Saudi Arabia: Para anggota NIK adalah orang mutad, imam Sa’d Al-Shathri berfatwa


“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.” (Injil Lukas 6:43-44) – Adonai  Yeshua Ha Mashiah

Imam Saudi Arabia Sa’d Al-Shathri menyatakan bahwa para anggota Negara Islam Irak dan Syria (NIIS) adalah para murtad pada sebuah wawancara dengan saluran TV Saudi Majd TV tanggal 31 Agustus 2014. Imam Al-Shathri menambahkan para anggota NIIS yang tidak mampu meninggalkan organisasi tersebut karena takut ada dibunuh haruslah membunuh para komando dan rekan mereka supaya ada selamat dari Api Neraka. Organisasi NIIS (ISIS, in English) pada awal bulan Agustus telah memproklamirkan organisasinya sebagai pendiri Negara Islam Khalifah (NIK), dengan Bagdaddi, pemimpin utamanya sebagai Khalifah.
Text pernyataan dalam bahasa Indonesia imam Sa’d Al-Shathri dan foto di bawah ini diambil dari situs The Middle East Media Research Intitute (MEMRI); suatu organisasi non-laba untuk tujuan analisa dan penelitian pada pengembangan di Timur Tengah.

Video wawancara: Saudi Cleric Sa’d Al-Shathri: ISIS Members Are Apostates. Al-Majd TV (Saudi Arabia) – August 31, 2014

Imam Saudi bergabung ke NIK adalah dosa besar“Organisasi dikenal sebagai ‘Negara Islam Irak dan Syria’ adalah memerangi Allah dan nabinya. Mereka korupsi dan menetang Hukum Islam. Mereka menutup mesjid-mesjid, membunuh para ahli agama Islam, melarang buku-buku keagamaan dan hijab. Mereka menyiksa para hamba Allah. Karena itu saya ingin menyoroti berbagai aturan hukum dalam masalah ini.”
Pertama, menjadi anggota organisasi ini tergolong sebuah dosa besar. Tergolong murtad. Para anggota organisasi ini haruslah segera meninggalkannya. Karena (NIIS) membunuh mereka yang coba meninggalkannya, maka para anggota haruslah membunuh komando unit mereka, dan sebanyak para anggota NIIS sebanyak mungkin. Semoga Allah akan mengampuni mereka yang bergabung dengan NIIS.
Iman Saudi mati demi NIK masuk Api NerakaKedua. Setiap anggota NIIS yang terbunuh bukanlah seorang marir. Kami percaya bahwa ia akan pergi ke Api Neraka, menurut (Hukum) Sharia.
Ketiga, sumpah janji setia kepada NIIS adalah kosong dan batal, dan haruslah dihindari. Itu tidak berharga.
Keempat. Bagaimanapun itu adalah dilarang untuk bergabung dengan NIIS, sebab itu dianggap penghianatan kepada Allah, Utusannya dan para Muslim. Itu dilarang mengadakan persetujuan atau berdamai dengan mereka.
Kelima. Memerangi mereka adalah satu dari tugas-tugas terpenting yang diperintahkan oleh (Hukum) Sharia. Kami berharap bahwa setiap orang yang terbunuh sementara memerangi NIIK atas nama Allah akan digolongkan sebagai martir.
[….]
Imam Saudi anggota NIK harus membunuh pemimpin merekaKetika seorang ibu melapor ke pemerintah tentang putranya, dan putranya masuk mendekamp di penjara beberapa tahun sampai pikirannya kembali kepadanya – ibu ini menggenapi tugasnya. Ini lebih baik daripada bergabung ke NIIK, atau ada terbunuh mendukung para orang tersesat tersebut. Hal yang sama juga benar untuk seorang isteri yang melaporkan suaminya, seorang saudari perempuan atas saudaranya laki-laki, tetangga atas tetangganya. Ini adalah dilakukan keluar dari kasih bagi orang-orang yang mereka laporkan.

Komentar: Sejak gagalnya para organisasi Islam militan Sunni menumbangkan President Syria Al-Assad (Islam Shia), dan bangkitnya organisasi Islam militan the Muslim Brotherhood di Mesir, Kerajaan Arab Saudi (juga Turki dan Qatar) yang adalah sebelumnya pendukung gerakan militer Islam Sunni di Syria, sekarang  beberapa Negara Arab secara terus terang menentang setiap gerakan Islam radikal Sunni. Melabelkan mereka sebagai ”para organisasi terrorist.” Namun Turki dan Qatar tetap masih mendukung ”para terrorist” tersebut, khususnya organisasi NIK. Saat ini susah untuk dikatakan, apakah perlawanan Saudi kepada NIK ini bersifat keagamaan atau bisnis tempat suci Islam; tidak diragukan bahwa perjalanan ibadah ke Mekkah dan Medina adalah suatu pemasukkan keuangan yang sangat besar bagi Kerajaan Saudi, ditambah dengan sumber minyak buminya. Turki, anggota NATO, tetap mendukung NIK karena mendapat banyak keuntungan dari import minyak bumi dari pertambangan di Irak yang direbut oleh NIK.
Muslim harus melaporkan anggota NIK ke pemerintahBacaan berkait:
Al-Qaida Splinter Declares New Islamic Caliphate
Sejarah Negara Islam Khalifah kuno dan modern
Saudi king warns West will be jihadists’ next target
Saudis regroup amid Islamic State threat; Finds itself backing rebels who could attack kingdom
NATO member Turkey openly aiding ISIS
How U.S. weapons made it to ISIS

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: