPenasehat Hukum dari tertuduh, Nadeem Hassan, bercerita bahwa pejabat-pejabat hukum dan penasehat hukum dari Lahore yang mewakili penuduh telah terus menerus menekan Hakim. Tuduhan mengirim SMS berisi penghujatan juga telah terjadi kepada banyak orang Kristen Pakistan dan kelompok minoritas lainnya seperti Islam Shia dan Ahmadiah. Morning Star News menulis.
Farooq Sulehria, peneliti dan aktivist politik: “Investigasi-investigasi akanlah membuktikan bahwa tuduhan-tuduhan penghujatan melawan pasangan tersebut adalah palsu. Menurut laporan-laporan yang belum dikonfirmasikan, mereka telah ribut soal gaji dengan boss Muslim mereka pada pabrik dapur pembakaran batu bata. Segala sesuatu yang lainnya mengikuti setelah itu,” kata Farooq kepada media pemerintah Jerman terkenal Deutsche Welle (www.DW.de). Farooq adalah orang Pakistan yang tinggal di Inggris.
Imran N. Siddiqui, aktivist masyarakat di Islamabad: ”Undang-undang Penghujatan adalah doktrin buatan-manusia dan bukan wahyu sorgawi. Opini publik membawa banyak beban dan dapat mempengaruhi keputusan pengadilan. Kita harus menciptakan narasi alternatif untuk mengalahkan wacana ekstremis tersebut di negara ini. Ini adalah ujian bagi hak-hak minoritas di Pakistan.
Farrukh Harrison aktivist dari the Christian advocacy group World Vision in Progress  mengkomentari perkara ini di Morning Star News sebagai “sikap pengadilan yang melenceng,” ia berkata: Jemaat Kristen Pakistan protes atas pembunuhan Shehzad dan Shama
“Hakim telah menolak permintaan kami sehubungan bukti yang tidak memadai dari Penuduh
“Mengapa Shagufta (Shama Bibi) diberikan hukuman mati ketika polisi mengklaim bahwa suaminya yang telah berbuat kesalahan?
“Bukankah ini penghinaan keadilan bahwa pasangan miskin telah divonis untuk sebuah kejahatan yang tanpa motif?
“Pertanyaannya adalah motif apakah yang mungkin ada dari pasangan ini untuk melakukan kriminal tersebut pada tempat pertama. “Mereka tidak berpendidikan, orang-orang yang miskin, yang seluruh kehidupannya adalah dibatasi hanya kota mereka sendiri.”
Dr. Nazir S Bhatti, President of Pakistan Christian Congress, ”Ada kasus-kasus penghujatan terdaftar di lebih dari belasan kantor-kantor Polisi dimana pengadilan-pengadilan telah memerintahkan menahan seorang Muslim pemilik media, dan artis-artis Muslim dari sebuah saluran TV, tetapi tidak seorangpun berani menangkap mereka, namun pada tuduhan penghujatan yang palsu polisi menaruh orang-orang Kristen di balik teraris besi (memenjarai) dan para pengadilan menghadiahkan mereka hukuman-hukuman mati yang menunjukkan bahwa hukum-hukum penghujatan adalah hanyalah dijadikan hukum untuk mentargetkan para penganut agama minoritas di Pakistan.”

Diskriminasi agama di Pakistan bukanlah perkara baru, tetapi itu sudah bertumbuh secara pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. DW menulis.

Bacaan berkait: (diambil dari Penjalabaja.wordpress.com)

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: