Cara Timur Tengah melawan pejuang Negara Islam Kalifah (ISIS)


Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. (Amsal 24:10, ITB)

“Sementara Al-Qaida, al-Shabab dan Taliban telah merasa perlu untuk tampil sedikit bagus dalam Hubungan Masyarakat (Public Relationship/ PR), NIK membuang semua kepura-puraan. Mereka yang lainnya tidak pernah mengakui secara terbuka bahwa “hak-hak manusia” adalah teruntuk mahluk-mahluk dengan senjata api, berjenggot dan alat kemaluan laki-lak, NIK mengakui dan bahkan menproklamasikannya melalui media internet, baik sosial maupun private,” Marisa Martin menulis. Marisa adalah aktivist politik dan pakar seni.
Sementara negara-negara Barat meresponi pernyataan dan kesadisan perbuatan NIK melalui kekuatan senjata, orang-orang Timur Tengah meresponi NIK melalui seni: humor, satir dan musik. Marisa percaya bahwa humor memiliki kuasa untuk menolak ketakutan.
The Great Departed Para musikus Libanon tahun 2013 telah membentuk band The Great Departed, sekarang telah menjadi sangat pupuler. Mereka telah menciptakan lagu Madad Baghdadi secara terbuka mengejek komandan NIK, Abu Bakr al-Baghdadi, atau Khalifah Ibrahim, yang  lagu ini berbunyi “berkuasa melalui hukum-hukum ALLAH … Dan karena Islam adalah pemurah, kami akan mencincang daging dan memotong tangan.”
Para pemusik ini memperingati bahwa ia “akan menuntut para pekerja ALLAH ke lubang neraka tidak seperti yang lainnya.”
Kewajiban para wanita menutup seluruh wajah dan tubuh mereka di seluruh wilyah kekuasan NIK, serta mengharuskan menutup tempat keluarnya susu bagi binatang betina yang akan disembelih, diejek musikus Libanon tersebut melalui lirik lagunya: ”Saya bersumpah kepada ALLAH, jika saya adalah seekor sampi, saya akanlah mengenakan BH.”

Konsert mereka disambut positif oleh para hadirin. Ketika di muat di YouTube, hanya kurang dari empat hari itu sudah ditonton lebih dari 6000 pelihat dengan komentar yang umumnya adalah positif.
Lagu kritik ciptaan mereka yang lain adalah Don’ti Mixi. Lagu ini diinpirasikan oleh kejadian kunjungan resmi ex-president Mesir, Morsi, ke Jerman, dimana ia mencampurkan bahasa Arab dan Inggris sementara berbicara, sekalipun ada penterjemah. ”Gas dan alkohol tidak dapat dicampurkan,” sindir mereka atas bahasa Morsi tersebut.
Khaled Soubeih, pendiri dan komposer dari band tersebut bercerita betapa terkejutnya dia ketika mendengar NIK ”berbicara tentang belas kasihan ALLAH dan sementara itu terus membunuhi orang-orang.” Selama al-Badhdadi hidup, mereka tidak akan pernah kehabisan inpirasi yang bersifat satir. Soubeih percaya humor adalah cara terbaik untuk melawan balik (ideologi terror dan kekeran NIK).
President Mesir 1 tahun Muhammad Morsi, yang dijuluki sebagai Firaun diktator, sungguh telah dibuat kebakaran jenggot oleh humor-humor  TV-shownya Bassem Youssef, baca ini
12 Oktober orang Kurdi di Irak menayangkan sebuah video musik pada saluran TV mereka lima pria berlagak seperti tentara NIK (ISIS): berjanggut dan berbaju hitam, menyandang bedil sebagai gitar, berdansa dengan dua pedang panjang dan memainkan sebuah batok tengkorak manusia, plus dengan bendera besar hitam jihad di belakang mereka. Text dalam bahasa Inggris diberikan oleh MEMRI TV dengan title: “ISIS Parody from Iraqi Kurdistan
Dengan diiringi irama musik Timur Tengah mereka bernyanyi dengan ceria lagu Kurdi TV megejek Negara Islam Kalifah melalui seni musik

“Kami ISIS”
Kami berjanggut, kotor dan menjijikkan
Kami tidak berotak tanpa apapun dalam kepala kami
Kami membunuh merpati di langit, dan membawa sejarah ke masa kini
Reff: Kami ISIS, kami ISIS; Kami menyusu kambing, meskipun jika itu (kambing) betina (2x)

Musik kami tanpa rhythm, dan pemimpin kami disebut Qaqa.
Musik kami tanpa rhythm. Dan kami benci wangi mint yang harum
Kantong kami penuh dengan uang Qatari, bahasa kami adalah pelor-pelor dan gorokan
Kantong kami penuh dengan uang Qatari, dan pose-pose damai berbahaya bagi kami
Reff: Kami ISIS, kami ISIS, Kami menyusu kambing, meskipun jika itu (kambing) betina (2x)
Dari Chechnya dan Hijaz, kami telah datang memcium bau bawang putih dan onion
Dari Chechnya dan Hijaz, kami telah datang dengan sekumpulan bebek (geese)
Kami memburu jihad dan sex, kami puas dan bahagia melihat darah
Kami memburu jihad dan sex, kami putra-putra al-Hajjaj dan al-Saffah
Reff: Kami ISIS, kami ISIS, Kami menyusu kambing, meskipun jika itu (kambing) betina (2x)

Kami tidak memiliki pengetahuan dalam otak kami, kami menyerang kota Sinjar
kami tidak memiliki pengetahuan dalam otak kami, kami takut akan wanita dan anak-anak, Kalifah kami berjanggut dan otak kami terputar terbalik;
Harapan kami adalah untuk membunuh, itulah sebabnya kami tidak memiliki masa depan
Reff: Kami menyusu kambing, meskipun jika itu (kambing) betina; kami ISIS, kami ISIS (2x)

Kurdi TV megejek Negara Islam Kalifah melalui seni musikDari penampilan video ini nampak orang-orang Kurdi ini sangat gembira dan tidak takut sama sekali dengan para pejuang NIK yang besar dan kejam tersebut. Perang di Kobani (Kurdistan Syria) dan di Mosul (Kurdistan Irak) telah memberi bukti kepada Dunia dan khususnya kepada para pejuang NIK bahwa orang Kurdi adalah orang yang berjiwa besar dan kuat.
Marisa Martin menyatakan bahwa ”Tertawa sangat mengancam para Psychopath. Itu mengingatkan mereka bahwa mereka bukanlah dewa-dewa, dan mereka dihina oleh jutaan orang. Ejekan dan cemooh adalah bukti bahwa mereka tidak akan pernah sepenuhnya dapat mengendalikan roh manusia, tetapi hanya bisa membunuh dan mematikan fisik. Bahkan binatang anjing dapat dilatih untuk memicuk pelatuk senjata api, namun secara umum lebih menyenangkan dan lebih mampu mengendalikan diri daripada tindakan-tindakan para Psychopath.” Psychopath adalah orang yang anti-sosial, kelainan jiwa terhadap hal-hal yang bersifat kemasyarakatan, dikenal juga sebagai Sociopath.
Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: