Suzette Hattingh: Berdoa syafaat untuk kota Jakarta. Urgent / Mendesak!!!


Catatan 26 Agustus 2013: Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada setiap pribadi yang telah turut menyebarkan berita ini dan khususnya kepada mereka yang telah berdoa bagi kesejahteraan dan keamanan kota Jakarta. Tanggal 25 Agustus telah berlalu dan tidak ada suatu peristiwa yang membahayakan. Elohim selalu setia dan mendengar doa-doa umat-Nya. Hormat dan kemulian bagi YAHWEH saja. Kita juga berterima kasih kepada pemerintah Jakarta, termasuk pihak keamanan yang telah memberitahukan kita sebelumnya hal yang akan terjadi di hari Minggu kemarin, dan kesiap siagaan mereka telah membantu keamanan di Jakarta. Dukung terus pemerintah Jakarta dengan doa-doa kita dan sikap tertib kita. Sekali lagi terima kasih dan Adonai Yeshua Ha Mashiah memberkati kita semua. Anggur Baru. #

Permohonan mendesak berdoa syafaat untuk kota Jakarta saya terima dari surat pelayanan Voice In The City (VITC) pada tanggal 10 Juli. Pelayanan ibu Suzette sebagai pendoa dan penginjil sudah dikenal baik di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia.

Anda bisa perbanyak dan kabarkan berita penting ini kepada Gereja-gereja tanpa perlu permisi dari saya. Adakanlah doa syafaat khusus bagi kota Jakarta baik di kelompok-kelompok sel terlebih di dalam pertemuan-pertemuan doa. Kita tidak akan biarkan Jakarta menjadi seperti Kairo, Beirut, Damaskus, Tripoli atau kota-kota lainnya di Negara Afrika Utara – kuasa doa syafaat dan ketekukan kita akan membuktikannya. Kemulian, hormat dan pujian serta syukur hanya kepada YAHWEH saja. Amin!

Terjemahan pesan penting dari ibu Suzette tentang Jakarta dalam bahasa Indonesia:

INFORMASI MENDESAK – INFORMASI MENDESAK Gubernur Jakarta Joko Widodo di tengah masyarakat

Pada tanggal 1 Juli kami sebagai tim (pendoa syafaat VITC) telah menerima sebuah email yang mendesak dari (ibu) Suzette, harap tolong kami berdoa untuk Jakarta!”

(Ibu) Suzette menulis: ”Kemarin, selama waktu doa saya untuk Jakarta, kuasa Elohim turun tiba-tiba ke atas ku dengan tekanan yang sedemikian rupa dan kemudian Elohim memberi saya sebuah ”penglihatan terbuka (open vision)”:

Saya melihat api di seluruh Jakarta; Saya melihat kerusuhan-kerusuhan dan gedung-gedung yang sedang terbakar. Saya melihat umat Elohim, dan bahkan umat dari kepercayaan-kepercayaan lainnya, berseru untuk pertolongan dan belas kasihan. Oh, saya menangis dihadapan YAHWEH! Pada saat itu telponku menunjukkan sebuah pesan yang masuk. Itu adalah seseorang dari Afrika Selatan mengirim kepada ku pesan dari YAHWEH terambil dari kitab Yeremia 15:14b berkata ”Api Elohim terbakar dalam kemarahan” [ …sebab dalam murka-Ku telah mencetus api yang akan menyala atasmu.”] YAHWEH sungguh ingin mengirim ”api kasih”-Nya, berkat-berkat-Nya, kuasa dan kemulian, tetapi Setan ingin membalasnya dengan ”api” kerusakan, kerusuhan-kerusuhan dan kemarahan.

Kemudian Elohim berbicara kepada ku, ”Saya telah membawa kamu ke sini untuk berdoa …” Jadi, sekarang saya memberikan waktu setiap hari bahkan lebih banyak di dalam bersyafaat untuk Jakarta. Kita perlu berdoa! Harap tolonglah kami berdoa bagi Jakarta.

Kita telah menerima kuasa untuk menghentikan musibah yang sedemikian tetapi kita harus melangkah kedalam celah / ruang pemisah tersebut (the gap). Lihat pada Bilangan 16:46-48[1] dan Mazmur 106:29-31.[2] SYAFAAT MEMILIKI KUASA SEJENIS INI, TETAPI KITA HARUS MELANGKAH KEDALAM CELAH / RUANG PEMISAH TERSEBUT DAN MELAKUKANNYA!

Elohim memperingatkan kita dan kita dapat berespond, itu adalah arti sesungguhnya ”melangkah kedalam celah / ruang pemisah” (stepping into the gap)[3]; Elohim menunjukkan hal-hal ini jadi kita dapat berespond (Yeh 22:30) [Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya. (Yeh 22:30].

Saya telah memutuskan berseru bagi:

  • Kota Jakarta, Indonesia
  • 6 (enam) juta anak-anak muda yang terlibat di dalam narkoba, tidak mengenal Yeshua
  • Pelayanan di Papua (Irian Jaya)

Hal mendesak untuk didoakan
4 (empat) hari yang lalu itu telah diketahui di berita Indonesia bahwa 250 batang dinamit  (seberat ) 50 kg bahan peledak telah “lenyap” di perjalanan (sewaktu diangkut) dari Subang ke Bogor (kedua kota berada di Jawa Barat). Mereka belum diketemukan (saat surat ini dibuat). Saya tidak mengatakan bahwa penglihatanku memiliki hubungan dengan hal itu (hilangnya bahan peledak di atas), saya TIDAK MENGATAKAN BAHWA API-API YANG SAYA TELAH LIHAT ADALAH BERHUBUNGAN KEPADA PEMBOMAN-PEMBOMAN.” Bagaimanapun, saya berpikir kita perlu berdoa sebab [jika dinamit tersebut jatuh] kedalam tangan-tangan yang salah ini dapat ada kehancuran untuk Jakarta.

Elohim memberkati Anda!

Suzette dari Jakarta.

Di bawah ini saya sertakan berita dari media Indonesia tentang hilangnya dinamit 50 kg tersebut.

  • 250 Dinamit Hilang Saat Perjalanan Subang-Bogor [28 Juni 2013]; TV One
  • 250 dinamit hilang dalam perjalanan dari Subang ke Bogor, Jawa Barat. Hilangnya bahan peledak tersebut dimulai dengan diangkutnya amonium nitrat sebanyak 30 ribu kilogram, dinamit 2 000 kilogram, dan detonator listrik 4 000 biji dari gudang PT Multi Nitroma Kimia (PT MNK) dari Subang Jawa Barat ke gudang PT Batu Sarana Persada (PT BSP) yang berada di Bogor, Jawa Barat,  Rabu (26/6/2013) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat ini tim gabungan Polres Bogor, Polda Jabar, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri tengah menyelidiki hilangnya 250 dinamit aktif tersebut. Hilangnya 2 dus dinamit seberat 50 kilogram tersebut diketahui sekitar pukul 07.30, Kamis (27/6/2013). Tribunnews.com; 250 Dinamit Kemungkinan Hilang di Tangerang dan Bogor

Catatan Kaki:
[1] Berkatalah Musa kepada Harun: “Ambillah perbaraan, bubuhlah api ke dalamnya dari atas mezbah, dan taruhlah ukupan, dan pergilah dengan segera kepada umat itu dan adakanlah pendamaian bagi mereka, sebab murka TUHAN telah berkobar, dan tulah sedang mulai.”Maka Harun mengambil perbaraan, seperti yang dikatakan Musa, dan berlarilah ia ke tengah-tengah jemaah itu, dan tampaklah tulah telah mulai di antara bangsa itu; lalu dibubuhnyalah ukupan dan diadakannyalah pendamaian bagi bangsa itu.Ketika ia berdiri di antara orang-orang mati dan orang-orang hidup, berhentilah tulah itu.  (Bil 16:46-48)
[2] Mereka menyakiti hati-Nya dengan perbuatan mereka, maka timbullah tulah di antara mereka.Tetapi Pinehas berdiri dan menjalankan hukum, maka berhentilah tulah itu.Hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai jasa turun-temurun, untuk selama-lamanya.  (Maz 106:29-31)
[3]Melangkah ke dalam celah (stepping into the gap)” atau “berdiri diantara” orang Indonesia menyebutnya, adalah suatu istilah doa, dimana seseorang berdiri menjadi perantara   – sebagai juru damai  – antara  dua kelompok yang sedang konflik, yakni Elohim dan manusia yang berdosa.  Dua tindakan penting di dalam “melangkah ke dalam celah:”
1. Kepada Elohim, pendoa – atas nama orang (suku / kota / Negara) yang berdosa – mengakui dosa-dosanya dan meminta pengampunan dari Elohim, kemudian tindakan selanjutnya
2. Pendoa minta Elohim mengampuni orang (suku/ kota / negara) yang berdosa tersebut; pendoa terus mengerang  tidak berhenti (terkadang berjam-jam, berhari-hari) memohon belas kasihan-Nya; pendoa akan berhenti  ketika ia tahu bahwa Elohim telah mengampuni dan mencabut hukuman-Nya. Tindakan ini kita kenal sebagai Doa Syafaat. Itu umumnya dilakukan dengan berpuasa.

Praktek ini telah dilakukan oleh nabi Musa, nabi Yeremiah dan nabi Daniel bagi bangsa Israel.
Bacaan berkait:
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan