Ketika Kebenaran terbangun dari tidurnya – Fear no more!!


Setiap orang memiliki difinisi apa ”KEBENARAN” adalah. Orang postmodernism[1] mendefinisikan kebenaran sebagai “Apa yang benar bagi kamu mungkin tidak benar bagi ku,” atau dengan kata lain orang postmodernism percaya bahwa “tidak ada sesuatu hal yang disebut kebenaran mutlak.” Ketika seorang tidak mengetahui isi Alkitab maka ia tidak tahu apa itu kebenaran, ia akan seperti Pilatus ketika Adonai Yeshua berbicara tentang kebenaran, gubernur Roma untuk Yudea ini bertanya; “Apakah kebenaran itu?” (Yoh 18:37-38); tepatnya pemikiran postmodernism tersebut adalah mundur 3000 sampai 4000 tahun kebelakang – yang orang Buddha nyatakan sebagai ch’i (berlawanan) dalam arti yin-yang – ; yin (sisi gelap) dan yang (sisi terang).[2]

Saatnya sekarang Kebenaran Sejati harus bangun dari tidurnya! – Kita harus menyerukan: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37)

Orang-orang di bawah ini telah terbangun dari tidur mereka – Terbangun dari rasa aman yang palsu, kepuasan sementara, ketidak perdulian atas kenyataan dan penderitaan orang lain, terbangun dari ketakutan yang mengancam diri mereka. Terang telah membangunkan Kebenaran yang ada dalam batin mereka, meresikokan diri mereka sendiri karena mereka telah terbangun dan sadar bahwa lebih baik mati terhormat daripada hidup sebagai budak Kegelapan, seperti Ratu Esther pernah berkata “Kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” (Esther 4:16)

Prof. Mark A. GabrielMark A. Gabriel, Ph.D. Bekas professor Sejarah Islam pada Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
“Muhammad menenggelamkan kehidupan para Yahudi di Arabia. Ia memaksa mereka meninggalkan Arabia sebagaimana Titus telah memaksa mereka keluar dari Roma. Bahkan setelah para Yahudi tersebut menyebar ke negara-negara yang berbeda, Islam mengikuti mereka. Terus menerus, mereka terjebak dibawah otoritas Islam.
Ketika militer Islam telah menguasai sebuah negara, Hukum Islam secara otamatis menjadi standard. Menurut Hukum Islam, Yahudi dan Kristen memiliki tiga pilihan: berpindah ke Islam, bayar jizra (pajak) ke penguasa Muslim dan tetap pada iman mereka, atau ada dibunuh. (Para penyembah berhala mereka tidak punya pilihan membayar pajak. Mereka hanya memiliki dua pilihan: menerima Islam atau ada dibunuh). [Kalimat dalam kurung berasal dari sumbernya].
Professor Gabriel meyimpulkan, apa yang terjadi di abad modern ini dimana para Islam Sunni ’radikal’ memperlakukan orang Yahudi dan Kristen, serta agama lainnya (yang tergolong sebagai ”penyembah berhala” termasuk Zoroastrianism, Islam Shia dan Ahmadiah) adalah bukti bahwa ”Para Muslim meneruskan hukum warisan Muhammad.” Dengan kalimat lain: Para Islam ’radikal’ inilah yang sesungguhnya adalah orang-orang Islam atau Muslim. Muslim artinya orang yang tunduk pada ajaran ALLAH dan nabinya, Muhammad.[3]

Christy wanita Palestina dari BethlehemChristy, mahasiswi hukum, Kristen Palestina asal Bethlehem, West Bank-Israel. Konflik Israel-Hamas di Gaza baru-baru ini telah membuat dia keluar dari ketakutan ancaman para Muslim Arab-Palestina. Dalam videonya Christy bercerita: ketika pamannya (orang Kristen) berhenti membayar jizya (pajak) kepada militan Palestina karena pamannya sadar bahwa para militan sengaja menyerang Israel dari lingkungan orang Kristen, dengan harapan Israel akan membalas serangan tersebut dengan tujuan merusak rumah dan lingkungan keluarga Kristen Palestina, pamannya di siksa, dipenjarai lalu dieksekusi oleh militan Islam Palestina. Demikian juga terjadi dengan teman pamannya. Di depan hadirin yang mendengar kesaksiannya, Christy berkata tentang orang-orang Muslim Palestina yang menyebut diri mereka sebagai “para pejuang pembebasan (freedom fighters) bagi Palestina sesungguhnya adalah “para mafia.” Pemerintah Palestina bertanggung jawab atas korban warga sipil di dalam konflik Israel-Palestina, ia berkata. Pernyataan lengkapnya: Christy a Palestinian Christian’s plea to Dr. Saeb Erekat

Eleanor JosephCorporal Eleanor Joseph, Wanita Kristen Arab. Ia adalah wanita Arab-Palestina pertama yang menjadi tentara parasut Israel: ”Jika seorang berkata kepada saya TPI (Tentara Pertahanan Israel; IDF) hanya membunuhi orang Arab, saya akan ingatkan mereka bahwa orang Arab membunuhi orang Arab.” Lihat: Is Israel An Apartheid State?

Uskup Agung Kristen Orthodox AlexiosUskup Agung Alexios, pemimpin Gereja Kristen Orthodox Gaza. Beliau bercerita kepada CBN News bahwa Hamas telah memakai gedung Gerejanya untuk meluncurkan roket-roket ke warga sipil Israel selama periode 72 jam gencatan senjata. Gedung Gereja ini telah ada dipakai saat itu sebagai pemondokkan bagi warga sipil Palestina dari semua agama yang melarikan diri dari perang bom dan roket.[4]

Mudar Zahran, Palestinian-Jordanian writer and activistMudar Zahran, Pemimpin masyarakat Jordania-Palestina; Aktivis politik dan Penulis.
 Ia bicara dari Bethlehem, West Bank. “Saya tidak pro-Israel, saya orang Palestina.” “Hamas membantai bangsaku, Hamas membunuh bangsaku, [bukan Israel]… Jika Israel telah berkehendak, mereka telah dapat menyapu setiap orang di Gaza dalam 15 menit, tetapi tanggung jawab penuh untuk pembantaian orang-orang Palestina jatuh kepada para terrorist Hamas.” Hamas adalah NIK lainnya, al-Qaida, Bako Haram lainnya. Hamas membunuh 35 demontran yang menentangnya di Gaza 13 hari yang lalu (Video diudarakan 7/7/2014) secara tidak berperasaan/ sadis (cold blood) dan melukai 20 lainnya. Saya tidak pro-Israel, fakta adalah kebanyakan warga Gaza menentang Hamas [mereka hanya menuruti kehendak Hamas karena takut dibunuh oleh Hamas]. Qatar dan raja Yordania adalah pendukung keuangan Hamas. Lihat: Palestinian Leader Mudar Zahran: Hamas is killing my people 

Dr. Walid PharesDr. Walid Phares, pakar tentang terrorist Timur Tengah. Ia penulis buku “The Lost Spring; U.S. Policy in the Middle East and the catastrophes to aboid.”
Kebijakan luar negeri Amerika Serikat di Timur Tengah memiliki dua kesalahan besar yang sekang menyebabkan para terrorist merajarela di Afrika Utara dan Timur Tengah. “Bukan saja mereka mendukung para organisasi Islam Sunni radikal tersebut terlebih lagi mereka melatih dan mempersenjatai mereka.” Lihat: The watchman with Erick Stakelbeck: ‘The lost spring’

Erick StakelbeckErick Stakelbeck, pakar tentang Timur Tengah. Penulis buku The Brotherhood Amerika’s Next Great Enemy.
Organisasi Islam Sunni Negara Islam Irak dan Syria (NIIS / ISIS), sekarang mengklaim sebagai Negara Islam Kalifa, bukan saja sebuah organisasi terroris seperti Hamas, Al-Qaida, tetapi sebuah tentara terrorist yang sangat terlatih dan sangat sadis (sehingga Al-Qaida sendiri menolak menaungi organisasi NIIS). Membahayakan Timur Tengah dan bahkan negara-negara Barat.
The Muslim Brotherhood adalah ibu dari semua organisasi Islam Sunni yang sedang berjihad saat ini di seluruh dunia. Lihat:
The brutal rise of ISIS; Erick Stakelbeck examines the stunning rise of the terror group and its bloody advance in the heart of the Middle East

PM Australia Tony AbbottTony Abbott, Perdana Menteri Australia.
Berbicara di radio Autralian Broadcasting Corp. (ABC) tentang Negara Islam Kalifat: “Kita menyaksikan lebih dan lebih bukti betapa barbarnya organisasi ini adalah.”
Pernyataan keras ini keluar setelah sebuah foto yang memperlihatkan putra dari Khaled Sharrouf (imigran berwarganegara Australia) yang memegang dua kepala tentara Syria yang terpenggal. Di bawah foto tersebut Sharrouf menulis: “Itulah putraku!” – foto diambil di kota Raqqa, Syria utara, kota yang sekang dinyatakan sebagai ibukota dari Negara Islam Kalifat oleh organisasi NIIS. Putranya ini belumlah berumur lebih dari 10 tahun.
Khaled satu dari sembilan pemuda Islam yang tertangkap pada operasi keamanan Australia di tahun 2007 mengumpulkan bahan-bahan pembuat bom dan rencana serangan-serangan terroris di berbagai kota besar Australia seperti Sydney dan Melbourne. Ia mengaku bersalah dan dipenjara di tahun 2009 untuk empat tahun penjara. Tahun lalu ia memakai passport saudaranya untuk meninggalkan Australia bersama isteri dan tiga putranya untuk berjuang di Syria dan Irak.
Juni 2013, koran Australia menerbitkan sebuah foto dari Sharrouf berdiri diantara mayat-mayat yang telah dibantai di Irak. Dan Saptu lalu (9/8/2014) pemerintah Inggris memperkirakan 50.000 sampai 150.000 orang Irak utara terjebak di gunung karena melarikan diri dari pembantaian yang dilakukan oleh pengikut Islam Kalifat tersebu dimana para pria dibantai dan wanita serta anak-anak dikubur hidup-hidup dan banyak wanita yang dijadikan budak. Lihat: Newspaper: Terrorist’s son poses in gruesome photo

Bacaan berkait:

Catatan kaki:

[1] Postmodernism adalah suatu faham yang menolak adanya kebenaran absolute, suatu gaya hidup yang menolak otoritas Elohim dan tentunya nilai-nilai moral yang terkandung dalam Firman-Nya. Inti dari pemikiran Postmodernism ini adalah menolak pendidikan theology, metaphysics, morality and aesthetics (dibaca: es’the-tiks; suatu cabang ilmu filosofi yang berurusan dengan keindahan dan rasa). Konsekuensi dari Postmoderism adalah menjadikan pengikutnya meninggalkan Pencipta mereka dan tanggung jawab moral; menjadikan mereka sangat liberal (kompromi dan anti-judgmental) dan egoistik (tidak bertanggung jawab atas lingkungan bahkan atas dirinya sendiri. Dengan kata lain Penganut Postmodernism menkontradiksi pemikirannya sendiri “toleran atas segala sesuatu yang ada diluar dirinya, namun intoleran kepada nuraninya sendiri.” Postmodernism by Michael J. Penfold dan Truth, Contemporary Philosophy, and the Postmodern Turn

[2] Filosofi dari agama Buddha ini adalah tidak ada kebenaran mutlak, sebab di dalam putih ada hitam dan sebaliknya. Pemikiran ini bertolak belangan dengan ajaran Alkitab; pernyataan Yeshua di Injil Yohanes 14:6 adalah adalah kebenaran mutlak – terlepas dari orang mau terima atau tidak.
[3] Mark A. Gabriel Ph.D; The Unfinished Battle ISLAM and the JEWS. Cp. 18: Muslims Continue Muhammad’s Legacy.

[4] Gaza Archbishop: Hamas Fired Rockets from Church, Shelter

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Konflik Russia dengan Barat memanas


Karikatur Perang Dingin abad 21 karena UkrainiaPerang masih terjadi di berbagai negara Timur Tengah dan Afrika Utara dan Tengah dan sekarang konflik antara negara-negara Supper Power semakin memanas.
Masalah dalam negeri Ukrania kini meluas menjadi saling boikot antara Barat dan Russia.
Keterlibatan Russia dalam sengketa tanah di Ukrania telah membuat Negara-negara Uni Eropa dan Amerika memberikan sangsi-sangsi kepada Russia; politik (melarang orang-orang penting tertentu masuk Barat), ekonomi (bank, penerbangan komersial Aeroflot dipersulit dan sektor-sektor lainnya).
Hari Rabu kemarin President Vladimir Putin telah mengeluarkan keputusan untuk balas memboikot negara-negara yang telah memberikan sangsi kepada negaranya.
Keputusan ”melarang atau membatasi import kedalam Federasi Russia dari hasil pertanian, barang mentah, daging” akan memukul Polandia, Belanda, Spanyol, Yunani dan tentunya Norwegia, Amerika Serikat dan Kanada,” laporan berkata.
Bahkan Moscow berencana akan melarang penerbangan-penerbangan komersial Eropa melintasi udara Russia atau transit, koran Rusia Vedomosti melaporkan.
Jika hal ini terjadi itu akanlah sangat merugikan angkutan udara Eropa yang memiliki hubungan dengan Asia, akan mengeluarkan biaya milliaran Euro (harus mengambil route yang panjang), koran Jerman terkenal DW mengutip

Seorang analis Barat berkata bahwa boikot Russia ini tidaklah akan bertahan lama, sebab kedua pihak saling membutuhkan. Russia memerlukan barang makanan dari Eropa dan sebaliknya Eropa memerlukan gas dari Russia.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Negara Islam Kalifat: “Dunia sedang melihat hanya ke Gaza!”


Militan Sunni Negara Islam di Irak dan Syria (ISIS)Konflik Israel melawan Hamas di Jalur Gaza telah berlangsung satu bulan. Hamas mengklaim 1.834 orang Palestina, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil; di sisi Israel, 64 tentara Israel tewas dan beberapa warga sipilnya tewas, sekalipun Hamas dan organisasi Islam lainnya di Gaza telah meluncurkan roket dan missil lebih dari 3.300 buah ke bumi Israel.
Ya, mata dunia saat ini sedang terfokus hanya kepada Gaza; tepat seperti berita yang ditulis Negara Islam Irak dan Syria yang lebih besar (ISIS) atau sekarang dikenal sebagai Negara Islam Kalifat (NIK).
Apa yang sesungguhnya sedang berlangsung di Timur Tengah tentang Gerakkan Negara Islam Kalifat (ISIS) – yang tidak diperhatikan media internasional, Anda mungkin bertanya? Berikut ini laporan singkatnya:

Di Irak: empat desa Turkmen Shiah di Irak utara dekat kota Kirkuk telah dibantai secara sadis oleh para militan Negara Islam Kalifat (NIK/ ISIS). Seorang saksi mata, Hassan Ali, petani (52 tahun) bercerita kepada the Associated Press (AP), “Mereka memukul kami dengan mortir-mortir dan mortir-mortir, dan para keluarga melarikan diri, dan mereka terus memukuli kami. Itu sungguh sectarian.” Yang berhasil selamat sekarang tinggal di Kirkuk, dimana tentara keamanan Kurdi Irak berkuasa.
PBB melaporkan 1.075 orang tewas di bulan Juni ketika militan Sunni NIK ini merebut desa-desa dan kota-kota saat mereka bergerak menuju Baghdad (dari Syria).
Minggu lalu (28/7-3/8/2014) hanya dalam satu hari para militan Sunni NIK telah membunuh tidak lebih sedikit dari 1500 orang di Irak (mendekati jumlah yang sama jumlah orang Palestina yang tewas selama satu bulan perang Israel dengan Hamas di Gaza).
Pemimpin Kalifat (Negara) Islam Abu Bakr al-Baghdadi dengan jam Rolexnya dikotbah JumatRita Izsak, seorang Reporter Khusus PBB untuk masalah minoritas mengakui bahwa di Irak “agama-agama minoritas ada ditargetkan dan para pengikutnya dikenakan penculikan, pembunuhan atau harta milik mereka direbut oleh para kelompok extrimist tersebut.”
Sedikitnya 100.000 orang Kristen Irak dipaksa untuk melarikan diri (hanya dengan pakaian yang melekat) dari semakin melebarnya ekpansi Negara Islam, kata Louis Sako, pemimpin Gereja Roma Katolik Kaldian. ”Ini adalah sebuah kehancuran humanitarian. Gereja-gereja diduduki, salib-salib dihancurkan dan membakar 1.500 manuskrip,” ia menambahkan.
Laporang PBB hari kamis menyatakan ribuan orang Yazidis terjebak oleh militan NIK di gunung Sinjar. Yazidis adalah bagian dari monoritas Kurdi Irak yang memeluk agama kuno Persia dikenal sebagai ajaran Zoroastrianisme.
Ron Prosor, Duta Besar Israel untuk PBB khuatir akan kondisi para minoritas di Irak dan meminta perhatian dunia untuk membela mereka; ”Itu mungkin ada terlalu banyak untuk meminta Anda untuk berdiri di pihak kami di dalam pertempuran ini antara peradaban dan barbarisme, tetapi setidaknya memiliki kesopanan untuk menelan kemarahan selektif Anda sementara Israel menghadapi perang melawan kelompok-kelompok ekstrimis yang mencari untuk membasmi nilai-nilai yang kita semua sangat sayangi,” Ron berkata.

Media Kristen Israel menulis: Gerakkan Sunni Radikal ISIS, sekarang mudahnya dikenal sebagai Negara Islam, telah berbahagia untuk adanya perang Gaza sebagai selubung penjajahan penuhnya atas Irak utara. ”Kita dapat melakukan apapun sekarang dunia sedang melihat hanya ke Gaza!,” seorang pejabat Negara Islam Kalifat berkata pada laporannya baru-baru ini. Militan Negara Islam Kalifah membantai tentara Irak yang telah tertangkap
Syria: Konflik antara tentara Syria dengan para militan ISIS masih berlangsung. Laporan Kamis (7 Agustus) 27 tentara telah terbunuh baru-baru ini dan 11 orang ISIS tewas. Tiga militan ISIS melakukan serangan melalui meledakan diri mereka sendiri di pintu gerbang tentara Syria.
Lebih dari 170.000 orang tewas sejak perang Syria ini dimulai (Maret 2011).

Libanon: Para militan Sunni yang berperang untuk menjatuhkan president Assad, sekarang ingin menguasai Libanon. Raja Arab Saudi, Abdullah telah memberikan 1 Milliar Dollar Amerika untuk mempersenjatai negara Libanon melawan para militan tersebut. Sebelumnya Raja Abdullah telah memberikan 3 Milliar Dollar US ke Libanon untuk tujuan serupa.
Gerakkan militan Sunni di Syria telah menyebabkan satu juta pengungsi orang Syria di Libanon; belum termasuk di Turki dan Yordania.
Raja Abdullah menyebut para militan Sunni tersebut belakangan ini sebagai ”para terrorist.” Pada awal ’perang Syria,’ Raja Saudi ini malah mempersenjatai ”para terrorist” ini. Namun ketika Muhammad Morsi (dari organisasi Islam radikal Muslim Brotherhood) menjadi president Mesir, raja ini sadar bahwa langkah berikut adalah giliran dia ditumbangkan oleh para militan Sunni tersebut.

Sejarah kembali membuktikan kebenarannya bahwa Pendirian Negara Islam Kalifat hanyalah pertumpahan darah bukan hanya bagi Non-Muslim tetapi juga bagi sesama Muslim entah dia Islam Shiah maupun Islam Sunni – dan ‘damai’ baru terjadi ketika semua orang tunduk kepada diktatorship Kalifat tersebut. Apakah ada kelompok atau orang Muslim Indonesia yang mendukung berdirinya Negara Islam Kalifat?

Bacaam berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

R.R.Cina: 37 tewas 13 luka-luka dalam serangan terror di Xinjiang


Serangan Islam terrorist di XinjiangSekumpulan pemuda bersenjata pisau dan kampak menyerang kantor polisi dan kantor-kantor pemerintah di desa Elixku pada Senin dini hari (28 Juli), lalu bergerak ke dekat desa Huang menyerang warga sipil dan menghacurkan 31 dan membakar 6 kendaraan-kendaraan sementara mereka melewatinya, menyebabkan 37 warga sipil tewas dan 13 luka parah, pemerintah setempat melaporkan.
Penelitian menyatakan bahwa serangan tersebut “terorganisasi” dan “terencana” oleh para terrorist dari dalam dan luar negara Cina. [Barat Cina berbatasan dengan Kirgistan dan Tajikistan]
Otak dari penyerangan berdarah tersebut dikenali sebagai Nuramat Sawut dari Desa Elixku, ia memiliki hubungan dengan organisasi terrorist Gerakan Islam Turkestan Timur (East Turkestan Islamic Movement , disingkat ETIM).

Aksi terror ini dibalas oleh pemerintah Cina dengan menembak mati 59 pelaku dan menahan 215 lainnya. Polisi menahan pisau-pisau panjang dan kampak-kampak serta banner-banner terrorist yang menyerukan ”jihad” / ”perang suci.”

Di tempat yang sama 30 Desember 2013 sembilan terrorist bersenjata pisau menyerang sebuah kantor polisi dan mereka melemparkan bahan-bahan peledak dan membakari mobil-moblil polisi. Polisi menembak mati delapan dari mereka.
Pada tanggal 22 Mei 2013, serangan terrorist terjadi di sebuah pasar di Urumgi, ibukota dari Xinjiang, 31 tewas dan 94 luka-luka.
Laporan 1 Maret 2013, lebih dari 10 pemuda berbaju hitam bersenjata pisau menyerang warga sipil di stasiun kereta Kunming di provinsi Yunnan. Menyebabkan 28 tewas dan 113 luka-luka, termasuk 5 terrorist yang ditembak mati petugas keamanan.

Surat kabar elektronic Australia mengutip koran Cina menyatakan bahwa baru-baru ini Pemerintah RRC menawarkan 300 juta Yuan (sekitar 49 juta Dollar Australia) bagi para penduduk yang menolong membongkar aksi ”terrorisme” di Xinjiang.
Komentar: Dari subkatagori China Fights Terrorism and Violent Attacks”  nampak bahwa pemerintah Cina menghindari kata “Islam”, namun jelas semua serangan terror umumnya terjadi di wilayah Uygur (Xinjiang BaraShache distrik Kashgar, Xinjiang Cinat) yang mayoritas adalah orang Muslim Uygur – dipercayai sebagai ”suku Turki yang paling tua” – (lebih dari 43%) dan dilakukan oleh Muslim Uygur. Aksi Pemerintah (Komunis) RCC menekan kelompok agama bukanlah hal baru: itu terjadi juga pada orang Budha Tibet, Kristen Cina dan orang Falun Gong Cina. Aniaya terhadap orang Kristen di Cina bahkan tercatat sejak tahun 845 AD, dan semakin berat pada masa pemerintahan Komunis dikenal sebagai ”the Iron Curtain atau Bamboo Curtain.” Buku China’s Christian Martyrs by Paul Hattaway, mendokumentasikan hal itu baik sekali. Paul adalah penulis biografi dari pendeta China “Brother Yun” berjudul The Heavenly Man yang dianiaya dan karena mujizat ia bisa bebas dari penjara Cina dan kaki pulih dari rantai besi yang ketat, ia hidup di Jerman saat ini
Perbedaan disini adalah ketiga kepercayaan yang disebut belakangan tidak melawan pemerintah komunis dengan kekerasan seperti Muslim Uygur lakukan. Hasilnya pun berbeda: Orang Muslim Uyghur Cina hanyalah sekitar 10 juta (dengan asumsi 100% dari suku Uyghur adalah pemeluk Islam). Sedangkan orang Kristen telah bertumbuh menjadi lebih dari 100 juta. Koran sekuler Inggris, the Telegraph memprediksi bahwa “RRC dapat menjadi ‘Negara Kristen terbesar di dunia’ sekitar 160 juta di tahun 2025 atau 247 juta di tahun 2030 melampau jumlah orang Katolik di Mexico dan Brazil.” Dari sumber Kristen; orang Kristen di Cina telah lebih dari 200 juta, Partai Komunis Cina melaporkan sekitar 18 juta Kristen di tahun 2004 (yang terdaptar di pemerintah; disebut Three Self Churches.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Who are the MEN behind the Israel-Gaza conflict?


Permainan Wayang KulitKonflik antara negara Israel dengan Hamas-penguasa Jalur Gaza hampir mencapai satu bulan – terhitung sejak roket-roket Hamas meluncur ke kota-kota Israel (Senin, 7 July).
Media Barat telah menyiarkan berita-berita kerusakan di dalam Gaza dan lebih dari 1300 warga sipil Gaza tewas ke seluruh dunia – namun tidak meliput berita dari pihak Israel, kerugian akibat dari ribuan roket dan missil yang telah diluncurkan ke Israel atau kejadian yang lengkap (sebab-akibat) di Gaza.
Media Barat baru-baru ini melaporkan bahwa Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dan Amerika Serikat (AS) mengeritik Israel dengan keras karena telah menyerang sekolah UNRWA di Gaza (United Nations Relief and Works Agency untuk para Pengungsi Palestina) yang berakibat meninggalnya 20 orang Palestina. UNRWA berkata sejak 20 Juli, sembilan dari pekerjaanya telah terbunuh.
Pemimpin PBB, Ban Ki-Moon menyebut serangan tersebut sebagai “moral outrage” dan “kegilaan ini harus berhenti”
Gedung Putih menyebut serangan Israel tersebut sebagai “tidak dapat diterima” dan “tidak mampu membela diri.”
Tidak perlu ditulis di sini komentar-komentar dari Media Negara-negara Islam, pastilah lebih pedas lagi.

Sebagaimana telah umum diketahui bahwa suara politikus dengan orang lapangan biasanya berbeda jauh; Kolonel Richard Kemp, seorang komando Angkatan Darat Britania Raya di Afganistan, menolak klaim bahwa Israel telah melakukan pelanggaran-pelanggaran perang.
“Tentara-tentara Britania telah bertempur melawan Taliban untuk bertahun-tahun di Afganistan,” Kol. Kemp berkata. ”Mereka menggunakan perisai-perisai manusia. Mereka berusaha untuk memikat kami untuk membunuh populasi warga sipil mereka. Itu adalah cara umum diantara kelompok-kelompok Islam extremist di dunia ini.”
“Orang-orang yang melakukan kejahatan perang adalah Hamas yang meluncurkan roket-roket ke penduduk sipil Israel dan yang juga memakai masyarakat mereka sebagai perisai-perisai manusia.”

Kejadian di Gaza yang tidak diberitakan Media Barat:Pengeluaran uang tahunan Hamas untuk terror melawan Israel
”Sejak awal konflik, kami telah memiliki 200 kasus dokumen tentang roket-roket dan mortir-mortir yang diluncurkan dari dalam Gaza yang menghantam di dalam Gaza,”  Lt. Kol. Peter Lerner pembicara Tentara Pertahanan Israel berkata.
Menurut sebuah jurnal yang dikeluarkan oleh orang Palestina, 160 anak-anak meninggal dalam pembuatan terowongan-terowongan rahasia yang dipakai untuk aksi terror (menyelundupkan senjata-senjata dan tujuan aksi terror di dalam wilayah Israel). Harga satu buah terowongan Hamas tersebut bernilai 3 juta Dollar AS atau bisa membangun 86 rumah / 7 mesjid / 6 sekolah / 19 klinik perawatan. Sejauh ini Tentara Israel telah menemukan 30 terowongan, artinya Hamas sesungguhnya telah bisa – jika mereka berkehendak – menginvestasi 90 juta Dollar AS untuk kesejahteraan bangsanya sendiri.
Seorang ibu asal Gaza bercerita kepada perawatnya Ron Lobel, dokter dari Pusat Perawatan Barzilai, Israel, bahwa ia dan suaminya dipaksa untuk ada di kunci di dalam kamar apartmentnya, dan Hamas lalu meluncurkan roket-roket dari halaman mereka.

pejuang bertopeng Hamas dengan senjata beratnyaThe Middle East Research Institute melaporkan bahwa pada awal konflik, pejabat Hamas (organisasi yang mengontrol Jalur Gaza) mengeluarkan petunjuk-petunjuk bagaimana orang Gaza harus melaporkan berita:
• “Setiap orang yang terbunuh atau martyr harus disebut seorang warga sipil dari Gaza … jangan lupa untuk selalu menambahkan ‘warga sipil yang tidak bersalah’
• mulailah laporan kamu … dengan phrase ‘sebagai response untuk serangan jahat orang Israel’ …
• Jangan menerbitkan wajah-wajah pria bertopeng dengan senjata-senjata berat.’”

Golda Meir, bekas Perdana Menteri Israel pernah menbuat pernyataan sebagai berikut: “Kami dapat mengampuni orang-orang Arab tersebut yang membunuh anak-anak kami. Kami tidak dapat mengampuni mereka yang memaksa kami untuk membunuh anak-anak mereka. Kami akan hanya memiliki damai dengan orang-orang Arab tersebut ketika mereka mengasihi anak-anak mereka lebih dari mereka membenci kami.”

“We can forgive the Arabs for killing our children. We cannot forgive them for forcing us to kill their children. We will only have peace with the Arabs when they love their children more than they hate us.” – Israeli Prime Minister, Golda Meir.

PERTANYAAN: Mengapa Media Barat (yang dikontrol oleh Yahudi, propaganda berkata) – yang berpendidikan tinggi dan pembela demokrasi – hanya menyalahkan Israel secara sepihak dan tidak menegur Hamas penyebab konflik dan korban warga sipilnya sendiri di dalam konflik Israel-Gaza ini? Siapakah sebenarnya orang-orang di balik konflik Israel- Hamas ini?
Mungkin JAWABANNYA ada di bawah laporan ini.

1. Selama konflik berlangsung, roket-roket Hamas ditemukan di dalam sekolah-sekolah PBB, yang disebut UNRWA. Dan roket-roket itu sengaja diluncurkan ke Israel dari gedung UNRWA – untuk menjadikan tempat itu target serangan balik Israel, bahkan memakai Rumah Sakit sebagai kantor Hamas dan peluncuran roket.

2. David Bedein, seorang wartawan senior, telah mempelajari bahwa ada hubungan incest (’pernikahan sesama keluarga-dekat’ untuk arti yang sama dengan kata “tindakan imoral”) antara UNRWA dan Hamas di dalam Jalur Gaza. [Seperti saya pernah tulis bahwa karyawan UNRWA adalah 90 % adalah anggota HAMAS]
David bercerita kepada Chris Mitchell, pemimpin kantor berita Timur Tengah untuk CBN News, “Agen kami telah memperingatkan pemerintah Amerika Serikat, pemerintah Kanada, Uni Eropa – dan mereka adalah pendukung utama dari UNRWA – bahwa ada traning militer dan senjata-senjata di dalam kamp (UNRWA) tersebut, dalam semua kamp-kamp di Gaza. Agen kami diabaikan sekalipun ada fakta-fakta.”
David Bedein penulis buku Jalanterhambat untuk Damai: Bagaimana PBB mengabaikan konflik Arab-Israel, (Roadblock to Peace: How the U.N. Perpetuates the Arab-Israeli Conflict). Buku bagus lainnya tentang PBB untuk dibaca “Tower of Babble, How the United Nations has fueled global chaos; Dore Gold. Penulis adalah pernah bertugas sebagai Duta Besar untuk the PBB.

3. Ron Dermer berkata bahwa pembuat-pembuat hukum pada Capitol Hill (di Washington D.C. bukan yang di Roma)* mulai membuat pertanyaan-pertanyaan, ”Bagaimana mereka (orang PBB) mengijinkan sekolah-sekolah mereka untuk ada digunakan sebagai depot-depot senjata? Ini semua adalah hal-hal yang serius yang dapat mengkorupsi seluruh sistem PBB yang seharusnya untuk ada melindungi warga-warga sipil, yang adalah seharusnya untuk ada menolong orang-orang tidak berdosa – tidak mengijinkan gedung-gedung mereka untuk ada digunakan sebagai infrastruktur militer bagi Hamas.” (garis bawah ditambahkan). “Pada dasarnya itu tidak dapat diterima dan semakin banyak orang yang mengajukan pertanyaan,” Dermer berkata. Ron Dermer adalah Ambasador Israel untuk Amerika Patung Lupercus menyusuiSerikat.

4. Suatu wawancara dengan seorang professor yang bertugas sebagai Investigator dari PBB, dengan muka malu professor kulit putih ini mengakui “double standard PBB atas Israel.

Pepatah dunia berkata, “Semua jalan menuju Roma” dan Firman YAHWEH berkata ”Nubuatan nabi Daniel harus tergenapi terlebih dahulu sebelum kiamat tiba” (Mat 24:15). Semakin banyak orang menduga dan berkesimpulan bahwa Organisasi PBB dan juga ICC hanyalah alat dari Penguasa Roma

*) Capitoline Hill (Latin: Collis Capitolinus; kata “Capitol” berasal) adalah satu dari tujuh bukit di Roma. Di Bukit Capitolinus telah berdiri patung perunggu Lupercus menyusui Romulus dan Remus tahun 296 BC. Lupercalia, hari raya bagi Lupercus, dirayakan pada tanggal 14-15 Febuari, sebelum dirubah menjadi Hari St. Valentine oleh Paus Gelasius.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya  tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog