Menguji kenabian dan kerasulan seseorang melalui peristiwa Bileam Bilangan 22-24


Peta Israel di Moab sebelum masuk Yerikho YAHWEH, Elohim Israel, telah memperingati umat-Nya sejak di jaman nabi Musa, untuk berhati-hati tehadap nabi-nabi palsu. Itu tertulis di kitab Ulangan pasal 13 dan 18. Di sini kita akan pelajari hal yang sama dari Bilangan pasal 22 sampai 24.

Ketika bangsa Israel berkemah di dataran Moab di seberang sungai Yordan-Yerikko, sebelum memasuki tanah Kanaan, melalui kota Yerikko. Saat itu hiduplah Bileam putra Beor di Zipor (Pethor) di tepi sungai Efrat,[1] ia adalah seorang dukun terkenal di antara bangsa-bangsa di Syria[2] dan Midian.[3]  Ditimbukan oleh rasa takut kepada Israel, maka bangsa Moab (keturunan dari Lot, keponakan Abraham; Kej 11:27) dan Midian yang dipimpin raja Balak mencoba memakai kekuatan gaib untuk mengalahkan Israel, sehingga mereka menyewa dukun[4] Bileam.

Balak melalui para utusannya berkata kepada Bileam: Ketahuilah, ada suatu bangsa keluar dari Mesir; dan mereka sedang berkemah di depanku. Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, sebab mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup mengalahkannya dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang kau berkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kau kutuk, dia kena kutuk.”  (Bil 22:5-6)

Mungkin Anda bertanya dapatkan kita memakai perkataan Bileam, yang bukan nabi Elohim sebagai penguji kenabian atau kerasulan seseorang? Jawabannya adalah bisa, sebab pada dasarnya Elohim bisa berbicara melalui siapapun atau apapun, termasuk melalui seekor keledai, perhatikan Bilangan 22:26-35.
Jawaban Bileam di bawah ini kepada para utusan raja Balak meneguhkan jawaban dari pertanyaan di atas, Bileam berkata: Bermalamlah di sini pada malam ini, maka aku akan memberi jawab kepadamu, sesuai dengan apa yang akan difirmankan YAHWEH kepadaku.” (Bil 22:8),[5] sejak kita mimiliki Alkitab, maka perkataan “orang yang mangaku nabi maupun rasul YAHWEH” haruslah sesuai dengan isi Alkitab, jika tidak maka ia adalah nabi atau rasul palsu! Lihat penjabarannya di sini.
Perkataan berkat Bileam dan nubuatannya bersumber dari Elohim YAHWEH sendiri sebab ia mencari hikmat dari Elohim, sehingga Dia sendiri menemui Bileam (23:4-5 & 16) bahkan Roh-Nya turun ke atas Bileam (24:2) sehingga keluarlah wahyu Elohim melalui mulut Bileam – sekalipun ia tidak tergolong nabi-Nya. Sekali lagi, kita dapat menganalisa pengajaran dan ucapan klaim kenabian seseorang dari perkataan Bileam yang tertulis pada kitab Bilangan pasal 22 sampai 24. Di bawah ini daftar persyaratannya.

Nabi yang benar haruslah:

  • Tidaklah berjalan bersama-sama dengan musuh Elohim dan umat-Nya (22:12a). Baca juga Mazmur 1:1-3.
  • Tidaklah mengutuki bangsa atau umat yang diberkati Elohim, tidak juga memurkainya  (22:12b; 23:7-8). Israel dan Jemaat Kristen adalah umat Elohim.
  • Tidak melanggar perintah YAHWEH, Elohimnya, baik perkara kecil terlebih lagi perkara besar, sekalipun dengan upah yang besar (22:18). Lihat juga Matius 16:224-27.
  • Mencari kehendak YAHWEH sebelum melakukan tugasnya (22:19)
  • Hanya mengatakan apa yang dia telah diperintahkan oleh YAHWEH untuk mengatakannya, “Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Aku katakan kepadamu harus kau katakan.” (22:35, baca juga 38b). Artinya ”tidak boleh menambahi” dan ”tidak boleh mengurangi.” Baca juga Ulangan 18:20-22. Bacalah ”Nabi seperti nabi Musa; nubuatan Ulangan 18
  • Pemberitaannya haruslah menyatakan Elohim sebagai Elohim, tidak boleh mengurangi karakter-Nya yang agung, mulia dan kudus (23:18-19)
  • Jika ada kata-kata teguran bagi umat-Nya, maka teguran dari nabi tersebut haruslah sesuai Firman Elohim, yakni: membangun, menghibur dan memberi pengharapan, bukan sebaliknya merendahkan, menuduh dan mematahkan semangat (23:21)
  • Pesan nabi tersebut kepada orang yang memusuhi umat-Nya haruslah tegas dan jelas bahwa 1. Janganlah melawan umat-Nya sebab mantera  (magic curse) dan tenung (divination) tidak akan mempan melawan umat-Nya. 2. Mengajar para musuh umat-Nya untuk berani mengakui dan berkata ”Apa yang Elohim telah lakukan kepada kalian! Lihatlah, suatu bangsa bangkit seperti seekor singa betina, dan berdiri tegak seperti singa jantan…! (23:23-24)
  • Seorang nabi haruslah mengalami pengalaman dihinggapi Roh Elohim, sehingga ia mampu memdengarkan firman Elohim, mampu melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa dengan mata rohaninya (24:1-4) sehingga ia juga mampu melakukan mujizat-mujizat.
  • Nabi itu juga harus mengakui dan memproklamasikan perjanjian kekal YAHWEH kepada Israel yang berbunyi Diberkatilah orang yang memberkati engkau, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau!” (24:9). Ini adalah janji-Nya kepada Abraham (Kej 12:3) dan mengalir kepada Ishak, dan Ishak meneruskannya kepada Israel, putranya (Kej 27:29).

Tentu reaksi musuh-musuh YAHWEH dan umat-Nya akanlah menjadi marah kepada orang yang menyatakan hal-hal seperti tertulis di atas, seperti raja Balak orang Moab ini, ia berkata kepada Bileam dengan marah yang besar: ”Aku memanggil engkau untuk menyerapah musuh-musuhku, tetapi lihatlah, engkau benar-benar telah memberkati mereka ini sampai tiga kali! … aku telah mengatakan bahwa aku akan membayarmu sangat banyak, tetapi lihatlah, YAHWEH telah menahanmu dari kelimpahan!” (Bil 24:10)

Dan inilah jawaban Bileam kepada Balak, orang yang mata rohaninya telah terbuka dan telah dihinggapi Roh YAHWEH:  ”Bukankah kepada utusan-utusan yang telah engkau kirimkan kepadaku pun aku sudah berbicara dengan mengatakan: Sekalipun Balak [di depan para pengikut raja Balak, Bileam hanya menyebut namanya, mengabaikan status jabatan raja!, orang yang memiliki Roh Elohim ia seharunyalah tidak pernah takut kepada manusia] memberikan kepadaku rumahnya, penuh emas dan perak, aku tidak mampu melanggar perintah YAHWEH untuk melakukan yang baik atau jahat dari hatiku sendiri, karena yang YAHWEH katakan, itulah yang akan aku katakan. (24:12-13)

Pasal 25nya merupakan ramalan Bileam tentang datangnya penguasa dari bangsa Israel Mashiah (Messiah) yang akan meremukkan keturunan raja Balak, yakni bangsa Moab: “Aku melihat Dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang Dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan penjuru-penjuru[6] Moab, dan menghancurkan semua anak Sheth (ayat 17).

Pertanyaan: Jika Anda membaca Kuran (ajaran Muhammad) dan hadis-hadis (catatan tingkat-laku Muhamad), dan memandingkan dengan perkataan Bileam pada kitab Bilangan pasal 22 sampai 24, apakah Anda berpikir Muhammad dapat digolongkan sebagai nabi YAHWEH?

Bacaan berkait:


[1] Menurut catatan tradisi Yahudi, Bileam adalah cucu dari Laban, kakak ipar Ishak, berarti juga mertua dari Yakub. Kalimat yang dilabelkan Balak kepada Bileam di Bilangan 22:6 meneguhkan bahwa ia memiliki hubungan darah dengan Abraham, lihat Kejadian 24.  Atas dasar hukum Israel di Ulangan 18:10-12 dimana praktek perdukunan terlarang bagi orang Israel, dan ditambah kejadian jebakkan raja-raja Moab dan Median kepada pria Israel melalui wanita-wanita mereka sehingga banyak pria Israel menyembah berhala Baal (Bil 25) – yang Alkitab nyatakan jebakan tersebut adalah berasal dari nasehat Bileam (Bil 25:16 dan Wahyu 2:14) maka dukun Bileam termasuk bagian dari orang-orang Median yang dihukum mati oleh bangsa Israel atas perintah Elohim. (Bil 31:8). Nampak pada akhirnya raja-raja Moab dan Midian berhasil menyogok Bileam untuk memberikan nasehat jahat bagaimana bisa mengalahkan bangsa Israel, satu-satunya jalan adalah membuat mereka keluar dari perlindungan kuasa Elohim, yakni berbuat dosa perzinahan rohani alias menyembah berhala. Iblis memakai kawin campur agama  dan ibadah oikumene untuk membuat umat YAHWEH menjadi berkompromi dengan kegelapan. Bileam adalah figur kuno dari jenis orang-orang Yahudi Modern abad 21 yang anti-Israel, yakni bangsanya sendiri oleh karena tergiur oleh kekayaan dunia dan jabatan politik.
[2] Syria di jaman Musa meliputi wilayah dari timur sungai Yordan sampai ke sungai Efrat. Suku Moab, Amori (keduanya adalah keturnan Lot) dan Edom (keturunan Esau, saudara kembar Yakub) di Perjanjian Lama sekarang adalah bagian wilayah dari Negara Yordan.
[3] Bangsa yang tinggal di Dataran Sinai bagian Timur, sekarang terletak di barat tenggara Arab Saudi. Isteri nabi Musa adalah orang Median.
[4] Persamaan dan perbedaan umum nabi YAHWEH dengan dukun. Keduanya memiliki indra keenam yang peka, mampu melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat oleh mata jasmani manusia, keduanya juga memiliki kekuatan alam-roh yang memampukan mereka meramal, mengutuki  serta melakukan mujizat. Bedanya adalah nabi mendasarkan semua perbuatan di atas berdasarkan hikmat dan kuasa Roh YAHWEH sedangkan dukun berdasarkan hikmat dan kuasa roh-roh Setan pada umumnya. Tujuan dari perbuatan mereka juga berbeda, nabi melakukannya untuk kemulian YAHWEH sedang dukun untuk ke untungan dirinya sendiri (ketenaran dan kekayaan, seperti Bileam putra Beor ini).
[5] Bileam menyadari bahwa kuasa gaib yang ia miliki tidaklah mampu melawan kuasa YAHWEH, Elohim Israel; jika para ahli sihir Firaun telah tidak berdaya apalagi dirinya. Sejak ditenggelamkan-Nya kereta-kerta kuda beserta tentara Firaun ke Laut Merah, berita kedasyatan kuasa Elohim Israel ini telah tersebar ke banyak bangsa Kanaan, dan seberang sungai Yordan termasuk suku Edom – para dewa mereka tidak berdaya, mereka semuanya gemetar (Kel 15:12-16). Itulah sebabnya Bileam meminta hikmat dari YAHWEH – kekuatan tertinggi untuk berkat dan kutuk (Kej 12:1-3)!!
[6] Para pangeran (princes) dan orang-orang terkemuka di sebuah wilayah, terkadang dipanggil “penjuru-penjuru” lihat Zak 10:4

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

5 Tanggapan

  1. Yeshua (Isa) is the mesenger of God (Elohim).
    try to replace every phrase “the son of God” with “the mesenger of God”.

    Hopes it will helps ur confusion.

    • Shalom Fulan,
      When you read the New Testament you will never be confused anymore about who Yeshua is; He is the Son of God and as well prophet of the Almighty God.
      All the claims of Yeshua Himself as the Son of God and all declaration of it by His Apostles are just fulfilling the prophecies of Old Testament prophets. E.g.: Isaiah 9:6-7; Isaiah 53, Psalms of David 110:1 (Mark 12:35-37) and many other verses.
      The Holy Bible is the Word of God.
      When you live in His Word, you will have perfect peace and joy. – Read: Psalms 119:96-112 dan Isaiah 28:16-17 & 48:16-20.

      Hopes my answer can help you to wash away your confusion :)
      Be blessed!

      • does the old testament of The Holy Bible mention that Yeshua is the Son of God?

        is the new testament of the Holy Bible really made from the word of Elohim?

      • Salah sejahtera Fulan.
        Pertanyaan Anda telah dijawab tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris dan Arab.
        Dalam bahasa Indonesia Anda bisa lihat di situs ini pada Catagori: Yeshua Ha Mashiah Alfa dan Omega atau pada situs lain: PendalamanAlkitab4Muslim.wordpress.com (jika saya tidak salah tulis)
        Bahasa Inggris: AnsweringIslam dan AnsweringMuslim serta http://www.UnchangingWord.com (+ Arabic)
        Bahasa Arab: Al-Hayat TV (Christian Satellite channel)
        Thanks for coming here.

  2. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku, sesungguhnya allah telah menjelaskan dalam alqurãn *sesungguhnya telah sangat jelas perbedănnya mana jalan yang sesat dan mana jalan yang lurus*

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: