Para pemimpin Dunia menyusun stategi di Paris untuk memerangi Negara Islam Kalifah (NIK)


“Dan kamu akan segera mendengar peperangan dan berita-berita perang. Perhatikanlah, janganlah ketakutan, karena seharusnyalah semua itu terjadi , tetapi hal itu belumlah kesudahannya …. Dan semua ini merupakan awal penderitaan … Dan siapa yang (imannya) bertahan sampai kesudahannya, dia akan diselamatkan.” – Yeshua  Ha Mashiah (Matius 24:6-13

Pertemuan Paris memerangi Negara Islam KhalifahPara tokoh senior dari kualisi pimpinan AS dibentuk untuk memerangi para militan Negara Islam mengadakan rapat di Paris Senin ini untuk berdiskusi bagaimana mengalahkan kelompok ekstrimist tersebut yang merebut sejumlah wilayah besar Irak dan Syria sejak peluncuran serangan Juni lalu, France.24.com melaporkan.
Pertemuaan ini dihadiri oleh 30 negara, termasuk president Irak dan Menteri Luar Negeri Russia. Pertemuan ini terjadi hanya beberapa hari setelah militan Negara Islam Khalifah memvideokan dengan sengaja eksekusi David Haines, 44 tahun, seorang pekerja sosial warga Inggris yang bekerja Syria; sebelumnya NIK telah melakukan hal yang sama kepada dua wartawan Amerika Serikat.
PM Inggris, David Cameron, pada pernyataannya hari Minggu sehubungan dengan video eksekusi Haines , telah bersumpah untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk menolong mengalahkan para militan Negara Islam tersebut. PM Inggris ini berkata bahwa “para militan Negara Islam ini bukanlah para Muslim, tetapi para monster.” Sementara MenLu Jerman menyebut eksekusi Haines itu sebagai ”suatu tindakan menjijikkan dari kekerasan barbar yang melampau batas-batas peradaban manusia.” Dan PM Jerman Angela Markel menggomentari itu sebagai, “Tindakan yang tidak dapat dibenarkan, para terrorist harus dihukum.”

Setiap kekerasan yang dilakukan orang Muslim atas nama Allah dan nabi  Muhammad di dalam Inggris maupun di luar, David Cameron selalu menolak mengkaitkan hal tersebut dengan agama Islam, – sehingga suatu kali seorang pemimpin Islam fanatik mengkoreksi PM tersebut, dengan mengatakan “Benar, kami melakukannya demi membela Islam.” Kebijakan PM ini disebut ”political correctness” – dengan tujuan menghindari konflik dan membuat marah ‘para Islam Moderat’ di Inggris. Lihat laporan CBN News bulan Agustus ini “Bagaimana Britania telah menjadi exporter global terrorisme.”

Beberapa negara Arab telah turut menawarkan untuk terlibat di dalam serangan udara melawan NIK di Irak. AS, sejak awal agustus, telah melakukan 160 serangan udara atas militan NIK di Irak. Pertemuan Paris bersama para delegasi Negara-negara Arab
Sejauh ini negara-negara Barat, seperti AS, Perancis, Jerman telah mencuplai perlengkapan senjata langsung ke pemimpin Kurdi di Kurdistan, tidak melalui negara Irak. Australia dan Perancis membantu AS dalam pertempuran. Kepemimpinan politik bangsa Kurdi semakin kuat dan diakui oleh pemimpin Barat, ini yang telah lama dikuatirkan oleh pemerintah Turki yang telah mengambil sekitar 40% tanah Kurdistan. Kekuatiran lain dari Turki adalah jika Kurdi menjadi negara merdeka maka Turki tidak bisa lagi mendapat harga impor minyak murah seperti yang ia dapat dari NIK. Mosul dan Kirkuk adalah dua kota minyaknya Kurdistan.

Buku-buku terbaru tentang Islam:

Komentar: Segitiga Emas Hitam di Timur TengahPerang Barat dan Timur Tengah melawan Negara Islam Khalifah ini lebih komplek dari perang-perang sebelumnya: Perang Teluk (Bush Senior) dan Perang Afganistan (B. Obama) dan juga Perang Syria, telah berlangsung 3,5 tahun (B. Obama+Perancis+Inggris). Perang ini bukan sekedar membela rasa “nasionalitas” (tiga pria Barat yang dieksekusi), dan kebutuhan sumber minyak bumi (1. Iran dan raja-raja Arab berebut “black gold triangle“; 2. Ketergantungan negara-negara Barat akan minyak), tetapi juga masalah penentuan peta politik internasional (1. Shia atau Sunni yang akan mewakili Islam di penduduk Dunia? – ini sebabnya mengapa Perancis dan AS tidak mau memerangi NIK di Syria, takut akan menguatkan posisi Al-Assad (Muslim Shia Alawit) dan tidak mengundang Iran pada Paris Summit. 2. Negara Barat apa yang akan menjadi pengendali dunia; AS, Perancis, Jerman atau Britania Raya, atau Rusia? Pada perang ini setiap negara ingin bertindak sebagai “meshiah atau juruselamat dunia.” Tidak diragukan bahwa Negara Islam Republik Iran sangat bergembira dengan bangkitnya para pemimpin Barat dan Arab memerangi Negara Islam Khalifah versi Sunni tersebut, sebab Iran, Islam Shia, memiliki versi NIKnya sendiri.

Alkitab menubuatkan secara jelas bahwa juruselamat dunia yang bersifat politik bercampur agama haruslah datang terlebih dahulu sebelum Yeshua ha Mashiah, yakni Juruselamat dan Raja Damai dan Tuhan Yang Adil yang sesungguhnya, datang untuk kedua kalinya.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: