Buku Doa berbahasa Ibrani abad 9 AD dipamerkan di Yerusalem


Buku Doa berbahasa Ibrani abad 9 ADBuku doa Ibrani tertua di dunia telah dipamekan di Museum Bible Lands dengan thema “The Book of Books.” Buku doa berbahasa Ibrani yang memiliki 50 halaman dengan memakai huruf-huruf hidup (vowel) Babilonia masih tetap terjalin pada pengikat aslinya. Melalui pemakain metode penanggalan karbon-test yang rumit, ditemukan bahwa buku doa Ibrani ditanggalkan pada tahun 820 AD – dibuat 1200 tahun yang lalu.
Buku doa ini berisi tiga bagian besar: Doa Shacharit (doa untuk upacara pagi hari),* sajak-sajak liturgi dan Haggadah, yang dibacakan pada upacara Makan Malam Paskah (the Passover Seder).
Doa-doa pagi pada buku kuno isinya didasari sebagian besar dari Kitab Mazmur dan kitab-kitab lainnya. Doa-doa pagi seperti, ”Diberkatilah ADONAI Elohim Israel dari kekal sampai kekal dan biarlah semua orang berkata, ‘Amin. Hallelu’yah!’” adalah suatu doa yang sama yang diucapkan orang-orang Yahudi di seluruh dunia pada doa pagi mereka.
Buku yang langka ini, sebelum dipamerkan di musim, oleh Steve Green (pemilik) diperlihatkan terlebih dahulu kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk membacanya. PM Netanyahu adalah satu dari sedikit orang yang beruntung telah memegang dan membaca buku doa kuno tersebut.

PM Israel Benjamin Netanyahu membaca buku doa kuno abad 9 AD
“Buku doa ini adalah suatu penemuan yang sangat penting. Itu tertulis dalam bahasa Ibrani dan berisi doa-doa yang orang-orang Israel katakan tepat pada saat ini. Itu adalah sebuah hubungan antara masa lalu kita dan saat ini dan itu sesuatu yang bernilai besar,” PM Israel ini berkata.
Buku doa ini dipertunjukkan dalam suatu seremoni yang dihadiri oleh Jurubicara Knesset (Parlement), MK Yuli Edelstein, Direktur Exsekutif the Bible Lands Musium, Amanda Weiss dan Pendeta Kristen untuk bangsa Aram Gabriel Nadaf.
”Bukan hanya kita adalah the ’People of the Book’, kita adalah orang-orang dari kitab yang sama, bahasa yang sama dan doa-doa yang sama,” Edelstein Jurubicar Knesset berkata. “Semua ini adalah kata-kata yang tepat sama dengan jutaan Yahudi ucapkan setiap pagi dan ini adalah contoh kesinambungan (budaya) Yahudi yang terbaik,” ia menambahkan.
”Itu menyentuh hati-hati dan jiwa-jiwa setiap Yahudi di manapun di Israel, di manapun di dunia sebab itu adalah dokument tertua yang dikenal, dokumen tertulis sebuah buku doa,” Amanda Weiss berkata.
”Itu menceritakan kepada kita tentang akar-akar sejarah orang-orang Yahudi, yang tidak diragukan adalah dimana fondasi Kristen dibangun di atasnya, yakni Kitab Suci Ibrani,” Steve Green berkata kepada Chris Mitchell di pameran buku kuno tersebut. Chris Mitchell adalah wartawan senior CBN News untuk Timur Tengah.
Sehubungan dengan kondisi dunia saat ini Steve Green berkata kepada wartawan CBN News ini bahwa ”Tidak ada suatu yang lebih baik dari pada hari ini untuk ada orang-orang memperhatikan kitab ini. Ketika Anda memiliki sebuah buku yang gabungan dari buku ini adalah mengasihi Elohim dan mengasihi satu sama lain, saya pikir itu adalah pesan untuk dunia ini saat sekarang dan yang telah ada sebagai sebuah pesan untuk dunia sejak awalnya.”

Steve Green, Father Gabriel Nadaf, MK Yudi Edelstein and Amanda Weiss at the ceremony. (Photo: Eliran Malka)

Steve Green, Father Gabriel Nadaf, MK Yudi Edelstein and Amanda Weiss at the ceremony. (Photo: Eliran Malka)

Pada seremoni ini Jurubicara Knesset ini memberikan penghargaan kepada Pendeta Gabriel Nadaf yang telah berjasa mendorong Kristen Aram (yang sebelumnya hanya dikenal sebagai ”Kristen Arab”) di Israel untuk berintegrasi dengan budaya dan kehidupan bangsa Israel termasuk masuk ke dalam angkatan bersenjata Israel. Pendeta inipun bersuka cita karena bulan ini Pemerintah Israel secara hukum telah mengganti dan mengakui status orang Kristen Aram di Israel sebagai suatu bangsa, tidak lagi ’orang-orang Arab’
Steve Green pemilik buku doa kuno tersebut adalah orang Kristen Amerika yang kaya raya. Banyak dari Pameran The Book of Books ini adalah kitab-kitab tua milik kepunyaannya. Ia sedang membangun sebuah musim di AS untuk koleksi buku-buku kunonya tersebut.

*) Orang Israel berdoa tiga kali sehari, Shaharit (doa pagi), Minhah (doa sore), and Maariv (doa malam). Praktek Suku Manasye India tiba di Israelini bisa ditemukan pada Kitab Musa, pada kehidupan David, saat Elia menantang 400 nabi Baal, Daniel di Babilonia. Tahukan Anda, sebelum agama Islam masuk ke pulau Lombok, bahwa suku Sasak berdoa 3 kali sehari? Tahun 90an, orang Sasak Pedalaman bahkan masih tetap berdoa 3 kali sehari. Baru-baru ini lebih 300 orang India, dikenal sebagai suku Manasye pindah ke Israel. Manasye adalah putra dari Yusuf, cucu dari Israel. Masih ada 9000 orang lagi masih hidup di India dan Burma. Menarik untuk dipelajari dari mana orang Sasak ini mendapat penghetahuan ”doa tiga kali sehari.”

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: