Rakyat Swiss menolak banjir Imigran melalui Referendum


Swiss referendum menjaga tanah dan budayannyaSwiss adalah negara yang terkenal dengan  sikap ”netral-nya”, sejak kemerdekaannya dari Holy Roman Empire di tahun 1499. Swiss dikelilingi negara-negara Uni Eropa namun tidak menjadi anggota.

Minggu kemarin rakyat Swiss mengadakan pemungutan suara mengenai masuknya orang asing ke dalam negara Swiss. Sejak Swiss membuka perbatasan-perbatasan negaranya 12 tahun lalu banjir para pendatang baru terutama lewat Perancis dan Itali, yang membawa kepada kondisi lapangan kerja yang lebih buruk, kereta-kereta yang padat dan kekurangan perumahan, dan kriminalitas bertambah pesat, laporan berkata.

“Adalah jelas bahwa imigrasi perlu untuk ada dikurangi,” kata Toni Brunner President Partai Rakyat Swiss (SVP), mewakili kelompok yang kuatir kebanjiran imigran. ”Yang jelas adalah kita perlu untuk ada lebih selektive.”  

Pemungutan suara kemarin terbagi antara bagian yang tinggal di kota-kota besar (perbatasan dengan Perancis dan Jerman) dengan mereka yang tinggal di pedalaman (Jerman, Austria dan Itali). Kota besar menentang ide pembatasan imigrant, namun mereka kalah suara.

Kemenangan tipis bagi kelompok ”anti-imigrasi” ini dinyatakan sebagai “Itu adalah sebuah kekalahan ekonomi dan kebijakan luar negeri,” kata Christian Levrat seorang parlement dari partai Sosial Demokrat. Kemenangan ini dikritik oleh orang parlement Jerman sebagai ”langkah progresif mengisolasi diri sendiri.”

“Saya tidak berpikir rakyat Swiss telah memilih cara ini oleh sebab mereka ingin mengisolasi mereka sendiri, tetapi karena mereka kuatir” akan perumahan dan transportasi umum, kata martin  Landolt, president dari Partai Demokrasi Bourgeois.

Menanggapi kekuatiran orang Uni Eropa akan adanya bahaya ekonomi bagi Swiss akibat kebijakan baSwiss dan negara-negara tetangganyaru ini, Karim Bertoni, seorang usahawan yang mengurus perusahaan bernilai 3,3 milliar dollar di Geneva berkata, “Saya tidak berpikir ekonomi Swiss akan menderita. Bisnis-bisnis akan tetap  mampu menyewa menejer-menejer top orang asing atau pekerja-pekerja berpendidikan tinggi, seperti para insinyur.”

Kemenangan ini disambut gembira oleh Marine Le-Pen (Perancis) dan Heinz- Christian Strache (Austria) yang keduanya adalah tokoh anti-imigrasi. “Swiss telah berkata tidak untuk banjir imigrasi, bravo!,” Le Pen menulis. Perusakan mobil  dan kejahatan di Perancis oleh ulah imigran Muslim telah membawa isu imigran semakin panas di Perancis.

Catatan: Swiss adalah pencetak Alkitab Inggris versi  Geneva Bible yang sangat digemari oleh tokoh-tokoh Gereja seperti Willian Shakespeare, Oliver Cromwell, John Knox, John Bunyan. Dipakai secara luas di Britania Raya di abad 16 AD sebelum lahirnya KJV (1611). Geneva Bible 80% adalah hasil kerja William Tyndale, merupakan versi Inggris yang pertama yang mana semua terjemahan Pernjanjian Lamanya diterjemahkan langsung dari bahasa Ibrani.
Swiss juga tempat pelayanan dan meninggalnya John Calvin  (1509-1564), bapa Reformasi Gereja, ia dikenal dengan konsep pemisahan kuasa antara negara dan agama – yang adalah satu dan beberapa alasan telah membuat negara-negara Barat Protestant menjadi makmur  bahkan sampai sekarang. Tempat lahirnya Henri Dunant, bapa Palang Merah sedunia.

Bacaan berkait:

Referansi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: