Vatikan: Paus Francis I mendorong para Uskupnya untuk lebih liberal


Rasul Petrus: “Sebab jikalau Elohim tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa… dan jikalau Elohim tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik; dan jikalau Elohim membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian,” (2 Rasul Peter 2:4-6)

Paus Francis I, ratusan pemimpin Gereja Katolik pada Synode 2014Pada Rapat Synode yang dihadiri oleh para puncak pimpinan Gereja Roma Katolik (GRK) sedunia nampak bahwa praktek homosex dan perceraian tidak lagi dilihat sebagai suatu dosa, tetapi sesuatu yang perlu diterima di dalam kehidupan Gereja Katolik. Pergeseran kebijakan yang semakin liberal ini ditentang oleh pemimpin Katolik yang konservativ, laporan menulis.
Rapat Sinode Luar biasa Para Uskup tentang Keluarga 2014 di pimpin langsung oleh Paus Francis I, mendiskusikan tentang posisi GRK tentang hal-hal yang berhubungan dengan keluarga, seperti pernikahan, perceraian, praktek homosex, alat-alat kontrasepsi dan hubungan sex sebelum menikah (premarital sex). Rapat ini berlangsung di Vatikan dari tanggal 5-19 Oktober 2014. Dihadiri oleh hampir 200 pemimpin Katolik (para Kardinal, Uskup Agung dan Uskup) dari berbagai negara di dunia. Hasil rapat ini akan akan menjadi proposal kerja pada pertemuan mendatang Oktober 2015.
Seminggu setelah berdiskusi, Senin, 13 Oktober, Paus Francis I memberikan pernyataan posisi GRK dalam masalah praktek homosex di dalam jemaat Katolik.
Pada laporan pertengahan rapat ini, Paus Francis dan para Uskup meyimpulkan bahwa Gereja Katolik haruslah menyambut positif perceraian-perceraian, bahkan para Katolik yang kumpul kerbau (cohabitant), dan mereka yang hidup homosex (gays and lesbians).
Para Uskup Katolik yang sejalan dengan pemikiran Paus Francis menyatakan bahwa para pria homosex dan wanita homosex memliki ’karunia-karunia dan talenta-talenta’ untuk diberikan kepada masyarakat Katolik.
Paus Francis pada hari Jumat (10/10) telah menambahkan enam pemimpin sinode dari empat benua untuk merampungkan laporan rapat tersebut. Tidak satupun dari yang dipilih oleh Paus berasal dari Afrika, darimana mayoritas suara konservativ atau ’oposisi’ kebijakan Vatikan berasal, yang dilabelkan oleh lawanya yang liberal sebagai para uskup ’konservativ’ dan ’tradisional.’
Bacaan berkait:

Sebelum laporan pertengahan rapat ini diumumkan, Paus Francis berkotbah pada Missa Minggu pagi untuk menguatkan kebijakan baru Gereja Roma Katolik tersebut, ia berkata [diluar kontek dan di luar ajaran Alkitab]: Paus Francis memimpin rapat para uskup tentang keluarga di Vatikan

”Yeshua melakukan hal-hal yang janggal, seperti berjalan dengan orang-orang berdosa, makan dengan para pemungut pajak – hal-hal yang para ahli Kitab Torah [Farisi dan Saduki] ”tidak suka; doktrin sedang dalam bahaya, doktrin Torah yang mereka dan para ahli agama telah buat lebih dari berabad-abad,” Paus berkata, menurut Radio Vatikan.
Paus menambahkan, ”Para ahli Kitab adalah para pelindung Torah yang keluar dari kasih. Mereka lupa semua hal-hal yang Elohim telah berbuat di dalam sejarah.”
Mereka tidak mampu melihat apa yang Yeshua saat itu sedang perbuat sebuah tanda menunjukkan… ”waktunya telah tiba” Paus mengutip Lukas 11:29-32 ”Yeshua berkata, ”Generasi ini adalah sebuah generasi yang jahat,” sebab mencari jenis tanda yang salah,” Paus Francis berkata.
[Alkitab mencatat dan mengajar: Yeshua berada bersama dengan orang-orang berdosa untuk mempertobatkan mereka agar selamat dari hukuman dosa – dan Ia memerintahkan mereka semua ”jangan berbuat dosa lagi!” Perintah Torah berasal dari YAHWEH, bersumber dari 10 Perintah YAHWEH yang ditulis oleh jari-Nya sendiri. Sepanjang sejarah Alkitab, Elohim tetap sama, dahulu, sekarang dan selamanya bahwa Dia membenci DOSA, sebab Dosa adalah penbunuh manusia yang adalah ciptaan-Nya yang special: sesuai gambar dan rupa Elohim dan tercipta dengan jari-jari-Nya sendiri.
Elohim sepanjang sejarah telah menghukum manusia yang tidak bisa diperingati-Nya lagi: melalui air bah, hujan belerang atas kota-kota yang mempraktekkan homosexual. Elohim menentang para ahli agama yang legalistik dan tanpa kasih, bagaimanpun kasih dan kesabaran Elohim bukan diartikan untuk umat-Nya bisa bermain-main di lumpur dosa.
Paus Francis menemplak para uskup dan kardinal yang ’konservativ’ sebagai generasi yang jahat menyamakan mereka sebagai orang Farisi dan ahli Torah yang sesat (parallel dari cerita di Lukas ini detilnya ada pada Matius 12:38-40. Jika kita anggap Paus Francis tidak memutar balik ayat Alkitab maka itu berarti pemimpin utama Katolik ini menganjurkan para pemimpin Katolik tersebut untuk menjerumuskan semua pekerja dan jemaat Katolik untuk terlibat dan musnah di dalam ”dosa-generasi yang jahat” tersebut: praktek homosex, perceraian, kumpul kerbau, pertukaran jenis kelamin sebagaimana kontek rapat uskup tersebut. Firman-Nya berkata, bahwa Dia memilih ketaatan kita dan takut akan Dia lebih dari pada pemberian hadiah atau korban kita].

Bacaan berkait:

Hasil pertengahn rapatkarikatur Paus Francis tentang pendeta homo di Gereja Katolik uskup Katolik ini merupakan hasil nyata dari pernyataan Paus Francis I pada bulan Juli 2012 di Brasilia. Ia berkata, ”Jika seseorang adalah gay (pria homosex) dan ia mencari Tuhan dan memiliki kehendak yang baik, siapakah saya untuk menghakimi?” menjawab pertanyaan wartawan tentang para bawahannya yang mempraktekkan gaya hidup homosexual. Praktek ini telah menyebabkan banyak pemimpin Katolik telah terjangkit penyakit HIV dan meninggal karena AIDS.
Pernyataa resmi dari pertemuan para Uskup Roma Katolik ini disambut hangat oleh para kelompok liberal Katolik dan bukan-Katolik yang telah mengadopsi gaya hidup Akhir Jaman:
”Untuk para Katolik LGBT di AS dan seluruh dunia, dokumen baru ini adalah terang dalam kegelapan,” kata pemimpin organisasi hak-hak LGBT terbesar di AS. LGBT singkatan dari lesbian, gay, bisexual, and transgender. [tentang ”Terang” lihat: Yoh 12:46-50; 8:12; 1:1-14; 3:18-21]
”Ini suatu perubahan yang menakjubkan dalam cara Gereja Katolik berbicara tentang orang-orang homo. Sinode berkata orang-orang homo punya ’karunia dan talenta untuk ditawarkan ke komunitas Katolik’ adalah sesuatu yang bahkan beberapa tahun lalu akanlah tidak pernah dapat dipikirkan,” Pendeta James Martin, seorang penulis dari organisasi Jesuit berkata. Jesuit adalah organisasi Katolik dari mana Paus Francis I juga berasal.
“Gerakkan menuju penerimaan dan penilaian karunia-karunia orang-orang gay dan lesbian adalah suatu langkah kedepan yang besar,” Francis DeBernardo, pemimpin Gay Katolik di New Ways Ministry berkata.
Bacaan berkait:

Bagi para peserta rapat yang masih berpegang pada nilai-nilai Alkitab, yang dilabelkan sebagai ’konservatif’ dan ’tradisional’ tersebut, laporan di atas adalah seperti suatu sabotase, ”Itu bukanlah kesimpulan yang kami telah bicarakan!,” mereka mengerutu. Komentar mereka:
“Laporan yang tidak dapat diterima dan menyimpang dari ajaran Gereja,” Kardinal Polandia Stanislaw Gadecki berkata.
“Membingungkan, kekacauan kontradiksi di Roma,” Michael Voris komentator konservatif Katolik berkata
“Dokumen sesat, homosesat,” Rorate Caeli Katolik konservatif menulis
• Seorang Kardinal Afrika Selatan tentang ”pasangan-pasangan tidak menikah yang kumpul kerbau “haruslah diterima dengan bahasa positif” adalah sebagai suatu yang ”tidak dapat ditebus.” Ia juga memprotes laporan diskusi resmi tersebut sebagai telah dibajak oleh pemimpin rapat, ”Itu bukanlah sama-sekali apa yang telah kami katakan!”
”Semua informasi sehubungan dengan sinode tersebut adalah dikontrol oleh Seketaris Umum Sinode, yang secara jelas telah setuju dengan posisi yang dinyatakan tersebut sejak dari mulanya,” Kardinal Burke.
Kesimpulan Rapat Uskup:

  • Saptu 18 Oktober rapat ditutup dengan kesimpulan: Suara terbanyak berada pada pihak pro-Paus Francis: merangkul dan menerima gaya hidup liberal ke dalam Gereja Roma Katolik.
  • Namun kebijakan ini belum bisa dijalankan sebab jumlah suara tidak mencapai 2/3 dari yang diminta. Berita menyatakan bahwa pihak ’oposisi’ datang dari kelompok the College of Cardinals.
  • Masalah homosex, kawin cerai dan kumpul kerbau telah membuat jurang pemisah yang lebih lebar di antara pemimpin Gereja Roma Katolik. Para ‘konservativ’ dan ‘tradisi’ pemimpin Katolik harus memilih tunduk kepada Paus, sebagai pemimpin utama gereja mereka dan tetap dalam jabatan atau keluar dan kehilangan jabatan.

Paus Francis pada ibadah misPaus Francis I memutar balik ajaran Yesus dan isi Alkitab tentang homosexsa menyatakan kekecewaan hasil akhir rapat tersebut dengan berkata, ”Gereja (Roma Katolik) harus meresponi dengan berani tantangan-tantangan baru di muka.” Itu dikatakannya di depan para peserta rapat uskup tersebut. “Elohim tidak takut akan hal-hal yang baru. Inilah sebabnya Dia mengejutkan kita selalu (all the time), buka hati kita dan tuntun kita ke dalam jalan-jalan yang tidak diduga,” Paus Francis berkata.
[Paus memakai Naman Elohim untuk membela gerakkan liberalnya, ”Elohim tidak takut akan hal-hal yang baru;” praktek homosex bukanlah hal baru, itu telah ada dan telah ditentang sejak jaman Abraham pada peristiwa Sodom dan Gomorah, Yeshua, 2000 tahun yang lalu, menolak perceraian dengan mengutip perintah YAHWEH yang diterima oleh nabi Musa dan Ia menyimpulkan itu sebagai “Apa yang telah dipersatukan Elohim, tidak boleh diceraikan manusia.” Baca: Markus 10:1-12. Elohim memang Elohim yang penuh surprise, TETAPI Ia adalah Elohim yang TIDAK PERNAH merubah FIRMAN-NYA]
Seorang ex-Roma Katolik AS mengkomentari suara para pemimpin Katolik yang liberal tersebut sebagai: ”Yang benar adalah, mereka tidak punya pilihan, tetapi mengijinkan homosexualiti berkembang di dalam gereja Roma, sebab 98% keimamatan Roma Katolik adalah terbukti homosex. Sebagaimana saya telah nyatakan pada Febuari 2004, the Homosexual Agenda of Rome haruslah menggambil tempat dimana mereka menggerakkan masyarakat secara efektif untuk menerima gaya kehidupan para pastor homosex Roma Katolik sebagai ada normal secara utuh. … Nubuatan berkata itu akanlah ada seperti Sodom dan Gomorrah ketika Yeshua datang kembali, dan nabi Daniel telah memprediksi penguasa (the beast) di Roma akanlah memfasilitasi serta mempercepat penggenapannya dan begitulah jadinya. Nicolous, http://www.remnantofgod.org/ (at “Bishop say gays have gifts to offer church.” 10/13/2014)

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: