7 Alasan Ideologi Mengapa Islam Radikalisme Ditolak Dunia


Akulah YAHWEH, itulah nama-Ku, dan Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain, dan kepujian-Ku kepada patung. (Yesaya 42:8)

Berdiri bersama melawan TERRORISMEBeberapa berita tentang perbuatan para Islam radikal dalam dekade ini:
Negara Islam Khalifah / Kalifat di mata komunitas dunia
Ketika Kebenaran terbangun dari tidurnya – Fear no more!!
Mengapa Islam radikal membenci pendidikan dan stabilitas??

1. Setiap Manusia tercipta dengan hati nurani dan akal budi atau roh dan jiwa (Ibrani 8:10 & 10:16). Sebab itulah orang yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah pun bisa membedakan apa yang benar dan salah, bahkan sejak kecilpun anak manusia telah mampu membedakannya (Amsal 20:11), jadi apapun klaim dan alasan yang diberikan oleh Islam radikal untuk membenarkan perbuatan mereka, masyarakat dunia (terlepas dari keimanan dan kesukuan dan nasionalitas) tetap menolak ideologi yang dianut oleh para Islamist tersebut. Adonai Yeshua telah memberikan alasannya secara sederhana: Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Lukas 6:45). Islam radikalisme bahkan ditolak oleh orang Postmodernism (faham yang liberal) dan Pacifism (faham pertahanan passive, anti-kekerasan)

2. Manusia tercipta sebagai mahluk berpikir dan bersosial (Latin: homosapien). Setiap orang ketika diberi kesempatan akan secara senang untuk mengungkapkan pendapat dan bersosialisasi. Islam radikalisme melarang para pengikutnya untuk berpikir kritis. Dr Tawfik Hamid, pemikir Mesir dan ex-Jihadist, mentor jihadnya menyamakan berpikir kritis Dr Hamid ini sebagai ”otak keledai.” Bangsa di negara-negara berkembang menilai ”berpikir pasif (hanya menerima)” dan ”anti-sosial” sebagai ”perbudakan” dan ”egoistik.” Inilah sebabnya organisasi radikal Islam NIIS yang ingin mewujudkan Negara Islam Khalifa (NIK) segera – tidak lebih dari sebulan sejak klaimnya tersebut – ditolak dunia secara serempak, sebab tindakan para NIK ini sungguh merusak nilai-nilai sosial. Menarik sekali bahwa sekelompok suku Kurdi penganut Yezidiism (Percaya pada Malaikat-malaikat) cabang dari agama Persia Kuno Zoroastrianism, disebut oleh NIK sebagai ”para penyembah iblis,” mereka memilih disembelih (para pria) dan dikubur hidup-hidup (para wanita dan anak-anak) dari pada berpindak ke Islam ketika militan NIK menguasai wilayah mereka pada bulan Agustus 2014. Pemerintah Negara RRC yang menganut Sosial Komunis pun menolak Islam radikalisme.

3. Gerakannya condong pada aktifitas politik dan sedikit pada masalah agama. Bilang TIDAK ke Negara Islam Khalifah
Apapun para Islam radikal memberi nama diri mereka: Mujahidin, artinya: Pejuang Islam; Hezbollah, artinya Partai Allah; Partai Kebebasan dan Keadilan (The Muslim Brotherhood di Mesir), Partai Keadilan dan Pengembangan (didirikan oleh Recep T. Erdogan, Turki), goal satu-satunya yang mereka miliki adalah menjadi partainya / organisasinya sebagai penguasa negara. Organisasi Muslim Brohterhood adalah organisasi agama Islam yang terlarang keras di Mesir oleh karena aktifitas politik dan pembunuhan berencana President Anwar Sadat. Dan ketika Mohammad Morsi menjadi president, pertama-tama yang ia lakukan adalah mengontrol kebebasan berpendapat dan media dan memenjarakan para aktifis politik. Itupun yang dilakukan oleh Mr. Edorgan (sekarang President) yang masa mudanya sangat aktif dalam gerakan Islam, ratusan tentara segera dipecat dan dipenjarakan ketika ia memegang jabatan politik dan puluhan wartawan juga mendekam di penjara. Penduduk negara Islam lebih memilih raja (di Arab Paninsula) dan president (di Pakistan, Malaysia) sebagai pemimpin mereka daripada seorang Khalifah (pemimpin agama Islam sekaligus politik), sebab bagi mereka politik Islam sama seperti negara Komunis – melenyapkan kebebasan beragama melalui pemaksaan beribadah secara ketat. Contoh: Mesir; hampir 30 tahun rakyat Mesir dibawah Jendral Mubarak, akhirnya tumbang karena ia telah menjadi diktator, setahun Morsi (orang kuat Muslim Brotherhood) menjadi president, tiga juta rakyat turun kejalan dan memilih Jendral Sisi untuk jadi president. Penduduk Arab di Gaza dan West Bank; mereka lebih suka kepemimpinan Abbas (Fatah) dari pada Hamas. Konflik terbaru Israel-Hamas telah membuat aktifis politik dan rakyat Palestina telah terang-terangan menolak Hamas. Indonesia yang disebut ”Negara berpenduduk Muslim terbesar sedunia,” tidak pernah dalam sejarah kemerdekaannya rakyat memilih pemimpin negara berlatar belakang Islam radikalisime, sebaliknya gerakkan Jemaat Islamiah dan FPI (Front Pembela Islam) semakin dijauhkan rakyat. Islam radikalisme ditolak oleh masyarakat Islam Moderat, dengan kata lain, Faham Text Mekkah lebih disukai daripada Text Medina.

Kristen Timur Tengah protest menentang Negara Islam4. Islam Radikalisme bertentangan dengan Perintah, Ajaran dan Hukum YAHWEH. Keadilan dan menghormati warga asing adalah salah satu tulang belakang ideologi Negara Israel dan komunitas Kristen se dunia. Setiap orang Muslim dijamin hidup aman dan mendapatkan hak asasinya di seluruh teritorial penganut ajaran Alkitab, sekalipun mayoritas pemeluk Islam berlaku sebaliknya, sebab penganut Alkitab mendasari ajarannya pada “Kasih” dan “Mengampuni.” Tidaklah mengherankan jika Islam radikalisme ditolak mentah-mentah oleh orang Yahudi, bahkan sejak di Medina di jaman Muhammad, dan Kristen yang beriman kepada Kitab Suci Alkitab. Orang-orang Kitab (the People of the Book), Kuran menyebut orang Yahudi dan Kristen, mereka lebih memilih kehilangan harta (tanah dan benda) bahkan menjadi martir daripada hidup di dalam ideologi Islam garis keras (Text Medina). Buah dari Islam Radikalisme adalah keruntuhan negara dan bukan pertumbuhan.

5. Islam Radikalisme bertentangan dengan perintah nabi Muhammad menghormati ajaran Torah (Taurat), Mazmur (Zabur) dan Injil (Surah 5:44-45 & 48:29).
• Torah: terdapat perintah dan pengajaran tentang kode etik beribadah (hubungan vertikal antara manusia dengan Penciptanya) dan kode etik bersosialisasi (hubungan horizontal manusia dengan sesamanya)
• Mazmur: ekpresi syukur dan pengharapan manusia kepada Penciptanya melalui lagu, pantun, berpikir kritis. Di seluruh Alkitab ada 102 ayat dengan akar kata “nyanyi” dan 16 ayat dengan kata “musik.” NIK, Hamas, Taliban melarang orang bernyanyi dan bermain alat musik.
• Injil. Di dalamnya terdapat empat kitab: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Disini terletak seluruh ajaran dan sejarah kehidupan Yeshua Ha Mashiah (dalam Islam dikenal sebagai Isa al-Masih)
Tidaklah heran masyarakat Islam Moderat, yang percaya bahwa kasih dan keharmonisan hidup dan saling menghormati antar sesama kepercayaan yang berlainan adalah prioritas, terang-terangan mempertanyakan motif dan tujuan gerakan Islam radikalisme.

Para Wanita Kurdi protes melawan Negara Islam6. Islam Radikalisme menekan secara brutal hak-hak asasi wanita dan anak-anak. Dalam Hukum Islam hak wanita di pengadilan adalah 50% (1/2) dibanding hak pria; demikian juga di dalam harta warisan. Namun di dalam Islam Radikalisme para wanita Muslim sama sekali kehilangan hak mereka; kehadiran wanita di sini hanyalah sebagai objek pemuas sex pria, mesin produksi anak untuk meneruskan penyebaran ideologi yang mengutamakan kekerasan dan pemaksaan dan sebagai pembantu rumah tangga. Wanita hanya tinggal di dalam rumah dan tidak boleh sekolah dan berkarir dan jika mereka keluar rumah mereka dilarang menunjukkan indentitas dan keunikan pribadi mereka, seluruh tubuh dibungkus kain (umumnya hitam) dan hanya sedikit wajah yang nampak; hanya memiliki status “motherhood” menurut President Turki Recep T. Erdogan di suatu pertemuan para wanita di Istanbul (24/11/2014). Pernyataan President Turki ini membuat banyak pejuang hak-hak Wanita marah. Alev Scott mengkomentari pernyataan Mr. Erdogan di the Guardian tersebut sebagai “a lone madman,” dan “president sebuah negara dari 75 juta penduduk dimana hanya 28% wanita memiliki pekerjaan resmi, 40% wanita menderita kekerasan lokal dan jutaan gadis dipaksa masuk ke dalam pernikahan dibawah-umum setiap tahunnya.” Alev Scott adalah wartawati Turki yang tinggal di Inggris.

7. Islam radikalisme mengabaikan 5 rukun (pilar) Islam, dan menggantikannya dengan Jihad sebagai kepala dari seluruh ideologi Islam. 5 pilar Islam adalah: Mengucapkan kalimat Shahadah, Salat (sembayang), Zakat (berderma), Puasa di bulan Ramadan dan Naik Haji. Contoh ideologi Jihad adalah: Ibn Ishaq:404“War has distracted me, but blame me not, ‘this my habit. Struggling with the burdens it imposes, I bear arms bestride my horse at a cavalry’s gallop, running like a wild ass in the desert.”
Ibn Ishaq:322“I will cast terror into the hearts of those who reject Me. So strike off their heads and cut off their fingers. All who oppose Me and My Prophet shall be punished severely.”  Muslim London protes menolak Negara Islam
Dengan kata lain unsur keagamaan/ibadah pada orang Islam sejenis ini hanyalah sekedar baju atau mantel, dan aksi jihad sebagai satu-satunya keberadaan dan nafas Islam. Simpelnya IR telah merubah makna “ibadah,” dari mencari dan melakukan kehendak Pencipta, dan menjadi berjuang dan mati bagi Pencipta. Qatar telah terbukti pendukung keuangan Islam radikalisme di abad 21 ini.

Profesor Sejarah Islam Mark A. Gabriel, ketika ia mempertanyakan kepada dosennya “Mengapa kamu mengajar kami selalu tentang jihad? Bagaimana dengan ayat-ayat lainnya di dalam Kuran yang berbicara tentang damai, kasih dan pengampunan?” Omar Abdel Rahman, dosennya menjawab dengan keras: ”Saudaraku ada di seluruh surah [bab] dipanggil ’Rampasan-rampasan Perang.’ Tidak ada surah dipanggil ’Damai.’ Jihad dan membunuh adalah kepala dari Islam. Jika kamu mengeluarkan mereka, kamu memotong kepala Islam.”
Ketika Prof. Gabriel menjadi dosen di Universitas Al Azhar (tempat ia mendapatkan gelarnya), mengajak para mahasiswanya berpikir kritis dan mengajar text Mekka (‘damai, kasih dan pengampunan;’ dalam Kuran tidak ada kata “kasih”), ia dipecat dan kurang dari 24 jam setelah dipecat rumahnya diserbu oleh sepasukan tentara agama; dipenjarakan dan disiksa. Perlakuan rekan-rekan Muslimnya telah membuat ia keluar dari Islam. Seorang ex-pejuang Islam, Kamal Saleem: A Muslim Cries Out to Jesus ketika ia menyadari bahwa Yeshua adalah Jalan Kebenaran yang ia selama dalam Islam cari dan minta dalam doa-doanya, ia berdoa kepada Yehsua, Master barunya, demikian “Apa yang Engkau inginkan dari ku?, aku siap mati bagi Mu.” Yeshua menjawab: “Kamu tidak perlu mati bagi Ku, sebab Aku telah mati bagimu.” Wau, ini suatu konsep ibadah yang sama sekali berbeda!

Catatan kaki:

1. Apa yang Dikatakan Al-Qur’an Mengenai Kitab Suci Sebelumnya?
dan Apakah Taurat, Zabur dan Injil?
2. Qur’an, Hadith and Scholars: Violence Under Muhammad

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Satu Tanggapan

  1. I like it when folks get together and share views. Great website,
    stick with it!

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: