Negara Islam Khalifah / Kalifat di mata komunitas dunia


pejuang Negara Islam Khalifah berparadeNegara Islam Khalifah (NIK) telah lahir kembali! Apa pendapat komunitas Dunia tentang NIK atau singkatnya Negara Islam (the Islamic State)? NIK modern lahir dari Organisasi Islam Sunni bernama Negara Islam Irak dan Syria (NIIS atau ISIS in English). Di bawah ini adalah kumpulan pendapat para pemimpin negara, sosial-budaya, agama (bukan-Islam dan Islam). Untuk mengerti apa itu Negara Islam Kalifat, bacalah terlebih dahulu Sejarah Negara Islam Khalifah kuno dan modern.

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Elohim. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” (Yoh 16:1-4a) – Yeshua Ha Mashiah – 29-31 AD

Kantor Berita Assiria Internasional (AINA.org) menyimpulkan NIK sebagai berikut:
”Pembantaian atas orang Kristen yang mengambil tempat di Timur Tengah baru-baru ini telah menjangkau tingkat-tingakt yang memprihatinkan. Minggu lalu, kelompok terroris jihad NIIS – meskipun tidak dikenali sebagai sebuah negara – telah merebut Qaraqosh, kota Kristen terbesar di Irak, memperingati orang-orang Kristen untuk ”pergi, murtad atau mati.” Mereka secara sistimatis memenggal kepala anak-anak.
Fakta bahwa NIIS tidak dapat bersama-sama dengan Syiah dan para Muslim Kurdi nampak jelas. Para orang Kristen bergaul dengan ratusan, jika tidak ribuan denominasi yang berbeda hari ini tanpa membunuh satu sama lain adalah ribuan. Islam radikal adalah ancaman drastis hari ini bagi orang Kristen, Yahudi dan para Muslim lain yang kurang radikal, dan sampai itu dapat terkandung, kebrutalannya hanya akan meningkat.” Emboldened ISIS Barbarically Slaughtering Christians In Iraq As Obama Golfs By Rachel Alexander
Baca juga:

Kerajaan Arab Saudi. Adalah negara tempat lahirnya Muhammad dan berkembangnya agama Islam. Pada suatu pernyataan terbuka yang tegas Kerajaan Saudi ini berkata “bahwa para organisasi Islam fanatik adalah organisasi terroris.” Di dalamnya termasuk Front al-Nusra, NIIS (ISIS), Muslim Brotherhood, Hamas (semuanya Sunni) dan juga Hezbollah (Shia).

Menteri Dalam Negeri (MDN) Saudi telah menangkap 88 pria dalam beberapa hari ini. “Pasukan Saudi serius dalam melacak setiap orang yang telah bergabung pada kelompok-kelompok extremist,” Jurubicara MDN.  “Mereka yang ditangkap mendukung “ideology yang sesat dan memuliakan tindakan-tindakan terrorist,” Jurubicara tersebut menambahkan.(2/9/2014)

Baca: Negara Islam Kalifat di mata raja-raja Arab (Negara-negara Arab) – bagaimana Kerajaan Arab Saudi menghapus bukti-bukti sejarah yang berhubungan dengan nabi Muhammad. Sepertinya Raja Saudi ingin mengembalikan wajah Islam ke jaman Mekka, yakni sebelum Muhammad dan para pengikutnya pindah ke Medina dan membentuk kekuatan politik. Perpindahan ini dikenali juga dengan istilah Kuran berdasarkan “Mecca’s texts” dan “Medina’s texts” dimana ayat-ayat toleransi dihapus menjadi ayat-ayat pedang/ jihad.

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott kepada radio ABC. “Pencarian Negara Islam untuk sebuah negara terrorist menyebabkan masalah-masalah yang sangat luar biasa bagi Timur Tengah dan Dunia sekitarnya.” Ia menambahkan, “Kita lihat lebih dan lebih bukti betapa begitu barbarnya organisasi jenis ini entiti adalah.” Newspaper: Terrorist’s son poses in gruesome photo
Dr. Sarah Ahmad; dari the Foundation for Reconciliation and Relief in the Middle East. “Itu begitu sukar untuk mendengar semua cerita-cerita dan membayangkan manusia ada melakukan hal demikian. Itu sukar. Itu adalah pekerjaan Setan.” Dokter ini memberi contoh betapa jahatnya para pengikut NIK tersebut: para wanita yang ditangkap dipakai sebagai budak-budak sex dan dijadwalkan pada hari waktu-waktu berbeda untuk berbagai para laki-laki NIK. Death on the ISIS Highway  Baca juga: Women in Christianity and Islam

DR. Michael BrownDR. Michael Brown; Proffesor dalam bahasa-bahasa Timur Dekat seperti Aramik, Ibrani dan penulis dari 24 buku. “Negara Islam (NI) ini fasik, jahat, barbariak, pembunuh dan licik. Organisasi ini begitu fasik sehingga para orang sayap-kiri (liberal) yang bersandar menuju pacifism (suatu doktrin/ faham pertahanan passive, anti-kekerasan) sampai-sampai menganjurkan serangan militer untuk menghancurkan para terrorist ini yang telah menggorok dan menyembelih laki-laki, para wanita dan anak-anak kecil, dan yang memperkosa, merampok harta orang lain, menculik dan menghancurkan.” DR. Brown menyamakan NI / NIK ini dengan Kaisar Nero, yang hanya karena untuk menghibur dirinya sendiri ia telah membakar orang-orang Kristen sebagai obor-obor api, sama dengan Hilter (yang telah membantai 6 juta orang Yahudi di Eropa dan puluhan ribu suku lainnya) dan Pol Pot (pemimpin Komunis Kambodia yang membantai lebih dari 1/4 rakyatnya sendiri atau mendekati dua juta orang). The wicked — including ISIS — will be destroyed

Rapat PBB di Genova 27/8/2014. Hasil rapat PBB ini menyatakan bahwa NIIS telah melakukan Kejahatan Perang di Syria setelah melihat fakta-fakta perbuatan tidak manusiawi orang NIIS. Ref: ‘Executions, Amputations and Lashings’: ISIS Commits War Crimes in Syria, UN Says
Der Spiegel, maNegarak Islam Kalifat NEGARA JAHAT sampul majalah Der Spiegeljalah terkenal Jerman. Pada halaman mukanya tertulis besar-besar: DER STAAT DES BÖSEN, Wie die is-terroristen ihr kalifat errichten (Negara Jahat; Bagaimana para terrorist Negara Islam membangun Khalifah mereka. Laporkan jika saya salah menterjemahkan, terima kasih). Tertulis: Semua wanita di kota (Raqqa, Syria) haruslah memakai niqab dan celana panjang dilarang. Pesta nikah dilarang pakai musik, tempat pemotongan binatang diperintahkan membungkus bagian belakang binatang sembelihan untuk mencegah para pria memiliki pikiran porno, demikian juga buah ketimun dilarang dengan alasan yang sama. Setiap orang yang tertangkap di jalan selama waktu-waktu doa lima waktu adalah membahayakan kehidupan mereka (baik pria maupun wanita) – seperti di Profinsi Aceh. Para penentang disalib atau dipotong lehernya di depan umum, dengan foto-foto tindakan horror ini semua kemudian dikirim ke jaringan sosial (YouTube, Twitter, Facebook, dll.) Caliphate of Fear: The Curse of the Islamic State By SPIEGEL Staff

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: